Selasa, 31 Maret 2026

CTF - Chapter 320

Consort of A Thousand Faces

Chapter 320 : Dipanggil Oleh Guru Agung Kong


Sementara Lian Qiao sibuk dengan kecemasannya sendiri, ia tidak menyadari bahwa ia telah menjadi objek pengirian di antara para dayang istana di Istana Samping. Kaisar masih bertahun-tahun lagi lamanya untuk dewasa, dan selain dari Ibu Suri dan Consort Dowager Guo, tidak ada selir lain di dalam Istana Kekaisaran. Dengan demikian, kekuasaan Consort Dowager Guo tidak sebanding dengan Ibu Suri, karenanya, orang itu merupakan figur paling berpengaruh di dalam Harem Kekaisaran.

Membuat Ibu Suri nyaman, berarti bahwa Lian Qiao kemungkinan punya kesempatan untuk mengambil jabatan He Ying sebelumnya.

Semua ini berarti bahwa Istana Samping ramai akan perbincangan. Faktanya, rumor yang membandingkan Lian Qiao dan dirinya sendiri, semua dapat Su Xi-er dengarkan di titik ini.

"Su Xi-er dipindahkan ke Istana Kecantikan, tetapi kini kembali ke Istana Samping. Jika Pangeran Hao sungguh menyukainya, mengapa ia kembali kemari?"

"Ia pasti sudah tidak disukai oleh Pangeran Hao. Ingat He Xiang Yu? Aku dengar kalau ia meninggal setelah Istana Kecantikan dibubarkan; mereka bilang itu adalah bunuh diri."

Mendengar potongan kabar ini, banyak dayang istana yang nyaris menghentakkan kaki mereka. "Ia sungguh mati?! Aku ingat ia mengunjungi Istana Samping setelah ia memasuki Istana Kecantikan, menganugerahkan begitu banyak hadiah kepada kita dan mondar-mandir untuk memamerkan kejayaannya. Sulit dipercaya, ia sungguh sudah mati!"

"Tepat sekali, keberuntungan terletak di tepian timur selama tiga puluh tahun, tetapi kini datang ke barat; kehidupan penuh dengan lika-liku, kau tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Terlebih lagi, bahkan belum sampai tiga puluh tahun, tetapi hanya beberapa bulan saja. Itulah mengapa, aku mengatakan bahwa Su Xi-er pasti sudah tidak disukai. Sulit untuk mempertahankan ketertarikan Pangeran Hao. Di antara semua pria, pemikirannya terkubur paling dalam!" Dayang istana itu meratap tetapi entah kenapa merasa senang dalam hati.

Mereka yang pernah dikagumi oleh semuanya, sekarang telah jatuh ke dasar. Mereka pastinya jauh lebih menyedihkan daripada siapa pun juga! Daripada begitu, biar bagaimanapun juga, lebih baik tinggal di Istana Samping, dan mempertahankan posisi kita!

Saat itu juga, seorang dayang istana akhirnya menyadari bahwa Su Xi-er lewat. "Berhenti bicara, Su Xi-er baru saja lewat dan mendengarkan semuanya."

Seolah menanggapi, Su Xi-er tiba-tiba saja berbalik dan tersenyum. "Kalian semua benar. Keberuntungan terletak di pinggiran timur selama tiga puluh tahun, tetapi sekarang telah datang ke barat. Siapa yang tahu, apa yang akan terjadi di masa yang akan datang?"

Walaupun Su Xi-er jelas-jelas tersenyum, ekspresinya membuat semua orang merinding. Semua obrolan itu hampir langsung mereda sewaktu semua orang mengerjakan tugas mereka.

Su Xi-er tertawa kecil selagi ia terus berjalan di jalur istana, baru beberapa langkah sebelum ia mendengar suara seorang kasim dari belakangnya.

"Dimana Dayang Senior Liu?"

Semua orang melihat kepada kasim itu dan melihat kalau bajunya sepertinya terbuat dari bahan yang bagus.

"Di kamarnya; hamba akan memanggilkannya." Seorang dayang istana menghentikan pekerjaannya dan berlari untuk memanggil Dayang Senior Liu.

Dayang Senior Liu mengira bahwa ada tokoh penting yang mengutus pelayannya, tetapi mengenali baju kasim itu sebagai seragam dari Perpustakaan Kekaisaran.

Perpustakaan Kekaisaran dan Istana Samping tidak pernah berhubungan. Mengapa seorang pelayan dari Perpustakaan Kekaisaran mendadak muncul di sini?

Dayang Senior Liu tidak menurunkan kewaspadaannya dan bertanya pada si kasim, "Mengapa Guru Agung Kong tiba-tiba saja tertarik di Istana Samping hari ini?"

Kasim itu membungkuk. "Dayang Senior Liu, hamba di sini atas perintah Guru Agung Kong untuk mengundang Su Xi-er ke Perpustakaan Kekaisaran."

Segera setelah kata-katanya terucap, semua orang tiba-tiba saja iri lagi pada Su Xi-er. Benar-benar diminta ke Perpustakaan Kekaisaran ... apakah ia akan ditawarkan sebuah jabatan di sana?! Ini adalah masalah besar. Lian Qiao dipindahkan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih, tetapi pada akhirnya, posisinya masihlah seorang pelayan!

Akan tetapi, Perpustakaan Kekaisaran berbeda! Setiap dayang istana di Perpustakaan Kekaisaran memiliki gaji yang lebih tinggi, tetapi yang lebih penting, mereka memegang sebuah peringkat sebagai seorang court lady!

Dayang Senior Liu mengangguk dan menggesturkan agar Su Xi-er kemari.

Su Xi-er, yang sudah mendengar tentang ini dari Kasim Zhang, tidak terkejut. Tetapi, dengan adanya campur tangan Commandery Prince Xie, memasuki Perpustakaan Kekaisaran tidak akan jadi perjalanan yang mulus.

"Karena Guru Agung Kong sudah memintamu, kau harus ke sana."

Su Xi-er menggangguk. "Hamba mematuhi perintah."

"Su Xi-er, silakan ikuti pelayan ini." Kasim itu menggesturkan agar Su Xi-er mengikuti.

Oleh sebab itu, di bawah tatapan iri dari dayang istana lainnya, Su Xi-er berjalan keluar dari Istana Samping.

Melihat kalau semua dayang istana membeku dan menatap ke arah pintu keluar Istana Samping, Dayang Senior Liu pun mau tak mau mengingatkan, "Lakukan pekerjaan kalian dengan rajin, dan siapa yang tahu, mungkin akan ada suatu hari dimana kalian dapat meninggalkan Istana Samping juga."

Satu kalimat dari Dayang Senior Liu menarik pemikiran semua orang kembali sementara mereka langsung meneruskan pekerjaan mereka. Beberapa bulan terakhir ini, benar-benar merupakan perjalanan tanpa akhir bagi Su Xi-er; bangkit dan jatuh, sebelum kini bangkit lagi!

***

Dalam perjalanan menuju ke Perpustakaan Kekaisaran, Su Xi-er melihat wanita yang bergaun merah muda lagi. Ia dibimbing oleh seorang pelayan dari Departemen Rumah Tangga Kekaisaran.

Secara kebetulan, mereka berdua menuju ke arah Perpustakaan Kekaisaran.

Su Xi-er bisa menebak tujuan mereka dari petunjuk-petunjuk yang diberikan. Jadi, ia adalah orang yang dikirimkan Commandery Prince Xie ke Perpustakaan Kekaisaran. Ia bukanlah seseorang yang berasal dalam istana, dan malah dibawa dari luar.

Tan Ge melihat Su Xi-er, keraguan mulai terbentuk di kepalanya. Siapa ini? Commandery Prince Xie jelas-jelas memberitahukan padaku bahwa aku akan jadi satu-satunya yang masuk ke Perpustakaan Kekaisaran, jadi kenapa ada wanita lain? Bukan hanya itu, ia bahkan memiliki sosok yang langsing dan ramping, bahkan jauh lebih cantik dariku.

Satu-satunya hal yang tidak sesuai dengan kecantikannya adalah seragam kasar dari Istana Sampingnya.

Sementara Tan Ge sibuk bertanya-tanya, Su Xi-er memberinya senyum singkat. Ia membalas etiket yang diterimanya sebelumnya, sesuatu yang segera Tan Ge pahami. Kemudian, ia pun dengan ramah, balas tersenyum karena sopan santun.

Mereka berdua tidak mengetahui bahwa kasim dari Perpustakaan Kekaisaran telah mengamati pertukaran di antara mereka. Ini merupakan salah satu bagian kecil dari ujian Guru Agung Kong.

Perpustakaan Kekaisaran hanya punya satu lowongan untuk court lady, tetapi baik Pangeran Hao dan Commandery Prince Xie telah merekomendasikan seseorang untuk jabatan itu. Ini bukanlah masalah yang mudah untuk ditangani, dan Guru Agung Kong baru terpikirkan ide untuk menguji mereka setelah memeras otaknya selama berjam-jam.

