Chapter 95 (2) : Dua Orang di Tempat Sunyi
Rebirth of the Malicious Empress of
Military Lineage: Chapter 95 (Part 2)
Kata-kata Shen Miao dingin dan barusan ia
hendak mengatakan bahwa para pelayannyalah yang memakaikannya untuknya, tetapi
mendengar Xie Jing Xing lanjut berbicara, “Hari ini kau telah menyentuh apa
yang bisa kau sentuh dan melihat apa yang bisa kau lihat, tetapi aku bisa
melupakan tentang menjanjikan hidupmu.”
Suara tawanya mengandung bentuk jahat, “Gadis
kecil yang masih belum dewasa. Aku tidak selapar itu hingga aku tidak bisa
memilih apa yang dimakan.”
Perkataan orang ini terlalu jahat! Dan yang
lebih buruk karena ia suka memutarbalikkan hitam dan putih! Dalam kehidupan
Shen Miao yang lalu dan yang sekarang, ia telah bertemu lelaki munafik yang
begitu mengabdikan diri pada kebenaran, hingga mereka mengilhami penghormatan.
Tetapi ini adalah pertama kalinya bertemu seorang bajingan yang mampu membuat
orang marah dengan satu kalimat.
“Aku tidak menyukai Marquis Kecil,
dan tidak akan menyukainya di masa depan. Marquis Kecil bisa
tenang.”
Shen Miao berkata pedas.
“Itu bagus.”
Xie Jing Xing memandanginya dan senyumnya
masih ada kegelian, tetapi di mata gelapnya, ada peringatan dan ketidakpedulian
untuk sesaat.
Ia berkata, “Gadis kecil, aku bukanlah orang
yang baik.”
Shen Miao tidak berbicara. Xie Jing Xing
bukanlah orang yang baik, lalu dapatkah dirinya dianggap orang yang baik?
Mungkin ia adalah orang baik di kehidupan lalunya, tetapi dirinya yang sekarang
di kehidupan ini berbahaya dan ganas, betul-betul terpisah dari kata ‘baik’.
Perahunya diam-diam mengapung mengikuti arus
dan salju pun perlahan-lahan melayang turun di luar sana. Setengah dari danaunya
dipenuhi kristal kepingan salju dan setengahnya penuh dengan lentera dan
langitnya diterangi oleh kembang api warna-warni, Festival Kelinci Giok tahun
ini sepertinya tidak ada yang hebat, tetapi bagaimanapun juga, istimewa.
Pemuda berpakaian ungu itu bersandar di
jendela dan melihat keluar acuh tak acuh. Orang tidak tahu berapa lama ia
melihat, tetapi ketika ia menoleh kembali, ia menemukan bahwa Shen Miao sudah
tertidur.
Ketika ia tidur, tidak ada tampang
bermartabat atau mengasingkan di wajahnya dan karena penderitaan hari ini,
wajahnya memerah, dan mantel rubah besar Xie Jing Xing melilitnya, ia
benar-benar terlihat seperti seorang gadis kecil yang masih belum dewasa.
Rambutnya sudah mengering, dan seikat rambut panjangnya menghalangi matanya. Tampaknya
itu agak gatal, karena Shen Miao yang sedang tidur pun mengerutkan keningnya.
Xie Jing Xing berjalan ke sisinya dan
berhenti sebelum mengulurkan tangan untuk mengambil rambut yang menghalangi
matanya dan menyelipkannya ke belakang telinganya. Kemudian, ia mengeluarkan
apa yang kelihatannya seperti tusuk rambut begonia yang dicabutnya dari rambut
Shen Miao, dan dengan satu putaran, dengan lembut menyelipkannya ke rambut Shen
Miao. Ia duduk di depan Shen Miao sambil melipat tangan dan memandanginya sejenak.
Melihatnya tidur nyenyak, Xie Jing Xing pun
mengangkat alisnya, “Tidur begitu lelapnya di depan seorang lelaki yang tidak
dikenal, benar-benar tidak tahu artinya takut.”
Setelah duduk sebentar lagi, perahunya
bergoyang tiba-tiba sebelum berhenti. Akhirnya sudah sampai di tepian.
Xie Jing Xing berjalan ke haluan perahu dan
beberapa sosok berbaju hitam pun muncul di tepinya.
