Consort of A Thousand Faces
Chapter 423 : Adik Ipar Pangeran Hao
Mei
Jin Xiu merenung. Dengan perak itu, aku bisa membangun koneksi sebelum
kembali ke Nan Zhao untuk merebut kembali Keluarga Mei!
Ia
segera mengangguk. "Aku bersedia, tetapi aku tidak akan tinggal di sini selamanya.
Aku harus kembali ke Nan Zhao dan mengambil kembali rumahku!"
Su
Xi-er tersenyum samar. "Kedua tujuan itu tidak saling bertentangan. Selama
kau menjalankan tugasmu dengan benar mulai sekarang, kita akan melupakan yang
sudah-sudah."
Mei
Jin Xiu tentunya memahami apa yang dimaksud Su Xi-er, dan ia merasa malu hanya
dengan menyebutkannya.
"Wang
Fei, baguslah karena Anda telah memaafkanku. Aku terlalu arogan dan susah
diatur dulu, tetapi aku pasti akan menjalankan tugasku dengan benar mulai dari
sekarang."
Sementara
itu, Yu Xiao tidak paham, konflik apa yang mereka miliki.
"Yu
Xiao, ikuti Nona Mei kembali ke klinik pengobatannya sehingga ia dapat
mengemasi barang-barangnya dan dengan cepat masuk kediaman." Pei Qian Hao
menginstruksikan Yu Xiao sebelum menggandeng tangan Su Xi-er selagi mereka
berangkat.
Ini
meninggalkan Yu Xiao dan Mei Jin Xiu yang saling melotot, hingga akhirnya Mei
Jin Xiu mendengus. "Kau hanyalah seorang bocah. Aku tidak akan berdebat
denganmu." Kemudian, ia pun berlalu.
"Siapa
yang bocah? Berdiri di sini dan katakan yang jelas!" Ya ampun, aku
akan cukup umur hanya dalam tiga tahun. Selain itu, aku lebih tinggi satu
kepala darinya, tetapi ia masih memanggilku bocah!
Menyaksikan
sosok mereka yang pergi, tanpa sadar, sudut mulut Su Xi-er pun terangkat.
"Pangeran
ini akan membantumu memakaikan perbannya." Pei Qian Hao menggulung lengan
bajunya dan menuangkan bubuk bunga Ling Rui di tangan Su Xi-er sebelum
menggunakan sepotong kain putih untuk membalut lukanya.
Su
Xi-er mengangkat kepala dan tersenyum padanya. "Reputasimu mendahului
dirimu. Saat dulu orang mendengar namamu, kesan pertama mereka adalah bahwa kau
adalah pria yang dingin dan tak berperasaan, yang tanpa ampun dalam
tindakanmu."
"Kau
bahkan belum bertemu Pangeran ini dulu, dan kau sudah memercayai
rumornya?" Pei Qian Hao segera mempertanyakan.
"Aku
menuliskan beberapa surat padamu, untuk mengundangmu ke perjamuan kerajaan Nan
Zhao dulu, tetapi kau tidak pernah repot-repot menghadirinya. Bagaimana itu
bukan tidak berperasaan?" Su Xi-er mengangkat alisnya, matanya tampak
cerah.
Pei
Qian Hao membungkuk dan memeluknya, menjawab dengan lembut, "Pangeran ini
menyesal menolak undanganmu dulu. Kalau aku pergi, kau mungkin sudah menjadi
Hao Wang Fei." Dan kau tidak perlu menderita begitu banyak
rintangan, terperangkap di dalam penjara, mengalami kematian tragis dayangmu,
mendapatkan panah di jantung, dan mati dengan sangat mengenaskan. Ia
mengatakan sisanya dalam hatinya.
"Jika
kau pergi ke Nan Zhao, apa kau sungguh akan menyukaiku? Aku penasaran, siapa
yang dengan jelasnya mengatakan, 'Pangeran ini hanya menyukai wanita lemah.
