Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 360

Consort of A Thousand Faces

Chapter 360 : Kembali


Pei Qian Hao terkekeh, tangannya meraih pinggang Su Xi-er selagi ia menekannya di meja.

Gelombang ciuman lainnya datang lagi, tangan Su Xi-er melingkar di lehernya selagi ia mendongakkan kepalanya untuk bertemu dengannya.

Setelah menanamkan jejak ciuman turun dari pipi ke lehernya, Pei Qian Hao mengangkat kepalanya dan membelai rambutnya dengan tangan kanannya. "Pangeran ini kemari hari ini untuk memberitahukanmu bahwa tanggalnya telah ditentukan. Tujuh hari setelah perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana adalah hari yang baik untuk menikah."

Su Xi-er bergerak. Sepertinya ia sudah mengatur semuanya dengan baik. "Pangeran Hao, dimana hamba ini sebelum itu?"

"Cukup tinggal di Perpustakaan Kekaisaran. Pangeran ini akan mengurusi semuanya."

Cukup tinggal di Perpustakaan Kekaisaran? Jangan katakan padaku bahwa aku akan menikah dari Perpustakaan Kekaisaran?

"Kartu undangannya akan dikirimkan setelah perjamuan istana. Pangeran ini juga akan mengundang Kaisar Nan Zhao." Pernyataan kedua Pei Qian Hao tentunya mengandung kepentingan pribadi. Ia masih merasa tidak nyaman kapan pun ia teringat pemandangan dari Su Xi-er dan Ning Lian Chen yang 'bertukar pandang genit'.

Aku ingin membiarkan Kaisar Nan Zhao menyaksikan sendiri Su Xi-er menikahiku.

Namun, ia tidak tahu bahwa inilah tepatnya yang diharapkan oleh Su Xi-er. Sebagai satu-satunya keluargaku yang masih hidup, itu bagus karena Lian Chen bisa datang. Aku mati secara tragis di kehidupan laluku, tetapi kini ia bisa melihatku mendapatkan kebahagiaan.

Kehangatan melonjak dari dalam relung hatinya, dan wajah Su Xi-er dihiasi dengan senyuman, tidak mengetahui bahwa itu menyebabkan seseorang menjadi tidak senang lagi.

"Kau senang sekali ketika kau mendengar tentang Kaisar Nan Zhao? Pangeran ini curiga bahwa kalian berdua saling mengenal dengan sangat baik di masa lalu."

Su Xi-er merasa jantungnya hampir melompat keluar dari dadanya, tetapi ia segera mendapatkan kembali ketenangannya. "Pangeran Hao, Anda sudah menyelidiki latar belakang hamba, dan mengetahui bahwa aku adalah warga Bei Min. Jika aku akrab dengan Kaisar Nan Zhao, aku tidak akan berada di sini sekarang ini. Segala sesuatunya tidak cocok di sini."

Tentu saja, Pei Qian Hao mengetahui bahwa semua yang dikatakannya dipertegas oleh fakta. Namun, ia selalu memercayai intuisinya, dan itu tidak pernah membuatnya tersesat sebelumnya. Jadi, itu membuatnya sangat bingung.

"Tinggallah di dalam Perpustakaan Kekaisaran, dan jangan keluar, mengerti?" Pei Qian Hao melepaskannya.

Su Xi-er mengangguk. "Hamba tidak akan pergi kemana-mana."

"Tidak buruk, kau patuh akhir-akhir ini." Pei Qian Hao mengangkat tangannya dan dengan lembut menepuk kepalanya sebelum berjalan keluar dari Paviliun Kaligrafi.

Ia datang kemari hanya untuk memberitahukanku tentang tanggal pernikahan supaya aku bisa merasa tenang. Su Xi-er melihat ke bawah pada buku salinan Aksara Lan di atas meja, begitupula dengan tiga huruf dari namanya yang dituliskan Pei Qian Hao.

Ia mengusapkan jarinya di tinta yang sudah mengering itu. Pengamatannya teliti, memerhatikan detail kecil yang tidak diperhatikan oleh orang lain. Arah dari ujung sapuan dan ketebalan dari goresannya ditarik dengan baik.

Lima belas menit berikutnya, Chao Mu berjalan masuk ke dalam dan melihat Su Xi-er sedang menatap ke buku salinan Aksara Lan tersebut. "Su Xi-er, aku kira itu Pangeran Kekaisaran Ketiga, bukannya Pangeran Hao! Aku melihatnya dan Guru Agung Kong sedang mendiskusikan sesuatu di aula utama Perpustakaan Kekaisaran, tetapi aku tidak cukup dekat untuk mendengarkan percakapan mereka."

Su Xi-er menurunkan buku salinan itu. Ia menyuruhku untuk tinggal di Perpustakaan Kekaisaran, dan kini pergi mencari Guru Agung Kong. Mungkinkah ia berencana untuk meminta Guru Agung Kong mengatur sebuah status yang lebih layak dilihat umum untukku?

"Su Xi-er, akan kuberitahukan sebuah rahasia padamu." Chao Mu tiba-tiba saja bertingkah misterius selagi ia berjinjit dan berpindah untuk berbisik di telinga Su Xi-er. "Guru Agung Kong sangat berpendidikan, dan telah mempelajari literatur seumur hidupnya. Tetapi, wanita mana yang akan menyukai seorang sarjana culun? Bertahun-tahun sudah berlalu, tetapi ia tidak memiliki istri maupun anak."

Ketika ia mendengar itu, Su Xi-er mengerti apa yang Pei Qian Hao ingin diskusikan secara rahasia dengan Guru Agung Kong. Guru Agung Kong tidak punya anak, sementara aku kurang status yang layak. Apakah ia berencana untuk meminta Guru Agung Kong agar menerimaku sebagai putri angkatnya?

