Minggu, 10 Mei 2026

CTF - Chapter 368

Consort of A Thousand Faces

Chapter 368 : Suasana yang Tegang


Mendengarkan apa yang Chao Mu katakan, semua dayang istana mengalihkan perhatian mereka pada sosok bergaun bunga persik merah muda. Beberapa dayang mengenali Commandery Princess Xie, dan hanya bisa melontarkan sanjungan mereka. "Commandery Princess Xie memang pantas menjadi salah satu dari tiga wanita paling cantik di Bei Min. Aura elegan yang dipancarkannya sungguh berbeda."

Dayang istana lainnya setuju, dan segera, hanya pujian untuk Xie Liu Li saja yang dapat terdengar.

Su Xi-er terus menatap ke depan, memerhatikan selagi Pei Qian Hao mengangkat cawan anggurnya dan menerima gestur Xie Liu Li. Kemudian, ia meneguk anggur yang dituangkannya dengan tatapan semua orang yang terfokus padanya.

Sementara para pejabat bertepuk tangan, Xie Liu Li tersenyum dengan manis. Lalu, ia mengangguk kecil sebagai bentuk kesopanan.

Dengan guci anggur di tangannya, ia melanjutkan ke sebelah Xie Yun dengan gaya yang anggun.

Chao Mu tadinya ingin mengatakan sesuatu, tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya saat ia melihat ekspresi serius Su Xi-er.

Saat ini, Pei Zheng memegang cawan anggurnya selagi ia berdiri; kemudian, ia membungkuk pada semua orang sembari menyatakan dengan suara yang bergema, "Keluarga Pei dan Xie telah mengatur sebuah pertunangan selama bertahun-tahun. Sekarang, karena Commandery Princess Xie telah berusia 18 tahun, dan Pangeran Hao sudah lama melewati usia pernikahan ...."

Segerombol dayang istana itu memerhatikan dengan cermat saat beberapa pengawal kekaisaran berpedang di pinggang mereka tiba-tiba saja muncul, menggesturkan mereka agar meninggalkan Taman Kekaisaran.

Karena pertunjukan opera sudah berakhir, para dayang istana tak bisa lagi tetap menonton. Oleh sebab itu, mereka hanya bisa mendesah selagi mereka berbalik pergi.

Chao Mu menarik lengan baju Su Xi-er. "Waktunya habis, ayo kita pergi." Selanjutnya ia maju ke depan, membawa Su Xi-er bersamanya.

Oleh sebab itu, Su Xi-er tidak mendengar kata-kata Pei Zheng selanjutnya, maupun reaksi penonton.

Hanya setelah mereka meninggalkan Taman Kekaisaran, barulah Chao Mu melepaskan Su Xi-er dan bertanya khawatir, "Apakah hatimu merasa tidak nyaman? Aku percaya ...."

Su Xi-er menginterupsi Chao Mu sambil tersenyum. "Commandery Princess Xie hanya menuangkan anggur. Aku tidak begitu memikirkannya."

Para dayang istana yang lewat kebetulan mendengarnya dan langsung mencemooh, "Walaupun kau memikirkannya, apa yang bisa kau katakan? Meski jika kau adalah seorang court lady dari Perpustakaan Kekaisaran, itu tidak bisa dibandingkan dengan status Commandery Princess Xie."

Chao Mu naik darah, dan sebelum Su Xi-er dapat menghentikannya, ia sudah berjalan dan menampar wajah salah satu dayang istana itu.

Dayang istana itu menyentuh wajahnya selagi ia melotot penuh amarah. "Kau! Beraninya kau berbuat ulah selama perjamuan istana! Aku akan melaporkannya kepada dayang istana senior!"

Chao Mu mendengus dingin. "Pergi dan laporkan saja. Kenapa aku harus takut padamu?"

"Kau ... kau tunggu saja!" Dayang istana itu berlari duluan sembari menutupi pipinya yang membengkak.

Meskipun tetap diam selama ini, tatapan Su Xi-er mendalam selagi dengan cepat ia membungkuk untuk memungut kerikil sebelum mengincar lutut dayang istana itu.

