Consort of A Thousand Faces
Chapter 422 : Siapa
Kebingungan
muncul di mata Su Xi-er. Siapa itu? aku tidak kenal banyak wanita di
Bei Min. Ia bangkit berdiri dan menanyakan si pengawal, "Seperti
apa rupa gadis itu?"
"Menjawab Wang
Fei, ia bertubuh langsing, dan memiliki sepasang alis seperti pedang, juga
aura yang heroik." Pengawal itu menjawab dengan hormat. Karena mereka
adalah ciri yang khas pada seorang wanita, alis si pengunjung menjadi cirinya
yang paling diingat.
Mendengar
tentang alis seperti pedang yang heroik, Su Xi-er teringat akan seseorang—Mei
Jin Xiu. Bukankah ia ada di Nan Zhao? Apa dia datang ke Bei Min?
"Jadi,
itu dia. Aku akan keluar dan melihatnya." Su Xi-er berjalan keluar dari
ruangan.
Walaupun
Pei Qian Hao tidak mengetahui siapa wanita di luar sana, ia tidak bilang
apa-apa setelah melihat kepercayaan diri Su Xi-er. Ia cukup yakin pada Su
Xi-er, mengetahui bahwa wanita itu hanya akan keluar jika ia mengetahui siapa
itu.
***
Berbalut
gaun merah tua bertepi emas, keliman pakaiannya berkibar diterpa angin sewaktu
ia berjalan.
Di
luar pintu masuk kediaman, Su Xi-er melihat Mei Jin Xiu yang mengenakan pakaian
kasar. Sesuai dugaanku, memang dia.
Mei
Jin Xiu berteriak ketika ia melihat Su Xi-er. "Su Xi-er, baguslah karena
kau baik-baik saja!"
Saat
si pengawal mendengar Mei Jin Xiu memanggil Su Xi-er dengan namanya, ia
langsung menghardik, "Dasar wanita lancang! Bagaimana bisa kau secara
langsung memanggil Wang Fei dengan namanya?"
"Tidak
apa-apa, aku mengenalnya." Su Xi-er tersenyum pada si pengawal, kemudian
melihat ke arah Mei Jin Xiu. "Mari kita bicara di aula utama."
Mei
Jin Xiu mengangguk dan dengan cepat mengikuti Su Xi-er ke aula utama.
Memerhatikan punggung Su Xi-er, Mei Jin Xiu merasa bahwa ada yang berbeda
dengan aura orang itu. Dulu ia sangat cantik, tetapi sekarang, ada juga
pesona yang anggun pada dirinya. Aku tidak tahu apa itu; mungkin itu hanya aura
unik dari Hao Wang Fei.
Ruo
Yuan dan Hong Li sudah menunggu di samping aula utama, dan dibuat kaget ketika
mereka melihat Su Xi-er berjalan masuk bersama wanita lain. Siapa dia?
"Ruo
Yuan, Hong Li, cepat seduhkan satu teko teh yang bagus dan bawakan
kemari." Su Xi-er menginstruksikan mereka.
"Hamba
akan mengambilkannya sekarang." Ruo Yuan dan Hong Li menjawab dengan
hormat sebelum dengan cepat berjalan menuju ke halaman belakang, mengerti bahwa
mereka masih harus menunjukkan formalitas yang diperlukan di depan orang lain.
Mei
Jin Xiu memandangi Su Xi-er. Aku masih tidak terbiasa memanggilnya
'Wang Fei', tetapi tidak baik bagiku untuk memanggilnya langsung dengan
namanya.
Menyadari
kecanggungan Mei Jin Xiu, Su Xi-er tertawa terbahak-bahak. "Nona Mei, kau
memiliki kepribadian yang kasual dan blak-blakan. Semua orang di kediaman ini
ada di pihak kita, jadi kau boleh melepaskan formalitasnya."
