Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 401

Consort of A Thousand Faces

Chapter 401 : Membuang Kepribadian Seseorang


Pei Qian Hao menyipitkan matanya, tatapannya mengeras sesaat sebelum senyuman membayang di bibirnya. "Commandery Prince Xie tidak akan bisa kembali ke ibu kota untuk jangka waktu tertentu."

Pengawal rahasia itu segera memahami tujuannya. Pangeran Hao berencana untuk bertindak selagi Commandery Prince Xie teralihkan. Hanya dengan begitu, pernikahannya dapat berjalan dengan lancar.

Oleh sebab itu, si pengawal rahasia pun membungkuk sebelum teringat sesuatu. "Ada seorang nona yang masuk ke Kediaman Commandery Prince, tetapi aku tidak mengenalinya. Aku bisa mengetahui dari ekspresinya bahwa ia dipaksa masuk ke dalam."

Ejekan pun muncul di mata Pei Qian Hao. Ada apa dengan seorang pria bermartabat yang selalu memanfaatkan wanita? Apakah suatu hari, Xie Yun bahkan akan memanfaatkan adik perempuannya untuk rencananya?

"Terus awasi Kediaman Commandery Prince." Pei Qian Hao memerintahkan sebelum kembali membaca catatan rekrutmen tentara yang baru.

"Bawahan ini mematuhi perintah." Pengawal rahasia itu membungkuk lagi sewaktu ia meninggalkan tendanya.

***

Perpustakaan Kekaisaran.

Tan Ge sedang meninggalkan kamarnya, tepat sewaktu Su Xi-er kembali, melihat pemandangan sutra merah yang menyelimuti semuanya. Walaupun ia sudah melihatnya ketika mereka digantungkan, semuanya tampak berbeda ketika bermandikan dalam sinar matahari yang berwarna kuning keemasan. Mereka memancarkan aura harmonis dari kemeriahan dan kehangatan bila dilihat hari ini.

Ruo Yuan mengenal Tan Ge sebagai dayang istana yang bertugas untuk menyapu Perpustakaan Kekaisaran. Yang lebih pentingnya lagi, ia adalah orang yang telah menghadang sebuah anak panah untuk Su Xi-er. Karena itu, Ruo Yuan segera mendekat untuk meraih tangan Tan Ge, "Tan Ge, kau cantik sekali. Kau harus cepat pulih."

"Kau adalah?" Tan Ge menatap keheranan pada si gadis gemuk yang mendadak muncul di depannya. Matanya bersinar, dan senyum cerianya menyebar ke pipinya yang kemerahan.

"Aku adalah Ruo Yuan." Ruo Yuan menunjuk Hong Li. "Ia adalah Hong Li. Kami berdua, tadinya adalah dayang di Istana Samping."

Setelah mengetahui identitas mereka, Tan Ge tersenyum pada mereka. "Senang bertemu dengan kalian." Mereka adalah saudari-saudari baik, yang berteman dengan Su Xi-er di Istana Samping. Walaupun kepribadian mereka berbeda, aku bisa mengetahui bahwa tatapan di mata mereka sangat murni.

"Tan Ge." Su Xi-er memanggilnya sebelum berbicara perhatian. "Sinar mataharinya lumayan bagus hari ini, tetapi kau akan terserang flu jika kau tinggal di luar terlalu lama."

"Punggungku sakit karena berbaring untuk waktu yang sangat lama, jadi aku keluar untuk menikmati sinar matahari dan suasana yang meriah." Tan Ge menjawab dengan senyuman di wajahnya sebelum mendadak bertanya, "Su Xi-er, sudahkah kau mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk pernikahan? Bukan hanya pihak wanita harus menggantungkan sutra merah, mereka juga harus membeli Buah Seratus Kelahiran, dan juga melakukan sesuatu seperti menjahit saputangan."