Beberapa saat setelahnya, kelompok empat orang itu masuk ke dalam aula utama Perpustakaan Kekaisaran. Tidak ada meja, dan hanya ada satu kursi kayu hitam besar, terletak di tempat dimana semestinya kursi utama berada. Di atasnya, adalah sebuah lukisan dari seorang guru yang sedang mengajari murid-muridnya.

Kepulan asap dari kayu cendana yang terbakar memenuhi aula utama, membuat pikiran dan jiwa seseorang jadi tenang.

Di saat ini, Guru Agung Kong memasuki aula utama.

Su Xi-er dan Tan Ge membungkuk, tetapi sebelum mereka dapat menyampaikan sapaan mereka, Guru Agung Kong telah menggesturkan pada mereka supaya berhenti.

Guru Agung Kong mengenakan jubah pejabat berwarna biru tua, memasang ekspresi yang tegas di wajahnya, yang juga tumbuh janggut abu-abu pendek di dagunya.

Saat itu, kasim yang membimbing Su Xi-er ke Perpustakaan Kekaisaran mendekati Guru Agung Kong dan membisikkan beberapa patah kata padanya.

Guru Agung Kong mengangguk, tatapannya jatuh pada Su Xi-er sebelum beralih pada Tan Ge.

Mereka berdua adalah wanita cantik dengan latar belakang yang tidak boleh diremehkan. Apabila aku menerima salah satunya tanpa ujian, itu akan membawa masalah, terlepas dari keputusanku.

Membelai janggut abu-abu pendeknya, Guru Agung Kong pun menguji, "Semua orang yang masuk Perpustakaan Kekaisaran memiliki sesuatu yang unik tentang mereka. Beritahu aku, apa yang unik tentang kalian?"

Tan Ge sama sekali tidak memahami pertanyaan tersebut. Apanya yang unik tentang diriku?

Tepat selagi Tan Ge menemui jalan buntu, Su Xi-er tersenyum dan berbicara. "Siapa namamu?"

Pertanyaannya langsung memicu inspirasi di dalam diri Tan Ge, dengan mengingatkannya bahwa namanya unik. Karenanya, Tan Ge pun berbagi, "Nama gadis biasa ini, Tan Ge, adalah spesial. Kata 'Tan' dari namaku adalah huruf untuk 'cendana' bahan yang digunakan untuk membuat sebuah kecapi. Sementara untuk kata 'Ge', hurufnya sama dengan 'lagu' dengan tujuan, agar aku dapat berjumpa dengan teman-teman melalui seni sastra dan menyenangkan orang lain dengan lagu-lagu."

Guru Agung Kong mengangguk dan memujinya. Setelah itu, matanya tertuju pada Su Xi-er. Wanita ini mengingatkanku akan Tan Ge, tetapi sekarang sudah membuat dirinya dalam posisi yang pasif. Aku ingin mengetahui, bagaimana ia akan menjawab.

Yang mengejutkan Guru Agung Kong, Su Xi-er tidak tampak panik sama sekali. Faktanya, ia memasang senyuman yang rileks seraya menjawab. "Nama hamba adalah Su Xi-er. Itu adalah nama biasa, tanpa ada maknanya, dan diberikan oleh orang tuaku. Setiap bagian dariku, dimulai dari rambut hingga kulitku, diterima dari orang tuaku, dan aku tidak punya cara untuk mengubahnya. Justru karena inilah, hamba ini murni rata-rata saja."

Continue reading CTF - Chapter 320

CTF - Chapter 319

Consort of A Thousand Faces

Chapter 319 : Membuat Wewangian Pekasih


Kasim Zhang melihat ke luar jendela, melihat satu sosok berbaju hitam yang berdiri di luar sana. Dalam sekejap mata, sosok itu menghilang.

Su Xi-er membuka pintu ruangan itu, tidak menemukan siapa pun dalam pandangan sewaktu ia mulai membawa buntalan kain kasar itu kembali ke Istana Samping. Dalam perjalanan kembali, kebetulan ia melihat seorang wanita yang mengenakan jubah merah muda. Itu bukanlah seragam dayang istana, dan kain jubah itu terbuat dari kain tingkat menengah. Nona keluarga manakah ini?

Saat itu juga, kebetulan Tan Ge berbalik dan melihat Su Xi-er; ekspresinya berubah jadi terkejut. Wanita ini cantik sekali, tetapi mengenakan baju kasar. Ia pastilah seorang dayang istana yang berasal entah dari Biro Layanan Binatu, atau Istana Samping. Tampaknya, ada banyak sekali wanita di dunia ini, yang menjalani kehidupan yang tidak memuaskan.

Memikirkan ini, senyuman muncul di wajah Tan Ge sewaktu ia mengangguk pelan pada Su Xi-er. Kemudian, ia mempercepat langkahnya selagi menuju ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran.

Satu pemikiran terbentuk dalam kepala Su Xi-er ketika ia menyadari arah yang dituju Tan Ge. Aku merasa kalau wanita itu sangat familier, seolah aku pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya. Su Xi-er hanya merenung sebentar saja, sebelum ia melanjutkan perjalanannya ke Istana Samping.

Tepat saat Su Xi-er baru saja akan sampai di Istana Samping, ia berpapasan dengan Lian Qiao. Orang itu sedang memegangi satu buntalan kain, dan membeku di tempat saat ia melihat Su Xi-er. Hening beberapa saat sebelum Lian Qiao memecahnya. "Aku ketinggalan sejumlah barang di Istana Samping. Aku sedang dalam perjalanan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih ketika tiba-tiba saja, aku teringat dan kembali untuk mengambil mereka."

Su Xi-er mengangguk. "Istana Kedamaian Penuh Kasih tidak seperti Istana Samping; lebih baik untuk lebih berhati-hati."

"Terima kasih, pasti." Lian Qiao mengangguk kecil sebelum ia meneruskan perjalanannya.

Lian Qiao tidak tahu bahwa di saat ia pergi, nasibnya akan berubah selamanya, menjadi lebih baik atau lebih buruk.

***

Lian Qiao sedang dalam perjalanan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih ketika ia bertemu dengan seorang pengawal dari Kediaman Commandery Prince yang telah diutus untuk memandunya sepanjang sisa perjalanan. Ketika akhirnya ia sampai di tujuan, Lian Qiao bahkan tidak berani untuk bernapas dengan keras.

Pei Ya Ran duduk di tempat duduk tertinggi di aula utama. Setelah melihat Lian Qiao, ia menggesturkan pada pengawal Kediaman Commandery Prince agar pergi.

Pengawal itu membungkuk dan menyetujui. "Bawahan ini akan undur diri."

Setelah suara langkah kaki yang pergi tak lagi terdengar, hanya Pei Ya Ran dan Lian Qiao yang tertinggal di aula utama.

Lian Qiao membungkuk dengan hati-hati dan menyapa, "Hamba memberi hormat pada Ibu Suri."

Ketika Lian Qiao memasuki Istana Kedamaian Penuh Kasih, ia sudah menyadari bahwa baju-baju yang di pakai dayang istananya berkualitas jauh lebih tinggi daripada mereka yang berada di Istana Samping. Bahkan warna dan desainnya jauh lebih beragam, tidak seperti warna abu-abu suram atau kuning di Istana Samping.

Pei Ya Ran mengangkat satu tangan untuk menggesturkan agar Lian Qiao bangkit. "Ibu Suri ini mendengar dari Commandery Prince Xie bahwa kau berasal dari keturunan tabib yang panjang. Seberapa banyak keterampilan medis keluargamu yang telah kau pelajari?"

"Menjawab Ibu Suri, hamba telah mempelajari obat-obatan semenjak ayahku masih muda. Sayangnya, keluarga hamba jatuh dalam kemerosotan hanya setelah lima tahun setelah aku memulai pelajaranku, dan itulah saat ketika aku masuk istana. Dengan demikian, hamba tidak berani mengatakan bahwa kemampuanku adalah yang terbaik, tetapi aku memang mempunyai sejumlah pengetahuan ketika itu tentang mengobati penyakit dan menciptakan obat." Lian Qiao menjawab dengan hormat dan jujur. Ia tidak berani membanggakan keterampilannya, tetapi ia memang sedikit lebih baik daripada tabib biasa.

Saat itu juga, Pei Ya Ran memungut sebuah buku di atas meja dan melemparkannya pada Lian Qiao. Ketika buku itu mendarat di sebelahnya, Lian Qiao menyadari kalau itu adalah sebuah buku biru tanpa ada kata-kata apa pun di sampulnya. Aku penasaran, buku apa ini.

"Ambil buku itu dan balikkan dengan benar."

Lian Qiao menerima perintah tersebut dan membungkuk untuk memungut buku itu, mulai membukanya. Itu adalah sebuah buku pengobatan; beberapa halaman pertama adalah pengenalan singkat pada pengobatan, diikuti dengan metode perawatan dari penyakit-penyakit biasa. Namun, mata Lian Qiao terbelalak sekalinya ia membalikkan ke bagian belakang buku itu—itu adalah wewangian pekasih! Ada banyak metode untuk membuat wewangian pekasih dalam setiap warna dan bentuk, masing-masingnya dengan konsentrasi yang berbeda dan kegunaan yang spesifik!

