Consort of A Thousand Faces
Chapter 346 : Siapa yang Diundang
Tangan Su Xi-er digenggam dengan sangat erat. Bahkan saat
tertidur, ia bertingkah sombong. Pada akhirnya, ia mengangkat tangan
lain
dan meletakkannya di atas tangan Pei Qian Hao.
"Tidak akan ada yang merebutku darimu. Jangan khawatir."
Perlahan-lahan, Pei Qian Hao mengendurkan genggamannya. Jadi,
kelihatannya, ia sedang mengigau. Tetap saja, memikirkan tentang diriku bahkan
saat ia tertidur ... menyenangkan mengetahui bahwa ia benar-benar menyayangiku.
Su Xi-er meliriknya terakhir kali sebelum berjalan keluar dari ruangan.
Selagi ia menutup pintu di belakangnya, ia mendengar suara gemerisik di
semak-semak terdekat. Beberapa saat setelahnya, Feng Chang Qing muncul. Ia
sudah berniat untuk memberitahukannya tentang masalah Xie Liu Li, tetapi kini
ragu-ragu setelah melihatnya keluar dari kamar Pei Qian Hao.
Melihat ada sesuatu yang membebani hati Feng Chang Qing, Su Xi-er
menganjurkan, "Katakan saja apa yang kau mau. Kau payah dalam menutupi pikiranmu."
"Masalah ini berhubungan dengan Pangeran Hao. Saat bawahan ini
pergi keluar hari ini, aku melihat Pangeran Hao bertemu secara diam-diam
dengan Commandery Princess Xie." Feng Chang Qing
melaporkan sembari mengamati ekspresi Su Xi-er.
Satu-satunya adik perempuan Commandery Prince Xie adalah Xie Liu Li.
Jadi, Pei Qian Hao diam-diam bertemu dengan Xie Liu Li hari ini, kembali sambil
berbau alkohol.
Su Xi-er merenungkannya sejenak. "Aku akan pergi ke ruang baca
untuk menuliskan dua surat. Salah satu dari mereka untuk dikirimkan pada Lian
Chen. Sementara yang lainnya, aku membutuhkanmu untuk menyusup ke
Kediaman Commandery Prince Xie dan mengantarkannya pada Commandery
Princess Xie."
"Bawahan ini mematuhi perintah." Feng Chang Qing mengangguk,
dan mengikuti Su Xi-er menuju ke ruang baca.
Meskipun ia masih belum sepenuhnya familier dengan Kediaman Pangeran
Hao, Su Xi-er masih berhasil memahami tata letak dari ruangan-ruangan yang
lebih penting setelah berkeliaran di sekeliling sepanjang hari. Halaman utama memiliki sebuah ruangan utama dan
kamar samping. Yang sebelumnya adalah tempat tinggal Pangeran Hao, sementara
yang ruangan sampingnya adalah untuk Hao Wang Fei. Selain dari halaman utama
yang mencakup ruang baca, ada pula beberapa halaman samping yang lebih rendah, dimana
Ce Fei dan selir akan tinggal.
Tentu saja, berdasarkan dari kepribadian Pei Qian Hao, halaman-halaman
samping itu mungkin hanyalah untuk dekorasi. Kalau tidak, mengapa ia masih
harus mendirikan Istana Kecantikan? Kediaman Pangeran Hao saja cukup besar
untuk menampung ke-72 gadis cantik itu sendiri.
Su Xi-er memasuki ruang baca dan dengan cepat selesai menuliskan dua
surat sebelum menyerahkan mereka pada Feng Chang Qing. Menyelipkan mereka ke
dalam lengan bajunya, ia cepat-cepat berangkat untuk memenuhi perintahnya. Seefisien
biasanya, ia segera menyerahkan surat yang ditujukan untuk Lian Chen kepada
salah satu bawahan kepercayaannya sebelum menuju ke Kediaman Commandery Prince seorang diri.
Namun, sebelum ia bisa menyelinap masuk, ia mendengar suara seorang pria
yang memanggilnya dari belakang.
"Aku tahu semenjak kami bertemu denganmu, kau bukanlah seorang
penanam bunga biasa. Feng Chang Qing, apakah kau selalu menjadi bawahan Su
Xi-er?" Itu adalah Yu Xiao!
"Kau tidak perlu memedulikan tentang ini."
