Jumat, 03 Juli 2026

3L3W Lotus Step 1 - Chapter 13 part 2

3L3W Lotus Step 1

Chapter 13 part 2


Keesokan harinya Cheng Yu tidak pergi ke Halaman Ju Shuang pagi-pagi seperti biasanya. Karena ia minum dengan Qing Ling tadi malam, Qing Ling memberitahunya bahwa nyanyian burung kepodang di Vila Gunung Qing Que di pinggiran Han Cheng adalah pemandangan musim semi yang unik di Prefektur Li Chuan, selalu banyak orang berbakat dan tamu terhormat datang untuk mendengarkan nyanyian burung kepodang setiap tahunnya.

Qing Ling tidak banyak bicara, tetapi ia sangat pandai bercerita. Oleh karena itu, ketika ia bercerita tentang tempat suci ini untuk jalan-jalan, membuat orang merasa seperti seolah berada di sana, seolah-olah ia benar-benar melihat turis yang berpuisi dengan anggur, orang-orang berbakat yang mabuk dan bait-baitnya, dan wanita cantik yang menyetel senar untuk menyelaraskan satu sama lain.

Cheng Yu tidak tertarik dengan puisi para cendekiawan berbakat, namun ia sangat tertarik dengan nyanyian para penyanyi. Ia tergelitik oleh kata-kata Qing Ling dan pergi ke Vila Gunung Qing Que keesokan paginya untuk mendengarkan burung kepodang. Ia tidak kembali ke kediaman sampai tiga perempat dari shen shi.

(T/N:  shēn shí—dari pukul 15.00-17.00)

Karena ia adalah seorang gadis atletis dan tidak rapuh seperti remaja putri lainnya, ia tidak merasa terlalu lelah bahkan setelah berjalan dan bermain hampir sepanjang hari. Setelah kembali ke rumah, ia berpikir bahwa ia bisa bertemu Ji Ming Feng saat you shi sambil membaca di Ruang Baca Selatan. Tanpa banyak berpikir, ia pun pergi ke Halaman Ju Shuang.

(T/N:  yǒu shí—dari pukul 17.00-19.00)

Itu adalah hari yang menyenangkan, Cheng Yu melangkah ke Halaman Ju Shuang, dan melihat Ji Ming Meng dari jauh. Ruang baca selatan berada di sebelah Danau Yan Yu, pohon dedalu asap ditanam di seluruh tepi danau, dan ada beberapa pohon aprikot, bagai untaian benang hijau berguguran, dan aprikot musim seminya harum, menciptakan pemandangan musim semi yang indah.

Cheng Yu berjalan mendekat dan melihat Ji Shizi mengenakan pakaian biru, memegang gulungan di tangannya, duduk di dekat jendela, terlihat sangat tampan. Namun mata Shizi tidak tertuju pada halaman buku itu. Shizi sedikit mengernyit dan memandangi pemandangan danau di kejauhan, tidak tahu apa yang sedang dipikirkannya.

Cheng Yu melambaikan tangannya dan menyapa Ji Ming Feng dari kejauhan, "Kakak Shizi!"

Mendengar suaranya, Ji Shizi sedikit terkejut, dan kembali menatapnya dari danau. Namun Shizi tidak menanggapinya, matanya hanya tertuju padanya sejenak, lalu menjauh, lalu berbalik ke danau lagi.

Cheng Yu mengusap hidungnya dan berjalan menuju pintu ruang baca tanpa peduli. Sudah biasa bagi Shizi untuk mengabaikannya, jadi ia tidak keberatan. Adapun Shizi yang sedang mengerutkan kening di danau tadi .... Ji Shizi mungkin tidak terlalu senang hari ini.

Maka ia tidak boleh mengganggu Ji Shizi hari ini. Ia harus membiarkannya sendirian. Bukankah orang suka sendirian ketika mereka tidak senang? Tetapi bukan ide yang baik untuk berbalik dan pergi setelah ia datang. Atau haruskah ia pergi ke ruang baca untuk menyapa Ji Shizi, lalu mencari alasan untuk pergi? Ya, ini lumayan pantas.

