3L3W Lotus Step 1
Chapter 7 part 1
Keesokan harinya, Cheng Yu dikurung oleh Zhu Jin, yang mengatakan bahwa tidak etis jika berada di luar sepanjang malam dan tidur di rumah bordil.
Ia berbaring di kereta Lian San pada malam pertama dan tidur sepanjang perjalanan kembali ke Kota Ping'an dari Gunung Xiao Yao Tai. Yang Mulia Ketiga menyuruhnya untuk tidak usah bangun, jadi ia menurunkannya di Lin Lang Ge dan memercayakannya ke Hua Fei Wu.
Hua Fei Wu menggandeng Cheng Yu dengan tangan kirinya, dan mengirim seorang pelayan ke Menara Sepuluh Bunga untuk menyampaikan kabar bahwa ia sudah lama tidak bertemu dengan Master bunga dan sangat merindukannya, jadi ia bermalam untuk membicarakan beberapa hal pribadi.
Hua Fei Wu berpikir bahwa dia telah berada di dunia ini selama lebih dari empat tahun, dan ia memiliki pemahaman yang sempurna tentang adat istiadat dan etiket dunia. Ia menangani urusan ini dengan sangat baik, jadi sewaktu ia mendengar bahwa Cheng Yu masih ditahan oleh Zhu Jin setelah pulang ke rumah, ia tidak bisa memikirkan apa pun, jadi ia meninggalkan Tuan Muda dari keluarga menteri yang sudah mengundangnya ke danau dan bergegas ke Menara Sepuluh Bunga.
Setelah mengetahui bahwa Cheng Yu sebenarnya dipenjara di Aula Ren'an, ia pun pergi ke Aula Ren'an milik Li Mu Zhou.
Mengenai masalah kurungan, Tuan Muda Yu kali ini agak cuek. Namun, di saat yang sama ia sedikit serius.
Di bangunan bambu kecil di halaman belakang Aula Ren'an, Tuan Muda Yu membentangkan buku salinan di depannya. Ia sedang menyalin "Buku Sejarah Kuno" menggunakan tulisan biasa seperti anjing merangkak, jelas-jelas melakukan bisnis menyalinnya lagi.
Hua Fei Wu duduk di samping dan mengomeli Zhu Jin, ".... Jika ia tidak menyukaimu bermalam di tempatku, Master Bunga, ia bisa mengirim seseorang untuk membawamu kembali tadi malam. Mengapa ia harus menahannya selama satu malam, lalu menghukummu karena tidur di rumah bordil? Bunga jenis apa yang kau tiduri? Pohon dedalu jenis apa yang kau tiduri? Bukannya ia tidak tahu bahwa kau adalah perempuan, bagiamana bisa kau tidur denganku? Ia memang sudah seperti kakak lelaki Master Bunga, tetapi ia sudah terlalu ketat mengendalikanmu. Terlepas benar tidaknya ia adalah kakak lelakimu, cara menangani masalah begini, sudah terlalu menyebalkan!"
Biasanya, Cheng Yu akan setuju dengan Hua Fei Wu, tetapi kali ini ia ragu-ragu sesaat, berkata, "Jangan memarahi Zhu Jin. Zhu Jin, ia sebenarnya sangat suka mengurungku, tetapi, hanya saja ...." ia mengumpulkan keberanian dan berkata, "Kurasa, ia hanya ingin memiliki kesempatan untuk lebih sering bertemu Xiao Li."
Hua Fei Wu berkata, "Hah?"
Kata-kata Cheng Yu tidak jelas, "Aku dulu sangat bertanya-tanya mengapa aku dipenjarakan di Aula Ren'an oleh Zhu Jin dan yang lainnya berkali-kali."
Hua Fei Wu berkata, "Bukankah karena Zhu Jin tidak punya cukup waktu untuk mengawasimu? Mu Zhou tinggal di Aula Ren'an setiap hari, jadi gampang baginya untuk mengawasimu?"
