Jumat, 29 Mei 2026

CTF - Chapter 382

Consort of A Thousand Faces

Chapter 382 : Pertama Kali


"Apa kau akan pergi ke Perpustakaan Kekaisaran besok?" Pei Qian Hao bertanya sambil membelai rambutnya.

Su Xi-er mengangguk. "Resep obat Tabib Kekaisaran Zhao sangat bagus, dan memungkinkan pemulihan yang cepat. Perpustakaan Kekaisaran kekurangan tenaga kerja. Bukan hanya aku adalah seorang court lady di sana, aku juga adalah putri angkat Guru Agung Kong."

"Wu Ling akan pergi bersamamu besok." Kata Pei Qian Hao selagi ia menopang Su Xi-er. "Berbaring dan istirahatlah. Tinggalkan kegiatan aneh itu hingga tubuhmu sepenuhnya pulih. Saat itu kau bisa melakukan apa pun yang kau inginkan."

'Kegiatan aneh' itu tentunya mengacu kepada peregangan Su Xi-er barusan ini.

Su Xi-er tidak berusaha untuk membela diri, sebaliknya, berbaring di ranjang. Namun, pemandangan dari Pei Qian Hao yang mendadak melepaskan pakaian luarannya menyebabkan Su Xi-er berpaling tanpa sadar.

Tawa kecil lolos dari bibir Pei Qian Hao. Segera setelahnya, tubuh yang tinggi menindih Su Xi-er, meskipun ia berhati-hati untuk mempertimbangkan cedera wanita itu.

Perban di dadanya samar-samar terlihat dari dalaman tipisnya. Alis Su Xi-er mengerut selagi ia mengeluarkan tangannya dari bawah selimut dan menepuk pundaknya. "Bukankah dingin di luar selimut?"

Suaranya bercampur dengan teguran.

Di lain pihak, mata Pei Qian Hao diliputi dengan keceriaan selagi ia mengangkat selimutnya dan melesat ke bawahnya, tangannya dengan cepat melingkari pinggang Su Xi-er.

Rasa dari tubuh lembut dan aroma femininnya membuat Pei Qian Hao tidak sanggup menahan diri untuk tidak membenamkan kepalanya ke ceruk lehernya.

Hanya ketika wanita dalam pelukannya mendorongnya, barulah ia mengangkat kepalanya, matanya berbinar saat ia menatapnya menggoda. "Seharusnya kau beritahu saja secara langsung pada Pangeran ini bahwa kau ingin aku tidur bersamamu. Mengapa kau harus begitu bertele-tele dan mengatakan bahwa dingin di luar selimutnya?"

Kata-katanya hanya membantu Su Xi-er untuk memastikan bahwa Pei Qian Hao memang menjadi semakin tidak tahu malu semenjak malam itu di ruang penyimpanan buku. Pria biasanya akan mengambil dayang selir kamar ketika mereka berusia 16 tahun. Di saat mereka berumur 18 tahun, mereka sudah lama terbiasa dengan hubungan intim. Tetapi, Pei Qian Hao sudah berumur 25 tahun. Mungkinkah kalau ....

Ekspresi Su Xi-er bingung.

"Kau bisa langsung bertanya apa saja yang kau inginkan. Pangeran ini tidak suka bertele-tele."

Karena ia sudah memberikan lampu hijau; aku hanya akan bicara langsung ke intinya. "Pernahkah Anda berhubungan intim dengan wanita di masa lalu?"

Bahkan, ekspresi Pei Qian Hao yang tidak pernah berubah, mau tak mau membeku ketika ia mendengar pertanyaan itu. Mengapa ia menanyaiku itu? Tiba-tiba saja, ia teringat sesuatu yang telah dibacanya di dalam buku: Apabila seorang wanita mengajukan pertanyaan semacam itu, itu menyiratkan bahwa ia tidak puas dengan kinerjanya di ranjang.

Pei Qian Hao langsung merasa seolah ia paham mengapa Su Xi-er mengajukan pertanyaan tersebut saat ia teringat cederanya. Kinerjaku pastinya sangat tidak memuaskan baginya.

Aku tidak punya pengalaman di masa lalu, jadi tidak bisa dihindari kalau aku tidak dapat mengendalikan kekuatanku. Bagaimana aku harus menjawab pertanyaan ini? Pei Qian Hao yang tak kenal takut merasa dirinya sangat tidak siap untuk pertama kali dalam hidupnya.

Tidak menerima respons darinya, Su Xi-er melanjutkan. "Anda semestinya sudah memiliki dayang selir kamar ketika Anda berusia 16 tahun. Sekarang, karena Anda berumur 25 tahun ...."

Pei Qian Hao menjawab, "Menurut aturannya, pria berumur 16 tahun harus memiliki dayang selir kamar. Namun, mengapa Pangeran ini harus mengikuti peraturan semacam itu?"

Artinya, ia belum pernah melakukan hal semacam itu sebelumnya. Itu adalah pertama kalinya bagi kami berdua.

Su Xi-er terkejut. Siapa yang akan mengira bahwa Pangeran Hao yang terkenal punya banyak hubungan seksual, sebenarnya adalah seorang perjaka?

Jika Pei Qian Hao mendengar pemikiran Su Xi-er, wajahnya pasti akan menggelap. Meski begitu, ia masih menggetok keningnya dengan lembut saat ia menangkap tatapan melongo di mata Su Xi-er. "Kau bahkan mengetahui sesuatu seperti itu mengenai Pangeran ini. Cepatlah istirahat." Ia memeluk Su Xi-er dan memejamkan matanya.

