Sabtu, 11 Juli 2026

RTMEML - Chapter 97 (1)

Chapter 97 (1) : Sao yang Jahat Datang Lagi


Rebirth of the Malicious Empress of Military Lineage: Chapter 97 (Part 1)


Di tahun baru musim dingin tahun keenam puluh sembilan Ming Qi, ada salju sepanjang malamnya. Salju yang tepat waktu ini menandakan tahun dengan panen raya ke depan, membuat orang-orang biasa diliputi sukacita selagi mereka berdoa untuk panen di tahun yang akan datang.

Namun, bagi kediaman Jenderal di ibu kota Ding, ini pastinya tahun yang spesial.

Rumah tangga Kedua dari keluarga Shen telah kehilangan seorang putri Di, dan ibu kepala rumah tangga mereka juga jadi gila. Terlebih lagi, rumah tangga Pertama yang paling berkuasa tampaknya berselisih dengan dua rumah tangga lainnya, dan tidak sedekat dulu, bahkan ada tanda-tanda kerenggangan yang jelas.

Keluarga Huang yang sebelumnya bertunangan dengan Shen Qing menjadi musuh total keluarga Shen karena masalah Shen Qing, tetapi karena Shen Xin dan pasangannya tidak berada di ibu kota Ding sepanjang tahun, mereka tidak marah padanya.

Sedangkan untuk keluarga Wei yang bertunangan dengan Shen Miao, karena Luo Xue Yan turun tangan secara pribadi, mereka juga memastikan bahwa itu semua adalah kesalahpahaman. Keluarga Wei termasuk jujur dan tidak mempersulitnya, ditambah karena Shen Xin berjanji untuk membantu Wei Daren di masa depan selama di mahkamah, keluarga Wei pun tentu saja senang untuk menjual bantuan ini.

Sehubungan dengan Shen Miao, tahun baru ini termasuk lumayan baik. Tidak ada Fu Xiu Yi, tidak ada Pangeran Yu, bahkan tidak ada Ren Wan Yun dan Shen Qing. Beberapa hal memang berubah selangkah demi selangkah.

Namun, meskipun ia senang, ada seseorang yang tidak senang.

***

Di Rong Jing Tang, Nyonya Besar Shen duduk di kursinya sementara Shen Yuan Bo merangkak di sekelilingnya, tetapi ia agak tidak sabaran. Ada pula kebencian di wajahnya yang keriput.

“Keluarga Pertama sekarang tidak mementingkanku, bahkan tidak memberikan uang lagi ke dana umum tahun ini. Beberapa peti penuh barang berharga yang dianugerahkan istana semuanya dikunci di halaman mereka sendiri! Apa yang mereka pikirkan? Apakah mereka bahkan menganggapku penting!”

Kapan pun Nyonya Besar Shen menyinggung soal hal ini, ia akan marah. Sebelumnya, Shen Xin akan memasukkan semua barang-barang yang dianugerahkan dari istana ke dana umum setiap tahunnya, karena kedua suami-istri sering tidak berada di ibu kota Ding, selain dari meninggalkan beberapa mainan kecil untuk Shen Miao, sebagian besar barangnya tak berguna bagi mereka. Nyonya Besar Shen sudah mendapat manfaat dari ini berkali-kali, tetapi sekarang, ada perubahan tak terduga antara Shen Xin dan anggota keluarga Shen lainnya, Shen Xin bahkan tidak mengirimkan uang kemari dan di mata Nyonya Besar Shen, ini betul-betul keterlaluan.

“Nyonya Besar tidak boleh marah. Mungkin, setelah beberapa hari ini, kemarahan Tuan Pertama akan mereda dan akan mengirimkan barang kemari.”

Zhang ma ma di sampingnya menghibur, “Diasumsikan itu karena masalah perlakuan Nona Kelima, makanya membuat Tuan Pertama tidak puas dan tidak mau mengirimkan barang kemari.”

“Perlakuan Gadis Kelima apanya?”

Nyonya Besar Shen menggerutu, “Selama bertahun-tahun ini, aku sudah memberikannya makan dan minum, juga membesarkannya, dan keluarga Pertama masih tidak puas? Kulihat, ia tidak mau mengakuiku sebagai ibu! Serigala bermata putih! Dan Luo Xue Yan itu, sekarang bahkan Gadis Kelima begitu pintar, siapa yang tahu apakah ada seseorang di belakang yang mengajari!”

(T/N: Tidak tahu terima kasih.)