Yu Xiao pantang menyerah. "Kau berasal dari Nan Zhao, sementara Su
Xi-er berasal dari Bei Min. Bagaimana mungkin bagimu, menjadi bawahannya untuk
waktu yang begitu lama? Kau mungkin tidak mengenalku, tetapi setelah
pengamatanku selama beberapa hari ini, aku tahu siapa dirimu!"
Roman wajah Yu Xiao sekarang serius. Tiba-tiba saja, ia berlari
mendekati Feng Chang Qing dan menggumamkan beberapa kata.
Mendengarkan kata-kata itu, manik mata Feng Chang Qing menyempit. Yu
Xiao sebenarnya adalah ....
"Walaupun kami bukanlah saudara kandung, ia jauh lebih baik
daripada saudara kandung, dan kami berasal dari desa yang sama. Feng Chang
Qing, kakak lelakiku menghormatimu, bahkan sampai rela mati mencoba menghadang
panah yang ditujukan padamu."
Kenangan membanjir ke dalam benak Feng Chang Qing, seperti arus deras
hingga ia mengepalkan tangannya dan menyentaknya.
Akhirnya, ia menoleh pada Yu Xiao dan berkata, "Ada urusan penting yang
harus kutangani sekarang ini. Kita akan bicarakan tentang ini lagi di masa yang
akan datang."
Kemudian, Feng Chang Qing melompat, langsung membalikkan dirinya
melewati tembok Kediaman Commandery Prince.
Yu Xiao mulai merenung. Mungkin, akan lebih baik untuk langsung
menanyai Su X-er. Dengan ide itu dalam benaknya, ia langsung menuju ke
Kediaman Pangeran Hao. Di saat ia tiba, kebetulan sekali ia menemukan Su Xi-er
sedang berjalan menuju ke halaman belakang dimana tempat Ruo Yuan dan Hong Li
tinggal.
"Nona Xi-er." Sapa Yu Xiao. Tingkah lakunya yang biasa periang
kini digantikan dengan ekspresi yang serius.
"Ada masalah apa?" tanya Su Xi-er. Jarang sekali Yu
Xiao terlihat begitu serius.
"Feng Chang Qing setia kepada Putri Pertama Kekaisaran yang
terdahulu, dan kakak lelakiku mati menghadang sebuah panah demi dirinya.
Baginya untuk mengikutimu sekarang ... Apa hubunganmu dengan Putri Pertama
Kekaisaran yang terdahulu, Ning Ru Lan?"
Su Xi-er memandanginya. Sesuai dugaan, kebanyakan orang normal
akan menduga bahwa aku terkait dengan Ning Ru Lan,
bukan reinkarnasinya.
"Aku mengagumi Ning Ru Lan, itu saja."
Jelas sekali Yu Xiao tidak memercayainya. "Banyak orang yang memuja
Ning Ru Lan. Haruskah Feng Chang Qing membantu mereka semua? Pasti ada hubungan
yang lebih dalam; satu-satunya pertanyaan adalah, apa yang diperlukan. Kau
sangat misterius."
"Ada beberapa hal yang kurahasiakan darimu, demi melindungimu; yang
perlu kau ketahui adalah bahwa aku tidak akan melukaimu."
"Aku sudah lama memutuskan untuk mengikutimu, terlepas dari apa
identitasmu. Meskipun demikian, aku punya sebuah permintaan karena sekarang aku
mengetahui kau terkait dengan Ning Ru Lan." Saat ini, Yu Xiao berlutut.
Su Xi-er membiarkannya melakukannya dan berkata, "Langsung ke
intinya."
"Kakak lelakiku ditembak mati oleh bawahan Yun Ruo Feng, Wei Mo
Hai. Walaupun Wei Mo Hai sudah mati, pelaku yang sebenarnya adalah Yun Ruo
Feng. Tidak diragukan lagi bahwa kau berencana untuk membalaskan dendam untuk
Ning Ru Lan; yang kuminta adalah agar Pangeran Yun mati di tanganku."
Ekspresi Su Xi-er agak kaku. Melihat ke arah Yu Xiao yang berlutut,
kebencian mendalamnya pun mulai bangkit.
"Mohon izinkan itu." Yu Xiao mengangkat kepalanya, matanya
dipenuhi dengan kesungguhan.
