Kamis, 12 Maret 2026

CTF - Chapter 285

Consort of A Thousand Faces

Chapter 285 : Percakapan Antar Pria


Tatapan Pei Qian Hao beralih dan mendarat pada Ning Lian Chen, tangan kanannya mengetuk-ngetuk ringan di atas meja. "Menurut Yang Mulia, bagaimanakah Pangeran ini memperlakukan Su Xi-er?"

Ning Lian Chen tidak menyangka bahwa Pei Qian Hao akan seterus-terang ini. Hanya Pei Qian Hao yang akan mengetahui bagaimana sesungguhnya ia memperlakukannya; sekarang adalah kesempatanku untuk mengetes airnya. Ning Lian Chen sengaja melepaskan kekehan, berlagak tak peduli sewaktu ia menjawab, "Dari apa yang Kaisar ini lihat, kau sangat menyukai Su Xi-er, Pangeran Hao. Tetapi, terlepas dari seberapa sukanya, ada batasan yang tidak akan pernah bisa dilewati. Seorang dayang, paling tinggi, hanya bisa menjadi seorang selir, sementara hanya wanita kelahiran bangsawan yang dapat bermimpi menjadi Hao Wang Fei atau Hao Ce Fei. Apakah Kaisar ini benar?"

Kemudian, Ning Lian Chen mengalihan tatapannya pada Pei Qian Hao, ekspresi santainya menyembunyikan keingintahuan di dalamnya. Aku ingin tahu jawaban Pei Qian Hao soal ini. Ada beberapa hal yang tidak dapat diutarakan Kakak Perempuan, jadi aku akan mewakilinya menanyakannya.

Ekspresi Pei Qian Hao tetap tidak berubah, matanya tak terbaca sementara sudut bibirnya terangkat. Bagi Ning Lian Chen, secara pribadi memancingku, seberapa penting Su Xi-er baginya?

"Bagaimanakah Yang Mulia terkait dengan Su Xi-er? Di dunia ini, hanya orang-orang yang memiliki hubungan yang sangat dekat, yang akan memikirkan masa depan orang lain. Sementara untuk Su Xi-er, masa depannya terletak pada Pangeran ini; apa hubungannya dengan Yang Mulia?"

Jantung Ning Lian Chen tenggelam. Pertanyaan itu dilempar kembali kepadaku. Apakah Kakak Perempuan akan benar-benar bahagia apabila ia mengikuti Pei Qian Hao? Bagaimana masa depan Kakak Perempuan hanya menjadi urusan Pei Qian Hao? Itu juga merupakan urusan adik lelaki ini. Pengalaman Kakak Perempuan di kehidupannya yang lalu sudah terlalu pahit bagi yang lainnya. Dengan demikian, kehidupannya yang sekarang, harus tanpa ketidakadilan sedikit pun!

Meski demikian, Ning Lian Chen bertekad untuk mendapatkan jawaban dari Pei Qian Hao hari ini. Ia menguatkan diri dan secara sengaja menyebutkan, "Pangeran Hao, Su Xi-er adalah orang yang berbakat dan cerdas. Orang seperti ini, akan selalu bertindak sesuai keinginan mereka, dan tidak akan pernah membiarkan diri mereka untuk tetap berada di bawah orang lain. Jika suatu hari nanti kau memaksanya hingga ke sudut ...."

Pei Qian Hao menyela Ning Lian Chen. "Tidak akan ada hari semacam itu. Yang Mulia sudah bertanya terlalu banyak; ini adalah urusan pribadi Pangeran ini."

Ning Lian Chen tersenyum. "Itu memang adalah urusan pribadi. Kesepakatan yang kau buat dengan Kaisar ini tampaknya seperti saling menguntungkan, tetapi sesungguhnya Bei Min menderita kerugian dalam segala hal. Kaisar ini tidak berani memercayai bahwa kau akan menggunakan militer dan kekayaan kerajaanmu untuk membantu Nan Zhao."

"Pangeran ini tidak pernah melakukan sesuatu yang merugikan. Pertama, Pangeran Yun telah menyinggung Pangeran ini; dan kedua, Nan Zhao sangat berhasil dalam florikultura, seni memahat, dan pengetahuan. Terlebih lagi, Pangeran ini hanya membantu Nan Zhao karena Pangeran Yun salah langkah. Kalau bukan karena itu, Pangeran ini tidak akan mampu mengubah lingkungan Bei Min tanpa menggunakan seorang pun prajurit."

