Jumat, 03 Juli 2026

CTF - Chapter 422

Consort of A Thousand Faces

Chapter 422 : Siapa


Kebingungan muncul di mata Su Xi-er. Siapa itu? aku tidak kenal banyak wanita di Bei Min. Ia bangkit berdiri dan menanyakan si pengawal, "Seperti apa rupa gadis itu?"

"Menjawab Wang Fei, ia bertubuh langsing, dan memiliki sepasang alis seperti pedang, juga aura yang heroik." Pengawal itu menjawab dengan hormat. Karena mereka adalah ciri yang khas pada seorang wanita, alis si pengunjung menjadi cirinya yang paling diingat.

Mendengar tentang alis seperti pedang yang heroik, Su Xi-er teringat akan seseorang—Mei Jin Xiu. Bukankah ia ada di Nan Zhao? Apa dia datang ke Bei Min?

"Jadi, itu dia. Aku akan keluar dan melihatnya." Su Xi-er berjalan keluar dari ruangan.

Walaupun Pei Qian Hao tidak mengetahui siapa wanita di luar sana, ia tidak bilang apa-apa setelah melihat kepercayaan diri Su Xi-er. Ia cukup yakin pada Su Xi-er, mengetahui bahwa wanita itu hanya akan keluar jika ia mengetahui siapa itu.

***

Berbalut gaun merah tua bertepi emas, keliman pakaiannya berkibar diterpa angin sewaktu ia berjalan.

Di luar pintu masuk kediaman, Su Xi-er melihat Mei Jin Xiu yang mengenakan pakaian kasar. Sesuai dugaanku, memang dia.

Mei Jin Xiu berteriak ketika ia melihat Su Xi-er. "Su Xi-er, baguslah karena kau baik-baik saja!"

Saat si pengawal mendengar Mei Jin Xiu memanggil Su Xi-er dengan namanya, ia langsung menghardik, "Dasar wanita lancang! Bagaimana bisa kau secara langsung memanggil Wang Fei dengan namanya?"

"Tidak apa-apa, aku mengenalnya." Su Xi-er tersenyum pada si pengawal, kemudian melihat ke arah Mei Jin Xiu. "Mari kita bicara di aula utama."

Mei Jin Xiu mengangguk dan dengan cepat mengikuti Su Xi-er ke aula utama. Memerhatikan punggung Su Xi-er, Mei Jin Xiu merasa bahwa ada yang berbeda dengan aura orang itu. Dulu ia sangat cantik, tetapi sekarang, ada juga pesona yang anggun pada dirinya. Aku tidak tahu apa itu; mungkin itu hanya aura unik dari Hao Wang Fei.

Ruo Yuan dan Hong Li sudah menunggu di samping aula utama, dan dibuat kaget ketika mereka melihat Su Xi-er berjalan masuk bersama wanita lain. Siapa dia?

"Ruo Yuan, Hong Li, cepat seduhkan satu teko teh yang bagus dan bawakan kemari." Su Xi-er menginstruksikan mereka.

"Hamba akan mengambilkannya sekarang." Ruo Yuan dan Hong Li menjawab dengan hormat sebelum dengan cepat berjalan menuju ke halaman belakang, mengerti bahwa mereka masih harus menunjukkan formalitas yang diperlukan di depan orang lain.

Mei Jin Xiu memandangi Su Xi-er. Aku masih tidak terbiasa memanggilnya 'Wang Fei', tetapi tidak baik bagiku untuk memanggilnya langsung dengan namanya.

Menyadari kecanggungan Mei Jin Xiu, Su Xi-er tertawa terbahak-bahak. "Nona Mei, kau memiliki kepribadian yang kasual dan blak-blakan. Semua orang di kediaman ini ada di pihak kita, jadi kau boleh melepaskan formalitasnya."

