Consort of A Thousand Faces
Chapter 393 : Sutra Merah
Setiap katanya persis seperti jarum yang menusuk hati Yun Ruo Feng. Pangeran Hao tidak menyadari kehadiranku karena ia sibuk dengan persiapan pernikahan.
Pernikahan? Su Xi-er, Pangeran ini pasti akan membawamu pergi!
"Pangeran Yun, mengapa kau diam-diam datang ke Bei Min?" Xie Yun langsung bicara ke intinya, meskipun sudah punya satu dugaan yang bagus.
Yun Ruo Feng memasang senyuman selagi ia merespon. "Commandery Prince Xie, menurutmu apa tujuan Pangeran ini?"
"Su Xi-er cantik dan pintar; pria mana yang tidak akan menyukainya? Pangeran Yun, apakah kau datang jauh-jauh ke Bei Min demi si cantik?" Xie Yun mengangkat alisnya dan dengan cermat mengamati ekspresi Yun Ruo Feng.
Melihat ekspresinya yang tenang, Xie Yun meletakkan kartunya di atas meja. "Seseorang dengan status seperti Su Xi-er tidak pantas menjadi Hao Wang Fei. Meskipun ia bisa, akan sulit baginya untuk keluar dari sini hidup-hidup. Pangeran Yun, lebih baik kalau kau membawanya pergi."
"Su Xi-er memang tidak pantas menjadi Hao Wang Fei. Iklim politik Bei Min mengharuskan keluarga untuk membentuk aliansi penikahan guna memperkuat posisi mereka. Namun, karena Commandery Prince Xie sudah datang untuk berbincang dengan Pangeran ini, kau tidak bisa mengharapkanku untuk tidak mencurigai bahwa kau sudah mempunyai sebuah rencana. Pangeran ini memang datang demi si cantik."
Xie Yun mengangguk. "Pangeran ini akan membantumu dalam mendapatkan si cantikmu. Penghalang terbesarmu seharusnya adalah Pangeran Hao, dan Pangeran ini akan membantumu menahannya sehingga kau dapat membawa pergi Su Xi-er dengan mudah."
"Terima kasih banyak, Commandery Prince. Pangeran ini mengajakmu bersulang dengan teh, sebagai ganti anggur." Yun Ruo Feng mengangkat teko teh dan menuangkan secangkir untuk Xie Yun.
Setelahnya, keduanya bersulang sebelum meneguk isinya.
"Commandery Prince Xie, apa kau tidak takut kalau masalah kau yang bekerja sama bersama Pangeran ini akan bocor, mengecapmu dengan kejahatan pengkhianatan?" Senyuman Yun Ruo Feng digantikan dengan tatapan serius di matanya.
Xie Yun menggelengkan kepalanya. "Kau hanya menginginkan seorang wanita. Semenjak zaman dahulu, wanita cantik dikenal sebagai pembawa bencana yang dapat menyebabkan runtuhnya suatu bangsa. Pangeran ini menyelamatkan kerajaan, bukannya berkolusi dengan seorang musuh."
Tatapan Yun Ruo Feng jadi menjauh. Ia sangat jelas bahwa, merebut Su Xi-er, akan menyinggung Pei Qian Hao. Tetapi aku bertekad untuk mendapatkan si wanita pembawa bencana ini.
"Kapan kau berencana untuk bertindak, Pangeran Yun?" Xie Yun bertanya selagi ia menurunkan cangkir tehnya.
Yun Ruo Feng menjawab acuh tak acuh, "Hari pernikahan Pangeran Hao."
Xie Yun agak menyipitkan matanya. "Rencanamu tidak buruk. Pangeran ini akan membuat pengaturan di hari itu; aku harap agar kau tidak mengecewakan niat baikku." Xie Yun bangkit berdiri dan mengucapkan salam perpisahan pada Yun Ruo Feng sebelum meninggalkan ruangan.
