Minggu, 10 Mei 2026

CTF - Chapter 380

Consort of A Thousand Faces

Chapter 380 : Pengasingan


Kepala Keluarga Tan merasa dadanya menegang selagi ia menyimpan tusuk rambut itu di dalam kotak, menuju ke aula utama tak lama setelahnya.

Ketika ia melihat punggung tinggi si pengunjung, Kepala Keluarga Tan merinding. Sepertinya, aku pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya! Selagi pria itu berbalik, Kepala Keluarga Tan terkejut sampai-sampai ia berlutut di lantai dengan bunyi gedebuk. "Orang biasa ini memberi hormat kepada Pangeran Hao."

Tatapan dingin Pei Qian Hao tertuju padanya, terdiam untuk waktu yang lama. Hanya saat Kepala Keluarga Tan mulai gemetaran karena berlutut terlalu lama, barulah ia bertanya, "Kepala Keluarga Tan, apa kau sudah menerima tusuk rambutnya?"

Kepala Keluarga Tan hampir ketakutan sampai mati ketika ia mendengar dirinya dipanggil. "Orang biasa ini sudah menerimanya; itu adalah milik putri biasa hamba. Apakah ia melakukan sesuatu yang salah?"

"Terlepas dari kemerosotan Kediaman Tan, belakangan ini agak hidup. Apa yang dijanjikan Commandery Prince Xie kepadamu?" Suara Pei Qian Hao menjadi semakin dingin selagi ia maju selangkah lebih dekat pada Kepala Keluarga Tan.

Ketika sepatu hitam tepian keemasan memasuki pandangan Kepala Keluarga Tan, jakunnya naik-turun gelisah. "Commandery Prince Xie hanya memberikan orang biasa ini sejumlah perak, supaya Kediaman Tan tidak perlu menjual tanah kami. Ia tidak memberikan apa-apa lagi kepada orang biasa ini."

Tak peduli seberapa bodoh dirinya, ia menyadari hubungan permusuhan di antara Pangeran Hao dan Commandery Prince Xie.

"Dulu, kau memohon kepada Pangeran ini agar menerima putrimu masuk ke Istana Kecantikan, mengizinkan Kediaman Tan untuk dapat bertahan hingga hari ini. Kepala Keluarga Tan, bukankah kau jelas mengapa Pangeran ini membantu Kediaman Tan dulu?"

Kepala Keluarga Tan merasakan sentakan di hatinya. Tentu saja, aku paham. Pangeran Hao melakukan itu karena ....

"Sekarang ini, kebaikan dan kesabaran Pangeran ini sudah habis terpakai. Putrimu tidak semestinya memasuki istana kekaisaran. Sekarang ini ia menghilang."

Kabar itu menyebabkan eskpresi Kepala Keluarga Tan langsung jadi kosong. Bisa kemana lagi dia, kalau bukan di istana kekaisaran? Apa sebenarnya yang terjadi pada Tan Ge?

"Pangeran Hao, apa situasi dari putri biasaku? Apakah sesuatu terjadi padanya? Kumohon pada Anda, mohon lepaskanlah putri biasaku." Kepala Keluarga Tan sangat memahami bahwa Tan Ge merupakan satu-satunya harapan Kediaman Tan untuk bangkit lagi, dan mereka harus melindunginya dengan segala cara.

Pei Qian Hao menjawab dingin, "Pangeran ini tidak melakukan apa-apa terhadap putrimu. Kau harusnya bertanya pada Commandery Prince Xie." Ia memutar tumitnya, bersiap untuk berjalan keluar dari aula utama.

Setelah Kepala Keluarga Tan tersadar, ia segera berteriak sembari berlari, "Pangeran Hao, mohon berbelas kasihan! Mohon berbelas kasihan!"

Sebelum ia dapat mengejar Pei Qian Hao, sekelompok petugas yamen datang menerobos melalui pintu Kediaman Tan. Ketua mereka dengan jelas mengumumkan, "Kediaman Tan punya banyak utang. Kediaman mereka akan disita oleh pemerintah untuk dijual. Terlebih lagi, karena menjual padi beracun dari tanah feodal Keluarga Tan secara ilegal dengan harga rendah, seluruh keluarga akan diasingkan ke perbatasan!"

Kekacauan menguasai seluruh Kediaman Tan setelah pengumuman itu dibuat, dan Kepala Keluarga Tan berteriak hingga pita suaranya serak. Ia mengerti bahwa semua ini disebabkan oleh Pei Qian Hao. Kemana perginya Tan Ge? Apa yang telah dilakukannya di istana kekaisaran?

***

Sementara itu, Tan Ge sedang duduk di dalam sebuah kereta kuda biasa di dekat sudut jalan yang menuju ke Kediaman Tan. Sekujur tubuhnya gemetaran selagi ia memandangi anggota keluarganya ditangkap dan diasingkan. Setiap pejalan kaki yang melihat pengumuman di pintu masuk Kediaman Tan dengan cap pemerintah, akan mengutarakan kritikan pedas, membuat pemandangan yang suram.

Xie Yun terkekeh pelan. "Tan Ge, alasan kenapa Kediaman Tan jatuh sampai ke keadaan ini bukan karena Pangeran ini tidak menyelamatkan mereka, tetapi karena seseorang bersikeras untuk membuat masalah bagi mereka."

Tan Ge mengetahui siapa orang yang dimaksudnya. Aku melihat Pangeran Hao berjalan keluar dari Kediaman Tan! Ia ingin memusnahkan Kediaman Tan!

Hati Tan Ge dilanda dalam badai emosi. Dibutuhkan sesaat sebelum ia dapat bertanya, "Pangeran Hao sudah menebak kalau aku adalah pelakunya?"

"Ia hanya mencurigainya, tetapi Pangeran ini memahaminya dengan sangat baik. Bahkan berdasarkan sebuah kecurigaan, ia akan menyingkirkan semua ancaman yang memungkinkan. Demi melindungi Su Xi-er, ia sanggup melakukan apa saja, apalagi memusnahkan Kediaman Tan."

Xie Yun menjeda, dan mengangkat tangan kanannya untuk menyisir rambut di samping pipi Tan Ge. "Menyegel kediaman dan tanah feodal Keluarga Tan, kemudian mengasingkan mereka dari ibu kota; dari apa yang kuketahui tentang kepribadian Pangeran Hao, ini bisa dianggap sebagai hukuman yang ringan."

Tan Ge mengangkat tangannya, dengan keras menampar tangan Xie Yun selagi ia memelototinya. "Itu semua karena Anda! Jika Anda tidak memaksaku untuk bergerak, Pangeran Hao tidak akan mencurigaiku, dan Kediaman Tan tidak akan bertemu dengan nasibnya yang sekarang!"

"Begitukah? Kalau bukan karena Pangeran ini, Kediaman Tan sudah lama sekali harus menjual tanah mereka."

Tan Ge menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin! Pangeran Hao berutang budi pada Kediaman Tan. Meski jika ia menyita tanah, ia tidak akan mengirimkan orang ke pengasingan." Tan Ge tiba-tiba menutup mulutnya dan menatap was-was pada Xie Yun.

"Utang budi apa? Tan Ge, kau benar-benar mengetahui banyak hal." Xie Yun menarik pergelangan tangannya dan mengerahkan tenaga.

Krak!

Pergelangan tangan Tan Ge terkilir, menyebabkan wajahnya berubah pucat akibat rasa sakit itu.

"Kau tahu apa rasa sakit itu?" Sudut mulut Xie Yun terangkat membentuk senyuman selagi ia menggerakkan tangannya lagi.

Krak!

Kali ini, pergelangan tangannya yang terkilir dikembalikan ke tempatnya yang semula.

Dua kali rasa sakit yang berturut-turut itu mengakibatkan Tan Ge tanpa sadar membelalakkan matanya dan menggigit bibirnya hingga berdarah.

"Tan Ge, apa kau ingin kembali ke Perpustakaan Kekaisaran dan membalaskan dendam demi Kediaman Tan?" Xie Yun tersenyum, tetapi nada bicaranya jelas-jelas mengancam.

"Semua orang mencurigaiku. Aku tidak bisa kembali ke Perpustakaan Kekaisaran."

"Kau hanya perlu mengatakan bahwa pria berjubah hitam menculikmu," Xie Yun menyatakan perlahan.

Tan Ge kaget. Darimana datangnya pria berjubah hitam itu?

"Apa kau membenci Pangeran ini? Barangkali, kau mati-matian ingin membunuhku?" Xie Yun mencondongkan diri ke depan dengan tatapan yang menusuk.

Tan Ge memelototinya. Aku akan membunuhnya sekarang juga jika itu mungkin! Ini semua adalah salahnya sekarang aku seperti ini!

Xie Yun tiba-tiba saja melingkarkan satu lengan di sekeliling pinggang langsingnya, membawanya ke dalam pelukannya. Bibir hangatnya mendarat di kening Tan Ge, membuatnya merasa jijik.

