Selasa, 17 Februari 2026

CTF - Chapter 241

Consort of A Thousand Faces

Chapter 241 : Tidak Berperasaan


Setelah Feng Chang Qing mendengar itu, jantungnya berdebar-debar, dan lonjakan kehangatan menyelimuti sekujur tubuhnya. Aku sudah lama tidak mendengar Putri Pertama mengatakan itu. Ia selalu mengatakan itu sebelumnya, tetapi kini aku melihatnya, apa yang dimaksudkannya sebenarnya.

"Feng Chang Qing, kau adalah Feng Chang Qing, tidak peduli apa pun itu. Persis sepert arti namamu, kau akan selalu tinggi menjulang seperti sebatang pohon, dan selamanya hijau." Su Xi-er tersenyum sewaktu ia membalas. Di bawah alisnya yang sedikit melengkung, terdapat sepasang mata berbinar yang tampak cerdas.

Suara Feng Chang Qing mengandung sejejak rasa suka cita yang bertambah. "Putri Pertama, Anda benar. Bawahan ini, akan selamanya menjadi Feng Chang Qing."

"Aku akan pergi ke Asosiasi Sastra sekarang," ujar Su Xi-er lambat.

Feng Chang Qing kebingungan dan segera bertanya, "Putri Pertama, sekarang ini, Anda adalah dayang Pangeran Hao. Apakah Pangeran Hao memperbolehkan Anda keluar seorang diri untuk waktu yang begitu lama?"

"Ia memberikanku waktu dua hari untuk mengurusi semuanya. Aku harus menggunakan waktu ini untuk membuat Yun Ruo Feng lengah. Sementara itu, aku akan memberimu waktu satu hari untuk melakukan penyelidikan dendam yang dimiliki kedua Nona Wei. Ketika kau selesai, datanglah mencariku di Rumah Aprikot Keberuntungan."

Feng Chang Qing merupakan pemilik baru Rumah Aprikot Keberuntungan, membuatnya menjadi sebuah tempat berkumpul bagi para mantan bawahan Su Xi-er. Sementara untuk sisanya, mereka sudah dikirimkan ke berbagai tempat.

"Bawahan ini mengerti. Aku akan pergi dan segera menyelidikinya." Setelah Feng Chang Qing selesai bicara, ia membungkuk untuk memberi hormat sebelum menghilang dari pandangan.

Su Xi-er memandangi gang yang kosong itu. Keterampilan Feng Chang Qing sudah banyak meningkat. Ia tidak pernah berhenti berlatih, meski setelah kematianku.

Dengan kepribadian seperti mereka, kedua Nona Wei itu pasti sudah menyinggung banyak orang. Jika kami bisa menemukan siapa saja mereka, kami bisa mengirim Ning An Lian ke Makam Kekaisaran, bergantung dengan taruhan yang kami buat. Yang terbaik dari semuanya adalah, Yun Ruo Feng tidak akan bisa memungkiri kata-katanya karena ia telah menyetujui taruhan itu di depan Pei Qian Hao.

Su Xi-er menggenggam surat di lengan bajunya dengan erat dan berjalan keluar dari gang. Apabila aku ingin posisi Yun Ruo Feng terpengaruh besok, aku harus segera sampai di Asosiasi Sastra.

***

Sementara itu, di Sungai Air Caltrop.

Yun Ruo Feng sudah membawa Ning An Lian masuk ke kapal tempatnya beristirahat. Ia menekankan tangannya di pundak wanita itu sebagai tanda agar ia mendengarkannya. "An Lian, kau sungguh telah bertindak gegabah dengan datang ke Perjamuan Malam Kapal Naga malam ini."

Ning An Lian tergelak dan menengadahkan kepalanya untuk menatap pria itu. "Bertindak gegabah? Pangeran Yun, apakah itu dianggap dengan gegabah, bila sebagai Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao, aku bergabung dalam perjamuannya? Ini adalah suatu peraturan yang telah ditetapkan oleh adat istiadat Nan Zhao sejak awal."

