Consort of A Thousand Faces
Chapter 402 : Kita Tidak Akan Membuangnya
Pei
Qian Hao mengangkat kepalanya dan berbisik di telinga Su Xi-er dengan nada
suara yang menawan. "Siapa yang memberitahumu kalau pengantin wanita harus
membuang kepribadiannya?"
"Bukankah
itu adalah adat istiadat di Bei Min? Menjahit saputangan dan melemparkannya
sebelum memasuki kediaman si pengantin pria untuk melambangkan membuang sifat
buruk seseorang."
"Apanya
yang perlu dibuang? Kau harus membawa semuanya masuk, terlepas apakah itu baik
atau buruk." Pei Qian Hao berujar dengan tegas, memeluknya bahkan lebih
erat. Meskipun jika wanita lain mengikuti praktik seperti itu,
bagaimana ini terkait dengannya? Wanitaku tidak perlu mematuhi peraturan itu;
ia bisa melakukan apa pun yang ia mau.
"Itu
tidak boleh. Setidaknya, aku harus berusaha, kalau tidak, rakyat Bei Min akan
mengatakan bahwa Hao Wang Fei terlalu sombong dan
dimanjakan." Su Xi-er menjelaskan dengan tenang, meski sudut mulutnya
sudah melengkung ke atas.
"Tak
akan ada yang berani bicara buruk tentang Wang Fei Pangeran
ini. Memangnya kenapa kalau mereka mengatakan sesuatu? Tidak masalah selama
Pangeran ini menyukainya." Pei Qian Hao membuat Su Xi-er menghadapnya
supaya ia dapat menatap ke dalam mata wanita itu.
Sekali
lagi, Su Xi-er merasakan kesombongannya yang tak terkendali. Ia merasa
senang dan bersedia mengizinkanku untuk melakukan apa yang kuinginkan. Pendapat
orang lain tidak berarti baginya.
"Kalau
begitu, aku hanya akan mengikuti formalitas. Tetapi, jangan menyesalinya di
masa yang akan datang." Su Xi-er berjinjit dan melingkarkan lengannya di
leher Pei Qian Hao, menekankan bibirnya pada bibir pria itu.
Lengan
mereka terjalin satu sama lain, dan tubuh mereka saling menempel, menghadirkan
pemandangan yang hangat.
Pei
Qian Hao mengangkatnya duduk di meja sehingga Su Xi-er tidak perlu berjinjit
untuk menciumnya. Bibir mereka tidak pernah terpisahkan, dan napas mereka
menjadi lebih berat selagi mereka berpegangan erat satu sama lain.
Setelah
sekian lama, Pei Qian Hao berhenti. Tatapan di matanya dalam, sewaktu ia
mengangkat tangannya untuk menarik sehelai rambut yang menjuntai di belakang
telinga Su Xi-er. "Saat tubuhmu sudah sembuh, Pangeran ini pasti tidak
akan melepaskanmu."
Aku
sudah mempelajari buku medis itu, dan sudah mengambil langkah-langkah untuk
memastikan kalau aku tidak akan melukainya. Sebaliknya, ia hanya akan
merasakan kenikmatan.
Tiba-tiba
saja, suara seorang bocah lelaki dapat terdengar. "Paman Kekaisaran,
mengapa kau tidak akan melepaskan Bibi Kekaisaran?" Kemunculan mendadak
Situ Lin membuat Pei Qian Hao terdiam.
Pada
akhirnya, ia melepaskan Su Xi-er dan berbalik. "Sudahkah Anda selesai
melatih tulisan dan membaca buku Anda?" Ia bertanya dengan gaya yang
serius.
Situ
Lin menyimpan keingintahuannya, dan menjawab sungguh-sungguh, "Aku bekerja
sangat keras hari ini; aku selesai lebih awal. Aku dengar bahwa Bibi Kekaisaran
telah kembali ke Istana Naga Langit, sehingga aku berpikir untuk mencarinya dan
...." Sebelum ia bisa selesai, ia menyadari bahwa mata Pei Qian Hao jadi
lebih dingin, mendorongnya untuk berhenti berbicara.
