Jumat, 29 Mei 2026

CTF - Chapter 395

Consort of A Thousand Faces

Chapter 395 : Jangan Sembarangan Mengusapku


Su Xi-er melambaikan tangannya. "Terima kasih banyak atas pengingatnya, Tabib Kekaisaran Zhao. Kita harus menghentikan investigasi ini untuk sekarang." Kini sudah berubah menjadi sebuah jaring yang kusut. Kami akan menangani Ibu Suri dan Commandery Prince Xie satu per satu di masa yang akan datang. Aku tidak akan membiarkan Chao Mu mati sia-sia.

"Nona Xi-er, Komandan Wu juga datang ke Institut Tabib Kekaisaran untuk mengajukan pertanyaan padaku. Karena sepertinya Pangeran Hao juga menyelidiki kematian Chao Mu, aku harap kalau Anda dapat menyampaikan informasi ini kepadanya." Tabib Kekasiaran Zhao berkata dengan hormat. Ia sudah memperlakukan Su Xi-er layaknya Hao Wang Fei, tidak berani untuk melupakan etikanya.

"Jangan cemas, Tabib Kekaisaran Zhao; aku akan memberitahukan Pangeran Hao."

"Kalau begitu, pejabat biasa ini akan undur diri." Tabib Kekaisaran Zhao membungkuk dan mengeluarkan sejumlah obat dari kotak obatnya, meletakkan mereka di atas meja. "Rebus obat ini untuk Tan Ge. Lukanya akan baik-baik saja setelah meminumnya."

"Baiklah, terima kasih banyak atas kerja keras Anda, Tabib Kekaisaran Zhao." Su Xi-er mengambil bungkusan obat itu, bersiap menuju ke ruang ketel dan menyerahkannya kepada dayang istana yang menunggui Tan Ge.

Kemudian, Tabib Kekaisaran Zhao pun berbalik meninggalkan aula samping, keluar dari Perpustakaan Kekaisaran.

Sebelum Su Xi-er sampai di ruang ketel, ia melihat dayang istana yang sedang berjalan keluar membawa semangkuk sup kacang merah. Menyadari status Su Xi-er, ia membungkuk dengan hormat dan menyapa, "Nona Xi-er."

"Bagaimana keadaan Tan Ge?"

Dayang istana itu menggelengkan kepalanya. "Pemulihannya tidak berjalan dengan baik. Ia merasa lemas, dan raut mukanya tampak tidak sehat. Ketika aku menanyainya hari ini, ia mengatakan kalau lukanya masih sakit. Sejak awal tubuhnya memang lemah, jadi sudah merupakan prestasi yang luar biasa baginya dapat bertahan hidup setelah tertembak panah."

"Rebus obat ini dan siapkan untuk diminum Tan Ge besok. Aku akan membawakan sup kacang merah itu padanya." Su Xi-er menyerahkan bungkusan obat itu kepada si dayang istana dengan satu tangan, mengambil sup kacang merah itu dengan tangan lainnya.

Dayang istana itu menerima bungkusan obat tersebut dan masuk lagi ke dalam ruang ketel, meninggalkan Su Xi-er untuk membawakan semangkuk sup kacang merah ke kamar Tan Ge.

Ketika Su Xi-er memasuki kamar itu, Tan Ge masih terjaga. Mengira kalau itu adalah si dayang istana yang kembali, Tan Ge pun berkata, "Tinggalkan saja itu di sana untuk saat ini. Aku tidak bisa meminumnya sekarang ini."

"Di luar sana dingin, jadi lebih baik untuk meminumnya selagi masih panas."

Suara Su Xi-er membuat Tan Ge merinding. Ia langsung menopang dirinya di ranjang, berusaha untuk bangun.

"Jangan bergerak, aku akan membantumu bangun." Su Xi-er menurunkan mangkuknya sebelum membantu Tan Ge duduk tegak.

"Kenapa kau kembali ke Perpustakaan Kekaisaran? Tidak aman di sini. Bagaimana kalau seseorang berusaha untuk menyakitimu lagi ...." Tan Ge mengatupkan bibir pucatnya selagi ia menatap Su Xi-er cemas.

"Guru Agung Kong tidak punya kediaman, sehingga Perpustakaan Kekaisaran adalah rumahnya. Sebagai putri angkatnya, aku harus menikah dari Perpustakaan Kekaisaran." Su Xi-er menyelimuti Tan Ge dengan benar sebelum berdiri dan membawakan sup kacang merahnya.

"Buka mulutmu." Su Xi-er meniup sup tersebut dan menyuapinya pada Tan Ge.

Memerhatikan penampilan sungguh-sungguh Su Xi-er, Tan Ge merasa agak tersentuh. Su Xi-er begitu baik padaku. Apakah ia benar-benar tidak mencurigaiku sama sekali?

"Su Xi-er, apa yang dibicarakan Tabib Kekaisaran Zhao padamu?" Tan Ge bertanya pelan.

"Kematian Chao Mu." Su Xi-er menjawab samar.

Jejak penderitaan muncul di mata Tan Ge. "Itu semua karena Commandery Prince Xie, tetapi ia begitu berkuasa. Bagaimana bisa kita membuatnya membayar karena telah membunuh Chao Mu?"

"Kita akan mempertimbangkan masalah ini selagi menyelesaikannya. Tan Ge, kau harus meninggalkan istana kekaisaran, dan melarikan diri ke tempat yang jauh. Dengan begitu, kau bisa melepaskan diri dari Commandery Prince Xie." Su Xi-er tidak memberitahunya bahwa tidak mengusut masalah kematian Chao Mu hanyalah sementara.

