Selasa, 17 Februari 2026

CTF - Chapter 250

Consort of A Thousand Faces

Chapter 250 : Kemarahan


Semua pejabat penting dari kerajaan asing masuk ke Kapal Naga setelah penabuhan genderang selesai, menantikan perayaan yang akan diadakan pada siang hari. Namun, tak peduli seberapa hebatnya ia mengendalikan emosinya, Yun Ruo Feng tidak bisa membuat dirinya ingin menghadirinya setelah apa yang barusan terjadi.

Pada akhirnya, ia pamit undur diri dengan mengatakan kalau mendadak ia merasa tidak sehat, dan meninggalkan aula utama.

Ning Lian Chen berpura-pura baik dan memintanya untuk tinggal. "Pangeran Yun, kau selalu kuat setelah berlatih di barak tentara untuk waktu yang sangat lama. Mengapa sekarang kau merasa tidak sehat?"

"Semua minum-minum selama beberapa hari ini sudah melukai perutku. Pangeran ini akan istirahat sejenak agar aku bisa menjadi tuan rumah yang pantas untuk para tamu kita malam ini."

Ning Lian Chen tersenyum. "Pangeran Yun, kau sudah lebih banyak minum teh daripada anggur selama beberapa hari ini. Melakukan begitu juga dapat mencederai perutmu, jadi Kaisar ini tidak akan memintamu tinggal lebih lama lagi. Nan Zhao akan membutuhkanmu di masa yang akan datang. Komandan Wei, bantu Pangeran Yun dan bawa ia kembali untuk istirahat baik-baik."

Ekspresi Wei Mo Hai menggelap. Tak peduli seberapa sakitnya Pangeran Yun, ia tidak membutuhkanku untuk membantunya. Yang Mulia tampak seakan-akan ia perhatian, tetapi sebenarnya tengah mengejek Pangeran Yun.

Ekspresi Yun Ruo Feng tidak berubah. Ia menyatukan kedua tangannya dan meminta maaf pada semua orang sebelum meninggalkan aula utama.

Namun, segera setelah ia meninggalkan ruangan, ekspresinya menggelap, dan aura seram menyelimutinya.

***

Ning An Lian sedang duduk di dalam kamar dan menyisir rambutnya saat Yun Ruo Feng berjalan masuk. Ia menurunkan sisir di tangannya ketika ia melihat wajah pria itu, menatapnya dengan keheranan di matanya. "Feng, ada masalah apa?"

Yun Ruo Feng tidak menjawab, hanya menyipitkan matanya sebelum menggebrak meja sekeras yang ia bisa.

Mejanya bergetar kuat akibat gebrakan itu, menyebabkan Ning An Lian menatap Yun Ruo Feng cemas; ia belum pernah melihatnya begitu marah sebelumnya. "Feng, ada masalah apa? Kau tampak kacau. Apa yang terjadi?"

Kapal Naga dibangun dengan sangat baik, sehingga pintu dan kusennya kokoh dan mampu menghadang kebisingan dari luar. Ditambah dengan fakta kalau Ning An Lian sudah gelisah selama berhari-hari, dan tidak akan mengejutkan siapa pun kalau penabuhan genderang sudah mulai di saat ia terbangun. Dengan bahagianya, ia tidak mengetahui para sastrawan yang mencela Yun Ruo Feng.

Yun Ruo Feng mengalihkan tatapan dinginnya pada Ning An Lian, membuat wanita itu tak bisa menghentikan dirinya mundur beberapa langkah ketakutan.

"Feng, jangan menakutiku. Apa kesalahan yang kuperbuat? Jangan melihatku seperti ini." Meskipun ia ingin menghancurkan aura lembut pria itu, sekarang, ia masih sangat takut padanya.

Yun Ruo Feng tertawa kecil dan berjalan mendekatinya selangkah demi selangkah. "Bukankah kau ingin menghancurkan penampilan asli Pangeran ini? Membuat hingga aku tak lagi lembut dan tersenyum? Nah, seperti inilah penampilan asli Pangeran ini. Apa kau merasa takut?"

