Consort of A Thousand Faces
Chapter 425 : Membuat Keriuhan
Pei
Qian Hao tidak langsung naik ke kereta kuda, memilih untuk menjauh ke samping.
"Yang Mulia, silakan naik duluan ke kereta kuda." Kami harus
menunjukkan keramahan dengan layak sebagai tuan rumah kerajaan; meski bukan begitu,
Ning Lian Chen adalah adik iparku. Mana bisa aku membiarkannya naik setelah
diriku?
Di
waktu yang sama, Ning Lian Chen memahami maksud Pei Qian Hao. Dengan demikian,
ia hanya tersenyum kecil sebelum mengangkat tirai kereta dan naik. Hanya
setelah ia duduk, baru Pei Qian Hao sendiri naik.
Setelah
semuanya mengambil tempat duduk mereka, si pengawal yang mengemudikan keretanya
melecut cemetinya, dan kereta pun menuju gerbang ibu kota bersama para pasukan
Nan Zhao yang mengikuti di belakang. Warga mulai berkumpul di samping
rombongan, mengetahui bahwa kereta itu milik Kaisar Nan Zhao.
Hanya
ada satu kereta saat Kaisar Nan Zhao datang ke Bei Min, tetapi kini ada dua. Beberapa
warga sipil yang cepat tanggap pun berspekulasi dengan berani, "Mungkinkah
kereta kuda yang luas di depan itu milik Pangeran Hao?"
Tidak
seperti kereta kuda dari Kediaman Commandery Prince, kereta kuda
dari Kediaman Pangeran Hao tidak ada penanda khusus. Karenanya, semuanya hanya
bisa menebak-nebak.
Di
dalam kereta kuda, Liu Yin Yin terus mengamati keadaan sekelilingnya hingga
akhirnya ia mendeteksi ada yang tidak beres dari ekspresi Pei Qian Hao. Ia
langsung bangkit berdiri, ingin duduk di sebelah Ning Lian Chen.
Takut
kalau ia akan jatuh, Ning Lian Chen mengulurkan tangannya untuk membawanya
mendekat dan menempatkannya di tempat duduk di sebelahnya. "Mengapa kau
tiba-tiba saja berdiri tanpa sebab?"
"Tempat
duduk di sebelah Kakak Peri harus disediakan untuk suaminya. Aku memberikan
tempat dudukku padanya." Liu Yin Yin terkikik.
Itu
cukup sederhana, tetapi Ning Lian Chen mengartikan kata-katanya di jalan
lain. Kalau begitu, yang duduk di sebelahnya haruslah suaminya. Jantung
Ning Lian Chen tenggelam. Biarpun Yin Yin baru sepuluh tahun, aku harus
tetap menjaga jarakku darinya. Kalau ia terus menempel padaku saat ia dewasa,
bagaimana ia akan menikah? Selain itu, melakukan begitu juga akan melukai
reputasinya.
Menyadari
bahwa Ning Lian Chen terdiam, Liu Yin Yin segera menarik tangannya dan
memiringkan kepalanya sewaktu ia bertanya, "Kenapa Anda mendadak tidak
senang? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?"
Sebelum
ia dapat menjawab, malah Pei Qian Hao yang berbicara. "Kau tidak
salah." Hanya aku yang bisa mengambil tempat duduk di samping Su
Xi-er.
Su
Xi-er menarik Pei Qian Hao dan memelankan suaranya. "Jangan begitu dingin
saat kau bebicara; kau akan menakuti Yin Yin." Ia boleh bersikap
dingin pada orang lain, tetapi Lian Chen dan Yin Yin dekat denganku. Aku harap,
ia bisa berhenti bersikap sedingin itu di depan mereka.
Pei
Qian Hao mengulurkan tangan dan menariknya ke sisinya, memeluknya dengan erat
sebelum menurunkan bibirnya ke telinga Su Xi-er dan berbisik, "Xi-er,
Pangeran ini tidak bisa mengubah kepribadianku. Aku hanya bisa bersikap hangat
padamu, tetapi aku bisa berusaha keras untuk memperbaikinya."