Ia membuka pintu ruang baca, menyapa Ji Ming Feng, dan kemudian berjalan di depan kursi berlengannya beberapa saat sebelum tiba-tiba teringat, "Ah, aku berjanji pada Kakak Qing Ling bahwa aku akan menyulam sulaman dua sisi dengannya hari ini. Kenapa aku datang ke ruang baca selatan lagi? Kakak Shizi, aku ada urusan lain hari ini. Kalau begitu hari ini ...."

Ji Ming Feng meliriknya dan menyelanya dengan kasar, "Itu bukan urusan yang serius." Setelah jeda, ia mengulurkan tangan dan mengetuk meja, "Kemari dan minumlah air gula."

Cheng Yu tertegun dan melihat panci sup porselen putih dan mangkuk porselen putih diletakkan di atas meja di depan Ji Ming Feng. Ia tidak begitu mengerti mengapa ia memintanya untuk minum air gula. Mungkinkah karena ia bilang ia manis kemarin dan benar-benar menyimpan dendam hari ini, mengetahui bahwa ia benci minum air gula manis, jadi ia menyiapkan ini hanya untuknya? Ia tidak mungkin seperti ini ....

Cheng Yu membungkuk dengan curiga, dan Ji Ming Feng sudah menuangkan air gula dan meletakkannya di depannya. Ia sendiri mengambil kuas, membuka buku tersebut, memberikan komentar pada buku yang baru saja ia buka.

Cheng Yu meliriknya. Shizi menyadari tatapannya dan mengangkat matanya untuk melihatnya. Ia dengan cepat menarik kembali pandangannya, berlama-lama dan memuji kaligrafi Shizi, "Biasanya, menggunakan kuas yang lembut ketika menulis dalam naskah biasa, gampang membuat hurufnya kehilangan semangatnya, tetapi Kakak Shizi, kau memiliki bentuk dan semangat dalam guratan tulisan tanganmu. Kau sungguh luar biasa!"

Shizi mengabaikan kata-katanya dan terus menulis dengan kuas tangan kanannya. Ia mengetukkan jari telunjuk tangan kirinya di depan mangkuk porselen putih berisi air gula dan berkata singkat, "Minumlah."

Cheng Yu bertahan beberapa saat, dan setelah sekian lama, ia berkata, "Kakak Shizi, aku tidak terlalu suka yang manis-manis ...."

Kuas Shizi berhenti dan ia mendongak menatapnya, "Jadi?"

"Jadi menurutku," tetapi melihat Ji Shizi mengerutkan kening, ia tiba-tiba teringat bahwa Shizi sedang tidak senang hari ini. Bukankah ia baru saja merenungkan dirinya sendiri kemarin? Bahkan tanpa penjelasan Qin Su Mei, ia tidak boleh mendapat masalah saat ini. Ia segera berhenti, langsung mengganti topik pembicaraan, dan memaksakan senyuman di wajahnya, "Jadi menurutku ... walaupun biasanya aku tidak suka yang manis-manis," pikirnya hati-hati, "tetapi inilah air gula yang kau sisakan untukku. Karena secara khusus disisakan oleh Kakak Shizi untukku, maka aku tidak boleh pilih-pilih soal makanan." Ia mengambil mangkuk porselen putih sambil mengamati ekspresi Ji Ming Feng. Ketika ia melihat Ji Shizi menatapnya sejenak, ia tidak bisa berhenti, dan harus menyesapnya tanpa keraguan.

Ketika air gula menyentuh bibirnya, ia berkata, "Kenapa air gula bunga bunga lili dan biji teratai ini dingin?"

Ji Shizi berkata dengan tenang, "Kau terlambat dan air gulanya dingin. Apakah ini salah air gulanya?"

Ia terkejut saat mengakui kesalahannya, "Ini salahku."