Mei
Jin Xiu mengembuskan napas lega. "Melihat kalau kau baik-baik saja,
akhirnya aku bisa tenang. Aku tadinya berencana memberitahukanmu mengenai
kedatangan Pangeran Yun di Bei Min, tetapi aku bertemu dengan Commandery
Prince Xie di jalan. Ditipu olehnya, aku dikurung di kediamannya.
Semuanya berkat Commandery Princess, makanya aku berhasil
kabur."
Aku
tidak menyangka, Mei Jin Xiu mengalami sebanyak itu, bahkan sampai
ditangkap oleh Xie Yun. Melihat mata jernihnya, Su Xi-er dapat
mengetahui bahwa Mei Jin Xiu merasa cemas dengan sungguh-sungguh. "Nona
Mei, terima kasih banyak atas niat baikmu. Bagaimana keadaan klinik
pengobatanmu?"
Mei
Jin Xiu tertawa tak terkendali saat ia melambaikan tangannya. "Jangan
bicarakan soal itu. Kau sudah tahu tentang diriku yang membuatkan bubuk obat
untuk Pei An Ru itu, dan kau barangkali juga mengetahui bahwa Tuan Pei
memintaku untuk mengobati nona itu setelahnya. Namun, aku tidak berhasil
sepenuhnya menghilangkan efek dari bubuk itu, dan Tuan Pei menahanku di
Kediaman Pei. Setelah semua itu, dan kemudian tertangkap oleh Commandery
Prince Xie, masalah di klinikku sudah tertunda secara
signifikan."
Setelah
mendengarkan pengalaman Mei Jin Xiu, Su Xi-er tiba-tiba mengulurkan tangan
kanannya. "Nona Mei, aku mendadak kehilangan tenagaku kemarin, tetapi aku
tidak mengkonsumsi sesuatu selain sup kurma merah manis. Tolong bantu aku
periksa denyut nadiku."
Itu
adalah pertama kalinya Su Xi-er meminta bantuan Mei Jin Xiu, dan pastinya orang
itu setuju. Mei Jin Xiu langsung memeriksa denyut nadi Su Xi-er, dan dibuat
mengerutkan alisnya sambil berusaha membuat penilaian.
Saat
inilah, Yu Xiao datang sembari memegang sebatang rumput dari mulutnya dan botol
anggur berbentuk labu yang menggantung di pinggangnya. Ketika ia melihat
seorang wanita memeriksa denyut nadi Su Xi-er, ia segera menghampiri mereka.
"Wang Fei, apa Anda merasa tidak sehat?"
Mei
Jin Xiu memelototinya seketika. "Diam!" Ia berteriak kuat dengan
suara yang dingin.
Yu
Xiao belum pernah diteriaki orang dengan cara seperti itu, dan batang rumput
yang layu di mulutnya nyaris saja jatuh ke tanah. Akan tetapi, ia tidak mau
kalah, dan mendengus dingin. "Raut wajah Wang Fei tampak
lumayan bagus; semestinya tidak ada masalah dengannya."
"Nona
Mei, apa ada yang salah?" Su Xi-er dapat mengetahui dari ekspresi Mei Jin
Xiu bahwa orang itu sudah menyadari sesuatu.
"Apa
kau mencium wewangian yang aneh sebelum meminum sup kurma merah manis?"
Mei Jin Xiu menarik tangannya dan bertanya dengan serius.
Su
Xi-er merenunginya dengan cermat. Wewangian yang aneh ... Aku tidak
mencium apa-apa sebelum meminum sup kemarin malam, kan?
"Keahlianku
adalah berurusan dengan tanaman-tanaman aneh. Biarkan aku memeriksa denyut
nadi Wang Fei." Yu Xiao dengan cepat mengulurkan tangannya
untuk merasakan denyut nadi Su Xi-er.
Sadar
akan pengetahuan Yu Xiao dalam tanaman yang aneh, Su Xi-er tidak
menghentikannya. Namun, sayang sekali, karena Pei Qian Hao kebetulan datang,
menyaksikan adegan ini, menyebabkan matanya mendalam.
Walaupun
Yu Xiao masih belum cukup umur, ia tetaplah seorang pria!
