Minggu, 10 Mei 2026

CTF - Chapter 361

Consort of A Thousand Faces

Chapter 361 : Desas-desus Menyebar Kemana-mana


Tan Ge mengendurkan kepalan tangannya dan menatap Su Xi-er dengan senyuman di matanya. "Aku sudah memikirkan semuanya dengan matang, dan sebaiknya aku tetap tinggal di Perpustakaan Kekaisaran karena aku tak punya tempat tinggal lagi. Itu juga mungkin tempat paling aman di istana kekaisaran."

"Karena itu masalahnya, aku harap agar kau dapat terus hidup dengan baik mulai dari sekarang." Su Xi-er balas tersenyum.

Mata Chao Mu terus melesat di antara mereka berdua sebelum akhirnya ia mengulurkan tangannya untuk meraih Su Xi-er dan Tan Ge, menarik mereka bersamaan. "Mulai sekarang, Perpustakaan Kekaisaran akan menjadi rumah Tan Ge, jadi anggap saja kami sebagai keluargamu."

Merasakan jari-jari sedingin esnya terbungkus oleh kehangatan dari dua yang lainnya, Tan Ge merasa hatinya tersentuh, dan sejejak kehangatan sampai ke dalam tatapannya. "Senang sekali bisa memiliki kalian berdua."

Su Xi-er tersenyum. "Sudah tidak pagi lagi, dan akan semakin berangin di malam hari. Mari kita membersihkan diri dan istirahat lebih awal."

Tan Ge mengangguk. "Baiklah." Tetapi, selagi ia menarik tangannya lepas dari tangan Chao Mu, ia merasakan angin yang dingin bertiup melewati mereka. Tan Ge tersentak karena perasaan dingin itu, seolah-olah angin itu telah berpindah dari tangan ke hatinya, menyentaknya bangun dari mimpi hangatnya, kembali ke kenyataan yang dingin dan kejam.

Ia tidak dapat melupakan kata-kata yang diucapkan ayahnya saat ia kembali ke Kediaman Tan.

"Putri, karena bantuan Commandery Prince Xie, makanya Kediaman Tan belum mencapai titik menjual kediaman kita. Ayahmu tak punya pilihan selain membunuh Ibumu. Tan Ge, jika kau menentang Commandery Prinnce Xie lagi, dan ragu-ragu dalam bertindak, orang berikutnya yang mati, bisa jadi Ayahmu."

Terlepas dari kekhawatiran yang menggerogoti hatinya, Tan Ge tampak sangat tenang di permukaan, berhasil masuk kamarnya dan menutup pintu di belakangnya sebelum siapa pun menyadari kekacauan batinnya.

Chao Mu merasa ketenangannya itu aneh, dan melihat ke arah Su Xi-er. "Ada sesuatu yang tidak beres dengan Tan Ge. Saat ia kembali ke Kediaman Tan, mungkinkah ia menderi—"

Su Xi-er menginterupsinya. "Jangan ikut campur dalam masalahnya lagi, dan biarkan ia memulihkan dirinya sendiri. Selain itu, jangan mendekatinya selama beberapa hari ke depan, mengerti?"

Tentunya, Su Xi-er punya alasannya sendiri memberikan nasihat begitu. Pemikiran Tan Ge murni, tetapi ia mungkin sudah diancam ketika ia kembali ke Kediaman Tan. Sekarang ini, hatinya pasti dipenuhi dengan emosi yang bergejolak. Pada akhirnya, semuanya tergantung pada apa yang diputuskan untuk dilakukannya.

Chao Mu tidak begitu paham mengapa, tetapi dengan patuh mendengarkan saat ia melihat ekspresi serius Su Xi-er. Kalau begitu, aku tidak akan mengganggu Tan Ge selama beberapa hari ke depan.

"Ayo, mari kita kembali ke kamar kita untuk istirahat." Su Xi-er menepuk pundak Chao Mu dan pergi ke kamarnya.

Ketika Chao Mu duduk di kamarnya, ia melihat ke arah rumah tinggal Tan Ge sendiri. Aku harap supaya ia bisa segera melupakan traumanya.

Sementara untuk Tan Ge sendiri, saat ini ia sedang duduk di sebuah bangku kayu dengan tangan terkepal. Lama sekali, sebelum akhirnya ia mengeluarkan satu bungkusan obat dari lengan bajunya dengan tangan yang bergetar.

Ia sangat jelas tentang jenis bubuk obat macam apakah yang dikandungnya. Tanpa warna, tanpa bau, dan larut dalam teh, diam-diam merampas nyawa korban.

Banyak kenangan yang melintasi benaknya. Ketidakberdayaan ayahnya, wajah tersenyum Commandery Prince Xie, dan senyuman Chao Mu sekaligus Su Xi-er.

Tan Ge langsung menurunkan bungkusan tersebut. Tidak, aku tidak bisa. Aku tidak boleh melakukan sesuatu seperti ini.

Dengan musim dingin yang sudah hampir tiba, malam jadi semakin dingin, dan cahaya bulan yang biasanya menyinari, sepertinya jadi tampak dingin.

***

Keesokan harinya, Shu Xian masih belum kembali, dan Xiao Yuan Zi menghilang ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran untuk membantu seperti biasa. Bahkan, Guru Agung Kong jadi sibuk setelah meminta informasi kelahiran Su Xi-er. Alhasil, si Chao Mu yang banyak bicara, merasa Perpustakaan Kekaisaran sepi, tak ada orang yang dapat diajaknya bicara.

Hari-hari berlalu, dan di hari sebelum perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana, sebuah berita dengan cepat beredar di istana.

