Jumat, 03 Juli 2026

CTF - Chapter 424

Consort of A Thousand Faces

Chapter 424 : Adik Ipar Merasa Tenang


Ning Lian Chen memasang ekspresi serius. "Pangeran Hao, aku akan mengingat apa yang kau katakan di dalam hati." Kemudian, ia melihat ke arah Su Xi-er lagi. "Kakak Perempuan, kau tidak perlu mencemaskan tentang Nan Zhao. Aku sudah dewasa, dan aku bukan lagi anak nakal itu."

Su Xi-er memandanginya. Meskipun beban di pundaknya begitu besar, ia berusaha untuk bersikap santai supaya aku tidak merasa cemas. Hatinya merasa sakit sewaktu ia mengangkat tangannya untuk menepuk kepalanya, nada bicaranya penuh kasih sayang saat ia berbicara lagi. "Lian Chen, kau sudah dewasa."

Perasaan putus asa juga merayap ke dalam hati Ning Lian Chen. Sudah lama kami tidak bertemu, tetapi kami harus berpisah lagi. "Kakak, aku baru akan merasa tenang saat aku bisa menyaksikan kebahagiaanmu." Tidak memedulikan Pei Qian Hao, ia menggenggam tangan Su Xi-er dan berjalan mendekati orang itu.

Ning Lian Chen tertawa sebelum menarik tangan Pei Qian Hao dan meletakkannya di atas tangan Su Xi-er. "Pangeran Hao, ia adalah satu-satunya keluargaku di dunia ini. Ia juga adalah Kakak Perempuan yang paling kuhormati, dan aku akan memercayakannya padamu di kehidupan ini. Kau harus memperlakukannya dengan baik, kalau tidak, aku akan membawanya kembali ke Nan Zhao."

Menyaksikan tangan mereka yang terjalin, Ning Lian Chen merasa bahwa kebahagiaan Su Xi-er sebagai kebahagiaannya sendiri.

Pei Qian Hao menarik Su Xi-er ke sisinya dengan tatapan sungguh-sungguh. "Pangeran ini tidak akan memberikanmu kesempatan itu."

"Aku merasa jauh lebih tenang sekarang karena aku sudah mendapatkan janjimu. Kakak Perempuan memiliki kepribadian yang berbeda dari wanita kebanyakan, jadi kuharap, kau bisa sedikit mengalah padanya kapan pun yang kau bisa, Pangeran Hao. Akan lebih baik lagi jika kau selalu memikirkannya lebih dulu sebelum kau membuat keputusan." Karena Ning Lian Chen lebih akrab dengan Su Xi-er, ia memastikan untuk memberikan beberapa saran pada Pei Qian Hao sebelum ia pergi.

Pei Qian Hao menoleh untuk menatap Su Xi-er, rasa main-main berkedip di matanya. "Pangeran ini sudah benar-benar merasakan kepribadianmu ini."

Ia tertawa dengan gaya yang percaya diri, atau mungkin angkuh. "Pangeran ini adalah satu-satunya orang di dunia ini yang sanggup menahan kepribadian Kakak Perempuanmu. Mungkin, hanya pria kuat yang dapat menandinginya, tetapi Pangeran ini merasa terhormat memiliki Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao."

Su Xi-er merasa sangat tersentuh. Kata-kata jujurnya menyebabkan sebuah perasaan masam menggenang dalam hatinya, dan matanya jadi basah tak terkendali.

Pei Qian Hao segera mengusap air matanya. "Kau jelek saat menangis. Pangeran ini tidak menginginkanmu lagi."

"Kau berani?" Sudut mulut Su Xi-er tersungging.

Ia jelas-jelas tertawa, tetapi air mata berjatuhan dari matanya. Sekali lagi, Pei Qian Hao betul-betul merasa kalau hati wanita tidak bisa ditebak, bisa menangis dan tersenyum di waktu bersamaan. "Kau benar; Pangeran ini memang tidak berani."

Ning Lian Chen praktisnya berseri-seri. Ia tidak menyangka kalau karakter asli Pei Qian Hao begitu sabar. Rumornya bilang bahwa Pangeran Hao itu dingin, tak berperasaan, kejam, dan haus darah. Tetapi, di mataku, Pei Qian Hao adalah yang paling tulus dan terus-terang.

"Kakak Perempuan, aku harus pergi sekarang." Ning Lian Chen menyingkirkan tampang enggan di wajahnya sewaktu ia berbicara. Walaupun perpisahan menyakitkan, semua hal yang baik akan berakhir, dan waktunya untuk mengucapkan perpisahan akan datang. Tanpa adanya perpisahan, kebahagiaan dari pertemuan kembali juga tidak akan ada.

"Lian Chen, aku akan mengantarmu." Su Xi-er langsung merasa seseorang menarik tangannya, jadi ia pun menambahkan, "Pangeran Hao, mari kita antar Lian Chen bersama-sama."

Pei Qian Hao tak lagi merasa tidak senang selagi ia mengangguk padanya. "Mari kita pergi bersama-sama." Kemudian, ia menginstruksikan pengawal agar mempersiapkan kereta kuda.

Segera, kereta kuda dari Kediaman Pangeran Hao pun berangkat ke rumah pos. Sepanjang jalan, Ning Lian Chen menggunakan kesempatan terakhir ini untuk secara terus-menerus mengamati Pei Qian Hao, tak lagi berusaha untuk menyembunyikannya. Ia menyadari kalau tangan Pei Qian Hao tidak pernah meninggalkan tangan Su Xi-er, dan ketika perjalanannya jadi agak bergelombang, ia menanyai Su Xi-er apakah ia melukai dirinya sendiri dan nyaris mencoba untuk memangkunya.

