Rabu, 18 Maret 2026

CTF - Chapter 297

Consort of A Thousand Faces

Chapter 297 : Mengolok-olok


Mata Su Xi-er melengkung dengan roman muka tersenyumnya selagi ia mengangkat tangan untuk mencubit wajah Ruo Yuan. "Aku sudah lama sekali tidak melihatmu, dan sekarang kau pandai bicara. Kulitmu jadi lebih baik juga; rasanya seolah aku bisa melihat air ketika aku mencubit wajahmu."

Hong Li adalah yang pertama menyadari keceriaan dan rasa main-mainnya. Sekarang Su Xi-er tidak begitu pendiam. Apakah ini semua karena Pangeran Hao?

Ruo Yuan menolehkan kepala tembemnya ke samping. "Jangan terus mencubitiku, kalau tidak, wajahku akan jadi lebih besar lagi. Aku sudah memutuskan agar makan lebih sedikit di masa yang akan datang, dan mencoba untuk menguruskan diri juga. Lalu, mungkin ...." Ruo Yuan berhenti bicara, wajahnya berubah jadi merah terang sewaktu ia jadi malu-malu.

Su Xi-er sengaja mengejap dan memberi tatapan kebingungan pada Hong Li. "Ada apa dengan Ruo Yuan? Aku bukan seorang pria, jadi kenapa ia tampak begitu malu di depanku?"

Hong Li tidak mencoba untuk menyelamatkan muka rekan kerjanya dan tertawa dengan keras. "Sudah pasti karena ia jatuh cinta pada seseorang. Akan tetapi, orang yang disukainya memiliki status yang hebat, sekaligus dengan pengaruh yang sesuai. Jika ia tidak menjadi seorang wanita cantik, sudah pasti tidak akan berhasil."

Di saat ini, Hong Li berpikir sendiri. Meski jika Ruo Yuan mengurus dan jadi cantik, kesempatannya untuk sukses masih rendah. Ia hanyalah seorang dayang dari Istana Samping, dan tidak semua orang dapat memiliki keberuntungan seperti Su Xi-er.

Su Xi-er mendekati Ruo Yuan. "Kau suka siapa? Beritahu aku; meski jika status kita rendah, bukan berarti kita tidak boleh bermimpi, kan?"

Ruo Yuan menatap Su Xi-er untuk waktu yang lama sebelum akhirnya membuka mulutnya. "Komandan ... Wu. Ia memberiku banyak makanan enak, dan ia bahkan memberitahukan padaku bahwa ukuran tubuhku yang lebih besar akan memungkinkanku jadi lebih kuat dan melakukan pekerjaan lebih baik daripada mereka yang kurus, yang akan pingsan dalam sedetik. Itu adalah pertama kalinya seorang pria mengatakan sesuatu seperti itu padaku, jadi aku ...."

Telinganya merona merah lagi. Su Xi-er bisa mengetahui bahwa Ruo Yuan sudah jatuh cinta. Namun, seperti yang dikatakan Hong Li. Komandan Wu memiliki status yang hebat, dan kekusaan yang sesuai. Jika Ruo Yuan menyukainya, kita hanya bisa melihat apa yang dipegang oleh takdir.

"Aku tidak mengharapkan untuk mempunyai hubungan dengannya. Tidak masalah jika aku bisa menyimpan perasaanku diam-diam dan mengaguminya dari jauh," Ruo Yuan menggumam pelan. Mencintai seseorang bukan berarti bahwa aku harus memilikinya. Aku tahu posisiku, dan perasaanku murni. Aku cukup menyimpan perasaan ini untuk diriku sendiri.

Su Xi-er menatap mata tersenyum Ruo Yuan yang murni dan jujur. Tetap saja, aku masih tidak bisa percaya bahwa ia sanggup mengucapkan sesuatu seperti itu. Tidak banyak orang yang mampu memiliki mentalitas semacam itu tentang kehidupan, tak peduli apakah jika hal itu terkait dengan seseorang atau sebuah benda. Kalau tidak, dunia ini akan jadi tempat yang sangat berbeda.

