Consort of A Thousand Faces
Chapter 426 : Ciuman Paksa
Su
Xi-er sangat jelas tentang betapa dahsyatnya pasukan elit Pei Qian Hao.
Reputasi mereka terkenal kemana-mana setelah menang berkali-kali melawan
rintangan yang sepertinya tak dapat diatasi. Kerajaan mana pun akan ketakutan
mendengar pasukan elitnya, jauh lebih mengembangkan rumor tentang Pei Qian Hao
yang dingin, tak berperasaan, kejam, dan haus darah.
"Lian
Chen, hati-hati dengan apa yang kau lakukan. Aku akan membantu Nan Zhao dalam
aspek lainnya." Su Xi-er menenangkannya sambil tersenyum sebelum
mengulurkan tangan kanannya yang mengepal.
Kakak-beradik
itu akan selalu melakukan ini kapan saja mereka berhadapan dengan tantangan.
Memahami niatnya dengan sekali lihat, Ning Lian Chen mengulurkan tangan kirinya
dan membungkuskannya di kepalan tangan Su Xi-er. Mereka berdua tersenyum satu
sama lain saling memahami dan serempak berkata, "Kerja keras."
Pengertian
tanpa ucapan ini membuat Pei Qian Hao sangat tidak senang. Tetapi, Ning
Lian Chen adalah adik iparku, sekaligus satu-satunya keluarga istriku. Walaupun
tahu kalau tidak semestinya aku merasa tidak senang, aku tidak tahan!
Menyadari
ekspresi Pei Qian Hao, Ning Lian Chen segera menarik tangannya dan
memberitahunya, "Memercayakan Kakak Perempuan padamu, membuatku tenang."
Kemudian, ia berjalan ke arah Liu Yin Yin dan mengulurkan tangannya.
"Kemarilah."
Liu
Yin Yin masih marah, tetapi ketika ia melihat ekspresi jeleknya dan rentetan
prajurit Nan Zhao di kejauhan, ia mengerti kalau ia tidak boleh melawannya di
sini dan tidak menghormati kekuasaan kekaisaran.
Oleh
karenanya, dengan patuh Liu Yin Yin maju ke depan dan menyambut tangannya, naik
ke kereta kuda bersamanya.
Ketika
kereta kuda mulai bergerak, tiba-tiba saja Liu Yin Yin mengangkat tirai jendela
dan melambai pada Su Xi-er. "Kakak Peri, kau harus datang ke Nan Zhao saat
kau senggang. Kalau tidak, aku akan ditindas oleh Fang Ling Dang!"
Tepat
setelah ia selesai berteriak, Ning Lian Chen menariknya masuk kembali.
"Fang Ling Dang itu lembut dan sopan. Mana mungkin ia bisa menindasmu;
lebih banyak yang percaya kalau itu sebaliknya."
Mendengarkannya
membela Fang Ling Dang, amarah Liu Yin Yin melonjak lagi ke permukaan.
"Anda hanya membicarakan tentang kelebihannya dan selalu memikirkan
tentang dirinya. Aku diusir keluar dari istana peristirahatan Anda kapan pun
aku berusaha untuk masuk, sementara ia bisa secara terbuka masuk dan tinggal
selama beberapa malam!"
Tentunya
Ning Lian Chen punya alasannya untuk mengusirnya keluar. Gadis ini akan
memanjat ke ranjangku, tetapi setidaknya Fang Ling Dang mematuhi peraturan.
Selain itu, ia juga digunakan untuk mengendalikan Tabib Kekaisaran Fang, dan
akan selalu tidur di dipan di aula samping.
Namun,
karena sekarang Yun Ruo Feng sudah mati, tidak perlu lagi membiarkan Fang Ling
Dang di istana peristirahatanku; aku akan menyuruh seseorang untuk mengusirnya
setelah masalah di mahkamah stabil.
"Kenapa
Anda tidak bilang apa-apa? Itu karena Anda tidak punya apa pun untuk dikatakan.