"Keluarga Tan sudah kehilangan rumah dan anggota keluarganya. Jika aku pergi, sisa seluruh keluargaku dan Cui-er akan menghadapi nasib yang lebih buruk daripada kematian." Tan Ge menjelaskan secara perlahan sebelum mulai meminum sup kacang merah itu.

Su Xi-er menyendokkan lagi untuknnya. "Tan Ge, hidupmu di masa yang akan datang akan berubah sesuai dengan jalan yang kau pilih. Aku harap agar kau tidak kehilangan dirimu sendiri dan melupakan hati nuranimu."

Tan Ge agak tertegun sebelum ia tertawa. "Su Xi-er, aku pasti tidak akan kehilangan hati nuraniku." Aku tidak akan pernah membunuh orang yang tak bersalah lagi, tetapi aku akan menggunakan metode lain untuk merebut status. Meski jika Xie Yun mendorongku ke dalam jurang, aku juga mempelajari bagaimana caranya menyembunyikan tujuanku dan menebak pemikiran orang lain.

"Ayo, terus diminum." Su Xi-er tersenyum selagi ia menyuapi Tan Ge sesendok demi sesendok.

Di saat supnya sudah habis, langit di luar sana sudah gelap, dan angin malam menjadi lebih kencang.

"Su Xi-er kau harus cepat kembali dan istirahat. Kau akan segera menjadi pengantin; kau tidak boleh membuat dirimu kelelahan hanya karena aku." Bibir pucatnya memerah karena sup kacang merah itu, dan matanya tampak tersenyum.

Baru saat inilah, senyumannya benar-benar mencapai kedalaman matanya. Dengan jujur ia berharap agar Su Xi-er hidup dengan baik di masa depan. Aku tidak punya seorang pria seperti Pangeran Hao yang melindungiku, tetapi aku akan melangkah ke jalan yang berbeda mulai dari sekarang.

Su Xi-er mengangguk, membantu Tan Ge kembali berbaring sebelum keluar dari kamar bersama mangkuk kosong di tangannya.

Ia baru saja mengambil beberapa langkah ketika ia melihat Ruo Yuan bergegas mendekat dengan gaya kebingungannya yang manis. "Berikan mangkuknya padaku. Ada seseorang yang mencarimu. Cepat!"

Ruo Yuan merebut mangkuk itu dari Su Xi-er, dan langsung menuju ke dapur tanpa penjelasan lebih lanjut.

Memerhatikan sosok Ruo Yuan yang menjauh, Su Xi-er menggelengkan kepalanya dan tersenyum samar. Ketika ia berbalik lagi, ia melihat Pei Qian Hao.

Jadi, 'seseorang' yang dimaksud oleh Ruo Yuan adalah Pei Qian Hao. Gadis itu lumayan berani. Ia bahkan tidak memanggilnya 'Pangeran Hao' lagi.

"Kemarilah." Pei Qian Hao melambaikan tangannya pada Su Xi-er.

Su Xi-er berjalan mendekat dengan patuh, tetapi pria itu membawanya ke dalam pelukannya bahkan sebelum ia sampai padanya. Jubah besarnya menutupi Su Xi-er, dan suaranya diselubungi ketidaksenangan sewaktu ia berbicara. "Harinya menjadi lebih cepat gelap selama musim dingin. Sudah larut. Apa kau suka berada di dalam angin dingin di luar?"

"Sama sekali tidak dingin. Tubuh Anda hangat sekali." Su Xi-er mendongakkan kepalanya, tatapan licik di matanya.

Pei Qian Hao menggetok kepalanya ringan. "Pangeran ini harus bersikap kejam dan membiarkanmu membeku."

"Tidak akan." Su Xi-er menyatakan dengan percaya diri.

Tangan Pei Qian Hao melingkari pinggangnya. "Ikutlah bersama Pangeran ini kembali ke Istana Naga Langit. Kau bisa datang ke Perpustakaan Kekaisaran lagi besok, dan menggantungkan sutra merah bersama si gadis gemuk."

Kemudian, ia menarik serta Su Xi-er, mengeratkan pegangannya di pinggangnya, cemas kalau ia akan kedinginan.

Su Xi-er menempel di dekatnya. Bukankah sakit baginya untuk berjalan-jalan di dalam udara dingin setelah pulih dari luka panah?

Ia langsung mengusap-usap Pei Qian Hao, membiarkan mereka berbagi kehangatan satu sama lain.

"Tetap dekat dan jangan mengusap-usapku." Tatapan Pei Qian Hao mendalam. Aku harus membiarkannya membaca buku medis itu juga. Mengusap berlebihan akan menghasilkan panas internal. Gadis bodoh ini harus diberikan pelajaran!

"Pangeran Hao, si gadis yang gemuk punya nama. Namanya Ruo Yuan, dan gadis lainnya adalah Hong Li."

Pei Qian Hao sedikit mengerutkan alisnya. "Pangeran ini tidak bisa mengingatnya."

"Kenapa tidak? Anda membaca begitu banyak buku-buku militer dan menghafalkan banyak strategi militer. Mengapa Anda bahkan tidak bisa mengingat dua nama?"

"Mengapa Pangeran ini harus mengingat nama-nama dari wanita yang tidak relevan?" Pei Qian Hao berujar dengan nada datar.

Aku tidak mau repot-repot untuk mengingat nama-nama wanita yang tak ada kaitannya denganku.

Su Xi-er memutuskan untuk mencubit pinggang Pei Qian Hao, tetapi hampir tak ada lemak yang bisa dicubitnya, menyebabkan rencananya benar-benar menjadi tugas yang berat.

"Jangan sembarangan mencubitku. Semestinya aku membiarkanmu membaca buku medis itu lebih awal." Pei Qian Hao menyentuh pinggang Su Xi-er, berencana untuk membiarkan tangannya keluyuran ke atas sebagai balasannya.


0 comments:

Posting Komentar