Paman
Kekaisaran sepertinya tidak senang tentang diriku yang mendekati Bibi
Kekaisaran? Kenapa begitu? Bukankah tidak masalah jika aku mengucapkan
kata-kata yang bagus untuknya di depan Bibi Kekaisaran?
"Yang
Mulia, mengapa kita tidak makan malam bersama malam ini?" Su Xi-er
berusaha untuk meredakan suasana canggung tersebut.
Situ
Lin menyetujui dengan bersemangat. "Terima kasih banyak, Bibi Kekaisaran.
Paman Kekaisaran, bagaimana kalau kau bergabung dengan kami? Kita sudah lama
sekali tidak makan bersama-sama."
Melihat
senyuman Su Xi-er, Pei Qian Hao pun mengangguk. "Instruksikan Dapur
Kekaisaran untuk menyiapkannya."
"Aku
akan pergi sekarang juga." Situ Lin terkikik sebelum berbalik pergi.
***
Kontras
dengan suasana hangat di Istana Naga Langit, Kediaman Commandery Prince Xie
praktis sedang dalam isolasi.
Dengan
perginya Xie Yun dari kediaman tersebut, banyak pengawal yang terus mengawasi
Mei Jin Xiu, sementara halaman Xie Liu Li juga dijaga dengan ketat. Mereka
berdua merasa cemas untuk alasan yang sama: tidak dapat memberitahukan Su Xi-er
mengenai kedatangan Yun Ruo Feng.
Terlepas
dari kerajaannya, seseorang yang mampu menjadi Prince Regent,
sebuah posisi yang bertanggung jawab untuk mendukung Kaisar, pastinya memiliki
kelebihannya sendiri. Faktanya, reputasi Yun Ruo Feng sudah mendahuluinya.
Mei
Jin Xiu duduk di dalam ruangan untuk waktu yang lama hingga malam tiba.
Sekalinya ia mendapatkan kesempatan, ia menggertakkan giginya dan berusaha
untuk meninggalkan ruangan itu. Namun, sebelum ia bahkan dapat sampai di pintu
halaman, ia dihentikan oleh para penjaga. Walau, di saat mereka mendekat,
mereka disapa oleh senyuman kilat sebelum bubuk obat mendadak bertebaran di
sekitar mereka.
Selagi
para pengawal masih tertegun, Mei Jin Xiu mengambil kesempatan itu untuk lari
dan kabur dengan sekelompok pengawal yang mengejar.
Dengan
betapa besarnya Kediaman Commandery Prince, Mei Jin Xiu tidak yakin
bagaimana caranya keluar. Karena itu, ia hanya bisa berlari melewati
taman-taman, menggunakan samaran dari hutan untuk bersembunyi dari para
pengejarnya.
Lambat
laun, ia berhasil melepaskan diri dari para pengejar, tetapi jadi panik melihat
halaman yang tidak familier di hadapannya. Kemana lagi aku harus pergi?
Ia
menyadari seorang pelayan yang sedang membawakan nampan selagi ia berjalan ke
pintu ruangan dan memanggil 'Commandery Princess'.
Barulah
kemudian, Mei Jin Xiu mengetahui bahwa Xie Yun mempunyai seorang adik
perempuan. Dengan bantuan sinar bulan, ia melihat Xie Liu Li tampak cukup
cantik.
Tepat
sewaktu ia tenggelam dalam pikirannya, ia mendengarkan langkah kaki, sebuah
pertanda bahwa para pengawal sudah menyusul. Ia hanya bisa mendengarkan sedikit
demi sedikit percakapan mereka.
"Memotong
melalui taman ... hutan-hutan kecil ... mungkinkah ia berada di halaman Commandery
Princess?"
"Cepat
temukan dia!" Suara dari banyaknya langkah kaki dapat terdengar dari
hutan-hutan dekat situ.
Sebuah
ide muncul dalam benak Mei Jin Xiu. Ia langsung berlari ke pintu Xie Liu Li dan
membukanya.
Dayang
di dalam kamar itu langsung mencaci makinya. "Siapa gadis lancang ini? Apa
kau tahu ....?"
Mei
Jin Xiu segera maju ke depan untuk membekap mulutnya sebelum menekan titik
akupuntur tidurnya, membuatnya pingsan sementara.
