Jumat, 03 Juli 2026

CTF - Chapter 423

Consort of A Thousand Faces

Chapter 423 : Adik Ipar Pangeran Hao


Mei Jin Xiu merenung. Dengan perak itu, aku bisa membangun koneksi sebelum kembali ke Nan Zhao untuk merebut kembali Keluarga Mei!

Ia segera mengangguk. "Aku bersedia, tetapi aku tidak akan tinggal di sini selamanya. Aku harus kembali ke Nan Zhao dan mengambil kembali rumahku!"

Su Xi-er tersenyum samar. "Kedua tujuan itu tidak saling bertentangan. Selama kau menjalankan tugasmu dengan benar mulai sekarang, kita akan melupakan yang sudah-sudah."

Mei Jin Xiu tentunya memahami apa yang dimaksud Su Xi-er, dan ia merasa malu hanya dengan menyebutkannya.

"Wang Fei, baguslah karena Anda telah memaafkanku. Aku terlalu arogan dan susah diatur dulu, tetapi aku pasti akan menjalankan tugasku dengan benar mulai dari sekarang."

Sementara itu, Yu Xiao tidak paham, konflik apa yang mereka miliki.

"Yu Xiao, ikuti Nona Mei kembali ke klinik pengobatannya sehingga ia dapat mengemasi barang-barangnya dan dengan cepat masuk kediaman." Pei Qian Hao menginstruksikan Yu Xiao sebelum menggandeng tangan Su Xi-er selagi mereka berangkat.

Ini meninggalkan Yu Xiao dan Mei Jin Xiu yang saling melotot, hingga akhirnya Mei Jin Xiu mendengus. "Kau hanyalah seorang bocah. Aku tidak akan berdebat denganmu." Kemudian, ia pun berlalu.

"Siapa yang bocah? Berdiri di sini dan katakan yang jelas!" Ya ampun, aku akan cukup umur hanya dalam tiga tahun. Selain itu, aku lebih tinggi satu kepala darinya, tetapi ia masih memanggilku bocah!

Menyaksikan sosok mereka yang pergi, tanpa sadar, sudut mulut Su Xi-er pun terangkat.

"Pangeran ini akan membantumu memakaikan perbannya." Pei Qian Hao menggulung lengan bajunya dan menuangkan bubuk bunga Ling Rui di tangan Su Xi-er sebelum menggunakan sepotong kain putih untuk membalut lukanya.

Su Xi-er mengangkat kepala dan tersenyum padanya. "Reputasimu mendahului dirimu. Saat dulu orang mendengar namamu, kesan pertama mereka adalah bahwa kau adalah pria yang dingin dan tak berperasaan, yang tanpa ampun dalam tindakanmu."

"Kau bahkan belum bertemu Pangeran ini dulu, dan kau sudah memercayai rumornya?" Pei Qian Hao segera mempertanyakan.

"Aku menuliskan beberapa surat padamu, untuk mengundangmu ke perjamuan kerajaan Nan Zhao dulu, tetapi kau tidak pernah repot-repot menghadirinya. Bagaimana itu bukan tidak berperasaan?" Su Xi-er mengangkat alisnya, matanya tampak cerah.

Pei Qian Hao membungkuk dan memeluknya, menjawab dengan lembut, "Pangeran ini menyesal menolak undanganmu dulu. Kalau aku pergi, kau mungkin sudah menjadi Hao Wang Fei." Dan kau tidak perlu menderita begitu banyak rintangan, terperangkap di dalam penjara, mengalami kematian tragis dayangmu, mendapatkan panah di jantung, dan mati dengan sangat mengenaskan. Ia mengatakan sisanya dalam hatinya.

"Jika kau pergi ke Nan Zhao, apa kau sungguh akan menyukaiku? Aku penasaran, siapa yang dengan jelasnya mengatakan, 'Pangeran ini hanya menyukai wanita lemah. Tidak ada pria yang menyukai wanita seberkemauan keras seperti itu'." Su Xi-er mendengus, masih mengingat ucapan Pei Qian Hao.

Pei Qian Hao menggosok-gosokkan dahinya di dahi Su Xi-er. "Kau benar-benar pendendam. Kalau begitu, kenapa kau tidak menghukum Pangeran ini?" Ia teringat bahwa ia pernah menghukum Su Xi-er beberapa kali ketika ia masih seorang dayang di Istana Samping. Aku akan membiarkannya menghukumku hari ini.

"Tentu saja aku harus menghukummu." Su Xi-er mendorong pundaknya. "Katakan sesuatu yang menyenangkan."

Wanita suka mendengarkan kata-kata manis.

Melihat bagaimana ia menantikannya, Pei Qian Hao menepuk kepalanya. "Pangeran ini sanggup memprediksi segalanya, tetapi kaulah satu-satunya pengecualian. Aku tidak menduga bahwa, jauh di lubuk hatiku, bagaimanapun juga, aku tetap menyukai seorang wanita yang berkemauan kuat."

Su Xi-er merasa sangat senang, tawa seperti bunyi loncengnya pun lolos dari bibirnya. Ruo Yuan kembali membawakan teko teh, tetapi membeku ketika ia mendengar suara tawa gembira dari aula utama. Mengintip ke dalam, ia berbalik saat ia melihat Pei Qian Hao dan Su Xi-er sedang berpelukan. Mungkin tidak seharusnya aku masuk ke dalam.

Oleh karenanya, Ruo Yuan berdiri di luar aula utama dan memejamkan mata sambil berekspresi serius. Di lain pihak, Hong Li tidak yakin apakah ia mesti tertawa atau menangis ketika ia melihat temannya dalam keadaan begini.

Melihat Ruo Yuan, Su Xi-er menepuk Pei Qian Hao. "Ruo Yuan membawakan teh."