Mei Jin Xiu mengembuskan napas lega. "Melihat kalau kau baik-baik saja, akhirnya aku bisa tenang. Aku tadinya berencana memberitahukanmu mengenai kedatangan Pangeran Yun di Bei Min, tetapi aku bertemu dengan Commandery Prince Xie di jalan. Ditipu olehnya, aku dikurung di kediamannya. Semuanya berkat Commandery Princess, makanya aku berhasil kabur."

Aku tidak menyangka, Mei Jin Xiu mengalami sebanyak itu, bahkan sampai ditangkap oleh Xie Yun. Melihat mata jernihnya, Su Xi-er dapat mengetahui bahwa Mei Jin Xiu merasa cemas dengan sungguh-sungguh. "Nona Mei, terima kasih banyak atas niat baikmu. Bagaimana keadaan klinik pengobatanmu?"

Mei Jin Xiu tertawa tak terkendali saat ia melambaikan tangannya. "Jangan bicarakan soal itu. Kau sudah tahu tentang diriku yang membuatkan bubuk obat untuk Pei An Ru itu, dan kau barangkali juga mengetahui bahwa Tuan Pei memintaku untuk mengobati nona itu setelahnya. Namun, aku tidak berhasil sepenuhnya menghilangkan efek dari bubuk itu, dan Tuan Pei menahanku di Kediaman Pei. Setelah semua itu, dan kemudian tertangkap oleh Commandery Prince Xie, masalah di klinikku sudah tertunda secara signifikan."

Setelah mendengarkan pengalaman Mei Jin Xiu, Su Xi-er tiba-tiba mengulurkan tangan kanannya. "Nona Mei, aku mendadak kehilangan tenagaku kemarin, tetapi aku tidak mengkonsumsi sesuatu selain sup kurma merah manis. Tolong bantu aku periksa denyut nadiku."

Itu adalah pertama kalinya Su Xi-er meminta bantuan Mei Jin Xiu, dan pastinya orang itu setuju. Mei Jin Xiu langsung memeriksa denyut nadi Su Xi-er, dan dibuat mengerutkan alisnya sambil berusaha membuat penilaian.

Saat inilah, Yu Xiao datang sembari memegang sebatang rumput dari mulutnya dan botol anggur berbentuk labu yang menggantung di pinggangnya. Ketika ia melihat seorang wanita memeriksa denyut nadi Su Xi-er, ia segera menghampiri mereka. "Wang Fei, apa Anda merasa tidak sehat?"

Mei Jin Xiu memelototinya seketika. "Diam!" Ia berteriak kuat dengan suara yang dingin.

Yu Xiao belum pernah diteriaki orang dengan cara seperti itu, dan batang rumput yang layu di mulutnya nyaris saja jatuh ke tanah. Akan tetapi, ia tidak mau kalah, dan mendengus dingin. "Raut wajah Wang Fei tampak lumayan bagus; semestinya tidak ada masalah dengannya."

"Nona Mei, apa ada yang salah?" Su Xi-er dapat mengetahui dari ekspresi Mei Jin Xiu bahwa orang itu sudah menyadari sesuatu.

"Apa kau mencium wewangian yang aneh sebelum meminum sup kurma merah manis?" Mei Jin Xiu menarik tangannya dan bertanya dengan serius.

Su Xi-er merenunginya dengan cermat. Wewangian yang aneh ... Aku tidak mencium apa-apa sebelum meminum sup kemarin malam, kan?

"Keahlianku adalah berurusan dengan tanaman-tanaman aneh. Biarkan aku memeriksa denyut nadi Wang Fei." Yu Xiao dengan cepat mengulurkan tangannya untuk merasakan denyut nadi Su Xi-er.

Sadar akan pengetahuan Yu Xiao dalam tanaman yang aneh, Su Xi-er tidak menghentikannya. Namun, sayang sekali, karena Pei Qian Hao kebetulan datang, menyaksikan adegan ini, menyebabkan matanya mendalam.

