Consort of A Thousand Faces
Chapter 399 : Lewat
Yun Ruo Feng menatap lekat ke rumah jahit itu saat matanya tampak membeku. "Keluar."
Pengurus itu pun hanya bisa merinding mendengarkan suara dinginnya, cepat-cepat menundukkan kepalanya sebelum berbalik untuk meninggalkan ruangan pribadi itu. "Orang rendahan ini akan pergi sekarang juga."
Ada apa dengan tamu ini? Ia masih ramah ketika ia sampai, tetapi ia mengamuk dalam sekejap mata.
Masih terbungkus dalam pemikirannya sendiri, pengurus yang berjalan dengan cepat itu secara tidak sengaja menumbur seseorang sambil memegang nampannya.
Melihat si pengurus yang agak tua, Qin Ling langsung menyangganya. "Apa kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja, tetapi terjadi sesuatu pada majikanmu." Pengurus itu menstabilkan dirinya sendiri dengan bantuan Qin Ling.
Mendengarkan kata-kata si pengurus, Qin Ling langsung menuju ke ruang pribadi setelah orang itu pergi.
Ketika ia sampai, Yun Ruo Feng masih memandangi rumah jahit tersebut. Suasana hatinya tampaknya sudah stabil, dan tatapannya tak lagi sedingin sebelumnya.
Qin Ling berjalan diam-diam ke sebelahnya dan melihat bahwa Yun Ruo Feng sedang melihat ke arah sebuah rumah jahit. Mengapa Pangeran Yun memandangi tempat semacam itu?
Tak lama kemudian, Yun Ruo Feng menolehkan kepalanya untuk menatap Qin Ling, dan berkomentar perlahan, "Pangeran ini melihat Su Xi-er."
Qin Ling langsung paham alasan di balik tindakannya. Pangeran Yun memandangi rumah jahit itu karena Su Xi-er memasukinya. Satu-satunya alasan ia mengunjungi rumah jahit sekarang ini adalah untuk memilih gaun pengantin; pantas saja Pangeran Yun menakuti si pengurus barusan ini.
"Ia sudah melupakan Pangeran ini." Pangeran Yun menyatakan pelan, terdapat jejak penyesalan dan kesedihan dalam suaranya.
(T/N : ya iyalah bambang, ya keles dia ga mupon dari elo =_=)
Biasanya Qin Ling tidak berkomentar banyak tentang perasaan Yun Ruo Feng, tetapi ia tak tahan untuk mengatakan sesuatu ketika ia merasa orang itu tampak sangat menyedihkan, "Pangeran Yun, mohon izinkan bawahan ini bertanya lancang, apakah Anda sudah melupakan Putri Pertama Kekaisaran yang terdahulu?"
Untuk menyebutkan kata-kata 'Putri Pertama Kekaisaran terdahulu' di Nan Zhao adalah terlarang, tetapi Qin Ling memutuskan untuk melakukan demikian.
Tatapan di mata Yun Ruo Feng tampak goyah. Ia mengalihkan tatapannya ke rumah jahit sekali lagi, terdiam untuk waktu yang sangat lama.
"Silakan istirahat dengan baik, Pangeran Yun. Bawahan ini akan undur diri." Qin Ling membungkuk dan meninggalkan ruang pribadi tersebut, menutup pintu di belakangnya dan meninggalkan Yun Ruo Feng termenung sendirian.
Yun Ruo Feng mengepalkan tangannya menjadi tinjuan di bawah lengan jubahnya. Aku tidak pernah melupakan Ning Ru Lan. Tetapi itu hanya setelah aku kehilangannya, barulah aku mengerti bahwa ia sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupku, sampai-sampai aku tidak bisa hidup tanpa dirinya.
Namun, kini ia sudah direbut oleh Pei Qian Hao, dan bukan lagi dikenal sebagai Ning Ru Lan.
