Consort of A Thousand Faces
Chapter 401 : Membuang Kepribadian Seseorang
Pei
Qian Hao menyipitkan matanya, tatapannya mengeras sesaat sebelum senyuman
membayang di bibirnya. "Commandery Prince Xie tidak akan bisa
kembali ke ibu kota untuk jangka waktu tertentu."
Pengawal
rahasia itu segera memahami tujuannya. Pangeran Hao berencana untuk
bertindak selagi Commandery Prince Xie teralihkan. Hanya dengan begitu,
pernikahannya dapat berjalan dengan lancar.
Oleh
sebab itu, si pengawal rahasia pun membungkuk sebelum teringat sesuatu.
"Ada seorang nona yang masuk ke Kediaman Commandery Prince,
tetapi aku tidak mengenalinya. Aku bisa mengetahui dari ekspresinya bahwa ia
dipaksa masuk ke dalam."
Ejekan
pun muncul di mata Pei Qian Hao. Ada apa dengan seorang pria
bermartabat yang selalu memanfaatkan wanita? Apakah suatu hari, Xie Yun bahkan
akan memanfaatkan adik perempuannya untuk rencananya?
"Terus
awasi Kediaman Commandery Prince." Pei Qian Hao memerintahkan
sebelum kembali membaca catatan rekrutmen tentara yang baru.
"Bawahan
ini mematuhi perintah." Pengawal rahasia itu membungkuk lagi sewaktu ia
meninggalkan tendanya.
***
Perpustakaan
Kekaisaran.
Tan
Ge sedang meninggalkan kamarnya, tepat sewaktu Su Xi-er kembali, melihat
pemandangan sutra merah yang menyelimuti semuanya. Walaupun ia sudah melihatnya
ketika mereka digantungkan, semuanya tampak berbeda ketika bermandikan dalam
sinar matahari yang berwarna kuning keemasan. Mereka memancarkan aura harmonis
dari kemeriahan dan kehangatan bila dilihat hari ini.
Ruo
Yuan mengenal Tan Ge sebagai dayang istana yang bertugas untuk menyapu
Perpustakaan Kekaisaran. Yang lebih pentingnya lagi, ia adalah orang yang telah
menghadang sebuah anak panah untuk Su Xi-er. Karena itu, Ruo Yuan segera
mendekat untuk meraih tangan Tan Ge, "Tan Ge, kau cantik sekali. Kau harus
cepat pulih."
"Kau
adalah?" Tan Ge menatap keheranan pada si gadis gemuk yang mendadak muncul
di depannya. Matanya bersinar, dan senyum cerianya menyebar ke pipinya
yang kemerahan.
"Aku
adalah Ruo Yuan." Ruo Yuan menunjuk Hong Li. "Ia adalah Hong Li. Kami
berdua, tadinya adalah dayang di Istana Samping."
Setelah
mengetahui identitas mereka, Tan Ge tersenyum pada mereka. "Senang bertemu
dengan kalian." Mereka adalah saudari-saudari baik, yang berteman
dengan Su Xi-er di Istana Samping. Walaupun kepribadian mereka berbeda, aku
bisa mengetahui bahwa tatapan di mata mereka sangat murni.
"Tan
Ge." Su Xi-er memanggilnya sebelum berbicara perhatian. "Sinar
mataharinya lumayan bagus hari ini, tetapi kau akan terserang flu jika kau
tinggal di luar terlalu lama."
"Punggungku
sakit karena berbaring untuk waktu yang sangat lama, jadi aku keluar untuk
menikmati sinar matahari dan suasana yang meriah." Tan Ge menjawab dengan
senyuman di wajahnya sebelum mendadak bertanya, "Su Xi-er, sudahkah kau
mempersiapkan barang-barang yang diperlukan untuk pernikahan? Bukan hanya pihak
wanita harus menggantungkan sutra merah, mereka juga harus membeli Buah Seratus
Kelahiran, dan juga melakukan sesuatu seperti menjahit saputangan."
