Consort of A Thousand Faces
Chapter
436 : Langkah Tak Terduga dari Hao Wang Fei
Pria
di dalam lukisan itu, helaian rambutnya tersebar di bahu, dan di tangannya ada
sebuah payung kertas minyak. Dengan senyum tipis di bibirnya, aura
yang memikat tampak terpancar dari lukisan tersebut. Meskipun senyum tipisnya
sengaja tidak disorot, pesona dari sosok di lukisan itu memungkinkan orang
untuk membedakan identitas mereka dengan sekali lihat—Putra Mahkota Chu.
(T/N
: contoh payung kertas minyak.)
Sementara
para menteri masih melongo, Guru Agung Kong-lah yang pertama kembali tersadar,
berulang kali bertepuk tangan dan berseru dengan lantang, "Tampaknya
seperti lukisan biasa, tetapi itu menggunakan teknik melemahkan profilnya dan
menguatkan sikapnya; itu membuat orang langsung membedakan identitas orang
tersebut. Hao Wang Fei, ini adalah lukisan yang bagus!"
Mata
Chu Ling Long menggelap setelah mendengarkan pujian tiada akhir itu,
pandangannya terpaku pada Su Xi-er.
Di
lain pihak, Hua Zi Rong tiba-tiba tersenyum, merendahkan suaranya. "Putra
Mahkota Chu, kau selalu menikmati tontonan begini, tetapi setiap kali kau
berhadapan dengan Hao Wang Fei, kau pasti menderita kerugian."
Ekspresi
Chu Ling Long memburuk, dan tatapannya beralih pada Hua Zi Rong. "Putra
Mahkota ini menyadari bahwa penguasa Xi Liu mulai jadi lebih banyak bicara hari
ini." Kemudian, ia mengangkat cangkir anggurnya dan berdiri.
"Lukisannya dibuat dengan sangat baik. Karena kau sudah melukis Putra
Mahkota ini, mengapa kau tidak menghadiahkan lukisan ini untukku?"
Suaranya
jelas, dan sudut mulutnya terangkat sementara kilatan melintas di matanya.
Su
Xi-er sudah berjalan ke sisi Pei Qian Hao, dan ia tersenyum selagi ia menjawab,
"Putra Mahkota Chu, lukisan ini aslinya adalah hadiah untukku. Xiao Yuan
Zi, segera berikan lukisan itu kepada pengawal pribadi Putra Mahkota Chu."
"Hamba
mematuhi perintah." Xiao Yuan Zi pun membungkuk dengan tangan terlipat di
depannya, kemudian berjalan ke halaman bersama dengan lukisan di tangannya.
Chu
Ling Long tetap berdiri sewaktu ia bermain-main dengan cangkir anggurnya dan
berkata, "Putra Mahkota ini bingung. Bagaimanakah Hao Wang Fei mengetahui
bagaimana caranya melukis sedangkan ia awalnya adalah seorang dayang? Keahlian
melukismu cukup bagus bahkan sampai-sampai Guru Agung Kong sangat memujimu,
tetapi keterampilanmu tidak sesuai dengan identitasmu."
Semua
menteri pun mengerutkan alis mereka. Perjamuan istana malam ini adalah
untuk merayakan pernikahan Pangeran Hao; topik yang paling tabu adalah latar
belakang Hao Wang Fei. Tetapi, Putra Mahkota Chu langsung mengutarakan
pikirannya, sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat kepada Pangeran Hao.
Sementara
semua orang tersesat dalam pikiran mereka, Su Xi-er hanya tersenyum, matanya
melirik ke arah Pei Qian Hao sebelum suara jernihnya memecah konsentrasi semua
orang.
"Aku
tidak berpikir bahwa aku punya bakat untuk melukis, tetapi sepertinya aku
salah. Tak perlu dikatakan bahwa aku punya seorang guru pribadi; orang yang
pintar barangkali sudah menebak ini."
Tekanan
yang disengaja dari kata-kata 'orang pintar' membuat reputasi Chu Ling Long
jatuh lagi.
Chu
Ling Long menyembunyikan tatapan dalam di matanya, dan mempertanyakan,
"Jika aku boleh berani bertanya, siapakah yang Hao Wang Fei pilih
sebagai guru pribadinya?"