Melihat keterkejutan di mata Lian Qiao, Pei Ya Ran menyatakan secara perlahan, "Setelah mempelajari pengobatan selama lima tahun, seharusnya kau mampu membuat obat ketika kau diberikan resepnya. Ibu Suri ini menemukan buku pengobatan ini secara kebetulan dan ingin kau membuatkan obat yang sedang kau lihat sekarang. Festival Musim Dingin Titik Balik Matahari akan tiba dalam tujuh hari, dan akan digelar sebuah perjamuan di istana kekaisaran untuk merayakannya."

(T/N : Biasanya orang-orang makan bakcang/beras ketan dengan berbagai macam isian yang dibungkus dengan daun bambu atau kalau zaman sekarang bisa dibungkus dengan daun pandan juga. Sekaligus melambangkan pertemuan kembali.)

Lian Qiao merasakan sebongkah batu yang membebani hatinya, tetapi menjawab dengan cepat, "Hamba akan membuat obat ini dalam tujuh hari."

"Apabila ada orang lain yang mengetahui soal ini, hati-hati dengan kepalamu." Pei Ya Ran memperingatkan selagi ia mengangkat cangkir teh dari atas meja.

Lian Qiao mengangguk dengan kuat dan menjawab penuh keyakinan, "Mulut hamba terkunci; aku tidak akan membocorkan ini keluar." Ia tidak akan pernah memberitahukan pada siapa pun tentang membuat obat, termasuk di saat ia telah membuatkan bubuk gatal untuk Su Xi-er. Akan tetapi, kebetulan saja karena Su Xi-er pindah ke Istana Kecantikan tepat setelah Lian Qiao selesai mengerjakan permintaannya. Kini, karena Istana Kecantikan sudah tidak ada, Su Xi-er kembali ke Istana Samping.

"Pergilah sekarang dan ambil bahan-bahan yang dibutuhkan dari Institut Tabib Kekaisaran. Pastikan kau mengambil beraneka macam ramuan obat juga, kalau tidak, itu akan memancing kecurigaan orang lain." Sekali lagi Pei Ya Ran memerintahkan. Tidak ada yang boleh mengetahui tentang wewangian pekasih itu.

"Hamba akan mengingatnya."

Pei Ya Ran mengangguk sebelum ia memerintahkan seorang dayang istana untuk membimbing Lian Qiao ke halaman belakang.

Lian Qiao memiliki pondoknya sendiri di halaman belakang, membuatnya lebih mudah untuk fokus dalam membuat obat, satu-satunya tanggung jawabnya selama masa ini. Ia menurunkan buntalan barang-barangnya sebelum membuka buku itu sekali lagi, memastikan untuk menghafal bahan-bahan dan langkah-langkah untuk membuat wewangian pekasih.

Buku itu mengandung deskripsi dari segala jenis wewangian pekasih, tetapi Lian Qiao tidak tahu jenis apa yang diinginkan Pei Ya Ran. Atau, haruskah aku mengikuti daftarnya dan membuat masing-masing satu?

Ketika itu, seorang dayang istana masuk ke dalam pondok. Lian Qiao dengan cepat duduk di atas buku pengobatan itu, takut kalau orang lain akan melihatnya.

"Ibu Suri telah menganugerahkan ini kepadamu, dan berharap agar kau akan melakukan pekerjaanmu dengan baik di Istana Kedamaian Penuh Kasih di masa yang akan datang." Dayang istana itu menyerahkan sebuah hiasan rambut pada Lian Qiao.

Jantung Lian Qiao berdegup kencang dalam dadanya sewaktu dengan hormat ia menerima hiasan rambut itu dengan kedua tangan. "Mohon sampaikan terima kasih pada Ibu Suri menggantikan hamba."

Dayang istana itu mendengus. "Ibu Suri menganugerahkanmu dengan sesuatu di saat kau masuk ke istana peristirahatannya. Sulit dipercaya, bahkan Nona He Ying saja tidak menerima banyak hadiah dari Ibu Suri; betapa beruntungnya dirimu." Dayang istana itu kemudian keluar dari rumah itu bahkan tanpa repot untuk menutup pintu di belakangnya; tingkah lakunya sangat arogan.

Lian Qiao mengerti bahwa kebanyakan dayang istana memandang rendah mereka yang berasal dari Istana Samping. Dengan demikian, ia hanya bisa menoleransinya dan membuat obat yang disuruh Pei Ya Ran padanya dengan benar.

Apabila aku tidak bisa membuatnya .... Tatapan Lian Qiao bimbang; ia tahu apa yang akan menantinya.

Kemudian, ia meletakkan hiasan rambut itu di atas meja, tetapi tangannya tanpa sengaja menyentuh benjolan di atasnya. Setelah menyelidiki lebih dekat, ia menemukan sebuah catatan di dalam ruang rahasianya.

Lian Qiao kaget, dan langsung bangkit berdiri untuk menutup pintu sebelum mengambil catatan itu. Hanya ada beberapa kata di dalam catatan itu, tetapi setiap katanya memberikan teror pada Lian Qiao.

Ibu Suri sungguh menginginkan sebuah wewangian pekasih yang berkonsentrasi tinggi dan aman digunakan di kamar tidur; yang paling penting adalah, bahwa itu tidak boleh menyebabkan kerusakan pada tubuh! Mengapa ia membutuhkan wewangian pekasih semacam ini?! Tiba-tiba saja, Lian Qiao teringat akan rumor rahasia di dalam istana. Ada perselingkuhan di antara Ibu Suri dan Pangeran Hao! Kalau begitu kasusnya, tampaknya ia ingin menggunakan wewangian pekasih itu pada Pangeran Hao!

Setelah memikirkan itu, Lian Qiao pun hanya bisa gemetaran selagi ia meremas catatan di tangannya. Ibu Suri dan Pangeran Hao sungguh memiliki hubungan, tetapi sepertinya, hubungan mereka tidak sebaik sebelumnya. Kalau tidak, kenapa Ibu Suri memerintahkanku untuk membuat wewangian pekasih?!

Perlahan-lahan, Lian Qiao merasa kalau misi ini adalah masalah kontroversial yang tidak menyenangkan. Tidak perlu dikatakan lagi kalau aku akan mati jika aku gagal, tetapi kalau aku berhasil, Pangeran Hao tidak akan melepaskanku juga! Entah apakah ia berhasil atau gagal, ia tetap akan memancing amarah dari seorang raksasa pada dirinya sendiri!

Apa yang harus kuperbuat? Tak peduli apa pun yang kulakukan, kematian menantiku!

Lian Qiao meremas catatan itu dengan kedua tangan dan mengenggamnya erat-erat. Hal yang paling penting saat ini adalah mencaritahu siapakah yang disukai Pangeran Hao, dan apakah ia memendam perasaan terhadap Ibu Suri.

Jika ia tidak memendam perasaan, dan aku membuat wewangian pekasih ....

Saat itu juga, suara seorang dayang istana terdengar dari luar pondok. "Lian Qiao, Ibu Suri telah memerintahkan pelayan ini untuk bertanggung jawab atas makanmu mulai hari ini dan seterusnya."

Mengutus seorang pelayan untuk melayaniku, tak diragukan lagi adalah caranya untuk mengawasiku ....

Continue reading CTF - Chapter 319

CTF - Chapter 318

Consort of A Thousand Faces

Chapter 318 : Dipindahkan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih


"Commandery Prince Xie, apa yang Anda katakan tidak tepat. Jika Anda bersikeras untuk mengusut masalah ini, itu harusnya tetap di antara Anda dan He Xiang Yu. Masalah hamba yang menanggung kesalahan untuk He Xiang Yu, adalah di antara kami berdua. Terlepas dari bagaimana Anda memandangnya, hamba tidak ada hubungannya dengan Anda."

Walaupun kata-katanya berputar-putar, mereka memang masuk akal.

Xie Yun mundur selangkah. "Karena kau menganggapnya demikian, itu akan jadi kesalahan Pangeran ini apabila aku terus mencari-cari kesalahanmu."

Su Xi-er membungkuk. "Commandery Prince Xie, mohon maafkan hamba jika apa yang kukatakan telah menyinggung Anda."

Sebelum ia dapat merespons, Su Xi-er melanjutkan. "Hamba akan undur diri dulu. Apabila Anda ingin terus menyelidiki, hamba bersedia untuk menerima hukumannya, tak peduli seberapa beratnya itu."

Lalu, Su Xi-er segera berbalik dan pergi, tidak melirik Xie Yun lagi.

Kali ini, Xie Yun tidak menghentikannya, mata tersenyumnya hanya agak menyipit sewaktu ia memerhatikan Su Xi-er menghilang. Kemudian, ia pun mengalihkan perhatiannya pada semak-semak di samping jalur istana. "Setelah menguping sekian lama, apa kau tidak akan keluar?"

Beberapa saat yang lama sebelum orang yang sedang bersembunyi di pepohonan keluar—Lian Qiao! Ia sudah berpura-pura untuk mengikuti dayang istana yang lainnya ke dapur, tetapi kemudian diam-diam telah memutar lagi. Ia ingin mengetahui, mengapa Commandery Prince Xie datang ke Istana Samping.

