Consort of A Thousand Faces
Chapter 344 : Pertengkaran yang Sengit
Semula, Pei Ya Ran berencana untuk undur diri malam ini, tetapi
diinterupsi oleh jeritan dayang-dayang istana tentang hantu. Ketika akhirnya
mereka muncul di depannya, ia mencaci maki mereka dengan
kasar. "Bagaimana mungkin ada hantu? Jangan menyemburkan omong
kosong!"
"Ibu Suri, Anda bisa melihatnya sendiri. Itu mengerikan, dan
seluruh fitur wajahnya sudah rusak." Dayang istana itu menggambarkan
dengan ngeri. Aku tidak melihatnya sendiri, tetapi aku mendengarnya
dari orang lain yang bersumpah mereka sudah melihatnya.
Pei Ya Ran mengibaskan lengan jubahnya dan berjalan keluar dari Istana
Kedamaian Penuh Kasih. Ketika ia sampai di halaman, ia disambut dengan
pemandangan seorang wanita yang wajahnya mengerikan sekali sampai-sampai ia
tidak tahu siapakah itu.
Namun, saat ia melihat pakaiannya, Pei Ya Ran benar-benar
terkejut. Itu sebenarnya adalah Pei An Ru! Bagaimana ia bisa jadi
seperti ini?
Seluruh dayang istana pun tanpa sadar mundur ketika mereka melihat Pei
An Ru. Sementara untuk para pengawal, mereka segera menghunuskan pedang sewaktu mereka melihat wanita tersebut
mendekati Ibu Suri.
Pei Ya Ran melambaikan tangannya untuk memberi sinyal pada para pengawal
agar mundur sebelum melangkah cepat ke arah Pei An Ru. Sewaktu ia mendekat, ia
menyadari jejak dendam di mata orang itu.
"Apa yang terjadi? Ini ...." Pei Ya
Ran mempertanyakan pelan. Kemudian, ia menarik tangan Pei An Ru sementara ia
menuju ke aula utama, menginstruksikan pengawal sepanjang jalan. "Pergi ke
Institut Tabib Kekaisaran dan panggilkan Tabib Kekaisaran Zhao ke Istana
Kedamaian Penuh Kasih."
Pei An Ru diam saja sepanjang jalan, mencoba untuk menekan rasa sakit
yang luar biasa di hatinya. Hanya setelah mereka memasuki aula utama, barulah
ia mulai mengoceh.
"Ibu Suri, aku dibuat pingsan oleh seseorang di dalam hutan di luar
Istana Kedamaian Penuh Kasih. Aku sudah seperti ini di saat aku
terbangun." Pei An Ru menatap Pei Ya Ran dengan linglung, jejak kebencian
terlihat di matanya.
"Ibu Suri ini tidak tahu bahwa sungguh ada seseorang yang akan
menyergap di dalam hutan. Apakah masalah tentang kau membuat bubuk obat itu
bocor?"
Pei An Ru tertawa pahit. "Ibu Suri, Andalah satu-satunya orang yang
mengetahuinya, dan karenanya, adalah tersangka utama. Aku tidak mengerti;
menyingkirkan Su Xi-er adalah demi keuntungan Keluarga Pei, jadi mengapa Anda
menyerangku?"
Ia tertawa putus asa sementara menyentuh wajahnya, mendongakkan
kepalanya menghadap Pei Ya Ran. "Satu-satunya wanita Keluarga Pei yang
usianya sesuai sudah jadi begini. Tak peduli seberapa keras aku berusaha,
Pangeran Hao tidak akan melirikku sedikit pun. Ibu Suri, mengapa Anda melakukan
ini? Apakah kau berpikir bahwa Anda bisa mendekati Pangeran Hao jika Anda
menyingkirkanku? Perasaan macam apa yang Anda miliki terhadap Pangeran
Hao?"
Pei An Ru tidak mengetahui perihal perasaan Pei Ya Ran terhadap Pei Qian
Hao, dan dua pertanyaan terakhirnya hanyalah spekulasi. Penderitaan fisik dan
mental membuatnya cukup berani untuk mengatakan apa saja.