Selagi
semua orang masih tenggelam dalam kebingungan, Su Xi-er pun menjawab,
"Guru yang terkenal itu ada di sini." Ia melirik Pei Qian Hao,
suaranya lembut. "Pangeran Hao, kau sudah mengajariku bagaimana caranya
melukis sejak lama. Apakah aku melakukan pekerjaan yang bagus barusan
ini?"
Mulut
semua orang mendadak menganga lebar tanpa memedulikan reputasi mereka, termasuk
para menteri dari Bei Min. Apa yang sudah kita dengar?! Pangeran Hao
sebenarnya bisa melukis?! Ia telah menyembunyikan fakta ini begitu dalam hingga
bahkan kita saja tidak mengetahuinya!
Pei
Qian Hao menatap Su Xi-er penuh makna, sudut mulutnya sedikit melengkung ke
atas sewaktu ia berdiri. Di saat ia menghadap semua orang, ia sudah mendapatkan
kembali watak dinginnya yang biasa. Biarpun tidak tampak marah, ekspresi
seriusnya menuntut perhatian semua orang. "Pangeran ini memang orang yang
mengajari Hao Wang Fei bagaimana cara melukis. Jika kalian
ragu, Putra Mahkota Chu, jangan ragu untuk bertanya pada Pangeran ini."
Dengan
jawaban Pei Qian Hao, Chu Ling Long tidak bisa lagi mencoba menggali lebih
dalam. Semua orang punya batasan bawah mereka sendiri, dan selain itu, ini Bei
Min. Terlepas dari betapa angkuhnya Chu Ling Long, ia tidak berani membuat
keributan di kandang orang lain.
"Putra
Mahkota ini terkesan dengan Hao Wang Fei karena cepat tanggap
dan bisa belajar. Bahkan lebih dari itu, aku juga menghormati Pangeran Hao.
Pangeran ini benar-benar terkesan, tidak hanya pemerintahan dan prestasi
militermu, tetapi bahkan keterampilanmu dalam melukis. Tidak mengherankan jika
Bei Min mulai menghargai literatur." Chu Ling Long mengangkat cangkir
anggurnya. "Pangeran ini bersulang pada Pangeran Hao dan Hao Wang
Fei." Ia meneguk isi cangkirnya.
Saat
tokoh penting dari kerajaan lain mengajak bersulang, pihak penerima juga
diharuskan untuk membalas gesturnya sebagai bentuk kesopanan.
Pei
Qian Hao mengambil cangkir anggurnya, tetapi sebelum dayang istana di
belakangnya dapat menuangkan apa-apa, guci anggurnya sudah diberikan pada Su
Xi-er.
"Isi
cangkirnya untuk Pangeran ini." Pei Qian Hao meletakkan cangkirnya di
depan Su Xi-er, aura dinginnya sudah menghilang cukup signifikan.
Mengetahui
bahwa ia ingin minum kali ini, Su Xi-er mengambil guci anggurnya dan
menuangkannya untuknya.
"Pangeran
ini bersulang dengan Putra Mahkota Chu." Pei Qian Hao langsung meneguk
isinya.
Tatapan
Chu Ling Long tertuju pada Su Xi-er. "Hao Wang Fei, apa kau
tidak akan mengajak Putra Mahkota ini bersulang?"
Sebelum
Su Xi-er dapat mengatakan apa-apa, Pei Qian Hao menawarkan diri, "Pangeran
ini akan bersulang menggantikan Wang Fei." Ia mengangkat
cangkir anggurnya ke depan Su Xi-er supaya ia dapat membantunya mengisinya
lagi.
Namun,
Su Xi-er menggelengkan kepalanya, dan menanyai Chu Ling Long. "Putra
Mahkota Chu, apakah kau paling suka minum anggur?"
Meski
tidak memahami alasan di balik pertanyaan itu, ia masih menjawab secara jujur,
"Aku memang paling suka minum anggur. Apa, kau mau membandingkan toleransi
alkohol dengan Putra Mahkota ini?"
Tawa
kecil yang lembut pun lepas dari antara bibir Su Xi-er. "Putra Mahkota
Chu, kau suka bercanda. Bagaimana bisa seorang pria dan wanita bersaing dalam
hal seperti itu? Bahkan jika mereka mengatakan bahwa kau secantik perempuan,
kau tetap tidak diperbolehkan untuk bersaing dengan wanita dalam hal-hal
seperti itu."
