Sabtu, 25 Juli 2026

CTF - Chapter 436

Consort of A Thousand Faces

Chapter 436 : Langkah Tak Terduga dari Hao Wang Fei

Pria di dalam lukisan itu, helaian rambutnya tersebar di bahu, dan di tangannya ada sebuah payung kertas minyak. Dengan senyum tipis di bibirnya, aura yang memikat tampak terpancar dari lukisan tersebut. Meskipun senyum tipisnya sengaja tidak disorot, pesona dari sosok di lukisan itu memungkinkan orang untuk membedakan identitas mereka dengan sekali lihat—Putra Mahkota Chu.

(T/N : contoh payung kertas minyak.)



Sementara para menteri masih melongo, Guru Agung Kong-lah yang pertama kembali tersadar, berulang kali bertepuk tangan dan berseru dengan lantang, "Tampaknya seperti lukisan biasa, tetapi itu menggunakan teknik melemahkan profilnya dan menguatkan sikapnya; itu membuat orang langsung membedakan identitas orang tersebut. Hao Wang Fei, ini adalah lukisan yang bagus!"

Mata Chu Ling Long menggelap setelah mendengarkan pujian tiada akhir itu, pandangannya terpaku pada Su Xi-er.

Di lain pihak, Hua Zi Rong tiba-tiba tersenyum, merendahkan suaranya. "Putra Mahkota Chu, kau selalu menikmati tontonan begini, tetapi setiap kali kau berhadapan dengan Hao Wang Fei, kau pasti menderita kerugian."

Ekspresi Chu Ling Long memburuk, dan tatapannya beralih pada Hua Zi Rong. "Putra Mahkota ini menyadari bahwa penguasa Xi Liu mulai jadi lebih banyak bicara hari ini." Kemudian, ia mengangkat cangkir anggurnya dan berdiri. "Lukisannya dibuat dengan sangat baik. Karena kau sudah melukis Putra Mahkota ini, mengapa kau tidak menghadiahkan lukisan ini untukku?"

Suaranya jelas, dan sudut mulutnya terangkat sementara kilatan melintas di matanya.

Su Xi-er sudah berjalan ke sisi Pei Qian Hao, dan ia tersenyum selagi ia menjawab, "Putra Mahkota Chu, lukisan ini aslinya adalah hadiah untukku. Xiao Yuan Zi, segera berikan lukisan itu kepada pengawal pribadi Putra Mahkota Chu."

"Hamba mematuhi perintah." Xiao Yuan Zi pun membungkuk dengan tangan terlipat di depannya, kemudian berjalan ke halaman bersama dengan lukisan di tangannya.

Chu Ling Long tetap berdiri sewaktu ia bermain-main dengan cangkir anggurnya dan berkata, "Putra Mahkota ini bingung. Bagaimanakah Hao Wang Fei mengetahui bagaimana caranya melukis sedangkan ia awalnya adalah seorang dayang? Keahlian melukismu cukup bagus bahkan sampai-sampai Guru Agung Kong sangat memujimu, tetapi keterampilanmu tidak sesuai dengan identitasmu."

Semua menteri pun mengerutkan alis mereka. Perjamuan istana malam ini adalah untuk merayakan pernikahan Pangeran Hao; topik yang paling tabu adalah latar belakang Hao Wang Fei. Tetapi, Putra Mahkota Chu langsung mengutarakan pikirannya, sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat kepada Pangeran Hao.

Sementara semua orang tersesat dalam pikiran mereka, Su Xi-er hanya tersenyum, matanya melirik ke arah Pei Qian Hao sebelum suara jernihnya memecah konsentrasi semua orang.

"Aku tidak berpikir bahwa aku punya bakat untuk melukis, tetapi sepertinya aku salah. Tak perlu dikatakan bahwa aku punya seorang guru pribadi; orang yang pintar barangkali sudah menebak ini."

Tekanan yang disengaja dari kata-kata 'orang pintar' membuat reputasi Chu Ling Long jatuh lagi.

Chu Ling Long menyembunyikan tatapan dalam di matanya, dan mempertanyakan, "Jika aku boleh berani bertanya, siapakah yang Hao Wang Fei pilih sebagai guru pribadinya?"