Akan kutunjukkan pada Anda!" Liu Yin Yin menggulung lengan bajunya,
memperlihatkan satu bekas di sikunya. "Bekas ini tersisa saat Fang Ling
Dang mencubit tanganku; sakit sekali, dan aku masih punya bekas ini bahkan
sampai sekarang! Tetapi, ketika aku datang ke istana peristirahatan Anda belum
lama ini, Anda mengusirku keluar tanpa alasan!" Liu Yin Yin sudah hampir
menangis sampai di akhirnya.
Ning
Lian Chen memandang bengong bekas yang tampak jelas di lengannya, alisnya
tertaut sementara Liu Yin Yin terus berbicara.
"Aku
dengar kalau Anda berada di ruang baca ketika aku menyelinap ke dalam istana
peristirahatan Anda, jadi aku pergi untuk memeriksa Anda. Ketika aku sampai di
sana, Fang Ling Dang sedang membantu Anda menggilingkan batang tinta, dan aku
merasa tidak senang. Itulah mengapa, aku menyelinap masuk ke dalam kamar tidur
untuk menunggu Anda. Bahkan, setelah semua itu, Anda mengusirku keluar segera
setelah Anda masuk. Setelahnya, para pengawal juga mengusirku pergi." Liu
Yin Yin tidak akan pernah melupakan kesombongan yang berkedip di mata Fang Ling
Dang.
Wanita
itu adalah seekor serigala berbulu domba! Mengalami penderitaan
semacam itu, Liu Yin Yin telah memutuskan untuk tidak mengungkit mereka pada
Ning Lian Chen karena amarahnya.
Ning
Lian Chen mengulurkan tangannya dan mengelus bekas itu. "Seharusnya kau
mengatakan sesuatu saat aku mengusirmu, tetapi kau masih tidak bilang apa-apa
selama beberapa hari ini di Bei Min."
"Apakah
Anda memberiku kesempatan untuk mengatakan apa-apa?" Mata Liu Yin Yin agak
bengkak karena menangis, menyebabkan hati Ning Lian Chen terasa sakit.
"Yin
Yin, maafkan aku. Aku akan menangani Fang Ling Dang." Ning Lian Chen
menenangkannya sewaktu ia memijat-mijat tangannya.
Usahanya
tak bekerja pada Liu Yin Yin, dan ia mengibaskan tangannya. "Sudah tidak
sakit lagi. Hanya tersisa bekas kecil. Jangan menitikkan air mata buaya."
Ning
Lian Chen tidak tahu harus tertawa atau menangis melihat reaksinya, hanya
mengetuk kepalanya dengan lembut. "Dasar nakal."
"Jangan
memperlakukanku seenaknya. Aku masih marah!" Liu Yin Yin berpaling dari
Ning Lian Chen, masih belum siap untuk memaafkannya.
"Yin
Yin, jangan marah. Saat kita kembali ke Nan Zhao, bagaimana kalau aku membawamu
keluar istana saat aku senggang?" Tadinya, Ning Lian Chen ingin menjaga
jarak dari Liu Yin Yin, tetapi ia rasa, sekarang bukanlah waktu yang tepat
setelah mengetahui seberapa besar penderitaannya.
Liu
Yin Yin langsung berbalik, dan kebetulan melihat bibir Ning Lian Chen yang agak
merah. Bentuk bibirnya tampak sangat bagus; mirip permen. Tiba-tiba
saja, satu ide jail pun mendatanginya, dan dengan cepat berdiri sebelum
melingkarkan tangannya di leher Ning Lian Chen.
Kali
ini, Ning Lian Chen tidak mendorongnya, berpikir kalau ia hanya ingin dipeluk
seperti yang mereka lakukan dulu. Anak-anak suka dihibur setelah
mengalami penderitaan. Aku akan melakukan hal yang sama dengan Kakak Perempuan
sebagai anak kecil.
Akan
tetapi, Liu Yin Yin bukan hanya menginginkan pelukan. Melihat kalau Ning Lian
Chen tidak menolaknya, ia berasumsi kalau Ning Lian Chen setuju. Aku
mau makan permen hari ini! Bibirnya indah sekali sampai-sampai terlihat seolah
kau bisa memeras air keluar dari bibirnya. Apakah Fang Ling Dang sudah pernah
memakan bibirnya sebelumnya?
