Jumat, 03 Juli 2026

CTF - Chapter 426

Consort of A Thousand Faces

Chapter 426 : Ciuman Paksa


Su Xi-er sangat jelas tentang betapa dahsyatnya pasukan elit Pei Qian Hao. Reputasi mereka terkenal kemana-mana setelah menang berkali-kali melawan rintangan yang sepertinya tak dapat diatasi. Kerajaan mana pun akan ketakutan mendengar pasukan elitnya, jauh lebih mengembangkan rumor tentang Pei Qian Hao yang dingin, tak berperasaan, kejam, dan haus darah.

"Lian Chen, hati-hati dengan apa yang kau lakukan. Aku akan membantu Nan Zhao dalam aspek lainnya." Su Xi-er menenangkannya sambil tersenyum sebelum mengulurkan tangan kanannya yang mengepal.

Kakak-beradik itu akan selalu melakukan ini kapan saja mereka berhadapan dengan tantangan. Memahami niatnya dengan sekali lihat, Ning Lian Chen mengulurkan tangan kirinya dan membungkuskannya di kepalan tangan Su Xi-er. Mereka berdua tersenyum satu sama lain saling memahami dan serempak berkata, "Kerja keras."

Pengertian tanpa ucapan ini membuat Pei Qian Hao sangat tidak senang. Tetapi, Ning Lian Chen adalah adik iparku, sekaligus satu-satunya keluarga istriku. Walaupun tahu kalau tidak semestinya aku merasa tidak senang, aku tidak tahan!

Menyadari ekspresi Pei Qian Hao, Ning Lian Chen segera menarik tangannya dan memberitahunya, "Memercayakan Kakak Perempuan padamu, membuatku tenang." Kemudian, ia berjalan ke arah Liu Yin Yin dan mengulurkan tangannya. "Kemarilah."

Liu Yin Yin masih marah, tetapi ketika ia melihat ekspresi jeleknya dan rentetan prajurit Nan Zhao di kejauhan, ia mengerti kalau ia tidak boleh melawannya di sini dan tidak menghormati kekuasaan kekaisaran.

Oleh karenanya, dengan patuh Liu Yin Yin maju ke depan dan menyambut tangannya, naik ke kereta kuda bersamanya.

Ketika kereta kuda mulai bergerak, tiba-tiba saja Liu Yin Yin mengangkat tirai jendela dan melambai pada Su Xi-er. "Kakak Peri, kau harus datang ke Nan Zhao saat kau senggang. Kalau tidak, aku akan ditindas oleh Fang Ling Dang!"

Tepat setelah ia selesai berteriak, Ning Lian Chen menariknya masuk kembali. "Fang Ling Dang itu lembut dan sopan. Mana mungkin ia bisa menindasmu; lebih banyak yang percaya kalau itu sebaliknya."

Mendengarkannya membela Fang Ling Dang, amarah Liu Yin Yin melonjak lagi ke permukaan. "Anda hanya membicarakan tentang kelebihannya dan selalu memikirkan tentang dirinya. Aku diusir keluar dari istana peristirahatan Anda kapan pun aku berusaha untuk masuk, sementara ia bisa secara terbuka masuk dan tinggal selama beberapa malam!"

Tentunya Ning Lian Chen punya alasannya untuk mengusirnya keluar. Gadis ini akan memanjat ke ranjangku, tetapi setidaknya Fang Ling Dang mematuhi peraturan. Selain itu, ia juga digunakan untuk mengendalikan Tabib Kekaisaran Fang, dan akan selalu tidur di dipan di aula samping.

Namun, karena sekarang Yun Ruo Feng sudah mati, tidak perlu lagi membiarkan Fang Ling Dang di istana peristirahatanku; aku akan menyuruh seseorang untuk mengusirnya setelah masalah di mahkamah stabil.