Ia ragu-ragu untuk waktu yang lama, dan kemudian menemukan alasan untuk dirinya sendiri, "Tetapi menurutku, karena ini dingin, sebaiknya aku tidak minum semangkuk air gula ini," katanya dengan tatapan tulus, "Ini juga demi Kakak Shizi, karena," ia agak mencondong mendekat, menjelaskan logika internal masalah ini kepadanya, "Begini, jika aku minum air gula dingin ini dan jatuh sakit, siapa yang pada akhirnya akan bersusah payah merawatku? Tentu saja kau, Kakak Shizi. Bukankah itu akan menimbulkan masalah lagi padamu?"

Ji Shizi bahkan tidak memandangnya. Ia mencelupkan kuasnya ke dalam tinta dan berkata dengan tenang, "Kau tidak bisa menggangguku. Tabib Qi tinggal di halaman sebelahmu. Ia sangat pandai mengobati sakit perut."

Jantung Cheng Yu berdetak kencang. Yah, ia ceroboh. Shizi tidak mudah ditipu seperti Xiao Hua dan Li Xiang. Sebagai seorang putri yang masih bisa tetap tenang di sarang bandit dan melakukan perjalanan bersamanya siang dan malam tanpa masalah, memang sulit baginya untuk memercayai bahwa Cheng Yu mendadak begitu lemah sampai ia bisa dikalahkan oleh semangkuk sup dingin.

Ia mengambil mangkuk porselen putih dan bergumam dengan enggan, "Kalau begitu aku akan meminumnya saja."

Namun ketika air gula masuk ke perutnya, ia menyadari bahwa sebenarnya rasanya cukup enak. Cheng Yu sangat terkejut dan bertanya kepada Ji Shizi dengan curiga, "Kenapa ini tidak terlalu manis hari ini? Apakah kau menyuruh Nona Qin supaya tidak merebusnya terlalu manis? Tidak, bukankah Nona Qin pergi membakar dupa hari ini?"

Ji Shizi terdiam setelah mendengar ini, "Apakah Qin Su Mei satu-satunya di dunia ini yang tahu cara membuat sup?"

"Oh, bukan Nona Qin yang membuatnya, lalu siapa yang membuatnya?" ia bertanya sambil menyesapnya, tetapi ketika Ji Shizi tidak menjawab, ia bercanda, "Tidak mungkin kan, kau, Kakak Shizi, yang membuatnya."

Ji Shizi tiba-tiba mendongak, "Kenapa tidak mungkin aku yang membuatnya?"

Cheng Yu tidak langsung menjawab. Cheng Yu tersedak. Selagi tersedak, Cheng Yu terbatuk dan mengajukan pertanyaan pada Ji Shizi, "Kakak Shizi, apakah kau secara khusus memasaknya untukku?"

Shizi tidak menjawab.

Cheng Yu menepuk dadanya untuk mencoba menenangkan dirinya dari tersedak, "Be-benarkah?"

Ji Shizi akhirnya menjawab seolah ia tidak tahan lagi, "Merebus untuk diminum sendiri, merebusnya kebanyakan."

Cheng Yu akhirnya berhenti batuk dan berkata dengan bingung, "Tetapi kau suka makan yang rasanya sangat manis dan imut."

Ji Shizi mengangkat alisnya, "Coba ucapkan imut lagi."

Cheng Yu berhenti bicara.

Ji Shizi berkata dengan tenang, "Aku tidak ingin makan yang manis-manis hari ini, tidak boleh?"

Cheng Yu mengangguk, "Baiklah, boleh."

Tetapi rasa sup manis Shizi selalu membuatnya penasaran. Cheng Yu mau tidak mau bertanya, "Kau minum yang manis dan tidak terlalu manis, jadi menurutmu, yang tidak terlalu manis lebih baik atau yang manis lebih enak?"

Hari ini, Shizi tidak menganggapnya terlalu banyak bicara. Sebaliknya, ia bertanya padanya, "Menurutmu yang mana yang rasanya lebih enak?"