Ning Lian Cheng mengamati semuanya dalam diam, baru berhenti ketika mereka sampai di rumah pos.

Mendeteksi perubahan Ning Lian Chen, Pei Qian Hao memastikan bahwa adik iparnya akhirnya sudah memberikan kepercayaannya.

Di luar pintu masuk rumah pos, ada sebuah kereta kuda biasa dengan para prajurit Nan Zhao yang berbaris tertib di sebelahnya. Itu adalah kereta biasa yang sama persis ketika Ning Lian Chen tiba.

Mendengar pergerakan dari luar kereta, Liu Yin Yin mengangkat tirai jendela dan melambai-lambai pada Ning Lian Chen. "Aku sudah menunggu Anda lama sekali."

Su Xi-er menatap ke arah Pei Qian Hao. "Apakah tidak apa-apa kalau kita mengantarkan mereka hingga mereka sampai di pinggiran kota?"

"Sesuai keinginanmu." Pei Qian Hao menjawab acuh tak acuh sebelum mengalihkan perhatiannya pada kereta kuda yang tidak mencolok itu. Agak sempit untuk empat orang.

Oleh sebab itu, Pei Qian Hao mengusulkan, "Yang Mulia, mengapa Anda tidak menaiki kereta kuda Pangeran ini bersama denganku sampai ke pinggiran kota?"

Liu Yin Yin cemberut. "Aku juga mau duduk bersama kalian berdua."

Su Xi-er tertawa. "Baiklah, kalau begitu kita akan duduk bersama-sama."

Barulah kemudian, Liu Yin Yin tertawa dengan gembira. Ia segera mengangkat tirai pintu dan menekuk lututnya, bersiap untuk melompat dari kereta. Akan tetapi, kemungkinan besar ia hanya akan berakhir jatuh ke bawah dengan seberapa kecil dirinya.

Tepat ketika ia akan melompat, Ning Lian Chen dengan cepat bergegas ke samping kereta, mengulurkan tangannya untuk menurunkan Liu Yin Yin.

Su Xi-er memerhatikan diam-diam adegan itu, saat ia mendengar suara Pei Qian Hao. "Aku tidak tahu kalau Adik Lelakimu handal dalam mengurusi gadis kecil."

Liu Yin Yin cemberut sewaktu ia dengan sembarangan menampar Ning Lian Chen. "Jangan selalu menggendongku turun. Aku bukan anak kecil; aku sudah tumbuh besar!" Ia sengaja menekankan kata-kata 'tumbuh besar', merasa sangat tidak senang karena Ning Lian Chen terus-terusan memperlakukannya sebagai anak kecil.

"Saat seorang gadis dewasa, menstruasinya akan datang. Kau bisa mulai mengatakan kalau kau sudah dewasa setelah itu terjadi." Ning Lian Chen menyatakan dengan serius dan apa adanya.

Liu Yin Yin kebingungan. Apa itu menstruasi? Aku harus mempelajari ini dengan benar saat aku kembali ke Nan Zhao.

Pei Qian Hao tidak tahan untuk menurunkan kepalanya saat ia mendengar kata-kata Ning Lian Chen, berbisik pada Su Xi-er. "Metode Adik Lelakimu dalam mendidik anak-anak, agak spesial."

Nada bicaranya agak menggoda, dan Su Xi-er memelototinya. "Mulutmu jadi semakin fasih."

Namun, biarpun Pei Qian Hao sudah mengecilkan suaranya, Liu Yin Yin sangat sensitif dengan kata 'anak-anak'. Walaupun tidak mendengar yang lainnya, ia dengan mudah mengindentifikasikan kata yang spesifik itu.

Karenanya, Liu Yin Yin pun melepaskan diri dari Ning Lian Chen dan melangkah ke arah Pei Qian Hao, mendongakkan kepalanya untuk memelototinya. "Siapa yang kau sebut anak kecil?!"

Meskipun mengetahui status Pei Qian Hao, Liu Yin Yin terlalu marah untuk memedulikannya, usia mudanya tidak membantu apa-apa tentang tindakan sembrononya.

Pei Qian Hao tertawa. "Siapa lagi kalau bukan kau?"

Liu Yin Yin membusungkan dadanya. "Coba katakan itu sekali lagi!"

Su Xi-er menarik lengan jubah Pei Qian Hao. "Jangan menakuti Yin Yin." Kemudian, ia membungkuk untuk mengelus kepala Liu Yin Yin. "Yin Yin, suatu hari, kau pasti akan tumbuh dewasa. Hanya ketika kau bersikap bijaksana, baru kau tidak dipanggil anak kecil."

Liu Yin Yin langsung tersenyum. "Tetap Kakak Peri yang terbaik. Ayo kita naik kereta." Lalu, ia segera menarik Su Xi-er ke arah kereta kuda dari Kediaman Pangeran Hao.

Pei Qian Hao menatap Ning Lian Chen dan mau tak mau berkomentar, "Mengurusi anak kecil, lumayan sulit."

"Dulunya, aku tidak terbiasa, dan hanya berpikir itu akan merepotkan. Sekarang, rasanya aku sudah terbiasa dengan itu. Kita hanya perlu membiarkan semua berjalan dengan sendirinya." Ning Lian Chen kemudian menggesturkan pada Pei Qian Hao. "Pangeran Hao, silakan naik ke kereta kuda."

 

0 comments:

Posting Komentar