Cheng Yu meliriknya dan merendahkan suaranya, berkata, "Sebenarnya, setiap kali aku dikurung, Zhu Jin akan mengunjungiku setiap hari. Terkadang ia duduk di sini dari pagi hingga sore. Kadang-kadang, ia bahkan menghabiskan sepanjang malam di sini." Ia terdiam beberapa saat, lalu menunggu Hua Fei Wu mengangga lebar-lebar, ia pun melanjutkan, "Dibandingkan dengan mengurungku di Menara Sepuluh Bunga, menurutku mungkin perlu lebih banyak usaha baginya untuk bertindak seperti ini," dan menanyakan pendapat Hua Fei Wu lagi, "Bagaimana menurutmu, Xiao Hua?"
Xiao Hua tidak keberatan dan menutup mulutnya dalam diam.
Saat ini, langkah kaki datang dari bawah, dan bangunan bambu itu tidak terlalu kedap suara. Mereka berdua menahan napas, dan mendengar suara Li Mu Zhou melayang di udara ke arah mereka, "Biasanya di hari pertama kurungan, Ah Yu selalu mengumpulkan tenaga untuk mencari jalan menyelinap keluar. Hari ini aku terkejut. Aku pergi memeriksanya tiga kali, ia hanya membaca dan berlatih kaligrafinya, yang mana merupakan cara mengakui kesalahannya. Kau naiklah dan beri ia pelajaran, lalu bebaskan dirinya" Li Mu Zhou mengatakan hal-hal baik untuknya, dan ucapan semacam ini bertujuan agar didengar seseorang. Cheng Yu bertukar pandang dengan Hua Fei Wu, dan napasnya pun perlahan menjadi tenang tanpa disadari.
Benar saja, suara Zhu Jin terdengar berikutnya, "Tempat Ah Yu ... aku tidak terburu-buru." Ia lalu berkata, "Anginnya bagus hari ini, maukah kau duduk di sini bersamaku sebentar?"
Li Mu Zhou berkata, "Ada beberapa hal yang harus aku selesaikan. Bagaimana kalau aku membuatkanmu sepoci teh dan kau duduk dan minum tehnya sendiri?"
Zhu Jin terdiam sejenak, dan berkata, "Ketika aku masuk sebelumnya, aku melihat banyak ramuan yang kau petik. Aku tidak mengenali banyak di antaranya. Duduk di sini hanya duduk diam saja. Aku akan pergi ke depan dan membantumu memotong obat ramuannya. Kau bisa mengajariku mengidentifikasikan tanaman obatnya saat kau punya waktu luang. Bagaimana menurutmu?"
Kekurangan Li Mu Zhou adalah ia suka menjadi seorang guru. Ketika ia mendengar bahwa Zhu Jin ingin mempelajari sesuatu darinya, hatinya melonjak penuh hasrat untuk mengajar, dan ia dengan senang hati menerima pengaturan ini.
Mereka berdua berjalan pergi sambil berbicara.
Hua Fei Wu memandang Cheng Yu dan berkata, "Zhu Jin adalah siluman bunga. Bagaimana mungkin ia tidak mengenali tumbuhan apa pun di dunia ini? Ini jelas tidak masuk akal ...." Omong kosong itu bahkan belum sempat diucapkan, dan Hua Fei Wu, yang telah berkeliaran selama lebih dari empat tahun di dunia ini, tiba-tiba tersadar dengan ekspresi terkejut.
Cheng Yu berkata, "Xiao Hua, ada apa denganmu?"
Xiao Hua berkata, "Astaga."
Cheng Yu berkata, "Xiao Hua, tenanglah."
Xiao Hua berkata, "Astaga, astaga."
Cheng Yu memberikan Xiao Hua secangkir teh herbal untuk menenangkan keterkejutannya.