Tidak ada pria yang menyukai wanita seberkemauan keras seperti itu'." Su
Xi-er mendengus, masih mengingat ucapan Pei Qian Hao.
Pei
Qian Hao menggosok-gosokkan dahinya di dahi Su Xi-er. "Kau benar-benar
pendendam. Kalau begitu, kenapa kau tidak menghukum Pangeran ini?" Ia
teringat bahwa ia pernah menghukum Su Xi-er beberapa kali ketika ia masih
seorang dayang di Istana Samping. Aku akan membiarkannya menghukumku
hari ini.
"Tentu
saja aku harus menghukummu." Su Xi-er mendorong pundaknya. "Katakan
sesuatu yang menyenangkan."
Wanita
suka mendengarkan kata-kata manis.
Melihat
bagaimana ia menantikannya, Pei Qian Hao menepuk kepalanya. "Pangeran ini
sanggup memprediksi segalanya, tetapi kaulah satu-satunya pengecualian. Aku
tidak menduga bahwa, jauh di lubuk hatiku, bagaimanapun juga, aku tetap
menyukai seorang wanita yang berkemauan kuat."
Su
Xi-er merasa sangat senang, tawa seperti bunyi loncengnya pun lolos dari
bibirnya. Ruo Yuan kembali membawakan teko teh, tetapi membeku ketika ia
mendengar suara tawa gembira dari aula utama. Mengintip ke dalam, ia berbalik
saat ia melihat Pei Qian Hao dan Su Xi-er sedang berpelukan. Mungkin
tidak seharusnya aku masuk ke dalam.
Oleh
karenanya, Ruo Yuan berdiri di luar aula utama dan memejamkan mata sambil
berekspresi serius. Di lain pihak, Hong Li tidak yakin apakah ia mesti tertawa
atau menangis ketika ia melihat temannya dalam keadaan begini.
Melihat
Ruo Yuan, Su Xi-er menepuk Pei Qian Hao. "Ruo Yuan membawakan teh."
Pei
Qian Hao berdiri dan berbalik, tidak tahan untuk berkomentar saat ia melihat
penampilan Ruo Yuan sekarang ini. "Gadis gemuk itu agak bodoh, tetapi
lumayan manis. Mengapa Pangeran ini tidak membuat keputusan untuk menjodohkannya
dengan Wu Ling hari ini?"
"Kau
suka menjadi makcomblang sekarang?" Su Xi-er berdiri dan meliriknya
sebelum menginstruksikan Ruo Yuan, "Bawa masuk tehnya."
Ruo
Yuan langsung membuka matanya, tetapi sedikit gemetar setelah melihat Pei Qian
Hao, dan baru masuk ke dalam setelah Hong Li mendorongnya.
"Wang
Fei, tehnya di sini. Biarkan hamba membantu Anda menuangkannya."
"Tidak
apa-apa Ruo Yuan, aku bisa melakukannya sendiri. Selain itu, kau tidak perlu
bersikap seformal itu di depan Pangeran Hao." Su Xi-er berkata sambil
tersenyum.
Ruo
Yuan tercengang untuk sesaat, tetapi dengan cepat kembali normal dan
menampilkan senyuman konyol. "Formalitas tetap dibutuhkan. Hamba memahami
ini setelah tinggal di istana selama bertahun-tahun."
Karakter
budaknya yang berkembang selama bertahun-tahun, tidak akan berubah dalam
semalam.
Su Xi-er tidak berkomentar lebih jauh sebelum menoleh pada Pei Qian Hao.
"Kau tidak perlu masuk istana hari ini?"
"Pangeran
ini baru saja menikah kemarin, dan aku sudah harus masuk istana?" Suara
Pei Qian Hao main-main selagi ia mengangkat satu tangan untuk menarik beberapa
helai rambutnya yang terurai ke belakang telinga Su Xi-er.
Pernikahan
baru kemarin; tentu saja aku harus menemani si pengantin wanita yang cantik.