Ia mengangkat mangkuk porselen putih di tangannya, "Tentu saja yang ini rasanya enak." Ia tidak berkata apa-apa, "Dulu, aku selalu berpikir bahwa saat merebus air gula, sup Li Xiang kami adalah yang terbaik. Aku tidak menyangka, Kakak Shizi, kau juga memasaknya dengan sangat baik."

Ji Shizi menundukkan kepalanya dan menulis beberapa coretan di buku itu. Setelah ia meminum semangkuk air gula itu, ia tiba-tiba berkata dengan tenang, "Lalu bagaimana apa yang aku buat dibandingkan dengan apa yang dibuat oleh pelayanmu? Mana yang lebih baik?"

Cheng Yu berseru, "Tentu saja Li Xiang ...." Melihat ekspresi tidak begitu baik Ji Ming Feng, ia pun berhenti dengan cerdas, "Ia tidak bisa dibandingkan denganmu, Kakak Shizi."

Ji Ming Feng berhenti menulis dan memandangnya sebentar. Cheng Yu memberi peringatan pada dirinya sendiri di dalam hatinya. Ji Ming Feng tidak bodoh. Ia bisa menipu Xiao Hua konyol itu dengan berbicara seperti ini, tetapi mana mungkin bermain-main di depan Ji Ming Feng.

Melihat ekspresi dingin Ji Ming Feng, Cheng Yu dipenuhi dengan emosi. Hari ini, ia membuat Ji Ming Feng tidak senang lagi. Lupakan saja, mari kembali hari ini dan belajar dari Qing Ling, lalu kita akan melanjutkan upaya kita besok. Ia meletakkan kembali mangkuk itu dan menundukkan kepalanya di bawah tatapan Ji Ming Feng yang bisa membekukan orang sampai mati, "Mungkin ada hal lain yang harus kulakukan. Biarkan aku ...."

Ji Ming Feng berkata dingin, "Kembali dan duduk, bacalah buku." Ia melemparkan buku yang baru saja ditandainya kepadanya, lalu menundukkan kepalanya dan melakukan hal-hal lain dan tidak pernah melihat ke arahnya lagi.

Sebuah buku tebal jatuh ke pelukan Cheng Yu. Ia merasa buku itu tampak familier. Ketika ia membuka sampulnya, ia melihat bahwa itu adalah buku tentang arti bahasa Huo Tu yang telah dipelajarinya tanpa pamrih beberapa hari terakhir ini. Ia membaliknya dengan santai dan melihat anotasi Ji Ming Feng dalam naskah biasa, yang penuh dengan penjelasan sulit. Semakin jauh ia membalikkannya, semakin terkejut dirinya. Ia tidak tahan untuk berkata, "Kakak Shizi, kau ...."

Ji Ming Feng menyelanya dingin, "Jika kau ingin belajar bahasa Huo Tu, pelajarilah dengan giat. Terkadang kau mendengarkan burung kepodang dan terkadang kau menyulam. Kapan kau bisa mempelajarinya?"

Cheng Yu tertegun sejenak, "Aku sebenarnya belajar untuk main-main saja, bukannya ...."

Ji Shizi memandangnya dengan ekspresi tegas di wajahnya, "Jika kau ingin belajar, belajarlah dengan giat. Tidak ada yang namanya belajar untuk bersenang-senang."

Cheng Yu berusaha keras untuk memahami arti tersembunyi dari Ji Shizi. Setelah beberapa saat, ia bertanya dengan ragu, "Lalu apa maksud Kakak Shizi adalah aku tidak boleh kembali sekarang, kan?"

Ji Shizi mengusap keningnya dan berkata, "Ini pertanyaan yang bagus, bagaimana menurutmu?"

Cheng Yu terdiam beberapa saat dan kemudian bertanya, "Kalau begitu ... apakah aku harus datang ke sini lebih awal besok?"

