Consort of A Thousand Faces
Chapter 269 : Duduk di Pangkuanku
Qin
Ling dengan cepat menyebarkan desas-desus bahwa dayang Pangeran Hao
menelanjangi diri untuk merayu Pangeran Yun ke seluruh kota. Kabar ini
menyebabkan kegemparan, dengan betapa mengejutkannya
karena dayang Pangeran Hao akan sebernyali itu. Tetap saja, yang lain meragukan
kebenaran desas-desus tersebut.
"Ia
sudah melayani Pangeran Hao, Prince Regent dari bangsa yang
terkuat. Pastinya ia telah mendapatkan beberapa keuntungan setiap harinya; aku
tidak mengerti, kenapa ia akan mencoba untuk merayu Pangeran Yun," seorang
wanita muda bergumam dalam suara kecil. Ia menggelengkan kepalanya dan menghela
napas sambil memasang ekspresi keheranan.
Wanita
yang lebih tua di sebelahnya membalas, "Kita bukan dayang itu, jadi
bagaimana bisa kita mengetahui apa yang sedang dipikirkannya? Mungkin, ia
menganggap dirinya menawan, dan ingin merayu Pangeran Yun setelah merayu
Pangeran Hao. Ia pasti sangat senang karena dua pria paling tampan di dunia ini
menyukainya!"
Wanita
muda itu mengangguk setelah berpikir sebentar. "Aku rasa, kau benar; sulit
untuk mengetahui hati seseorang. Tetapi, dayang
Pangeran Hao sangat ambisius, ingin menaiki ranjang kedua
pria tersebut."
Seorang
wanita muda lainnya, yang baru saja dewasa, menggelengkan kepalanya dan tidak
setuju. "Pangeran Hao kejam dan dingin, dan aku dengar kalau ia seperti
itu sepanjang waktu. Siapa yang akan menyukai seseorang seperti itu? Semua
wanita lebih memilih seorang pria yang selalu tersenyum, persis seperti
Pangeran Yun kita. Lihat saja betapa populernya ia di kalangan wanita. Mungkin,
dayang Pangeran Hao membandingkan mereka dan memutuskan bahwa ia ingin
bersandar pada pria yang lebih baik!"
Wanita
tua itu meludah. "Membanding-bandingkan sedangkan
ia hanyalah seorang pelayan? Ia akan mendapatkan keuntungan yang tak terhitung,
tak peduli dengan siapa dirinya, jadi, mana mungkin ia berani membandingkan
mereka?"
Setelah
mendengar apa yang dikatakan si wanita tua, semua orang tertegun. Semula, semua
orang mempunyai kesan yang luar biasa terhadap dayang Pangeran Hao, tetapi
setelah mendengar desas-desus mengenai merayu Pangeran Yun, mereka hanya bisa
merasa kalau dayang itu penuh perhitungan dan serakah, merasa rumput selalu
lebih hijau di sisi lain. Ia sudah punya seorang pria, tetapi ia juga
memikirkan tentang pria lainnya!
Ketika
Qin Ling mendengar orang-orang bergosip di jalanan, mau tak mau, ia merasa
bersalah. Maaf, Nona Xi-er, ini adalah perintah Pangeran Yun. Aku
hanyalah seorang pelayan yang tidak bisa tidak mematuhi majikanku.
Sementara
desas-desus itu menembus sepanjang jalan di ibu kota, Pei Qian Hao
sedang kembali dari Aula Harmoni Tertinggi di istana kekaisaran. Kilat dingin
melintas di matanya. Segera, setengah kekuasaan militer Yun Ruo Feng
akan dirampas darinya. Kekuasaan militer adalah yang paling penting baginya,
dan ia pasti sudah mendengar soal itu sekarang. Meski begitu, ia masih tidak
menampakkan dirinya. Mungkinkah ....?
Tiba-tiba
saja, sejejak kecemasan muncul di hati Pei Qian Hao.
