Minggu, 10 Mei 2026

CTF - Chapter 373

Consort of A Thousand Faces

Chapter 373 : Risau


"Kau berhubungan dengan Rumah Tangga Kekaisaran Bei Min?"

Shi Mo berhenti, tetapi tidak mengatakan apa-apa, matanya diliputi dengan ekspresi yang menyelidik.

Su Xi-er meliriknya. Tampaknya aku sudah menebak dengan tepat. "Kau tidak punya dendam padaku, tetapi kau sudah mencoba membunuhku berkali-kali. Aku dengar bahwa, pria berwajah setengah hanya melawan mereka yang memprovokasi mereka. Karena kita bahkan tidak saling mengenal, pasti ada alasan lain."

"Lanjutkan." Tatapan Shi Mo mendalam, dan ekspresinya jadi serius. Aku penasaran untuk mendengarkan bagaimana ia akan menerangkannya.

"Kau jelas-jelas biasanya berada di dalam istana kekaisaran, tetapi kau sangat akrab dengan strukturnya. Satu-satunya penjelasan untuk itu adalah bahwa kau sudah bersembunyi di sini untuk waktu yang sangat lama; tetapi tidak peduli seberapa hebatnya kau menyembunyikan dirimu sendiri, kau masih tetap membutuhkan seseorang untuk menampungmu.

Mungkin, kau membuat kesepakatan dengan seseorang, dan orang ini bukanlah Commandery Prince Xie. Orang di istana yang ingin membunuhku, dan berani melakukan begitu hanya terbatas pada beberapa orang. Mungkinkah ...." Su Xi-er terkekeh pelan sebelum meneruskan. "Kau berasal dari Istana Kedamaian Penuh Kasih, apa aku benar?"

Senyuman perlahan-lahan muncul di mata Shi Mo. Ia sangat cerdas. Bahkan Pei Ya Ran saja, setelah menyadari kehadiranku di Istana Kedamaian Penuh Kasih setelah sekian lama, tidak bisa menerka identitasku. Namun, wanita ini mampu memahami semuanya hanya dengan sekali pandang. Hanya ada satu hal yang salah.

"Aku memang berasal dari Istana Kedamaian Penuh Kasih, tetapi aku tidak ada hubungannya dengan Rumah Tangga Kekaisaran Bei Min. Sejujurnya, aku tidak tega membunuh wanita secerdas dirimu." Shi Mo terkekeh kecil selagi ia berjalan mendekati Su Xi-er. "Aku merasa sepertinya kau mengetahui banyak tentang pria berwajah setengah. Maka, apa kau tahu apa yang terjadi pada orang yang sudah melihat penampilan pria berwajah setengah?"

Ekspresi Su Xi-er tidak berubah. "Kau mengatakannya barusan ini—mereka ditakdirkan untuk mengalami malapetaka, dan hanya kematian yang menanti."

"Mungkin kematian tidak akan datang, tetapi kau akan menjadi istriku." Shi Mo tertawa, tatapannya tetap berada di bibir Su Xi-er. "Namun, sebelum kau menjadi istriku, kau harus menjadi orang bisu. Terlalu fasih berbicara, tidak begitu bagus."

Senyuman Shi Mo mendalam, menekankan penampilan jahat dan polos dari sisi wajah kiri dan kanannya berturut-turut. Tak perlu dikatakan, penampilan seperti ini sangat tidak menyenangkan.

Dalam sekejap mata, pria berbaju hitam pun menghilang dari pandangan Su Xi-er seperti embusan angin.

Su Xi-er mulai tersesat dalam pemikirannya. Ia tidak ada hubungannya dengan Rumah Tangga Kekaisaran, tetapi ia bersembunyi di Istana Kedamaian Penuh Kasih. Apa sebenarnya tujuannya?

Su Xi-er tidak dapat terpikirkan dugaan yang masuk akal, tetapi ia yakin bahwa pria itu tidak akan bergerak untuk sementara waktu.

Sebelum ia dapat mencoba untuk menggali lebih jauh ke dalamnya, langkah kaki terdengar dari luar ruangan. Wu Ling sudah datang, dan di belakangnya adalah Tabib Kekaisaran Zhao.

