Sabtu, 07 Maret 2026

CTF - Chapter 269

Consort of A Thousand Faces

Chapter 269 : Duduk di Pangkuanku


Qin Ling dengan cepat menyebarkan desas-desus bahwa dayang Pangeran Hao menelanjangi diri untuk merayu Pangeran Yun ke seluruh kota. Kabar ini menyebabkan kegemparan, dengan betapa mengejutkannya karena dayang Pangeran Hao akan sebernyali itu. Tetap saja, yang lain meragukan kebenaran desas-desus tersebut.

"Ia sudah melayani Pangeran Hao, Prince Regent dari bangsa yang terkuat. Pastinya ia telah mendapatkan beberapa keuntungan setiap harinya; aku tidak mengerti, kenapa ia akan mencoba untuk merayu Pangeran Yun," seorang wanita muda bergumam dalam suara kecil. Ia menggelengkan kepalanya dan menghela napas sambil memasang ekspresi keheranan.

Wanita yang lebih tua di sebelahnya membalas, "Kita bukan dayang itu, jadi bagaimana bisa kita mengetahui apa yang sedang dipikirkannya? Mungkin, ia menganggap dirinya menawan, dan ingin merayu Pangeran Yun setelah merayu Pangeran Hao. Ia pasti sangat senang karena dua pria paling tampan di dunia ini menyukainya!"

Wanita muda itu mengangguk setelah berpikir sebentar. "Aku rasa, kau benar; sulit untuk mengetahui hati seseorang. Tetapi, dayang Pangeran Hao sangat ambisius, ingin menaiki ranjang kedua pria tersebut."

Seorang wanita muda lainnya, yang baru saja dewasa, menggelengkan kepalanya dan tidak setuju. "Pangeran Hao kejam dan dingin, dan aku dengar kalau ia seperti itu sepanjang waktu. Siapa yang akan menyukai seseorang seperti itu? Semua wanita lebih memilih seorang pria yang selalu tersenyum, persis seperti Pangeran Yun kita. Lihat saja betapa populernya ia di kalangan wanita. Mungkin, dayang Pangeran Hao membandingkan mereka dan memutuskan bahwa ia ingin bersandar pada pria yang lebih baik!"

Wanita tua itu meludah. "Membanding-bandingkan sedangkan ia hanyalah seorang pelayan? Ia akan mendapatkan keuntungan yang tak terhitung, tak peduli dengan siapa dirinya, jadi, mana mungkin ia berani membandingkan mereka?"

Setelah mendengar apa yang dikatakan si wanita tua, semua orang tertegun. Semula, semua orang mempunyai kesan yang luar biasa terhadap dayang Pangeran Hao, tetapi setelah mendengar desas-desus mengenai merayu Pangeran Yun, mereka hanya bisa merasa kalau dayang itu penuh perhitungan dan serakah, merasa rumput selalu lebih hijau di sisi lain. Ia sudah punya seorang pria, tetapi ia juga memikirkan tentang pria lainnya!

Ketika Qin Ling mendengar orang-orang bergosip di jalanan, mau tak mau, ia merasa bersalah. Maaf, Nona Xi-er, ini adalah perintah Pangeran Yun. Aku hanyalah seorang pelayan yang tidak bisa tidak mematuhi majikanku.

Sementara desas-desus itu menembus sepanjang jalan di ibu kota, Pei Qian Hao sedang kembali dari Aula Harmoni Tertinggi di istana kekaisaran. Kilat dingin melintas di matanya. Segera, setengah kekuasaan militer Yun Ruo Feng akan dirampas darinya. Kekuasaan militer adalah yang paling penting baginya, dan ia pasti sudah mendengar soal itu sekarang. Meski begitu, ia masih tidak menampakkan dirinya. Mungkinkah ....?

Tiba-tiba saja, sejejak kecemasan muncul di hati Pei Qian Hao.

Tepat di saat inilah, seorang pengawal kekaisaran tergesa-gesa berjalan ke arahnya. "Pangeran Hao, ada kabar buruk. Seorang pembunuh menyusup ke dalam rumah pos, dan Su Xi-er sepertinya terluka lagi."

Alis Pei Qian Hao tertaut. "Apa maksudmu dengan sepertinya ia terluka? Pangeran ini menginstruksikan kalian semua agar menjaganya dengan benar sebelum pergi. Sekarang, kalian bahkan tidak mengetahui apakah ia terluka atau tidak—bagaimana kalian melindunginya?!"

Bawahan itu menundukkan kepalanya setelah dimaki oleh Pangeran Hao. "Bawahan ini gagal. Aku bersedia untuk dihukum."

Pei Qian Hao berjalan maju ke depan tanpa mengatakan apa-apa, meninggalkan jantung si pengawal yang berdebar-debar. Hukumanku kali ini, akan jauh lebih besar daripada hanya beberapa cambukan.

Dengan cepat, Pei Qian Hao berjalan keluar istana kekaisaran dan menaiki kereta kuda sebelum meludahkan perintah. "Ambil rute tercepat untuk kembali ke rumah pos."

"Bawahan ini mematuhi perintah." Setelah itu, pengawal tersebut mengangkat cemetinya dan mengendarai kereta kuda itu secepat yang ia bisa.

Rumah pos berada di sisi lain kota, sehingga tak bisa dihindari kalau Pangeran Hao akan mendengar rakyat jelata yang bergosip tentang desas-desus yang disebarkan Qin Ling.

Mata Pei Qian Hao jadi gelap. Yun Ruo Feng tidak menghadiri pertemuan mahkamah pagi, biarpun ia mengetahui kalau kekuasaan militernya akan diambil. Ternyata, ia menerima kerugian itu demi pergi ke rumah pos dan turun tangan pada Su Xi-er. Ini sudah pasti kerjaannya, makanya Su Xi-er terluka lagi.