Tepat
di saat inilah, seorang pengawal kekaisaran tergesa-gesa berjalan ke arahnya.
"Pangeran Hao, ada kabar buruk. Seorang pembunuh menyusup ke dalam rumah
pos, dan Su Xi-er sepertinya terluka lagi."
Alis
Pei Qian Hao tertaut. "Apa maksudmu dengan sepertinya ia terluka? Pangeran
ini menginstruksikan kalian semua agar menjaganya
dengan benar sebelum pergi. Sekarang, kalian bahkan tidak mengetahui apakah ia
terluka atau tidak—bagaimana kalian melindunginya?!"
Bawahan
itu menundukkan kepalanya setelah dimaki oleh Pangeran Hao. "Bawahan ini
gagal. Aku bersedia untuk dihukum."
Pei
Qian Hao berjalan maju ke depan tanpa mengatakan apa-apa, meninggalkan jantung
si pengawal yang berdebar-debar. Hukumanku kali ini, akan jauh lebih
besar daripada hanya beberapa cambukan.
Dengan
cepat, Pei Qian Hao berjalan keluar istana kekaisaran dan menaiki kereta kuda
sebelum meludahkan perintah. "Ambil rute tercepat untuk kembali ke rumah
pos."
"Bawahan
ini mematuhi perintah." Setelah itu, pengawal tersebut mengangkat
cemetinya dan mengendarai kereta kuda itu secepat yang ia bisa.
Rumah
pos berada di sisi lain kota, sehingga tak bisa dihindari kalau Pangeran Hao
akan mendengar rakyat jelata yang bergosip tentang desas-desus yang disebarkan
Qin Ling.
Mata
Pei Qian Hao jadi gelap. Yun Ruo Feng tidak menghadiri pertemuan
mahkamah pagi, biarpun ia mengetahui kalau kekuasaan militernya akan diambil.
Ternyata, ia menerima kerugian itu demi pergi ke rumah pos dan turun tangan
pada Su Xi-er. Ini sudah pasti kerjaannya, makanya Su Xi-er terluka lagi.
Setelah
gagal mengatasi Su Xi-er, Yun Ruo Feng memutuskan untuk menyebarkan desas-desus
palsu ini, bahwa ia mencoba merayunya. Wow, Yun Ruo Feng, datang ke perjamuan
kerajaan Nan Zhao tahun ini sungguh merupakan sebuah 'pengalaman yang membuka mata'.
Ini pertama kalinya aku melihat seorang pria bertindak sejahat itu terhadap
seorang wanita.
Mata
Pei Qian Hao mengeras saat ia memikirkan ini, menyebabkan dirinya
menginstruksikan dingin pada pengawal kekaisaran, "Percepat."
Pengawal
itu melihat kepada para warga yang ada di jalan. "Pangeran Hao, aku tidak
bisa melakukannya. Jika aku melakukannya, para warga di jalanan akan ...."
Pei
Qian Hao menyelanya. "Jangan pedulikan mereka, cukup teriaki saja mereka
agar minggir."
Pengawal
itu bisa mengetahui kalau Pangeran Hao merasa tidak senang. Ia juga mendengar
tentang apa yang digosipkan para warga, sehingga ia pun berteriak,
"Semuanya minggir!" Ia mengangkat cambuk dan melecutnya, menyebabkan
kudanya meringkik dan kereta melaju lebih
cepat, meninggalkan debu di jalan mereka.
Para
warga cepat-cepat menyingkir ke samping,
beberapa bahkan menjatuhkan belanjaan mereka di tanah. Tiba-tiba saja
jalanannya jadi kacau, dan tidak ada yang sempat untuk bergosip mengenai Su
Xi-er lagi.
Pei
Qian Hao melompat turun dari kereta kuda segera setelah sampai di rumah pos.
Pengawal yang sedang menjaga pintu masuk berjalan mendekat dan segera
melaporkan padanya, "Pangeran Hao, Su Xi-er ada di aula utama."