Aku tidak menyangka kalau Su Xi-er juga punya koneksi dengan Commandery Prince Xie saat ia sudah berkenalan dengan Pangeran Hao.

"Kau cukup bernyali untuk menguping, tetapi sekarang kau ketakutan?" Meskipun suara Xie Yun lembut, matanya serius.

Lian Qiao langsung berlutut di jalur istana. "Hamba tahu kalau aku bersalah. Commandery Prince Xie, mohon ampuni nyawa hamba."

"Menilai dari bajumu, pastinya kau adalah seorang dayang istana dari Istana Samping. Kenapa kau diam-diam menguping di sini? Apa kau adalah musuh bebuyutan Su Xi-er?" Tatapan serius di mata Xie Yun sedikit berkurang, suaranya masih lembut.

Ekspresi Lian Qiao agak rileks, tetapi ia masih tidak berani sembrono. "Hamba bukan teman ataupun musuh Su Xi-er; hubungan kami biasa saja."

Bibir Xie Yun agak melengkung membentuk seulas senyuman. Kalau mereka bukan musuh bebuyutan, kenapa ia datang untuk menguping kami?

"Siapa namamu?"

Lian Qiao waspada dan menundukkan kepalanya. "Nama hamba adalah Lian Qiao."

"Lian Qiao? Seperti nama herba itu?"

Lian Qiao mengangguk. "Itu adalah nama herba. Sebelum hamba masuk ke istana kekaisaran, aku berasal dari sebuah keluarga aristokrat Pengobatan Tradisional Cina."

Xie Yun menatapnya dengan cermat. Meskipun tampangnya tidak bisa dibandingkan dengan Su Xi-er, ia masih tampak cukup cantik. Ditambah lagi, ia pasti mengetahui banyak soal obat-obatan berkat keluarganya.

Oleh karenanya, Xie Yun mengangkat tangan guna memberinya sinyal untuk bangkit. "Pangeran ini tidak akan menghukummu. Sebaliknya, aku akan menyuruh seseorang untuk datang dan segera membawamu ke Istana Kedamaian Penuh Kasih. Mereka membutuhkan seorang tabib wanita, dan kebetulan sekali kau memenuhi persyaratan."

Kata-kata kasual Xie Yun telah meningkatkan kedudukan sosial Lian Qiao dengan cepat. Dari Istana Samping ke Istana Kedamaian Penuh Kasih. Aku akan menjadi tabib wanita pribadi Ibu Suri!

Lian Qiao gembira sekali. Mendaki tangga sosial, bukankah ini adalah apa yang kuinginkan? Aku tidak menyangka kalau mengumpulkan keberanian untuk menguping akan membawa pada keberuntungan seperti ini hari ini!

Ia segera membungkuk. "Terima kasih banyak, Commandery Prince Xie."

"Kembali ke kamarmu dan berkemaslah."

Saat ia mendengar kata-kata Xie Yun, Lian Qiao membungkuk dan menjawab mengiyakan sebelum berbalik pergi.

Segera saja, kabar bahwa Commandery Prince Xie mengirimkan Lian Qiao ke Istana Kedamaian Penuh Kasih menyebar di seluruh Istana Samping. Banyak dayang istana yang terkejut. Apa yang Su Xi-er katakan sungguh jadi kenyataan! "Dengan begitu banyaknya dayang istana yang datang dan pergi, mungkin kau tidak akan menggosok pispot selamanya."

Baru dua jam, dan posisi Lian Qiao telah mengalami perubahan yang drastis!

Akan tetapi, beberapa orang juga meragukannya. "Commandery Prince Xie meminta Su Xi-er untuk tetap tinggal bersamanya, jadi, mengapa Lian Qiao dikirimkan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih? Tampaknya, ada sesuatu yang terjadi di antara mereka."

Ia baru saja menyelesaikan kalimat ini ketika orang lainnya memukul kepalanya. "Ibu Suri sudah pernah memerintahkan orang untuk mencoba menangkap Su Xi-er beberapa kali. Ditambah dengan fakta bahwa Su Xi-er secara tak langsung terkait dengan kematian kucing yang disukai oleh Ibu Suri, kemungkinan bahwa, Ibu Suri akan memikirkan suatu cara untuk mengulitinya siang dan malam!"

Tepat di saat inilah, Su Xi-er dan Hong Li kebetulan lewat.

Ketika Hong Li ingin mengucapkan balasan yang galak, Su Xi-er menariknya kembali dan memberi sinyal untuk tetap diam.

Hong Li mengangguk enggan dan mengikuti Su Xi-er.

Saat ini, Dayang Senior Liu berjalan mendekat. Pertama, ia memarahi dayang-dayang istana yang sedang bergosip, sebelum beralih pada Su Xi-er. "Pergilah ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran dan bawakan sejumlah kain kasar kemari."

Su Xi-er mengangguk. Ketika ia berjalan melewati Dayang Senior Liu, ia mendengarnya berbisik, "Ada sesuatu yang penting yang ingin diberitahukan Kasim Zhang padamu."

Su Xi-er tidak bilang apa-apa, tetapi agak mengangguk sebelum pergi dengan cepat.

Ketika dayang istana lainnya melihat Su Xi-er berjalan pergi dengan begitu cepatnya, mereka hanya berpikir kalau perintah Dayang Senior Liu sangatlah mendesak.

Dayang Senior Liu melihat ke arah para dayang istana di depannya dengan ekspresi yang baik hati, tetapi suara yang tegas. "Lian Qiao telah dipindahkan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih, jadi kita akan membutuhkan seseorang yang baru untuk menggosok pispot. Siapa yang mau jadi sukarelawan?"

Sesuai dugaan, semuanya langsung terdiam. Kemudian, Dayang Senior Liu menatap Hong Li. "Kau yang lakukan. Mungkin, kau dapat menemukan kesempatan, sama seperti Su Xi-er dan Lian Qiao."

Dayang Senior Liu tidak bodoh dan sengaja membuat komentar seperti itu. Sesuai dugaan, banyak dari dayang istana lain yang segera mulai menjadi sukarelawan setelah mendengar kata-katanya.

Hong Li memahami tujuan Dayang Senior Liu, sehingga ia sengaja menjawab, "Dayang Senior Liu, hamba akan melakukannya."

Ekspresi pada para dayang istana yang lainnya jadi kecut saat mereka mendengar ini; seolah seseorang telah merebut sebuah pekerjaan yang luar biasa dari mereka.

Pada akhirnya, Dayang Senior Liu menunjuk ke dayang istana yang paling emosional. "Kau yang lakukan."

Dayang istana yang terpilih segera menerima perintah tersebut. "Terima kasih, Dayang Senior Liu."

"Pergilah sekarang. Jika muncul lecet-lecet di tanganmu, datang padaku untuk mendapatkan obat untuk itu."

Dayang istana itu segera menjawab. "Terima kasih banyak, Dayang Senior Liu. Hamba pasti akan melakukan pekerjaanku dengan baik." Setelah itu, si dayang pun segera berlalu dengan tampang senang di wajahnya.

Pekerjaan yang semua orang hindari, kini adalah yang paling diidam-idamkan.

***

Sementara itu, di bawah perintah Dayang Senior Liu, Su Xi-er datang ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran. Kasim di luar sudah diinstruksikan oleh Kasim Zhang dan dengan cepat membiarkan Su Xi-er masuk ke dalam.

Su Xi-er menemukan Kasim Zhang berada di dalam gudang. Ia mengambil setumpuk kain kasar dan menyerahkan mereka pada Su Xi-er. "Bawa ini pada Dayang Senior Liu. Setiap dayang harus membuat set pakaian mereka sendiri dengan ini. Kain ini ada kapas empuk di dalamnya, sehingga akan jadi lebih hangat dikenakan oleh mereka di musim dingin."

Su Xi-er mengangguk dan menerima tumpukan itu.

Hanya setelah melihat bayangan hitam melintas di luar gudang, barulah Kasim Zhang membuang ekspresi tegasnya. "Departemen Rumah Tangga Kekaisaran telah diawasi oleh pengawal dari Istana Kedamaian Penuh Kasih sejak semalam. Jika aku punya kabar untukmu di masa yang akan datang, aku akan menyuruhmu datang dan mengambil barang. Untuk saat ini, aku harus memberitahukanmu bahwa Perpustakaan Kekaisaran sedang mencari seorang dayang istana untuk mengatur buku-buku catatan mereka. Pangeran Hao berencana untuk merekomendasikanmu untuk posisi itu."

Su Xi-er mengangguk dan teringat apa yang diberitahukan Pei Qian Hao padanya semalam. "Setelah beberapa waktu, kau tidak akan berada di Istana Samping lagi."

Jadi, itu karena ia berencana untuk membuatku tinggal di Perpustakaan Kekaisaran, alih-alih di Kediaman Pangeran Hao.

Ekspresi Kasim Zhang mendadak jadi serius. "Namun, Commandery Prince Xie tiba-tiba saja jadi terlibat dan juga merekomedasikan wanita lain untuk posisi tersebut. Pokoknya, sebaiknya kau berhati-hati terhadap Commandery Prince Xie."

