Kamis, 19 Maret 2026

CTF - Chapter 306

Consort of A Thousand Faces

Chapter 306 : Pondok yang Penuh dengan Alat-Alat Penyiksaan


"Pangeran Hao, apakah Anda sudah mengetahui tentang orang tua hamba ....? Dulu, hamba ...." Su Xi-er sengaja menjeda hati-hati mempelajari mata Pei Qian Hao. Ketika ia melihat tatapannya menggelap, Su Xi-er langsung mengerti bahwa ucapan He Xiang Yu sebelumnya, kemungkinan adalah benar.

Siapa yang mengira kalau Su Xi-er yang asli memiliki kehidupan yang sesial itu.

"Pei Yong akan dipenggal siang hari esok. Tinggalkan masa lalu di belakang, dan jangan diungkit lagi." Pei Qian Hao melarikan satu tangannya di rambut Su Xi-er selagi ia berbicara, mengaitkannya ke belakang telinganya.

Sebelum masuk ke istana, pemilik dari tubuh ini benar-benar dibawa masuk ke Keluarga Pei .... Sudah hampir pasti bahwa orang yang melakukan tindakan semacam itu adalah ayah dari gadis itu, yang menerobos masuk ke Istana Samping. Namun, Su Xi-er yang sebelumnya hanyalah seorang anak-anak, yang bahkan masih belum menstruasi. Bagaimana bisa ia menggerayanginya?

Semakin Su Xi-er memikirkan tentang ini, semakin dalam pula pemikirannya. Karena ini sekarang adalah tubuhku, masalah dari pemilik sebelumnya, tentu saja menjadi masalahku juga.

Pei Qian Hao memerhatikan Su Xi-er yang berpikir keras, dan salah paham mengira bahwa gadis itu merasa gundah karena masa lalunya diungkit. Tetapi, apa yang harus dilakukannya? Ia tidak pernah menghibur seseorang sebelumnya, terlebih lagi seorang wanita. Oleh sebab itu, meskipun ia mencoba untuk menghibur, kata-katanya yang keluar sepenuhnya salah, "Yang dilakukannya sebelum kau masuk ke istana hanyalah menyentuh wajahmu, itu saja. Tidak ada hal besar yang terjadi. Kapan kau akan melupakan insiden ini?"

Barulah setelahnya, Su Xi-er mengetahui bahwa Pei Yong tidak pernah menggerayanginya sebelumnya, dan hanya mengelus wajahnya. Kata-kata He Xiang Yu telah memberinya kesan yang salah.

Tiba-tiba saja, Pei Qian Hao menyadari bahwa kata-katanya tidak benar-benar menghibur di saat mereka meninggalkan mulutnya. Ia hanya bisa mengencangkan tangannya di sekitar Su Xi-er dan menggunakan nada bicara seraknya yang biasa. "Kau tidak perlu mengungkit apa yang terjadi di masa lalu lagi. Tidak akan ada yang peduli, kecuali dirimu sendiri yang tidak sanggup melupakan tentang itu."

Dengan itu, Pei Qian Hao melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Su Xi-er, memerhatikan ekspresinya.

Setelah waktu yang lama, ia melepaskan dagunya, tidak menciumnya, atau mencoba melakukan hal lainnya. "Rawat luka di tanganmu. Mulai sekarang, kau tidak perlu menggosok pispot lagi; orang lain sudah disuruh untuk melakukan itu." Lalu Pei Qian Hao keluar dari kamar tersebut, sosoknya segera menghilang dari pandangan Su Xi-er.

Memandangi pintu yang kini tertutup, Su Xi-er tersesat dalam pemikirannya. Pei Qian Hao adalah seorang pria yang lebih suka bertindak daripada berucap. Ia tidak banyak bicara, tetapi hal-hal yang dilakukannya untuk orang lain jauh lebih banyak. Terlepas dari apa yang sedang dihadapinya, ia kukuh dengan pendiriannya.