Setelah gagal mengatasi Su Xi-er, Yun Ruo Feng memutuskan untuk menyebarkan desas-desus palsu ini, bahwa ia mencoba merayunya. Wow, Yun Ruo Feng, datang ke perjamuan kerajaan Nan Zhao tahun ini sungguh merupakan sebuah 'pengalaman yang membuka mata'. Ini pertama kalinya aku melihat seorang pria bertindak sejahat itu terhadap seorang wanita.

Mata Pei Qian Hao mengeras saat ia memikirkan ini, menyebabkan dirinya menginstruksikan dingin pada pengawal kekaisaran, "Percepat."

Pengawal itu melihat kepada para warga yang ada di jalan. "Pangeran Hao, aku tidak bisa melakukannya. Jika aku melakukannya, para warga di jalanan akan ...."

Pei Qian Hao menyelanya. "Jangan pedulikan mereka, cukup teriaki saja mereka agar minggir."

Pengawal itu bisa mengetahui kalau Pangeran Hao merasa tidak senang. Ia juga mendengar tentang apa yang digosipkan para warga, sehingga ia pun berteriak, "Semuanya minggir!" Ia mengangkat cambuk dan melecutnya, menyebabkan kudanya meringkik dan kereta melaju lebih cepat, meninggalkan debu di jalan mereka.

Para warga cepat-cepat menyingkir ke samping, beberapa bahkan menjatuhkan belanjaan mereka di tanah. Tiba-tiba saja jalanannya jadi kacau, dan tidak ada yang sempat untuk bergosip mengenai Su Xi-er lagi.

Pei Qian Hao melompat turun dari kereta kuda segera setelah sampai di rumah pos. Pengawal yang sedang menjaga pintu masuk berjalan mendekat dan segera melaporkan padanya, "Pangeran Hao, Su Xi-er ada di aula utama."

Saat pengawal lainnya melihat ia mengangguk dan menuju ke aula utama dengan ekspresi yang serius, mereka merasakan keringat dingin di telapak tangan mereka. Jantung mereka hanya bisa menegang sewaktu mereka berpikir sendiri. Kami sudah gagal dalam menjalankan tugas kami kali ini.

Ketika Pei Qian Hao melangkah masuk ke dalam aula utama, ia melihat kalau Su Xi-er sudah membersihkan lukanya sendiri dan membalurkan beberapa ramuan obat di sekitarnya. Ia hanya sedang menyesap secangkir teh sambil bersantai di salah satu kursi yang lebih rendah.

"Tunjukkan tanganmu pada Pangeran ini." Pei Qian Hao meraih tangannya dan melihatnya dengan cermat. Ia bisa tahu hanya dari sekali lihat kalau kain putih di sekelilingnya sudah diganti.

"Apakah lukanya terbuka?"

Su Xi-er mengangguk. "Jangan khawatir Pangeran Hao, ini bukan masalah."

"Semua orang di jalan Nan Zhao sedang bergosip tentang dayang Pangeran ini yang menelanjangi dirinya sendiri untuk merayu Pangeran Yun. Apa penjelasanmu tentang ini?" Pei Qian Hao melepaskan tangannya dan duduk di kursi teratas sembari menatapnya.

Su Xi-er bangkit berdiri dari kursinya. Aku tidak mengira kalau Yun Ruo Feng akan menyebarkan rumor jahat seperti itu. Aku telah mempelajari sesuatu yang baru hari ini: bahwa Yun Ruo Feng setidak tahu malu dan sekeji seorang penjahat rendahan.

Sebelumnya, aku berpikir bahwa ia hanya egois dan terlalu mendambakan kekuasaan. Sekarang, aku melihatnya apa adanya.

"Pangeran Hao, jika hamba mencoba untuk melakukan hal semacam itu, lukaku tidak akan terbuka."

Mata Pei Qian Hao menggelap dengan kilat ganas di matanya. "Apa ia memaksamu?"

Berani sekali kau, Yun Ruo Feng! Kau berani mencoba mengambil dayangku secara paksa, sesuatu yang bahkan aku saja, tidak bernyali untuk mencobanya!

"Pangeran Yun tidak berhasil, tetapi hamba pikir bahwa, ia mencobanya karena ia cemburu akan bakat Anda, Pangeran Hao. Ia kesal karena cahayanya sekarang ini tertelan dalam bayangan Anda. Karena itu, ketika ia menyadari bahwa Anda memperlakukan hamba begitu baik, ia ingin menghancurkanku demi memberikan pukulan pada Anda." Su Xi-er menjawab perlahan dan hati-hati, mengamati Pei Qian Hao sewaktu ia menjawabnya.

Pei Qian Hao mengangkat tangan dan menggebrakkannya ke atas meja dengan keras, suara benturannya menggema di seluruh aula sebelum ia mulai mengetuk-ngetukkan jarinya pelan. "Ia tidak bisa dibandingkan dengan Pangeran ini dalam aspek apa pun. Pangeran ini tidak akan melepaskannya, apa pun yang terjadi. Su Xi-er, datanglah ke sisi Pangeran ini."

"Datanglah ke sisi Pangeran ini." Walaupun wajahnya dingin, suaranya lembut, dan ada jejak kehangatan yang melintas di matanya.

Su Xi-er menatapnya hingga pria itu mengangkat tangannya lagi dan memberi sinyal padanya agar ke sana.

Su Xi-er ke sana, dan tepat ketika ia ingin membuka mulutnya untuk berbicara, ia ditarik ke dalam pelukannya.

"Jangan malu-malu, duduklah di pangkuan Pangeran ini."

0 comments:

Posting Komentar