Consort of A Thousand Faces
Chapter 400 : Pangeran Hao Beraksi
Mei Jin Xiu memeras otak untuk mencari cara melarikan diri, tetapi pengawal itu dengan gampangnya menyingkap niatnya. "Nona, Commandery Prince adalah orang yang jujur. Ia hanya mengundangmu untuk makan. Tolong ikuti bawahan ini."
"Jika itu benar adalah sebuah undangan, aku bisa memilih untuk menerima atau menolaknya." Mei Jin Xiu langsung berjalan maju.
Ia baru saja maju dua langkah ketika satu tangan besar menghadangnya. "Nona, kau sepertinya tidak mengetahui peraturan Bei Min. Undangan Commandery Prince tidak bisa ditolak."
Mendengarkan ucapan si pengawal, Mei Jin Xiu langsung mengerti bahwa Xie Yun bukanlah apa yang akan disebut sebagai 'orang yang baik'. Sudah jelas ia adalah musuh Pangeran Hao! Ia pasti sudah memeriksa latar belakangku dan mengetahui bahwa aku bukan berasal dari Bei Min!
Keluarga Xie adalah sebuah keluarga aristokrat yang bergengsi, dan ia tahu kalau ia tidak akan mampu menang melawan pengawal itu secara langsung. Aku harus berpura-pura untuk setuju lebih dulu, kemudian memikirkan cara untuk kabur nantinya.
Mei Jin Xiu mengangguk. "Baiklah, aku akan pergi denganmu."
Pengawal itu melambaikan tangannya, memanggil kereta kuda untuk kemari. Mata Mei Jin Xiu dipenuhi dengan penghinaan terhadap diri sendiri ketika ia melihatnya. Untuk memiliki sebuah kereta kuda yang menunggui, artinya bahwa mereka sudah membuntutiku untuk waktu yang lama!
"Nona, silakan naik ke kereta kuda." Pengawal itu dengan sopan mengulurkan tangannya.
Mei Jin Xiu mendengus dingin. "Cara Kediaman Commandery Prince memperlakukan tamunya benar-benar luar biasa!" Ia mengibaskan lengan bajunya, dan naik ke kereta.
Seiring cambukan cemeti, kereta kuda dengan cepat menuju ke arah Kediaman Commandery Prince.
Tak lama sebelum kereta itu tiba di depan Kediaman Commandery Prince, membuat Mei Jin Xiu melihat bagian dalamnnya. Pintu masuknya sendiri berukuran mirip dengan Kediaman Pei, tetapi bagian dalamnya berbeda.
Mei Jin Xiu mengikuti si pengawal ke aula utama dimana Xie Yun sedang duduk di kursi paling atas, tersenyum ke arah 'tamu'nya.
Pengawal itu membungkuk dan mundur, meninggalkan hanya mereka berdua di aula utama.
"Commandery Prince Xie, jangan bertele-tele. Apa tujuanmu? Kau jelas-jelas bukanlah teman Pangeran Hao; kau berbohong padaku!" Mei Jin Xiu menjerit, benar-benar tidak memedulikan status Xie Yun.
Walaupun ia berupaya untuk menjaga amarahnya, sifat aslinya tidak tahan untuk mendidih ke permukaan setelah dibohongi. Aku membenci para tetua Keluarga Mei karena membohongiku selama bertahun-tahun!
"Nona Mei, sebagai seorang tabib, kau seharusnya minum teh untuk mengurangi api internalmu." Xie Yun mengambil teko teh dan menuangkan secangkir sebelum memberikannya padanya.
"Aku tidak minum teh." Mei Jin Xiu memandangnya lekat dengan tatapan yang tegas sebelum melanjutkan. "Alasan Pangeran Yun untuk memasuki Bei Min, tak diragukan lagi adalah untuk merebut Su Xi-er. Kau menghentikanku memberitahukan Pangeran Hao, dan kau pastinya bersekongkol dengan Pangeran Yun."
"Nona Mei, mengapa kau mengamuk seperti ini? Setelah tinggal lama sekali di Kediaman Pei, kau jadi semakin pemarah."