Saat
pengawal lainnya melihat ia mengangguk dan menuju ke aula utama dengan ekspresi
yang serius, mereka merasakan keringat dingin di telapak tangan mereka. Jantung
mereka hanya bisa menegang sewaktu mereka
berpikir sendiri. Kami sudah gagal dalam menjalankan tugas kami kali
ini.
Ketika
Pei Qian Hao melangkah masuk ke dalam aula utama, ia melihat kalau Su Xi-er
sudah membersihkan lukanya sendiri dan membalurkan beberapa ramuan
obat di sekitarnya. Ia hanya sedang menyesap secangkir teh sambil bersantai di
salah satu kursi yang lebih rendah.
"Tunjukkan
tanganmu pada Pangeran ini." Pei Qian Hao meraih tangannya dan melihatnya
dengan cermat. Ia bisa tahu hanya dari sekali lihat kalau kain putih di
sekelilingnya sudah diganti.
"Apakah
lukanya terbuka?"
Su
Xi-er mengangguk. "Jangan khawatir Pangeran Hao, ini bukan masalah."
"Semua
orang di jalan Nan Zhao sedang bergosip tentang dayang Pangeran ini yang
menelanjangi dirinya sendiri untuk merayu Pangeran Yun. Apa penjelasanmu
tentang ini?" Pei Qian Hao melepaskan tangannya dan duduk di kursi teratas
sembari menatapnya.
Su
Xi-er bangkit berdiri dari kursinya. Aku tidak mengira kalau Yun Ruo
Feng akan menyebarkan rumor jahat seperti itu. Aku telah mempelajari sesuatu
yang baru hari ini: bahwa Yun Ruo Feng setidak tahu malu dan sekeji seorang
penjahat rendahan.
Sebelumnya,
aku berpikir bahwa ia hanya egois
dan terlalu mendambakan kekuasaan. Sekarang, aku melihatnya apa adanya.
"Pangeran
Hao, jika hamba mencoba untuk melakukan hal semacam itu, lukaku tidak akan
terbuka."
Mata
Pei Qian Hao menggelap dengan kilat ganas di matanya. "Apa ia memaksamu?"
Berani
sekali kau, Yun Ruo Feng! Kau berani mencoba mengambil dayangku secara paksa,
sesuatu yang bahkan aku saja, tidak bernyali untuk mencobanya!
"Pangeran
Yun tidak berhasil, tetapi hamba pikir bahwa, ia mencobanya karena ia cemburu
akan bakat Anda, Pangeran Hao. Ia kesal karena cahayanya sekarang ini tertelan
dalam bayangan Anda. Karena itu, ketika ia menyadari bahwa Anda memperlakukan hamba begitu baik, ia ingin
menghancurkanku demi memberikan pukulan pada Anda." Su Xi-er menjawab
perlahan dan hati-hati, mengamati Pei Qian Hao sewaktu ia menjawabnya.
Pei
Qian Hao mengangkat tangan dan menggebrakkannya ke atas meja dengan keras,
suara benturannya menggema di seluruh aula sebelum ia mulai mengetuk-ngetukkan
jarinya pelan. "Ia tidak bisa dibandingkan dengan Pangeran ini dalam aspek
apa pun.
Pangeran ini tidak akan melepaskannya, apa pun yang
terjadi. Su Xi-er, datanglah ke sisi Pangeran ini."
"Datanglah
ke sisi Pangeran ini." Walaupun wajahnya dingin, suaranya lembut, dan ada
jejak kehangatan yang melintas di matanya.
Su
Xi-er menatapnya hingga pria itu mengangkat tangannya lagi dan memberi sinyal
padanya agar ke sana.
Su
Xi-er ke sana, dan tepat ketika ia ingin membuka mulutnya untuk berbicara, ia
ditarik ke dalam pelukannya.
"Jangan
malu-malu, duduklah di pangkuan Pangeran ini."

0 comments:
Posting Komentar