Orang yang memimpin berkata, “Menjawab pada
Tuan, semuanya sudah ditangani dengan bersih. Apakah Tuan akan kembali ke
kediaman sekarang?”
Xie Jing Xing melihat kembali ke kabin dan
berkata, “Pergi ke kediaman Putri lebih dulu. Tie Yi, bawakan sebuah kereta
kuda kemari.”
Ia berbalik dan berjalan kembali ke kabin dan
harus mengetuk beberapa kali sebelum Shen Miao mendongak dengan mengantuk.
Xie Jing Xing berkata, “Sudah sampai di
tepi.”
“Sudah sampai?”
Shen Miao tiba-tiba terbangun dan melihat ke
luar jendela sebelum ia mulai keluar, tetapi karena luka di kakinya masih belum
sembuh, ia hampir jatuh saat ia bangkit berdiri. Xie Jing Xing menangkap
lengannya dan setelah berpikir, ia mengulurkan tangan dan membungkuskan mantel
rubah pada Shen Miao lebih erat, dan langsung membawanya dan jubah rubah itu
dan menuju ke pintu keluar perahu.
Shen Miao kaget dan tanpa sadar mengulurkan
tangan untuk melingkarkannya di leher Xie Jing Xing.
Saat ia mendongak, bibir Xie Jing Xing
melengkung ke atas, “Jaga kelakuanmu. Jangan memanfaatkanku.”
Shen Miao, “….”
Satu tangan Xie Jing Xing di bahunya dan
karena ia jangkung dan beranggota tubuh panjang, mudah baginya untuk
menggendong Shen Miao. Kepala Shen Miao bersandar dalam pelukannya dan dapat
merasakan dadanya yang tinggi tegap dan detak jantungnya yang kuat, dan ia
sebenarnya mulai merasa tidak nyaman.
Hanya ketika mereka berada di kepala perahu,
Shen Miao kemudian menyadari bahwa sekelompok orang berbaju hitam sudah lama
berdiri di luar. Melihat bahwa Xie Jing Xing menggendong seorang gadis kecil
keluar, meskipun orang sudah banyak menahan diri, tampang mereka agak berbeda.
Yang paling rileks adalah Xie Jing Xing.
Ia berjalan ke depan kereta kuda dan
melemparkan Shen Miao ke dalam kereta dan berkata, “Pergi ke kediaman Putri.”
Dan berjalan pergi tanpa berbalik.
Kereta kudanya berjalan terhuyung-huyung,
meninggalkan orang-orang berbaju hitam saling berpandangan.
Seorang pemuda jangkung berkata, “Tie Yi,
kenapa Tuan menggendong seorang gadis? Apa hubungan gadis itu dengan Tuan?”
“Iya, iya.”
Seorang wanita berjalan mendekat dan
menyentuh dagunya selagi ia merenung, “Selama bertahun-tahun, begitu banyak wanita
cantik, tidak bisa mendekati Tuan. Jadi, Tuan memiliki selera semacam ini.”
Matanya berbinar, “Ha, pantas saja.”
“Kata siapa?”
Suara wanita dewasa menawan lainnya pun
berkata tidak puas, “Apa bagusnya melihat gadis kecil konyol seperti itu?”
“Huo Long, aku tahu bahwa kau menyukai Tuan,
tetapi sehubungan dengan ini, kau tidak boleh cemburu soal itu.”
Wanita sebelumnya tersenyum dan melihat ke
arah pria yang berdiri di tengah-tengah, “Tie Yi, kau yang paling dekat dengan
Tuan, siapakah gadis kecil itu? Ada apa dengan Tuan, beritahu kami tentang
itu.”
“Semuanya, diam!”
Tie Yi, yang berdiri di tengah, tidak bisa
menolerirnya lagi, “Semuanya kembali! Divisi rahasia semuanya begitu santai,
kalau begitu besok pergi dan jaga menara penjara!”
Saat kata-kata itu terucap, semua orang
tiba-tiba mundur dan sesudah itu berkata, “Tiba-tiba saja teringat bahwa masih
ada yang harus dikerjakan.”
“Apakah mayat-mayat barusan ini sudah
diurus?”
“Lebih baik kembali ke markas Divisi Rahasia
untuk memahami situasinya.”
“Benar-benar berbahaya hari ini.”