Ruo
Yuan bertanya penasaran, "Aku tahu tentang Buah Seratus Kelahiran. Itu
menyiratkan untuk melahirkan seorang putra lebih awal; tetapi untuk apa
saputangan itu?"
Su
Xi-er tidak memahami adat pernikahan di Bei Min, dan tidak ada kegiatan
menjahit saputangan seperti itu di Nan Zhao.
"Orang
yang menjahitkan saputangan itu haruslah seseorang yang dekat dengan si
pengantin wanita; sebagai contohnya, ibu atau saudarinya. Su Xi-er, aku akan
menjahitkannya untukmu. Pengantin wanita akan memegang saputangan itu ketika ia
menaiki tandu pernikahan, dan membuang saputangan itu sebelum melewati pintu
masuk kediaman si pengantin pria. Itu melambangkan, membuang kepribadian
seseorang; membuang semua sifat jelek seseorang." Tan Ge menjelaskan.
Jadi,
begitu cara kerjanya. Agar pengantin wanita membuang kepribadiannya, adat ini
benar-benar .... Tetapi, karena sekarang ini aku di Bei Min, aku harus
mengikuti adat istiadat mereka. Selain itu, membuang saputangan adalah satu
hal, tetapi kepribadianku ... kita harus menunggu dan melihat tentang itu.
"Ruo
Yuan, apa kau masih punya sisa kain? Aku akan mulai menjahitkan saputangannya
hari ini." Tan Ge menarik lengan baju Ruo Yuan dan bertanya.
"Kau
cukup minta saja pada Pangeran Hao. Jenis kain apa yang kau perlukan?" Ruo
Yuan memiringkan kepalanya sambil tersenyum.
Tan
Ge menjawab, "Adatnya mendiktekan bahwa kain biasa sudah cukup."
"Kau
bisa mendapatkan kain biasa dari Departemen Rumah Tangga Kekaisaran." Su
Xi-er menyela. Pei Qian Hao sangat sibuk, dan lukanya masih belum
sembuh. Ia tidak boleh terlalu kelelahan.
Kelompok
empat orang itu terus mengoceh untuk beberapa waktu sebelum mereka melihat
sederetan prajurit yang berjalan mendekat. Masing-masing dari mereka membawakan
satu nampan yang diselimuti dengan kain merah. Karena Guru Agung Kong selalu
menjalani gaya hidup hemat, Su Xi-er berasumsi bahwa Pei Qian Hao-lah yang
mempersiapkan mas kawinnya.
Wu
Ling memerintahkan si pengawal untuk meninggalkan semuanya di dalam salah satu
ruang penyimpanan Perpustakaan Kekaisaran yang telah dikosongkan. "Bawa
mereka dengan hati-hati; pastikan kalian tidak menumbur apa pun."
Hong
Li menarik Ruo Yuan ke samping, diam-diam berbisik. "Pangeran Hao
betul-betul perhatian. Ia bahkan mempersiapkan perhiasan untuk Su Xi-er."
"Tentu
saja, Pangeran Hao memperlakukan Su Xi-er seperti hartanya. Ia pasti akan
menyenangkannya dan memperlakukannya dengan baik." Ruo Yuan terkikik,
tetapi ketika tatapannya jatuh pada Wu Ling, ekspresinya langsung berubah
serius.
Wu
Ling bingung, dan mau tak mau bertanya, "Ruo Yuan, apa ada sesuatu di
wajahku?"
Ruo
Yuan tertegun sesaat sebelum dengan kosong menggelengkan kepalanya. "Tidak
ada apa-apa di wajah Anda. Anda bisa pergi dan melihat ke cermin jika Anda
tidak percaya padaku."
Wu
Ling tidak tahu bagaimana caranya menjawab, dan memutuskan untuk berhenti
menekan masalah ini selagi ia mengalihkan tatapannya kepada Su Xi-er.
"Sudah waktunya kembali ke Istana Naga Langit."
Su
Xi-er mengangguk, kemudian berjalan ke samping Tan Ge sebelum menggenggam
tangannya. "Jangan tinggal di luar terlalu lama. Terima kasih banyak
karena menjahitkan saputangan untukku."