Ketika Zhang ma ma melihat kalau Nyonya Besar Shen semarah itu, ia tetap diam sejenak sebelum ia berbicara, “Sekarang, karena Nona Kelima sudah dewasa, pikirannya juga jadi serius. Tetapi, Nona Kelima dibesarkan oleh Nyonya Besar, dan sebelumnya Nona Kelima akan mematuhi perkataan Nyonya Besar, jadi terlihat bahwa ia menghormati Nyonya Besar dalam hatinya. Akan baik apabila Nyonya Besar memanggil Nona Kelima kemari suatu hari dan membujuknya, karena ia adalah gadis kecil, pasti akan mudah untuk dirayu. Nona Kelima paling disayangi oleh Tuan Pertama dan Nyonya Pertama, jadi jika bisa mengendalikan Nona Kelima, bukankah itu berarti bahwa Anda dapat mengendalikan keluarga Tuan Pertama?”

Zhang ma ma ini juga orang yang sangat licik. Faktanya, Nyonya Besar Shen pada akhirnya adalah seorang wanita di tengah angin dan debu, dan cara serta taktiknya memalukan, karenanya ketika membicarakan soal menjadi ibu kepala keluarga, itu lebih seperti ia tidak punya sumber daya meskipun ia hendak melakukannya. Selama bertahun-tahun, kalau bukan karena Zhang ma ma memberikan panduan, orang tidak tahu seberapa banyak lelucon yang telah dibuatnya.

(T/N: Berarti seorang wanita di tempat pelacuran.)

Nyonya Besar Shen mencibir, “Aku masih harus membujuknya? Melihat gadis itu mengingatkanku akan jalang itu, yang masih memiliki hati Tuan Besar bahkan setelah mati selama bertahun-tahun. Semuanya bias terhadap keluarga Pertama mereka, dan sekarang kau masih mau aku untuk menyenangkannya? Aku merasa jijik melihatnya!”

Zhang ma ma agak tak berdaya dan ingin membujuk lebih jauh, tetapi mendengar pelayan di pintu berkata, “Tuan Muda Kedua, Anda di sini.”

Shen Yuan melangkah masuk.

“Yuan-er.”

Melihat Shen Yuan masuk, sikap Nyonya Besar Shen cukup menghangat. Ketika Shen Yuan Bo yang berada di dipan melihatnya, ia juga melihat ke Kakak Lelaki Keduanya sambil tersenyum gembira.

Shen Yuan tidak mengulurkan tangannya untuk menggendong Shen Yuan Bo dan hanya tersenyum, “Datang kemari untuk melihat Nenek.”

“Apanya yang bisa dilihat.”

Nyonya Besar Shen menegur, tetapi ia memasang ekspresi bahagia. Di antara cucu-cucunya, favoritnya adalah Shen Yuan. Studi Shen Yuan luar biasa sejak usia muda dan juga memasuki karir pejabat, membuat semua orang memujinya dan juga menumbuhkan reputasinya. Tentu saja ia paling dihargai oleh Nyonya Besar Shen.

“Beruntung mendapatkan sebotol krim salju giok dan secara khusus membawakannya kemari untuk Nenek. Nenek tidak boleh meremehkan niat baik cucu ini.”

Shen Yuan tersenyum selagi ia menyerahkan botol di tangannya ke Nyonya Besar Shen.

Nyonya Besar Shen agak terkejut, diikuti dengan ia yang berpura-pura marah, “Berapa umurku untuk menggunakan ini. Apa kau sengaja membuatku marah?”

Biarpun begitu, ada ekspresi yang tak rela berpisah di wajahnya.

Bagaimanapun juga, latar belakang Nyonya Besar Shen berasal dari seorang biduanita, dan karenanya, bedak dan pemerah pipi digunakan tanpa henti meski jika ia sudah tua. Shen Yuan tahu bagaimana cara beradaptasi dengan selera orang lain, dan langsung bisa menghilangkan suasana hatinya yang kabur.

“Nenek masih muda, jadi barang bagus semacam ini harus digunakan pada Nenek.”

Shen Yuan menyanjung tanpa perubahan ekspresi. Setelah itu, si nenek dan cucu membicarakan hal lainnya. Shen Yuan cerdik dan Nyonya Besar Shen sejak awal menyukainya, ditambah ia sengaja memilih topik yang akan membuat Nyonya Besar Shen senang, oleh sebab itu, atmosfer Rong Jing Tang sangat harmonis, bahkan sampai Shen Yuan Bo yang duduk di dipan pun diperlakukan acuh tak acuh.