"Commandery Prince Xie, kau orang hina!" Mei Jin Xiu menggertakkan gigi. Ia akan teringat akan Tetua Keluarga Mei kapan saja ia menatapnya. Aku benci dibohongi!
"Hina?" Xie Yun mempertanyakan. Jumlah darah yang mengotori tanganku jauh lebih sedikit daripada tangan Pangeran Hao. Aku juga tidak mencuri dari orang lain, tetapi sudah dianggap hina? Aku hanya ahli dalam membaca pikiran orang dan memanfaatkan itu demi keuntunganku.
"Commandery Prince Xie, aku sudah menerima undanganmu, aku akan pergi sekarang." Mei Jin Xiu mendengus sebelum berbalik pergi.
"Bagaimana bisa kau pergi sebelum makan?" Xie Yun bertepuk tangana untuk memberi sinyal agar makanannya disajikan.
Tak lama kemudian, beberapa pengawal membawa masuk sebuah meja, diikuti dengan bernampan-nampan penuh hidangan mewah.
"Tidak akan butuh waktu lama bagimu untuk selesai makan lebih dulu." Xie Yun berjalan ke meja dan menggesturkan agar Mei Jin Xiu duduk.
"Apa kau menganggapku bodoh? Hidangan yang disajikan oleh orang hina sudah pasti akan diracuni. Kau coba cicipi dulu." Mei Jin Xiu menatapnya dengan waspada.
Xie Yun mengambil sepasang sumpit dan mencoba mencicipi setiap hidangan sebelum duduk. "Kau sudah berada di kediaman Pangeran ini. Mengapa aku perlu repot-repot dengan racun ketika aku bisa mencabut nyawamu hanya dengan mengangkat satu jari?"
Mengapa ia mengundangku kemari? Dengan itu dalam benaknya, Mei Jin Xiu pun duduk menghadap meja.
"Kau membuatkan bubuk cacat untuk Pei An Ru, tetapi siapa yang akan mengetahui bahwa ia malah terkena petasannya sendiri." Xie Yun menyatakan dengan tenang sebelum melihat ke arah Mei Jin Xiu. "Keluarga Mei terkenal akan keterampilan medis mereka yang luar biasa. Pangeran ini tahu bahwa kau sudah diusir oleh para tetuamu; bantu Pangeran ini, dan aku akan membantumu dalam merebut kembali kendali Keluarga Mei."
Itu adalah kesepakatan yang sangat menggiurkan, tetapi Mei Jin Xiu tidak berencana untuk menerimanya. Membantuku dalam merebut kembali Keluarga Mei bukanlah masalah kecil. Apabila ia bersedia untuk menawarkan hadiah semenggiurkan ini, bantuan yang dimintanya tak diragukan lagi, akan jauh lebih ekstrim!
"Commandery Prince, aku tidak sanggup menerima niat baikmu. Aku paham sekali bahwa tidak ada makan siang gratis di dunia ini."
"Mengapa kau tidak menanyakan Pangeran ini, apa yang aku ingin agar kau lakukan? Itu sangat mudah."
"Seseorang sehina dirimu, pasti akan membuatku melakukan sesuatu yang sangat jahat. Aku tidak mau melakukannya." Mei Jin Xiu menyatakan blak-blakan sebelum bangkit berdiri.
Ada senyuman samar di wajah Xie Yun. Kepribadian wanita ini jauh lebih keras daripada Tan Ge; ia tidak mudah untuk dikendalikan.
(T/N : dasar laki ga tau malu, bisanya manipulasi cewe terus. Dih. Banci aja lebih jantan kali dari situ.)
"Seorang tabib harus punya hati nurani, berpegang teguh pada kepercayaan dan kebajikan mereka, dan punya etika yang kuat. Commandery Prince Xie, silakan cari orang lain untuk memenuhi permintaanmu." Mei Jin Xiu bersiap untuk berjalan keluar dari aula utama.
Ia baru saja mengambil beberapa langkah ketika ia dihadang oleh Xie Yun. "Seharusnya cukup mudah bagimu untuk membuatkan obat untukku, benar kan?"