"Kenapa Anda tidak bilang apa-apa? Itu karena Anda tidak punya apa pun untuk dikatakan. Akan kutunjukkan pada Anda!" Liu Yin Yin menggulung lengan bajunya, memperlihatkan satu bekas di sikunya. "Bekas ini tersisa saat Fang Ling Dang mencubit tanganku; sakit sekali, dan aku masih punya bekas ini bahkan sampai sekarang! Tetapi, ketika aku datang ke istana peristirahatan Anda belum lama ini, Anda mengusirku keluar tanpa alasan!" Liu Yin Yin sudah hampir menangis sampai di akhirnya.

Ning Lian Chen memandang bengong bekas yang tampak jelas di lengannya, alisnya tertaut sementara Liu Yin Yin terus berbicara.

"Aku dengar kalau Anda berada di ruang baca ketika aku menyelinap ke dalam istana peristirahatan Anda, jadi aku pergi untuk memeriksa Anda. Ketika aku sampai di sana, Fang Ling Dang sedang membantu Anda menggilingkan batang tinta, dan aku merasa tidak senang. Itulah mengapa, aku menyelinap masuk ke dalam kamar tidur untuk menunggu Anda. Bahkan, setelah semua itu, Anda mengusirku keluar segera setelah Anda masuk. Setelahnya, para pengawal juga mengusirku pergi." Liu Yin Yin tidak akan pernah melupakan kesombongan yang berkedip di mata Fang Ling Dang.

Wanita itu adalah seekor serigala berbulu domba! Mengalami penderitaan semacam itu, Liu Yin Yin telah memutuskan untuk tidak mengungkit mereka pada Ning Lian Chen karena amarahnya.

Ning Lian Chen mengulurkan tangannya dan mengelus bekas itu. "Seharusnya kau mengatakan sesuatu saat aku mengusirmu, tetapi kau masih tidak bilang apa-apa selama beberapa hari ini di Bei Min."

"Apakah Anda memberiku kesempatan untuk mengatakan apa-apa?" Mata Liu Yin Yin agak bengkak karena menangis, menyebabkan hati Ning Lian Chen terasa sakit.

"Yin Yin, maafkan aku. Aku akan menangani Fang Ling Dang." Ning Lian Chen menenangkannya sewaktu ia memijat-mijat tangannya.

Usahanya tak bekerja pada Liu Yin Yin, dan ia mengibaskan tangannya. "Sudah tidak sakit lagi. Hanya tersisa bekas kecil. Jangan menitikkan air mata buaya."

Ning Lian Chen tidak tahu harus tertawa atau menangis melihat reaksinya, hanya mengetuk kepalanya dengan lembut. "Dasar nakal."

"Jangan memperlakukanku seenaknya. Aku masih marah!" Liu Yin Yin berpaling dari Ning Lian Chen, masih belum siap untuk memaafkannya.

"Yin Yin, jangan marah. Saat kita kembali ke Nan Zhao, bagaimana kalau aku membawamu keluar istana saat aku senggang?" Tadinya, Ning Lian Chen ingin menjaga jarak dari Liu Yin Yin, tetapi ia rasa, sekarang bukanlah waktu yang tepat setelah mengetahui seberapa besar penderitaannya.

Liu Yin Yin langsung berbalik, dan kebetulan melihat bibir Ning Lian Chen yang agak merah. Bentuk bibirnya tampak sangat bagus; mirip permen. Tiba-tiba saja, satu ide jail pun mendatanginya, dan dengan cepat berdiri sebelum melingkarkan tangannya di leher Ning Lian Chen.

Kali ini, Ning Lian Chen tidak mendorongnya, berpikir kalau ia hanya ingin dipeluk seperti yang mereka lakukan dulu. Anak-anak suka dihibur setelah mengalami penderitaan. Aku akan melakukan hal yang sama dengan Kakak Perempuan sebagai anak kecil.

Akan tetapi, Liu Yin Yin bukan hanya menginginkan pelukan. Melihat kalau Ning Lian Chen tidak menolaknya, ia berasumsi kalau Ning Lian Chen setuju. Aku mau makan permen hari ini! Bibirnya indah sekali sampai-sampai terlihat seolah kau bisa memeras air keluar dari bibirnya. Apakah Fang Ling Dang sudah pernah memakan bibirnya sebelumnya?