Selagi semua orang masih tenggelam dalam kebingungan, Su Xi-er pun menjawab, "Guru yang terkenal itu ada di sini." Ia melirik Pei Qian Hao, suaranya lembut. "Pangeran Hao, kau sudah mengajariku bagaimana caranya melukis sejak lama. Apakah aku melakukan pekerjaan yang bagus barusan ini?"

Mulut semua orang mendadak menganga lebar tanpa memedulikan reputasi mereka, termasuk para menteri dari Bei Min. Apa yang sudah kita dengar?! Pangeran Hao sebenarnya bisa melukis?! Ia telah menyembunyikan fakta ini begitu dalam hingga bahkan kita saja tidak mengetahuinya!

Pei Qian Hao menatap Su Xi-er penuh makna, sudut mulutnya sedikit melengkung ke atas sewaktu ia berdiri. Di saat ia menghadap semua orang, ia sudah mendapatkan kembali watak dinginnya yang biasa. Biarpun tidak tampak marah, ekspresi seriusnya menuntut perhatian semua orang. "Pangeran ini memang orang yang mengajari Hao Wang Fei bagaimana cara melukis. Jika kalian ragu, Putra Mahkota Chu, jangan ragu untuk bertanya pada Pangeran ini."

Dengan jawaban Pei Qian Hao, Chu Ling Long tidak bisa lagi mencoba menggali lebih dalam. Semua orang punya batasan bawah mereka sendiri, dan selain itu, ini Bei Min. Terlepas dari betapa angkuhnya Chu Ling Long, ia tidak berani membuat keributan di kandang orang lain.

"Putra Mahkota ini terkesan dengan Hao Wang Fei karena cepat tanggap dan bisa belajar. Bahkan lebih dari itu, aku juga menghormati Pangeran Hao. Pangeran ini benar-benar terkesan, tidak hanya pemerintahan dan prestasi militermu, tetapi bahkan keterampilanmu dalam melukis. Tidak mengherankan jika Bei Min mulai menghargai literatur." Chu Ling Long mengangkat cangkir anggurnya. "Pangeran ini bersulang pada Pangeran Hao dan Hao Wang Fei." Ia meneguk isi cangkirnya.

Saat tokoh penting dari kerajaan lain mengajak bersulang, pihak penerima juga diharuskan untuk membalas gesturnya sebagai bentuk kesopanan.

Pei Qian Hao mengambil cangkir anggurnya, tetapi sebelum dayang istana di belakangnya dapat menuangkan apa-apa, guci anggurnya sudah diberikan pada Su Xi-er.

"Isi cangkirnya untuk Pangeran ini." Pei Qian Hao meletakkan cangkirnya di depan Su Xi-er, aura dinginnya sudah menghilang cukup signifikan.

Mengetahui bahwa ia ingin minum kali ini, Su Xi-er mengambil guci anggurnya dan menuangkannya untuknya.

"Pangeran ini bersulang dengan Putra Mahkota Chu." Pei Qian Hao langsung meneguk isinya.

Tatapan Chu Ling Long tertuju pada Su Xi-er. "Hao Wang Fei, apa kau tidak akan mengajak Putra Mahkota ini bersulang?"

Sebelum Su Xi-er dapat mengatakan apa-apa, Pei Qian Hao menawarkan diri, "Pangeran ini akan bersulang menggantikan Wang Fei." Ia mengangkat cangkir anggurnya ke depan Su Xi-er supaya ia dapat membantunya mengisinya lagi.

Namun, Su Xi-er menggelengkan kepalanya, dan menanyai Chu Ling Long. "Putra Mahkota Chu, apakah kau paling suka minum anggur?"

Meski tidak memahami alasan di balik pertanyaan itu, ia masih menjawab secara jujur, "Aku memang paling suka minum anggur. Apa, kau mau membandingkan toleransi alkohol dengan Putra Mahkota ini?"

Tawa kecil yang lembut pun lepas dari antara bibir Su Xi-er. "Putra Mahkota Chu, kau suka bercanda. Bagaimana bisa seorang pria dan wanita bersaing dalam hal seperti itu? Bahkan jika mereka mengatakan bahwa kau secantik perempuan, kau tetap tidak diperbolehkan untuk bersaing dengan wanita dalam hal-hal seperti itu."