Su Xi-er mengangguk. "Terima kasih banyak atas pengingatnya, Kasim Zhang. Commandery Prince Xie sudah mencoba memancingku hari ini." Saat ini, tiba-tiba saja Su Xi-er mengubah topiknya. "Kasim Zhang, terima kasih banyak karena memberikan hamba begitu banyak kain kasar."  


Chapter 317

Continue reading CTF - Chapter 318

CTF - Chapter 317

Consort of A Thousand Faces

Chapter 317 : Bertemu Xie Yun


Tepat saat percakapan di antara Su Xi-er dan Hong Li terhenti, Lian Qiao bisa terlihat berbelok sembari membawa sebuah baskom kayu. Ia tertegun ketika melihat Su Xi-er, tetapi sebelum ia dapat lepas dari keadaan bengongnya dan melanjutkan, dayang istana lain sudah tertawa dan memanggilnya. "Lian Qiao, kenapa kau tidak kemari dan menyapa Su Xi-er? Dulunya kau menyapu jalur istana sementara ia mencuci pispot, tetapi sekarang, posisi kalian telah tertukar."

Dayang istana itu tertawa lagi setelah ia selesai bicara, nada bicaranya dipenuhi dengan niatan mencela. Sikapnya merupakan norma bagi dayang istana; menginjak-injak mereka yang lebih lemah sementara membungkuk pada mereka yang lebih kuat. Jika mereka melihat kalau kau sudah jatuh dari posisimu, mereka akan menertawakan kemalanganmu dan melemparkan kekerasan secara verbal padamu, melakukan segala yang mereka bisa untuk mendorongmu jatuh bahkan lebih dalam sembari mendorong orang lain untuk melakukannya juga.

Tubuh Lian Qiao kaku. Ekspresinya sangat canggung selagi ia melirik Su Xi-er dan memanggil, "Su Xi-er."

Mengabaikan yang lainnya, Su Xi-er berjalan ke arah Lian Qiao dan menepuk pundaknya sebelum tersenyum. "Tenanglah, jangan pikirkan apa yang dikatakan orang lain. Seharusnya kau tahu bahwa, dengan banyaknya dayang istana yang keluar masuk Istana Samping, kau tidak akan mencuci pispot untuk waktu yang sangat lama."

Ketika Su Xi-er cukup dekat, ia menyadari kalau tangan Lian Qiao dipenuhi lecet. Beberapa lecetnya bahkan berdarah sekarang ini.

"Pergi dan melaporlah pada Dayang Senior Liu, mohon padanya untuk memberikanmu sejumlah obat." Su Xi-er menganjurkan selagi ia melihat ke arah tangan Lian Qiao.

Namun, Lian Qiao segera menyembunyikan tangannya di bawah baskom kayu itu, ekspresinya penuh kegelisahan. Walaupun Su Xi-er perhatian padaku, aku tidak suka mendengar kata-kata itu. Rasanya seolah ia tengah mencemooh diriku dengan mengatakan kalau aku harus mengetahui tempatku, dan bersiap untuk yang terburuk. Sekalinya musim dingin tiba, lecet di tanganku hanya akan jadi makin parah, sehingga aku harus meminta salep pada Dayang Senior Liu sekarang.

Su Xi-er tidak mengatakan yang lainnya, tersenyum lagi sebelum memutar tumitnya. Namun, ia tiba-tiba saja merasakan tangan Lian Qiao menarik lengan bajunya. "Su Xi-er, sebelumnya kau memintaku untuk membuatkan bubuk gatal-gatal; sekarang sudah selesai."

"Jika kau bisa membuat bubuk gatal, kau boleh mengkutiku." Aku ingat kalau Su Xi-er pernah memberitahukanku itu.

Su Xi-er membantu Lian Qiao barusan ini, karena ia dapat melihat kalau orang itu tengah mengalami masa sulit. Akan tetapi, membiarkan gadis itu mengikutinya, adalah sesuatu yang masih harus direnungkannya.

Ketika Lian Qiao melihat kalau Su Xi-er tidak menjawab untuk waktu yang lama, ia mencengkeram baskom kayu itu dengan benar lagi. "Terima kasih karena membantuku barusan ini. Walaupun itu tidak menenangkan perasaan dalam hatiku, aku masih harus berterima kasih padamu." Lian Qiao berkata dengan jujur sebelum berjalan pergi.

Memerhatikan sosok menjauh Lian Qiao, satu pemikiran pun mendatangi Su Xi-er. Ia memahami obat-obatan, dan Yu Xiao mengkhususkan diri dalam membuat obat-obatan yang aneh. Jika aku bisa memanfaatkan Lian Qiao ....

Tepat saat ia mulai tersesat dalam pemikirannya, dayang istana yang lain berteriak serentak, "Pelayan ini memberi hormat pada Commandery Prince Xie."

Hanya setelah Su Xi-er mendengar kata-kata 'Commandery Prince Xie' barulah ia berbalik. Tidak sampai Hong Li menarik lengan bajunya, barulah Su Xi-er sedikit merendahkan tubuhnya dan membungkuk. "Hamba memberi hormat pada Commandery Prince Xie."

Xie Yun melambaikan tangannya dan memberi sinyal agar para dayang bangun. "Walaupun kalian semua adalah dayang istana dari Istana Samping, dan dianggap berstatus rendah di dalam istana, tanpa kalian semua, seluruh istana akan berantakan. Pangeran ini akan berterima kasih pada kalian, mewakili Yang Mulia. Aku sudah secara khusus mengirimkan seseorang untuk membawakan sejumlah buah-buahan kemari; kalian boleh berhenti bekerja dan pergi ke dapur untuk memakannya."

Semua orang jadi gembira ketika mereka mendengar ini, tetapi tidak berani bergerak sampai suara Commandery Prince Xie terdengar lagi. "Pangeran ini sudah berbicara pada Dayang Senior Liu. Ia tidak akan menghukum kalian."

Setelah itu, pengawal dari kediaman Commandery Prince Xie mengulurkan tangannya dan membimbing sekelompok dayang istana itu pergi.

Walaupun baru saja menjelek-jelekkan Xie Yun, Hong Li penuh senyum sewaktu ia menyeret Su Xi-er ke arah dapur.

Akan tetapi, sebelum mereka bisa pergi jauh, ia dihentikan oleh Xie Yun. "Su Xi-er tetap tinggal."

Kata-katanya sederhana dan jelas, membingungkan semua dayang istana yang tersisa. Apakah Commandery Prince Xie datang ke Istana Samping demi Su Xi-er? Bukankah ia diurusi oleh Pangeran Hao? Kenapa ia terkait dengan Commandery Prince Xie juga?

Pada pemikiran ini, sekelompok dayang istana itu menunjukkan penghinaan di mata mereka. Ia tidak puas hanya berhubungan dengan Pangeran Hao, bahkan sedang mencoba memalangi Commandery Prince Xie. Seorang wanita cantik benar-benar tidak tahu malu!

Hong Li melepaskan tangan Su Xi-er dan melirik gugup ke arah Commandery Prince Xie. Tidak akan ada yang salah, kan?

Su Xi-er tersenyum pada Hong Li, guna menenangkannya; barulah kemudian, Hong Li berhenti merasa cemas dan pergi.

Tak lama setelahnya, hanya Su Xi-er dan Xie Yun yang tersisa di jalur istana tersebut.

Su Xi-er membungkuk ke arah Xie Yun untuk memberikan hormatnya sebelum bertanya, "Commandery Prince Xie, apakah Anda meminta pelayan ini untuk tetap tinggal karena ada sesuatu yang ingin Anda beritahukan padaku?"

Xie Yun maju selangkah dan menilainya. "Pangeran ini hanya ingin melihat seberapa cantiknya orang yang disukai oleh Pangeran Hao."

"Kalau itu kasusnya, karena Anda sudah melihat hamba, aku akan undur diri sekarang." Su Xi-er membungkuk lagi dan berbalik pergi.

Satu tangan panjang menghadang jalannya. "Pangeran ini kemari bukan hanya untuk melihatmu."

Suaranya menggema, tetapi pemikirannya tersembunyi di balik senyum samar di wajahnya.

Su Xi-er menengadahkan kepala dan menatapnya. "Ada urusan lain apa yang Anda miliki, Commandery Prince Xie?"

"Sebelumnya, ada seorang dayang istana dari Istana Samping yang menghancurkan bandul giok Pangeran ini, yang dikenakan di pinggangku. Pangeran ini ingin menghukumnya, tetapi dayang istana lain menanggung kesalahan itu untuknya." Xie Yun terdiam dan terkekeh. "Menanggung kesalahan untuk orang lain, melanggar peraturan istana. Beritahukan padaku, apa yang harus kita lakukan tentang itu?"

"Insiden itu terjadi sudah lama sekali, dan dayang istana yang menghancurkan bandul giok Anda sudah meninggal dunia. Sebagai seorang Commandery Prince Xie yang agung dan mulia, kenapa Anda perlu meributkan tentang seorang wanita yang sudah meninggal?" Su Xi-er sengaja mendistorsi maknanya dan menempatkan Xie Yun dalam tumpuannya.

