Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 349

Consort of A Thousand Faces

Chapter 349 : Tinggal Diam


Wu Ling kaget. Seorang pria sepertiku harus tinggal diam di dalam kediaman? Bukankah itu adalah sesuatu yang hanya dilakukan oleh seorang nona? Apakah Pangeran Hao membuat kesalahan?

Melihat ekspresi bingung Wu Ling, Pei Qian Hao melanjutkan. "Awasi Su Xi-er dan pastikan ia tidak meninggalkan kediaman. Jika kau tidak bisa melakukan pekerjaan dengan benar, jabatanmu sebagai komandan akan ditiadakan."

Wu Ling membelalakkan matanya. Aku tidak perlu melakukan apa-apa selain tinggal di Kediaman Pangeran Hao dan memastikan Su Xi-er tidak meninggalkan kediaman. Bukankah ini ... menggunakan palu godam untuk memecahkan kacang? Pangeran Hao, sebagai gantinya, bisakah kau memberiku pekerjaan yang lain?

Sial baginya, Pei Qian Hao tidak repot meliriknya lagi sebelum berjalan keluar dari kedai teh tersebut.

Wu Ling tercengang beberapa saat sebelum akhirnya kembali tersadar. Setelah mengela napas yang panjang dan memaksakan dirinya untuk menerima kenyataan, dengan cepat ia menuju ke Kediaman Pangeran Hao.

Di antara menangani situasi di barak tentara dan mengusir pengawal kekaisaran Nan Zhao yang sudah menyusup ke ibu kota, tiba-tiba saja, Pei Qian Hao jadi sangat sibuk. Dengan posisi Su Xi-er di hati Pei Qian Hao yang kian meningkat dari hari ke hari, ia hanya akan tenang apabila ia mengirimkan bawahan kepercayaannya, Wu Ling, untuk menjaganya.

***

Saat Wu Ling memasuki Kediaman Pangeran Hao, pengawal di bawah pimpinannya maju ke depan untuk melapor. "Komandan Wu, Nona Qing datang dan sedang bertengkar dengan Nona Ruo Yuan di halaman belakang."

Mendengar kata-kata 'Nona Qing' seketika membuat Wu Ling sakit kepala. Berpikir kalau ia akan menerobos masuk ke Kediaman Pangeran Hao, bahkan mulai berdebat dengan Ruo Yuan.

"Komandan Wu, apakah ada sesuatu di antara Anda dan Ruo Yuan?" Tidak bisa menahan rasa penasarannya, bawahan Wu Ling mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya.

Wu Ling menatapnya dengan tatapan yang tajam. "Darimana kau mendengar itu? Apa sekarang kau mendengarkan desas-desus tak berdasar?" Kemudian, ia langsung menuju ke halaman belakang, bayangan penampilan Ye Qing Zhu yang marah besar pun muncul dalam benaknya.

Kalau aku tidak mangatasi masalah ini dengan baik, itu akan menyebabkanku banyak masalah di masa yang akan datang!

Selagi si pengawal memerhatikan sosok Wu Ling yang beranjak, wajahnya diliputi kebingungan. Itu aneh, kalau tidak ada yang terjadi dengan Ruo Yuan, mengapa Nona Qing datang mencari Ruo Yuan dan membuat masalah? Yang lebih aneh lagi, kapan Komandan Wu memulai kisah cintanya sendiri?

***

Di halaman belakang, Ye Qing Zhu sedang menaksir Ruo Yuan. Hanya ada dua kata yang dapat mendeskripsikannya: gendut dan bulat! Aku kira kalau ia adalah seorang gadis cantik yang memesona, tetapi tidak pernah menduga ini. Apakah Kakak Wu kehilangan akalnya, memulai sesuatu dengan wanita gendut ini?

Hong Li jadi cemas. Kami tidak boleh menyinggung Nona Qing, tetapi jelas kalau ia di sini untuk membuat masalah. Semua orang di istana mengetahui bahwa Nona Qing yang arogan bukanlah seorang lawan yang mudah. Bahkan Nona He, yang melayani Ibu Suri, tidak tahu apa yang harus diperbuat melawan Nona Qing.