Yu
Xiao berkedip, masih belum mendeteksi tatapan dingin yang telah terkunci
padanya. "Tidak mungkin; Bei Min seharusnya tidak punya pohon semacam ini.
Aroma ini dari pohon yang berasal dari kerajaan Xi Liu."
Dengan
pengingatnya, kesadaran menghampiri Mei Jin Xiu. "Aku tahu! Apa kau
mencium semacam wewangian dari tumbuhan? Semestinya mirip dengan aroma daun
pepohonan."
Su
Xi-er langsung mengerti alasan Situ Li berkonsultasi padanya tentang Aksara Lan
di hari itu. Memang ada aroma sesuatu yang mirip daun pohon setelah
membuka buku salinan itu.
Ekspresi
Yu Xiao berubah muram. "Siapa yang seberani itu membiarkan Anda mengendus
wewangian semacam itu? Walaupun tidak berbahaya jika sendirian, itu dapat
menyebabkan seseorang kehilangan tenaga mereka selama sepuluh jam ketika
dipadukan dengan kurma merah. Orang semacam ini terlalu mengerikan; bagaimana
bisa Anda menghabiskan malam pengantin dengan Pangeran Hao jika Anda tidak
punya tenaga?"
(T/N
: Ya ampun Yu Xiao, ga kesitu masalahnya, dek. Wkwk.)
Pei
Qian Hao memilih saat ini untuk berhenti tepat di belakang Yu Xiao dan berkata,
"Bukannya pergi ke pergola bunga, kau datang kemari untuk membahas masalah
malam pengantin Pangeran ini."
Yu
Xiao merinding ketika suara rendah dan dalam Pei Qian Hao mengalir ke dalam
telinganya. Ekspresinya bersalah ketika ia berbalik, seolah ia sudah tertangkap
basah.
Su
Xi-er menatap Pei Qian Hao sebelum bertanya, "Apakah Pangeran Kekaisaran
Ketiga pernah ke Xi Liu?" Ia tahu bahwa Xi Liu memiliki berbagai macam
tumbuh-tumbuhan aneh dengan aroma yang unik.
Pangeran
Kekaisaran Ketiga pastinya telah menambahkan aroma itu ke buku salinan Aksara
Lan. Ia tahu efeknya ketika dipadukan dengan sup kurma merah manis. Karena itu
tidak membahayakan nyawa seseorang, dan dengan cepat menghilang, sudah jelas
kalau ini direncanakan guna membantu Yun Ruo Feng untuk menculikku.
Mendengar
pertanyaan Su Xi-er, semua kepingan yang membingungkan pun menyatu bagi Pei
Qian Hao.
Jika
itu masalahnya, Situ Li tidak boleh tetap berada di ibu kota. Terlepas dari
siapa pun itu, selama seseorang mengusikku, aku tidak akan melepaskan
mereka! Terlebih lagi, mereka bahkan mengusik wanitaku!
Pada
akhirnya, ia berujar dengan suara yang dalam. "Pangeran ini akan menangani
masalah ini."
Mei
Jin Xiu memandangi Pei Qian Hao. Terbuka dan adil, dengan aura yang
tangguh dan pantang menyerah. Semua kualitas yang luar biasa dari seorang pria,
dapat ditemukan pada dirinya.
"Pangeran
Hao, aku tidak punya tabib wanita untuk merawatku. Mengapa tidak izinkan Nona
Mei untuk mengambil posisi itu?" Su Xi-er menyarankan.
Pei
Qian Hao menggenggam tangannya, suaranya langsung menjadi lebih lembut.
"Terserah padamu saja." Kemudian, ia melihat ke arah Mei Jin Xiu.
"Pangeran ini akan memberikanmu sejumlah besar perak untuk menjadi tabib
wanita eksklusif Wang Fei. Apa kau bersedia?"
(T/N
: Yey, Mbak Mei bergabung dalam tim power rangernya Su Xi-er!)

0 comments:
Posting Komentar