"Meski jika kau membenci Pangeran ini dan ingin membunuhku, kau masih memerlukan kekuasaan lebih dulu untuk melakukannya. Kembalilah ke Perpustakaan Kekaisaran dan berjuanglah untuk apa yang kau inginkan. Tidak akan ada orang yang bisa menyakitimu saat kau punya kuasa. Kau bisa menghukum Pangeran Hao karena mengasingkan Keluarga Tan, dan kau bisa membunuh Pangeran ini karena mendorongmu masuk ke dalam jurang." Xie Yun berkata pelan-pelan sembari tersenyum.

Tubuh Tan Ge menegang. Ia jelas-jelas menghinaku, tetapi ia tidak salah. Situasiku saat ini adalah karena aku terlalu lemah untuk melawan siapa pun. Jika suatu hari aku bisa mendapatkan kekuasaan, aku bisa membunuh siapa saja yang telah menyakitiku!

Tiba-tiba saja, ia teringat akan Cui-er, dan mulai meronta dalam pelukan Xie Yun. "Cui-er!"

Xie Yun menghentikannya. "Pangeran ini sudah mengirimkan Cui-er ke sebuah lokasi rahasia, dan akan menjaganya tetap aman dan selamat. Namun, ia mungkin akan pergi ke rumah bordil jika kau tidak patuh."

"Kau ... dasar hina!"

"Tan Ge, kau harus mendapatkan kekuasaan sesegera mungkin. Selama kau bisa mendapatkan itu, Pangeran ini berpikir, kau tidak memerlukan diriku untuk memberitahumu." Ia pun melepaskan Tan Ge.

Tan Ge langsung terdiam, menyelimuti kereta kuda dalam keheningan. Hanya setelah waktu yang lama, barulah ia menyatakan, "Commandery Prince Xie, aku kembali ke Perpustakaan Kekaisaran."

"Hanya seorang wanita yang memahami situasinyalah yang cerdas. Pangeran ini akan mengatur agar seseorang mengantarkanmu kembali ke istana secara rahasia." Xie Yun berkata lembut. Tak lama kemudian, kereta kuda itu mulai bergerak maju.

Banyak rakyat jelata yang sedang mendiskusikan topik tentang Hao Wang Fei saat ini. Bahkan, saat malam tiba, percakapan mereka hanya berpindah ke kedai-kedai teh dan restoran.

***

Su Xi-er berada di Istana Naga Langit ketika Guru Agung Kong memberitahukan padanya bahwa Tan Ge sudah kembali.

"Guru Agung Kong, maksud Anda adalah bahwa Tan Ge tiba-tiba saja kembali setelah menghilang? Kemana perginya dia?"

"Ia mengatakan bahwa ia diculik oleh seorang pria berjubah hitam. Bubuk obat dituangkan ke lengan kirinya, merusak kulit di area itu."

Su Xi-er bingung. "Lalu, mengapa ia kembali?"

"Ia diselamatkan oleh Commandery Prince Xie, yang kemudian mengirimkannya kembali ke Perpustakaan Kekaisaran. Aku akan membawakan ramuan obat-obatan dari Institut Tabib Kekaisaran untuknya memulihkan diri. Di titik ini, Perpustakaan Kekaisaran tidak boleh kehilangan orang lagi. Kau, Chao Mu, dan Shu Xian, semuanya sudah pergi, hanya meninggalkan Xiao Yuan Zi untuk mengerjakan semuanya." Guru Agung Kong hanya bisa menghela napas.

Continue reading CTF - Chapter 380

CTF - Chapter 379

Consort of A Thousand Faces

Chapter 379 : Diumumkan Kepada Dunia


Mereka berdua masih terluka, tetapi interaksi mereka hangat dan ceria. Jika orang lain melihat Pei Qian Hao sekarang ini, mata mereka akan copot dari rongganya karena terkejut.

Setelah itu, keduanya membersihkan diri dan berpelukan selagi mereka tidur. Hanya saat fajar menyingsing, barulah mereka memerintahkan para dayang istana untuk menggantikan seprai dan selimutnya.

Pei Qian Hao menyantap sarapan bersama Su Xi-er, yang kemudian tabib kekaisaran datang untuk membalut lagi luka panahnya. Kemudian, ia memastikan Su Xi-er menghabiskan semangkuk obatnya sebelum ia meninggalkan Istana Naga Langit untuk menangani beberapa urusan penting.

Situ Lin sudah menunggu sebuah kesempatan, dan segera memasuki aula samping segera setelah ia melihat Paman Kekaisaran pergi.

"Bibi Kekaisaran, apakah kau tidur dengan nyenyak semalam? Apa kau masih mau minum sup kacang merah? Aku bisa menginstruksikan seseorang untuk membuatkannya!"

Melihat Situ Lin yang tersenyum, Su Xi-er juga tidak tahan untuk melakukan hal yang sama. "Aku tidur nyenyak semalam, dan setelah menghabiskan sarapan dan obatku, aku rasa aku tidak bisa meminum semangkuk sup kacang merah sekarang ini. Aku menghargai niat baik Yang Mulia ...."

"Kau tidak perlu bersikap telalu sopan! Kau akan segera menjadi Bibi Kekaisaranku!" Situ Lin menarik tangan Su Xi-er. Pantas saja Paman Kekaisaran suka sekali menyentuh tangannya. Sebenarnya begitu lembut dan halus!

Semakin Situ Lin mengelusnya, semakin rasanya seolah ia sedang memijat tangannya. Su Xi-er tidak menghentikannya, karena ia teringat akan Ning Lian Chen yang masih kecil. Kapan saja musim dingin, ia akan memberitahuku, "Kakak Pertama, tanganku hangat, biarkan aku menghangatkan tanganmu."

Selagi Situ Lin dengan riang menyentuh tangannya, rasa menggigil dadakan menjalari punggungnya, membuatnya melepaskan genggamannya. Setelah berbalik, ia menghembuskan napas lega setelah mengetahui bahwa itu hanya Wu Ling.

"Mengapa kau tidak bersuara ketika berjalan? Kau bahkan tidak memberitahu Kaisar ini lebih dulu. Apa kau berencana untuk menakuti Kaisar ini sampai mati?" Situ Lin menjadi serius selagi ia memasang disposisi seorang Kaisar.

Wu Ling membungkuk dan melaporkan dengan hormat, "Bawahan ini datang ke Istana Naga Langit di bawah titah lisan Pangeran Hao untuk menjaga Nona Xi-er."

Menjaga? Mata Situ Lin berkedut. "Biarkan Kaisar ini bertanya padamu dengan sangat serius. Apakah kau akan memberitahukan Pangeran Hao apa yang baru saja kau lihat?"

"Pangeran Hao juga memberikan titah lisan lainnya. Sementara bawahan ini menjaga Nona Xi-er, aku juga harus melaporkan kepada Pangeran Hao apakah Yang Mulia sedang belajar dengan giat dan mempelajari bagaimana memerintah kerajaan."

Ekspresi Situ Lin berubah. Kalau itu kasusnya, Wu Ling pasti akan memberitahukan Paman Kekaisaran. Oleh sebab itu, ia melemparkan tatapan memelas pada Su Xi-er.

Namun, Su Xi-er tidak benar-benar di pihak Situ Lin kali ini. "Yang Mulia memang harus menjadi lebih rajin, supaya Anda dapat belajar untuk membawa kedamaian dan stabilitas pada bangsa. Bagaimanapun juga, masa depan Bei Min berada di tangan Anda. Pangeran Hao mungkin bisa mendukung Anda sekarang, tetapi ia akan mengundurkan diri sebagai pejabat yang berjasa setelah Anda dewasa."

Ekspresi Situ Lin menjadi muram setelah mendengar itu. Bahkan ketika aku berusia 18 tahun, aku tidak akan bisa menstabilkan posisiku dalam mahkamah tanpa dukungan Paman Kekaisaran! Memerintah negara membutuhkan resolusi dan karisma yang luar biasa. Aku tidak akan dapat melakukannya tanpa Paman Kekaisaran!

Situ Lin jadi gelisah, berjalan pelan ke pintu keluar aula samping. Sebelum ia pergi, ia memastikan untuk memberitahu Wu Ling, "Jangan katakan pada Paman Kekaisaran bahwa Kaisar ini datang ke aula samping. Kaisar ini akan bersikap tekun."

Wu Ling tersenyum tak berdaya. Walaupun Pangeran Hao tegas kepada Yang Mulia, ia akan selalu memastikan bahwa ia dapat dengan tulus mendukung Yang Mulia dalam usahanya.

"Wu Ling, kau adalah seorang komandan berpangkat tinggi, tetapi kau sudah diutus untuk menjaga seorang wanita. Itu benar-benar seperti menggunakan palu godam untuk memecahkan sebutir kacang." Su Xi-er bercanda dengan nada bicara yang lembut.