Yun Ruo Feng mencengkeramkan tangannya di sekitar pinggang Ning An Lian dan memaksanya hingga ke dinding, mata dinginnya terus-menerus memindai wanita itu.

Jantung Ning An Lian berdebar-debar seperti sebuah gendang selagi ia terbata-bata, "Feng, kau ... apa yang sebenarnya terjadi? Kau ... jangan menakutiku."

"Kau takut pada Pangeran ini ... takut." Yun Ruo Feng tertawa suram sendiri sebelum melepaskannya.

Ning An Lian belum pernah melihatku di keadaan terburukku. Sekarang karena aku telah memperlihatkannya, ia takut padaku.

Bukankah ia bilang kalau ia mencintaiku? Kalau begitu, kenapa sekarang ia merasa takut?

Tidak ada satu pun yang mencintaiku di dunia ini. Hanya kekuasaan yang bisa membawakanku segalanya! Tiba-tiba saja, Yun Ruo Feng mengingat Ning Ru Lan, wanita yang membuatnya menjadi dirinya hari ini.

Apabila Ning Ru Lan masih hidup, akankah ia tertawa dengan dinginnya saat ia melihat kalau aku dipaksa untuk menyerahkan kekuasaan di depan Asosiasi Sastra dan rakyat?

'Kau bukan apa-apa tanpaku, Yun Ruo Feng! Rasa malu yang kau terima hari ini adalah sesuatu yang pantas kau terima!' Yun Ruo Feng dapat membayangkan Ning Ru Lan sedang mengejek dirinya.

(T/N : kalimat asli Inggrisnya : The face you have lost today. Yang kalau diartikan secara langsung menjadi, wajah yang kau hilangkan hari ini. Menurut saya ini juga ungkapan, jadi saya artikan seperti itu.)

Aura dingin di sekitar Yun Ruo Feng mendadak lenyap, senyum tumbuh di wajahnya.

Ning An Lian hanya bisa merasa kalau senyuman itu mengerikan. Ia meraih pria itu dengan erat. "Feng, jangan lakukan ini padaku. Kita masih berada di Kapal Naga, dan kita masih di pertengahan perjamuan kerajaan. Hari ini adalah hari terakhir; kita tidak boleh menganggapnya enteng."

"Kau mengatakan ini pada Pangeran ini setelah apa yang kau perbuat kemarin dan sehari sebelumnya?" Yun Ruo Feng menatapnya dengan tenang. "Ning An Lian, Yang Mulia sudah berusia enam belas tahun, dan memiliki banyak pemikirannya sendiri. Dulu, Pangeran ini tidak sanggup membunuhnya. Namun kini, meski jika aku ingin membunuhnya, itu akan jadi sangat sulit."

Ning An Lian tahu kalau terjadi sesuatu saat ia mendengar ini. Tepat ketika ia ingin mengajukan lebih banyak pertanyaan, ada ketukan di pintu, ditemani dengan suara Wei Mo Hai. "Pangeran Yun."

Yun Ruo Feng maju dan membuka pintunya, mengizinkan Wei Mo Hai berjalan masuk sebelum menutup pintu rapat-rapat.

Wei Mo Hai langsung berlutut. "Bawahan ini sudah gagal. Mohon hukum aku, Pangeran Yun."

Yun Ruo Feng melambaikan tangannya. "Bangunlah. Dengan bagaimana keadaannya sekarang, tidak ada gunanya melakukan begitu. Yang dapat kita pikirkan adalah bagaimana kita bisa menyingkirkan Asosiasi Sastra dan orang di belakang mereka."

Ning An Lian tidak mengerti apa yang tengah terjadi, tetapi tidak bisa menyela juga, jadi ia hanya berdiri diam di samping.

"Pangeran Yun, sekarang ini bukan waktunya untuk bergerak. Rakyat mulai berpihak pada Yang Mulia. Bila kita memusnahkan Asosiasi Sastra sekarang, kekacauan yang dihasilkannya akan berkebalikan dari apa yang kita inginkan."

Yun Ruo Feng mengangguk. "Asosiasi Sastra tidak boleh dibiarkan, tetapi kita tidak bisa bergerak sekarang juga. Bunuh pemuda yang membawa kendi anggur di pinggangnya itu. Pastikan kau menyelidiki dimana keberadaan Su Xi-er juga; aku belum melihatnya hari ini."