Su Xi-er memandanginya, hanya memejamkan matanya setelah waktu yang sangat lama.

Tepat setelah ia memejamkan matanya, Pei Qian Hao membuka matanya. Dulunya, tak ada yang lebih diinginkannya daripada memiliki seluruh diri Su Xi-er, tetapi sekarang karena ia telah mendapatkannya, ia tidak berani bersikap sembrono. Aku harus mempelajari buku medis itu dengan benar, guna memastikan agar aku tidak akan pernah menyakitinya lagi.

Alasan aku menyakitinya bukan hanya karena aku tidak punya pengalaman, tetapi juga karena wewangian pekasih. Aku tidak pernah menyangka bahwa Pei Ya Ran akan memiliki dua botol dan menyembunyikan salah satu dari mereka. Juga, siapakah pria yang bersembunyi di dalam Istana Kedamaian Penuh Kasih?

Kilat halus berkedap-kedip di mata Pei Qian Hao, tetapi itu surut kala ia melihat Su Xi-er lagi. Pangeran ini akan menyelesaikan semuanya dengan baik. Tidak akan ada yang bisa menyakitimu.

Dengan itu, keduanya tertidur dalam pelukan masing-masing, angin malam yang dingin menderu di luar aula istana.

***

Keesokan paginya memunculkan matahari terbit yang cemerlang. Para pelayan di istana sangat senang menyambut hari ketika mereka merasakan kehangatan dari matahari di kulit mereka.

Mirip dengan kemarin, Pei Qian Hao sarapan bersama Su Xi-er sebelum meninggalkan Istana Naga Langit.

Situ Lin baru muncul setelah ia melihat kalau Pei Qian Hao sudah pergi. Ia bertanya dengan riang, "Bibi Kekaisaran, setelah kau dan Paman Kekaisaran menikah, bisakah kau lebih sering datang ke Istana Naga Langit?"

Melihat rasa mendamba di matanya, Su Xi-er pun bertanya, "Yang Mulia, bukankah Anda takut pada Pangeran Hao?" Kalau aku sering datang kemari di masa yang akan datang, Pei Qian Hao pasti akan ikut serta. Apakah Situ Lin tidak takut akan itu?

Situ Lin menghela napas. "Tentu saja, aku takut, tetapi aku lebih takut kesepian. Sudah musim dingin, dan cuacanya jadi semakin dingin. Bibi Kekaisaran, apabila kau tinggal di Kediaman Pangeran Hao sepanjang hari, Paman Kekaisaran pasti akan melakukan hal yang sama juga. Pada saat itu, aku akan tertinggal sendirian di Istana Naga Langit." Ia pun mendesah.

"Jangan mengerutkan alis Anda. Anda tampak seperti pria tua di dalam tubuh anak-anak." Tiba-tiba saja Su Xi-er menggodanya.

Ketika Situ Lin melihatnya tersenyum, ia segera mendesak, "Sering-seringlah datang mengunjungi istana di masa mendatang, ya?"

Menyerah pada permohonannya, Su Xi-er mengangguk setuju. "Baiklah, tetapi Yang Mulia harus berlatih menulis dengan Guru Agung Kong sekarang juga."

Mulanya tersenyum penuh suka cita, semangat Situ Lin hancur ketika ia mendengar pengingatnya. "Baik, Guru Agung Kong akan segera datang. Aku akan kembali ke aula utama untuk menunggunya."

Setelah memerhatikan Situ Lin pergi, Su Xi-er berjalan keluar dari Istana Naga Langit, menuju ke Perpustakaan Kekaisaran, dengan Wu Ling yang mengekorinya di belakang.

Dengan Wu Ling yang mengikutinya berkeliling, para dayang dan kasim secara alami memberikan jalan yang luas untuk Su Xi-er, dan membungkuk secara hormat sewaktu ia melewati jalur setapak istana.

Meskipun beberapa dayang istana tidak menyapanya, penampilan mereka yang membungkuk sudah cukup untuk menunjukkan rasa hormat mereka.

Dayang istana yang Su Xi-er percikkan dengan air sumur hanya bisa menahan keluhannya dan menekuk lututnya selagi ia memerhatikan Su Xi-er lewat.

Sementara itu, Su Xi-er tetap tenang dengan pandangan yang tertuju pada jalan di depannya. Setelah ia dan Wu Ling menghilang dari jalur istana, keributan pun pecah.

"Komandan Wu benar-benar mengikuti di belakang Su Xi-er!"

"Ia adalah calon Hao Wang Fei. Pangeran Hao pasti akan mengutus orang yang handal untuk melindunginya."

"Aku iri sekali dengannya. Ia melejit dari Istana Samping, dan kini akan menjadi Hao Wang Fei."

"Kita tidak punya keberuntungan semacam itu. Lihatlah kecantikan dan bakatnya. Pria mana yang tidak akan menyukainya? Tidak heran Pangeran Hao bahkan bisa melepaskan Commandery Princess Xie."

Pujian untuk Su Xi-er pun memenuhi suasananya.

Segera, Su Xi-er memasuki Perpustakaan Kekaisaran, sementara Wu Ling dengan bijaksana menyembunyikan dirinya.

Ia dapat melihat Tan Ge yang sedang menyapu halaman hanya dengan sepintas lihat. Dengan Chao Mu yang menghilang, sosoknya tampak sangat kesepian.

Ada banyak hal yang membebani benak Tan Ge. Biasanya aku menyapu jalan ini bersama Chao Mu dulunya. Tetapi sekarang, Chao Mu tidak ada lagi, meninggalkanku sendirian di sini.


0 comments:

Posting Komentar