"Bagaimana bisa ini dianggap menggunakan palu godam untuk memecahkan sebutir kacang? Anda adalah calon Hao Wang Fei. Selama Anda aman dan selamat, Pangeran Hao akan jadi lebih bahagia, dan dapat menyelesaikan pekerjaannya tanpa cemas. Lalu, ia dapat dengan cepat mengatasi musuh-musuhnya; entah apakah ada satu Commandery Prince Xie atau sepuluh dari mereka, tidak akan membuat perbedaan." Wu Ling berujar dengan cepat, tetapi hormat.

Walaupun ia ragu-ragu di masa lalu, ia telah menerima Su Xi-er sebagai calon Hao Wang Fei dan majikan wanitanya setelah menyadari perasaan Pei Qian Hao terhadapnya.

"Bagaimana keadaan Ruo Yuan dan Hong Li di Kediaman Pangeran Hao?"

"Oh, mereka? Mereka berebut untuk bekerja di kediaman. Ruo Yuan agak malu-malu, sementara Hong Li tidak takut apa pun. Pernah ia tanpa sengaja masuk ke area mandi untuk para pengawal kekaisaran, tetapi ia keluar dari sana dengan gaya yang tenang. Jika itu wanita lain, mereka mungkin ingin menggali satu lubang dan menguburkan diri mereka sendiri di dalamnya."

Su Xi-er tertegun. Hong Li sungguh masuk ke area pemandian untuk para pengawal kekaisaran.

"Nona Xi-er, hari ini adalah hari dimana Pangeran Hao akan mengumumkan niatnya untk menjadikan Anda sebagai Hao Wang Fei. Ia juga akan mengirimkan undangan kepada para penguasa tiap kerajaan."

Ekspresi Su Xi-er tetap sama. "Semua orang akan mengatakan bahwa skala pesta pernikahan Pangeran Hao mirip dengan seorang kaisar, melampaui batasannya, dan bahwa ia berencana untuk bersaing dengan Yang Mulia demi kekuasaan kekaisaran. Namun, Yang Mulia dapat membantu ketika itu terjadi."

Wu Ling kaget. "Anda ingin Yang Mulia turun tangan untuk membantu?"

"Mmm, Yang Mulia murni dan baik, dan Pangeran Hao juga tidak punya tujuan untuk merampas kekuasaannya." Jawab Su Xi-er sembari tersenyum.

***

Sementara itu, para pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao telah mengumumkan kepada dunia bahwa Pangeran Hao akan segera menikahi putri angkat Guru Agung Kong sebagai Hao Wang Fei-nya.

Sepotong berita ini bersirkulasi di sekitar ibu kota, menghasilkan perbincangan yang bersemangat dimana-mana.

"Dengan pertunangan sebelumnya di antara keluarga Pei dan Xie, aku kira kalau itu akan menjadi Commandery Princess Xie!"

"Apabila Pangeran Hao tidak menyukai putri angkat Guru Agung Kong, tidak mungkin ia akan menolak pertunangan yang sebelumnya. Kau harus ingat bahwa Keluarga Xie adalah sebuah keluarga yang bergengsi di Bei Min!"

"Guru Agung Kong tidak menikah, maupun mempunyai anak. Sekarang karena ia tiba-tiba saja mengambil seorang putri angkat, aku harus bertanya-tanya, seperti apakah ia."

Banyak pertanyaan yang bermunculan dalam benak orang-orang, mendorong mereka untuk terus berspekulasi. Salah satu dari mereka menebak, "Apa kalian semua masih ingat wanita yang sebelumnya dibawa pulang dari Nan Zhao oleh Pangeran Hao? Mungkinkah putri angkat Guru Agung Kong adalah wanita itu?!"

Teorinya menerima banyak persetujuan. "Kemungkinan besar, kau benar, tetapi dengan status Pangeran Hao, mengapa ia ingin menikahi seorang wanita yang berasal dari Nan Zhao?"

Tepat ketika kerumunan mulai memahami pernyataan ini, seorang pemuda yang membawa guci anggur di pinggangnya pun lewat. "Siapa yang bilang pada kalian semua bahwa itu adalah seorang wanita dari Nan Zhao? Wanita itu adalah warga sipil Bei Min yang jauh lebih cantik daripada ketiga wanita paling cantik. Dengan kecerdasannya, ia telah menjerat hati Pangeran Hao."

Pemuda ini tak lain tak bukan adalah Yu Xiao. Ia datang dari Kediaman Pangeran Hao, sementara Feng Chang Qing pergi ke ladang bersama sekelompok penanam bunga untuk mengamati kualitas tanah dan meneruskan penelitian Ling Rui. Ia hanya merasa bosan duduk-duduk sendirian di kediaman, dan keluar untuk berjalan-jalan.

Pada awalnya, orang-orang itu tidak memercayainya, tetapi secara bertahap, mereka memercayai ide itu ketika mereka melihat kepercayaan diri dalam ekspresi Yu Xiao.

Oleh sebab itu, rumor bahwa calon Hao Wang Fei jauh lebih cantik daripada tiga wanita paling cantik Bei Min pun menyebar dengan cepat. Beberapa orang bahkan berkomentar bahwa, bukan hanya ia cantik, tetapi ia juga cerdas, diterima sebagai putri angkat dari sarjana terkemuka dunia sastra. Pengetahuannya pasti luar biasa!

Desas-desusnya menyebar semakin jauh, dengan kegembiraan rakyat jelata yang menjadi seefektif propaganda mana pun.

Seorang pelayan keluarga dari Kediaman Tan pergi keluar untuk membeli sejumlah barang, ketika ia mendengar rumor ini, dan ia cepat-cepat kembali ke kediaman untuk melapor.

Kepala Keluarga Kediaman Tan bingung apa yang harus dilakukan selagi ia memegang tusuk rambut itu. Ketika ia menerima kabar bahwa Tan Ge menghilang, ia merasakan sakit kepala yang datang. Putriku selalu membawa benda ini bersamanya, tetapi kini benda ini kembali padaku dengan noda darah. Mungkinkah ia bertemu dengan kemalangan?

Tanpa sadar, hatinya bergetar.

Seorang pelayan keluarga mendadak melaporkan, "Tuanku, ada seorang pria dengan aura yang luar biasa sedang menunggu Anda di aula utama. Tadinya pelayan ini ingin menghadangnya, tetapi aku tidak berhasil, dan ia memaksa masuk."

Continue reading CTF - Chapter 379

CTF - Chapter 378

Consort of A Thousand Faces

Chapter 378 : Menghilang


Su Xi-er mencoba untuk turun dari ranjang, tetapi segera menggeliat kembali ke bawah selimut setelah mengingat kalau ia tidak mengenakan apa-apa di bagian bawah tubuhya. Berpikir bahwa aku terluka karena tidur bersama Pei Qian Hao untuk yang pertama kalinya. Haruskah aku mengatakan kalau berhubungan intim itu mengerikan, atau bahwa tubuhku hanya terlalu lemah?

Su Xi-er menghela napas dan kembali berbaring ke ranjang. Tanpa celananya, ia tidak bisa pergi kemana-mana.

Tidak jelas berapa lama waktu telah berlalu sebelum ia mendengar suara seorang dayang istana dari luar pintu. "Nona, hamba membawakan pakaian."

Su Xi-er duduk tegak di ranjang dan bersandar di pilar ranjang. "Masuklah."

Seorang dayang istana membuka pintu sebelum menutupnya di belakangnya dan mengulurkan baju di tangannya sembari tersenyum.

"Nona, ini adalah pakaian bersihnya."

Su Xi-er berterima kasih padanya, dan mengulurkan tangan untuk mengambil mereka. Ketika ia menyentuh pakaian berwarna kusam itu, ia menemukan bahwa pakaian itu terbuat dari sutra berkualitas tinggi.

"Nona, hamba akan berjaga di luar aula samping. Silakan cari aku ketika Anda membutuhkan sesuatu." Lalu, dayang istana itu membungkuk dan mundur dari ruangan tersebut, menutup pintunya lagi.

Su Xi-er bangun dari ranjang dan mulai berganti pakaian. Setelah meminum sup kacang merah, perutnya merasa hangat. Area di antara kakinya juga tidak terasa begitu sakit, dan ia mendapatkan tenaga di anggota tubuhnya.

Beberapa saat setelahnya, Su Xi-er sudah selesai berganti ke set pakaian yang baru. Meluruskan kerutannya, ia pun kemudian menyisir rambut sebelum menyanggulnya. Setelah ia selesai menyegarkan diri, ia menuju ke kamar bagian luar.

Langkah kakinya sangat ringan, dan membutuhkan beberapa waktu bagi si dayang istana yang berdiri di luar untuk menyadari apa yang terjadi. Ia langsung maju ke depan untuk menghentikan Su Xi-er.

"Tunggu saja di sini. Aku keluar untuk mencari udara segar." Su Xi-er meneruskan jalannya menuju ke kamar bagian luar.

Sebelum memasuki kamar bagian luar, ia mendengar suara Guru Agung Kong.