Orang Bei Min sangat menghargai seni bela diri, tetapi sebagai hasilnya, kurang menekankan pada pentingnya seni sastra. Mempelajari seni bela diri meningkatkan tubuh seseorang, tetapi mempelajari seni sastra dapat mengkultivasi temperamen seseorang. Meski tidak ada yang negatif secara inheren, terlalu melenggang ke satu pihak dari spektrum, dapat menyebabkan suatu bangsa menurun.

"Rumor mengatakan bahwa Pangeran Hao memiliki pemikiran yang teliti. Kaisar ini akhirnya dapat melihatnya hari ini." Kemudian, Ning Lian Chen mengangkat cangkir tehnya. "Kaisar ini akan menggunakan teh ini sebagai ganti anggur, dan bersulang dengan Pangeran Hao."

Pei Qian Hao mengangkat cangkir tehnya juga dan menyindir dengan suara rendah, "Yang Mulia tahu dengan jelas mengapa Pangeran ini marah terhadap Pangeran Yun. Pangeran ini berharap agar Yang Mulia akan berhenti memikirkan tentang orang-orang yang tidak semestinya Anda pikirkan." Kemudian, Pei Qian Hao meneguk isi cangkirnya.

Tangan Ning Lian Chen yang sedang memegang cangkir teh terhenti sejenak sebelum ia tersenyum dan meneguk isinya. "Pangeran Hao, Kaisar ini akan bergerak duluan. Kaisar ini akan datang lagi besok untuk mengantarkanmu."

"Pelayan, temani Yang Mulia keluar." Pei Qian Hao menggesturkan seorang pengawal maju ke depan.

Pengawal itu membungkuk dan mengulurkan tangannya. "Yang Mulia, silakan, sebelah sini."

Ning Lian Chen mengangguk dan mengikuti pengawal itu keluar dari rumah pos, naik ke sebuah kereta kuda yang menunggu, sebelum langsung menuju kembali ke istana kekaisaran. Ning Lian Chen sedang berpikir keras di sepanjang perjalanannya kembali. Walaupun Pei Qian Hao tidak secara eksplisit mengatakan bagaimana ia akan memperlakukan Kakak Perempuan, aku bisa mengetahui dari kata-katanya bahwa ia memang memedulikannya. Setidaknya, ia tidak akan memperlakukan kakak secara tidak adil di masa depan. Bagaimanapun juga, itu hanya karena kakaklah, baru ia bersedia untuk mengerahkan militer dan kekayaan Bei Min untuk menangani Yun Ruo Feng.

Tidak banyak orang mampu mencapai ini. Di antara kekuasaan dan si cantik, Yun Ruo Feng memilih yang pertama, sementara Pei Qian Hao .... Ning Lian Chen menghela napas. Ia cukup berkuasa untuk tidak perlu memilih.

Sebelum kereta kuda Ning Lian Chen dapat mencapai istana kekaisaran, seorang pengawal dari istana mendekat sembari menunggangi seekor kuda. Di saat pengawal itu melihat kereta tersebut, ia turun dan memberi sinyal agar keretanya berhenti.

Dengan satu lutut di tanah, pengawal itu melaporkan, "Yang Mulia, Pangeran Yun terserang flu parah. Gejala-gejalanya memburuk sejak pagi ini, dan saat ini, ia terbaring di ranjang."

Ning Lian Chen beralih ke si kusir setelah mendengarkan. "Menuju ke Kediaman Pangeran Yun."

"Bawahan ini mematuhi perintah."

Roda kereta berputar dengan cepat, dan perlu waktu kurang dari sepuluh menit bagi mereka untuk tiba di Kediaman Pangeran Yun.

Semua pengawal Kediaman Pangeran Yun memasang ekspresi yang muram sementara mereka berdiri di tempat, membungkuk pada Ning Lian Chen selagi ia lewat. Ia menggesturkan agar mereka bangkit sewaktu ia memasuki aula utama.

Tabib Kekaisaran Fang baru saja keluar dari kamar utama; setelah melihat Kaisar, ia meletakkan kedua tangan di depannya dan menyapa, "Pejabat rendahan ini memberi hormat pada Yang Mulia."