Ji Shizi memandangnya tanpa ekspresi, "Kurasa kau tidak perlu aku mengajarimu apa artinya belajar dengan giat. Kau mungkin pernah dengar, menari seiring suara kokokan ayam (mulai belajar setelah mendengar kokokan ayam), gantung di tiang dan pantatnya ditusuk (bersusah payah dalam belajar), melubangi tembok untuk mendapatkan sinar (belajar dengan sangat giat), dan menggunakan kunang-kunang memantulkan cahaya di salju (mengejar pendidikan meski di tengah kesulitan)."

Cheng Yu mendongak dengan tatapan kosong, "Jika mulai belajar setelah ayam berkokok, tidak perlu. Ayam berkokok pada mao shi. Bahkan jika aku datang ke ruang baca selatan untuk belajar pada waktu itu, kau pasti tidak akan berada di sini, Kakak Shizi." Ia bingung dan berkata, "Bukannya seperti aku pergi ke sekolah, datang kemari belajar sendirian begitu pagi, terlalu bodoh."

(T/N:  mǎo shí—pukul 05.00-0.00)

Ji Shizi mengambil buku lain, menundukkan kepalanya dan membalik-balik beberapa halaman, "Bagaimana kau tahu aku pasti tidak ada di sini?"

"Karena Ruang Baca Selatan hanyalah tempatmu menghabiskan waktu di waktu senggang. Bagaimana seseorang bisa mulai menghabiskan waktu ketika ayam berkokok di pagi buta?"

Ji Shizi berkata dengan tenang, "Mungkin aku sesenggang itu. Bagaimana kalau kita mencobanya?"

Cheng Yu terdiam beberapa saat. Ji Shizi akan bersaing dengannya. Ia tidak bisa menang melawan Ji Shizi. Ia segera menyerah, "Kalau begitu sebaiknya aku tidak mencoba ...." Ia berpikir sejenak, lalu mengertakkan gigi dan berkata, "Tetapi menurutku, Kakak Shizi, banyak yang harus kau lakukan sepanjang hari, jadi kau harus lebih banyak istirahat. Kita benar-benar tidak perlu menari mengikuti suara ayam, jadi .... "

Ji Shizi menutup buku itu yang beberapa halaman telah dibolak-balikkannya dan menyerahkannya padanya, "Jika kau sudah familiar dengan buku ini, kau bisa datang dan menegosiasikan persyaratan denganku."

Cheng Yu menundukkan kepalanya dan melihat bahwa buku yang dipilihkan khusus oleh Ji Shizi untuknya memiliki tulisan "Dou Da" tercetak di atasnya - "Sejarah Berusia Seribu Tahun di Suku Huo Tu". Itu adalah buku sejarah. Dilihat dari judul bukunya, ini adalah buku sejarah yang mencatat seluruh sejarah seribu tahun suku Huo Tu.

Cheng Yu memisahkan ibu jari dan jari telunjuknya untuk mengukur ketebalan buku itu. Panjangnya tiga inci. Ia merasa bahwa ketebalan buku itu layak untuk jangka waktu seribu tahun, di waktu yang sama, ia sungguh mengagumi teknologi penjilidan buku Li Chuan.

Cheng Yu menatap kosong ke arah ibu jari dan jari telunjuk tangan kirinya yang terpisah. Ji Shizi memandangnya, "Ada apa?"

Ia khawatir, "Ketebalan ini ... semuanya penuh dengan bahasa Huo Tu kuno .... Kurasa, sepertinya, aku mungkin tidak akan bisa menyelesaikannya dalam beberapa saat ...."

Ji Shizi mengangguk mengerti, "Jadi, kau harus bekerja keras."

"...."

Pada hari ini, Cheng Yu duduk di ruang baca selatan sampai tiba waktunya menyalakan penerangan, dan kemudian Ji Shizi mengizinkannya pergi.