"Perpustakaan Kekaisaran sangat tidak aman. Chao Mu meninggal, dan Shu Xian menghilang sembari membawa jenazahnya bersamanya. Tan Ge juga menghilang, hanya meninggalkan sebuah tusuk rambut bernoda darah di kamarnya." Guru Agung Kong menyerahkan tusuk rambut itu kepada Pei Qian Hao.

Pei Qian Hao menerimanya dan mengamatinya dengan cermat. "Tusuk rambut ini sudah kehilangan kilaunya, jadi ini pastinya lumayan tua. Kemungkinan besar kalau pemiliknya selalu membawa ini kemana-mana; barangkali ini adalah sebuah kenang-kenangan dari ibunya. Karena darah di tusuk rambut ini segar, sepertinya seseorang telah menyusup masuk ke dalam Perpustakaan Kekaisaran."

"Pejabat biasa ini juga berpendapat sama. Itu adalah masalah remeh, menghilangnya seorang dayang istana, tetapi lain lagi dengan begitu banyaknya orang yang menghilang secara berturut-turut. Bahkan Anda terluka karena peristiwa malam ini, membuat pejabat biasa ini berpikir bahwa ini bukan lagi sebuah masalah kecil. Pangeran Hao, mohon buatlah keputusan sesegera mungkin ...."

Pei Qian Hao menyerahkan tusuk rambut itu kembali kepada Guru Agung Kong. "Antarkan secara pribadi tusuk rambut ini ke tangan kepala Kediaman Tan."

Guru Agung Kong bingung. "Maksud Anda, menyerahkannya secara langsung kepada Kepala Keluarga Tan tanpa mengatakan apa-apa?"

"Sampaikan titah lisan Pangeran ini: Semoga Kepala Kediaman Tan dapat berpikir dengan saksama sebelum bertindak."

Guru Agung Kong menjadi semakin kebingungan. Putri Keluarga Tan yang menghilang dari istana. Bukankah mereka akan cemas kalau ia akan bertemu dengan kemalangan? Mengapa Pangeran Hao mau mengingatkan mereka untuk berpikir sebelum mereka bertindak?

"Cepat kerjakan," Pei Qian Hao menginstruksikan dingin.

Guru Agung Kong menyembunyikan keheranan di matanya dan berjalan keluar dari aula samping. Ketika ia melihat Su Xi-er, ia hanya bisa mengatakan, "Di luar berangin; cepatlah masuk ke dalam. Jaga tubuhmu."

Segera setelah ia berkata demikian, Guru Agung Kong melihat satu sosok jangkung keluar dengan cepat dan berhenti di depan Su Xi-er. Sosok yang disebutkan langsung melepaskan jubah luarannya yang besar dan memakaikannya di atas bahu Su Xi-er.

Sejauh itu Pangeran Hao menyayangi Su Xi-er, benar-benar menakjubkan.

Guru Agung Kong tak lagi berbicara, tetapi pergi begitu saja dari Istana Naga Langit. Aku tidak akan bisa tidur malam ini. Aku harus bergegas menuju ke Kediaman Tan dan menyerahkan tusuk rambut ini kepada Kepala Keluarga Tan.

Meski setuju untuk menjalankan perintah tersebut, ia masih bingung mengapa Pei Qian Hao ingin ia membawakan pesan semacam itu ke Kediaman Tan padahal Tan Ge yang menghilang.

***

Tanpa memberikan Su Xi-er kesempatan untuk mengatakan apa-apa, Pei Qian Hao membopong, dan membawanya ke kamar bagian dalam dari aula samping.

Ketika dayang istana yang berjaga di luar melihat Pei Qian Hao, ia gemetar ketakutan. "Hamba memberi hormat kepada Pangeran Hao."

Tatapan dingin Pei Qian Hao tertuju pada si dayang istana selagi ia memerintahkan tak peduli, "Enyah. Kau akan pergi ke Biro Layanan Binatu mulai besok hingga seterusnya."

Ketika ia mendengar kata-kata 'Biro Layanan Binatu', ia lebih gemetaran lagi. "Hamba pantas mati. Mohon ampuni aku, Pangeran Hao."

Su Xi-er mengerti kenapa Pei Qian Hao ingin menghukum dayang istana itu; karenanya, ia segera menyela, "Itu tidak ada hubungannya dengannya. Akulah yang bersikeras untuk keluar. Jangan menyalahkannya." Kemudian, ia menoleh ke si dayang istana. "Kau tidak perlu pergi ke Biro Layanan Binatu besok. Datang saja kemari untuk tugasmu."

Dayang istana itu melirik gugup pada Pei Qian Hao sebelum dengan takut menundukkan kepalanya.

Pei Qian Hao tidak menentang Su Xi-er, hanya memperingatkan dayang istana itu agar tidak melakukannya lagi sebelum ia masuk bersama Su Xi-er.

Dayang istana itu akhirnya menghela napas lega sembari menatap ke pintu yang tertutup dengan mata yang melebar. Hanya satu kalimat dari wanita itu, cukup untuk membuat Pangeran Hao mengubah pikirannya!

Di kamar bagian dalam, Pei Qian Hao sudah membawa Su Xi-er ke ranjang. Noda darah di seprainya sudah mengering.

Pei Qian Hao menyadari garis pandang Su Xi-er dan berkata, "Pangeran ini akan memerintahkan dayang istana untuk mengganti mereka besok. Jangan mencemaskan tentang itu malam ini."

"Mengapa Tan Ge tiba-tiba saja menghilang?" Su Xi-er bergumam dan mengangkat kepalanya untuk menatapnya. Semula, ia mencurigai Tan Ge yang salah membunuh Chao Mu, tetapi sekarang kebingungan. Jika ia adalah pelakunya, mengapa ia menghilang sekarang? Ia bahkan meninggalkan sebuah tusuk rambut bernoda darah.

Pei Qian Hao melihat alisnya yang tertaut dan tidak tahan untuk membantunya meluruskannya. "Kau juga mencurigai Tan Ge."

"Itu benar. Commandery Prince Xie menyokong Kediaman Tan dan mengirimkan Tan Ge ke Perpustakaan Kekaisaran. Mempertimbangkan bahwa ia selalu membuat dirinya bertentangan dengan Anda, mungkin ia sudah mengancam Tan Ge supaya turun tangan padaku."

Melihat ekspresi seriusnya, tanpa sadar, Pei Qian Hao mencubit pipi mulusnya. Rasanya menyenangkan untuk melakukan itu.

Merasakan cubitan dadakan itu, Su Xi-er merasa tindakan tiba-tiba itu meringankan suasana selagi ia menangkap tangan Pei Qian Hao dan merengek pelan. "Sakit."

"Pangeran ini sudah lama sekali menginvestigasi Tan Ge. Ia memiliki kepribadian yang murni dan baik. Kita cukup mengujinya untuk mengetahui apakah itu adalah kerjaannya."

Su Xi-er mendengus. "Anda menyelidikinya sebelum Anda membawanya masuk ke Istana Kecantikan."

"Istana Kecantikan sudah dibubarkan untuk beberapa waktu sekarang. Kau masih cemburu?"

"Apa yang sebenarnya Anda lakukan dengan menyimpan begitu banyak wanita? Meski jika itu adalah untuk mengekang kekuasaan dari faksi-faksi berbeda, kekuasaan apa yang dibawakan para penyanyi di sana? Kekuasaan apa yang dimiliki Kediaman Tan?"

Suasana hati Pei Qian Hao membaik selagi ia memerhatikan penampilan cemburu Su Xi-er, hampir melupakan tentang luka panahnya. "Kau terus mengungkit soal Istana Kecantikan di depan Pangeran ini. Su Xi-er, semestinya kau akui saja kalau kau sudah menyukai Pangeran ini dan sudah cemburu sejak lama."

Su Xi-er ingin menghajarnya, tetapi tangannya ditangkap selagi ia mengangkatnya. Lalu, ia malah dibawa ke dalam pelukannya.

"Kau merasa bahwa semua pria menjijikkan, dan tidak tahan mereka dekat-dekat, apalagi menciummu." Pei Qian Hao menjeda sejenak dan memeluknya bahkan lebih erat. "Tetapi sekarang, karena kau sudah memberikan tubuhmu kepada Pangeran ini, kau bisa tenang, sebab Pangeran ini tidak akan mengecewakanmu."

Su Xi-er mendengar suara hangatnya mengalir ke dalam telinganya. Aku terlahir kembali sembari menyimpan dendam yang mendalam, berencana untuk hidup demi membalaskan dendam dalam kehidupan ini. Akan tetapi, aku tidak menduga bahwa langit mengasihaniku dan mengizinkanku untuk bertemu Pei Qian Hao.

Ia mengangkat kepalanya untuk menatapnya. "Anda terus mengatakan bahwa Anda tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan kata-kata manis, tetapi Anda terus saja berbohong selama ini. Lihat betapa manisnya kata-kata Anda barusan ini."

Rasa main-main melintas di mata Pei Qian Hao. "Itu adalah kesalahan Pangeran ini karena melukaimu. Demi membuatmu pulih dengan cepat supaya Pangeran ini dapat mengulangi kegiatan kemarin malam, aku tak punya pilihan selain mengucapkan beberapa kata yang menyenangkan untuk merayumu."