"Jangan bermimpi memintaku untuk membuatkan obat." Mei Jin Xiu mendongakkan kepala untuk memelototinya.
(T/N : Mbak Mei, aku makin padamu kalau kamunya keren gini :')
"Kau baru akan meninggalkan Kediaman Commandery Prince saat kau menyetujuinya." Xie Yun terkekeh dan menginstruksikan pengawal di luar aula utama. "Pengawal, antarkan Nona Mei ke ruangan samping untuk istirahat."
Mei Jin Xiu langsung merasa sakit kepala. Aku ditahan lagi!
Menerima perintah Xie Yun, pengawal itu menggesturkan agar Mei Jin Xiu mengikuti.
Tepat sewaktu ia mulai untuk patuh tak berdaya, pengawal lainnya bergegas masuk dengan panik. "Commandery Prince, prajurit yang Anda kerahkah keluar dari ibu kota, tiba-tiba saja diserang oleh bandit gunung. Malam itu juga hujan, menyebabkan lereng gunungnya runtuh. Banyak prajurit, termasuk Komandan Ye, terjebak di dalam bencana itu dan meninggal."
"Apa?!" Sisa jejak kesombongan telah terhapus dari wajah Xie Yun selagi wajahnya menggelap. "Siapkan kuda. Pangeran ini akan ke sana secara pribadi."
Komandan Ye, bagi Xie Yun adalah seperti Wu Ling bagi Pei Qian Hao. Tak perlu dikatakan lagi, ini bukanlah sesuatu yang dapat diterimanya dengan mudah.
Mei Jin Xiu tertawa dengan gembira, dan berteriak, "Mereka yang nuraninya kotor pasti akan menerima ganjaran. Sayang sekali, karena prajurit yang berada di bawahmu adalah orang yang menerima hukuman itu. Orang harus mengumpulkan perbuatan baik!"
Ia langsung merasakan tatapan dingin tertuju ke arahnya. Dengan dingin Xie Yun berjalan ke arahnya, sebelum mengangkat tangannya, mengayunkannya tepat ke wajah Mei Jin Xiu.
Walaupun Mei Jin Xiu punya keahlian bertarung, ia bukanlah tandingan Xie Yun. Kekuatan dari tamparannya mengakibatkan kepala Mei Jin Xiu miring ke samping, pipinya membengkak.
Si pengawal ketakutan sampai-sampai ia bahkan tidak berani untuk bernapas. Commandery Prince tidak pernah memukul wanita, tetapi sepertinya itu bukan lagi masalahnya. Aku hanya bisa bilang kalau wanita ini terlalu pandai bicara dan arogan, betul-betul tidak menganggap Commandery Prince. Jika ia terus begitu, ia akan dibunuh, meski jika ia masih berguna.
(T/N : ga pernah mukul cewe, tapi ngancem trus bunuh-bunuhin secara ga langsung dia mah mas. Kamunya aja ga tau :")
Mei Jin Xiu berhenti bicara, mendengus penuh amarah selagi ia menatap Xie Yun.
"Pangeran ini punya banyak cara untuk membuatmu patuh." Kejahatan muncul di wajah Xie Yun sebelum dengan cepat ia berbalik untuk pergi.
Menaiki kudanya, ia bergegas keluar kota ke tempat terjadinya insiden tersebut. Jaraknya sekitar tiga puluh kilometer, dan ia baru akan sampai sekitar tengah malam, walaupun ngebut dengan tunggangannya.
Pengawal rahasia dari Kediaman Pangeran Hao langsung pergi ke barak tentara untuk melaporkannya pada Pei Qian Hao setelah melihat sosok Xie Yun yang berangkat.
Namun, ketika si pengawal rahasia memasuki tenda, ia menemukan Pei Qian Hao tak terganggu, seolah-olah ia sudah menduga ini untuk terjadi.
"Pangeran Hao, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Mau tak mau, si pengawal rahasia pun bertanya.

0 comments:
Posting Komentar