Wu Ling syok dengan pemandangan yang menyapanya—pintunya terbuka, dan ada seorang juru masak yang terbaring di luar pintunya dengan sisa-sisa pecahan mangkuk yang berserakan di sekitar tangannya. Ia langsung berjongkok untuk memeriksa apakah si juru masak masih hidup.

Yang melegakannya, Wu Ling masih bisa merasakan napas hangat si juru masak di jarinya. "Ia masih hidup. Tabib Kekaisaran Zhao, Anda bisa masuk ke ruangan lebih dulu sementara aku mengurusi ini."

Sebagai seseorang yang punya banyak pengalaman di dunia, Tabib Kekaisaran Zhao bisa menahan keheranannya dan mengangguk.

Namun, matanya tak tahan untuk tidak terbelalak ketika ia berjalan masuk ke dalam kamar dan melihat kekacauan itu.

"Tabib Kekaisaran Zhao, aku baik-baik saja, tetapi aku perlu Anda untuk mengindetifikasi racun yang ditambahkan ke dalam air di dalam teko ini."

Tabib Kekaisaran Zhao mendapatkan lagi ketenangannya dan berjalan ke sisi meja. Ia mengangkat tutup teko sebelum mengangkatnya ke sebatang lilin. Cahaya lilin yang menyinari dasar tekonya menunjukkan bahwa airnya jernih, dan tidak ada yang mencurigakan tentang itu.

Bahkan setelah melihatnya untuk waktu yang sangat lama, Tabib Kekaisaran Zhao tidak bisa mebedakan apa pun. Pada akhirnya, ia mengusulkan, "Aku harus membawanya kembali ke Institut Tabib Kekaisaran untuk menjalankan pemeriksaan yang lebih mendalam, tetapi aku mungkin tak akan mendapat hasil apa pun."

Su Xi-er mengangguk. "Bahkan sedikit informasi pun akan membantu." Selama ada beberapa petunjuk, aku bisa mengetahui siapa yang melakukannya.

Tabib Kekaisaran Zhao kemudian membawa teko itu bersamanya selagi ia meninggalkan ruangan.

Tepat setelah ia pergi, Guru Agung Kong buru-buru bergegas masuk ke dalam kamar dan berkata dengan suara berbisik, "Pangeran Hao terluka."

Su Xi-er langsung tegang. "Dimana dia?"

"Di Istana Naga Langit." Ekspresi Guru Agung Kong muram. Aku mengikuti Menteri Ritus keluar dari istana setelah perjamuan, tetapi aku tidak menduga sesuatu yang sangat mengerikan terjadi di Perpustakaan Kekaisaran dalam waktu singkat setelah aku pergi.

Su Xi-er bahkan tidak peduli dengan tubuhnya yang sakit selagi ia berlari keluar dari kamar.

Tepat sewaktu ia keluar dari Perpustakaan Kekaisaran, ia melihat Tan Ge berjalan mendekat dengan wajah penuh kesedihan, tetapi Su Xi-er tidak sempat memerhatikannya. Hatinya hanya dipenuhi dengan kecemasan untuk Pei Qian Hao. Mengapa Pei Qian Hao terluka? Kalau itu adalah luka kecil, Guru Agung Kong tidak akan mengetahui tentang itu.

Saat Tan Ge memerhatikan sosok Su Xi-er yang berlalu dengan cepat, ia memikirkan tentang segala hal yang terjadi malam ini. Mungkin kalau aku tidak bertindak, tidak ada satu pun dari ini yang akan terjadi. Chao Mu masih hidup dan Shu Xian tidak akan menghilang.

Ia sendiri sudah berusaha mencari Shu Xian, dan Pei Qian Hao juga sudah mengirimkan regu pencari. Namun, Shu Xian seperti menghilang dari muka bumi, membawa Chao Mu bersama dengannya.

Dikarenakan kurangnya pilihan, para Tentara Kekaisaran hanya dapat mulai mencari setiap sudut dan celah yang mereka temukan, tetapi mereka masih tidak menemukan tanda-tanda dari keduanya. Seolah-olah mereka menghilang begitu saja.