Yun Ruo Feng mengetahui bahwa keluarga Pei dan Xie tidak pernah akur. Kali ini, aku harus membawa Su Xi-er pergi. Kalau aku gagal, ia akan mati saat ia tinggal di Bei Min.
Qin Ling masuk ke dalam ruangan setelah melihat Xie Yun pergi, tidak dapat menghentikan dirinya sendiri untuk bertanya, "Pangeran Yun, Commandery Prince Xie bukanlah seseorang yang mudah untuk ditangani. Apa Anda yakin ingin bekerja sama dengannya?"
"Selama Pangeran ini dapat mencapai tujuanku, aku akan memanfaatkan siapa saja, tak peduli seberapa liciknya mereka. Qin Ling, apakah sudah ada pergerakan aneh dari Kediaman Pangeran Hao?"
"Pengawal rahasia melaporkan bahwa ada dua wanita berpakaian kasar yang menaiki kereta kuda menuju ke istana kekaisaran sembari membawa sejumlah besar sutra merah."
Sutra merah. Benda yang paling dibutuhkan selama pernikahan. Kalau mereka mengirimkannya ke dalam istana, apakah itu artinya pernikahannya akan terjadi di istana?
"Teruskan mengawasi Kediaman Pangeran Hao. Pastikan kau tidak sampai ketahuan." Ekspresi Yun Ruo Feng berubah serius.
Qin Ling membungkuk. "Bawahan ini mematuhi perintah."
***
Setelah meninggalkan penginapan, Xie Yun menaiki sebuah kereta kuda dan menuju ke Kediaman Commandery Prince. Seorang pengawal datang untuk melapor kepadanya segera setelah mereka sampai. "Commandery Prince Xie, Tuan Pei sudah lama sekali menunggu Anda. Ada sesuatu yang penting yang ingin dikatakannya kepada Anda."
Xie Yun mengangguk dan turun dari kereta kuda sebelum berjalan menuju ke aula utama. Ia bahkan tidak perlu berpikir untuk mengetahui untuk apa Pei Zheng kemari.
Di dalam aula utama, Pei Zheng baru saja akan menangkupkan kepalan tangannya dan memberikan hormatnya ketika ia melihat Xie Yun, tetapi dihentikan oleh orang itu.
"Ibu Suri bukannya menghilang. Masalahnya sekarang ini adalah ide Pangeran Hao tentang memalsukan surat pemutusan. Pangeran ini tidak tahu siapa yang melakukannya, tetapi tulisan tangannya mirip sekali dengan tulisan tangan Ibu Suri."
Kesadaran pun mendatangi Pei Zheng. "Commandery Prince, strategi Anda untuk membuat Ibu Suri menghilang, telah diputarbalikkan oleh surat pemutusan itu. Kalau begitu, pernikahan Pangeran Hao akan berlanjut seperti yang direncanakan. Apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Tuan Pei, jangan khawatir; tentunya Pangeran ini punya sebuah solusi. Meski jika Pangeran Hao mementahkan rencana ini, bagaimana pernikahan akan berlanjut dengan si pengantin wanita yang menghilang?" Xie Yun meredakan kecemasan Pei Zheng selagi ia menepuk pundaknya.
"Maksud Anda adalah membunuh Su Xi-er di hari pernikahan?" Wajah Pei Zheng diliputi kebingungan. Bukankah ini terlalu berisiko? Setelah membesarkan Pei Qian Hao selama bertahun-tahun, aku sangat jelas tentang kepribadiannya yang tangguh dan pantang menyerah.
"Kau tidak perlu menanyakan tentang apa yang harus kita lakukan, Tuan Pei. Cukup tenang saja." Mata Xie Yun mendadak jadi kasar. "Tuan Pei, kau adalah ayah angkat Pangeran Hao; kau harus menghadiri pernikahannya."