"Bukan Ibu Suri ini yang menghancurkan wajahmu, jadi bagaimana aku
tahu siapa yang melakukannya? Apa kau yakin kalau tidak ada orang lain yang
mengetahui tentang kau memiliki bubuk obat tersebut?"
"Ibu Suri, mungkinkah itu adalah si tabib wanita yang menciptakan
bubuk tersebut? Tetapi ia berasal dari Nan Zhao! Ia tidak punya motif untuk
menyakitiku."
Kilatan berkedip di mata Pei Ya Ran. "Kalau begitu, apakah itu
artinya bahwa Ibu Suri ini punya motif? Untuk sekarang, kita hanya bisa
menunggu Tabib Kekaisaran Zhao datang dan memeriksamu. Jika wajahmu tidak bisa
diselamatkan, kau harus tinggal di Kediaman Pei mulai dari sekarang."
Tepat saat ini, Tabib Kekaisaran Zhao tiba di aula utama membawa kotak
obatnya. Ketika ia melihat wajah Pei An Ru, ia begitu syok hingga jantungnya
nyaris melompat keluar dari dadanya.
"Tabib Kekaisaran Zhao, periksalah baik-baik. Apakah masih ada harapan untuk wajahnya?"
"Pejabat rendahan ini mematuhi titah." Tabib Kekaisaran Zhao
menurunkan kotak obatnya dan berjalan ke arah Pei An Ru.
Setelah melihat baik-baik, ia menyentuh wajah Pei An Ru dan menyadari
bahwa ada banyak sekali kerutan di kulitnya. Apabila ia hanya
mengandalkan salep medis, takutnya ....
Akhirnya, Tabib Kekaisaran Zhao menggelengkan kepalanya. "Sulit
untuk dikatakan. Ada sejenis metode bernama 'Pergantian Kulit', tetapi metode
ini sangat berbahaya dan menyakitkan."
Pei An Ru segera menangkapnya. "Dikatakan seperti itu, masih ada
harapan untukku?"
"Kemungkinannya nyaris nol. Karena ini disebabkan oleh bubuk obat,
kau harus mencari orang yang membuat ini. Mungkin orang itu akan punya ide yang
lebih bagus. Ibu Suri, bawahan rendahan ini tidak sangup." Tabib
Kekaisaran Zhao memberi hormat penuh penyesalan dengan tangan yang terjulur di
depannya.
Pei Ya Ran melambaikan tangannya. "Tabib Kekaisaran Zhao, kau boleh
kembali ke Institut Tabib Kekaisaran, tetapi jangan menyebarkan ini
kemana-mana."
"Bawahan rendahan ini mematuhi perintah." Tabib Kekaisaran
Zhao membungkuk lagi sebelum mengambil kotak obatnya dan berjalan keluar dari
Istana Kedamaian Penuh Kasih.
Tatapan Pei An Ru menggelap, dan akhirnya ia pun bangkit berdiri.
"Aku akan pergi dan mencari tabib yang membuat bubuk obat itu. Ia pasti
punya sebuah cara karena ia berasal dari Keluarga Mei!"
"Pengawal, datang dan antarkan Nona Pei kembali." Pei Ya Ran
memberikan perintah cepat. Kalau aku membiarkannya kembali sendirian,
bukankah ia akan menakuti seluruh dayang istana di sepanjang jalan?
Setelah Pei An Ru pergi, Pei Ya Ran duduk di kursi teratas sembari
merenung. Siapa sebenarnya yang melakukan itu? Su Xi-er tidak berada di
istana, jadi sudah pasti bukan dia penyerangnya!
Di saat ini, pria berbaju hitam berjalan masuk dan berbicara dengan nada
acuh tak acuh. "Pei An Ru tidak boleh dipertahankan."
Kata-kata sederhana itu langsung memberikan Pei Ya Ran pencerahan. Jadi,
penyerangnya sebenarnya adalah dia!
"Kenapa? Ia adalah anggota Keluarga Pei. Tak peduli seberapa
bencinya aku padanya, aku tidak boleh bertindak sekejam itu."
