Kamis, 05 Februari 2026

CTF - Chapter 240

Consort of A Thousand Faces

Chapter 240 : Itu Dia

Ekspresi terluka muncul di mata Su Xi-er sewaktu ia melihat wajah Feng Chang Qing. Wajahnya sampai secacat ini ... bagaimana ia sanggup menanggung rasa sakit seperti ini? Chu Ling Long, seseorang dengan tampang memikat yang mirip dengannya, pasti akan lebih memilih mati daripada jadi seperti ini. Feng Chang Qing, bagaimana bisa, kau masih hidup ....?

Saat ia memikirkan tentang ini, mata Su Xi-er jadi terasa basah. Mengangkat tangan untuk menyentuh bekas luka di wajahnya dengan lembut, ia pelan-pelan membuka mulutnya dan memanggil namanya. "Feng Chang Qing."

Kata-kata itu seperti jarum di hatinya, dan suaranya dipenuhi rasa simpati.

Kilatan kegembiraan melintas di mata Feng Chang Qing. Ini benar-benar Putri Pertama Kekaisaran! Semua orang mengira ia sudah mati, tetapi siapa sangka kalau ia akan bereinkarnasi ke tubuh lain.

Ia tidak menyangka kalau ia akan sekaget ini dan bergembira sekali. Bahkan, seseorang seperti dirinya, yang tidak pernah menangis sebelum saat ini, tidak bisa menahan air mata tanpa suaranya yang menetes menuruni wajahnya.

Air mata lembut itu berjatuhan di jari Su Xi-er sebelum ia mengangkat tangan, dengan lembut mengusap mereka. "Feng Chang Qing, wajahmu, apakah ...."

Sebelum ia bisa menyelesaikannya, Feng Chang Qing menyelanya. "Putri Pertama, bawahan ini tidak pernah menyukai wajahku yang tampak genit itu; tidak masalah bila dibuat cacat." Emosinya meliar, dan ia tidak memedulikan sama sekali mengenai penampilannya saat ini. Bagiku, fakta bahwa Putri Pertama Kekaisaran masih hidup, sudah merupakan suatu hadiah dari langit.

Aku hanya hidup karena aku telah bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Aku tidak menduga kalau ia akan berdiri di depanku dengan wajah yang berbeda. Meski begitu, aura dan nada bicaranya sama seperti sebelumnya.

"Aku bukan lagi Putri Pertama Kekaisaran, dan kau bukan lagi bawahanku. Kita setara, jadi kau tidak perlu terlalu sopan padaku." Su Xi-er menurunkan tangannya, dan memasangkan lagi cadar biru itu untuknya.

Ia menatap Su Xi-er dengan mata yang cerah, seolah ia takut kalau ini adalah sebuah mimpi, dan bahwa Putri Pertama Kekaisaran akan menghilang apabila ia mengedipkan matanya.

"Tidak peduli apa pun yang Anda katakan, Anda tetaplah Putri Pertama Kekaisaran dari bawahan ini. Bawahan ini tidak sanggup melupakan kebaikan Anda. Jika bukan karena Anda, bawahan ini pasti sudah lama mati di barak tentara." Mata Feng Chang Qing dipenuhi rasa hormat, segera menyembah selagi ia berbicara.

"Bawahan ini tidak mengetahui bahwa Anda adalah Putri Pertama Kekaisaran, dan bersikap tidak sopan. Mohon maafkan aku."

Su Xi-er segera membantunya bangkit. "Feng Chang Qing, sekarang ini, aku adalah Su Xi-er, dan bukan Ning Ru Lan. Kau bertingkah terlalu formal dengan seperti ini. Kau harus segera bangun."

Feng Chang Qing tadinya tetap tidak bergerak di tanah. Hanya setelah ia mendengar perintah Su Xi-er, barulah ia bangkit berdiri.

