Minggu, 10 Mei 2026

CTF - Chapter 378

Consort of A Thousand Faces

Chapter 378 : Menghilang


Su Xi-er mencoba untuk turun dari ranjang, tetapi segera menggeliat kembali ke bawah selimut setelah mengingat kalau ia tidak mengenakan apa-apa di bagian bawah tubuhya. Berpikir bahwa aku terluka karena tidur bersama Pei Qian Hao untuk yang pertama kalinya. Haruskah aku mengatakan kalau berhubungan intim itu mengerikan, atau bahwa tubuhku hanya terlalu lemah?

Su Xi-er menghela napas dan kembali berbaring ke ranjang. Tanpa celananya, ia tidak bisa pergi kemana-mana.

Tidak jelas berapa lama waktu telah berlalu sebelum ia mendengar suara seorang dayang istana dari luar pintu. "Nona, hamba membawakan pakaian."

Su Xi-er duduk tegak di ranjang dan bersandar di pilar ranjang. "Masuklah."

Seorang dayang istana membuka pintu sebelum menutupnya di belakangnya dan mengulurkan baju di tangannya sembari tersenyum.

"Nona, ini adalah pakaian bersihnya."

Su Xi-er berterima kasih padanya, dan mengulurkan tangan untuk mengambil mereka. Ketika ia menyentuh pakaian berwarna kusam itu, ia menemukan bahwa pakaian itu terbuat dari sutra berkualitas tinggi.

"Nona, hamba akan berjaga di luar aula samping. Silakan cari aku ketika Anda membutuhkan sesuatu." Lalu, dayang istana itu membungkuk dan mundur dari ruangan tersebut, menutup pintunya lagi.

Su Xi-er bangun dari ranjang dan mulai berganti pakaian. Setelah meminum sup kacang merah, perutnya merasa hangat. Area di antara kakinya juga tidak terasa begitu sakit, dan ia mendapatkan tenaga di anggota tubuhnya.

Beberapa saat setelahnya, Su Xi-er sudah selesai berganti ke set pakaian yang baru. Meluruskan kerutannya, ia pun kemudian menyisir rambut sebelum menyanggulnya. Setelah ia selesai menyegarkan diri, ia menuju ke kamar bagian luar.

Langkah kakinya sangat ringan, dan membutuhkan beberapa waktu bagi si dayang istana yang berdiri di luar untuk menyadari apa yang terjadi. Ia langsung maju ke depan untuk menghentikan Su Xi-er.

"Tunggu saja di sini. Aku keluar untuk mencari udara segar." Su Xi-er meneruskan jalannya menuju ke kamar bagian luar.

Sebelum memasuki kamar bagian luar, ia mendengar suara Guru Agung Kong.

"Perpustakaan Kekaisaran sangat tidak aman. Chao Mu meninggal, dan Shu Xian menghilang sembari membawa jenazahnya bersamanya. Tan Ge juga menghilang, hanya meninggalkan sebuah tusuk rambut bernoda darah di kamarnya." Guru Agung Kong menyerahkan tusuk rambut itu kepada Pei Qian Hao.

Pei Qian Hao menerimanya dan mengamatinya dengan cermat. "Tusuk rambut ini sudah kehilangan kilaunya, jadi ini pastinya lumayan tua. Kemungkinan besar kalau pemiliknya selalu membawa ini kemana-mana; barangkali ini adalah sebuah kenang-kenangan dari ibunya. Karena darah di tusuk rambut ini segar, sepertinya seseorang telah menyusup masuk ke dalam Perpustakaan Kekaisaran."

"Pejabat biasa ini juga berpendapat sama. Itu adalah masalah remeh, menghilangnya seorang dayang istana, tetapi lain lagi dengan begitu banyaknya orang yang menghilang secara berturut-turut. Bahkan Anda terluka karena peristiwa malam ini, membuat pejabat biasa ini berpikir bahwa ini bukan lagi sebuah masalah kecil. Pangeran Hao, mohon buatlah keputusan sesegera mungkin ...."

Pei Qian Hao menyerahkan tusuk rambut itu kembali kepada Guru Agung Kong. "Antarkan secara pribadi tusuk rambut ini ke tangan kepala Kediaman Tan."

