Selasa, 10 Maret 2026

CTF - Chapter 272

Consort of A Thousand Faces

Chapter 272 : Tidak Disetujui


Banyak pejabat besar di Ruang Baca Kekaisaran, sekarang ini tengah berlutut di lantai, meminta Pangeran Yun untuk menyerahkan kekuasaan militernya sementara ia memandangi mereka tanpa ekspresi. Bagus sekali, tampaknya, lebih dari separuh pejabat ini sudah menetapkan pikiran mereka. Pikiran mereka lemah, tanpa adanya kesetiaan, dengan gampangnya beralih pihak. Tidak ada alasan untuk membiarkan mereka tetap hidup.

Ning Lian Chen maju dua langkah ke depan dan mengulurkan tangannya. "Pangeran Yun, Kaisar ini telah memberikanmu cukup kehormatan dengan tidak mengambil seluruh kekuasaan militermu. Serahkan setengah dari kekuasaan militer tersebut; dengan betapa kau sangat menghargainya, Kaisar ini tahu bahwa kau pasti selalu menyimpan segel militer itu bersamamu sepanjang waktu."

Maksudnya jelas. Kau harus menyerahkan kekuasaan militer itu hari ini.

Yun Ruo Feng dipaksa untuk memikirkan tentang keputusannya. Apabila hubungan perdagangan di antara Nan Zhao dan Bei Min diputus, itu akan berdampak terlalu besar bagi kami saat ini. Aku hanya harus menyerahkan setengah dari segel militer dan memikirkan sebuah cara untuk mengambilnya kembali di masa yang akan datang.

Setelah sampai pada kesimpulan ini, ia mengeluarkan segel militer dari lengan jubahnya; segel itu terdiri dari empat bagian, dan ia menyerahkan dua kepada Ning Lian Chen. "Segel militer ini sama dengan nyawa para tentara. Yang Mulia, Anda sedang memegang beberapa ratus ribu tentara di tangan Anda. Tanggung jawab yang datang bersama dengan segel militer ini seberat gunung, jadi mohon jangan kecewakan Pangeran ini."

Ning Lian Chen memasukkan segel militer itu ke dalam lengan jubahnya. "Pangeran Yun, jangan khawatir, Kaisar ini pasti akan mengingatnya ke dalam hati. Tidak memikirkan hal yang lainnya, Kaisar ini akan belajar dari kepemimpinan pasukanmu yang terampil, Pangeran Yun."

"Baguslah kalau begitu." Yun Ruo Feng menjawab acuh tak acuh, selagi ia melirik ke arah para pejabat yang sedang berlutut di lantai. Suaranya mengandung sedikit lebih banyak hawa dingin sewaktu ia mulai lagi. "Pangeran ini telah menyerahkan setengah dari kekuasaan militer pada Yang Mulia. Kalian semua boleh bangun sekarang. Kita semua adalah pejabat mahkamah, dan kita semua di sini, demi kebaikan Nan Zhao."

Menteri Perang adalah yang pertama bangun, diikuti dengan pejabat lainnya segera setelahnya. Yun Ruo Feng tidak tetap tinggal di Ruang Baca Kekaisaran untuk waktu yang lama. Aku sudah mengingat setiap pejabat mahkamah yang berlutut di Ruang Baca Kekaisaran. Di masa depan, aku akan membuat mereka menderita.

Akhirnya, Yun Ruo Feng meninggalkan Ruang Baca Kekaisaran dan berjalan menuju ke pintu masuk istana kekaisaran sembari menggenggam setengah dari segel militernya dengan erat di tangan kanannya.

Ketika ia melewati Taman Kekaisaran, Yun Ruo Feng mendengarkan tawa yang menyenangkan dari seorang wanita.

"Putri Pertama, berlarilah lebih lambat. Jangan sampai jatuh."

"Kau hanya berpikir kalau aku cepat, karena kau yang berlari terlalu lambat!" Wanita itu terkikik dan berlari bahkan lebih cepat lagi, langsung menuju lurus ke semak-semak bunga dan menuju ke arah Yun Ruo Feng.

Wanita itu adalah Ning An Lian, yang sudah jadi gila. Di saat ia melihat Yun Ruo Feng, sudah terlambat baginya untuk berhenti, membawanya berlari lurus ke dada pria itu.