Sejak itu, Cheng Yu menjalani kehidupan yang mengerikan dengan pergi menunjuukkan kehadiran di ruang baca selatan halaman Ju Shuang untuk belajar setiap hari, ditemani bintang pagi di langit timur.

Setiap orang yang akrab dengan Cheng Yu tahu bahwa meskipun Putri Hong Yu memiliki banyak kualitas yang tidak dapat diandalkan, ia sangat cerdas. Ia dapat berbicara pada usia satu tahun dan melek huruf pada usia dua tahun. Pada usia tiga tahun, Pangeran Jing'an mengajarinya membaca dan menulis. Meskipun ia tidak pernah bersekolah selama sehari pun karena ia besar di Menara Sepuluh Bunga dan hanya belajar dengan Zhu Jin, pada usia delapan atau sembilan tahun, ia telah membaca ribuan buku di Menara Sepuluh Bunga.

Setelah melihat-lihat Menara Sepuluh Bunga, mereka pergi ke istana untuk meminjam harta karun yang disembunyikan oleh kaisar dari semua dinasti di Paviliun Yuan Yuan di perpustakaan kekaisaran. Ketika orang lain membaca buku itu dan melafalkannya kata demi kata, ia membaca buku itu dan membolak-balik sepuluh baris atau bahkan satu halaman dalam satu waktu, dan ia masih bisa membacanya tanpa pernah melupakannya.

Singkatnya, Putri Hong Yu sangat berbakat dalam hal belajar, dan kecerdasannya hampir ajaib mirip siluman. Oleh karena itu, ia tidak takut Ji Ming Feng memaksanya untuk belajar. Tetapi seiring bertambahnya usia, ia selalu menjadi gadis yang suka begadang, bangun telat, dan tidur terlambat. Ia tidak pernah bangun sebelum chen shi, dan ia tidak tahu seperti apa rupa bintang pagi. Kali ini, Ji Shizi memintanya untuk menemani bintang pagi ke ruang baca selatan, menunjukkan kehadirannya. Inilah yang ditakutkannya.

(T/N:  chén shí—pukul 07.00-09.00)

Qing Ling mendesaknya untuk bangun pagi selama empat atau lima hari. Selama empat atau lima hari ini, Qing Ling membawanya ke ruang baca selatan, dan Ji Ming Feng sudah duduk di dekat jendela, sedang membaca buku. Cheng Yu sangat mengagumi Ji Ming Feng.

Karena sulit untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap hari, Cheng Yu akan tertidur di meja setiap saat. Yang aneh adalah, ketika Ji Shizi menahannya di ruang baca, saat ia tertidur di meja selama setengah hari, Ji Shizi juga tidak peduli. Terkadang ketika ia bangun dari meja sambil menyeka air liurnya, Ji Shizi yang sedang menuangkan teh untuk dirinya sendiri, juga bisa menuangkan secangkir teh panas untuknya minum.

Ia tidak begitu memahami Ji Shizi. Suatu kali, ia tidak bisa menahannya. Ketika ia pergi untuk mengambil teh hangat di meja Ji Shizi, ia bertanya, "Apakah barusan, kau melihatku tertidur, Kakak Shizi?"

Ji Shizi meliriknya, "Apa yang ingin kau katakan?"

Ia mengumpulkan keberanian untuk mengaku, "Aku sebenarnya tertidur di meja setiap pagi, kau melihatnya, kan?"

Ji Shizi berkata, "Terus?"

"Jadi," ia memikirkannya, "kurasa karena kau bisa tahan jika aku tertidur, semestinya tidak masalah apakah aku datang untuk belajar pada waktu yang sama atau tidak. Selain itu, aku datang untuk belajar pagi-pagi sekali dan aku tidak tidak cukup tidur setiap hari. Melihatku seperti ini, tidakkah kau merasa sedikit menyesal atau bersalah atas keputusanmu sebelumnya?"

Ji Shizi tersenyum, "Apakah menurutmu aku merasa menyesal atau bersalah?"

".... Tidak juga."