Statusnya bukan lagi seorang pelayan, yang mana membuat ini lebih sulit untuk merebutnya. Terlebih lagi, merampas tubuh orang lain dan bereinkarnasi ke dalam tubuh itu, dianggap sebagai suatu kejahatan, jadi kami tidak boleh membiarkan identitas aslinya sampai terungkap.
Yun Ruo Feng menatap rumah jahit tersebut, tatapannya tegas selagi ia bergumam pada dirinya sendiri, "Su Xi-er, biarpun kau sudah melupakan Pangeran ini dan jatuh cinta pada Pei Qian Hao, Pangeran ini harus membawamu pergi demi kebaikanmu sendiri."
(T/N : halah, preet, kebaikanmu sendiri apanya, demi kehaluan situ kali =_=)
***
Sementara itu, Su Xi-er mendadak merasakan jantungnya melonjak, rasa menggigil menjalari punggungnya. Aku terus merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Melihat eskpresinya yang abnormal, Née Liu, si penjahit yang ditemui Su Xi-er, bertanya, "Nona, ada apa?"
Su Xi-er menjawab sembari tersenyum. "Aku tidak apa-apa, Bibi Liu, silakan lanjutkan."
"Aku selalu menilai orang, kapan pun aku menjahitkan sebuah gaun pengantin untuk seseorang. Pertama kalinya aku melihatmu, aku sudah memutuskan kalau aku akan menerima pekerjaan ini." Née Liu menampilkan ekspresi yang keheranan. "Bukankah semestinya kau merasa bahagia karena kau akan menikah? Selain itu, orang yang kau nikahi adalah ...."
Su Xi-er menyelanya selagi ia tersenyum. "Tentunya aku merasa bahagia karena aku akan menikah. Née Liu, silakan lanjutkan mengukurku."
"Bagus, kau bisa tenang karena aku akan membuatkanmu sebuah gaun pengantin yang cantik yang terbuat dari kain terbaik dengan benang emas dan warna-warni."
"Terima kasih karena sudah merepotkan, Bibi Liu." Su Xi-er menjawab sambil tersenyum.
Di luar rumah jahit, Ruo Yuan dan Hong Li terpikat akan pemandangan di luar istana, baru berhenti sewaktu Su Xi-er keluar dari rumah jahit satu jam kemudian.
Ruo Yuan berlari ke arah Su Xi-er. "Gaun pengantinmu cantik sekali. Keahlian Bibi Liu terlalu hebat! Aku ... Hong Li, bagaimana idiom empat kata itu, ya? Pekerjaan luar biasa seolah itu dilakukan oleh kekuatan supernatural?"
Kebetulan Bibi Liu mendengar Ruo Yuan sewaktu ia keluar dari kamar bagian dalam, dan tertawa terbahak-bahak. "Gadis, kau lumayan menarik. Datanglah dan cari aku ketika kau akan menikah. Aku akan membuatkanmu satu set secara gratis."
Ruo Yuan adalah orang pertama yang pernah ditawari penawaran semacam itu oleh Bibi Liu. Orang itu pun membelalakkan matanya tak percaya sementara ia menatap Bibi Liu. "Benarkah?"
"Apakah aku akan berbohong? Ingatlah untuk mencariku." Bibi Liu mengeluarkan sebuah buku yang berisi banyak sekali desain gaun.
Mata Ruo Yuan berbinar sesaat sebelum mereka meredup. Apakah aku bisa menikahi seseorang dalam kehidupan ini? Pria menyukai wanita yang cantik dan langsing seperti Su Xi-er, dan meski jika aku bisa mengurus, kulitku kasar akibat melakukan pekerjaan kasar selama bertahun-tahun.
Kulitku adalah yang paling kasar di antara semua dayang istana di Istana Samping. Pria mana yang akan menyukaiku ....
Ruo Yuan mendesah dalam hati. Ketika ia menyadari Su Xi-er sedang melihat ke arahnya, ia langsung tersenyum. "Semua yang ada di sini tampak bagus sekali!"