Tetapi aku tidak bisa cemas saja dan tidak melakukan apa-apa. Hong Li memandang ke arah Su Xi-er dan melihat orang itu mengamati dengan tenang, seolah masalah itu sama sekali bukan urusannya.

Hong Li langsung menarik lengan baju Su Xi-er. "Cepatlah pergi dan menengahi. Mengapa Nona Qing melihat Ruo Yuan dengan begitu marahnya?"

Su Xi-er menepuk tangannya guna menenangkannya. "Jangan panik dan tonton saja. Tidak akan terjadi apa-apa."

"Ah? Menonton di samping? Bagaimana bisa?" Hong Li menatap Ruo Yuan dengan cemas, berharap bahwa ia bisa naik dan menarik Ruo Yuan pergi.

Mata Ye Qing Zhu dipenuhi keheranan. "Apa hubunganmu dengan Komandan Wu?"

Ruo Yuan sudah gugup, dan mendengar pertanyaan semacam itu dari Ye Qing Zhu hanya membuat hatinya berdebar lebih kencang, ketakutan orang itu akan mengetahui perasaannya. "Tidak ada hubungan di antara hamba dan Komandan Wu. Tolong jangan salah paham, Nona Qing."

"Salah paham? Rumornya pasti datang dari suatu tempat. Aku dengar bahwa kau terus mengganggu Komandan Wu, dan bahwa kau sangat mengaguminya?" Ye Qing Zhu mendekati selangkah demi selangkah, ejekan di matanya jadi semakin intens.

Ruo Yuan begitu ketakutan hingga ia mundur beberapa langkah ke belakang. Apakah aku ketahuan? Aku hanya memberitahukan Hong Li dan Su Xi-er. Dari siapa sebenarnya Nona Qing mendengar itu?

"Melihat ekspresimu, tampaknya kau benar-benar memendam pemikiran semacam itu? Mengapa kau tidak melihat dirimu sendiri? Lihat status apa yang kau miliki; bisakah kau mengimbangi Komandan Wu?" Tatapan Ye Qing Zhu tajam, dan nada bicaranya dingin.

Setiap katanya seperti jarum yang menusuk hati Ruo Yuan. Status rendahan. Penampilan yang dan sosok yang mengerikan. Bagaimana bisa aku punya muka untuk terus hidup di dunia ini? Adegan ia diejek ketika ia adalah seorang dayang istana di Istana Samping melintas dalam benaknya.

Ruo Yuan mengatupkan bibirnya dan mengepalkan tangan dengan kuat, mendongakkan kepalanya untuk menatap Ye Qing Zhu. Namun, meski emosi mengalir dalam dirinya, ia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun.

"Apa, kau tidak bisa mengatakan apa-apa sekarang karena kau sudah ketahuan? Komandan Wu dan aku sudah saling mengenal selama bertahun-tahun, tetapi, berapa lama kau sudah mengenalnya? Biar kuberitahukan sesuatu padamu. Jauhi Komandan Wu. Kalau kau membiarkanku mendengar apa pun tentangmu lagi, aku pasti tidak akan mengampunimu!" Ye Qing Zhu berteriak selagi ia mengangkat tangannya, bersiap untuk mengarahkannya ke wajah Ruo Yuan.

Hong Li panik, mulai berlari sebelum Su Xi-er meraih pergelangan tangannya.

"Jangan hentikan aku. Ruo Yuan akan dipukul."

"Jangan cemas, Ye Qing Zhu tidak akan memukulnya." Su Xi-er menyatakan dengan tenang selagi ia melepaskan Hong Li.

Sesuai dugaan, ketika tangan Ye Qing Zhu hampir menyentuh pipi Ruo Yuan, ia berhenti. "Aku bukan orang yang tidak masuk akal. Aku hanya akan menanganimu saat kau benar-benar memprovokasiku. Kau harusnya sangat mengetahui garis batas bawahku, kan?"

