Sabtu, 27 Juni 2026

CTF - Chapter 402

Consort of A Thousand Faces

Chapter 402 : Kita Tidak Akan Membuangnya


Pei Qian Hao mengangkat kepalanya dan berbisik di telinga Su Xi-er dengan nada suara yang menawan. "Siapa yang memberitahumu kalau pengantin wanita harus membuang kepribadiannya?"

"Bukankah itu adalah adat istiadat di Bei Min? Menjahit saputangan dan melemparkannya sebelum memasuki kediaman si pengantin pria untuk melambangkan membuang sifat buruk seseorang."

"Apanya yang perlu dibuang? Kau harus membawa semuanya masuk, terlepas apakah itu baik atau buruk." Pei Qian Hao berujar dengan tegas, memeluknya bahkan lebih erat. Meskipun jika wanita lain mengikuti praktik seperti itu, bagaimana ini terkait dengannya? Wanitaku tidak perlu mematuhi peraturan itu; ia bisa melakukan apa pun yang ia mau.

"Itu tidak boleh. Setidaknya, aku harus berusaha, kalau tidak, rakyat Bei Min akan mengatakan bahwa Hao Wang Fei terlalu sombong dan dimanjakan." Su Xi-er menjelaskan dengan tenang, meski sudut mulutnya sudah melengkung ke atas.

"Tak akan ada yang berani bicara buruk tentang Wang Fei Pangeran ini. Memangnya kenapa kalau mereka mengatakan sesuatu? Tidak masalah selama Pangeran ini menyukainya." Pei Qian Hao membuat Su Xi-er menghadapnya supaya ia dapat menatap ke dalam mata wanita itu.

Sekali lagi, Su Xi-er merasakan kesombongannya yang tak terkendali. Ia merasa senang dan bersedia mengizinkanku untuk melakukan apa yang kuinginkan. Pendapat orang lain tidak berarti baginya.

"Kalau begitu, aku hanya akan mengikuti formalitas. Tetapi, jangan menyesalinya di masa yang akan datang." Su Xi-er berjinjit dan melingkarkan lengannya di leher Pei Qian Hao, menekankan bibirnya pada bibir pria itu.

Lengan mereka terjalin satu sama lain, dan tubuh mereka saling menempel, menghadirkan pemandangan yang hangat.

Pei Qian Hao mengangkatnya duduk di meja sehingga Su Xi-er tidak perlu berjinjit untuk menciumnya. Bibir mereka tidak pernah terpisahkan, dan napas mereka menjadi lebih berat selagi mereka berpegangan erat satu sama lain.

Setelah sekian lama, Pei Qian Hao berhenti. Tatapan di matanya dalam, sewaktu ia mengangkat tangannya untuk menarik sehelai rambut yang menjuntai di belakang telinga Su Xi-er. "Saat tubuhmu sudah sembuh, Pangeran ini pasti tidak akan melepaskanmu."

Aku sudah mempelajari buku medis itu, dan sudah mengambil langkah-langkah untuk memastikan kalau aku tidak akan melukainya. Sebaliknya, ia hanya akan merasakan kenikmatan.

Tiba-tiba saja, suara seorang bocah lelaki dapat terdengar. "Paman Kekaisaran, mengapa kau tidak akan melepaskan Bibi Kekaisaran?" Kemunculan mendadak Situ Lin membuat Pei Qian Hao terdiam.

Pada akhirnya, ia melepaskan Su Xi-er dan berbalik. "Sudahkah Anda selesai melatih tulisan dan membaca buku Anda?" Ia bertanya dengan gaya yang serius.

Situ Lin menyimpan keingintahuannya, dan menjawab sungguh-sungguh, "Aku bekerja sangat keras hari ini; aku selesai lebih awal. Aku dengar bahwa Bibi Kekaisaran telah kembali ke Istana Naga Langit, sehingga aku berpikir untuk mencarinya dan ...." Sebelum ia bisa selesai, ia menyadari bahwa mata Pei Qian Hao jadi lebih dingin, mendorongnya untuk berhenti berbicara.