"Kau sebut dirimu sebagai Putri Pertama Kekaisaran kerajaan ini, tetapi apakah sikapmu kemarin dan malam ini, membuktikan sikap dari seorang Putri Pertama Kekaisaran? Ning An Lian, Pangeran ini memperingatkanmu, jika kau bertindak gegabah lagi ...."

Ia disela oleh Ning An Lian sebelum ia bisa menyelesaikannya. Ning An Lian menggunakan seluruh kekuatannya untuk melepaskan diri darinya, meskipun pergelangan tangannya sakit. "Yun Ruo Feng, jika aku bertindak gegabah lagi, akankah kau dengan dinginnya menembakkan panah penembus jantung agar aku tidak dapat beristirahat dalam damai, sama seperti Ning Ru Lan?"

Saat Yun Ruo Feng mendengar kata-kata 'tidak bisa beristirahat dalam damai', kilat halus melintas di matanya, dan aura lembut di sekitarnya pun lenyap. Ning Ru Lan tidak bisa istirahat dalam damai. Ia menyalahkanku, dan membenciku, menjadi hantu pendendam yang menghantui mimpi-mimpiku.

Ketika Ning An Lian melihat Yun Ruo Feng seperti itu, jantungnya serasa tenggelam. Aku tidak mengira bahwa aku akan kalah seperti ini setelah semua langkah teliti yang kuambil! Aku pikir, kalau aku telah mengalahkan Ning Ru Lan, tetapi sudah jelas bahwa aku sudah sepenuhnya kalah!

Ia tertawa dengan sedih dan mengacungkan tangannya, menunjuk Yun Ruo Feng. "Yun Ruo Feng, kau tidak mencintai Ning Ru Lan, dan kau juga tidak mencintaiku. Sejak awal hingga akhir, kau hanya mencintai dirimu sendiri! Hatimu sedingin es, dan satu-satunya orang yang dapat kau tahan, tidak berada di bawah kendalimu adalah dirimu sendiri!"

Suara Ning An Lian semakin keras, hingga ia menjerit menggila di akhir kalimatnya. Namun, Yun Ruo Feng hanya terus menatap dengan tenang, tanpa adanya sejejak kehangatan dan suka cita yang pernah mereka bagi di atas ranjang.

"An Lian, kau tidak memikirkan tentang gambaran besar. Jangan sebut-sebut Ning Ru Lan di hadapan Pangeran ini. Pangeran ini tidak mau memikirkan tentangnya lagi. Jangan cemaskan soal taruhan yang dibuat malam ini; Pangeran ini tidak akan mengirimmu ke Makam Kekaisaran." Yun Ruo Feng berbicara perlahan, auranya selembut biasanya.

"Kau tidak mau orang lain menyebut-nyebut Ning Ru Lan, karena kau cemburu padanya! Kau cemburu pada bakatnya dalam pemerintahan, dan kemampuannya dalam memerintah rakyat. Tidak peduli apa pun yang kau perbuat, kau tidak sanggup mengundang si pengrajin yang tersembunyi itu, tetapi Ning Ru Lan berhasil membuatnya mendesain panggung yang mengambang. Ia juga berhasil mengumpulkan banyak rasa hormat di perjamuan kerajaan tahun lalu, tetapi kini, mereka sedang menertawakan Putri ini dan mengatakan bahwa aku tidak bisa dibandingkan dengannya. Akan tetapi, Pangeran Yun, tidakkah kau pikir, bahwa orang yang sebenarnya tengah mereka tertawakan adalah dirimu?!"

Suara Ning An Lian tajam, perlahan-lahan menghampiri Yun Ruo Feng sewaktu ia bicara.

Aku membenci aura lembutnya; aku ingin menghancurkannya! Tetapi, saat ia melihat tidak ada satu pun jejak kejengkelan di mata Yun Ruo Feng, ia menyerah.

"An Lian, perkataanmu menunjukkan bahwa kau semakin tidak memedulikan tentang posisimu. Kau adalah Putri Pertama Kekaisaran, tetapi sekarang, kau bertingkah gila, bodoh, dan naif. Jika kau melanjutkan ini ...." Yun Ruo Feng hanya menatapnya dalam diam, tidak menyelesaikan kalimatnya.