Su Xi-er membolak-balikkan beberapa halaman sebelum berkata pada Bibi Liu, "Gabungkan beberapa desain ini. Pastikan agar tidak kepanjangan, dan sulamkan motif bunga Ling Rui di gaun pengantinnya. Bibi Liu, pernahkah kau melihat bunga Ling Rui?"
"Tentu saja, orang-orang handal yang Pangeran Hao rekrut, sudah berhasil melakukan transplantasi bunga Ling Rui di Bei Min. Sebidang tanah di samping Sungai Pedagang sudah dibuka untuk menanam sepetak besar bunga Ling Rui, musim semi mendatang. Aku kebetulan melihat para pengawal dari Kediaman Pangeran Hao yang sedang memindahkan pot-pot bunga Ling Rui belum lama ini." Ekspresi Bibi Liu penuh dengan kekaguman. Banyak orang yang gagal, mencoba mentransplantasikan bunga Ling Rui selama bertahun-tahun, tetapi Pangeran Hao dan sekelompok orang handalnya berhasil mencapainya! Itulah mengapa, para warga sipil semuanya mengatakan bahwa tidak ada yang tidak dapat dilakukan Pangeran Hao di dunia ini; itu hanya masalah apakah ia merasa ingin melakukannya atau tidak.
"Bibi Liu, kami akan mengandalkanmu nanti." Su Xi-er tersenyum padanya. Wu Ling, yang sedari tadi berdiri dalam diam di samping, maju ke depan dan menyerahkan biaya depositnya kepada Bibi Liu.
"Aku akan buru-buru sepanjang malam untuk menyelesaikannya. Kau bisa datang dan mengambilnya dalam dua hari." Bibi Liu menerima perak itu sembari tersenyum hangat.
"Apa kita akan kembali sekarang?" Hong Li merasa agak tidak rela. Aku masih belum melihat-lihat sekitar jalanan.
Su Xi-er mengangguk. "Iya. Kita akan memiliki banyak waktu di masa yang akan datang untuk berjalan-jalan." Mengucapkan selamat tinggal pada Bibi Liu, ia berjalan keluar dari rumah jahit tersebut dan menaiki kereta kuda.
Kebetulan sekali, Mei Jin Xiu lewat, dan melihat Su Xi-er selagi ia naik ke kereta. Mempercepat langkahnya, ia berniat untuk mengabari Su Xi-er mengenai kehadiran Yun Ruo Feng di Bei Min.
Akan tetapi, ia baru saja mengambil beberapa langkah ketika seorang pria yang tinggi tiba-tiba saja muncul di depannya, menghadang jalannya.
"Siapa kau?" Mei Jin Xiu bertanya kebingungan. Ia berusaha melihat ke depannya, tetapi menyadari bahwa kereta Su Xi-er sudah pergi.
"Nona, Commandery Prince Xie mengundang Anda ke Kediaman Commandery Prince." Si pengawal menggesturkan agar ia mengikuti.
Wajah Mei Jin Xiu diliputi kewaspadaan. Pengawal ini muncul tepat sewaktu aku melihat Su Xi-er. Mungkinkah Commandery Prince Xie sudah mengutus seseorang untuk mengawasiku? Apa sebenarnya hubungan antara Commandery Prince Xie dan Pei Qian Hao? Mereka teman, atau musuh?
Mei Jin Xiu langsung menyesali tindakannya. Tidak semestinya aku secara sembrono memberitahukan Commandery Prince Xie tentang Pangeran Yun. Akan lebih baik untuk melaporkannya secara langsung kepada salah satu pengawal dari Kediaman Pangeran Hao!
"Nona, silakan. Commandery Prince sedang menunggumu di kediamannya."
Melihat ekspresi serius si pengawal, Mei Jin Xiu hanya bisa merasakan kalau ia sudah melangkah ke dalam sebuah lubang api. Aku baru berhasil kabur dari Kediaman Pei, tetapi sekarang aku jatuh ke dalam genggaman Commandery Prince Xie.

0 comments:
Posting Komentar