Sejejak kekaguman muncul di mata Xie Yun. "Tidak mengherankan apabila kau telah mempertahankan perhatian Pangeran Hao untuk waktu yang sangat lama, sampai-sampai ia bahkan bersedia untuk membubarkan Istana Kecantikan. Siapa yang tidak akan menyukai seorang wanita yang cantik dan berotak?" Tiba-tiba saja, Xie Yun maju selangkah mendekati Su Xi-er.

Xie Yun cukup cepat, dimana Su Xi-er tidak mampu berpindah sebelum ia sudah cukup dekat untuk mencium aroma rerumputan pada pria itu.

Secara naluriah, Su Xi-er mundur selangkah, tetapi tidak menyadari kalau Xie Yun akan mengulurkan tangannya ke belakangnya, guna menjaganya tetap di tempat.

Mata Xie Yun dipenuhi senyuman. "Pangeran ini bukan meributkan tentang orang yang sudah mati, dan hanya sedang menyelidiki dayang istana yang menanggung kesalahan itu untuknya. Beritahukan pada Pangeran ini, siapakah itu?"

Disposisi Xie Yun saat ini, secara tak menyenangkan, mengingatkan Su Xi-er akan Yun Ruo Feng ketika pria itu mencoba untuk menyenangkan dirinya.

Alis tipis Su Xi-er agak mengerut. Pada akhirnya ia menginjak kaki pria itu kuat-kuat, kemudian menurunkan tubuhnya, melewati lengannya, mundur ke satu sisi.

"Kau wanita yang kurang ajar." Kata-kata Xie Yun terdengar seolah ia tengah mencemooh Su Xi-er, tetapi senyumannya hanya jadi makin lebar.

Su Xi-er menjawab hormat, "Commandery Prince Xie, karena Anda ingin mengejar masalah ini, maka tidak ada lagi yang dapat hamba katakan. Apakah aku akan dipukuli, atau dicambuk? Atau apakah aku harus bekerja lebih?"

"Kau tidak akan dipukul, dicambuk, atau disuruh untuk melakukan lebih banyak kerjaan. Karena kau berutang pada Pangeran ini, kau harus pergi ke Kediaman Commandery Prince Xie dan menyapu jalur kecil di sana selama tujuh hari. Setelah itu, kau boleh kembali ke Istana Samping." Xie Yun berkata pelan-pelan, masih sambil tersenyum.

Su Xi-er langsung menolaknya. "Aku tidak bisa."

"Kenapa tidak?" tanya Xie Yun.

"Commandery Prince Xie, Anda harus pergi dan menanyai Pangeran Hao. Hanya jika Pangeran Hao menyetujuinya, baru hamba bisa pergi." Su Xi-er memutuskan untuk melemparkan masalah rumit ini pada Pei Qian Hao.

Ketika Xie Yun mendengarnya membicarakan soal Pangeran Hao, ia tertawa. "Ini di antara kau dan Pangeran ini; mengapa kita harus mengganggu Pangeran Hao?"


Silakan lanjut ke Chapter 318 di sini.

Atau ke TOC.

Continue reading CTF - Chapter 317

CTF - Chapter 316

Consort of A Thousand Faces

Chapter 316 : Ditempatkan di dalam Istana


Mata pelayan keluarga itu membelalak, tetapi kekagetannya dengan cepat berubah menjadi jijik dan mengejek sewaktu ia melihat Tan Ge dan Cui-er berjalan menuju ke kediaman.

Kepala Keluarga sampai susah-payah mengirimkan Nona Pertama ke Istana Kecantikan, tetapi sekarang karena Istana Kecantikan telah dibubarkan, Nona Pertama diusir juga! Sekali lagi, Kediaman Tan kehilangan muka, dan Kepala Keluarga telah memberikan perintah agar membiarkannya sendiri, tetapi Nona Pertama masih punya muka untuk kembali?

"Apa kau tidak akan memberikan hormatmu setelah melihat Nona?!" Saat Cui-er melihat kalau pelayan keluarga itu begitu arogan dan kasar, ia pun tak tahan untuk memarahinya.

Pelayan keluarga itu tertawa mengejek dan mendengus. "Nona Pertama, kau masih belum menyelesaikan tugas yang diberikan padamu oleh Kepala Keluarga, sehingga Kediaman Tan tidak ada hubungannya denganmu mulai dari sekarang. Aku sudah bersikap sopan dengan tidak mengusirmu."

Walaupun ia sudah menduga ini, Tan Ge masih kecewa selagi ia melihat ke jalanan yang sepi dan pintu masuk yang kumuh. Kediaman Tan belum mulai menjual perabotan, tetapi hanya mampu mempertahankan status mereka saat ini dengan menggunakan tabungan yang diwariskan oleh leluhur kami. Setelah itu habis, tak akan lama sebelum mereka harus menjual kediaman dan pindah.

"Nona Pertama, cepat pergi! Kalau tidak, aku benar-benar akan menggunakan sapuku untuk memaksamu pergi!" Pelayan keluarga itu bahkan tidak punya tongkat yang layak, sehingga ia hanya bisa menggunakan sapu dalam pegangannya.

Tepat ketika itu mulai tampak tak ada harapan, suara lainnya pun berbunyi. "Pangeran ini tidak mengira kalau Keluarga Tan telah jatuh hingga tahap dimana mereka akan mengusir putri resmi pertama mereka keluar." Setelah ia selesai bicara, satu sosok ramping pun turun dari kereta kuda.

Ketika si pelayan melihat pria bertampang bangsawan itu, matanya langsung melebar. Pangeran ini? Tetapi orang di depanku ini tidak mungkin si Pangeran Hao yang dingin itu. Pria ini memang menunjukkan ciri-ciri kebangsawanan, tetapi lebih lembut daripada Pangeran Hao.

Karena ia tidak bisa mengambil risiko menyinggung seseorang dengan status yang besar, pelayan keluarga itu membungkuk hormat. "Bolehkah aku bertanya, siapa Anda?"

Pengawal Commandery Prince Xie menjawab. "Beritahukan Kepala Keluarga Tan bahwa Commandery Prince Xie sudah tiba di Kediaman Tan."

Saat si pelayan keluarga mendengar kalau itu adalah Commandery Prince Xie, ia nyaris merasa jantungnya melompat keluar dari dadanya. "Pelayan ini pantas mati karena menghina Commandery Prince Xie." Setelah itu, si pelayan keluarga berlari tergesa-gesa masuk ke dalam kediaman dengan ekspresi yang kegirangan sekali. Commandery Prince Xie di sini!

Kepala Keluarga Tan sedang duduk di dalam aula utama dengan alis yang tertaut, tetapi kala ia mendengar bahwa Commandery Prince Xie datang secara pribadi ke Kediaman Tan, ia langsung bersemangat. Ia bahkan sampai memerintahkan beberapa pelayan dan gadis pelayan keluarga yang tersisa agar tampak lebih bersemangat dan bersiaga!

Tak lama setelahnya, pintu kediaman pun terbuka, memperlihatkan si Kepala Keluarga, Tan Zhuang. Ia mengangkupkan kedua tangannya sambil tersenyum, memberi hormat. Namun, ia kaget, melihat bahwa putrinya, Tan Ge, telah kembali.

Walaupun pria di depannya adalah ayahnya sendiri, Tan Ge tidak bisa merasakan keakraban yang akan diharapkan orang dari kerabat mereka. Atmosfernya dengan cepat jadi canggung hingga Tan Ge memanggil pelan, "Ayah."

Tidak ada perubahan dalam ekspresi Tan Zhuang sewaktu ia hanya mengangguk. "Mmm." Kemudian, ia melirik ke arah si pelayan keluarga di samping. "Bawa Nona Pertama masuk ke dalam kediaman dan siapkan sebuah tempat untuk ditinggalinya."

Siapkan sebuah tempat untuk ditinggali ... Aku punya sebuah halaman di Kediaman Tan. Apakah orang lain masuk setelah aku pergi?

Tan Zhuang melihat kebingungan di mata Tan Ge. "Pergi ke sana dulu, aku akan bicara denganmu nanti."

Memilih saat ini, Xie Yun tertawa pelan. "Kepala Keluarga Tan, kejayaan Kediaman Tan mungkin akan bergantung pada Nona Pertama di depanmu ini."

Wajah Tan Zhuang langsung berhiaskan senyuman. "Commandery Prince Xie, apa yang membawa Anda dan putri biasaku kemari hari ini?"

"Kepala Keluarga Tan, apa kau ingin bicara dengan Pangeran ini di pintu masuk kediamanmu? Apa kau tidak akan mengundang Pangeran ini untuk duduk?" Wajah Xie Yun tersenyum, tetapi nada bicaranya membuatnya terasa tidak bisa didekati.

Tan Zhuang tersenyum menyesal. "Kediaman Tan sudah lama sekali tidak menyambut orang penting seperti diri Anda, Commandery Prince Xie. Mohon maafkan orang biasa ini; silakan masuk." Ia mengulurkan tangannya guna mengundang Commandery Prince Xie masuk.