Ding!

Kerikil itu jatuh ke tanah, diiringi dengan jerit kesakitan dari si dayang istana. Dengan cuaca yang semakin dingin di musim dingin, luka-luka akan terasa lebih sakit dari biasanya.

Dayang istana itu tertinggal berlutut di tanah dengan satu kaki, menyebabkannya tergores lantai yang kasar dan sedingin es. Ia menolehkan kepalanya dan memelototi Su Xi-er dan Chao Mu dengan galak. "Kalian berdua tidak tahu apa yang bagus untuk kalian! Aku akan pergi mencari Consort Dowager Guo tepat setelah beliau kembali ke istana peristirahatannya!" Menahan rasa sakit, dayang istana itu pun bangkit berdiri dan pergi.

Chao Mu kaget. Consort Dowager? Mungkinkah itu adalah Consort Dowager Guo?

Saat ia masih tercengang, Su Xi-er menjelaskan, "Consort Dowager Guo berdoa dengan damai kepada Buddha, dan menjauhkan diri dari urusan duniawi. Satu-satunya penyesalannya adalah putranya, Pangeran Kekaisaran Kedua. Ia masih belum kembali ke istana, dan bersikap seolah ia sudah melupakan tentang Ibunda Kekaisarannya."

Mata Chao Mu berbinar. "Itu berarti bahwa Consort Dowager Guo tidak akan datang mencari masalah dengan kita?"

"Dayang istana Consort Dowager Guo yang lebih dulu memprovokasi kita, jadi bagaimana bisa ia punya alasan untuk mencari masalah?" Su Xi-er tersenyum, dan berbalik untuk melihat ke belakang, tetapi menyadari bahwa Tan Ge sudah menghilang.

Chao Mu tertegun. "Dimana Tan Ge?"

"Kita pergi tergesa-gesa barusan ini, dan aku tidak memerhatikannya. Mari kembali dan mencarinya." Su Xi-er menyarankan sewaktu mereka menelusuri kembali langkah mereka.

Hanya setelah mereka akan mencapai Taman Kekaisaran, barulah mereka melihat Tan Ge berjalan mendekat. Su Xi-er menggunakan kesempatan itu untuk melihat sekilas bagian dalam dari Taman Kekaisaran, tetapi ia terkejut melihat bahwa tak ada orang yang sedang memandangi panggung yang tinggi itu, meskipun sedang ada penari yang tampil.

Tan Ge melihat Su Xi-er dan menarik lengan bajunya. "Ayo cepat pergi. Kita akan dihukum jika orang menemukan kita berada di sini." Setelahnya, ia maju ke depan dengan cepat.

Memerhatikan sosoknya yang menjauh, Su Xi-er merasa seolah ia sedang melihat seseorang yang melarikan diri dengan panik. Chao Mu juga merasa sikapnya aneh. Kalau ia takut dihukum, mengapa ia memilih untuk menunggu hingga sekarang sebelum pergi?

Su Xi-er tidak berkomentar, dan hanya menarik Chao Mu ke arah Perpustakaan Kekaisaran.

***

Di dalam Taman Kekaisaran, suasananya sudah membeku setelah masalah aliansi pernikahan di antara keluarga Pei dan Xie berubah jadi asap. Mungkin, yang paling mengejutkan adalah bahwa Xie Liu Li turun dari tempat duduknya di hadapan semua orang, membungkuk kepada Pei Qian Hao, kemudian menolak menikahinya di depan semua orang.

Selain dari jejak kesombongan di matanya saat ia menatap ayahnya, Pei Ya Ran sama sekali tidak terganggu. Meski jika aku tidak ikut campur, masalah yang kau rencanakan dengan teliti tetap saja tidak akan berhasil. Pei Qian Hao bukanlah jenis orang yang membiarkan dirinya dikendalikan. Taktik yang keras tidak akan mempan padanya.