Yun Ruo Feng mengulurkan tangannya dan memegangi pinggangnya untuk menyangga wanita itu. Namun, sebelum ia mengatakan apa-apa, Ning An Lian melangkah menjauh dari dadanya dengan ekspresi ketakutan.

Dayang istana itu berlari dan segera membungkuk. "Pelayan ini memberi hormat pada Pangeran Yun."

Yun Ruo Feng melambaikan tangannya dengan ekspresi yang serius. "Sudah akhir musim gugur; biarpun tidak terlalu berangin hari ini, masih agak dingin. Bawa Putri Pertama Kekaisaran kembali ke istana peristirahatannya; ia tidak boleh sembarangan berlarian di luar."

Dayang istana itu buru-buru mengangguk. "Pelayan ini mengerti." Kemudian, ia memegangi tangan Ning An Lian dan dengan lembut menganjurkannya, "Putri Pertama, mari kembali ke istana peristirahatan bersama pelayan ini."

Walaupun sudah kehilangan ingatannya, Ning An Lian masih takut pada Yun Ruo Feng. Yang ada, amnesianya sepertinya membuat dirinya lebih baik dalam menilai karakter seseorang. "Ayo cepat kembali. Ada orang jahat di sini." Ning An Lian hanya bisa gemetaran saat ia mengucapkan kata-kata 'orang jahat'.

Alis Yun Ruo Feng pun mau tak mau mengerut saat ia melihat ini, menyebabkan si dayang istana mendesak Ning An Lian agar kembali ke istana peristirahatan.

Ning An Lian sudah jadi gila, dan kini ia berpikir kalau aku adalah orang yang jahat. Yun Ruo Feng tertawa kecil, tak bisa dijelaskan.

Reinkarnasi Ning Ru Lan juga berpikir kalau aku adalah orang yang jahat—tidak, bukan hanya itu. Ia berpikir bahwa aku adalah seorang penjahat rendahan dan tidak tahu malu, yang sudah tidak bisa jadi lebih hina lagi. Ia telah menggunakan semua hinaan terburuk padaku.

Ada jejak kesuraman yang berkedip di mata Yun Ruo Feng. Ning Ru Lan, kau tidak pernah memikirkan tentang kesalahanmu sendiri. Bukan aku yang mendorongmu pergi, tetapi malah sebaliknya. Dulu seperti itu, dan masih nyata juga sekarang.

Keangkuhan dan sikap masa bodohmu belum berubah. Walaupun kau sepertinya menyukaiku, aku mungkin hanya sedikit lebih baik daripada seekor anjing kan, di matamu? Seekor anjing yang sedikit lebih tampan dan lembut, dan kebetulan saja bisa diterima olehmu.

Ning Ru Lan, sekarang kau melekat pada Pei Qian Hao dan menolak untuk melepaskannya. Apakah kau pernah berpikir bahwa, di mata Pei Qian Hao, barangkali kau hanyalah seekor anjing yang cantik?!

Yun Ruo Feng menertawai dirinya sendiri sebelum berjalan menuju ke pintu masuk istana kekaisaran. Setelah sampai, ia memerintahkan seorang pengawal kekaisaran untuk mengambilkan sebuah kereta kuda dan memerintahkan, "Ke rumah pos."

Pengawal kekaisaran itu kebingungan. Mengapa Pangeran Yun pergi ke rumah pos lagi? Jadi semakin sulit saja bagi kami, para bawahan, untuk menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Pangeran Yun.

(T/N : ga usah ditebak, nanti ikutan sinting =_=)

Tanpa keraguan lebih lanjut, pengawal kekaisaran itu mengangkat cemeti dan mengendarai kereta dengan cepat menuju ke rumah pos.

***

Di luar rumah pos, pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao tidak berani menurunkan kewaspadaan mereka. Seorang pembunuh masuk ke rumah pos dan melukai Su Xi-er. Pangeran Hao sudah merasa cukup tidak senang tanpa kami yang mengacau lagi. Bahkan, pengawal yang bertugas sebelumnya sudah secara sukarela menerima hukuman mereka dan hanya bisa menahannya secara diam-diam setelah dicambuk beberapa lusin kali.