Setelah mengobrol selama beberapa saat, tiba-tiba Shen Yuan sepertinya teringat sesuatu dan berkata tanpa niat, “Omong-omong, Nenek, sepertinya setelah beberapa hari, biao mei dan biao di akan datang kemari.”

(T/N: Biao Mei—Adik sepupu perempuan biasanya dari pihak ibu. Biao Di—Adik sepupu lelaki biasanya dari pihak ibu.)

Nyonya Besar Shen kaget sebelum berbicara dengan suara dingin, “Apanya yang biao mei? Apanya yang biao di? Mereka hanya akan tinggal selama beberapa hari sebelum pergi.”

Sebelum Nyonya Besar Shen jadi seorang biduanita, ia juga punya keluarga. Mungkin, keluarga itulah yang menjualnya ke rumah bordil, dan rumah leluhur Nyonya Besar Shen berada di Su Zhou. Setelah Nyonya Besar Shen dibawa kemari oleh Jenderal Shen untuk menjadi istrinya, tentu saja ia memutuskan semua hubungan dengan keluarga itu.

Hanya saja, tahun ini tak tahu bagaimana, tetapi keluarga itu mendengar kabar tentang Nyonya Besar Shen, dan menyuruh sepasang cucu mereka untuk datang kemari ke ibu kota Ding, mengatakan bahwa itu untuk menengok Nyonya Besar Shen, tetapi semua orang jelas bahwa ini adalah untuk mencari bantuan secara cuma-cuma.

Dengan tipe orang seperti Nyonya Besar Shen yang bertindak dengan pemikiran mata duitan, dan setelah bertahun-tahun tidak bertemu, tentunya ia tidak akan memiliki perasaan untuk keluarga itu. Jadi, sewaktu Shen Yuan menyinggung masalah itu, tentu saja ia tidak mau bicara lebih soal itu.

Shen Yuan berkata, “Aku tidak pernah melihat pasangan saudara sepupu ini dan memikirkan ini, usia mereka akan mirip dengan usia Adik Perempuan Kelima.”

Ia menghela napas, “Omong-omong, kepulangan Kakak Lelaki Pertama ke ibu kota Ding di perjalanan kali ini, aku dengar kalau Bo Pertama dan Bo Mu Pertama sedang memilih Nona yang menarik minatnya. Kemungkinan besar mereka mengkhawatirkan hal-hal besar untuknya.”

“Shen Qiu memilih istri?”

Nyonya Besar Shen mendadak duduk tegak, “Aku tidak tahu tentang masalah ini. Yuan-er, apa kau tahu nona keluarga mana yang dipilih mereka?”

“Itu, aku tidak tahu.”

Shen Qiu berpikir sedikit, “Tetapi, dengan status keluarga Bo dan Bo Mu Pertama, tentu mereka akan memilihkan nona dengan keluarga yang memiliki kuasa yang lebih besar di mahkamah, maka itu akan menambahkan bunga di brokatnya. Dengan prospek Kakak Lelaki Pertama saat ini, aku yakin bahwa, dengan dukungan keluarga Sao Pertama, ia hanya akan menjadi seekor harimau yang kuat dan naik ke level selanjutnya.”

Semakin banyak Shen Yuan berkata begitu, semakin jelak pula wajah Nyonya Besar Shen.

Setelah waktu yanag lama, ia kemudian berujar masam, “Orang harus melihat, apakah Nona lainnya itu menyukainya!”

Shen Yuan hanya memasang tampang tidak tahu dan berujar tanpa maksud, “Tetapi, hal yang terpenting adalah sesuai dengan keinginan Kakak Lelaki Pertama. Kalau Kakak Lelaki Pertama menyukainya, maka Keluarga Pertama tidak masalah. Jika aku mengatakannya, mungkin saja biao mei yang disukai Kakak Lelaki Pertama dan pada saat itu, akan mempererat ikatan dengan pernikahan.”

“Omong kosong macam apa yang kau bicarakan?”

Nyonya Besar Shen mengerutkan dahi, dan tanpa sadar membantah kata-kata Shen Yuan, “Identitas apa yang dimilikinya. Mana mungkin keluarga Pertama itu tertarik?”

“Aku hanya membicarakannya sambil lalu, Nenek tidak perlu memusingkannya.”

Shen Yuan tersenyum dan mengubah topiknya. Setelah beberapa patah kata lagi, ia kemudian pamit pergi, tetapi ketika ia pergi, ia diam-diam menatap Zhang ma ma.