Ji Shizi mengangguk, "Bagus kalau tahu." Ia meliriknya lagi dan berkata, "Diam saja, untuk apa? Kau bisa duduk lagi dan belajar yang giat."

Setelah ragu-ragu sejenak, Cheng Yu kembali ke mejanya, dan ketika ia membuka "Kisah Seribu Tahun Suku Huo Tu" karya Lao Hou, ia berjuang lagi, "Lalu bagaimana kalau aku datang ke ruang baca, satu atau setengah jam lebih lambat?" Ia menghela napas, "Sulit sekali untuk bangun pagi!"

Ji Shizi menunduk dan meminum teh, lalu menjawabnya dengan tenang, "Bukankah aku sudah memberitahumu untuk datang dan menegosiasikan persyaratan denganku setelah kau membaca buku di tanganmu?"

Arahan yang ditunjukkan Ji Shizi membuat Cheng Yu melihat secercah harapan untuk lepas dari lautan penderitaan.

Dalam dua hari berikutnya, ia tidak hanya menari seiring ayam berkokok, tetapi juga belajar dengan giat di ruang baca dan juga meminjam buku untuk belajar dengan keras. Untungnya, ada banyak pencahayaan di kediaman itu, tidak perlu sampai menggali dinding untuk mencuri cahaya.

Melihatnya seperti ini, Qing Ling memberinya petunjuk dengan geli, "Dasar bodoh, Shizi, ia sebenarnya tidak bermaksud supaya kau belajar, ia hanya ingin mencari alasan untuk membuatmu pergi belajar lebih awal; ia ingin kau membaca buku kuno Huo Tu, itu hanya lelucon. Kau baru mengenal bahasa Huo Tu, dan ia tahu bahwa tidak peduli seberapa pintarnya dirimu, kau tidak akan bisa membaca buku setebal itu dalam beberapa bulan, tetapi kau menanggapinya dengan serius."

Cheng Yu sedikit bingung dengan instruksi mendalam ini. Ia menggigit kuasnya dan melihat ke arah Qing Ling, "Kenapa ia ingin aku pergi ke ruang baca lebih awal? Apakah ada bedanya jika aku pergi ke ruang baca lebih awal dan lebih lambat?"

Qing Ling, yang sedang menghangatkan anggur di meja Ban Yue, tersenyum ketika mendengar ini dan mendorong cangkir daun teratai zamrud ke depan Cheng Yu. Di bawah cahaya lilin yang hangat, ia melihat batu giok itu tanpa cacat dan cangkir batu giok itu lembab ini adalah sesuatu yang sering dimainkan oleh Qing Ling.

Qing Ling mengatupkan bibirnya dan berkata, "Sebenarnya aku punya banyak peralatan minum, tetapi ini satu-satunya yang sering kau lihat aku nikmati. Kenapa?" Sebelum Cheng Yu sempat menjawab, ia sudah mengambil cangkir kosong itu dan meletakkan tangannya di jendela, sehingga cangkir batu giok di tangannya bisa bermandikan cahaya lilin dan juga cahaya bulan.

Ia melihat ke arah cangkir giok yang bahkan lebih hijau dan indah di bawah sinar bulan yang terang, "Karena aku paling menyukai cangkir ini. Menurutku cangkir ini memiliki ribuan keindahan dan ribuan rasa manis. Kelihatannya sama di bawah lampu, kelihatannya sama di bawah sinar bulan, dan sama di bawah sinar matahari. Melihatnya membuatku bahagia. Kuharap aku bisa melihatnya segera setelah aku membuka mataku." Ia memandang Cheng Yu sambil tersenyum, "Putri itu cerdas, aku mengatakan ini, Putri, apakah kau mengerti?"

Cheng Yu tercengang beberapa saat, "Apakah maksudmu karena Shizi sangat menyukaiku dan ingin bertemu denganku, ia memerintahkanku pergi ke ruang baca selatan lebih awal untuk menunjukkan kehadiranku?"