Angin dingin bertiup saat Tan Ge berdiri terpaku di tempat dengan linglung. Hanya ketika Guru Agung Kong memanggilnya, barulah ia kembali tersadar.

"Perpustakaan Kekaisaran tak lagi damai. Berhati-hatilah selama beberapa hari ke depan."

Melihat kecemasan di mata Guru Agung Kong, penyesalan dan rasa bersalah yang menghancurkan pun melanda dirinya layaknya arus yang deras.

"Cepatlah kembali ke kamarmu untuk istirahat. Kekacauan akan terjadi di istana kekaisaran malam ini." Guru Agung Kong bergegas keluar dari Perpustakaan Kekaisaran. Su Xi-er tidak akan bisa memasuki Istana Naga Langit tanpa diriku.

Sebelum Tan Ge bahkan bisa menjawab, ia melihat Guru Agung Kong pergi tergesa-gesa. Selanjutnya, ia melihat Tabib Kekaisaran Zhao membawa ... sebuah teko.

Ketika ia melihat teko itu, ia jadi tercengang. Tabib Kekaisaran Zhao berpikir kalau ia sudah terlalu ketakutan, tetapi hanya menghiburnya sedikit sebelum pergi dengan cepat.

Tanpa ada seorang pun di sekitarnya, Tan Ge terisak tanpa suara. Aku membunuh seseorang. Aku tidak lagi baik. Aku ... akan mati secara mengenaskan!

Tan Ge mengatupkan bibirnya dan berjalan dengan kaku kembali ke kamarnya. Kenangan akan masa lalu melintas dalam benaknya. Di satu waktu, itu adalah tampang putus asa ayahnya, sementara berikutnya adalah ancaman dingin Xie Yun. Selanjutnya, itu berubah menjadi senyuman riang Chao Mu, dan Su Xi-er ....

Tatapan Tan Ge menjadi semakin kosong. Pada akhirnya, ia berjalan menuju ke lemari pakaian dan mengeluarkan kenang-kenangan yang ditinggalkan ibunya untuknya—sebuah tusuk rambut emas.

"Ibu, putrimu akan datang menemanimu. Aku bukanlah harapan Kediaman Tan. Aku tidak sanggup lagi." Matanya berkaca-kaca saat ia mengambil tusuk rambut itu dan dengan ganasnya menyayatkan itu ke pergelangan tangannya.

Tetesan darah pun menetes. Seiring waktu berlalu, tubuh Tan Ge menjadi semakin dingin, dan ia pun menutup matanya.

Akhirnya, aku bisa bebas. Itu menyenangkan.

Pernapasannya jadi pendek, tetapi tepat ketika ia baru saja akan pingsan, satu sosok melintas melewati jendela.

Sosok jangkung berbaju putih muncul di dalam kamar, mengamati wajah halus dan tak bercela milik Tan Ge. "Kalau kau mati, banyak hal yang tidak bisa diselesaikan dengan baik."

Ia membungkuk untuk menggendongnya, dan meninggalkan kamar itu secepat ketika ia datang.

Angin dingin menderu, menyebabkan pepohonan jujube di halaman belakang Perpustakaan Kekaisaran bergemerisik. Dedaunan mereka yang layu pun melayang ke tanah, tak bernyawa, sama seperti orang yang menanam mereka.

***

Seorang pengawal kekaisaran menghentikan Su Xi-er dengan suara yang dingin di Istana Naga Langit. "Ini adalah sebuah tempat yang penting di istana kekaisaran. Kau tidak boleh masuk."

Seolah menanggapi, Su Xi-er langsung memelototinya tanpa menahan aura dingin dan menekannya; pengawal itu hanya bisa melihatnya dua kali. Mengapa tatapan dayang istana ini begitu ....

"Calon Hao Wang Fei mengkhawatirkan tentang suaminya sendiri. Kau berani menghadangku?"

Pengawal itu membeku. Apa? Calon Hao Wang Fei?

Di saat ini, suara menghina seorang wanita dapat terdengar. "Dasar wanita tidak tahu malu. Kau masih belum menjadi Hao Wang Fei, tetapi kau sudah berlagak seperti seorang Wang Fei dan mengintimidasi pengawal di istana kekaisaran." 

0 comments:

Posting Komentar