Setelah Shen Yuan pergi, Nyonya Besar Shen terus memikirkan tentang apa yang dikatakan Shen Yuan sebelumnya. Di satu pihak, ia tahu bahwa perkataan Shen Yuan lancang, karena bahkan jika Shen Xin dan istrinya berpikiran terbuka, mereka tidak akan bisa menyukai identitas keluarga yang rendahan itu. Apalagi, Shen Qiu bukanlah orang yang bernafsu, jadi masalah ini sesulit naik ke Surga.

Tetapi, di lain pihak, hati Nyonya Besar Shen tergerak oleh ucapan Shen Yuan. Apabila Shen Qiu menemukan seorang nona keluarga bangsawan, pengaruhnya akan meningkat lebih tinggi. Nyonya Besar Shen tidak tahan melihat Shen Qiu baik-baik saja, jadi mana mungkin ia hanya menonton selagi sayapnya tumbuh dengan montok.

Jika ia menikahi cucu perempuan keluarganya, tak hanya itu tidak akan lebih baik baginya, itu juga akan menjatuhkan rumah tangga Pertama keluarga Shen dan akan menjadi kaki belakang Shen Qiu. Lalu, ini pun bagus.

Selagi Zhang ma ma memukul-mukul kecil bahu Nyonya Besar Shen, ia berkata pelan, “Nyonya Besar, sebenarnya, pelayan tua ini juga merasa bahwa ada sejumlah kebenaran dalam ucapan Tuan Muda Kedua.”

Setelah menjeda, kemudian ia berkata, “Coba pikirkan, kalau Tuan Muda Pertama menikahi Nona Biao, hubungan lama akan dieratkan oleh pernikahan. Nona Biao ada di pihak Nyonya Besar Shen, jadi segala sesuatunya akan lebih mudah untuk dilakukan.”

Ia berbisik, “Apabila pernikahan ini berhasil dilaksanakan, di masa depan, urusan uang akan gampang. Bukankah uang Nona Biao adalah uang Anda?”

Saat perkataan ini terucap, mata Nyonya Besar Shen berbinar. Tepat. Jika Shen Qiu menikahi cucu perempuan dari keluarganya, tentu saja cucu perempuan itu akan jadi orangnya. Mengendalikan Shen Qiu berarti mengendalikan keluarga Pertama.

Zhang ma ma meneruskan, “Bahkan akan lebih baik jika Tuan Muda Biao dan Nona Kelima juga bersama. Di masa depan, seluruh kekayaan keluarga Pertama akan menjadi milik Nyonya Besar.”

Hati Nyonya Besar Shen tergugah selagi setiap kata Zhang ma ma serasa mencubitnya, dan membuatnya begitu senang hingga hatinya seperti bunga bermekaran. Memikirkan bisa merebut kekayaan dari keluarga Pertama dan juga diam-diam membuat kekacauan di dalam keluarga Pertama, membuat Nyonya Besar Shen sangat senang.

Tetapi, setelah beberapa saat, ia mulai jadi cemas, “Membicarakannya gampang, tetapi cucu perempuan dan cucu lelakiku itu semuanya berasal dari keluarga kecil. Bukan seolah keluarga Pertama tidak pernah melihat dunia luar, bagaimana mereka akan memandang mereka?”

“Ya ampun, Nyonya Besar,” Zhang ma ma tertawa, “Anda sudah melupakan taktik masa lalu. Seberapa rumitnya sih, urusan antara pria dan wanita. Orang hanya perlu sedikit menggunakan otaknya dan tidak ada yang mustahil.”

Ucapannya sudah membuat Nyonya Besar Shen tersesat dalam pikiran liar dan khayalannya. Tak lama kemudian, Nyonya Besar Shen juga tersenyum, kemungkinan besar ia ingin tersenyum dengan memesona, tetapi karena sudah tua, itu kelihatan aneh.

Keadaan tua musim semi itu membuatnya tampak sangat jelek sewaktu ia berkata, “Dikatakan begitu, saat seorang pria menikmati dan wanita menyukainya, hanya masalah kecil itu saja.”

Selesai, ia pun melirik Zhang ma ma dan saat mereka berdua melihat makna mendalam di balik mata masing-masing, Nyonya Besar Shen berkata, “Seseorang datang dan bawakan kotak di kamarku. Aku belum pernah bertemu cucu perempuan dan cucu lelakiku dan aku harus memberikan mereka hadiah untuk pertemuan pertama.”

Di luar ruangan, Shen Yuan melihat ke suara tawa rendah dari Rong Jing Tang, dan jejak senyuman dingin pun muncul di matanya selagi ia pelan-pelan berjalan keluar dari halaman.

0 comments:

Posting Komentar