Ini kedengarannya sangat salah, dan semakin aku mendengarkannya, aku pikir, semakin tidak tahu malu!

Su Xi-er mengangkat tangannya sekali lagi, berniat untuk memukulnya. Tetapi setelah ia teringat luka Pei Qian Hao, ia hanya bisa pelan-pelan menarik tangannya.

Continue reading CTF - Chapter 378

CTF - Chapter 377

Consort of A Thousand Faces

Chapter 377 : Menjilat Bibi Kekaisaran


Sementara Situ Lin diam-diam menyeringai sendiri, ia tiba-tiba mendengar suara yang dingin. "Keluar."

Tertangkap basah, Situ Lin tersentak sadar kembali. Namun, ketika ia melihat roman muka lembut Su Xi-er, ia maju ke depan dan mulai memanggilnya 'Bibi Kekaisaran' dengan sikap seperti anak kecil yang manis.

Sekali lagi, Su Xi-er teringat akan Ning Lian Chen ketika ia masih anak-anak. Ia juga merajuk seperti anak manja selagi ia menggelayutiku dan memanggilku Kakak Perempuan dengan manisnya.

Ekspresinya jadi semakin lembut setelah terpikirkan Ning Lian Chen. Mengira bahwa rencananya bekerja, Situ Lin mengabaikan ekspresi menggelap Pei Qian Hao sementara ia berjalan ke sisi ranjang dan meraih tangan Su Xi-er.

"Bibi Kekaisaran, raut mukamu tidak terlihat baik. Aku terus mengawasi selagi juru masak dari Dapur Kekaisaran menyiapkan semangkuk bubur kacang merah ini. Rasanya manis dan enak."

Su Xi-er tersenyum, suaranya dipenuhi dengan kelembutan. "Memang sangat manis dan enak. Terima kasih banyak, Yang Mulia."

Barulah setelahnya, ia menyadari bahwa ada ekspresi seseorang yang jadi buruk. Tidak mungkin kan, ia cemburu juga pada Situ Lin? Ia masih anak-anak dan tidak mengerti apa-apa.

Melihat raut wajah Su Xi-er yang tersenyum, Situ Lin merasa hatinya diselimuti kehangatan, seolah tubuhnya ikut meleleh bersamanya. Secara tidak sadar, ia menepuk pundak Pei Qian Hao dan berkomentar riang, "Paman Kekaisaran, aku belum pernah melihatmu memperlakukan wanita mana pun seperti ini sebelumnya. Ini pertama kalinya bagiku, melihatmu menyuapi seseorang ...."

Sebelum ia bisa selesai bicara, ia merasa dirinya terangkat dari tanah dengan kerah bajunya.

Tatapan memohon pun muncul di matanya. "Paman Kekaisaran, tolong turunkan aku."

Masih dengan tangan kirinya yang memegangi sup kacang merah, ia menyatakan, "Pangeran ini akan melemparkanmu keluar." Ia bersiap menuju ke arah pintu.

Situ Lin tak henti-hentinya melemparkan tatapan memohon pada Su Xi-er. "Bibi Kekaisaran, selamatkan aku!"

"Turunkan dia. Apa Anda sudah lupa bahwa Anda tidak boleh membuat pergerakan yang besar dengan luka Anda?" Suara Su Xi-er mengandung jejak ketegasan, seperti seorang istri yang mengendalikan suaminya.

Menyadari ketidaksenangannya, Pei Qian Hao melihat bibir cemberut Situ Lin sekali lagi sebelum mengelonggarkan cengkeramannya.

"Yang Mulia, Anda adalah Kaisar Bei Min. Cemberut itu tidak pantas." Pei Qian Hao kembali ke posisinya di pinggir ranjang dan lanjut menyuapi Su Xi-er sup kacang merahnya.

Ekspresi Situ Lin langsung kembali normal. "Aku tidak tahan untuk cemberut ketika aku melihat kecantikan Bibi Kekaisaran." Ia mencari sebuah alasan dengan santainya. Aku tidak akan salah jika aku berpihak pada Bibi Kekaisaran!

Pei Qian Hao menoleh untuk meliriknya. "Jika Anda terlalu banyak bicara lagi, aku akan melempar Anda keluar."

Situ Lin langsung menutup mulutnya dan memberikan Su Xi-er tampang yang menjilat. Ketika Su Xi-er melihat penampilan menggemaskannya, senyuman pun menyala di wajahnya.

Tiba-tiba saja, Pei Qian Hao menyadari bahwa ini bisa jadi hal yang bagus. Barangkali, Yang Mulia bisa membuat Su Xi-er senang sementara ia masih merasa lemah.

Tentu saja, tidak satu pun dari mereka yang mengetahui bahwa sikap Situ Lin saat ini mengingatkan Su Xi-er akan masa kanak-kanak Ning Lian Chen yang tanpa beban. Aku bertanya-tanya, bagaimana kabar Lian Chen. Ia mungkin sudah menerima suratnya, kan? Apakah ia sedang bersiap bergegas ke Bei Min?

Setelah memikirkan ini, Su Xi-er bertanya, "Pangeran Hao, kapan undangan pernikahannya akan dikirimkan ke berbagai kerajaan?"

Pei Qian Hao merasa sangat senang ketika ia melihat Su Xi-er masih memedulikan tentang pernikahan itu, meski sedang terluka. "Besok. Dan kita akan mengadakan pesta pernikahannya dalam tujuh hari."

Situ Lin bertepuk tangan dan bersorak. "Bagus, aku paling suka menyaksikan pesta pernikahan! Mereka sangat meriah!"

"Yang Mulia, seorang Kaisar harus menjaga sikap yang pantas. Anda tidak boleh memakai emosi Anda di lengan baju Anda." Pei Qian Hao memberinya tatapan yang keras, memaksa Situ Lin untuk menutup mulutnya lagi.

(T/N : sebuah idiom, yang berarti, jangan menampilkan emosi secara gamblang di wajah.)

Su Xi-er menyela, "Walaupun beliau adalah Kaisar, beliau juga masih anak-anak; Anda tidak boleh terlalu ketat. Saat waktunya tiba, Yang Mulia secara alami akan mengetahui kapan harus memiliki sopan-santun."

Apa yang diucapkan Su Xi-er, sesuai sekali dengan selera Situ Lin, membuatnya merasa bahwa Su Xi-er benar-benar menyenangkan. Aku harus memperlakukan Bibi Kekaisaran dengan sangat baik di masa depan! Dengan adanya Bibi Kekaisaran, aku tidak perlu takut lagi pada Paman Kekaisaran!

Tidak menyadari trik licik kecil Situ Lin, Pei Qian Hao tak lagi menegurnya, dan sebaliknya, lanjut menyuapi Su Xi-er.

Sekitar setengah mangkuk, Su Xi-er menghentikannya. "Masih ada satu mangkuk di sana. Pergi dan minumlah."

Situ Lin memotong. "Paman Kekaisaran berkata bahwa seorang pria yang tangguh tidak semestinya meminum apa yang dimaksudkan untuk wanita, dan sup Jamur Putih Polong Teratai itu untuk wanita."

Su Xi-er menatap Pei Qian Hao. "Darimana asalnya teori aneh Anda itu? Pergi dan minumlah itu untuk menutrisi tubuh Anda."

Situ Lin tidak tahan untuk membelalakkan matanya. Bibi Kekaisaran hebat sekali! Ia langsung menembak Paman Kekaisaran!

Pei Qian Hao mengerti bahwa Su Xi-er mencemaskan tentang kondisinya. Meskipun aku menolak, ia tetap akan terpikirkan cara lainnya untuk membuatku meminumnya dengan kepribadiannya yang keras kepala.

Karenanya, ia berjalan ke meja dan mengambil mangkuk sup itu sebelum mulai meminumnya.

Ketidakpercayaan tertulis di wajah Situ Lin. Paman Kekaisaran meminumnya! Ia pernah mengatakan padaku dengan sangat serius bahwa pria tidak boleh meminum apa yang dimaksudkan untuk wanita, tetapi ia meminum sup Jamur Putih Polong Teratai begitu saja!

Situ Lin menjadi sedikit sombong ketika akhirnya ia kembali tersadar.

Namun, tepat sewaktu ia begitu, Pei Qian Hao menarik kerahnya dan melemparkannya keluar dari aula, menutup pintu bahkan sebelum ia punya kesempatan untuk meminta tolong.

Situ Lin yang malang pun hanya bisa berkedip polos selagi ia mencoba mendorong pintu yang tertutup itu.

Setelah menghela napas sejenak, Situ Lin pergi, ekspresi nakalnya langsung digantikan dengan ekspresi yang khidmat. Di depan orang luar, aku harus menampilkan sikap seorang Kaisar sepenuhnya!

***

Di dalam ruangan, Su Xi-er memerhatikan Pei Qian Hao berjalan mendekat. "Anda terlalu keras terhadap Yang Mulia."