Ruo Yuan bertanya penasaran, "Aku tahu tentang Buah Seratus Kelahiran. Itu menyiratkan untuk melahirkan seorang putra lebih awal; tetapi untuk apa saputangan itu?"

Su Xi-er tidak memahami adat pernikahan di Bei Min, dan tidak ada kegiatan menjahit saputangan seperti itu di Nan Zhao.

"Orang yang menjahitkan saputangan itu haruslah seseorang yang dekat dengan si pengantin wanita; sebagai contohnya, ibu atau saudarinya. Su Xi-er, aku akan menjahitkannya untukmu. Pengantin wanita akan memegang saputangan itu ketika ia menaiki tandu pernikahan, dan membuang saputangan itu sebelum melewati pintu masuk kediaman si pengantin pria. Itu melambangkan, membuang kepribadian seseorang; membuang semua sifat jelek seseorang." Tan Ge menjelaskan.

Jadi, begitu cara kerjanya. Agar pengantin wanita membuang kepribadiannya, adat ini benar-benar .... Tetapi, karena sekarang ini aku di Bei Min, aku harus mengikuti adat istiadat mereka. Selain itu, membuang saputangan adalah satu hal, tetapi kepribadianku ... kita harus menunggu dan melihat tentang itu.

"Ruo Yuan, apa kau masih punya sisa kain? Aku akan mulai menjahitkan saputangannya hari ini." Tan Ge menarik lengan baju Ruo Yuan dan bertanya.

"Kau cukup minta saja pada Pangeran Hao. Jenis kain apa yang kau perlukan?" Ruo Yuan memiringkan kepalanya sambil tersenyum.

Tan Ge menjawab, "Adatnya mendiktekan bahwa kain biasa sudah cukup."

"Kau bisa mendapatkan kain biasa dari Departemen Rumah Tangga Kekaisaran." Su Xi-er menyela. Pei Qian Hao sangat sibuk, dan lukanya masih belum sembuh. Ia tidak boleh terlalu kelelahan.

Kelompok empat orang itu terus mengoceh untuk beberapa waktu sebelum mereka melihat sederetan prajurit yang berjalan mendekat. Masing-masing dari mereka membawakan satu nampan yang diselimuti dengan kain merah. Karena Guru Agung Kong selalu menjalani gaya hidup hemat, Su Xi-er berasumsi bahwa Pei Qian Hao-lah yang mempersiapkan mas kawinnya.

Wu Ling memerintahkan si pengawal untuk meninggalkan semuanya di dalam salah satu ruang penyimpanan Perpustakaan Kekaisaran yang telah dikosongkan. "Bawa mereka dengan hati-hati; pastikan kalian tidak menumbur apa pun."

Hong Li menarik Ruo Yuan ke samping, diam-diam berbisik. "Pangeran Hao betul-betul perhatian. Ia bahkan mempersiapkan perhiasan untuk Su Xi-er."

"Tentu saja, Pangeran Hao memperlakukan Su Xi-er seperti hartanya. Ia pasti akan menyenangkannya dan memperlakukannya dengan baik." Ruo Yuan terkikik, tetapi ketika tatapannya jatuh pada Wu Ling, ekspresinya langsung berubah serius.

Wu Ling bingung, dan mau tak mau bertanya, "Ruo Yuan, apa ada sesuatu di wajahku?"

Ruo Yuan tertegun sesaat sebelum dengan kosong menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa di wajah Anda. Anda bisa pergi dan melihat ke cermin jika Anda tidak percaya padaku."

Wu Ling tidak tahu bagaimana caranya menjawab, dan memutuskan untuk berhenti menekan masalah ini selagi ia mengalihkan tatapannya kepada Su Xi-er. "Sudah waktunya kembali ke Istana Naga Langit."

Su Xi-er mengangguk, kemudian berjalan ke samping Tan Ge sebelum menggenggam tangannya. "Jangan tinggal di luar terlalu lama. Terima kasih banyak karena menjahitkan saputangan untukku."

