Minggu, 03 Mei 2026

CTF - Chapter 347

Consort of A Thousand Faces

Chapter 347 : Bertemu Xie Liu Li


"Aku hanya bertanya sambil lalu. Aku tidak berencana untuk mengundang siapa-siapa." Su Xi-er menjawab sembari tersenyum, takut kalau ia akan memancing kecurigaannya.

Sudut mulut Pei Qian Hao tiba-tiba saja melengkung. "Memang tidak pantas bagi Pangeran ini untuk mengundang utusan dari kerajaan lain, tetapi tidak berarti bahwa itu mustahil. Jika kau ingin itu menjadi sebuah prosesi yang megah, Pangeran ini akan mengikuti keinginanmu."

Su Xi-er menatapnya terkejut. Aku tidak menyangka ia akan setuju. Apa ia tidak takut kalau orang-orang akan berpikir bahwa ia sedang berencana untuk merebut takhta?

"Pangeran ini akan secara khusus mengundang Kaisar Nan Zhao." Tentunya, Pei Qian Hao memiliki alasannya sendiri untuk melakukan itu. Dengan begini, aku dapat menghentikan semua pemikiran yang mungkin dimiliki Kaisar Nan Zhao sejak awal.

Sesuai dugaan, Pei Qian Hao tepat sasaran. Meskipun sepertinya ada sejumlah alasan lain di balik undangannya, aku akan senang selama Lian Chen bisa datang.

Satu-satunya keluargaku yang tersisa, yang kumiliki di dunia ini harus datang.

"Pangeran Hao, kapankah pesta pernikahannya akan digelar? Anda tidak perlu mengundang anggota keluarga gadis hamba."

Su Xi-er yang asli sudah masuk ke istana kekaisaran di usia yang begitu muda, sampai-sampai kerabatnya mungkin tidak ingat lagi dengannya. Mengapa kita harus mencari mereka?

"Karena kau tidak punya keluarga gadis, hadiah pertunangan hanya akan diletakkan di Kediaman Pangeran Hao. Sementara untuk kapankah pesta pernikahan akan diumumkan, Perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin akan tiba dalam beberapa hari. Selagi semua orang sudah mengetahui bahwa kau bersama Pangeran ini, aku akan mengumumkannya secara resmi saat itu."

Setelah mengamati ekspresinya sejenak, akhirnya ia menyelesaikan pernyataannya. "Pangeran ini akan melakukan perjalanan ke barak tentara."

Su Xi-er mengangguk, tak lupa mengingatkannya, "Jangan minum anggur."

"Mengendalikan Pangeran ini?" Pei Qian Hao mengangkat alisnya, tetapi nada bicaranya tetap lembut.

"Anda mabuk tadi malam, dan sekujur tubuh Anda bau alkohol."

"Pangeran ini tidak akan minum kali ini. Tetaplah di dalam kediaman dan jangan berkeliaran." Pei Qian Hao menepuk kepala Su Xi-er pelan sebelum keluar dari halaman utama.

Su Xi-er masuk ke kamarnya sendiri dan merapikan barang sebelum pergi ke dapur untuk sarapan.

Ruo Yuan mengusap perut bulatnya sendiri. "Nanti, aku akan pergi mencari pekerjaan fisik untuk dikerjakan di halaman belakang, kalau tidak, aku akan gemuk lagi."

"Itu ide yang bagus; aku juga berencana untuk mencari sapu dan menyapu sedikit." Hong Li menopang dagunya.

Su Xi-er meletakkan mangkuk dan sumpitnya. "Kalian berdua bisa mencuci mangkuk dulu. Aku akan mencari kalian nanti."

Ruo Yuan dan Hong Li mengangguk. Meski mereka tidak tahu kemana ia akan pergi, mereka tidak mempertanyakannya.