"Bagaimana kondisi Pangeran Yun?"

Tabib Kekaisaran Fang tampak kesusahan. "Itu hanyalah flu biasa, dan semestinya tidak akan membawa ke sesuatu seserius ini. Pejabat rendahan ini berpikir bahwa Pangeran Yun sudah bekerja terlalu keras dan kebanyakan berpikir, menyebabkan kondisinya memburuk hingga begini."

"Kaisar ini akan masuk ke dalam melihatnya." Lalu, Ning Lian Chen masuk ke dalam kamar.

Tabib Kekaisaran Fang menghela napas. Sebelum perjamuan kerajaan, Pangeran Yun yang bertanggung jawab atas kerajaan. Sekarang, karena itu sudah berakhir, Pangeran Yun jadi depresi, sementara Yang Mulia sudah memimpin. Apakah akan ada pergolakan politik atau pergantian rezim?

Ketika Ning Lian Chen masuk ke dalam kamar, ia menemukan Qin Ling sedang merawat Yun Ruo Feng. Ia menatap orang itu kebingungan. "Apa tidak ada dayang di Kediaman Pangeran Yun?"

Qin Ling mendesah. "Pangeran Yun tidak mengizinkan dayang untuk melayaninya, bawahan ini tidak punya cara lain."

Ning Lian Chen maju beberapa langkah dan panggilan lemah memasuki telinganya. "Lan-er ...."

"Qin Ling, kau boleh mundur. Kaisar ini akan menjaganya."

"Ini ...." Qin Ling ragu-ragu.

"Mundur," nada bicara Ning Lian Chen berubah dingin. Qin Ling hanya bisa membungkuk dan mundur, menutup pintu kamar saat keluar.

Ning Lian Chen duduk di dekat tempat tidur dan memerhatikan Yun Ruo Feng yang pucat. Kekuasaan atau wibawa apa yang bisa dibicarakan ketika ia dalam keadaan begini? Jika kabar mengenai dirinya jatuh sakit ini tersebar, sudah pasti akan menyebabkan kegemparan di antara para rakyat jelata. Terlepas dari seberapa keji dirinya, atau seberapa banyak ia kehilangan kekuasaannya, ia masih memegang tempat yang penting di dalam hati rakyat.

Walaupun ia jahat, aku harus mengakui bahwa ia memang punya kemampuan dalam menangani perselisihan internal dan memimpin militer.

"Lan-er ...." Panggilan lirih sekali lagi mengalir masuk ke telinga Ning Lian Chen.

Ning Lian Chen menjawab, "Jika kau tahu bahwa hari ini akan datang, maka kenapa kau bertindak seperti yang kau perbuat? Kau sendiri yang mendorong Kakak Perempuan, tetapi sekarang kau menginginkannya kembali. Tidak semuanya akan berjalan sesuai dengan harapanmu."

Meski Ning Lian Chen berbicara dengan pelan, Yun Ruo Feng yang tertidur sepertinya mendengarnya. Alisnya tertaut, dan ekspresi gelisah muncul di wajahnya.

Ning Lian Chen membenci Yun Ruo Feng, tetapi melihat keadaannya sekarang ini, ia tidak tega untuk membuat orang itu lebih terpuruk lagi.

"Kau tidak akan bisa membuat Kakak Perempuan kembali ke sisimu. Kaisar ini sudah menguji Pangeran Hao, dan mengetahui bahwa ia sangat posesif terhadap Kakak Perempuan. Kekuasaannya stabil, sekaligus besar sekali, mustahil untuk menghentikannya. Faktanya, akan lebih baik untuk belajar dari Bei Min dan fokus secara seimbang dalam seni bela diri dan seni sastra." Ning Lian Chen bergumam perlahan. Ia baru menyadari setelah ia selesai bahwa Yun Ruo Feng sudah membuka matanya.

Yun Ruo Feng menatapnya. "Kau sudah lama mengetahui bahwa Su Xi-er adalah Ning Ru Lan?"

"Memang, Kaisar ini mengetahuinya bahkan lebih dulu darimu. Barangkali, kita menyadarinya di waktu yang bersamaan, tetapi kau menolak untuk memercayainya." 

0 comments:

Posting Komentar