Sekali lagi, ia membungkuk pada Su Xi-er. "Putri Pertama, Anda masih memiliki empat ratus tentara yang sebelumnya berada di bawah Anda. Bawahan ini telah melatih mereka menjadi tentara pengorbanan. Mulai dari sekarang, mereka akan mengikuti perintah Anda."

Su Xi-er mengangguk. Mantan bawahanku, semuanya adalah tentara yang bertarung berdampingan denganku selama peperangan. Semuanya ada sepuluh ribu pasukan tentara elit; kini, hanya tersisa empat ratus orang dari mereka.

"Putri Pertama, saat Anda dikurung di penjara, Nona Lü Liu telah membentangkan sebuah rencana yang cermat. Bawahan ini sedang menunggu di pintu samping istana kekaisaran, tetapi tanpa diduga, dikepung oleh Yun Ruo Feng. Dengan jumlah orang yang jauh lebih sedikit, bawahan ini berada dalam keadaan yang sangat tidak menguntungkan. Beberapa hari setelahnya, Yun Ruo Feng mulai membunuh sepuluh ribu pasukan hingga akhirnya, hanya tersisa empat ratus orang dari kami." Suara Feng Chang Qing jadi semakin dingin seiring tiap kata yang meninggalkan mulutnya.

Angin malam yang dingin bertiup melewati mereka, menyebarkan perasaan menyendiri atas kehilangan di antara pasangan itu. Su Xi-er mampu membayangkan para mantan bawahannya, bertarung sampai mati dalam kekacauan yang berdarah. Mereka semua bertarung dengan berani selama peperangan, hanya untuk mati di tangan seseorang yang mereka semua hormati, Yun Ruo Feng!

"Putri Pertama ...."

Su Xi-er melambaikan tangannya dan menyingkirkan ekspresi kesakitannya. "Tangan Yun Ruo Feng ternoda oleh darah, dan aku pasti tidak akan melepaskannya. Namun, sekarang ini bukanlah waktu yang tepat. Yun Ruo Feng jauh lebih berkuasa daripada sebelumnya, dengan beberapa ratus ribu pasukan elit. Saat dibandingkan dengan empat ratus orang kita yang remeh, kita harus mengakui kalau sekarang ini kita bukanlah tandingannya, sehingga kita harus mempersiapkan strategi jangka panjang."

Feng Chang Qing membungkuk menyampaikan hormatnya. "Bawahan ini akan mengikuti perintah Anda, Putri Pertama."

"Bagi empat ratus bawahan menjadi empat kelompok, dengan seratus orang di masing-masing kelompoknya. Dua kelompok akan menetap di Nan Zhao, dan dua kelompok lainnya akan pergi ke Bei Min. Selain dari pelatihan militer, mereka juga harus menjalankan bisnis, berladang, membuka kedai teh dan restoran, dan menyewa wanita untuk orkestra dan rombongan tarian mereka." Su Xi-er menginstruksikan secara perlahan; ia ingin mengimplementasikan rencananya secara bertahap.

"Putri Pertama, kita juga harus mengirimkan orang ke Bei Min?"

"Mmm, kita tidak bisa hanya tinggal di Nan Zhao. Membuat pasukan membutuhkan uang, dan itu hanya bisa tercapai dengan melakukan bisnis dan berladang. Feng Chang Qing, kau melakukan pekerjaan yang bagus dengan membeli Rumah Aprikot Keberuntungan."

Feng Chang Qing tersenyum, alisnya melengkung. "Bawahan ini bodoh, dan hanya mengikuti apa yang sebelumnya Putri Pertama ajarkan padaku."

"Sebelum aku kembali ke Bei Min, aku akan mengalahkan Ning An Lian dan mengirimkannya untuk menjaga Makam Kekaisaran selama tiga tahun. Walaupun Guru Agung Liu sudah mati, pengorbanannya tidak akan sia-sia. Lian Chen akan mendapatkan sejumlah kekuasaan saat para pelajar kerajaan membaca suratnya, dan aku bisa bergerak dari luar mahkamah kekaisaran sementara Lian Chen bertindak dari dalam. Akan dibutuhkan waktu satu tahun jika kita cepat, dan tiga tahun jika kita lambat, dan kita bisa ...."