Su Xi-er melihat ke arah luka di tangannya; keropeng sudah terbentuk. Aku hanya perlu menunggu keropengnya terlepas sebelum aku bisa membubuhkan bubuk bunga Ling Rui di atasnya. Feng Chang Qing dan Yu Xiao barangkali bersama orang-orang Pangeran Hao di Kediaman Pangeran Hao sekarang. Su Xi-er tidak tahu dimana Pei Qian Hao menugaskan mereka. Ia tidak bisa bilang untuk Yu Xiao, tetapi ia tahu bahwa Feng Chang Qing pasti akan menyusup masuk ke dalam istana untuk bertemu dengannya.

***

Satu jam setelahnya, Su Xi-er sedang bersiap-siap untuk melepaskan baju luarannya dan pergi tidur. Pei Qian Hao baru saja pergi, dan barangkali tidak akan ada orang lain lagi yang akan menggangguku malam ini.

Segera setelah pemikiran itu muncul di kepalanya, keributan besar datang dari halaman.

"Pelayan, tangkap Su Xi-er!" Suara itu kencang dan menusuk, membuatnya ketahuan bahwa itu adalah suara Pei Ya Ran.

Segera setelahnya, dua pengawal kekaisaran mendobrak pintu kamar Su Xi-er dan menerobos masuk, bersiap untuk menangkapnya.

Su Xi-er tidak bisa menghitung berapa kali ia telah mengalami ini, dengan mudah menghindari tangan-tangan pengawal kekar dan melemparkan mereka tatapan yang tenang sebelum berjalan keluar, masuk ke halaman.

Matanya memindai Pei Ya Ran dan sejumlah pengawal sebelum menyapa Pei Ya Ran dengan nada suara yang hormat. "Ibu Suri, kejahatan apa yang diperbuat pelayan ini?"

"Tangkap dia. Kau akan tahu nanti ketika kami menginterogasimu." Pei Ya Ran telah belajar dari kegagalannya yang lalu. Semakin cepat ia menangkap Su Xi-er dan menghindari konfrontasi secara verbal, semakin baik pula kesempatan Pei Ya Ran.

Beberapa pengawal kekaisaran menerima perintah Pei Ya Ran dan segera bergegas ke arah Su Xi-er. Ia berhasil menghindari mereka, tetapi tidak dapat membuat pergerakan yang besar dikarenakan luka di tangannya.

Saat itulah, ketika Dayang Senior Liu tiba setelah mendengarkan kericuhan tersebut. Setelah melihat Pei Ya Ran, ia segera membungkuk. "Pelayan tua ini memberikan hormat pada Ibu Suri."

Selanjutnya, Dayang Senior Liu menatap Su Xi-er dengan ekspresi kebingungan sebelum ia meneruskan. "Ibu Suri, wanita ini adalah seorang dayang istana di Istana Samping. Bolehkah pelayan tua ini mengetahui, kejahatan apa yang telah diperbuat olehnya sehingga menarik amarah Anda?"

Pei Ya Ran mengetahui bahwa Dayang Senior Liu merupakan seorang dayang senior di istana kekaisaran, ditambah sebagai ibu asuh Kaisar. Tetapi, ia tetap tidak menganggap orang itu. "Dayang Senior Liu, jangan ikut campur dalam masalah ini; kalau tidak, Ibu Suri ini akan menangkapmu juga."

Dengan Pei Ya Ran yang bertingkah sangat menyolok, Dayang Senior Liu tidak punya pilihan selain menyaksikan sewaktu Su Xi-er akan dibawa pergi.

Dengan perbedaan dalam status di antara mereka berdua, Su Xi-er mengetahui bahwa tidak akan ada hal yang bagus yang dihasilkan dengan menghadapi Pei Ya Ran secara langsung. Aku hanya bisa berpura-pura kalau aku sudah menyerah untuk sekarang. Aku akan memikirkan sebuah ide nanti.

Karenanya, Su Xi-er membuka bibirnya. "Pelayan ini akan pergi bersama Ibu Suri."

Pei Ya Ran tidak menduga Su Xi-er akan sepenurut ini, tetapi ia tetap tidak membiarkan kewaspadaannya menurun. Beberapa kali sebelumnya, Su Xi-er berhasil kabur karena kecerobohanku.

"Bawa dia pergi," Pei Ya Ran memerintahkan. Beberapa pengawal mendekati Su Xi-er, ingin menyeretnya bersama mereka.