Qing Ling tersenyum dan berkata, "Putri sangat pintar."

Cheng Yu berbaring di atas meja dan merenung, "Aku berkomitmen untuk berteman baik dengannya. Jadi, kami sudah ... berteman baik? Apakah kami berteman?" Ia berpikir sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak, kalau kami berteman, harusnya seperti aku dan Xiao Li, aku bisa mengajaknya minum teh, nonton pertunjukan, berbelanja, dan makan buah, ngobrol dan bermain bergandengan tangan ....

"Kami semua memperlakukan satu sama lain dengan setara, tetapi Kakak Shizi dan aku ... apapun yang dikatakannya-lah yang berarti. Aku tidak bisa berpendapat atau membantah, dan aku tidak berani untuk mengajaknya minum teh, berbelanja, menonton dan makan buah, apalagi ngobrol dan bercanda bersama ...."

Qing Ling menopang pipinya dan menatapnya, "Kalau begitu, kau bisa mencoba membuat janji dengannya besok. Kalian bisa minum teh, menonton pertunjukan, berbelanja dan makan buah. Kalian akan membuat janji. Caramu memperlakukan Xiao Li adalah bagaimana caranya kau memperlakukannya," nada suaranya penuh semangat, "Kalau kau mau bercanda dengannya, kau bisa mencobanya besok."

Cheng Yu berpikir sejenak dan sedikit khawatir, "Kalau begitu, bukankah ia akan memukulku? Sebelumnya, suatu kali aku ingin mengobrol dengannya dan memintanya untuk datang. Ia mengatakan kepadaku bahwa kami tidak diperbolehkan mengobrol. Jika aku mengatakan satu kata lagi, seolah-olah ia akan menghajarku."

Qing Ling memandangi wajah kecilnya yang mengerut, dan tidak bisa menahan tawa, dan meyakinkannya, "Itu adalah masa lalu, tetapi ia tidak akan melakukannya besok." Lalu ia menambahkan dengan tatapan misterius, "Ia tidak akan melakukannya ke depannya." Melihat ekspresinya yang masih bingung, ia menambahkan, "Apakah kau ingin bertaruh denganku?" Ia melirik ke meja dan berkata, "Taruhan saja dengan cangkir daun teratai zamrud ini."

Cheng Yu menutup bukunya dan mengira ia terlalu familiar dengan kata "taruhan".

Kalau begitu, ayo bertaruh.

- Bersambung –

Tang Qi mengobrol:

Lian San: Apakah kau mengalami keterbelakangan mental?

Cheng Yu merasa sedih: Kenapa kau memarahiku?

Lian San: Begitu ia melihatmu, ia punya motif tersembunyi kepadamu. Kau masih mendekatinya tanpa berpikir, bukankah itu orang bodoh?

Cheng Yu: Kakak Lian San, bisakah hatimu menjadi lebih cerah? Jika Ji Shizi memiliki motif tersembunyi terhadapku, bagaimana denganmu yang menyentuh wajahku di setiap kesempatan? Setidaknya Ji Shizi tidak pernah menyentuh wajahku!

Lian San: Apa yang akan terjadi jika ia menyentuhnya?

Cheng Yu berkata dengan serius: Kalau begitu ia bukan pria sejati, aku akan memukulnya.

Lian San sedikit puas: Aku sesekali menyentuh wajahmu, tetapi kau tidak memukulku, yang berarti ia dan aku berbeda, kan?

Cheng Yu: En, kau berbeda Kakak Lian San, kau istimewa.

Hati Lian San tergerak: Bagaimana aku ... begitu istimewa?

Cheng Yu: Kau adalah kakakku, ia bukan.

Lian San:....

Cheng Yu: Kakak Lian San, ada apa denganmu?

Lian San: .... Jangan bicara, tinggalkan aku sendiri.

Tang Qi ingin mengatakan sesuatu: Kakak—sepertinya rintangan ini tidak bisa dilalui.

 

0 comments:

Posting Komentar