Dikatakan bahwa, Pangeran Hao dan Commandery Princess Xie sudah bertunangan, dan bahwa keluarga Pei dan Xie kini punya harapan untuk memperbaiki hubungan mereka. Selain dari Tuan Pei dan Commandery Prince Xie yang menantikan pernikahan tersebut, Pangeran Hao juga tidak keberatan.

Banyak orang mulai terlibat dalam diskusi yang sungguh-sungguh.

"Commandery Princess Xie adalah salah satu dari tiga wanita cantik Bei Min, dan ia juga merupakan seorang keturunan bangsawan. Ia dan Pangeran Hao adalah pasangan yang sangat serasi!"

"Tepat sekali, salah satu dari mereka secantik dewi abadi, sementara yang lainnya sangat tampan. Mereka benar-benar pasangan yang abadi!"

"Commandery Princess Xie berusia 18 tahun ini, dan jumlah ia meninggalkan kediaman dapat dihitung dengan satu tangan. Karena ini, ia tidak akan pernah melihat pria lain selain Commandery Prince Xie dan para pengawal di halamannya. Wanita yang begitu mulia dan tak ternoda seperti itu, cocok menjadi Hao Wang Fei!"

Semua dayang di istana sudah berhenti bekerja, untuk membicarakan rumor ini juga.

Dengan perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana yang diadakan besok, banyak dayang istana yang diutus untuk menyapu berbagai jalan setapak istana, sementara yang lainnya dikirimkan untuk memindahkan bunga-bunga di tempatnya. Karena perjamuan akan digelar di halaman terbesar Taman Kekaisaran, semua bunga yang layu yang ada di sana, harus diganti. Di saat mereka selesai, tampaknya musim semi telah tiba!

Su Xi-er, Tan Ge, dan Chao Mu juga dikirim untuk menyapu jalur istana di Taman Kekaisaran saat mereka mendengar apa yang sedang didiskusikan para dayang istana.

Chao Mu melirik Su Xi-er cemas, tetapi ia melihat bahwa Su Xi-er tampak tak terganggu.

Saat para dayang istana melihat Su Xi-er, mereka memelankan volume suara mereka.

Karena sebelumnya Pei Qian Hao berjalan di jalur istana sembari berpegangan tangan dengan Su Xi-er, banyak dayang istana yang sekarang mengenalinya. Kini, karena Pangeran Hao dan Commandery Princess Xie bertunangan, sudah pasti ia tidak akan menginginkannya lagi.

Penghinaan muncul di mata mereka setelah menyadari ini. Beberapa bahkan cukup berani untuk mencemoohnya. "Aku benar-benar mengira bahwa ia merangkak naik dan mendapatkan Pangeran Hao. Sulit dipercaya bahwa seseorang dengan garis keturunan rendahan, bermimpi untuk menjadi Hao Wang Fei."

Su Xi-er hanya menyapukan pandangannya pada mereka sebelum kembali menyapu, tidak repot untuk mengakui ejekan mereka.

"Ada banyak orang yang bermimpi menaiki tangga dan tiba-tiba menjadi seekor phoenix, tetapi tidak menyadari bahwa mereka hanyalah seekor burung pipit. Dalam beberapa kasusnya, mereka bahkan lebih rendah daripada itu."

Chao Mu tidak bisa lagi terus mendengarkan dan dengan marah membuang sapunya ke tanah. "Court Lady Su punya jabatan. Terlepas seberapa rendah dirinya, ia masih lebih mulia ketimbang kalian para dayang istana! Lebih baik kalian semua tutup mulut kalian. Kalau tidak, jangan salahkan aku karena bersikap tidak sopan!"

Kata-kata ini terdengar sangat vulgar bagi para dayang istana itu, jadi beberapa dayang yang lebih pemberani pun membalasnya. "Apakah dayang senior pelatih tidak mengajarmu dengan benar? Kau berbicara seperti seorang wanita cerewet di pasar. Aku tidak percaya kau bahkan berasal dari Perpustakaan Kekaisaran. Kau benar-benar aib bagi Guru Agung Kong!"

Chao Mu sangat marah, sampai-sampai wajahnya memerah. Tepat saat ia baru saja akan bergegas mendekat dan menampar dayang istana itu, tangan kurus Su Xi-er menahannya.

Tangan yang semula kasar, sudah menjadi lebih halus setelah pemakaian bubuk bunga Ling Rui secara berulang.

Chao Mu memerhatikan Su Xi-er berjalan ke depan dengan gaya yang anggun dan tenang, tidak memperlihatkan adanya ketidaksenangan dalam merespons ejekan yang dilontarkan oleh para dayang istana.

Namun, saat ia berhenti di depan si dayang istana yang baru saja berbicara, hawa dingin yang tak terlukiskan pun menjalari punggung mereka.

Hanya para dayang istana yang pernah melihat Pei Qian Hao yang dapat benar-benar menggambarkan aura mengagumkan Su Xi-er. Dirinya saat ini, sangat mirip dengan sikapnya yang biasa, seperti tundra beku yang menembus ke dalam tulang seseorang.

Dayang yang paling keras tadi secara naluriah menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Su Xi-er.

Suara lembut tetapi tegas seorang wanita mengalir ke dalam telinga semua orang. "Perhatikan ucapan dan tindakanmu. Dayang senior pelatih tidak mengajarimu dengan benar? Bagaimana bisa seorang dayang istana biasa punya keberanian untuk menasihati Guru Agung Kong, pemimpin dunia literatur Bei Min, bagaimana caranya mengatur dayang istana di Perpustakaan Kekaisaran?"

Kata-katanya yang dingin dan berat menyebabkan dayang istana itu gemetar ketakutan, membuat kepalanya mengkeret di antara bahunya.

0 comments:

Posting Komentar