Perkataannya
yang terkesan sambil lalu meninggalkan rasa yang berbeda dalam hati orang
lain. Hao Wang Fei sedang mengejek Putra Mahkota Chu karena penampilan
femininnya!
Ekspresi
Chu Ling Long penuh badai. Tidak bisa diterima! Ia bahkan tidak
menyisakan sedikit pun muka untukku di depan para pejabat! Jika ia bersikeras
bersikap arogan, maka tidak masalah kalau aku juga bertindak secara sengaja.
Karenanya,
ia hanya menyatakan, "Putra Mahkota ini tidak peduli tentang bagaimana
orang lain bergosip. Aku akan bersaing denganmu dalam hal kapasitas alkohol
malam ini. Pelayan, kemari dan isi cangkir Pangeran ini."
Dayang
istana di belakangnya secara sadar maju ke depan untuk mengikuti perintahnya.
Karena
perang sudah diumumkan padanya, ia akan tampak picik apabila ia tidak
menerimanya. Meskipun
Bei Min mulai menghargai literatur, tak dapat dipungkiri bahwa telah menekankan
militer untuk sebagian besar sejarahnya, sehingga banyak pria yang penuh dengan
semangat seni bela diri. Beberapa wanita Bei Min juga terpengaruh oleh semangat
seperti ini, dan lebih kuat ketimbang wanita dari kerajaan lainnya.
Setelah
memahami niat Su Xi-er, Pei Qian Hao langsung menatapnya dan memelankan
suaranya. "Pangeran ini tidak mengizinkanmu untuk minum anggur."
"Putra
Mahkota Chu terlalu arogan, dan aku harus menghabisi sikap sombongnya itu.
Jangan cemaskan aku; toleransi alkoholku sangat tinggi."
Sebagai
warga Nan Zhao, dan tadinya Putri Pertama Kekaisaran pula, toleransi alkoholku
sudah biasa. Orang harus mengetahui bahwa Nan Zhao adalah sebuah kerajaan yang
terkenal untuk anggurnya. Putra Mahkota Chu benar-benar percaya diri. Tunggu
hingga ia melihat bagaimana aku akan memberinya pelajaran!
Pei
Qian Hao menyadari kilat halus di mata Su Xi-er, kemudian berbalik untuk
melihat ke ekspresi tak tahu apa-apa Chu Ling Long. Ck, ck, Wang Fei akan
bergerak, tetapi Putra Mahkota Chu masih sangat sombong saat ini.
"Dengan
semangat yang begitu tinggi, mana mungkin aku menolak ajakan Putra Mahkota Chu?
Cangkir anggurnya terlalu kecil; aku tidak bisa minum sampai puas. Pelayan,
kemari dan ganti dengan yang lebih besar."
Mata
semua orang nyaris jatuh dari rongganya. Apakah Wang Fei kelewat
sombong atau ia benar-benar bisa menahan alkoholnya dengan baik? Ia berencana
untuk membuat Putra Mahkota Chu mabuk dengan mengubah ukuran cangkirnya?
Chu
Ling Long tertawa terbahak-bahak. "Mana mungkin Putra Mahkota ini takut
pada seorang wanita? Kita akan mengunakan cangkir yang paling besar. Apabila
Putra Mahkota ini tanpa sengaja membuat Hao Wang Fei mabuk, apakah
kau akan mengamuk, Pangeran Hao?"
Suara
dalam dan mengesankan seorang pria pun menjawabnya. "Tentu saja tidak;
selain itu, terlalu cepat untuk menentukan hasilnya."
Chu
Ling Long merasa dirinya kesulitan untuk menjaga reputasinya. Pei Qian
Hao terlalu angkuh dan sombong! Karena itulah, ia hanya tertawa.
"Pangeran Hao, bagaimana kau tahan melihat Wang Fei mengikuti
kompetisi ini? Tidak akan baik jika orang mulai bergosip bahwa kau adalah
seorang pria yang bersembunyi di belakang seorang wanita."
"Jangan
khawatir Putra Mahkota Chu, tentu saja Pangeran ini lebih dari sekadar
tandingan untuk Wang Fei. Jika kau tidak bisa menang melawannya,
maka kau juga bukanlah tandingan Pangeran ini." Suaranya dingin, dan
tatapan tanpa emosinya menembus ke dalam Chu Ling Long.

0 comments:
Posting Komentar