Su Xi-er pergi ke pintu masuk Kediaman Pangeran Hao, dimana para pengawal mulai mengatakan bahwa ia tidak diizinkan keluar. Akan tetapi, pada akhirnya, ia menggunakan alasan bahwa Pei Qian Hao sudah memintanya untuk membeli sesuatu, dan diizinkan pergi selama ia kembali setelah beberapa jam.

Ia mulai menuju ke arah kedai teh setelah ia berhasil sampai di jalanan. Su Xi-er sudah mengatur untuk bertemu dengan Xie Liu Li di kedai teh ini melalui surat yang Feng Chang Qing antarkan. Ia akan datang jika ia mau menyelesaikan masalah ini.

Di dalam ruang pribadi di lantai dua kedai teh tersebut, Su Xi-er memesan beberapa hidangan dan teh, sebelum menetap untuk menunggu.

Selama masa itu, ia melihat Qin Ling berjalan di jalanan. Apakah ia tidak takut ketahuan selagi berjalan-jalan dengan cara seterbuka itu?

Qin Ling mondar-mandir. Pangeran Yun telah memerintahkan agar semua orang mundur dari ibu kota, dan bahwa ia akan segera tiba di Bei Min secara pribadi untuk membawa Su Xi-er kembali.

Perintah ini bagus, tetapi masalahnya adalah, beberapa bawahannya menghilang. Bahkan setelah memerintahkan beberapa yang lainnya untuk menyelidiki, ia masih belum menerima kabar apa-apa.

Tanpa sepengetahuannya, setiap tindakannya tertangkap oleh Su Xi-er.

Hanya setelah Xie Liu Li muncul, barulah Su Xi-er menarik tatapannya.

Mata mereka bertemu, dan Xie Liu Li agak tertegun. Wanita ini sepertinya lebih muda dariku. Walaupun ia memang tampak cantik, Pangeran Hao tidak akan setertarik itu hanya dengan penampilannya jika ia tidak memiliki kualitas lainnya.

"Commandery Princess, silakan duduk." Su Xi-er bangkit berdiri dan menggesturkan pada Xie Liu Li.

Xie Liu Li mengangguk, menurunkan dirinya ke salah satu kursi di dalam ruangan sembari memandangi Su Xi-er. "Aku tahu apa yang ingin kau bicarakan denganku."

Pangeran Hao juga mencariku untuk mendiskusikan topik yang sama. Aku tidak akan seketerlaluan itu hingga aku akan menempel pada seseorang yang tidak menyukaiku.

Tetapi sekarang ini, ia sengaja memperlihatkan sikap yang ambigu, untuk membuat wanita di depannya ini dalam posisi yang sulit. Ia ingin tahu, wanita seperti apa yang disukai oleh Pangeran Hao.

Su Xi-er mengangkat teko teh dan menuangkan secangkir teh untuk Xie Liu Li. "Kau dan pangeran Hao bertunangan bertahun-tahun yang lalu, dan Pangeran Hao sudah lama dewasa. Jika ia ingin tunduk pada perjanjian di antara keluarga kalian, mengapa ia harus menunggu sampai sekarang?"

"Kau sudah mengetahui tentang pertunangan di antara keluarga Pei dan Xie." Tatapan Xie Liu Li jadi semakin curiga. Wanita normal mana pun, setidaknya akan merasa resah karena hal semacam itu, tetapi sepertinya ia tidak masalah dengan itu.

Su Xi-er mengangguk dan tertawa. "Commandery Princess, jika aku benar, kau sudah setuju untuk melepas pertunangan itu. Masalahnya sekarang, pasti adalah, apakah Commandery Prince Xie juga bersedia melakukan seperti itu."

Skeptisisme surut dari mata Xie Liu Li, digantikan oleh ketidakpercayaan. Bagaimana ia mengetahui bahwa aku sudah melepaskannya? Dan bagaimana ia mengetahui bahwa Kakak Lelaki yang bersikeras tentang pernikahan tersebut?