Su
Xi-er memandanginya. Aku tidak boleh memaksanya, sama seperti ia tidak
memaksaku.
Duduk
di sisi lainnya, Liu Yin Yin jadi bersemangat setelah menyaksikan adegan di
antara mereka. Ia tertawa sendiri sebelum meniru tindakan mereka dengan Ning
Lian Chen, melakukannya dengan cukup cepat hingga ia tidak bisa mengelak.
Memeluk pinggangnya, Liu Yin Yin bergerak ke atas untuk berbisik di telinganya.
"Apa aku menirunya dengan baik? Aku merasa sepertinya Kakak Peri lumayan
suka dipeluk oleh orang lain. Apa Anda menyukainya juga?"
Wajah
Ning Lian Chen yang semula lembut, segera menggelap. Apa-apaan dengan
otak gadis ini?!
Tak
seperti ekspresi gelap Ning Lian Chen, Pei Qian Hao tertawa terbahak-bahak dan
menggoda, "Menurut Pangeran ini, Yin Yin mempelajarinya lumayan baik. Yang
Mulia beruntung."
Aura
dingin yang menyelimuti Pei Qian Hao sudah menghilang secara signifikan,
mendorong sudut mulut Su Xi-er untuk terangkat.
Ning
Lian Chen masih memasang ekspresi muramnya, sewaktu ia menggunakan kedua tangan
untuk melepaskan cengkeraman Liu Yin Yin. "Duduk yang benar. Kalau kau
tidak bersikap seperti seorang gadis yang benar, bagaimana kau akan menemukan
seseorang untuk dinikahi di masa depan? Apa kau kira kalau aku akan terus
membesarkanmu seumur hidupmu?"
Setiap
katanya kasar, terutama kalimat terakhirnya, yang membuat wajah Liu Yin Yin
jadi pucat. Ia menatap Ning Lian Chen tak berdaya, merasa dirugikan. "Aku
tidak mau Anda membesarkanku selamanya. Setelah aku lima belas tahun, aku akan
meninggalkan istana dan mencari jalan bertahan hidupku sendiri."
Pei
Qian Hao berkomentar, "Kau lumayan bernyali untuk melakukan itu."
"Jangan
ikut-ikutan." Su Xi-er mencubit pinggangnya. Kenapa ia banyak
sekali bicara hari ini?
Pei
Qian Hao menundukkan kepalanya dan tersenyum padanya, memelankan suaranya.
"Si gadis Yin Yin ini menarik. Menurut Pangeran ini, mungkin akan ada
sejumlah kesempatan di antara dirinya dan Adik Lelakimu di masa yang akan
datang."
"Kulihat,
kau benar-benar tidak punya kerjaan karena kau bisa memikirkan tentang masalah
remeh orang lain." Su Xi-er mengocehinya sewaktu ia mencubit Pei Qian Hao
lagi. Beberapa saat yang lalu, ia membicarakan tentang menjodohkan Ruo
Yuan dan Wu Ling, dan sekarang, ia mengatakan bahwa akan ada kesempatan bagi
Yin Yin dan Lian Chen untuk bersama. Hal semacam itu sepenuhnya bergantung pada
mereka.
Ada
kilat yang berkedip di mata Pei Qian Hao sewaktu ia semakin mengecilkan
suaranya, hampir menyentuhkan bibirnya ke telinga Su Xi-er sewaktu ia
berbicara. "Bagaimana bisa kau bilang Pangeran ini tidak punya kerjaan?
Apakah berada di atasmu, tidak dihitung?"
Sulit
dipercaya bahwa ia bisa membicarakan hal-hal tak terkendali seperti
itu dengan begitu alaminya. Su Xi-er tidak tahu bagiamana harus
menjawab, jadi ia hanya bisa memelototinya. "Mulutmu penuh dengan omong
kosong."