Wei Mo Hai tidak mengerti mengapa Pangeran Yun mendadak ingin menyelidiki Su Xi-er tanpa alasan dan sebab.

Ning An Lian bahkan lebih tercengang lagi. Apakah Yun Ruo Feng memiliki perasaan untuk Su Xi-er? Apa urusannya dayang Pangeran Hao dengannya?

Saat ini, tatapan Yun Ruo Feng mendarat sepintas pada Ning An Lian. Kemudian, ia menjawab acuh tak acuh. "Su Xi-er membuat sebuah perjanjian denganmu; jika kau dikirimkan ke Makam Kekaisaran, Nan Zhao akan kehilangan muka lagi. Terlebih lagi ...."

Mata Yun Ruo Feng menggelap. Setiap gerakannya seperti Ning Ru Lan. Aku tidak memercayai hal gaib, dan aku tidak memercayai bangkit dari kematian. Tetapi, barangkali, karena Su Xi-er mengagumi Ning Ru Lan, ia tidak bisa menerima kematian orang itu, dan ingin membalas dendam untuknya.

"Bawahan ini akan menyelidiki ini secepatnya." Wei Mo Hai membungkuk sebelum bersiap-siap untuk pergi.

Yun Ruo Feng menambahkan, "Sudah jelas, Su Xi-er tidak akan berada di dekat Pangeran Hao. Gunakan kesempatan ini untuk mencari dan membunuhnya secara diam-diam. Lakukan pekerjaan yang bersih."

Ning An Lian sepenuhnya melupakan tentang sikap mengerikan Yun Ruo Feng sebelumnya ketika ia mendengar ini. Ia memerintahkan Wei Mo Hai untuk membunuh Su Xi-er! Ia sudah pasti tidak memiliki perasaan untuk wanita itu!

Ekspresi Wei Mo Hai tampak serius. "Bawahan ini mematuhi perintah." Setelah itu, ia membuka pintu dan berjalan keluar dengan cepat.

Hanya Yun Ruo Feng dan Ning An Lian yang tersisa.

Wajah Ning An Lian dipenuhi dengan senyuman. Ia menggenggam tangan Yun Ruo Feng. "Feng, Su Xi-er tidak tampak seperti orang yang patuh sama sekali. Ia selalu saja mencari-cari kesalahan denganku dan mengincarku. Selain itu, caranya memperlakukan Ning Lian Chen secara berbeda, membuatku curiga."

"Pangeran ini menyukai wanita yang tidak bertindak gegabah dan penurut." Yun Ruo Feng berkomentar acuh tak acuh sebelum merapikan rambut di dekat telinga Ning An Lian dengan tangannya.

Tubuh Ning An Lian gemetaran tak terkendali. Jika tiba suatu hari dimana aku tak lagi penurut, apakah ia akan membunuhku juga?

"Jangan cemas, Pangeran ini tidak akan melakukan apa pun terhadapmu. Faktanya, bukankah kau sedang menantikan hari dimana Pangeran ini akan menikahimu?"

Ning An Lian mengangguk. "Aku tidak membutuhkan yang lainnya lagi, aku hanya mau kau menikahiku. Jika kau mau menjadi berkuasa lebih dulu, maka aku akan menunggu."

"Kau juga adalah seorang anggota dari Rumah Tangga Kekaisaran Ning. Apa kau tidak akan merasa sakit hati jika Pangeran ini bertarung memperebutkan kekuasaan kekaisaran?" Yun Ruo Feng tersenyum dan mengelus dagunya perlahan-lahan.

"Aku bukanlah Ning Ru Lan, dan aku tidak begitu berpikiran teguh. Yang kuinginkan hanyalah cinta." Ning An Lian menjelaskan secara perlahan, dan kata-kata 'Ning Ru Lan' menyebabkan ekspresi Yun Ruo Feng sedikit berubah.

(T/N : lelah hayati sama duo ini. Satunya halu tanpa batas, satunya jahatnya sampe beranak pinak. Cucuok dah.)

0 comments:

Posting Komentar