"Baiklah, jangan bicarakan soal ini. Su Xi-er, apakah kau akan tinggal di Kediaman Pangeran Hao mulai dari sekarang?" Ekspresi Hong Li mendadak jadi serius. Jika Su Xi-er tetap di sini, maka Ruo Yuan dan aku mungkin tidak akan bisa terus tinggal bersamanya.

Su Xi-er menggelengkan kepalanya. "Aku tidak akan tinggal di Kediaman Pangeran Hao. Apa kalian belum menyadari bahwa tidak ada wanita lain di kediaman ini? Di sini, semuanya pria."

"Kami menyadari itu ketika kami sampai kemarin! Tidak ada dayang lain di sekitar sini; semuanya pria!" Ruo Yuan mengangguk penuh semangat dengan ketakjuban dalam suaranya. Pria mungkin tidak seteliti wanita ketika mereka melakukan sesuatu, dan bahkan tidak ada satu pun wanita di kediaman sebesar ini! Bahkan juru masaknya saja seorang pria!

Su Xi-er meneruskan. "Kalau begitu kasusnya, maka seorang wanita yang secara resmi masuk ke Kediaman Pangeran Hao hanya bisa Hao Wang Fei. Apa kalian pikir aku bisa tinggal?"

Hanya dengan satu kalimat sederhana, Hong Li memahami apa maksud Su Xi-er. Hao Wang Fei haruslah seseorang dengan latar belakang bangsawan. Jika Su Xi-er berada di sini tanpa adanya gelar Hao Wang Fei, ia hanya akan menarik rasa iri dari orang lain.

Namun, Ruo Yuan tidak mengerti. "Kenapa kau tidak bisa tinggal? Tidak bisakah kau menjadi Hao Wang Fei? Selama Pangeran Hao menyukaimu, siapa yang memedulikan soal semua formalitas ini?"

Hong Li segera membekap mulut Ruo Yuan. "Berapa kali aku mengatakan padamu agar berhati-hati dengan ucapanmu? Karena kita telah memutuskan untuk mengikuti Su Xi-er, kita harus belajar untuk jadi lebih pintar. Kita tidak boleh memberikan orang lain apa pun untuk digunakan melawan kita dan membawa masalah yang tidak diperlukan."

Ruo Yuan membelalakkan matanya, cepat-cepat mengangguk sebelum Hong Li melepaskannya.

Su Xi-er menatap Hong Li. Sudah lama aku tidak berjumpa dengannya, tetapi ia jadi lebih cerdas. Tidak buruk, dengan perkembangan semacam itu, aku bisa menempatkannya di posisi yang penting di masa yang akan datang.

Setelah itu, percakapan itu tak lagi terkait Pangeran Hao. Semuanya tentang pemandangan Nan Zhao, masakan, dan florikulturanya.

Namun, sementara ketiganya sedang mengobrol gembira, Pangeran Hao sedang duduk dengan serius di meja di ruang bacanya.

***

Komandan Wu berdiri dengan hormat di samping selagi ia menunggu Pangeran Hao untuk memutuskan apa yang harus dilakukan tentang Pei Yong.

Tak lama setelahnya, Pei Qian Hao memerintahkan dengan nada yang dingin. "Sampaikan perintah dari Pangeran ini. Pei Yong akan dipenggal di jalan, esok, siang hari, sebagai contoh untuk yang lainnya. Apabila seseorang mencoba untuk menentangnya, bunuh juga mereka di tempat."

Ekspresi Wu Ling tidak berubah. Pangeran Hao hanya mengikuti hukum. Untuk kejahatan yang telah diperbuat oleh Pei Yong, ia pantas mati.

Selain dari Pei Yong, masih ada hal lainnya. Wu Ling segera bertanya, "Pangeran Hao, ketika kami membubarkan Istana Kecantikan hari itu, beberapa wanita kembali ke tempat kelahiran mereka, beberapa pergi untuk mencari pekerjaan, bahkan ada beberapa yang bunuh diri di tempat."