Guru Agung Kong bingung. "Maksud Anda, menyerahkannya secara langsung kepada Kepala Keluarga Tan tanpa mengatakan apa-apa?"

"Sampaikan titah lisan Pangeran ini: Semoga Kepala Kediaman Tan dapat berpikir dengan saksama sebelum bertindak."

Guru Agung Kong menjadi semakin kebingungan. Putri Keluarga Tan yang menghilang dari istana. Bukankah mereka akan cemas kalau ia akan bertemu dengan kemalangan? Mengapa Pangeran Hao mau mengingatkan mereka untuk berpikir sebelum mereka bertindak?

"Cepat kerjakan," Pei Qian Hao menginstruksikan dingin.

Guru Agung Kong menyembunyikan keheranan di matanya dan berjalan keluar dari aula samping. Ketika ia melihat Su Xi-er, ia hanya bisa mengatakan, "Di luar berangin; cepatlah masuk ke dalam. Jaga tubuhmu."

Segera setelah ia berkata demikian, Guru Agung Kong melihat satu sosok jangkung keluar dengan cepat dan berhenti di depan Su Xi-er. Sosok yang disebutkan langsung melepaskan jubah luarannya yang besar dan memakaikannya di atas bahu Su Xi-er.

Sejauh itu Pangeran Hao menyayangi Su Xi-er, benar-benar menakjubkan.

Guru Agung Kong tak lagi berbicara, tetapi pergi begitu saja dari Istana Naga Langit. Aku tidak akan bisa tidur malam ini. Aku harus bergegas menuju ke Kediaman Tan dan menyerahkan tusuk rambut ini kepada Kepala Keluarga Tan.

Meski setuju untuk menjalankan perintah tersebut, ia masih bingung mengapa Pei Qian Hao ingin ia membawakan pesan semacam itu ke Kediaman Tan padahal Tan Ge yang menghilang.

***

Tanpa memberikan Su Xi-er kesempatan untuk mengatakan apa-apa, Pei Qian Hao membopong, dan membawanya ke kamar bagian dalam dari aula samping.

Ketika dayang istana yang berjaga di luar melihat Pei Qian Hao, ia gemetar ketakutan. "Hamba memberi hormat kepada Pangeran Hao."

Tatapan dingin Pei Qian Hao tertuju pada si dayang istana selagi ia memerintahkan tak peduli, "Enyah. Kau akan pergi ke Biro Layanan Binatu mulai besok hingga seterusnya."

Ketika ia mendengar kata-kata 'Biro Layanan Binatu', ia lebih gemetaran lagi. "Hamba pantas mati. Mohon ampuni aku, Pangeran Hao."

Su Xi-er mengerti kenapa Pei Qian Hao ingin menghukum dayang istana itu; karenanya, ia segera menyela, "Itu tidak ada hubungannya dengannya. Akulah yang bersikeras untuk keluar. Jangan menyalahkannya." Kemudian, ia menoleh ke si dayang istana. "Kau tidak perlu pergi ke Biro Layanan Binatu besok. Datang saja kemari untuk tugasmu."

Dayang istana itu melirik gugup pada Pei Qian Hao sebelum dengan takut menundukkan kepalanya.

Pei Qian Hao tidak menentang Su Xi-er, hanya memperingatkan dayang istana itu agar tidak melakukannya lagi sebelum ia masuk bersama Su Xi-er.

Dayang istana itu akhirnya menghela napas lega sembari menatap ke pintu yang tertutup dengan mata yang melebar. Hanya satu kalimat dari wanita itu, cukup untuk membuat Pangeran Hao mengubah pikirannya!

Di kamar bagian dalam, Pei Qian Hao sudah membawa Su Xi-er ke ranjang. Noda darah di seprainya sudah mengering.

Pei Qian Hao menyadari garis pandang Su Xi-er dan berkata, "Pangeran ini akan memerintahkan dayang istana untuk mengganti mereka besok. Jangan mencemaskan tentang itu malam ini."

