Jumat, 03 Juli 2026

CTF - Chapter 425

Consort of A Thousand Faces

Chapter 425 : Membuat Keriuhan


Pei Qian Hao tidak langsung naik ke kereta kuda, memilih untuk menjauh ke samping. "Yang Mulia, silakan naik duluan ke kereta kuda." Kami harus menunjukkan keramahan dengan layak sebagai tuan rumah kerajaan; meski bukan begitu, Ning Lian Chen adalah adik iparku. Mana bisa aku membiarkannya naik setelah diriku?

Di waktu yang sama, Ning Lian Chen memahami maksud Pei Qian Hao. Dengan demikian, ia hanya tersenyum kecil sebelum mengangkat tirai kereta dan naik. Hanya setelah ia duduk, baru Pei Qian Hao sendiri naik.

Setelah semuanya mengambil tempat duduk mereka, si pengawal yang mengemudikan keretanya melecut cemetinya, dan kereta pun menuju gerbang ibu kota bersama para pasukan Nan Zhao yang mengikuti di belakang. Warga mulai berkumpul di samping rombongan, mengetahui bahwa kereta itu milik Kaisar Nan Zhao.

Hanya ada satu kereta saat Kaisar Nan Zhao datang ke Bei Min, tetapi kini ada dua. Beberapa warga sipil yang cepat tanggap pun berspekulasi dengan berani, "Mungkinkah kereta kuda yang luas di depan itu milik Pangeran Hao?"

Tidak seperti kereta kuda dari Kediaman Commandery Prince, kereta kuda dari Kediaman Pangeran Hao tidak ada penanda khusus. Karenanya, semuanya hanya bisa menebak-nebak.

Di dalam kereta kuda, Liu Yin Yin terus mengamati keadaan sekelilingnya hingga akhirnya ia mendeteksi ada yang tidak beres dari ekspresi Pei Qian Hao. Ia langsung bangkit berdiri, ingin duduk di sebelah Ning Lian Chen.

Takut kalau ia akan jatuh, Ning Lian Chen mengulurkan tangannya untuk membawanya mendekat dan menempatkannya di tempat duduk di sebelahnya. "Mengapa kau tiba-tiba saja berdiri tanpa sebab?"

"Tempat duduk di sebelah Kakak Peri harus disediakan untuk suaminya. Aku memberikan tempat dudukku padanya." Liu Yin Yin terkikik.

Itu cukup sederhana, tetapi Ning Lian Chen mengartikan kata-katanya di jalan lain. Kalau begitu, yang duduk di sebelahnya haruslah suaminya. Jantung Ning Lian Chen tenggelam. Biarpun Yin Yin baru sepuluh tahun, aku harus tetap menjaga jarakku darinya. Kalau ia terus menempel padaku saat ia dewasa, bagaimana ia akan menikah? Selain itu, melakukan begitu juga akan melukai reputasinya.

Menyadari bahwa Ning Lian Chen terdiam, Liu Yin Yin segera menarik tangannya dan memiringkan kepalanya sewaktu ia bertanya, "Kenapa Anda mendadak tidak senang? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?"

Sebelum ia dapat menjawab, malah Pei Qian Hao yang berbicara. "Kau tidak salah." Hanya aku yang bisa mengambil tempat duduk di samping Su Xi-er.

Su Xi-er menarik Pei Qian Hao dan memelankan suaranya. "Jangan begitu dingin saat kau bebicara; kau akan menakuti Yin Yin." Ia boleh bersikap dingin pada orang lain, tetapi Lian Chen dan Yin Yin dekat denganku. Aku harap, ia bisa berhenti bersikap sedingin itu di depan mereka.

Pei Qian Hao mengulurkan tangan dan menariknya ke sisinya, memeluknya dengan erat sebelum menurunkan bibirnya ke telinga Su Xi-er dan berbisik, "Xi-er, Pangeran ini tidak bisa mengubah kepribadianku. Aku hanya bisa bersikap hangat padamu, tetapi aku bisa berusaha keras untuk memperbaikinya."

Su Xi-er memandanginya. Aku tidak boleh memaksanya, sama seperti ia tidak memaksaku.

Duduk di sisi lainnya, Liu Yin Yin jadi bersemangat setelah menyaksikan adegan di antara mereka. Ia tertawa sendiri sebelum meniru tindakan mereka dengan Ning Lian Chen, melakukannya dengan cukup cepat hingga ia tidak bisa mengelak. Memeluk pinggangnya, Liu Yin Yin bergerak ke atas untuk berbisik di telinganya. "Apa aku menirunya dengan baik? Aku merasa sepertinya Kakak Peri lumayan suka dipeluk oleh orang lain. Apa Anda menyukainya juga?"

Wajah Ning Lian Chen yang semula lembut, segera menggelap. Apa-apaan dengan otak gadis ini?!

Tak seperti ekspresi gelap Ning Lian Chen, Pei Qian Hao tertawa terbahak-bahak dan menggoda, "Menurut Pangeran ini, Yin Yin mempelajarinya lumayan baik. Yang Mulia beruntung."

Aura dingin yang menyelimuti Pei Qian Hao sudah menghilang secara signifikan, mendorong sudut mulut Su Xi-er untuk terangkat.

Ning Lian Chen masih memasang ekspresi muramnya, sewaktu ia menggunakan kedua tangan untuk melepaskan cengkeraman Liu Yin Yin. "Duduk yang benar. Kalau kau tidak bersikap seperti seorang gadis yang benar, bagaimana kau akan menemukan seseorang untuk dinikahi di masa depan? Apa kau kira kalau aku akan terus membesarkanmu seumur hidupmu?"