Xiao Hua mengambil cangkir teh dan berkata, "Zhu Jin, tidakkah ia tahu bahwa Li Mu Zhou selalu merindukan Sai Zhen'er di Meng Xian Lou dan berencana untuk menebusnya?"
Cheng Yu berkata, "Astaga."
Xiao Hua menyangganya.
Cheng Yu berkata, "Astaga, astaga."
Xiao Hua mengembalikan cangkir teh di tangannya kepada Cheng Yu untuk menenangkan keterkejutannya. Cheng Yu bertopang pada meja dan duduk, kemudian berkata, "Bagaimana dengan Zhu Jin kita?"
Keduanya saling memandang dengan sungguh-sungguh untuk waktu yang lama.
Zhu Jin bermaksud agar Cheng Yu akan dikurung selama lima belas hari.
Cheng Yu menulis dan menggambar di Aula Ren'an, dan terkadang duduk di hadapan Xiao Hua yang datang menemuinya, dan berbasa-basi mengobrol, bersimpati terhadap Zhu Jin. Hari-harinya tidaklah sulit, dan sepuluh hari pun berlalu dalam sekejap mata.
Pagi-pagi sekali pada hari itu, Li Xiang bergegas ke Aula Ren'an, mengatakan bahwa Kaisar akan memimpin para menterinya ke Taman Qu Shui, sebuah istana di luar kota kekaisaran, untuk menghabiskan musim panas. Ibu Suri yang menemani sedang membicarakan soal Cheng Yu, secara pribadi memerintahkannya untuk menemani Ibu Suri dan titah kekaisaran pun diantarkan ke Menara Sepuluh Bunga pagi ini. Jadi berkat Ibu Suri, kurungannya berakhir lebih awal.
Cheng Yu menguap dan mengikat sabuk pakaiannya dan berdiri di samping sementara Li Xiang mengemasi pakaiannya, tempat sulaman, dan beberapa manuskrip kecil yang diandalkannya untuk menghasilkan uang. Kejadian ini tidak membuatnya terlalu senang, karena sulit untuk mengatakan apakah lebih nyaman menemani Ibu Suri di istana atau dikurung di sini.
Cheng Yu menyalin buku hingga agak larut tadi malam, dan ia bangun pagi-pagi hari ini dan merasa mengantuk. Ia mengikuti Li Xiang keluar dari bangunan bambu, dan ketika ia tiba di depan tempat Li Mu Zhou duduk untuk berkonsultasi, matanya masih agak susah untuk melek.
Hari sudah tidak pagi, dan Li Mu Zhou sedang memeriksa denyut nadi seorang lelaki tua yang sakit di aula. Li Xiang, yang berjalan di depan, melangkah maju untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Tabib Li dan berterima kasih padanya. Cheng Yu, yang masih mengantuk, berjuang melepaskan diri dari tirai pintu yang melilitnya.
Seseorang membantunya dan membuka keliman pakaian yang tersangkut kait kecil di tirai pintu. Cheng Yu pun lepas dari tirai. Namun, sebelum ada yang melihat dengan jelas, ia mengangkat tangannya dan mengucapkan terima kasih, "Terima kasih, terima kasih." Setelah berterima kasih padanya, baru kemudian ia ingat untuk melihat ke arah dermawannya. Rasa kantuk langsung hilang saat melihatnya.
Sepuluh hari yang lalu, ia bertemu dengan dua teman lama di jalan di bawah Que Lai Lou; satu adalah Ji Shizi, Ji Ming Feng, dan yang lainnya adalah istri Shizi yang baru dinobatkan. Saat ini, yang berdiri di depannya adalah Qin Su Mei, istri Shizi, yang berpakaian putih.