Ruo Yuan memandangi Ye Qing Zhu dengan mata yang terbelalak dan akhirnya berhasil menjawab, "Aku masuk istana di usia yang sangat muda, dan sudah mengerjakan pekerjaan fisik di Istana Samping semenjak saat itu. Penampilan dan sosok ini adalah karena aku tak punya pilihan selain makan jika aku ingin memiliki cukup tenaga untuk bekerja. Namun, tidak berarti bahwa itu akan sama di masa yang akan datang. Nona Qing, aku hanya mengagumi Komandan Wu, dan bukannya perasaan antara seorang pria dan wanita. Selain itu, kau sendiri sudah mengatakannya, statusku tidak sebanding dengannya."

Kali ini, ia tidak menyebut dirinya sebagai 'hamba', melainkan sebagai 'aku'.

Su Xi-er terkesan oleh responsnya. Aku tidak campur tangan, tepat karena aku ingin melihat bagaimana Ruo Yuan akan mengatasi ini. Hong Li perlahan-lahan memahami niat Su Xi-er. Ketika ia mendengar perkataan Ruo Yuan, ia merasa sedikit tersentuh.

Ye Qing Zhu menatap Ruo Yuan. "Yang terbaik adalah apabila kau bisa berpikir seperti itu. Ingat, Komandan Wu adalah milikku."

(T/N : Ruo Yuan dapat saingan halu, berat perjuanganmu, Nak.)

Segera setelah ia mengatakan itu, suara seorang pria tiba-tiba saja terdengar. "Ye Qing Zhu, apa kau sudah selesai membuat keributan?"

Mendengarkan suara Wu Ling, senyuman bahagia muncul di ekspresi Ye Qing Zhu selagi ia langsung berbalik dan memanggil dengan manis, "Kakak Wu."

Wu Ling merasakan sakit kepala yang hebat. Bukankah Pangeran Hao mengatakan bahwa ia sudah membantuku menyelesaikan masalah ini? Mengapa sekarang malah jadi semakin parah?!

Saat ini, Ye Qing Zhu berjalan ke arah Wu Ling dan memberitahunya lembut, "Mulanya aku agak cemas, tetapi mendengarkan ucapan Pangeran Hao, aku telah memutuskan bahwa aku akan selalu mengikutimu kemana pun kau pergi. Itu adalah urusanmu jika kau tidak menginginkanku, tetapi itu tidak sama untukku. Kau tidak bisa mengendalikan semua hal yang kuperbuat, jadi jangan berpikir untuk membuangku jauh-jauh."

Wu Ling benar-benar tercengang. Ini adalah hasil dari Pangeran Hao mengatasi masalah ini? Aku begadang semalaman untuk berurusan dengan Qin Ling dan bawahannya, dan Pangeran Hao bilang bahwa ia telah mengatasi Ye Qing Zhu. Namun, solusi macam apa ini? Ia benar-benar mengikuti permainannya!

Tidak seharusnya aku memercayai Pangeran Hao. Aku seharusnya meminta Su Xi-er untuk membantuku memecahkan masalah ini.

"Pangeran Hao mengatakan bahwa aku harus berjuang untuk apa pun yang kusukai." Ye Qing Zhu mengerling dan tersenyum dengan manisnya.

Wu Ling menghela napas. Orang macam apakah Pangeran Hao itu, aku seharusnya tahu. Ia akan berjuang untuk apa yang disukainya, dan tak akan ada yang berani bilang tidak!

"Ye Qing Zhu, kau semestinya paham bahwa aku menghindarimu adalah karena aku tidak menyukaimu. Ada beberapa hal yang tidak bisa dipaksakan."

"Tidak masalah selama aku menyukaimu. Sangat melelahkan untuk mencintai seseorang, dan aku tidak sanggup membiarkanmu kelelahan." Ye Qing Zhu mendekati Wu Ling dan menarik tangannya.

Menonton adegan ini, Ruo Yuan merasa sangat tidak nyaman dalam hatinya. Nona Qing adalah seorang wanita yang cantik, sementara Komandan Wu adalah seorang pria yang berbakat. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi.

Perlahan-lahan, Ruo Yuan tak sanggup lagi terus menonton, dan ia pun berbalik, meninggalkan adegan di belakangnya. 

0 comments:

Posting Komentar