Ada kilat melintas di mata pria itu. "Justru karena ia berasal dari Keluarga Pei, makanya kita harus
menyerangnya."
Alis ramping Pei Ya Ran agak mengerut. "Apa maksudmu dengan
itu?"
"Pei An Ru sendiri tidak bisa berarti apa-apa. Hanya karena ia adalah satu-satunya pilihan lain yang dimiliki Pei Zheng, makanya ia
dianggap penting. Kau marah karena ia memperlakukanmu seperti bidak catur,
tetapi kini Pei An Ru cacat, kaulah satu-satunya pilihannya. Dengan Pei Qian
Hao yang tumbuh semakin diluar kendalinya, ia tidak akan berani menentangmu.
Intinya, kaulah yang akan membuat keputusan untuk Keluarga Pei."
Alis Pei Ya Ran berangsur rileks. Ia benar. Dengan mengendalikan
Kediaman Pei dan Harem Kekaisaran, setidaknya aku bisa melawan Pei Qian Hao.
"Ibu Suri ini mengerti."
"Ibu Suri, Anda harus mengunjungi Kediaman Pei malam ini. Commandery
Prince Xie sepertinya sudah mengirim seseorang, walaupun tidak yakin
apakah ia mengirim surat, atau titah verbal." Pria berbaju hitam itu
berbalik dan pergi, menghilang di dalam kegelapan malam.
Pei Ya Ran mengepalkan tinjunya. Membawakan sepotong berita ini,
bisa dianggap ia menolongku, tetapi apa tujuan sebenarnya?
Aku tidak punya waktu untuk mencemaskan tentang itu sekarang ini.
Pertama, aku harus pergi ke Kediaman Pei.
Pei Ya Ran segera menaiki kereta kuda dan meninggalkan istana, langsung
menuju ke Kediaman Pei. Saat ia sampai, ia menemukan Xie Yun yang keluar.
Xie Yun mengenali kereta kuda Ibu Suri, dan maju duluan, membungkuk
dengan tangan yang ditempatkan di depannya. "Ibu Suri, bagi Anda datang ke
Kediaman Pei selarut ini .... Apakah
terjadi sesuatu di dalam istana?"
Pei Ya Ran turun dari kereta kuda dan tertawa mencemooh. "Seperti
yang kau katakan, Commandery Prince Xie, sudah lumayan larut.
Orang yang semestinya mengajukan pertanyaan itu adalah Ibu Suri ini."
"Anda tidak perlu penasaran, Ibu Suri. Pangeran ini datang kemari
untuk berbincang dengan Tuan Pei mengenai pertunangan di antara keluarga Pei
dan Xie bertahun-tahun yang lalu. Barangkali kau tidak mengetahui tentang
masalah ini."
Tatapan Pei Ya Ran menggelap. Pertunangan .... Pei Qian Hao dan Xie Liu Li? Itu sudah lama sekali, tetapi Xie Yun
masih mengingatnya!
"Tuan Pei sudah menyetujuinya. Pangeran ini berharap agar Anda
tidak ikut campur, kalau tidak ...."
Tiba-tiba saja, Xie Yun mendekatinya dan berbisik di sebelah telinganya.
Pei Ya Ran masih belum pulih dari keterkejutannya selagi ia memerhatikan
Xie Yun masuk ke dalam kereta kudanya dan berlalu.
Ia tampak lembut, tetapi sebenarnya sangat menakutkan. Ia benar-benar
berani mengancamku!
Mengikuti kepergian Xie Yun, pelayan keluarga Kediaman Pei langsung maju
ke depan untuk menyambut Pei Ya Ran. "Ibu Suri, silakan masuk ke kediaman.
Di luar dingin, dan Anda harus berhati-hati jangan sampai sakit."
Di dalam kediaman, Pei Zheng sudah berjalan menuju ke kamar tidur Pei An
Ru setelah mengantarkan Xie Yun. Namun, ia terkejut melihat penampilannya,
ekspresinya jadi serius.
Tampaknya, kami hanya bisa bekerja sama dengan Commandery Prince Xie.

0 comments:
Posting Komentar