"Kalau aku meneruskannya, maka apa? Kau akan menyaksikan aku yang dikirim ke Makam Kekaisaran? Aku tidak bisa melahirkan anak untukmu, tetapi ada banyak wanita yang ingin mengandung anakmu! Dengan statusmu yang mulia dan agung, kau tidak memerlukan diriku!" Ning An Lian merasa kian tidak punya harapan lebih dari sebelumnya, perasaan kehilangan tumbuh semakin besar semakin ia melampiaskannya.

Yun Ruo Feng mendadak berjalan dan merengkuhnya ke dalam pelukannya, sebelum dengan lembut menepuk-nepuk punggungnya. "Jangan kebanyakan berpikir. Pangeran ini tidak menyukai wanita yang terlalu handal, membiarkan pikirannya kemana-mana, atau terlalu banyak mengeluh. Meskipun jika kesepakatannya dibuat, Pangeran ini tetap akan melindungimu, jadi kau tidak akan dikirimkan ke Makam Kekaisaran."

Ning An Lian merasa hatinya yang mati kembali menyala lagi setelah mendengar ini. "Jangan bohong padaku; kapan kau akan menikahiku?"

Yun Ruo Feng menatapnya dan menjawab setelah beberapa saat. "Setelah tiga tahun."

"Aku masih harus menanti selama tiga tahun? Aku sudah menunggu sekian lama, aku tidak bisa menunggu lagi." Ekspresi Ning An Lian cemas, karena ia tidak merasa aman. Aku takut, takut kalau ia tidak berperasaan, dan ia hanya mencintai dirinya sendiri.

"Dalam dua tahun, Yang Mulia akan berusia delapan belas tahun. Mahkamah akan berubah, dan aku perlu menangani masa yang penting itu. Setahun kemudian, setelah situasinya stabil, Pangeran ini akan menikahimu."

Ning An Lian menatapnya. "Feng, kau ingin menjadi Kaisar?"

Tangan Yun Ruo Feng yang berada di bahunya pun membeku, jelas sekali ada keraguan. Tak lama setelahnya, ia menjawabnya pelan. "Kita tidak tahu apa yang ada di masa depan, jadi kita hanya perlu untuk berpegang pada apa yang kita miliki sekarang. Sementara untuk posisi sebagai Kaisar, itu tergantung pada kemampuan Yang Mulia. Kepribadiannya impulsif, sehingga, ia akan merebut kekuasaan di saat ia dewasa."

Ning An Lian memandanginya dengan tatapan yang lekat. Ia mendadak menyadari bahwa Yun Ruo Feng punya banyak ambisi. Ia ingin mengambil kekuasaan kekiasaran dari Yang Mulia, dan mengubah nama rumah tangga kekaisaran menjadi Yun.

Di saat ini, di luar kamarnya, suara hormat Wei Mo Hai pun terdengar. "Pangeran Yun."

Yun Ruo Feng mencium kening Ning An Lian. "Istirahatlah lebih awal." Kemudian, ia berjalan menuju ke pintu.

Ning An Lian mengangkat tangannya untuk menariknya, tetapi hanya bisa menyaksikan sewaktu ujung lengan jubahnya terlepas dari ujung-ujung jarinya.

Di luar pintu, Wei Mo Hai melaporkan pelan-pelan. "Pangeran Yun, Qin Ling telah mengirimkan pesan bahwa Guru Agung Liu sudah meninggal. Nyonya Liu juga mengakhiri hidupnya sendiri dengan menumburkan kepalanya ke dinding. Sementara untuk putrinya yang berusia sepuluh tahun, ia menghilang."

Yun Ruo Feng mengangguk, aura lembutnya tetap tidak berubah. "Suruh mereka membakar Kediaman Liu. Jangan sisakan satu pun pelayannya hidup-hidup."

"Haruskah kita mencari putri Guru Agung Liu?"

Yun Ruo Feng menatap permukaan sungainya dengan tenang. "Tidak perlu mencarinya, kita akan mengampuni nyawa putrinya." 

(T/N : yun yun ini sukses banget jd tokoh munafik =_=)

0 comments:

Posting Komentar