Melihatnya mengenalinya, Qin Su Mei tersenyum tipis dan berkata dengan sopan, "Aku bertemu Putri di Jalan Zhu Zi beberapa hari yang lalu. Seharusnya aku pergi ke sana untuk memberi penghormatan, tetapi situasinya agak istimewa dan terburu-buru. Tanpa diduga, aku berjumpa dengan Putri di sini hari ini, jadi aku ingin menyampaikan salamku kepada Putri. Aku ingin tahu apakah Putri baik-baik saja selama enam bulan terakhir ini?"
Qin Su Mei adalah orang yang lembut dan berbudi luhur yang secara pribadi disetujui oleh Pangeran Li Chuan. Ia selalu baik dan perhatian dalam berbicara dan bersikap, akan tetapi, bahkan demi bersikap ramah dan pengertian, ucapannya barusan termasuk terlalu merendah dengan statusnya sebagai istri seorang Shizi.
Namun, Cheng Yu tidak menyadarinya. Ia tidak ingin berurusan dengan siapa pun yang berhubungan dengan Li Chuan. Setelah mendengar salam Qin Su Mei, ia mengerutkan kening secara naluriah dan berkata dengan acuh tak acuh, "Sudah membuat Nyonya repot dengan memikirkanku. Hong Yu baik-baik saja. Aku yakin kau juga baik-baik saja, Nyonya. Terima kasih banyak barusan ini." Ia mengerutkan kening lagi secara alami, "Tetapi ada yang mendesak saat ini, jadi aku harus undur diri lebih dulu." Selagi ia bicara, ia memundurkan kakinya dua tiga langkah.
Wajah Qin Su Mei sedikit terkejut, tetapi Cheng Yu tentu saja tidak melihatnya. Ia hanya mendengarnya bertanya dari belakang, "Apakah Putri benar-benar tidak punya keterikatan pada Li Chuan?"
Langkah kaki Cheng Yu berhenti sejenak, tetapi bagaimanapun juga, ia tidak tinggal, juga tidak menyangkal kata-kata Qin Su Mei. Ia menundukkan kepalanya dan menabrak seseorang ketika ia keluar dari Aula Ren'an. Ia meminta maaf tanpa pandang bulu dan melewati orang tersebut begitu saja.
Ia tidak menyadari bahwa orang yang ditabraknya adalah Ji Ming Feng.
Begitu Ji Ming Feng memasuki Aula Ren'an, ia ditabrak oleh Cheng Yu. Ia pun secara naluriah menopang lawannya dengan tangan kanannya. Hanya ketika ia melepaskannya barulah ia menyadari siapa orang yang telah menabraknya, dan tertegun sebentar. Baru setelah Cheng Yu berjalan ke toko kaligrafi dan lukisan di sebelahnya, Ji Ming Feng mengangkat matanya dan menatap punggungnya seolah ia sudah sadar.
Qin Su Mei mengalami cedera kakinya beberapa hari yang lalu dan datang ke Aula Ren'an untuk memeriksakan cedera kakinya. Saat ini, ia masih merasakan ketidaknyamanan pada satu kakinya. Ia pun berjalan perlahan ke arah Ji Ming Feng, mengamati ekspresinya, dan berbisik, "Putri sepertinya sudah salah paham kepadaku," kemudian ia mempertimbangkannya perlahan, "Aku khawatir Putri benar-benar ada sesuatu yang mendesak untuk dilakukan, makanya ia pergi dengan tergesa-gesa. Belum tentu ia menghindariku, atau Shizi."
Ji Ming Feng sedikit menurunkan bulu matanya dan tidak merespons kata-katanya. Ia melihat ke sosok Cheng Yu, yang tampak seperti pohon giok, tetapi itu adalah pohon yang berdiri di tepi tebing, memancarkan rasa kesepian dari tulangnya.
Cheng Yu buru-buru berjalan untuk pergi ke Lin Lang Ge. Karena ia akhirnya ingat bahwa sebelum dikurung, ia berjanji pada Lian San untuk membawanya ke sepuluh restoran dalam waktu satu hingga tiga bulan. Namun selama hari-hari kurungan ini, karena Xiao Hua mengkhawatirkan Zhu Jin dan Li Mu Zhou setiap harinya, ia benar-benar melupakan kejadian ini.