Paman Kekaisaran sepertinya tidak senang tentang diriku yang mendekati Bibi Kekaisaran? Kenapa begitu? Bukankah tidak masalah jika aku mengucapkan kata-kata yang bagus untuknya di depan Bibi Kekaisaran?

"Yang Mulia, mengapa kita tidak makan malam bersama malam ini?" Su Xi-er berusaha untuk meredakan suasana canggung tersebut.

Situ Lin menyetujui dengan bersemangat. "Terima kasih banyak, Bibi Kekaisaran. Paman Kekaisaran, bagaimana kalau kau bergabung dengan kami? Kita sudah lama sekali tidak makan bersama-sama."

Melihat senyuman Su Xi-er, Pei Qian Hao pun mengangguk. "Instruksikan Dapur Kekaisaran untuk menyiapkannya."

"Aku akan pergi sekarang juga." Situ Lin terkikik sebelum berbalik pergi.

***

Kontras dengan suasana hangat di Istana Naga Langit, Kediaman Commandery Prince Xie praktis sedang dalam isolasi.

Dengan perginya Xie Yun dari kediaman tersebut, banyak pengawal yang terus mengawasi Mei Jin Xiu, sementara halaman Xie Liu Li juga dijaga dengan ketat. Mereka berdua merasa cemas untuk alasan yang sama: tidak dapat memberitahukan Su Xi-er mengenai kedatangan Yun Ruo Feng.

Terlepas dari kerajaannya, seseorang yang mampu menjadi Prince Regent, sebuah posisi yang bertanggung jawab untuk mendukung Kaisar, pastinya memiliki kelebihannya sendiri. Faktanya, reputasi Yun Ruo Feng sudah mendahuluinya.

Mei Jin Xiu duduk di dalam ruangan untuk waktu yang lama hingga malam tiba. Sekalinya ia mendapatkan kesempatan, ia menggertakkan giginya dan berusaha untuk meninggalkan ruangan itu. Namun, sebelum ia bahkan dapat sampai di pintu halaman, ia dihentikan oleh para penjaga. Walau, di saat mereka mendekat, mereka disapa oleh senyuman kilat sebelum bubuk obat mendadak bertebaran di sekitar mereka.

Selagi para pengawal masih tertegun, Mei Jin Xiu mengambil kesempatan itu untuk lari dan kabur dengan sekelompok pengawal yang mengejar.

Dengan betapa besarnya Kediaman Commandery Prince, Mei Jin Xiu tidak yakin bagaimana caranya keluar. Karena itu, ia hanya bisa berlari melewati taman-taman, menggunakan samaran dari hutan untuk bersembunyi dari para pengejarnya.

Lambat laun, ia berhasil melepaskan diri dari para pengejar, tetapi jadi panik melihat halaman yang tidak familier di hadapannya. Kemana lagi aku harus pergi?

Ia menyadari seorang pelayan yang sedang membawakan nampan selagi ia berjalan ke pintu ruangan dan memanggil 'Commandery Princess'.

Barulah kemudian, Mei Jin Xiu mengetahui bahwa Xie Yun mempunyai seorang adik perempuan. Dengan bantuan sinar bulan, ia melihat Xie Liu Li tampak cukup cantik.

Tepat sewaktu ia tenggelam dalam pikirannya, ia mendengarkan langkah kaki, sebuah pertanda bahwa para pengawal sudah menyusul. Ia hanya bisa mendengarkan sedikit demi sedikit percakapan mereka.

"Memotong melalui taman ... hutan-hutan kecil ... mungkinkah ia berada di halaman Commandery Princess?"

"Cepat temukan dia!" Suara dari banyaknya langkah kaki dapat terdengar dari hutan-hutan dekat situ.

Sebuah ide muncul dalam benak Mei Jin Xiu. Ia langsung berlari ke pintu Xie Liu Li dan membukanya.

Dayang di dalam kamar itu langsung mencaci makinya. "Siapa gadis lancang ini? Apa kau tahu ....?"

Mei Jin Xiu segera maju ke depan untuk membekap mulutnya sebelum menekan titik akupuntur tidurnya, membuatnya pingsan sementara.