Perkataannya yang terkesan sambil lalu meninggalkan rasa yang berbeda dalam hati orang lain. Hao Wang Fei sedang mengejek Putra Mahkota Chu karena penampilan femininnya!

Ekspresi Chu Ling Long penuh badai. Tidak bisa diterima! Ia bahkan tidak menyisakan sedikit pun muka untukku di depan para pejabat! Jika ia bersikeras bersikap arogan, maka tidak masalah kalau aku juga bertindak secara sengaja.

Karenanya, ia hanya menyatakan, "Putra Mahkota ini tidak peduli tentang bagaimana orang lain bergosip. Aku akan bersaing denganmu dalam hal kapasitas alkohol malam ini. Pelayan, kemari dan isi cangkir Pangeran ini."

Dayang istana di belakangnya secara sadar maju ke depan untuk mengikuti perintahnya.

Karena perang sudah diumumkan padanya, ia akan tampak picik apabila ia tidak menerimanya. Meskipun Bei Min mulai menghargai literatur, tak dapat dipungkiri bahwa telah menekankan militer untuk sebagian besar sejarahnya, sehingga banyak pria yang penuh dengan semangat seni bela diri. Beberapa wanita Bei Min juga terpengaruh oleh semangat seperti ini, dan lebih kuat ketimbang wanita dari kerajaan lainnya.

Setelah memahami niat Su Xi-er, Pei Qian Hao langsung menatapnya dan memelankan suaranya. "Pangeran ini tidak mengizinkanmu untuk minum anggur."

"Putra Mahkota Chu terlalu arogan, dan aku harus menghabisi sikap sombongnya itu. Jangan cemaskan aku; toleransi alkoholku sangat tinggi."

Sebagai warga Nan Zhao, dan tadinya Putri Pertama Kekaisaran pula, toleransi alkoholku sudah biasa. Orang harus mengetahui bahwa Nan Zhao adalah sebuah kerajaan yang terkenal untuk anggurnya. Putra Mahkota Chu benar-benar percaya diri. Tunggu hingga ia melihat bagaimana aku akan memberinya pelajaran!

Pei Qian Hao menyadari kilat halus di mata Su Xi-er, kemudian berbalik untuk melihat ke ekspresi tak tahu apa-apa Chu Ling Long. Ck, ck, Wang Fei akan bergerak, tetapi Putra Mahkota Chu masih sangat sombong saat ini.

"Dengan semangat yang begitu tinggi, mana mungkin aku menolak ajakan Putra Mahkota Chu? Cangkir anggurnya terlalu kecil; aku tidak bisa minum sampai puas. Pelayan, kemari dan ganti dengan yang lebih besar."

Mata semua orang nyaris jatuh dari rongganya. Apakah Wang Fei kelewat sombong atau ia benar-benar bisa menahan alkoholnya dengan baik? Ia berencana untuk membuat Putra Mahkota Chu mabuk dengan mengubah ukuran cangkirnya?

Chu Ling Long tertawa terbahak-bahak. "Mana mungkin Putra Mahkota ini takut pada seorang wanita? Kita akan mengunakan cangkir yang paling besar. Apabila Putra Mahkota ini tanpa sengaja membuat Hao Wang Fei mabuk, apakah kau akan mengamuk, Pangeran Hao?"

Suara dalam dan mengesankan seorang pria pun menjawabnya. "Tentu saja tidak; selain itu, terlalu cepat untuk menentukan hasilnya."

Chu Ling Long merasa dirinya kesulitan untuk menjaga reputasinya. Pei Qian Hao terlalu angkuh dan sombong! Karena itulah, ia hanya tertawa. "Pangeran Hao, bagaimana kau tahan melihat Wang Fei mengikuti kompetisi ini? Tidak akan baik jika orang mulai bergosip bahwa kau adalah seorang pria yang bersembunyi di belakang seorang wanita."

"Jangan khawatir Putra Mahkota Chu, tentu saja Pangeran ini lebih dari sekadar tandingan untuk Wang Fei. Jika kau tidak bisa menang melawannya, maka kau juga bukanlah tandingan Pangeran ini." Suaranya dingin, dan tatapan tanpa emosinya menembus ke dalam Chu Ling Long.

 

0 comments:

Posting Komentar