Lian San pilih-pilih dan sulit untuk dihadapi, dan memiliki temperamen yang buruk. Ia tidak mendengar kabar darinya selama sepuluh hari, jadi ia pasti akan mencatat utang lain terhadapnya. Memikirkan hal ini, Cheng Yu merasa putus asa. Sebenarnya, ia tidak tahu di mana mencarinya. Hanya ada tempat seperti Lin Lang Ge, dan ia merasa seharusnya ia bisa menemukannya jika ia pergi ke sana.
Ketika ia di dalam kurungan, ia masih belum merasakannya, dan tidak begitu memikirkan Lian San. Namun begitu ia bebas, berdiri di jalan yang sibuk ini dan melihat pemandangan jalanan yang telah lama hilang ini, dalam pikiranku adalah hari dimana Lian San menghentikannya di tengah jalan di bawah Xiao Jiang Dong. Ketika Cheng Yu menengadah ke atas, ia melihat Lian San tersenyum sedikit.
Cheng Yu bahkan tidak memikirkan alasannya, tetapi ia merasa tergerak di dalam hatinya. Ia menghela napas dan berjalan tergesa-gesa, berharap ia bisa mendapatkan keberuntungannya lagi dan bertemu lagi dengannya secara kebetulan saat berjalan-jalan di jalan.
Pada akhirnya, ia tidak bertemu Lian San, melainkan ia bertemu dengan pelayan Lian San di depan toko sutra yang berjarak lima ratus langkah dari Aula Ren'an.
Keduanya sedikit tertegun sejenak.
Tian Bu kaget saat pertama kali melihat Cheng Yu, dan ia masih kaget saat melihatnya lagi, tetapi kali ini keterkejutannya berbeda. Tian Bu memandangnya dari atas ke bawah tiga kali sebelum berbicara perlahan, "Nona ... Yu?"
Cheng Yu mengenakan gaun putih hari ini. Untuk kenyamanan, Li Xiang cukup mengepang rambutnya dan memasang satu atau dua cincin jepit rambut giok putih di kepangnya. Meski pakaiannya sederhana, selama kau tidak buta, kau bisa tahu kalau ini perempuan, bukan laki-laki.
Cheng Yu sangat senang karena Tian Bu mengenalinya. Ia mengamati tubuh Tian Bu beberapa kaki dan sedikit kecewa ketika ia tidak melihat Lian San. Cheng Yu kemudian mengkonfirmasi dengannya, "Kakak Lian San tidak ada di sini?"
Tian Bu menanggapinya dengan bijaksana, "Tuan Muda tidak ada di sini, dan hanya hamba satu-satunya yang datang ke toko sutra dan satin untuk berkeliling dan membeli kain. Apakah ada sesuatu hingga Nona Yu mencari Tuan Muda?"
Dalam hatinya ia menghela napas, 'Ia seorang gadis.' Hati yang telah menggantung sejak terakhir kali melihat Cheng Yu di Que Lai Lou akhirnya rileks. Nyatanya, Tian Bu bisa melihat perbedaan Lian San pada Cheng Yu saat itu. Yang Mulia Ketiga memperlakukan seorang pemuda dengan sangat berbeda, yang membuat Tian Bu, seorang pelayan setia, merasa sangat khawatir ketika memikirkannya akhir-akhir ini. Hari ini ia mengetahui bahwa Cheng Yu sebenarnya adalah seorang perempuan. Cheng Yu adalah seorang perempuan, terima kasih Langit!