Xie Yun mengangguk dan berjalan masuk ke dalam Kediaman Tan, sementara Tan Ge dan Cui-er mengikuti di belakang.

Saat mereka memasuki aula utama, Xie Yun duduk di tempat duduk paling atas. Seorang gadis pelayan menyeduhkan teh dan menyajikannya padanya dengan hati-hati.

Xie Yun menerima teh itu dan menyesap kecil sebelum menurunkannya kembali tanpa kata.

Tehnya basi, dan rasanya anyep. Menggunakan teh musim gugur dari dua tahun yang lalu untuk menyambut seorang anggota bangsawan ... tampaknya Kediaman Tan sungguh berada di ujung keruntuhan.

Tentu saja, Tan Zhuang sangat mengetahui ini. Tetapi, tak ada yang dapat kuperbuat soal itu. Ini sudah merupakan teh terbaik di kediaman kami.

"Commandery Prince Xie, apa Anda datang ke Kediaman Tan hari ini karena ada sesuatu yang penting yang harus Anda sampaikan pada orang biasa ini?"

Xie Yun mengangguk dan menunjuk ke arah Tan Ge, yang sedang berjalan menuju ke halaman belakang. "Nona Pertama dari Kediaman Tan, terkenal sebagai salah satu dari tiga wanita cantik di Bei Min."

"Ah, itu bertahun-tahun yang lalu." Tan Zhuang mendesah.

"Kepala Keluarga Tan, kau sampai bersusah payah tiga tahun yang lalu, demi mengirimkan Nona Pertama Tan masuk ke dalam Istana Kecantikan. Sekarang, karena Istana Kecantikan sudah dibubarkan, Nona Pertama tertinggal dalam keadaan melarat. Kau harus membantunya mencari jalan keluar dari keadaan sulitnya."

Xie Yun berhenti di sini.

Tan Zhuang segera mengerti dan berlutut dengan satu kaki. Ia mengangkupkan kedua tangannya sebelum bertanya, "Commandery Prince Xie, orang biasa ini tidak mampu. Aku tidak mampu memikirkan sebuah jalan keluar untuk putri biasaku. Apakah Anda punya ide?"

"Tentu saja. Nona Pertama Tan dapat masuk istana kekaisaran sebagai seorang dayang istana. Pangeran ini akan merekomendasikannya untuk sebuah jabatan di Perpustakaan Kekaisaran." Xie Yun mempertahankan roman muka tersenyumnya selagi ia pelan-pelan mengusulkan.

Bekerja di Perpustakaan Kekaisaran! Di Bei Min, seorang dayang istana di Perpustakaan Kekaisaran, bisa dianggap seseorang yang berpangkat, dan akan dikenal sebagai petugas wanita istana.

(T/N : terjemahan Inggrisnya : court lady, yang artinya ya wanita istana. Tapi ini maksudnya, wanita istana yang biasanya berasal dari wanita bangsawan yang melayani di dalam istana, tetapi dengan kasta yang lebih rendah daripada orang-orang yang dilayaninya.)

Tan Zhuang segera berlutut guna mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Terima kasih banyak atas kebijaksanaan Anda, Commandery Prince Xie."

Xie Yun mengangkat tangannya untuk memberi sinyal agar ia bangkit. "Pangeran ini dapat melihat kalau Nona Pertama Tan tidak mau masuk istana kekaisaran. Kepala Keluarga Tan, kau harus mengajarinya dengan baik. Pangeran ini akan segera mengirimkan kereta kuda untuk membawanya masuk ke istana." Lalu, Xie Yun bangkit dan berjalan keluar dari aula.

Tan Zhuang tidak dapat menahan rasa suka citanya dan langsung menuju ke halaman belakang. Putri keduaku sedang menempati kamar Tan Ge, tetapi aku akan menyuruhnya untuk pindah sekarang juga. Harapan dan masa depan Kediaman Tan, sudah jatuh ke pundak Tan Ge lagi.

***

Setelah Xie Yun meninggalkan Kediaman Tan, seorang pengawal dari Kediaman Commandery Prince maju ke depan dan melaporkan, "Commandery Prince Xie, Pangeran Hao pergi ke barak tentara."

"Setelah pergi sekian lama, wajar saja bagi Pangeran Hao untuk memeriksa pasukan. Pangeran ini akan masuk istana." Setelah itu, Xie Yun naik ke atas kereta kuda.

Ia ingin masuk ke istana kekaisaran untuk menemui pengawas Perpustakaan Kekaisaran, Guru Agung Kong. Perpustakaan Kekaisaran kekurangan seorang dayang istana untuk mengatur buku, tetapi mereka hanya membutuhkan satu orang. Beruntungnya, karena aku bisa mengetahui kalau Pei Qian Hao berencana untuk membuat Su Xi-er masuk Perpustakaan Kekaisaran.

Para leluhur Kediaman Tan adalah sastrawan, sehingga Tan Ge akan lebih disukai apabila ia melamar untuk posisi yang sama. Lebih baik bagi Su Xi-er untuk tetap di Istana Samping untuk saat ini.

***

Ironisnya, Su Xi-er tidak mengetahui bahwa Commandery Prince Xie telah menargetkannya. Ia bahkan belum pernah bertemu Commandery Prince Xie, sehingga pengetahuannya tentang pria itu semuanya berasal dari orang lain.

Su Xi-er mengeluarkan sapu dan baru saja akan menyapu jalur istana bersama Hong Li dan ketiga dayang lainnya. Mereka berlima ditugaskan untuk membersihkan seluruh bentangan jalur istana di Istana Samping, dan sementara ketiga orang lainnya tidak berani bergosip tentang Pangeran Hao, hal yang sama tidak berlaku pada Commandery Prince Xie, yang dideskripsikan sebagai orang yang luar biasa dan lembut.

Ketika Hong Li mendengar percakapan mereka, ia cemberut. "Apanya yang begitu bagus tentang dirinya? Jika Commandery Prince Xie begitu hebat, ia tidak akan menghukum He Xiang Yu karena menyinggungnya, dan kau tidak perlu menanggung kesalahan untuknya. Itu adalah salahnya, makanya kau menderita begitu banyak pukulan papan."

Setelahnya, Hong Li tersenyum. "Namun, papan-papan itu juga membuatmu beruntung. Kau terbangun seperti orang yang berbeda setelah hukuman itu."

Su Xi-er tersenyum samar ketika ia mendengar itu. Tidak ada yang mengetahui bahwa hukuman itu telah merenggut nyawa Su Xi-er dan memungkinkanku masuk ke dalam tubuhnya.

Continue reading CTF - Chapter 316

CTF - Chapter 315

Consort of A Thousand Faces

Chapter 315 : Kediaman Tan


Pelayan Tan Ge, Cui-er, tidak mengenali kereta kuda Pangeran Hao, tetapi ia mengenali Wu Ling. Dengan seberapa besar rasa hormat yang ditunjukkan Wu Ling pada orang yang ada di dalam kereta kuda tersebut, hanya mungkin Pangeran Hao! Pelayan itu langsung menarik-narik lengan baju Tan Ge. "Nona, itu adalah kereta kuda Pangeran Hao!"

Suaranya mengandung sejejak kegembiraan. Aku akan mengawasi kereta kuda berjumbai hitam ini di masa yang akan datang. Aku mungkin bisa memohon Pangeran Hao agar mempertahankan Nona dan tidak mengusirnya.

Kontras dengan Cui-er yang kegirangan, Tan Ge jauh lebih tenang. "Meski jika Pangeran Hao sedang berdiri di depanku, aku tidak akan memohon padanya agar mempertahankanku. Aku tidak ingin menjalani kehidupan semacam itu." Setelah itu, ia memutar tumitnya dan berjalan menuju ke rumah jahit.

Ia merasa dirinya sangat beruntung, dapat menemukan sebuah rumah jahit setelah ia meninggalkan Istana Kecantikan. Pengurus itu mengakui keahliannya dan mengizinkannya untuk tinggal.

"Nona!" Cui-er cemberut. Kenapa Nona menyerah pada dirinya sendiri? Ini sudah beberapa hari semenjak Istana Kecantikan dibubarkan, tetapi Kepala Keluarga bahkan masih belum mencoba untuk menghubungi Nona. Apakah ia sungguh berencana untuk mengabaikannya dan meninggalkannya seorang diri?

Cui-er memerhatikan sewaktu Tan Ge berjalan pergi dan buru-buru mengikutinya. Akan tetapi, tiga pria kekar muncul dan menghadang jalan mereka tepat saat mereka berbelok di sudut. Sudah jelas kalau mereka di sana untuk mencari masalah dengan kedua wanita ini.

Tan Ge mundur beberapa langkah ke belakang tetapi tetap tidak gentar, menegur mereka dengan suara yang keras. "Hukum di Bei Min ketat, dan ini tengah hari. Mengapa kalian mencoba untuk secara sengaja melanggar hukum?"

Pria-pria kekar itu tertawa. "Cantik, kami hanya tahu bahwa kami tidak akan membiarkanmu kabur dari kami hari ini. Sementara untuk hukumnya? Apa yang akan diketahui oleh kami, saudara-saudara yang tidak berpendidikan tentang itu?"