Pei Qian Hao berdiri dan berbalik, tidak tahan untuk berkomentar saat ia melihat penampilan Ruo Yuan sekarang ini. "Gadis gemuk itu agak bodoh, tetapi lumayan manis. Mengapa Pangeran ini tidak membuat keputusan untuk menjodohkannya dengan Wu Ling hari ini?"

"Kau suka menjadi makcomblang sekarang?" Su Xi-er berdiri dan meliriknya sebelum menginstruksikan Ruo Yuan, "Bawa masuk tehnya."

Ruo Yuan langsung membuka matanya, tetapi sedikit gemetar setelah melihat Pei Qian Hao, dan baru masuk ke dalam setelah Hong Li mendorongnya.

"Wang Fei, tehnya di sini. Biarkan hamba membantu Anda menuangkannya."

"Tidak apa-apa Ruo Yuan, aku bisa melakukannya sendiri. Selain itu, kau tidak perlu bersikap seformal itu di depan Pangeran Hao." Su Xi-er berkata sambil tersenyum.

Ruo Yuan tercengang untuk sesaat, tetapi dengan cepat kembali normal dan menampilkan senyuman konyol. "Formalitas tetap dibutuhkan. Hamba memahami ini setelah tinggal di istana selama bertahun-tahun."

Karakter budaknya yang berkembang selama bertahun-tahun, tidak akan berubah dalam semalam. Su Xi-er tidak berkomentar lebih jauh sebelum menoleh pada Pei Qian Hao. "Kau tidak perlu masuk istana hari ini?"

"Pangeran ini baru saja menikah kemarin, dan aku sudah harus masuk istana?" Suara Pei Qian Hao main-main selagi ia mengangkat satu tangan untuk menarik beberapa helai rambutnya yang terurai ke belakang telinga Su Xi-er.

Pernikahan baru kemarin; tentu saja aku harus menemani si pengantin wanita yang cantik. Urusan lain dapat menunggu setelah aku membujuknya untuk tidur.

Hong Li lebih cepat tanggap dan segera berkata, "Menurut adat Bei Min, selain dari Kaisar, yang lainnya boleh istirahat di rumah sehari setelah pesta pernikahan." Pengetahuan yang kudapatkan dari membaca buku akhirnya berguna.

Mau tak mau, Su Xi-er berpikir, ada banyak perbedaan antara adat istiadat Bei Min dan Nan Zhao, beberapa dari mereka, betul-betul berbeda. Sebagai contohnya, semua orang harus menghadiri pertemuan mahkamah, sehari setelah pernikahan di Nan Zhao.

Di saat inilah, ada pengawal yang masuk ke dalam ruangan untuk melaporkan, "Pangeran Hao, Kaisar Nan Zhao ada di luar kediaman, dan meminta untuk bertemu."

Wajah Su Xi-er berbinar penuh suka cita kala ia mendengar kalau Ning Lian Chen sudah datang. Aku tidak perlu lagi menekan kegiranganku sekarang, karena Pei Qian Hao sudah mengetahui tentang indentitasku yang sebelumnya.

Mendengarkan kalau tamunya adalah adik iparnya, Pei Qian Hao segera melambaikan tangannya pada si pengawal. "Cepat bawa masuk Kaisar Nan Zhao." Ia terdiam sejenak sebelum melihat ke arah Ruo Yuan dan Hong Li. "Kalian berdua, pergi ke halaman belakang."

"Hamba mematuhi perintah." Ruo Yuan dan Hong Li membungkuk dan mundur dari aula utama.

Tak lama kemudian, pengawal membimbing Ning Lian Chen ke aula utama. Setelah pengawalnya mundur, Ning Lian Chen memandang ke arah Su Xi-er dan melepaskan semua topengnya. "Kakak Perempuan."

Su Xi-er mengangguk berulang kali sewaktu ia berjalan maju untuk meraih tangannya. "Lian Chen, Yun Ruo Feng pasti mati setelah jatuh dari tebing itu, tetapi berapa lama kau bisa tinggal di Bei Min?" Ia tahu bahwa, meskipun Yun Ruo Feng sudah mati, akan ada beberapa pengaruhnya yang tersisa di Nan Zhao. Sebagai Kaisar, Ning Lian Chen harus dengan cepat kembali, demi menangani urusan dan menstabilkan keadaan.

Ning Lian Chen menepuk tangannya. "Kakak Perempuan, aku harus kembali hari ini. Tadinya, aku ingin tinggal beberapa hari lagi, tetapi ada beberapa hal yang membutuhkan kehadiranku sesegera mungkin di Nan Zhao. Aku akan datang lagi untuk mengunjungimu setelah masalah mahkamah distabilkan."

Suara mengesankan seorang pria mendadak terdengar. "Pangeran ini akan membantumu mendapatkan kembali pengaruh yang telah dikendalikan Pangeran Yun. Ia memegang pengaruh militer, dan banyak dari mereka yang cenderung lebih terang-terangan dan loyal kepada majikan mereka. Orang-orang semacam ini, memerlukan lebih banyak usaha untuk dimenangkan."

Ning Lian Chen mengangguk. Dengan bantuan Pangeran Hao, aku bisa mendapatkan kembali otoritasku dan menguatkan dasar kekuatanku di Nan Zhao dalam waktu kurang dari beberapa hari.

"Pangeran ini juga harus mengingatkanmu bahwa, dengan kekuasaan yang besar, datanglah tanggung jawab yang besar. Kau tidak boleh ceroboh dan gagal menjalankan statusmu." Pei Qian Hao menasihati dingin dengan ekspresi yang serius. Kau tidak boleh ceroboh sedikit pun dalam masalah mahkamah.

 

0 comments:

Posting Komentar