Urusan lain dapat menunggu setelah aku membujuknya untuk tidur.
Hong
Li lebih cepat tanggap dan segera berkata, "Menurut adat Bei Min, selain
dari Kaisar, yang lainnya boleh istirahat di rumah sehari setelah pesta
pernikahan." Pengetahuan yang kudapatkan dari membaca buku akhirnya
berguna.
Mau
tak mau, Su Xi-er berpikir, ada banyak perbedaan antara adat istiadat
Bei Min dan Nan Zhao, beberapa dari mereka, betul-betul berbeda. Sebagai
contohnya, semua orang harus menghadiri pertemuan mahkamah, sehari setelah
pernikahan di Nan Zhao.
Di
saat inilah, ada pengawal yang masuk ke dalam ruangan untuk melaporkan,
"Pangeran Hao, Kaisar Nan Zhao ada di luar kediaman, dan meminta untuk
bertemu."
Wajah
Su Xi-er berbinar penuh suka cita kala ia mendengar kalau Ning Lian Chen sudah
datang. Aku tidak perlu lagi menekan kegiranganku sekarang, karena Pei
Qian Hao sudah mengetahui tentang indentitasku yang sebelumnya.
Mendengarkan
kalau tamunya adalah adik iparnya, Pei Qian Hao segera melambaikan tangannya
pada si pengawal. "Cepat bawa masuk Kaisar Nan Zhao." Ia terdiam
sejenak sebelum melihat ke arah Ruo Yuan dan Hong Li. "Kalian berdua,
pergi ke halaman belakang."
"Hamba
mematuhi perintah." Ruo Yuan dan Hong Li membungkuk dan mundur dari aula
utama.
Tak
lama kemudian, pengawal membimbing Ning Lian Chen ke aula utama. Setelah
pengawalnya mundur, Ning Lian Chen memandang ke arah Su Xi-er dan melepaskan
semua topengnya. "Kakak Perempuan."
Su
Xi-er mengangguk berulang kali sewaktu ia berjalan maju untuk meraih tangannya.
"Lian Chen, Yun Ruo Feng pasti mati setelah jatuh dari tebing itu, tetapi
berapa lama kau bisa tinggal di Bei Min?" Ia tahu bahwa, meskipun Yun Ruo
Feng sudah mati, akan ada beberapa pengaruhnya yang tersisa di Nan Zhao.
Sebagai Kaisar, Ning Lian Chen harus dengan cepat kembali, demi menangani
urusan dan menstabilkan keadaan.
Ning
Lian Chen menepuk tangannya. "Kakak Perempuan, aku harus kembali hari ini.
Tadinya, aku ingin tinggal beberapa hari lagi, tetapi ada beberapa hal yang
membutuhkan kehadiranku sesegera mungkin di Nan Zhao. Aku akan datang lagi
untuk mengunjungimu setelah masalah mahkamah distabilkan."
Suara
mengesankan seorang pria mendadak terdengar. "Pangeran ini akan membantumu
mendapatkan kembali pengaruh yang telah dikendalikan Pangeran Yun. Ia memegang
pengaruh militer, dan banyak dari mereka yang cenderung lebih terang-terangan
dan loyal kepada majikan mereka. Orang-orang semacam ini, memerlukan lebih
banyak usaha untuk dimenangkan."
Ning
Lian Chen mengangguk. Dengan bantuan Pangeran Hao, aku bisa mendapatkan
kembali otoritasku dan menguatkan dasar kekuatanku di Nan Zhao dalam waktu
kurang dari beberapa hari.
"Pangeran
ini juga harus mengingatkanmu bahwa, dengan kekuasaan yang besar, datanglah
tanggung jawab yang besar. Kau tidak boleh ceroboh dan gagal menjalankan
statusmu." Pei Qian Hao menasihati dingin dengan ekspresi yang
serius. Kau tidak boleh ceroboh sedikit pun dalam masalah mahkamah.

0 comments:
Posting Komentar