Setiap katanya kasar, terutama kalimat terakhirnya, yang membuat wajah Liu Yin Yin jadi pucat. Ia menatap Ning Lian Chen tak berdaya, merasa dirugikan. "Aku tidak mau Anda membesarkanku selamanya. Setelah aku lima belas tahun, aku akan meninggalkan istana dan mencari jalan bertahan hidupku sendiri."

Pei Qian Hao berkomentar, "Kau lumayan bernyali untuk melakukan itu."

"Jangan ikut-ikutan." Su Xi-er mencubit pinggangnya. Kenapa ia banyak sekali bicara hari ini?

Pei Qian Hao menundukkan kepalanya dan tersenyum padanya, memelankan suaranya. "Si gadis Yin Yin ini menarik. Menurut Pangeran ini, mungkin akan ada sejumlah kesempatan di antara dirinya dan Adik Lelakimu di masa yang akan datang."

"Kulihat, kau benar-benar tidak punya kerjaan karena kau bisa memikirkan tentang masalah remeh orang lain." Su Xi-er mengocehinya sewaktu ia mencubit Pei Qian Hao lagi. Beberapa saat yang lalu, ia membicarakan tentang menjodohkan Ruo Yuan dan Wu Ling, dan sekarang, ia mengatakan bahwa akan ada kesempatan bagi Yin Yin dan Lian Chen untuk bersama. Hal semacam itu sepenuhnya bergantung pada mereka.

Ada kilat yang berkedip di mata Pei Qian Hao sewaktu ia semakin mengecilkan suaranya, hampir menyentuhkan bibirnya ke telinga Su Xi-er sewaktu ia berbicara. "Bagaimana bisa kau bilang Pangeran ini tidak punya kerjaan? Apakah berada di atasmu, tidak dihitung?"

Sulit dipercaya bahwa ia bisa membicarakan hal-hal tak terkendali seperti itu dengan begitu alaminya. Su Xi-er tidak tahu bagiamana harus menjawab, jadi ia hanya bisa memelototinya. "Mulutmu penuh dengan omong kosong."

Melihat penampilan Su Xi-er yang kebingungan, Pei Qian Hao teringat akan malam pertama mereka. Buku medis itu benar-benar akurat. Selama kau memahami metodenya dan menggunakan tenaga yang pas, kehehidupan pasangan suami-istri pasti bisa harmonis. Aku harus memberikan hadiah kepada Tabib Kekaisaran Zhao karena memberikanku buku sebagus itu.

Berbeda dengan pertengkaran hangat mereka, atmosfer di sisi lain dari kereta mirip seperti badai yang ganas.

Liu Yin Yin mengabaikan Ning Lian Chen, bergeser sejauh yang ia bisa darinya. Sementara itu, Ning Lian Chen membiarkannya melakukan sesukanya. Aku tidak boleh terlalu memanjakannya, kalau tidak, ia akan kehilangan semua sopan santun dan melupakan tata krama. Lihat saja apa yang terjadi setelah membiarkannya untuk sesaat; apa saja bisa keluar dari mulutnya!

Saat kami kembali ke Nan Zhao, aku harus memastikan untuk menjaga jarakku darinya supaya ia tidak akan terus memikirkan tentang hal-hal yang tidak masuk akal dan tak berguna.

Kereta kuda segera sampai di area pinggiran kota setelah melewati gerbang ibu kota, dan waktunya untuk perpisahan pun tiba dengan cepat.

Percobaan Su Xi-er untuk menghentikan Pei Qian Hao sia-sia saja sewaktu ia membopongnya turun dari kereta di depan Ning Lian Chen. "Setelah perjalanan panjang yang bergelombang, apa kau merasa tidak nyaman?"

"Mana mungkin aku selemah itu?" Su Xi-er meliriknya, hatinya dipenuhi dengan kehangatan.

Tiba-tiba saja, Liu Yin Yin berkata dari dalam kereta kuda. "Aku bisa turun sendiri." Ia mengangkat tirai pintu dan melangkah keluar tanpa keraguan.

Namun, sebelum ia bisa melompat turun, ia berakhir kehilangan keseimbangannya. Ia meluncur ke depan, dan memejamkan matanya ketakutan sewaktu tanah tampak mendekat dengan cepat.

Dalam sekejap mata, satu tangan terulur dari balik tirai, dan Ning Lian Chen menariknya kembali tepat waktu sebelum menurunkannya dari kereta.

Memandangi wajah tampannya yang membesar di hadapan matanya, jantung Liu Yin Yin berdebar-debar sebelum ia mendorongnya. Liu Yin Yin tiba-tiba merasa seolah jantungnya belum pernah berdetak dengan begitu kencangnya sebelumnya. Mungkinkah aku sakit? Aku harus mencari tabib kekaisaran untuk memeriksaku saat kami kembali ke Nan Zhao, tetapi itu tidak boleh Tabib Kekaisaran Fang!

Setelah membubarkan para prajurit dan pengawal, Ning Lian Chen berjalan ke arah Su Xi-er dengan sejejak senyuman di wajahnya. "Aku berangkat sekarang, tetapi aku akan kembali setelah aku menstabilkan urusan di mahkamah."

"Pangeran ini akan secara diam-diam mengutus delapan ratus prajurit untuk membantu Anda dalam usaha pemugaran Anda."

"Terima kasih, Pangeran Hao; delapan ratus pasukan elitmu dapat dibandingkan dengan kekuatan lebih dari sepuluh ribu pasukan. Aku hanya akan menggunakan mereka sebagai upaya terakhir." Ning Lian Chen menyatakan dengan tenang. Yang terbaik adalah jika aku bisa dengan lancar merebut kembali kekuasaan militer Yun Ruo Feng dan tentara pengorbanannya tanpa kehilangan seorang pun.

 

0 comments:

Posting Komentar