Saat ini, ekspresi Su Xi-er dipenuhi semangat yang heroik. "Kita bisa membunuh Yun Ruo Feng!"

"Putri Pertama, bawahan ini sudah mengetahui bahwa, putra mahkota lainnya dari rumah tangga kekaiasaran Ning, bukannya terbunuh selama peperangan, tetapi dibunuh oleh Yun Ruo Feng. Ia mengambil kesempatan dari kekacauan dan sudah mulai merebut kekuasaan sejak lama."

Tatapan Su Xi-er berkedip. Aku tidak pernah menyukai para putra mahkota dari rumah tangga kekaisaran. Kami tidak pernah dekat, dan mereka hanyalah seperti pengingat akan pengkhianatan Ayahanda Kaisar terhadap Ibunda Permaisuri.

Ini juga termasuk dengan Ning An Lian! Ibu Ning An Lian adalah seorang dayang istana bertampang biasa-biasa saja, yang berani-beraninya merangkak ke ranjang Ayahanda Kaisar saat ia sedang mabuk. Pada akhirnya, ia mengandung Ning An Lian.

Namun, apa yang paling dibencinya adalah fakta bahwa Yun Ruo Feng sudah memulai rencana merebut kekuasaan sejak lama. Sungguh lelucon! Aku membenci Yun Ruo Feng, tetapi aku lebih membenci betapa butanya aku dulu!

"Putri Pertama, bagaimana Anda akan mengirim Ning An Lian untuk menjaga Makam Kekaiasaran selama tiga tahun?"

Su Xi-er menatapnya. "Kaulah yang membunuh Nona-Nona Wei." Suaranya penuh percaya diri, sudah menebak semuanya.

Feng Chang Qing mengangguk, kilat jahat melintas di matanya. "Mereka menghina Putri Pertama dengan kata-kata mereka! Mereka harus mati!"

"Aku membuat sebuah taruhan dengan Ning An Lian, dimana aku akan dihukum mati apabila ia bisa menemukan bukti kalau pembunuhnya adalah aku. Sebagai gantinya, ia akan dikirimkan ke Makam Kekaisaran jika ia gagal melakukannya."

Tubuh Feng Chang Qing membeku setelah mendengar ini. Pembunuhnya adalah aku, jadi tidak mungkin pelakunya adalah Putri Pertama. Apa aku harus menyerahkan diriku supaya Ning An Lian bisa dikirim ke Makam Kekaisaran?

Su Xi-er terkikik saat ia melihat reaksi Feng Chang Qing. "Aku tidak akan memintamu untuk menyerahkan dirimu setelah kau begitu banyak menderita. Feng Chang Qing, Lian Chen harus merebut kembali kekuasaannya, tetapi kau harus memulihkan penampilanmu juga."

Mendengarkan kepercayaan diri dalam suaranya, Feng Chang Qing tidak lagi merasa curiga. Aku memercayai Putri Pertama. Ia selalu bersikap mulia dan bangsawan seperti seorang dewi, dan aku tidak pernah meragukan ucapannya.

Tetapi .... Feng Chang Qing tersenyum samar. "Putri Pertama, bawahan ini tidak ingin mengembalikan penampilanku yang sebelumnya. Aku tampak terlalu menawan, dan tidak punya semangat seperti seorang pria. Dibandingkan dengan itu, bawahan ini lebih memilih jelek seperti ini."

"Jelek? Feng Chang Qing tidak pernah jelek ataupun memikat seperti seorang wanita." Su Xi-er menatap ke dalam matanya sewaktu ia menyatakannya.

Su Xi-er tahu bahwa ia selalu merasa sadar diri akan statusnya, dan jauh lebih seperti itu dikarenakan penampilannya yang mirip perempuan. 

0 comments:

Posting Komentar