Setelah
memikirkan soal itu, sekali lagi, Liu Yin Yin jadi kesal. Aku mau
menyingkirkan bau Fang Ling Dang! Meluap penuh keberanian, tiba-tiba
saja ia mendongakkan kepalanya dan dengan gesit menangkap bibir itu.
Bibir
mereka bertemu, yang satu hangat, dan yang lainnya agak dingin. Dalam sekejap
saat mereka melakukan kontak, mata Ning Lian Chen melebar sewaktu ia merasakan
bibirnya yang jadi hangat.
Detik
berikutnya, ia mendorong Liu Yin Yin. Di waktu yang sama, kereta kuda
menyentak, memaksanya untuk menariknya lagi, takut kalau ia akan jatuh.
Oleh
sebab itu, Liu Yin Yin pun menyerang sekali lagi, menghisap dan menggigit
bibirnya, bahkan akhirnya menyelipkan lidahnya ke dalam mulutnya.
Setelah
kereta kudanya stabil, Ning Lian Chen mendorongnya dan memegangi pundaknya,
tampang serius menyapu matanya. "Liu Yin Yin!" Aura menekan
kekaisarannya terpampang penuh.
Ketakutan
sampai-sampai ia gemetaran, Liu Yin Yin dengan waspada memandanginya. "Ada
apa?"
"Di
masa depan, menjauhlah dariku! Kalau kau melakukan ini lagi, aku benar-benar
akan meninggalkanmu untuk mengurusi dirimu sendiri!" Ning Lian Chen
melepaskannya tepat setelah itu. Sulit dipercaya bahwa aku dicium oleh
gadis berumur sepuluh tahun, dan lebih-lebih lagi, itu adalah ciuman pertamaku.
Takut
oleh teriakannya, Liu Yin Yin menundukkan kepalanya dan menggumam, "Aku
tidak akan berani melakukannya lagi." Hanya permen yang sulit
didapatkan yang rasanya enak. Aku sudah mengingat rasanya.
Pengawal
di samping kereta merasa kelopak matanya berkedut ngeri sebelum mendesah di
waktu berikutnya. Nona Yin Yin terlalu nakal. Ia selalu menjadi alasan
Yang Mulia jadi mengamuk. Haah, Nona Yin Yin pastinya adalah seseorang yang
dikirimkan oleh Langit untuk menghukum Yang Mulia.
***
Kontras
dengan episode kacau di dalam kereta kuda, ada lebih banyak nuansa nyaman di
antara Su Xi-er dan Pei Qian Hao. Meski begini, ada jejak kemuraman pada adegan
itu.
Su
Xi-er masih memikirkan tentang Ning Lian Chen, bertanya-tanya, dibutuhkan
berapa lama sebelum ia dapat berjumpa lagi dengannya. Kematian Yun Ruo
Feng sudah pasti akan menimbulkan pergolakan penuh gejolak yang akan
menyebabkan keresahan di Nan Zhao. Terlebih lagi, kami tidak bisa mengumumkan
penyebab asli kematiannya. Hanya bisa dikatakan bahwa ia meninggal secara tak
terduga saat tinggal di kediamannya.
"Kau
masih memikirkan tentang Ning Lian Chen?" Pei Qian Hao menekankan
keningnya di kening Su Xi-er sewaktu ia memeluknya.
Su
Xi-er mengangguk. "Masih ada dua tahun lagi sebelum ia cukup umur.
Sekarang ini ...."
"Pangeran
ini kehilangan orang tuaku saat aku berumur tujuh tahun, jadi gelandangan
hingga aku masuk Kediaman Pei. Aku bergabung dalam ketentaraan ketika berumur
sepuluh tahun, maju ke medan perang ketika berumur tiga belas tahun, memimpin
pasukan saat berusia lima belas tahun, menjadi jenderal kepala saat aku berumur
tujuh belas, dan melejit terkenal dalam satu pertempuran ketika aku berumur
delapan belas tahun. Demikian pula, Ning Lian Chen bukan anak kecil
lagi."

0 comments:
Posting Komentar