"Itu demi kebaikannya sendiri. Biarpun ia masih anak-anak, ia hanya lebih muda beberapa tahun dari Kaisar Nan Zhao. Jika ia tidak dengan cepat menjadi arif, masa depan Bei Min akan tertinggal di belakang Nan Zhao."

Sekali lagi, Su Xi-er teringat akan Ning Lian Chen. Apabila Nan Zhao damai, dan aku masih ada, mungkin Lian Chen akan menjadi lebih nakal daripada Situ Lin.

"Ada apa?" Menyadari kalau Su Xi-er tidak bersemangat, Pei Qian Hao duduk di tepi ranjang dan membelai rambutnya.

"Aku baik-baik saja. Siapa yang melukai Anda?"

Tatapan Pei Qian Hao menjadi lebih dalam. "Hanya sepintas lihat, jadi aku tidak berhasil menangkap penampilan penuh mereka. Namun, mereka sangat ahli dalam Panah Penembus Jantung, dan satu-satunya orang yang terkenal akan teknik itu adalah Pangeran Yun dari Nan Zhao."

Pei Qian Hao menjeda sebelum melanjutkan, "Dikatakan demikian, mustahil bagi Pangeran Yun untuk berada di dalam istana kekaisaran Bei Min, berarti itu pasti orang lain." Selain itu, orang itu bersembunyi di Istana Kedamaian Penuh Kasih. Terlepas dari seberapa bodohnya Pei Ya Ran, ia seharusnya masih bisa mengetahui bahwa seseorang sedang bersembunyi di istananya.

Walaupun ia tidak jelas akan jati diri orang itu, Pei Qian Hao masih bisa membuat dugaan cerdas berdasarkan informasi yang dimilikinya.

"Anda harus lebih berhati-hati di masa yang akan datang." Su Xi-er menatapnya. Semua orang menentangnya menikahiku, dan itu membuat keadaannya menjadi lebih berbahaya.

"Shu Xian tidak mati, tetapi ia menghilang dari istana kekaisaran."

Kenangan akan Chao Mu memasuki benak Su Xi-er. Gadis dengan senyuman yang cerah sudah tiada.

Tepat saat ini, seorang pengawal melaporkan dengan hormat, "Pangeran Hao, Guru Agung Kong meminta untuk bertemu."

Sudah selarut ini; mengapa Guru Agung Kong datang ke Istana Naga Langit?

Pei Qian Hao menepuk pundak Su Xi-er. "Dayang istana akan segera mengantarkan celana yang bersih untukmu." Kemudian, ia bangkit berdiri dan menuju ke luar.

Memerhatikan sosoknya yang menjauh, Su Xi-er bertanya-tanya, apa alasan Guru Agung Kong datang tiba-tiba. Apa yang terjadi setelah aku meninggalkan Perpustakaan Kekaisaran?

Continue reading CTF - Chapter 377

CTF - Chapter 376

Consort of A Thousand Faces

Chapter 376 : Tidak Disarankan Terlalu Sering


Pei Ya Ran menatap para pengawal kekaisaran yang berjalan ke arahnya. Mereka hanya mendengarkan Pei Qian Hao, dan akan benar-benar tidak menganggapku, meski sebagai Ibu Suri.

Ibu Suri Bei Min tampak seperti sebuah posisi yang bergengsi di luar, tetapi hanya aku yang mengetahui bahwa itu jauh dari kenyataannya. Bahkan Xie Yun pun memandang rendah diriku, terlebih lagi Pei Qian Hao! Bahkan, ayahku hanya tahu bagaimana caranya memanfaatkanku! Duka yang tak berujung dan penghinaan terhadap diri sendiri melonjak dari relung hatinya.

"Ibu Suri ini tidak memerlukan kalian semua untuk mengantarku kembali. Aku bisa berjalan sendiri." Pei Ya Ran mencaci-maki dengan kasar sebelum berbalik pada Pei Qian Hao, tidak memedulikan bahwa ada orang lain sewaktu ia memperingatkannya. "Apabila bukan karena Keluarga Pei, Pangeran Hao yang sekarang ini sudah akan mati di jalanan lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Keluarga Pei tidak tahu bahwa mereka akan membesarkan anjing yang tak tahu terima kasih yang akan menggigit tangan yang telah memberinya makan. Sekarang, karena kekuasaanmu sudah hampir tak tertandingi, kau bisa dengan mudahnya mengurung Ibu Suri ini hanya dengan satu kata. Bagus sekali, Pei Qian Hao, lebih baik kau ingat ini!"

Pei Ya Ran berbalik dan meninggalkan Istana Naga Langit tanpa keraguan. Sosoknya yang menjauh membawa jejak tekad, bahkan tidak berbalik sekali pun. Yang berdiri di hadapanku sekarang bukan lagi Kakak Hao, tetapi musuhku!

Cintanya yang tertanam dalam, dan sekarang, itu sudah berubah menjadi kebencian.

Sewaktu Yu Chi Mo memerhatikan Pei Ya Ran berjalan semakin jauh, ia merasa punggungnya tampak sangat kesepian. Ia berbalik menghadap Pei Qian Hao dan bertanya, "Pangeran Hao, apakah mengurung Ibu Suri akan mengakibatkan masalah? Itu akan merugikan bagi Anda apabila kita menyinggung Keluarga Pei."

"Pangeran ini tahu kapan untuk berhenti." Tatapan Pei Qian Hao mendalam, membuatnya tampak seolah matanya yang hitam legam sudah menyatu dengan langit malam yang tak terbatas.

"Yu Chi Mo, selidiki Shu Xian secara menyeluruh."

Kebingungan muncul di mata Yu Chi Mo saat ia mendengarkan perintah Pei Qian Hao. Mengapa ia ingin aku menyelidiki Shu Xian? Ia hanyalah seorang asisten pelajar kecil di Perpustakaan Kekaisaran.

Mungkinkah Pangeran Hao mencurigai Shu Xian yang membunuh para pengawal kekaisaran di sisi barat laut?

Menyadari kemungkinan ini, Yu Chi Mo segera menjawab, "Shu Xian memasuki Perpustakaan Kekaisaran sebagai asisten pelajar lelaki setelah dipilih oleh Guru Agung Kong. Tidak mungkin baginya untuk memiliki keahlian bertarung untuk melawan bahkan satu saja pengawal kekaisaran, terlebih lagi membunuh sepuluh dari mereka."

Namun, ia langsung dibungkam oleh tatapan dingin Pei Qian Hao, dan cepat-cepat mengoreksi dirinya sendiri. "Bawahan ini mematuhi perintah. Aku akan pergi dan menyelidikinya sekarang juga."

Pei Qian Hao melambaikan tangannya. "Cepat kerjakan."

Yu Chi Mo berbalik, berjalan keluar dari Istana Naga Langit, kebetulan bertemu Tabib Kekaisaran Zhao, yang baru saja tiba di halaman.

Tabib Kekaisaran Zhao membungkuk dengan tangannya yang tergenggam di depannya. "Pangeran Hao, silakan masuk ke aula. Pejabat biasa ini akan memeriksa denyut nadi Anda." Bahkan hingga kini, ia beranggapan bahwa Pei Qian Hao memanggilnya untuk memeriksa denyut nadinya.

Pei Qian Hao tidak mengatakan apa-apa, tetapi berbalik untuk masuk ke aula samping, bersama Tabib Kekaisaran Zhao yang mengikuti di belakang.

Ketika ia melihat orang yang berbaring di ranjang, Tabib Kekaisaran Zhao tercengang. Mengapa Su Xi-er berada di aula samping Istana Naga Langit? Belum lagi, ia bahkan tidur di atas ranjangnya?!

"Bantu periksakan denyut nadinya." Pei Qian Hao menginstruksikan selagi ia berjalan ke samping tempat tidur.

Tabib Kekaisaran Zhao menurunkan kotak obatnya dan berjalan mendekat. Raut wajah Su Xi-er sangat pucat, dan matanya terpejam. Tampaknya, ia sudah ... pingsan.

Pei Qian Hao merasa seolah hatinya diremas dalam kekhawatiran, tetapi ia tidak menunjukkan tanda-tanda emosi itu dalam roman mukanya. Bukan hanya ia terluka saat ada diriku, bahkan itu adalah kesalahanku.

"Periksa denyut nadinya." Pei Qian Hao mengangkat satu ujung selimutnya dan menarik tangan Su Xi-er keluar dari bawah selimut.

Tabib Kekaisaran Zhao mengangguk dan meletakkan tangannya di pergelangan tangan Su Xi-er.

Alisnya tertaut tak lama setelahnya, tatapannya berkedip kepada Pei Qian Hao kebingungan sebelum merasakan denyut nadinya lagi.

"Bagaimana?" Pei Qian Hao jadi semakin gelisah ketika Tabib Kekaisaran Zhao tidak menjawab untuk waktu yang lama.

Tabib Kekaisaran Zhao menarik tangannya dan membungkuk. "Pangeran Hao, beradasarkan diagnosa pejabat biasa ini, ia ...."