Tanpa menunggu Xie Liu Li menjawab, Su Xi-er meneruskan. "Bagaimana bisa Pangeran Hao begitu mudahnya dikendalikan? Aku takut kalau kakak lelakimu hanya akan melukaimu apabila ia bersikeras tentang pernikahan ini."

"Bagaimana aku harus mengatakan ini? Kakakku memperlakukanku dengan sangat baik; ia tidak akan melukaiku."

"Tentu saja ia tidak akan secara sengaja melukaimu. Namun, ketika kabar ini menyebar pada rakyat jelata, satu-satunya yang ada dalam pikiran mereka akan menjadi Commandery Princess Xie terus melekat pada Pangeran Hao."

Xie Liu Li mulai merenunginya untuk waktu yang lama. "Aku paham apa maksudmu. Perubahan di antara hubungan keluarga kami sudah benar-benar berubah, membawa perjanjian pernikahan yang sudah ditetapkan bersama dengannya. Selain itu, aku selalu tinggal di kamarku, dan jarang sekali keluar; jumlah aku bertemu dengan Pangeran Hao saja dapat dihitung dengan satu tangan."

"Aku mengagumi Commandery Princess Xie karena menjadi orang yang banyak akal. Demikian pula, kau juga tidak biasa, dan jauh lebih bijaksana ketimbang usiamu, Commandery Princess." Su Xi-er tersenyum samar. Xie Liu Li dan Pei Ya Ran mungkin seumuran, tetapi pemikiran mereka sepenuhnya berbeda.

Xie Liu Li mengangkat cangkir tehnya. "Aku tidak bisa minum, jadi biarkan aku menawarkanmu sulangan dengan teh, menggantikan anggur hari ini, Nona."

Su Xi-er mengangkat cangkir tehnya dan tersenyum menanggapi, menyesapnya.

"Kalau aku bukanlah Commandery Princess dan bermarga Xie, mungkin kau dan aku bisa berteman." Xie Liu Li tersenyum kecut.

Namun, tepat setelah ia berbicara, suara jelas seorang pria memotongnya. "Nona Xi-er, taktik yang hebat sekali yang kau miliki, mengundang adik perempuan Pangeran ini kemari."

Xie Liu Li seketika bangkit dari kursinya. "Kakak."

Xie Yun melambaikan tangannya dan menginstruksikan seorang pengawal. "Antarkan Commandery Princess kembali ke kediaman dan jangan izinkan ia keluar."

"Bawahan ini mematuhi perintah." Kemudian, pengawal itu berjalan ke sebelah Xie Liu Li dan menggesturkan agar ia pergi.

Xie Liu Li mengatupkan bibirnya rapat. "Kakak, jangan mempersulitnya."

"Sekarang ini ia adalah kesukaan Pangeran Hao. Mengapa Pangeran ini akan melakukan itu?"

Xie Liu Li melirik Su Xi-er sebelum berjalan keluar dari ruang pribadi bersama si pengawal.

"Pangeran Hao berada di barak tentara selama beberapa hari. Apakah itu karena campur tangan Anda?" Senyum Su Xi-er lenyap sementara ekspresinya jadi serius.

"Nona Xi-er, walaupun kau adalah seorang dayang istana, pikiranmu berjalan jauh lebih dalam daripada pikiran seorang ahli strategi."

"Aku tidak berani menerima pujian tersebut, tetapi aku harus bertanya pada Anda: "Seberapa besar peluang Anda menang melawan Pangeran Hao? Hasil terbaiknya adalah kedua belah pihak menderita kerugian."

Menghadapi provokasi Su Xi-er, Xie Yun tersenyum. "Aku tidak punya kesempatan untuk menang, tetapi sekarang aku punya."

Tatapannya tertuju pada Su Xi-er. Pei Qian Hao nyaris mahakuasa di masa lalu, tetapi kini ia punya satu kelemahan. Haruskah aku berterimakasih pada Su Xi-er?

Pada pemikiran ini, sudut mulut Xie Yun melengkung tersenyum.

0 comments:

Posting Komentar