Selagi mereka mengobrol, mereka
perlahan-lahan berjalan menjauh.
Tie Yi menghela napas lega dan barulah
kemudian ia menghilang kembali ke dalam malam.
***
Omong-omong, di sisi lain di kediaman Putri,
ketika orang di luar sana mengumumkan kedatangan Xie Jing Xing, Putri Rong Xin
sedang bersiap untuk pergi tidur.
Ia sudah menjanda selama bertahun-tahun dan
tidak punya anak di sisinya, jadi dalam setiap festival, ia akan sangat
kesepian. Meskipun Kaisar Wen Hui di istana bersaudara dengannya, tetapi
bagaimanapun juga, mereka tidak terlahir dari ibu yang sama, jadi mana mungkin
mereka benar-benar dekat.
Apalagi, jauh lebih nyaman tinggal di
kediaman Putri daripada berbaur dengan anggota keluarga kekaisaran istana.
Karena itulah, sekian banyaknya Festival Kelinci Giok, Putri Rong Xin tidak
pernah memasuki istana dan tidak bermain di luar, dan hanya tinggal dengan
tenang di kediamannya seperti hari lainnya.
Tetapi hari ini berbeda. Setelah mengetahui
kedatangan Xie Jing Xing, Putri Rong Xin agak terkejut. Setelah berpakaian
kembali, ia pun kemudian pergi keluar untuk menyambutnya dan saat ia memasuki
aula utama, ia melihat bahwa Xie Jing Xing sudah duduk menunggu di kursi.
Begitu Xie Jing Xing melihatnya, ia tersenyum
lembut, “Bibi Rong.”
Nama gadis Putri Rong Xin adalah Yu Rong dan
ia memiliki hubungan saudari yang dalam dengan Putri Yu Qing, jadi tidak
dianggap terlalu berlebihan bagi Xie Jing Xing untuk memanggilnya Bibi Rong.
“Kenapa datang ke sini hari ini?”
Sewaktu Putri Rong Xin pertama melihat Xie
Jing Xing, ada sejumlah keraguan, tetapi lebih banyak kebahagiaan. Ia tidak
punya anak dan sudah lama menganggap Xie Jing Xing sebagai putranya sendiri. Ia
mengasihani pengalaman hidup Xie Jing Xing dan ketika Putri Yu Qing meninggal
dunia, Putri Rong Xin pergi ke kediaman Marquis untuk
menyampaikan belasungkawanya, ia bahkan mengutuk dan mencaci maki Xie Ding
dengan buruk.
Walaupun Xie Jing Xing keras kepala dan
kasar, ia sangat menghormati Putri Rong Xin dan akan datang ke kediaman Putri
setiap tahun baru atau festival, tetapi biasanya ia akan datang kemari pada
hari pertama tahun baru, tetapi tahun ini ia datang kemari pada Festival
Kelinci Giok, membuat Putri Rong Xin agak kaget.
“Merindukan Bibi Rong, jadi aku datang kemari
untuk melihat. Mungkinkah Bibi Rong tidak menyambutku?”
Xie Jing Xing tersenyum. Ia aslinya memiliki
penampilan yang luar biasa, jadi ketika ia berbicara setengah bercanda setengah
serius, ada tampilan romantis yang bahkan membuat para pelayan yang berdiri di
aulanya juga tersipu.
Putri Rong Xin menggetok keningnya dan
tersenyum, “Bahkan berani menggoda orang tua sepertiku. Kau anak kecil, semakin
berani.”
“Merindukan Bibi Rong adalah satu hal, tetapi
ada satu masalah yang ingin meminta bantuan dari Bibi Rong malam ini,” katanya.
Putri Rong Xin terkejut sesaat dan ia pun
duduk tegak dan berkata dengan serius, “Jing Xing, apakah kau mengalami
kesulitan. Tak peduli masalah sulit apa, cukup beritahukan Bibi Rong soal itu.”
“Bibi Rong jangan khawatir, ini hanya masalah
kecil.”
Xie Jing Xing menjelaskan sambil tersenyum,
“Aku punya teman yang terpisah dari keluarganya selama Festival Kelinci Giok,
dan juga sayangnya, jatuh ke dalam air. Meskipun aku menyelamatkan temanku,
masih ada beberapa ketidaknyamanan. Jadi aku berpikir untuk membuat Bibi Rong
menggunakan nama kediaman Putri untuk mengirimnya pulang.”