Cheng Yu tidak mengetahui pasang surutnya hati Tian Bu dalam waktu singkat ini. Ia berpikir sejenak dan berkata, "Awalnya aku ingin pergi ke Lin Lang Ge untuk mencari Kakak Lian San, tetapi aku tidak menyangka akan bertemu dengan kakak perempuan di sini. Bisakah tolong kau sampaikan pesan kepada Kakak Lian San? Katakan saja, aku ...." Ia menekuk jari telunjuknya dan mengusap pipinya, seolah ia sedikit malu, "Katakan saja aku dikurung selama sepuluh hari dan baru dibebaskan hari ini." Ia mengangkat matanya menatap Tian Bu, lalu menurunkan bulu matanya ketika ia berbicara, dan berkata dengan ragu, "Aku ingin mengajaknya pergi ke restoran besok. Aku ingin tahu, apakah ia senggang."
Mata Tian Bu benar-benar tertarik dengan gerakan kecil Cheng Yu. Ia berpakaian seperti seorang gadis, dengan ekspresi cerdas di alis dan matanya, yang membuat Tian Bu terpesona. Mau tak mau, ia berpikir bahwa gadis ini sangat cantik, dan jika Yang Mulia Pangeran Ketiga ingin memperlakukannya secara berbeda, ia akan sangat serasi dalam hal ini. Meskipun sebagai manusia, ia tidak cocok dengan Yang Mulia Ketiga dalam hal status, tetapi dewi-dewi itu, sebagai makhluk abadi, tidak secantik manusia, bagaimana mereka bisa benar-benar menandingi Yang Mulia Ketiga? Belum tentu.
Sulit bagi Tian Bu untuk berdebat dalam pikirannya. Ia masih dapat dengan jelas mendengar apa yang dikatakan Cheng Yu, dan bisa menjawabnya dengan rapi, "Tuan Muda sangat sibuk akhir-akhir ini, dan sulit untuk mengetahui keberadaannya. Besok tidak akan lowong, tetapi sulit untuk mengetahuinya. Kau perlu bertanya pada Tuan Muda untuk mengetahuinya. Bagaimana kalau aku mencari kesempatan untuk menanyai Tuan Muda, lalu mengirimkan pesan kepada Nona Yu setelah mendapat konfirmasinya?"
Cheng Yu diam sejenak, merasa sedikit kesepian. "Itu artinya ia tidak ada waktu luang." Ia mengernyit, berpikir sejenak, lalu memberi jalan, "Baiklah, jangan tentukan hari untuk besok. Ini terlalu mendesak, dan melelahkan bagi Kakak untuk menyampaikan pesan itu bolak-balik. Aku akan mengunjungi ... nenekku dalam beberapa hari. Empat atau lima hari ini sebenarnya luang. Jika Kakak Lian San mendapat waktu luang, utus seseorang ke ...." Ia berpikir lagi dan menoleh ke belakang untuk melihat plakat Aula Ren'an. Ia menunjuk ke pondok medis di bawah cahaya pagi dan berkata, "Datanglah ke Aula Ren'an dan beri tahu aku kalau sudah siap."
Setelah memikirkannya lagi, ia merasa cara ini sangat tepat. Ia mengerucutkan bibirnya dan tersenyum ke arah Tian Bu, "Kakak, cukup sampaikan ini saja kepada Kakak Lian San."
Li Xiang sedang menunggu sang Putri tidak jauh dari toko sutra. Meskipun Cheng Yu dan Tian Bu berbicara dengan suara rendah, Li Xiang adalah siluman dan pendengarannya lebih baik daripada orang biasa.
Dinasti Da Xi adalah dinasti yang memiliki Kaisar wanita sebagai nenek moyangnya. Sampai hari ini, dinasti Cheng Jun dari kakeknya masih memiliki beberapa pejabat wanita yang berkuasa di dinasti tersebut. Meskipun di dinasti ayah Cheng Jun, semua pejabat perempuan dikirim ke harem oleh ayahnya, namun hingga saat ini, status perempuan di Dinasti Da Xi masih sangat tinggi, dan setiap orang tidak terkekang dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan, dan mereka sangat berpikiran terbuka.