Tidak ada satu pun retakan dalam ekspresi Pei Qian Hao setelah ia mendengar itu. Ia hanya bertanya, "Apa mereka sudah dimakamkan?"

"Bawahan ini sudah menyuruh orang untuk mengembalikan jasad-jasad wanita itu ke keluarga mereka, sekaligus memberikan keluarga-keluarga itu uang untuk upacara pemakaman. Bagi mereka yang tanpa keluarga, bawahan ini sudah menginstruksikan orang agar menguburkan mereka secara layak."

Pei Qian Hao mengangguk. Ia melihat keluar jendela dari ruang bacanya, tatapannya perlahan-lahan jatuh pada dedaunan yang berguguran di luar sana sebelum menyatakan dingin, "Tidak akan ada lagi Istana Kecantikan di masa yang akan datang."

Wu Ling tidak kaget lagi soal ini. Pangeran Hao pasti membubarkan Istana Kecantikan demi Su Xi-er. Sekarang, karena ia telah membawa gadis itu ke Kediaman Pangeran Hao, bahkan mungkin saja gadis itu akan tinggal di sini mulai sekarang.

Namun, apa yang dikatakan Pei Qian Hao selanjutnya membuat Wu Ling tertegun. "Siapkan kereta kuda pukul lima sore hari ini; kau sendiri yang akan mengantarkan Su Xi-er dan orang-orangnya kembali ke Istana Samping. Masuk lewat pintu belakang istana kekaisaran."

Mata Wu Ling membelalak kebingungan. "Pangeran Hao, Anda sudah membawanya kembali ke kediaman; apakah Anda tidak akan membiarkannya tetap di sini?"

"Tidak." Jawaban dingin dan singkat itu jelas-jelas menampilkan sikap Pei Qian Hao.

Walaupun Wu Ling masih punya keraguannya, ia tidak berani terus bertanya saat ia melihat ekspresi Pangeran Hao. Oleh karenanya, ia hanya bisa membungkuk dan menerima perintah tersebut. "Bawahan ini mematuhi perintah."

Setelah itu, Wu Ling berbalik dan meninggalkan ruang baca.

Ditinggalkan seorang diri, Pei Qian Hao memilih sebuah buku dari rak untuk dibacanya. Baru setelah sekitar enam jam, ia meninggalkan ruang baca dan pergi ke halaman belakang.

Bahkan sebelum ia masuk ke halaman belakang, Pei Qian Hao mendengar suara tawa yang jelas dan mirip dengan bunyi lonceng. Sumbernya adalah Su Xi-er; ia sedang duduk menghadap kedua gadis pelayannya yang tersenyum sama lebarnya dengan majikan mereka. Apa yang sedang dibicarakan ketiganya sampai-sampai tertawa seperti itu?

Ketika mereka menyadari Pei Qian Hao, tawa mereka langsung terpotong. Pei Qian Hao segera merasa tidak senang. Mereka tertawa begitu banyak tanpa adanya diriku di sini, tetapi langsung berhenti setelah aku sampai.

Ruo Yuan dan Hong Li segera membungkuk. "Pelayan ini memberi hormat pada Pangeran Hao."

Su Xi-er baru saja akan mengikuti, tetapi dihentikan oleh Pei Qian Hao. Ia menatap Ruo Yuan dan Hong Li dan melambaikan tangannya. "Kalian berdua, mundur."

"Pelayan ini mematuhi perintah." Hong Li segera menjawab sebelum menyeret Ruo Yuan keluar dari halaman belakang.

Ruo Yuan berbalik dan memandangi Su Xi-er dengan jejak kecemasan di wajahnya, tetapi Hong Li menyeretnya keluar secara paksa. Tepat saat mereka berjalan keluar, Ruo Yuan melihat Wu Ling yang berjalan melewati mereka, menyebabkan telinganya mendadak memerah lagi.

(T/N : Ehem, jadi, apakah ada yang mau mendukung bibit pasangan baru kita, Ruo Yuan x Wu Ling? XD)


Silakan lanjut Chapter 298 di sini.

Atau ke TOC.

0 comments:

Posting Komentar