Walaupun mempertahankan ekspresi lembut dan ramahnya di depan semua orang, tanpa sengaja, wajah Xie Yun menggelap ketika ia lengah akan gestur mengejutkan adik perempuannya. Ia sudah berjanji padaku tiga kali di kamar tidurnya kemarin, tetapi inilah hasil hari ini!

Sesaat kemudian, Pei Qian Hao bangkit berdiri dan memegang cawan anggurnya menghadap Pei Zheng dan Xie Yun. "Karena Commandery Princess Xie tidak tertarik dengan Pangeran ini, aku tidak bisa memaksanya untuk menikahiku. Walaupun memang benar bahwa kedua keluarga mempunyai janji pertunangan, Pangeran ini tidak ingin menipu Commandery Princess Xie. Mohon anggap sulangan ini sebagai permintaan maaf Pangeran ini."

Ia mengangkat cawan dan meneguk isinya.

Xie Liu Li tersenyum samar. "Aku merasa sangat senang karena Pangeran Hao tidak memaksaku. Liu Li benar-benar berterima kasih." Kemudian, ia berbalik untuk menatap Xie Yun. "Kakak, jangan marah. Meskipun pertunangan itu tidak ada lagi, Liu Li berharap agar keluarga Pei dan Xie bisa mengembalikan hubungan baik kita yang dulu."

Pei Zheng memasang ekspresi yang buruk, ada jejak celaan dalam tatapannya sewaktu ia melihat Xie Yun. Bagaimana mungkin untuk mengembalikan hubungan baik saat tidak ada aliansi pernikahan?

Pei Qian Hao memilih saat ini untuk menambahkan, "Kedua keluarga sudah berselisih selama bertahun-tahun. Jika kita tidak memperbaiki hubungan kita, itu akan merugikan Bei Min." Setelahnya, ia memastikan untuk melihat ke arah Kaisar.

Setelah menerima tatapan seperti itu dari Pei Qian Hao, Situ Lin jadi gugup seketika, tetapi cepat-cepat menanggapi, "Apa yang dikatakan Paman Kekaisaran masuk akal, dan Kaisar ini berharap agar keluarga Pei dan Xie dapat memperbaiki hubungan mereka. Menurut pendapat Kaisar ini, hubungan di antara Tuan Pei dan Commandery Prince Xie seharusnya sudah membaik. Commandery Prince Xie, bagaimana kalau bersulang dengan Paman Kekaisaran karena ia sudah menyatakan pendiriannya?"

Dengan situasi yang kian menyimpang dari rencana, Xie Yun tak punya pilihan selain memberi muka pada Kaisar di hadapan semua orang.

Karenanya, ia tersenyum selagi berdiri, dan dayang istana di sampingnya segera mengisi cawannya. "Pangeran ini bersulang dengan Pangeran Hao."

Dayang istana di belakang Pei Qian Hao juga maju ke depan untuk menuangkan anggur untuknya.

Selanjutnya, Pei Qian Hao dan Xie Yun meneguk isi cawan mereka berbarengan.

Semua orang mengira bahwa masalahnya sudah selesai, tetapi bertentangan dengan ekspektasi, Pei Qian Hao terus berdiri. "Tujuh hari setelah perjamuan Titik Balik Matahari Musim Dingin istana adalah tanggal yang baik untuk menikah."

Pei Qian Hao mengedarkan tatapannya kepada semua orang yang hadir, menyebabkan mereka kaget. Ekspresi Pei Zheng tetap buruk, sementara ada kilat di mata Xie Yun. Su Xi-er tidak akan hidup melewati hari ini.

Hanya mata Situ Lin yang berkilau kegirangan. "Paman Kekaisaran, nona manakah yang begitu beruntung untuk menjadi Bibi Kekaisaran Kaisar ini?"

Saat Pei Ya Ran melihat Pei Qian Hao membuka mulutnya, ia langsung menyela. "Nona mana yang memiliki status yang lebih tinggi daripada Commandery Princess Xie?"

(T/N : yang jelas bukan elu busur menel =___=)

0 comments:

Posting Komentar