Oleh karena itu, ketika Li Xiang memahami bahwa Putrinya sepertinya baru saja berteman dengan seorang Tuan Muda bangsawan, ia tidak peduli. Sebaliknya, Ji Ming Feng, si Shizi, berdiri di pintu masuk Aula Ren'an seperti pohon giok yang kesepian, membuat Li Xiang mengangkat alisnya.
"Apakah ini Ji Shizi dari kediaman Pangeran Li Chuan?" Ia berjalan ke arah Ji Ming Feng dalam beberapa langkah dan memberinya hormat asal-asalan.
Sampai Li Xiang pergi, Qin Su Mei masih sangat terkejut karena Ji Ming Feng membiarkan seorang budak bertingkah begitu sombong di hadapannya.
Pada awal Dinasti Da Xi, enam raja bawahan dengan nama keluarga berbeda diberikan gelar tersebut. Sejauh ini, hanya keluarga Ji dari Li Chuan yang tersisa.
Ji Ming Feng adalah putra sah Raja Li Chuan saat ini yang paling berharga, dan cucu generasi keempat belas dari keluarga Ji di Li Chuan.
Ayah Qin Su Mei adalah kepala istana, Bo. Ia tumbuh bersama Ji Ming Feng sejak masih kecil, dan mulai mengagumi Ji Ming Feng sejak ia paham akal sehat. Dalam hati Qin Su Mei, Ji Ming Feng, adalah orang berbakat paling menonjol di dunia. Kadang-kadang ia bahkan merasa bahwa jika Li Chuan memiliki energi spiritual yang besar, semua energi spiritual ini akan terkonsentrasi pada Ji Ming Feng. Hanya saja Ji Shizi yang terlahir dengan energi spiritual seperti itu, kemungkinan besar kurang hangatnya sinar matahari saat dilahirkan, sehingga ia terlahir dengan temperamen yang dingin.
Mungkin karena ayahnya adalah seorang yang penuh perasaan dan memiliki masalah dengan cinta. Ji Shizi, yang sedingin es, paling membenci wanita cantik dan masalah dengan wanita dalam hidupnya. Dalam kesan Qin Su Mei, hanya ada tiga wanita yang bisa mendekati Ji Shizi, satu adalah dirinya, yang lainnya adalah Putri Cheng Yu, yang merupakan putri giok merah, dan yang terakhir adalah Nuo Hu Zhen.
Sejauh yang diketahuinya, nasib antara Hong Yu dan Ji Shizi dimulai pada musim semi tahun lalu. Saat itu, Putri Hong Yu bertemu dengan bandit saat mengunjungi Li Chuan dan terpisah dari keluarganya. Ia diselamatkan oleh Ji Shizi yang lewat dan dibawa ke kediaman Pangeran Li Chuan.
Dalam ingatan Qin Su Mei, sang putri mengagumi Ji Shizi untuk waktu yang lama setelah ia diselamatkan. Ke mana pun Shizi pergi, ia akan selalu mengikutinya dari dekat, memanggilnya kakak Shizi di kiri dan kanan. Shizi mengabaikannya, dan ia juga tidak terlalu marah.
Karena ia sering mengganggunya, Shizi sepertinya sudah dekat dengannya selama jangka waktu tertentu, tetapi jangka waktu itu tidak terlalu lama.
Segera setelah itu, Shizi menyelamatkan gadis asing Nuo Hu Zhen. Shizi memperlakukan Nuo Hu Zhen dengan sangat berbeda, dan kemudian ia menjadi semakin menjauh dari sang Putri. Sang Putri tampak sangat sedih untuk beberapa saat.
Kemudian terjadilah kejadian di Makam Kuno Nan Ran. Entah apa yang telah diperbuat sang Putri, yang membuat marah Shizi yang ingin menaklukkan Nan Ran. Kemarahan Shizi malam itu adalah sesuatu yang belum pernah dilihatnya sebelumnya, dan ia memenjarakan sang putri yang telah menyebabkan masalah di kediaman.