Walaupun Yu Xiao masih belum cukup umur, ia tetaplah seorang pria!

Yu Xiao berkedip, masih belum mendeteksi tatapan dingin yang telah terkunci padanya. "Tidak mungkin; Bei Min seharusnya tidak punya pohon semacam ini. Aroma ini dari pohon yang berasal dari kerajaan Xi Liu."

Dengan pengingatnya, kesadaran menghampiri Mei Jin Xiu. "Aku tahu! Apa kau mencium semacam wewangian dari tumbuhan? Semestinya mirip dengan aroma daun pepohonan."

Su Xi-er langsung mengerti alasan Situ Li berkonsultasi padanya tentang Aksara Lan di hari itu. Memang ada aroma sesuatu yang mirip daun pohon setelah membuka buku salinan itu.

Ekspresi Yu Xiao berubah muram. "Siapa yang seberani itu membiarkan Anda mengendus wewangian semacam itu? Walaupun tidak berbahaya jika sendirian, itu dapat menyebabkan seseorang kehilangan tenaga mereka selama sepuluh jam ketika dipadukan dengan kurma merah. Orang semacam ini terlalu mengerikan; bagaimana bisa Anda menghabiskan malam pengantin dengan Pangeran Hao jika Anda tidak punya tenaga?"

(T/N : Ya ampun Yu Xiao, ga kesitu masalahnya, dek. Wkwk.)

Pei Qian Hao memilih saat ini untuk berhenti tepat di belakang Yu Xiao dan berkata, "Bukannya pergi ke pergola bunga, kau datang kemari untuk membahas masalah malam pengantin Pangeran ini."

Yu Xiao merinding ketika suara rendah dan dalam Pei Qian Hao mengalir ke dalam telinganya. Ekspresinya bersalah ketika ia berbalik, seolah ia sudah tertangkap basah.

Su Xi-er menatap Pei Qian Hao sebelum bertanya, "Apakah Pangeran Kekaisaran Ketiga pernah ke Xi Liu?" Ia tahu bahwa Xi Liu memiliki berbagai macam tumbuh-tumbuhan aneh dengan aroma yang unik.

Pangeran Kekaisaran Ketiga pastinya telah menambahkan aroma itu ke buku salinan Aksara Lan. Ia tahu efeknya ketika dipadukan dengan sup kurma merah manis. Karena itu tidak membahayakan nyawa seseorang, dan dengan cepat menghilang, sudah jelas kalau ini direncanakan guna membantu Yun Ruo Feng untuk menculikku.

Mendengar pertanyaan Su Xi-er, semua kepingan yang membingungkan pun menyatu bagi Pei Qian Hao.

Jika itu masalahnya, Situ Li tidak boleh tetap berada di ibu kota. Terlepas dari siapa pun itu, selama seseorang mengusikku, aku tidak akan melepaskan mereka! Terlebih lagi, mereka bahkan mengusik wanitaku!

Pada akhirnya, ia berujar dengan suara yang dalam. "Pangeran ini akan menangani masalah ini."

Mei Jin Xiu memandangi Pei Qian Hao. Terbuka dan adil, dengan aura yang tangguh dan pantang menyerah. Semua kualitas yang luar biasa dari seorang pria, dapat ditemukan pada dirinya.

"Pangeran Hao, aku tidak punya tabib wanita untuk merawatku. Mengapa tidak izinkan Nona Mei untuk mengambil posisi itu?" Su Xi-er menyarankan.

Pei Qian Hao menggenggam tangannya, suaranya langsung menjadi lebih lembut. "Terserah padamu saja." Kemudian, ia melihat ke arah Mei Jin Xiu. "Pangeran ini akan memberikanmu sejumlah besar perak untuk menjadi tabib wanita eksklusif Wang Fei. Apa kau bersedia?"

(T/N : Yey, Mbak Mei bergabung dalam tim power rangernya Su Xi-er!)

 

0 comments:

Posting Komentar