Su Xi-er mengangkat tangannya supaya ia bangun. "Pangeran Yun telah
melakukan kejahatan yang sangat keji dan mengerikan. Seharusnya sudah lama ia
bersiap untuk mati. Aku berjanji padamu, kau boleh menentukan bagaimana ia akan
mati."
Yu Xiao bangkit berdiri. "Terima kasih banyak, Nona Xi-er. Aku
ingin ia mati dengan Panah Penembus Jantung."
"Kau tahu bagaimana caranya menembakkan Panah Penembus
Jantung?"
Yu Xiao menggelengkan kepalanya. "Kemampuan memanahku kurang
mumpuni; aku tidak bisa menembak dengan ketepatan sehebat itu. Akan tetapi, aku
bisa menembakkan tiga panah sekaligus saat berada di jarak dekat. Setidaknya, salah
satu dari panah itu akan menancapkan diri di jantungnya."
Su Xi-er mengangguk. "Aku bisa mengerti kalau kebencianmu pada
Pangeran Yun sangat besar, tetapi kita tidak boleh bertindak terburu-buru.
Untuk sekarang ini, kembalilah ke kamarmu dan beristirahat."
"Baiklah." Yu Xiao berbalik dan menuju ke kamarnya sendiri.
Memerhatikan sosok Yu Xiao yang menjauh, tatapan Su Xi-er jadi
dalam. Ia hanya ingin membalaskan dendam untuk kakak lelakinya. Ia
bahkan tidak menekanku tentang bagaimana aku bisa mengenal Ning Ru Lan. Jika
itu adalah seseorang yang berpikiran lebih teliti, pikiran mereka pastinya akan
menuju ke arah lain.
Aku akan menginstruksikan Feng Chang Qing agar lebih berhati-hati ketika
mengurusi masalah mulai dari sekarang, supaya kami tidak menimbulkan kecurigaan
orang lain. Tak ada orang di Bei Min yang boleh mengetahui bahwa aku adalah
Ning Ru Lan. Bahkan jika itu adalah Pei Qian Hao, aku tidak bisa membiarkannya
mengetahuinya untuk saat ini.
Sudah menetapkan pikirannya, Su Xi-er terus berjalan menuju ke halaman
belakang dan menghabiskan malam di salah satu kamar di sana.
***
Pagi berikutnya, Su Xi-er terbangun dan menyegarkan
dirinya sendiri sebelum langsung menuju ke halaman utama. Membuka
pintu, ia tidak melihat Pei Qian Hao. Apakah ia pergi ke istana
kekaisaran pagi-pagi sekali hari ini?
Tepat saat ia baru saja akan berbalik, ia mendengar suara yang dalam
dari belakangnya. "Dimana kau tidur semalam?"
Su Xi-er berbalik, menemukan Pei Qian Hao, dan tersenyum samar.
"Hamba pergi ke halaman belakang."
"Halaman utama adalah tempatmu tinggal. Siapa yang mengizinkanmu
untuk tidur di halaman belakang?"
Mendengar ketidaksenangan dalam nada suaranya, ia pun maju.
"Pangeran Hao, Anda masih belum menikahi hamba."
"Kau hanya akan tinggal di sini setelah kita menikah?"
"Mmm, aku hanya bisa tinggal secara terbuka di sini, setelah
kita menikah."
"Jika itu masalahnya, Pangeran ini harus cepat-cepat
menginstruksikan Menteri Ritus agar memilih sebuah tanggal yang baik."
"Pangeran Hao, apakah Anda ingin mengundang utusan dari kerajaan
lain ke pesta pernikahan Anda?" tanya Su Xi-er. Kalau iya, Lian
Chen tidak membutuhkan alasan untuk berkunjung.
Biasanya, kerajaan lain hanya akan mengirimkan utusannya untuk memberi
selamat pada Kaisar dan Permaisuri atas pernikahan mereka. Melakukan hal yang
sama untuk seorang Prince Regent akan jadi pelanggaran etika.
"Su Xi-er, siapa yang ingin kau undang?" Pei Qian Hao tidak
menolaknya secara langsung, sebaliknya, memilih untuk menguji airnya.
Dikatakan begitu, ia sudah mempunyai jawaban dalam hatinya. Kaisar
kecil Nan Zhao.

0 comments:
Posting Komentar