Kemudian, sang putri pergi tanpa pamit.
Setelah itu, Qin Su Mei menenangkan pikiranya dan tidak berpikir Ji Ming Feng punya motif tersembunyi terhadap Cheng Yu. Kadang-kadang, ia masih berpikir bahwa, terlepas dari apakah ada kasih sayang pada awalnya, pada saat Cheng Yu meninggalkan Li Chuan, Ji Ming Feng seharusnya sudah merasa tidak suka padanya.
Jika tidak, mengapa ia tidak menunjukkan ekspresi sama sekali dan bersikap begitu tenang pada malam ia mengetahui bahwa Cheng Yu pergi tanpa pamit? Dan setelah itu, ia tidak mengirim siapa pun untuk mencari Cheng Yu. Bahkan selama lebih dari setengah tahun di kediaman, ia bahkan tidak pernah menyebut-nyebut si putri yang pernah tinggal sementara di kediaman Pangeran Li Chuan selama setengah tahun.
Tetapi kali ini ketika ia datang ke ibu kota dan bertemu Putri Hong Yu lagi, sikap Shizi membuat Qin Su Mei merasa gelisah. Ia merasa ada beberapa hal di masa lalu yang tidak diperhatikannya, atau tidak disadarinya dengan cukup jelas.
Sikap agresif dan kesombongan gadis cantik tadi kembali terngiang di benaknya.
"Ketika sang Putri sedang mengembara di Li Chuan, untungnya ia diselamatkan oleh rasa keadilan Shizi dan mengizinkan Putri untuk tinggal sementara di Kediaman Pangeran Li Chuan selama setengah tahun. Kami di Menara Sepuluh Bunga sangat berterima kasih dan seharusnya membalasnya dengan hadiah yang murah hati. Namun, terkait perkara di Makam Kuno Nan Ran, kediamanmu tidak cukup baik.
"Melihat Putri kami sendirian di kediaman itu, mereka mempermalukannya dengan kata-kata kasar dan menggunakan otoritasmu untuk menekannya. Itu benar-benar menipu dengan tidak sepatutnya. Namun, ada dua sisi keluhan. Bahkan jika kita bersilang jalan, kami, dari Menara Sepuluh Bunga tidak memusingkannya lagi. Kami hanya berharap jika Shizi melihat Putri kami lagi di masa depan, ia hanya akan memperlakukannya sebagai orang asing seperti hari ini. Kebetulan, Putri kami hanya ingin menjadi orang asing bagi kalian yang dari Li Chuan ...."
Shizi tidak marah, ia hanya menyelanya dan berkata, "Kau bilang, ia ingin menjadi orang asing bagiku?"
Pelayan berlidah tajam itu mencibir, "Putri kami ada di depan. Jika Shizi mengira aku bicara omong kosong, bagaimana kalau langsung kau tanyakan saja padanya?"
Shizi terdiam lama. Di depan toko kain, Cheng Yu sudah selesai berbicara dengan orang-orang. Tanpa menoleh ke belakang, ia berjalan lurus menuju sudut jalan di depan. Si pelayan menggumam ke arah mereka dan ikut berlari ke arah Cheng Yu. Ji Ming Feng tetap diam.
Mereka berdiri di sana lama sekali sampai mereka melihat Cheng Yu dan pelayannya menghilang di sudut jalan. Setelah berdiri di sana beberapa saat, Ji Ming Feng membawanya ke klinik.
Qin Su Mei mengira ia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi antara Ji Shizi dan Putri Hong Yu, tetapi sekarang ia merasa itu membingungkan dan tidak jelas.
Mungkin bukan apa yang terjadi di antara mereka yang membingungkan, pikirnya.
Yang membingungkan hanyalah sikap Ji Ming Feng.

0 comments:
Posting Komentar