Xie
Liu Li menatap waspada melihat wanita di depannya. "Siapa kau?"
Sebelum
ia menerima jawaban, suara seorang pengawal terdengar dari luar ruangan. "Commandery
Princess, apakah Anda melihat seorang wanita mencurigakan memasuki halaman
Anda?"
Mei
Jin Xiu melemparkan tatapan penuh makna pada wanita di seberangnya sebelum
mencelupkan jarinya ke dalam cangkir teh di atas meja, menggunakan jarinya
untuk menuliskan di meja: Dipaksa, masuk kediaman.
Beberapa
kata ini cukup bagi Xie Liu Li untuk memahami bahwa kakak lelakinya-lah yang
telah memaksa wanita di depannya untuk tinggal di sini. Karena itu, ia menjawab
si pengawal, "Tidak, aku tidak melihatnya. Aku akan tidur; jangan
menggangguku."
Ia
adalah seorang wanita yang belum menikah, jadi tak ada seorang pun selain dari
Xie Yun dan dayang pribadinya yang boleh memasuki kamarnya.
Oleh
sebab itu, para pengawal hanya bisa mundur dan meneruskan pencarian Mei Jin Xiu
di halaman-halaman sekitar.
Di
dalam kamar tersebut, Xie Liu Li menaksir Mei Jin Xiu, dan menemukan kalau
orang itu memiliki tampang yang heroik. Wanita yang berpenampilan
seperti ini, sering kali bersikap terus terang.
"Wanita
biasa ini memberi hormat kepada Commandery Princess." Mei Jin
Xiu membungkuk dengan hormat. Aku masih mengetahui
tentang etiket dasar.
Xie
Liu Li tidak menyangka kalau wanita ini akan membungkuk padanya. Ia
juga memiliki aura heroik itu pada dirinya; ia pasti adalah orang yang baik.
Ia
melepaskan keberatannya dan maju ke depan. "Kau boleh melepaskan
formalitasnya. Mengapa kakak lelakiku memaksamu masuk ke kediaman?"
"Aku
berasal dari Keluarga Mei, sebuah keluarga pengobatan berpengaruh di Nan Zhao,
dan aku datang ke Bei Min dikarenakan berbagai macam alasan. Commandery
Prince Xie mengancamku agar membuatkan obat untuknya, tetapi aku tidak
setuju. Obat yang ingin dimintanya pasti bukan digunakan untuk menyelamatkan
nyawa."
Xie
Liu Li merasa seolah hatinya diremas ketika ia mendengar orang lain memberikan
penilaian semacam itu kepada kakak lelakinya. Kepribadian bawaan
Kakak itu baik. Hanya saja, ada terlampau banyak hal yang
membelenggunya, menyebabkannya perlahan-lahan kehilangan jati dirinya.
Merasakan
kesedihan di mata Xie Liu Li, Mei Jin Xiu segera berkata, "Aku tidak
berharap untuk terseret dalam pertarungannya demi kekuasaan. Commandery
Princess, dapatkah Anda menolongku meninggalkan kediaman? Ada sesuatu yang
sangat penting yang harus kulakukan, jika tidak, aku takut kalau pernikahan
Pangeran Hao ...."
Xie
Liu Li segera mengangkat kepalanya. "Kau mengenal Su Xi-er?"
"Aku
bertemu dengannya di Nan Zhao. Ia orang yang cukup baik, yang banyak sekali
mengajariku." Mei Jin Xiu yang dulu sangatlah arogan, tetapi pada
dasarnya, ia tidak jahat. Ketika ia teringat pertama kalinya ia bertemu Su
Xi-er, ia merasa sangat malu. Sulit dipercaya bahwa aku mengatakan sesuatu
seperti itu kepada Pangeran Hao.
"Aku
setuju, ia benar-benar adalah orang yang baik, tetapi dikarenakan berbagai
alasan, aku tidak bisa berteman dengannya. Sayangnya, aku tidak bisa
membantumu. Halaman ini dipenuhi para penjaga; aku sendiri saja sudah ditahan
di sini setelah beberapa kali membuat Kakak Lelaki tidak senang."

0 comments:
Posting Komentar