"Kau
tidak perlu mengucapkan terima kasih, Su Xi-er. Kau adalah orang yang sangat
baik. Walaupun kita hanya mengenal satu sama lain untuk waktu yang singkat
...."
Ruo
Yuan menyelanya. "Setiap orang yang murni dan baik hati akan merasa Su
Xi-er menyenangkan. Tan Ge, kau harus cepat-cepat sembuh. Aku akan pergi ke
Departemen Rumah Tangga Kekaisaran untuk mengambilkan kainnya." Ruo Yuan
berlari keluar dari Perpustakaan Kekaisaran.
Kata-katanya
tanpa sengaja menusuk di hati Tan Ge. Orang yang murni dan baik hati.
"Tan
Ge, aku akan pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik; jangan membuat dirimu kelelahan
karena menjahitkan saputangan itu." Su Xi-er menepuk pundaknya sebelum
berjalan keluar dari Perpustakaan Kekaisaran.
Wu
Ling dan pengawal lain yang berasal dari Kediaman Pangeran Hao pun mengikutinya
sepanjang jalan menuju ke Istana Naga Langit.
Memerhatikan
sosok Su Xi-er yang menjauh, sudut mulut Tan Ge melengkung ke atas. Pangeran
Hao melindungimu dengan sangat baik. Kau akan baik-baik saja.
***
Tak
lama setelah Su Xi-er kembali ke Istana Naga Langit, Pei Qian Hao juga sampai.
Kali ini, Situ Lin tidak keluar untuk menyapanya, malah memilih dengan rajin
melatih tulisannya di dalam kamarnya.
Melihat
rambut Su Xi-er yang tanpa hiasan apa pun, ia pun bertanya, "Jepit rambut
jenis apa yang kau sukai? Emas atau giok?"
Ia
berpikir kalau maksud Pei Qian Hao adalah jepit rambut untuk dikenakan pada
hari pernikahan. "Aku jarang memakai barang semacam itu. Aku hanya akan memakai
hiasan rambut beruntai yang dibawa kembali dari Nan Zhao. Dan ...." Ia
mengangkat tangan kanannya dan menarik benang merah yang menggantung di
lehernya. "Aku akan terus memakai mutiara putih ini di leherku."
Pei
Qian Hao diam-diam mengamatinya, bertanya santai, "Mengapa kau suka sekali
dengan hiasan rambut hijau giok beruntai itu, sesuatu yang dimiliki oleh Putri
Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang terdahulu?" Suaranya datar, berusaha
keras untuk tidak terdengar seolah ia sedang berusaha untuk memancingnya.
Pei
Qian Hao menyembunyikan semua emosinya begitu saja.
"Aku
menghormatinya. Selain itu, aku juga menyukai perhiasan yang sederhana dan rapi
yang berwarna kalem." Su Xi-er menjawab acuh tak acuh. Apakah ia
curiga padaku?
"Lebih
baik menyesuaikan dengan suasana perayaan pernikahan, tetapi karena kau
menyukai hiasan rambut hijau giok beruntai itu, kau bisa memakai itu. Namun,
Pangeran ini juga mau memberikanmu tusuk rambut emas lainnya." Pei Qian
Hao maju ke depan dan memeluknya, menguburkan kepalanya ke leher Su Xi-er dan
menghirup aromanya.
Su
Xi-er tertawa. "Baiklah, aku juga akan memakai gelang emas. Kilaunya akan
menambahkan suasana meriah."
"Pakai
mereka semua di seluruh tubuhmu." Pei Qian Hao berkata dengan lembut.
Su
Xi-er menampar tangannya. "Bukankah aku tidak akan bisa bergerak kalau
begitu?"
"Pangeran
ini akan menggendongmu."
"Tidak
mungkin, pengantin wanita harus membuang kepribadiannya. Bagaimana bisa Anda
menggendongku ke dalam tandu pernikahan, kemudian sepanjang jalan ke aula utama
kediaman Anda?"

0 comments:
Posting Komentar