Hati Pei Zheng berubah asam akibat kesedihan ketika ia mendengar kata 'ayah'. Dulu, aku membawanya ke rumah dan membesarkannya seperti anakku sendiri karena aku merasa ia cerdas, dan berpikir kalau ia akan menjadi teman belajar yang baik untuk putra sulungku. Siapa yang akan mengira bahwa putra sulungku akan meninggal dunia setelah terjatuh dari kuda? Dikarenakan kurangnya pilihan, aku menerima Pei Qian Hao sebagai putra sulung Keluarga Pei.
Peribahasa 'memelihara seekor ular dalam pelukan', dapat digunakan untuk merujuk padaku. Itu semua adalah kesalahan Commandery Prince Xie terdahulu, makanya putra kandungku meninggal dunia. Alasannya sederhana; ia menyukai Pei Qian Hao. Tetapi, perjanjian pertunangannya adalah antara Commandery Princess Xie dan putra sulung Keluarga Pei.
Oleh karena itu, Commandery Prince Xie terdahulu membunuh putra kandungku, dan aku membunuhnya. Semenjak saat itu, tertaburlah permusuhan di antara keluarga Pei dan Xie.
"Tuan Pei, kau bukan membesarkan seorang putra, melainkan seekor harimau yang buas. Kau harus hadir di pernikahan Pangeran Hao, bekerja sama dengan Pangeran ini, dan cari sebuah cara untuk menunda Pangeran Hao memasuki kamar pengantin." Terdapat jejak senyuman di sudut mulut Xie Yun. Semuanya ditentukan pada hari itu.
Demi melindungi Keluarga Pei, Pei Zheng hanya bisa berkolaborasi dengan Xie Yun. Memberantas Su Xi-er, mengendalikan Pei Qian Hao, dan menyuruh seorang wanita dari Keluarga Pei supaya masuk ke Kediaman Pangeran Hao, merupakan tujuan aslinya.
Karenanya, Pei Zheng tak lagi ragu-ragu. "Baiklah, aku akan berusaha keras untuk bekerja sama denganmu pada hari itu."
"Pengawal, datang dan antarkan Tuan Pei kembali ke Kediaman Pei." Xie Yun memerintahkan pengawal yang berdiri di luar aula utama.
Seorang pengawal baru saja akan memasuki aula utama ketika ia membeku untuk sesaat; ia terus seperti itu hanya sejenak, sebelum ekspresinya berubah normal. Ia berjalan masuk dan menggesturkan Pei Zheng untuk berangkat.
Pei Zheng berjalan keluar dari aula utama dan meninggalkan Kediaman Commandery Prince.
Segera, pengawal yang mengantarkan Pei Zheng kembali, dengan gelisah melaporkan pada Xie Yun, "Commandery Prince, Commandery Princess mendengarkan percakapan Anda dengan Tuan Pei."
Ekspresi Xie Yun segera menjadi serius. Ia berjalan keluar dari aula utama dan menuju ke halaman Xie Liu Li.
Xie Liu Li sudah membubarkan para dayang, dan sedang mondar-mandir gelisah di dalam kamarnya setelah mendengarkan percakapan antara kakak lelakinya dan Pei Zheng.
Aku tidak bisa meninggalkan Kediaman Commandery Prince, jadi bagaimana aku mengabari Su Xi-er? Ia sudah pasti akan berada dalam bahaya di hari pernikahan! Mendengar Xie Yun membicarakan tentang pengantin wanita yang menghilang sudah membuatnya ketakutan.
Aku tidak menyangka kalau Kakak Lelaki akan sekejam ini.
Pintunya mendadak terbuka, membuat jantungnya berdebar-debar karena kaget. Ketika ia melihat ekspresi serius Xie Yun, jantungnya serasa jatuh.
Ia mengetahui bahwa kakak lelakinya sudah tahu tentang dirinya yang menguping. Tak lagi gemetar ketakutan, Xie Liu Li mempertanyakan, "Kakak Lelaki, tidak ada dendam di antara kau dan Su Xi-er. Kenapa kau bersikeras melakukan ini?"

0 comments:
Posting Komentar