"Lihat Kakak Tertua, apa yang kukatakan itu benar. Aku melihatnya berjalan masuk ke dalam rumah jahit kemarin. Tsk, tsk, wanita-wanita penjahit lainnya itu, entah terlalu tua atau berkulit kasar. Si cantik di sini berkulit mulus dan berwajah cantik. Aku hanya ingin mencicipinya saat aku melihatnya!"

Ketiga pria itu berbicara secara santai di antara mereka, selagi mereka mendekati Tan Ge, tidak memedulikan Cui-er sewaktu dengan beraninya ia menempatkan dirinya di depan orang itu. "Nona, cepatlah pergi; pelayan ini akan menghadang mereka untuk Anda. Kalian semua, orang-orang rendahan, apa kalian tahu siapa yang sedang berdiri di depan kalian?!"

Tan Ge mengatupkan bibirnya rapat-rapat, wajahnya mengerut menjadi ekspresi yang serius. Cui-er tumbuh besar bersamaku sejak kecil; ia adalah satu-satunya anggota keluarga terdekat yang kumiliki setelah meninggalkan Kediaman Tan. Jika aku meninggalkan Cui-er, aku tidak layak jadi manusia!

"Nona, pergi sekarang!" Cui-er jadi semakin gelisah, mengulurkan tangannya untuk mendorong Tan Ge pergi.

Namun, salah satu dari pria itu dengan cepat berjalan ke belakang Tan Ge dan menggunakan tangannya untuk menggendongnya ala pengantin, dan memutar-mutar dirinya. Tangannya memeluk pinggangnya sementara ia berbicara. "Kediaman Tan sudah lama merosot, kalau tidak, akan ada orang kemari untuk menyelamatkanmu. Kenapa tidak ikuti saja kami ini? Setidaknya, kau bisa hidup dalam damai karena kami bertiga menyokongmu!"

Mata Tan Ge melemparkan pelototan dingin, dan ia bahkan meludahinya. "Kalau kau tidak menurunkanku, jangan harap untuk mempertahankan otot di tangan dan kakimu!"

Di lain pihak, Cui-er sudah dipaksa hingga ke sudut oleh kedua pria kekar lainnya. Mereka mengulurkan tangan mereka berbarengan dan membuka kerah bajunya, memperlihatkan bahu telanjangnya. "Bahkan, pelayannya saja berkulit sebagus ini! Kita benar-benar memenangkan lotere!"

Cui-er belum pernah dipermalukan seperti ini, dan jadi marah besar sementara ia mencoba untuk menggigit tangan pria itu.

Pria kekar itu mendengus dan menampar wajahnya; nyaris segera, wajah Cui-er mulai membengkak.

Melihat kalau ini tidak berjalan baik, Tan Ge memutuskan untuk mengikuti para pria itu untuk sekarang ini, demi menenangkan mereka. Kami bisa mencari sebuah kesempatan untuk melarikan diri setelah meninggalkan gang ini!

Setelah memutuskan ini, ia mencoba untuk memainkan sandiwara seorang wanita yang pemalu. "Aku setuju untuk mengikuti kalian, tetapi turunkan aku dulu. Aku takut orang lain melihat kita seperti ini di siang bolong."

Pria kekar yang sedang menggendongnya pun kesenangan mendengar itu. Ia tertawa terbahak-bahak dan mencium pipinya. "Baiklah, ikuti kami dengan patuh!"

Tan Ge menekan rasa jijiknya dan mengikuti ketiga pria itu dari belakang, merapikan baju Cui-er saat ia melewatinya.

Air mata Cui-er berjatuhan seperti tetesan hujan. "Nona ...."

"Mari kita ikuti saja mereka, untuk saat ini." Tan Ge mengedip pada Cui-er, dan orang itu mengangguk untuk memberi isyarat bahwa ia mengerti.

Setelah mereka sampai di jalan utama dimana ada lebih banyak pejalan kaki, Tan Ge menarik Cui-er bersamanya dan mulai melarikan diri.

Ketiga pria kekar itu menyadari tindakan mereka dan menghentikan mereka. "Dasar kau wanita tidak tahu malu, walau sudah menikahi kakak tertuaku, kau masih berpikir untuk pergi keluar dan merayu orang setiap hari!"

Orang-orang yang lewat pun memberikan mereka pandangan sekilas dan menggelengkan kepala mereka. Kami tidak semestinya ikut campur dalam urusan keluarga.

Cui-er gusar. "Siapa yang menikahi kakak tertuamu? Kalian bertiga mencoba untuk menculiknya!"

Ketiga pria kekar itu tidak berkomentar lebih jauh dan hanya memegangi Tan Ge dan Cui-er.

Tiba-tiba saja, satu kereta kuda dengan jumbai warna cyan yang menggantung dari atapnya pun lewat.

Tan Ge langsung mengenali kereta kuda Commandery Prince Xie dan memanggil, "Commandery Prince Xie, tolong selamatkan wanita kecil ini!"

Ketika para pria kekar itu mendengar nama Commandery Prince Xie, membuat mereka merinding. Namun, ketika ia melihat si Commandery Prince Xie yang disebut-sebut ini, ia langsung berbalik dan menampar wajah Tan Ge.

Namun, tiba-tiba saja, pria kekar itu mulai menjerit kesakitan sewaktu darah bercipratan kemana-mana. Tan Ge menggunakan kesempatan untuk menyerang dengan pisau yang disembunyikannya, menyayat dalam ke tangan kanan pria itu.

Meskipun berteriak, suara jelas dari pria lain dapat terdengar di antara kericuhan itu. "Pengawal, tangkap ketiga pria itu. Mereka mencoba untuk menculik Nona dari Kediaman Tan, dan harus dihukum dengan keras oleh hukum."

Pengawal itu membungkuk dan segera mengepung ketiga pria itu berbarengan sebelum membawa mereka pergi.

Air mata kegembiraan bercucuran dari mata Cui-er sewaktu ia menarik tangan Tan Ge. "Nona, kita selamat!"

Tan Ge mengangguk. Perlahan-lahan ia berjalan ke depan kereta kuda Commandery Prince Xie dan membungkuk untuk memberikan hormat. "Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan kami, Commandery Prince Xie."

Satu tangan yang panjang mengangkat tirai kereta kuda tersebut, memperlihatkan sisi samping dari wajah tampan Xie Yun. Cui-er pun hanya bisa tertegun. Pria ini memiliki aura yang sangat berbeda dari Pangeran Hao. Mereka sama-sama tampan, tetapi Pangeran Hao dingin, sementara Commandery Prince Xie lembut.

(T/N : saya mencium bau-bau Yun preet kedua kalo uda bawa-bawa pria lembut ini -_-)"

"Nona Tan, Pangeran ini akan mengantarkanmu kembali ke Kediaman Tan."

Saat Tan Ge mendengar ini, ia segera menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan kembali."

Namun, bukan terserah padanya untuk memutuskan apakah ia harus kembali atau tidak. Kedua pengawal itu memahami niat Xie Yun dari tampangnya, dan memanggil kereta kuda lain sebelum meminta kedua wanita itu untuk naik.

"Nona Tan, kau harus kembali ke tempat kau berasal." Tak lama setelah ia membuat komentar ini, kereta kuda Xie Yun perlahan-lahan mulai bergerak pergi.

Ekspresi Tan Ge sakit, tetapi ia tidak punya pilihan dalam masalah ini. Kereta itu segera dalam perjalanan menuju ke Kediaman Tan, berlokasi di sebuah jalan yang sepi di ibu kota.

Cui-er gembira sekali, tidak memahami perasaan majikannya. "Nona, Commandery Prince Xie akan mengantarkan kita kembali. Semua orang akan berpikir kalau Commandery Prince Xie mendukungmu. Mulai sekarang, tidak ada orang di Kediaman Tan yang akan memandang rendah dirimu!"

Tan Ge tidak membalas, hanya memandangi jalanan yang menghilang di belakangnya dengan kekecewan yang jelas, menggenang di matanya. Aku hanya ditakdirkan untuk dirantai lagi. Sudah jelas dari saat Istana Kecantikan dibubarkan, Kediaman Tan tidak berniat untuk mempertahankanku sebagai seorang putri. Tidak datang mencariku, kurang lebih sudah membuktikan ini.

Sekarang karena aku kembali ke Kediaman Tan, satu-satunya alasan mereka akan memperlakukanku dengan hormat adalah jika mereka ingin memanfaatkanku lagi.

Pelayan keluarga di depan pintu masuk Kediaman Tan menguap tanpa henti. Dedaunan yang berjatuhan telah terkumpul di depan pintu masuk, dan pintu kayu itu sendiri mulai rusak. Hanya papan penanda dengan tulisan 'Kediaman Tan' yang tertulis di atasnya yang tampak bersih.

Ketika pelayan keluarga yang berjaga di pintu masuk melihat sebuah kereta kuda yang besar, luas, dibawa dengan dua kuda, berhenti di depan kediaman, matanya pun membelalak. Apakah ada tokoh besar yang tiba?

Continue reading CTF - Chapter 315