"Pelayan ini bisa berjalan sendiri tanpa menyusahkan para pengawal." Su Xi-er berbicara perlahan dan berjalan maju.

Pei Ya Ran tidak mengutarakan sepatah kata pun dan memelototi Dayang Senior Liu dengan tegas sebelum ia keluar dari Istana Samping.

Sebelum Su Xi-er pergi, ia menolehkan kepalanya dan diam-diam menggerakkan mulutnya jadi dua kata pada Dayang Senior Liu.

Dayang Senior Liu langsung mendapatkan pesannya. 'Kasim Zhang'! Kasim Zhang adalah penanggung jawab utama di Departemen Rumah Tangga Kekaisaran. Para majikan di tiap istana tidak perlu melapor pada Departemen Rumah Tangga Kekaisaran apabila mereka menghukum dayang di bawah mereka. Namun, Departemen Rumah Tangga Kekaisaran harus terlibat ketika menghukum dayang yang ada di bawah istana lain tanpa adanya bukti. Mereka akan secara pribadi menangani interogasinya dan hukuman akan dijatuhkan apabila ditemukan bersalah.

Peraturan ini dipancangkan oleh Permaisuri pertama Bei Min untuk menstabilkan Harem Kekaisaran, dan mencegah sejumlah hukuman yang keliru.

Dayang Senior Liu menunggu hingga Ibu Suri pergi bersama pelayannya sebelum terburu-buru ke Departemen Rumah Tangga Kekaisaran untuk membahas masalah tersebut dengan Kasim Zhang.

Di waktu Kasim Zhang mendengar soal masalah ini, Su Xi-er sudah tiba di sebuah pondok terpencil di halaman belakang Istana Kedamaian Penuh Kasih.

Cahaya bulan yang dingin bersinar masuk ke dalam rumah tersebut, memperlihatkan berbagai jenis alat-alat penyiksaan. Sebut saja, dan alat itu akan ada di sana. Seleksi alat itu sebanding dengan yang ada di Penjara Kekaisaran.

Pei Ya Ran memerintahkan pengawal kekaisaran, "Ibu Suri ini perlu kalian berdua agar menjaga pintu, dan kalian sisanya boleh pergi. Tak peduli apa yang kalian dengar, kalian tidak boleh masuk! Juga, panggilkan Dayang Senior Zhao."

Su Xi-er terdiam ketika ia mendengar kata-kata 'Dayang Senior Zhao'. Tampaknya, ia adalah dayang senior yang melayani Pei Ya Ran. Ia punya marga yang sama dengan mendiang kepala dayang di Istana Samping.

Pengawal-pengawal itu membungkuk dan menerima perintah. Segera setelahnya, sekali lagi, pintunya tertutup.

Karena tidak ada jendela di pondok tersebut, sekarang ini gelap gulita.

Pei Ya Ran menyalakan sebatang lilin, menerangi ruangan itu, tetapi membuat alat-alat penyiksaan itu bahkan lebih mengerikan lagi.

"Su Xi-er, apa kau takut sekarang?" Pei Ya Ran mengejek pelan sewaktu ia berjalan ke arah deretan alat-alat itu.

"Ibu Suri, apakah Anda membawa pelayan ini kemari, untuk langsung menghukumku? Apa kejahatan yang telah diperbuat oleh pelayan ini?" Su Xi-er tenang, seolah ia sepenuhnya tidak ada kaitannya dengan situasi ini.

Pei Ya Ran memandang Su Xi-er sekilas. Ia hanyalah seorang gadis berusia lima belas tahun. Ini adalah pertama kalinya ia melihat sebuah ruangan yang dipenuhi denga alat-alat penyiksaan, tetapi ia sama sekali tidak takut.

"Kau telah melakukan kejahatan yang besar, tetapi kau masih berani bertanya pada Ibu Suri ini, apa kejahatan yang telah kau perbuat! Perjamuan Kerajaan Nan Zhao adalah urusan di antara dua kerajaan, tetapi kau merayu Pangeran Hao dan menyebabkan dirinya menjadi topik olok-olokan karena membawa seorang wanita bersamanya! Dan kau sungguh punya nyali untuk kembali ke Bei Min!" Pei Ya Ran meludahkannya dengan amarah yang tertekan.

0 comments:

Posting Komentar