"Katakan."

Mendengarkan suara dingin Pei Qian Hao, Tabib Kekaisaran Zhao pun melontarkan, "Ia terlibat dalam hubungan intim yang intens, dan setelah itu, memaksakan diri dengan membuat gerakan yang besar, sehingga merobek lukanya dan membuatnya jadi lemah."

Pei Qian Hao mengetahui dimanakah luka itu tanpa Tabib Kekaisaran Zhao mengatakannya.

"Pangeran Hao, kebanyakan wanita tidak akan sanggup menahannya di bawah kekuatan Anda. Tak peduli seberapa besar Anda menyukainya, Anda masih harus sedikit mengendalikan diri." Tabib Kekaisaran Zhao menasihatinya dengan hati-hati sembari mengamati ekspresi Pei Qian Hao, takut kalau ia akan membuat orang itu marah apabila ia bicara terlalu banyak.

Tetapi, jawaban Pei Qian Hao berada di luar dugaan Tabib Kekaisaran Zhao.

"Pangeran ini akan mengingatnya di masa yang akan datang. Pergi dan carikan sebuah buku medis terkait dengan masalah ini untuk Pangeran ini."

Ekspresi Tabib Kekaisaran Zhao membeku. Apa? Ia mau sebuah buku tentang berhubungan intim?!

"Tuliskan resep. Ramuan obat macam apa yang kau butuhkan untuk mengatur sirkulasi darah dan mengobati luka?" Nada bicara Pei Qian Hao tenang dan tanpa adanya rasa malu.

Ekspresi Tabib Kekaisaran Zhao kembali normal. "Ramuan obat itu tidak dapat dioleskan dari luar; mereka hanya bisa ditelan untuk mengobatinya dari dalam. Ia juga tidak boleh terlibat dalam hubungan intim selama masa ini."

"Berapa hari?"

"Setidaknya sepuluh hari."

Pei Qian Hao mengangguk, tetapi pikirannya melayang ke tempat lain. Pernikahan kami tujuh hari lagi. Artinya, pada malam pernikahan kami ....

"Pangeran Hao, pejabat biasa ini akan menuliskan resep dan menyuruh seorang apoteker magang mempersiapkannya. Kemana aku harus mengantarkan obatnya setelah obatnya jadi?"

"Istana Naga Langit." Pei Qian Hao menjawab secara perlahan sebelum berjalan kembali ke ranjang, membenarkan selimut Su Xi-er.

Tubuh Tabib Kekaisaran Zhao jadi kaku lagi untuk sesaat. "Pejabat biasa ini akan pergi sekarang juga, dan membawakan Anda bukunya sesegera yang aku bisa." Kemudian, ia dengan cepat mengambil kotak obatnya dan meninggalkan aula samping.

Su Xi-er benar-benar seorang legenda di mata Tabib Kekaisaran Zhao. Ia semula adalah seorang dayang istana yang bekerja di Istana Samping dan Biro Layanan Binatu. Kemudian, ia menjadi seorang Court Lady, dan sekarang bahkan memasuki aula samping dari Istana Naga Langit, sebuah tempat yang disediakan hanya untuk Pangeran Hao!

Jika kita mempertimbangkan bahwa identitas masa depannya akan menjadi Hao Wang Fei, ia benar-benar seorang legenda! Su Xi-er sudah pasti akan tercatat dalam sejarah Bei Min!

***

Pei Qian Hao terus duduk di samping ranjang dan memerhatikan Su Xi-er dalam diam selama empat jam.

Ini adalah pemandangan yang menyapa Situ Lin ketika ia membawa masuk sup itu. Ia membawakannya sendiri daripada menyuruh seorang dayang istana atau kasim untuk membawakannya kemari karena ia mengetahui bahwa Paman Kekaisarannya ini tidak suka diganggu. Ini jadi dua kali lipat ketika Su Xi-er sedang istirahat.

"Paman Kekaisaran, dua mangkuk sup. Satu mangkuk sup kacang merah, dan semangkuk sup Jamur Putih Polong Teratai." Situ Lin meletakkan nampannya di atas meja.

Pei Qian Hao mengangguk. "Terima kasih banyak, Yang Mulia!"

Mata Situ Lin membelalak. Paman Kekaisaran sungguh berterimakasih padaku!

"Paman Kekaisaran, mengapa kau begitu sopan? Cepatlah diminum." Barulah setelah ia mengatakan itu, ia menyadari bahwa Su Xi-er tidak bersuara sedikit pun, menyebabkan jantungnya berdebar-debar. Apakah ia pingsan?

"Paman Kekaisaran, apa yang terjadi pada Bibi Kekaisaran?" Tepat setelah ia berbicara, Su Xi-er bergerak, perlahan terbangun. Setelah berurusan dengan begitu banyak hal, akhirnya ia pingsan akibat rasa sakit setelah memastikan bahwa Pei Qian Hao aman.

Sekarang karena ia terbangun, ia merasa lemah.

Situ Lin menunjuk ke sup kacang merahnya. "Minum ini, sup kacang merahnya manis."

Pei Qian Hao mengambil mangkuk sup kacang merah sebelum membawanya kembali ke sebelah ranjang. Dengan mangkuk itu di satu tangan, ia menggunakan tangan lainnya untuk menopang Su Xi-er ke posisi duduk. Setelah dengan lembut meniup supnya, ia mengangkat sendoknya ke mulut Su Xi-er.

Su Xi-er sedikit membuka mulut dan pelan-pelan meminumnya.

Mata Situ Lin pun berbinar-binar sementara ia diam-diam menyaksikan adegan ini dari samping. Ternyata, Paman Kekaisaranku yang dingin ini masih punya sisi lembut dalam dirinya! Seketika ia merasa, ruangan itu diliputi dengan kehangatan.

Terlepas dari seberapa sombong dan tangguhnya pria itu, ketika ia bertemu dengan orang yang disukainya, semua ketangguhannya akan menghilang.

Situ Lin menyeringai sendiri dalam hatinya. Sekarang, aku punya cara untuk mengatasi Paman Kekaisaran di masa yang akan datang. Mulai sekarang, aku akan menggunakan seluruh kepintaranku untuk menjilat Bibi Kekaisaran! Kemudian, ia bisa mengendalikan Paman Kekaisaran untukku!

(T/N : bagus sekali anak muda, manfaatkan su xi-er wkwkwk)

Continue reading CTF - Chapter 376

CTF - Chapter 375

Consort of A Thousand Faces

Chapter 375 : Kurungan


Setelah melihat seprai yang ternoda darah, Su Xi-er mengabaikan rasa sakitnya sewaktu ia buru-buru bangun. Selimut yang ada di pinggir ranjangnya sudah ternoda oleh darah.

Sejejak kecemasan dan rasa bersalah melintas di manik mata Pei Qian Hao yang sebaliknya tenang. Ia langsung mengangkat selimutnya dan menarik bahu Su Xi-er, memindahkannya ke tempat tidur.

"Anda terluka; Anda tidak boleh terlalu banyak bergerak. Pendarahan ini mungkin disebabkan oleh menstruasiku." Su Xi-er meletakkan tangannya di kepala ranjang, bersiap untuk membangunkan dirinya sebelum didorong lagi oleh Pei Qian Hao.

"Cedera kecil ini hanya membuat gatal Pangeran ini. Berbaring di sana dan jangan bergerak!" Pei Qian Hao dengan cepat membangunkan dirinya dengan satu tangan, sementara tangan yang lainnya meraih pinggang Su Xi-er.

Tak lama kemudian, ia sudah melepaskan celana luaran dan dalaman Su Xi-er.

Su Xi-er tahu bahwa pendarahan itu bukan karena menstruasinya, tetapi karena tempat itu sudah koyak. Ia bahkan bertukar jurus dengan si pria berbaju hitam setelahnya, yang mana memperburuk kondisinya.

"Su Xi-er, maafkan aku." Mata Pei Qian Hao yang biasanya arogan, kini diliputi rasa bersalah. Faktanya, ini adalah pertama kalinya ia meminta maaf dalam hidupnya.

"Sekarang aku kedinginan karena Anda melepaskan celanaku." Su Xi-er mengulurkan tangannya, berniat mengambil celananya kembali.

Namun, Pei Qian Hao membungkusnya di dalam selimut begitu saja. Kemudian, ia merobek kain dari seprai sebelum berusaha membantu Su Xi-er membalut luka itu.

Akan tetapi, ia tetaplah seorang pria. Tindakannya yang canggung ternyata membuktikan bahwa ia tidak tahu bagamana seharusnya membalut bagian wanita yang itu.

Su Xi-er mengambil potongan kain dari tangannya. "Menghadap ke sisi lain. Anda tidak boleh mengintip." Berusaha untuk mengurangi rasa bersalah yang dirasakan Pei Qian Hao, Su Xi-er melembutkan nada bicaranya dan berupaya bertingkah seolah itu bukanlah masalah yang besar.