"Haaah, aku tidak tahu kemana Guru Agung Kong mengirimkan Shu Xian. Aku tidak bisa menemukannya bahkan setelah mencari sekeliling Perpustakaan Kekaisaran. Mungkinkah ia dikirim keluar?" Chao Mu memiringkan kepala, ada kebingungan di matanya.

Tanpa Shu Xian, aku kehilangan orang yang bisa diajak bertengkar. Beberapa hari ini agak membosankan.

Su Xi-er menepuk pundak Chao Mu. "Ia pasti akan kembali hari ini. Jangan gelisah." Ia mulai merapikan meja, sementara Chao Mu bergabung setelah beberapa saat.

Tak lama setelahnya, ketika keduanya meninggalkan Paviliun Kaligrafi, mereka melihat Guru Agung Kong berjalan mendekat.

Guru Agung Kong memberi tatapan penuh makna pada Su Xi-er dan lanjut meminta informasi kelahirannya.

(T/N : Bisa menyangkut tanggal dan waktu kelahiran, tetapi jauh lebih rumit dari itu. Sering digunakan dalam meramal.)

Su Xi-er menjawab secara jujur, "Hamba tidak mengetahui informasi kelahiranku. Bagaimana kalau aku pergi ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran untuk memeriksa catatannya?"

"Tetap di sini, aku akan pergi memeriksanya." Guru Agung Kong melambaikan tangannya dan meninggalkan Perpustakaan Kekaisaran.

Chao Mu merasa itu sangat aneh. "Kenapa Guru Agung Kong meminta informasi kelahiranmu? Bahkan Catatan Departemen Rumah Tangga Kekaisaran saja tidak akan mencatatnya sedetail itu!"

Su Xi-er mengetahui alasannya, tetapi tidak menjawab Chao Mu. "Mari kita pergi dan merapikan tempat penyimpanan buku. Selain dari Shu Xian, sepertinya Xiao Yuan Zi juga menghilang."

"Tepat sekali, sangat hening hari ini. Membosankan sekali!" Chao Mu menjentikkan rambutnya dan mengikuti Su Xi-er.

Tepat sewaktu mereka akan memasuki tempat penyimpanan buku, mereka melihat Xiao Yuan Zi kembali dari luar Perpustakaan Kekaisaran.

Chao Mu langsung bertanya, "Kemana kau pergi? Kemana Shu Xian?"

"Sudah hampir musim dingin, dan tidak ada banyak pekerjaan di Perpustakaan Kekaisaran, aku telah dipindahkan sementara ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran untuk membantu pekerjaan fisik. Aku akan kembali untuk tidur di Perpustakaan Kekaisaran di malam hari. Sementara untuk Shu Xian, tampaknya ia telah dipindahkan ke Akademi Kekaisaran." Xiao Yuan Zi memberikan jawaban yang jujur.

Chao Mu jadi berat hati. Shu Xian belum 18 tahun. Mengapa ia dipindahkan ke Akademi Kekaisaran? Sekalinya ia dipindahkan ke sana, ia tidak akan pernah kembali ke Perpustakaan Kekaisaran. Ia pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal, dan aku tidak akan pernah melihatnya lagi!

Ia terlalu tidak setia! Ia bahkan tidak mengucapkan sepatah kata pun sebelum pergi! Chao Mu marah besar.

Melihat ekspresinya, Su Xi-er berusaha menghiburnya. "Seorang asisten pelajar pria yang masih belum mencapai usia 18 tahun tidak bisa dipindahkan ke Akademi Kekaisaran. Barangkali mereka kekurangan tenaga kerja dan menyuruhnya membantu. Karena Bei Min lebih menghargai literatur sekarang, hal yang wajar bagi Akademi Kekaisaran untuk kekurangan tenaga."

Ekspresi Chao Mu sedikit membaik. "Ia akan dipukuli saat ia kembali! Kami sudah menjadi saudara yang baik selama bertahun-tahun .... Kalau ia berani pergi selama-lamanya, aku akan ...." Ia berhasil mengendalikan dirinya sendiri dari menyebutkan bahwa ia akan memotong permata keluarganya.

Setelahnya, Chao Mu mengikuti Su Xi-er masuk ke tempat penyimpanan buku untuk bersih-bersih, sementara Xiao Yuan Zi pergi ke kamarnya sendiri untuk berkemas sebelum pergi ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran.

***

Hanya setelah malam turun, barulah Xiao Yuan Zi kembali. Tan Ge juga kembali bersamanya, tetapi Shu Xian masih tidak terlihat dimana-mana.

Saat Chao Mu melihat Tan Ge, ia langsung berlari mendekat. "Tan Ge, kau menyelesaikan pemakaman ibumu secepat ini?"

Pemakaman membutuhkan setidaknya tujuh hari, tetapi Tan Ge kembali kurang dari tiga hari.

Ekspresi Tan Ge acuh tak acuh selagi ia mengangguk. "Mmm, sudah diselesaikan. Sekarang ini aku adalah seorang dayang istana yang sudah tercatat, jadi aku tidak boleh meninggalkan istana untuk terlalu lama." Kemudian ia melihat Su Xi-er berjalan mendekat.

Sinar bulan putih susu itu seperti lingkaran cahaya yang menerangi Su Xi-er.

Tan Ge menyapa, "Su Xi-er."

Tidak ada yang mengetahui betapa rumit perasaannya sewaktu ia mengucapkan nama itu, tinjunya mengepal dengan erat di bawah lengan bajunya.

Su Xi-er berhenti di depannya. "Tan Ge, apa kau sudah berhasil memikirkan semuanya sebelum kembali?" 

0 comments:

Posting Komentar