"Mengapa Tan Ge tiba-tiba saja menghilang?" Su Xi-er bergumam dan mengangkat kepalanya untuk menatapnya. Semula, ia mencurigai Tan Ge yang salah membunuh Chao Mu, tetapi sekarang kebingungan. Jika ia adalah pelakunya, mengapa ia menghilang sekarang? Ia bahkan meninggalkan sebuah tusuk rambut bernoda darah.

Pei Qian Hao melihat alisnya yang tertaut dan tidak tahan untuk membantunya meluruskannya. "Kau juga mencurigai Tan Ge."

"Itu benar. Commandery Prince Xie menyokong Kediaman Tan dan mengirimkan Tan Ge ke Perpustakaan Kekaisaran. Mempertimbangkan bahwa ia selalu membuat dirinya bertentangan dengan Anda, mungkin ia sudah mengancam Tan Ge supaya turun tangan padaku."

Melihat ekspresi seriusnya, tanpa sadar, Pei Qian Hao mencubit pipi mulusnya. Rasanya menyenangkan untuk melakukan itu.

Merasakan cubitan dadakan itu, Su Xi-er merasa tindakan tiba-tiba itu meringankan suasana selagi ia menangkap tangan Pei Qian Hao dan merengek pelan. "Sakit."

"Pangeran ini sudah lama sekali menginvestigasi Tan Ge. Ia memiliki kepribadian yang murni dan baik. Kita cukup mengujinya untuk mengetahui apakah itu adalah kerjaannya."

Su Xi-er mendengus. "Anda menyelidikinya sebelum Anda membawanya masuk ke Istana Kecantikan."

"Istana Kecantikan sudah dibubarkan untuk beberapa waktu sekarang. Kau masih cemburu?"

"Apa yang sebenarnya Anda lakukan dengan menyimpan begitu banyak wanita? Meski jika itu adalah untuk mengekang kekuasaan dari faksi-faksi berbeda, kekuasaan apa yang dibawakan para penyanyi di sana? Kekuasaan apa yang dimiliki Kediaman Tan?"

Suasana hati Pei Qian Hao membaik selagi ia memerhatikan penampilan cemburu Su Xi-er, hampir melupakan tentang luka panahnya. "Kau terus mengungkit soal Istana Kecantikan di depan Pangeran ini. Su Xi-er, semestinya kau akui saja kalau kau sudah menyukai Pangeran ini dan sudah cemburu sejak lama."

Su Xi-er ingin menghajarnya, tetapi tangannya ditangkap selagi ia mengangkatnya. Lalu, ia malah dibawa ke dalam pelukannya.

"Kau merasa bahwa semua pria menjijikkan, dan tidak tahan mereka dekat-dekat, apalagi menciummu." Pei Qian Hao menjeda sejenak dan memeluknya bahkan lebih erat. "Tetapi sekarang, karena kau sudah memberikan tubuhmu kepada Pangeran ini, kau bisa tenang, sebab Pangeran ini tidak akan mengecewakanmu."

Su Xi-er mendengar suara hangatnya mengalir ke dalam telinganya. Aku terlahir kembali sembari menyimpan dendam yang mendalam, berencana untuk hidup demi membalaskan dendam dalam kehidupan ini. Akan tetapi, aku tidak menduga bahwa langit mengasihaniku dan mengizinkanku untuk bertemu Pei Qian Hao.

Ia mengangkat kepalanya untuk menatapnya. "Anda terus mengatakan bahwa Anda tidak tahu bagaimana caranya mengucapkan kata-kata manis, tetapi Anda terus saja berbohong selama ini. Lihat betapa manisnya kata-kata Anda barusan ini."

Rasa main-main melintas di mata Pei Qian Hao. "Itu adalah kesalahan Pangeran ini karena melukaimu. Demi membuatmu pulih dengan cepat supaya Pangeran ini dapat mengulangi kegiatan kemarin malam, aku tak punya pilihan selain mengucapkan beberapa kata yang menyenangkan untuk merayumu."

Ini kedengarannya sangat salah, dan semakin aku mendengarkannya, aku pikir, semakin tidak tahu malu!

Su Xi-er mengangkat tangannya sekali lagi, berniat untuk memukulnya. Tetapi setelah ia teringat luka Pei Qian Hao, ia hanya bisa pelan-pelan menarik tangannya.

0 comments:

Posting Komentar