Setelah memikirkan soal itu, sekali lagi, Liu Yin Yin jadi kesal. Aku mau menyingkirkan bau Fang Ling Dang! Meluap penuh keberanian, tiba-tiba saja ia mendongakkan kepalanya dan dengan gesit menangkap bibir itu.

Bibir mereka bertemu, yang satu hangat, dan yang lainnya agak dingin. Dalam sekejap saat mereka melakukan kontak, mata Ning Lian Chen melebar sewaktu ia merasakan bibirnya yang jadi hangat.

Detik berikutnya, ia mendorong Liu Yin Yin. Di waktu yang sama, kereta kuda menyentak, memaksanya untuk menariknya lagi, takut kalau ia akan jatuh.

Oleh sebab itu, Liu Yin Yin pun menyerang sekali lagi, menghisap dan menggigit bibirnya, bahkan akhirnya menyelipkan lidahnya ke dalam mulutnya.

Setelah kereta kudanya stabil, Ning Lian Chen mendorongnya dan memegangi pundaknya, tampang serius menyapu matanya. "Liu Yin Yin!" Aura menekan kekaisarannya terpampang penuh.

Ketakutan sampai-sampai ia gemetaran, Liu Yin Yin dengan waspada memandanginya. "Ada apa?"

"Di masa depan, menjauhlah dariku! Kalau kau melakukan ini lagi, aku benar-benar akan meninggalkanmu untuk mengurusi dirimu sendiri!" Ning Lian Chen melepaskannya tepat setelah itu. Sulit dipercaya bahwa aku dicium oleh gadis berumur sepuluh tahun, dan lebih-lebih lagi, itu adalah ciuman pertamaku.

Takut oleh teriakannya, Liu Yin Yin menundukkan kepalanya dan menggumam, "Aku tidak akan berani melakukannya lagi." Hanya permen yang sulit didapatkan yang rasanya enak. Aku sudah mengingat rasanya.

Pengawal di samping kereta merasa kelopak matanya berkedut ngeri sebelum mendesah di waktu berikutnya. Nona Yin Yin terlalu nakal. Ia selalu menjadi alasan Yang Mulia jadi mengamuk. Haah, Nona Yin Yin pastinya adalah seseorang yang dikirimkan oleh Langit untuk menghukum Yang Mulia.

***

Kontras dengan episode kacau di dalam kereta kuda, ada lebih banyak nuansa nyaman di antara Su Xi-er dan Pei Qian Hao. Meski begini, ada jejak kemuraman pada adegan itu.

Su Xi-er masih memikirkan tentang Ning Lian Chen, bertanya-tanya, dibutuhkan berapa lama sebelum ia dapat berjumpa lagi dengannya. Kematian Yun Ruo Feng sudah pasti akan menimbulkan pergolakan penuh gejolak yang akan menyebabkan keresahan di Nan Zhao. Terlebih lagi, kami tidak bisa mengumumkan penyebab asli kematiannya. Hanya bisa dikatakan bahwa ia meninggal secara tak terduga saat tinggal di kediamannya.

"Kau masih memikirkan tentang Ning Lian Chen?" Pei Qian Hao menekankan keningnya di kening Su Xi-er sewaktu ia memeluknya.

Su Xi-er mengangguk. "Masih ada dua tahun lagi sebelum ia cukup umur. Sekarang ini ...."

"Pangeran ini kehilangan orang tuaku saat aku berumur tujuh tahun, jadi gelandangan hingga aku masuk Kediaman Pei. Aku bergabung dalam ketentaraan ketika berumur sepuluh tahun, maju ke medan perang ketika berumur tiga belas tahun, memimpin pasukan saat berusia lima belas tahun, menjadi jenderal kepala saat aku berumur tujuh belas, dan melejit terkenal dalam satu pertempuran ketika aku berumur delapan belas tahun. Demikian pula, Ning Lian Chen bukan anak kecil lagi." 

 

0 comments:

Posting Komentar