Melihat
penampilan Su Xi-er yang kebingungan, Pei Qian Hao teringat akan malam pertama
mereka. Buku medis itu benar-benar akurat. Selama kau memahami
metodenya dan menggunakan tenaga yang pas, kehehidupan pasangan
suami-istri pasti bisa harmonis. Aku harus memberikan hadiah kepada Tabib Kekaisaran
Zhao karena memberikanku buku sebagus itu.
Berbeda
dengan pertengkaran hangat mereka, atmosfer di sisi lain dari kereta mirip
seperti badai yang ganas.
Liu
Yin Yin mengabaikan Ning Lian Chen, bergeser sejauh yang ia bisa darinya.
Sementara itu, Ning Lian Chen membiarkannya melakukan sesukanya. Aku
tidak boleh terlalu memanjakannya, kalau tidak, ia akan kehilangan semua sopan
santun dan melupakan tata krama. Lihat saja apa yang terjadi setelah
membiarkannya untuk sesaat; apa saja bisa keluar dari mulutnya!
Saat
kami kembali ke Nan Zhao, aku harus memastikan untuk menjaga jarakku darinya
supaya ia tidak akan terus memikirkan tentang hal-hal yang tidak masuk akal dan
tak berguna.
Kereta
kuda segera sampai di area pinggiran kota setelah melewati gerbang ibu kota,
dan waktunya untuk perpisahan pun tiba dengan cepat.
Percobaan
Su Xi-er untuk menghentikan Pei Qian Hao sia-sia saja sewaktu ia membopongnya
turun dari kereta di depan Ning Lian Chen. "Setelah perjalanan panjang
yang bergelombang, apa kau merasa tidak nyaman?"
"Mana
mungkin aku selemah itu?" Su Xi-er meliriknya, hatinya dipenuhi dengan
kehangatan.
Tiba-tiba
saja, Liu Yin Yin berkata dari dalam kereta kuda. "Aku bisa turun
sendiri." Ia mengangkat tirai pintu dan melangkah keluar tanpa keraguan.
Namun,
sebelum ia bisa melompat turun, ia berakhir kehilangan keseimbangannya. Ia
meluncur ke depan, dan memejamkan matanya ketakutan sewaktu tanah tampak
mendekat dengan cepat.
Dalam
sekejap mata, satu tangan terulur dari balik tirai, dan Ning Lian Chen menariknya
kembali tepat waktu sebelum menurunkannya dari kereta.
Memandangi
wajah tampannya yang membesar di hadapan matanya, jantung Liu Yin Yin
berdebar-debar sebelum ia mendorongnya. Liu Yin Yin tiba-tiba merasa seolah
jantungnya belum pernah berdetak dengan begitu kencangnya sebelumnya. Mungkinkah
aku sakit? Aku harus mencari tabib kekaisaran untuk memeriksaku saat kami
kembali ke Nan Zhao, tetapi itu tidak boleh Tabib Kekaisaran Fang!
Setelah
membubarkan para prajurit dan pengawal, Ning Lian Chen berjalan ke arah Su
Xi-er dengan sejejak senyuman di wajahnya. "Aku berangkat sekarang, tetapi
aku akan kembali setelah aku menstabilkan urusan di mahkamah."
"Pangeran
ini akan secara diam-diam mengutus delapan ratus prajurit untuk membantu Anda
dalam usaha pemugaran Anda."
"Terima
kasih, Pangeran Hao; delapan ratus pasukan elitmu dapat dibandingkan dengan
kekuatan lebih dari sepuluh ribu pasukan. Aku hanya akan menggunakan mereka
sebagai upaya terakhir." Ning Lian Chen menyatakan dengan tenang. Yang
terbaik adalah jika aku bisa dengan lancar merebut kembali kekuasaan militer
Yun Ruo Feng dan tentara pengorbanannya tanpa kehilangan seorang pun.

0 comments:
Posting Komentar