Pei Qian Hao tidak pergi, malahan menonton bagaimana ia menggunakan kain itu untuk membebat kakinya satu kali, sebelum mengikatnya jadi satu simpul.

"Aku akan pergi dan ambilkan beberapa ramuan obat." Pei Qian Hao langsung bersiap untuk pergi.

Sebelum ia bisa keluar, Su Xi-er menangkapnya. "Aku tidak butuh ramuan obat. Cukup membalutnya akan menghentikan pendarahannya. Yang lebih penting, Anda tidak boleh membuat diri Anda terkena angin dingin di luar sana sementara sedang terluka." Tegur Su Xi-er selagi ia menariknya ke ranjang.

"Pangeran ini tidak selemah itu. Luka panah hanyalah sebuah cedera kecil." Pei Qian Hao meremas tangannya dan memasukkannya ke dalam selimut.

Saat ini, suara jelas dari bocah lelaki dapat terdengar. "Paman Kekaisaran."

Situ Lin berdiri di luar cukup lama sebelum ia mengumpulkan keberaniannya untuk memasuki kamar bagian dalam dari aula samping. Pemandangan yang menyambutnya cukup untuk membuatnya tercengang.

Bukankah Paman Kekaisaran yang terluka? Mengapa Paman Kekaisaran berdiri di sebelah ranjang sementara Su Xi-er yang berbaring? Apa yang sebenarnya sedang terjadi?!

Pei Qian Hao berbalik dan dengan dingin menatap Situ Lin. "Keluarlah."

Situ Lin merinding ketika ia mendengar kata yang dingin itu. "Paman Kekaisaran, Ibu Suri bersikeras masuk ke dalam. Aku sudah menginstruksikan pengawal kekaisaran untuk menghadangnya, tetapi ekspresinya buruk, dan barangkali mereka tidak akan sanggup menahannya terlalu lama."

"Coba hadang dia untuk sekarang. Pangeran ini akan keluar nanti."

Situ Lin mengangguk. "Aku akan pergi dan menginstruksikan juru masak agar menyiapkan sup kacang merah untuk menutrisi darahmu, Paman Kekaisaran."

Tepat saat ia mencapai pintu, Situ Lin mendengar suara dalam seorang pria. "Tambahkan jamur putih dan polong teratai."

Situ Lin kaget. Jamur putih, polong teratai, dan kacang merah bisa dimasak bersama-sama? Tetapi aku tidak bisa bilang tidak untuk instruksi Paman Kekaisaran.

Karenanya, ia cepat-cepat mengangguk. "Aku akan menyampaikan pesananmu sekarang juga." Di saat ia selesai bicara, ia sudah meninggalkan kamar bagian dalam.

Su Xi-er tetap diam. Ia menyadari bahwa ketika Situ Lin dan Pei Qian Hao bersama-sama sendirian, ia akan bersikap seperti seorang anak-anak dan melupakan statusnya sebagai seorang kaisar. Orang itu bahkan akan lupa menyebut dirinya sendiri sebagai "Kaisar ini" dan sebaliknya, mulai menggunakan "aku".

"Berbaring dengan benar di sini." Pei Qian Hao meletakkan tangannya di kepala Su Xi-er dan memastikan ia berbaring dengan patuh di atas bantal yang empuk itu.

"Pangeran ini akan pergi keluar sebentar. Aku akan segera kembali." Pei Qian Hao berjalan menuju ke area lemari pakaian dan melepaskan jubah berlumur darahnya, menggantinya dengan jubah ungu kebiruan yang bersih.

Su Xi-er belum pernah melihatnya dengan warna semacam ini sebelumnya. Warna biru biasanya memberikan perasaan yang dewasa. Rasanya seperti aura dingin yang biasa menyelimutinya sedikit menghilang ketika ia mengenakannya.

Sewaktu Pei Qian Hao berbalik, menemukan Su Xi-er sedang memandanginya, sudut mulutnya tanpa sadar melengkung ke atas. "Apakah Pangeran ini sangat tampan?"

"Anda akan lebih tampan jika Anda tidak terluka." Su Xi-er tersenyum.

Pei Qian Hao tidak mengatakan apa-apa lagi sebelum meluruskan kerahnya dan berjalan keluar dari pintu. Baginya, luka yang tidak fatal akan dianggap gatal saja baginya, tak akan lama sebelum itu sembuh. Dengan set pakaian yang baru ini, tidak ada yang dapat mengetahui kalau ia terluka sebelumnya.

***

Di luar istana di samping, wajah Pei Ya Ran tampak seperti badai ketika ia berdiri di depan pengawal kekaisaran. Situ Lin benar-benar berani memerintahkan pengawal untuk menghadangku!

Pei Qian Hao melirik Pei Ya Ran sambil lalu sebelum melihat ke arah para pengawal kekaisaran. "Pergi ke Institut Tabib Kekaisaran dan panggilkan Tabib Kekaisaran Zhao kemari."

Pengawal itu menerima perintah tersebut dan segera pergi.

Sekarang ini, Tabib Kekaisaran Zhao sedang sibuk mempelajari teko air yang dibawanya dari kamar Su Xi-er, tetapi saat ia menerima titah lisan Pangeran Hao, ia segera berangkat ke Istana Naga Langit tanpa kata lainnya.

Atmosfer di luar aula samping Istana Naga Langit sangat tegang. Pernapasan semua orang menjadi lebih pendek sementara mereka mengamati tatapan dingin di mata Pei Qian Hao.

"Kalian semua boleh mundur. Pangeran ini akan berbicara baik-baik dengan Ibu Suri."

Para pengawal akhirnya dapat menghela napas lega. Mereka membungkuk dengan cepat dan mundur.

Beberapa saat setelahnya, hanya Pei Qian Hao dan Pei Ya Ran yang tersisa di luar aula.

Pei Ya Ran tidak mengindahkan tatapan berbahaya dalam mata Pei Qian Hao, dan menunjuknya. "Tempat macam apakah Istana Naga Langit ini? Kau benar-benar tidak menganggap peraturan istana dan membiarkan pelacur itu masuk ke dalam!"

"Namanya adalah Su Xi-er, dan ia adalah Hao Wang Fei. Apa, apakah Hao Wang Fei adalah seorang pelacur di matamu?" Pei Qian Hao berjalan mendekatinya, aura yang menindas mengelilinginya, bahkan pakaiannya tidak berefek apa-apa untuk menghilangkan sikap dinginnya.

Tanpa sadar, Pei Ya Ran mundur beberapa langkah ke belakang. "Membiarkan Su Xi-er menjadi Hao Wang Fei hanya akan merugikanmu! Kau tidak pernah membiarkan dirimu merugi, jadi mengapa kali ini ...."

"Pangeran ini senang melakukannya."

"Pei Qian Hao, kau tidak boleh menikahinya!" Wajah Pei Ya Ran diselimuti amarah, dan kecemburuan melonjak dari dasar hatinya.

Aku bisa mengerti apabila ia menikahi Xie Liu Li. Tetapi aku tidak mengerti mengapa ia menikahi Su Xi-er!

"Apa kau menyembunyikan seseorang di dalam Istana Kedamaian Penuh Kasih?" Ekspresi serius Pei Qian Hao dan nada bicaranya yang percaya diri membuatnya terdengar seperti sebuah pernyataan daripada sebuah pertanyaan.

Pei Ya Ran tercengang. Menyembunyikan seseorang? Apakah ia sudah menyadari soal Shi Mo?

"Kau sudah tinggal di dalam istana kekaisaran selama lebih dari tiga tahun. Bagaimana bisa kau menyembunyikan seseorang di dalam istana, terlebih lagi seorang pria?"

Pei Ya Ran menggelengkan kepalanya. "Omong kosong! Aku tidak menyembunyikan siapa-siapa!"

"Pangeran ini tertembak oleh anak panah, dan pelakunya bersembunyi di dalam Istana Kedamaian Penuh Kasih. Pei Ya Ran, apa kau tidak akan mengatakan yang sebenarnya?"

"Aku tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan!" Pei Ya Ran meninggikan suaranya, berupaya menyembunyikan kepanikannya.

Di saat inilah, Komandan Pasukan Tentara Kekaisaran, Yu Chi Mo, memilih untuk tiba.

"Pangeran Hao, kami belum berhasil menemukan Shu Xian. Kami sudah memeriksa setiap sudut dan celah di istana kekaisaran, tetapi tidak dapat menemukan jejaknya. Apa yang kami temukan adalah lebih dari sepuluh pengawal kekaisaran yang berjaga di gerbang istana bagian barat laut yang terbunuh."

Tatapan Pei Ya Ran goyah. Aku belum melihat Shi Mo sama sekali di Istana Kedamaian Penuh Kasih malam ini. Mungkinkah ia yang membunuh para pengawal di sisi barat laut?

"Pengawal, antarkan Ibu Suri kembali ke Istana Kedamaian Penuh Kasih untuk dikurung." Pei Qian Hao memerintahan secara perlahan dengan suara yang dingin.

Continue reading CTF - Chapter 375