"Kau tidak perlu mengucapkan terima kasih, Su Xi-er. Kau adalah orang yang sangat baik. Walaupun kita hanya mengenal satu sama lain untuk waktu yang singkat ...."

Ruo Yuan menyelanya. "Setiap orang yang murni dan baik hati akan merasa Su Xi-er menyenangkan. Tan Ge, kau harus cepat-cepat sembuh. Aku akan pergi ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran untuk mengambilkan kainnya." Ruo Yuan berlari keluar dari Perpustakaan Kekaisaran.

Kata-katanya tanpa sengaja menusuk di hati Tan Ge. Orang yang murni dan baik hati.

"Tan Ge, aku akan pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik; jangan membuat dirimu kelelahan karena menjahitkan saputangan itu." Su Xi-er menepuk pundaknya sebelum berjalan keluar dari Perpustakaan Kekaisaran.

Wu Ling dan pengawal lain yang berasal dari Kediaman Pangeran Hao pun mengikutinya sepanjang jalan menuju ke Istana Naga Langit.

Memerhatikan sosok Su Xi-er yang menjauh, sudut mulut Tan Ge melengkung ke atas. Pangeran Hao melindungimu dengan sangat baik. Kau akan baik-baik saja.

***

Tak lama setelah Su Xi-er kembali ke Istana Naga Langit, Pei Qian Hao juga sampai. Kali ini, Situ Lin tidak keluar untuk menyapanya, malah memilih dengan rajin melatih tulisannya di dalam kamarnya.

Melihat rambut Su Xi-er yang tanpa hiasan apa pun, ia pun bertanya, "Jepit rambut jenis apa yang kau sukai? Emas atau giok?"

Ia berpikir kalau maksud Pei Qian Hao adalah jepit rambut untuk dikenakan pada hari pernikahan. "Aku jarang memakai barang semacam itu. Aku hanya akan memakai hiasan rambut beruntai yang dibawa kembali dari Nan Zhao. Dan ...." Ia mengangkat tangan kanannya dan menarik benang merah yang menggantung di lehernya. "Aku akan terus memakai mutiara putih ini di leherku."

Pei Qian Hao diam-diam mengamatinya, bertanya santai, "Mengapa kau suka sekali dengan hiasan rambut hijau giok beruntai itu, sesuatu yang dimiliki oleh Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang terdahulu?" Suaranya datar, berusaha keras untuk tidak terdengar seolah ia sedang berusaha untuk memancingnya.

Pei Qian Hao menyembunyikan semua emosinya begitu saja.

"Aku menghormatinya. Selain itu, aku juga menyukai perhiasan yang sederhana dan rapi yang berwarna kalem." Su Xi-er menjawab acuh tak acuh. Apakah ia curiga padaku?

"Lebih baik menyesuaikan dengan suasana perayaan pernikahan, tetapi karena kau menyukai hiasan rambut hijau giok beruntai itu, kau bisa memakai itu. Namun, Pangeran ini juga mau memberikanmu tusuk rambut emas lainnya." Pei Qian Hao maju ke depan dan memeluknya, menguburkan kepalanya ke leher Su Xi-er dan menghirup aromanya.

Su Xi-er tertawa. "Baiklah, aku juga akan memakai gelang emas. Kilaunya akan menambahkan suasana meriah."

"Pakai mereka semua di seluruh tubuhmu." Pei Qian Hao berkata dengan lembut.

Su Xi-er menampar tangannya. "Bukankah aku tidak akan bisa bergerak kalau begitu?"

"Pangeran ini akan menggendongmu."

"Tidak mungkin, pengantin wanita harus membuang kepribadiannya. Bagaimana bisa Anda menggendongku ke dalam tandu pernikahan, kemudian sepanjang jalan ke aula utama kediaman Anda?"

 

0 comments:

Posting Komentar