Meskipun ia mengatakannya dengan sederhana,
Putri Rong Xin mendengar masalah yang disembunyikan. Walaupun Ming Qi terbuka
tentang urusan antara pria dan wanita, tetapi pada akhirnya, reputasi bersih
seorang wanita sangatlah penting, dan jika orang tidak berhati-hati dan
rumornya tanpa sengaja tersebar, itu akan merugikan bagi orang lain. Tetapi ….
Putri Rong Xin menatap Xie Jing Xing,
“Temanmu ini, sebenarnya adalah seorang Nona?”
Xie Jing Xing menganggukkan kepalanya.
“Selama bertahun-tahun, aku tidak melihat
adanya gadis mana pun di sekitarmu.”
Putri Rong Xin tiba-tiba berujar menggoda,
“Jing Xing, kau sudah dewasa, tidak yakin berapakah usia Nona itu dan apakah
ada prospek pernikahan yang dibuat keluarganya?”
“Bibi Rong,” Xie Jing Xing berkata tak
berdaya, “Ia masih gadis kecil. Karena aku berutang budi secara pribadi padanya
sebelumnya, jadi aku tidak bisa tidak menolongnya. Apakah Bibi Rong tidak mau
membantuku?”
“Kata-kata apa yang kau ucapkan?”
Putri Rong Xin berpura-pura marah, “Kapan
Bibi Rong tidak membantumu. Baik, baik, baiklah. Dimana Nona itu sekarang?”
“Di dalam kereta kuda di luar. Pada saat yang
sama, Bibi Rong bisa memberikannya satu set pakaian untuk dikenakan,” kata Xie
Jing Xing.
Mendengar itu, mata Putri Rong Xin yang
memandangi Xie Jing Xing pun jadi lebih bermakna. Ketika Xie Jing Xing melihat
ini, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya geli dan terlalu malas untuk
menjelaskan lebih jauh.
Putri Rong Xin menginstruksikan pelayan di
samping agar membawa Shen Miao ke dalam ruangan untuk istirahat dari kereta
kuda dan berkata pada Xie Jing Xing, “Tetapi, kau masih belum bilang padaku,
nona dari keluarga manakah dirinya?”
“Keluarga Shen ibu kota Ding, putri Di dari
Jenderal Tangguh, Shen Miao.”
Xie Jing Xing berkata malas.
Putri Rong Xin sedang minum teh dan hampir
tersedak ketika ia mendengar itu.
Ia menatap Xie Jing Xing dan berkata dengan
luar biasa, “Wanita bangsawan yang idiot itu. Bukankah ia jatuh cinta pada
Pangeran Ding?”
Xie Jing Xing mengangkat bahunya selagi Putri
Rong Xin menatapnya dengan hati-hati dan berkata setelah beberapa pertimbangan,
“Jing Xing, ada ribuan wanita di dunia, dan kau masih muda …. Tunggulah
sebentar lagi.”
Xie Jing Xing, “….”
Dua bunga mekar dan masing-masing
mencerminkan secara berbeda. Di satu sisi, Putri Rong Xin sedang berbicara dari
hati ke hati bersama Xie Jing Xing dan di sisi lainnya, Shen Miao sedang duduk
di kamar tidur Putri Rong Xin, melihat datang dan perginya para pelayan yang
mengatur pakaiannya dan menata rambutnya.
Di kehidupan sebelumnya, Putri Rong Xin tidak
seantusias ini terhadapnya, barangkali ia memandang rendah tindakannya yang
melemparkan diri sendiri pada orang lain, atau mungkin merasa bahwa ia
berpengetahuan kasar dan selalu memperlakukannya dingin. Setelahnya, ketika ia
menjadi Permaisuri, Putri Rong Xin masih memperlakukannya suam-suam kuku.
Atau mungkin karena Putri Rong Xin sering
tidak berada di istana, setuap kali ia memasuki istana, tatapannya tidak akan
ramah. Dalam hati Shen Miao, Putri Rong Xin adalah orang yang susah diajak
bergaul.
Siapa yang menyangka bahwa dengan sebegitu
perhatiannya hari ini, itu membuat Shen Miao merasa tak terduga.

0 comments:
Posting Komentar