Xie Liu Li menatap waspada melihat wanita di depannya. "Siapa kau?"

Sebelum ia menerima jawaban, suara seorang pengawal terdengar dari luar ruangan. "Commandery Princess, apakah Anda melihat seorang wanita mencurigakan memasuki halaman Anda?"

Mei Jin Xiu melemparkan tatapan penuh makna pada wanita di seberangnya sebelum mencelupkan jarinya ke dalam cangkir teh di atas meja, menggunakan jarinya untuk menuliskan di meja: Dipaksa, masuk kediaman.

Beberapa kata ini cukup bagi Xie Liu Li untuk memahami bahwa kakak lelakinya-lah yang telah memaksa wanita di depannya untuk tinggal di sini. Karena itu, ia menjawab si pengawal, "Tidak, aku tidak melihatnya. Aku akan tidur; jangan menggangguku."

Ia adalah seorang wanita yang belum menikah, jadi tak ada seorang pun selain dari Xie Yun dan dayang pribadinya yang boleh memasuki kamarnya.

Oleh sebab itu, para pengawal hanya bisa mundur dan meneruskan pencarian Mei Jin Xiu di halaman-halaman sekitar.

Di dalam kamar tersebut, Xie Liu Li menaksir Mei Jin Xiu, dan menemukan kalau orang itu memiliki tampang yang heroik. Wanita yang berpenampilan seperti ini, sering kali bersikap terus terang.

"Wanita biasa ini memberi hormat kepada Commandery Princess." Mei Jin Xiu membungkuk dengan hormat. Aku masih mengetahui tentang etiket dasar.

Xie Liu Li tidak menyangka kalau wanita ini akan membungkuk padanya. Ia juga memiliki aura heroik itu pada dirinya; ia pasti adalah orang yang baik.

Ia melepaskan keberatannya dan maju ke depan. "Kau boleh melepaskan formalitasnya. Mengapa kakak lelakiku memaksamu masuk ke kediaman?"

"Aku berasal dari Keluarga Mei, sebuah keluarga pengobatan berpengaruh di Nan Zhao, dan aku datang ke Bei Min dikarenakan berbagai macam alasan. Commandery Prince Xie mengancamku agar membuatkan obat untuknya, tetapi aku tidak setuju. Obat yang ingin dimintanya pasti bukan digunakan untuk menyelamatkan nyawa."

Xie Liu Li merasa seolah hatinya diremas ketika ia mendengar orang lain memberikan penilaian semacam itu kepada kakak lelakinya. Kepribadian bawaan Kakak itu baik. Hanya saja, ada terlampau banyak hal yang membelenggunya, menyebabkannya perlahan-lahan kehilangan jati dirinya.

Merasakan kesedihan di mata Xie Liu Li, Mei Jin Xiu segera berkata, "Aku tidak berharap untuk terseret dalam pertarungannya demi kekuasaan. Commandery Princess, dapatkah Anda menolongku meninggalkan kediaman? Ada sesuatu yang sangat penting yang harus kulakukan, jika tidak, aku takut kalau pernikahan Pangeran Hao ...."

Xie Liu Li segera mengangkat kepalanya. "Kau mengenal Su Xi-er?"

"Aku bertemu dengannya di Nan Zhao. Ia orang yang cukup baik, yang banyak sekali mengajariku." Mei Jin Xiu yang dulu sangatlah arogan, tetapi pada dasarnya, ia tidak jahat. Ketika ia teringat pertama kalinya ia bertemu Su Xi-er, ia merasa sangat malu. Sulit dipercaya bahwa aku mengatakan sesuatu seperti itu kepada Pangeran Hao.

"Aku setuju, ia benar-benar adalah orang yang baik, tetapi dikarenakan berbagai alasan, aku tidak bisa berteman dengannya. Sayangnya, aku tidak bisa membantumu. Halaman ini dipenuhi para penjaga; aku sendiri saja sudah ditahan di sini setelah beberapa kali membuat Kakak Lelaki tidak senang."

 

0 comments:

Posting Komentar