Oleh karena itu, ketika Pangeran Yun sampai, pengawal kekaisaran itu tidak berani membiarkannya masuk. "Pangeran Yun, mohon tunggu di sini. Bawahan ini harus melaporkan pada Pangeran Hao lebih dulu."

Yun Ruo Feng mengangguk. "Pangeran ini akan menunggu di sini."

Satu jam berlalu, dan Yun Ruo Feng terus berdiri di luar rumah pos tanpa berpindah selangkah pun.

Akhirnya, pengawal itu kembali dengan perintah Pangeran Hao. "Pangeran Yun, Anda boleh masuk sekarang. Pangeran Hao sedang menunggu Anda di aula utama."

Yun Ruo Feng mengangguk dan melangkah masuk ke dalam.

Ketika ia masuk ke aula utama, ia menemukan bahwa Pei Qian Hao sedang berdiri tepat di tengah-tengah aula, bukannya sedang duduk.

"Pangeran Yun, aneh, dengan seberapa seringnya kau datang ke rumah pos. Kau tidak merasa cukup sehat untuk pergi ke pertemuan mahkamah pagi, tetapi kau punya banyak sekali tenaga untuk datang kemari." Pei Qian Hao menatapnya secara langsung dengan ekspresi yang dingin.

Ia selalu sedingin es pada semua orang, apalagi pada seseorang yang dibencinya.

Yun Ruo Feng berkata tegas, "Pangeran Hao, kau suka berterus-terang, jadi Pangeran ini akan mengikutinya. Sebagai Prince Regent Bei Min, tidak seharusnya kau terlibat dalam urusan kerajaan Nan Zhao."

"Kalau kau tidak duluan bergerak dan menyinggung Pangeran ini, Pangeran ini tidak akan memedulikan tentang apa yang terjadi di Nan Zhao." Jawaban Pei Qian Hao singkat dan dingin.

"Semua orang menyukai wanita cantik, dan Pangeran ini hanya ingin menjadi lebih dekat dengan Su Xi-er. Pangeran Hao, apakah pantas bagimu untuk terlibat dalam urusan kerajaan Nan Zhao hanya karena kau merasa tidak senang?" Suara Yun Ruo Feng lembut dan perlahan, tetapi ekspresinya serius. Masalah ini berhubungan dengan kekuasaan militernya, jadi ia tidak bisa menunjukkan senyum lembutnya yang biasa.

Kekuasaan militer mewakili tentara, dan itu juga mewakili pertempuran. Aku tidak bisa membiarkan siapa pun menghancurkannya!

"Jadi, ternyata, kau menyukai wanita cantik juga, Pangeran Yun. Tetapi kalau memang demikian, Pangeran ini bingung, mengapa kau membunuh Ning Ru Lan. Ia adalah seorang wanita cantik yang dikenal dimana-mana, namanya membentang bahkan melampaui empat kerajaan besar." Suara Pei Qian Hao rendah, tetapi tiap kata yang diucapkannya jelas.

Tatapan Yun Ruo Feng sedikit berubah. Pei Qian Hao tidak mengetahui bahwa Su Xi-er adalah Ning Ru Lan. Sebagai dua pria dalam posisi yang mirip, tidak mungkin aku bisa memberitahukannya ini. Ketika orang-orang seperti kami menyadari bahwa sesuatu milik kami diambil oleh orang lain, biarpun itu setidak penting seperti seekor semut, kami tidak akan melepaskannya.

Ini bukan hanya tentang memiliki sesuatu, ini adalah pertarungan antar lelaki. Ini berhubungan dengan martabat dan posisi kami.

Yun Ruo Feng yakin kalau ia tidak akan melepaskan Su Xi-er. Aku yakin bahwa ia adalah reinkarnasi Ning Ru Lan, karena itulah, ia adalah milikku! Abunya sudah disebar di dasar danau di Kediaman Pangeran Yun, sehingga ia tidak akan pernah bisa meninggalkanku! Semuanya dan setiap bagian dari dirinya adalah milikku! Walaupun aku tidak menginginkannya lagi, aku tidak akan mengizinkannya untuk lari ke pelukan pria lain!

(T/N : asadfadagjdkjaflkauaaa kezel bener sama kehaluan Yunyun, uda saingan sama halunya An Lian =____=)

0 comments:

Posting Komentar