Consort of A Thousand Faces
Chapter 272 : Tidak Disetujui
Banyak
pejabat besar di Ruang Baca Kekaisaran, sekarang ini tengah berlutut di lantai,
meminta Pangeran Yun untuk menyerahkan kekuasaan militernya sementara ia
memandangi mereka tanpa ekspresi. Bagus sekali, tampaknya, lebih dari
separuh pejabat ini sudah menetapkan pikiran mereka. Pikiran mereka lemah,
tanpa adanya kesetiaan, dengan gampangnya beralih pihak. Tidak ada alasan untuk
membiarkan mereka tetap hidup.
Ning
Lian Chen maju dua langkah ke depan dan mengulurkan tangannya. "Pangeran
Yun, Kaisar ini telah memberikanmu cukup kehormatan dengan tidak mengambil
seluruh kekuasaan militermu. Serahkan setengah dari kekuasaan militer tersebut;
dengan betapa kau sangat menghargainya, Kaisar ini tahu bahwa kau pasti selalu menyimpan segel militer itu bersamamu sepanjang waktu."
Maksudnya
jelas. Kau harus menyerahkan kekuasaan militer itu hari ini.
Yun
Ruo Feng dipaksa untuk memikirkan tentang keputusannya. Apabila
hubungan perdagangan di antara Nan Zhao dan Bei Min diputus, itu akan berdampak
terlalu besar bagi kami saat ini. Aku hanya harus menyerahkan setengah dari
segel militer dan memikirkan sebuah cara untuk mengambilnya kembali di masa
yang akan datang.
Setelah
sampai pada kesimpulan ini, ia mengeluarkan segel militer
dari lengan jubahnya; segel itu terdiri dari empat bagian, dan ia menyerahkan
dua kepada Ning Lian Chen. "Segel militer ini sama dengan nyawa para
tentara. Yang Mulia, Anda sedang memegang beberapa ratus ribu tentara di tangan
Anda. Tanggung jawab yang datang bersama dengan segel militer ini seberat
gunung, jadi mohon jangan kecewakan Pangeran ini."
Ning
Lian Chen memasukkan
segel militer itu ke dalam lengan jubahnya. "Pangeran Yun, jangan
khawatir, Kaisar ini pasti akan mengingatnya ke
dalam hati.
Tidak memikirkan hal yang lainnya, Kaisar ini akan belajar dari kepemimpinan
pasukanmu yang terampil, Pangeran Yun."
"Baguslah
kalau begitu." Yun Ruo Feng menjawab acuh tak acuh, selagi ia melirik ke
arah para pejabat yang sedang berlutut di lantai. Suaranya mengandung sedikit
lebih banyak hawa dingin sewaktu ia mulai lagi.
"Pangeran ini telah menyerahkan setengah dari kekuasaan militer pada Yang
Mulia. Kalian semua boleh bangun sekarang. Kita semua adalah pejabat mahkamah,
dan kita semua di sini, demi kebaikan Nan Zhao."
Menteri
Perang adalah yang pertama bangun, diikuti dengan pejabat lainnya segera
setelahnya. Yun Ruo Feng tidak tetap tinggal di Ruang Baca Kekaisaran untuk
waktu yang lama. Aku sudah mengingat setiap pejabat mahkamah yang
berlutut di Ruang Baca Kekaisaran. Di masa depan, aku akan membuat mereka
menderita.
Akhirnya,
Yun Ruo Feng meninggalkan Ruang Baca Kekaisaran dan berjalan menuju ke pintu
masuk istana kekaisaran sembari menggenggam setengah dari segel militernya
dengan erat di tangan kanannya.
Ketika
ia melewati Taman Kekaisaran, Yun Ruo Feng mendengarkan tawa yang menyenangkan
dari seorang wanita.
"Putri
Pertama, berlarilah lebih lambat. Jangan sampai jatuh."
"Kau
hanya berpikir kalau aku cepat, karena kau yang berlari terlalu lambat!"
Wanita itu terkikik dan berlari bahkan lebih cepat lagi, langsung menuju lurus
ke semak-semak bunga dan menuju ke arah Yun Ruo Feng.
Wanita
itu adalah Ning An Lian, yang sudah jadi gila. Di saat ia melihat Yun Ruo Feng,
sudah terlambat baginya untuk berhenti, membawanya berlari lurus ke dada pria
itu.
Yun
Ruo Feng mengulurkan tangannya dan memegangi pinggangnya untuk menyangga wanita
itu. Namun, sebelum ia mengatakan apa-apa, Ning An Lian melangkah menjauh dari
dadanya dengan ekspresi ketakutan.
Dayang
istana itu berlari dan segera membungkuk. "Pelayan ini memberi hormat pada
Pangeran Yun."
Yun
Ruo Feng melambaikan tangannya dengan ekspresi yang serius. "Sudah akhir
musim gugur; biarpun tidak terlalu berangin hari ini, masih agak dingin. Bawa
Putri Pertama Kekaisaran kembali ke istana peristirahatannya; ia tidak boleh
sembarangan berlarian di luar."
Dayang
istana itu buru-buru mengangguk. "Pelayan ini mengerti." Kemudian, ia
memegangi tangan Ning An Lian dan dengan lembut menganjurkannya, "Putri
Pertama, mari kembali ke istana peristirahatan bersama pelayan
ini."
Walaupun
sudah kehilangan ingatannya, Ning An Lian masih takut pada Yun Ruo Feng. Yang
ada, amnesianya sepertinya membuat dirinya lebih baik dalam menilai karakter
seseorang. "Ayo cepat kembali. Ada orang jahat di sini." Ning An Lian
hanya bisa gemetaran saat ia mengucapkan kata-kata 'orang jahat'.
Alis
Yun Ruo Feng pun mau tak mau mengerut saat ia melihat ini, menyebabkan si
dayang istana mendesak Ning An Lian agar kembali ke
istana peristirahatan.
Ning
An Lian sudah jadi gila, dan kini ia berpikir kalau aku adalah orang yang
jahat. Yun
Ruo Feng tertawa kecil, tak bisa dijelaskan.
Reinkarnasi
Ning Ru Lan juga berpikir kalau aku adalah orang yang jahat—tidak, bukan hanya
itu. Ia berpikir bahwa aku adalah
seorang penjahat rendahan dan tidak tahu malu, yang sudah tidak bisa jadi lebih
hina lagi. Ia telah menggunakan semua hinaan terburuk padaku.
Ada
jejak kesuraman yang berkedip di mata Yun Ruo Feng. Ning Ru Lan, kau
tidak pernah memikirkan tentang kesalahanmu sendiri. Bukan aku yang mendorongmu
pergi, tetapi malah sebaliknya. Dulu seperti itu, dan masih nyata juga
sekarang.
Keangkuhan
dan sikap masa bodohmu belum berubah. Walaupun kau sepertinya menyukaiku, aku
mungkin hanya sedikit lebih baik daripada seekor
anjing kan, di matamu? Seekor anjing yang sedikit lebih tampan dan lembut, dan
kebetulan saja bisa diterima olehmu.
Ning
Ru Lan, sekarang kau melekat pada Pei Qian Hao dan menolak untuk melepaskannya.
Apakah kau pernah berpikir bahwa, di mata Pei Qian Hao, barangkali kau hanyalah
seekor anjing yang cantik?!
Yun
Ruo Feng menertawai dirinya sendiri sebelum berjalan menuju ke pintu masuk
istana kekaisaran. Setelah sampai, ia memerintahkan seorang pengawal kekaisaran
untuk mengambilkan sebuah kereta kuda dan memerintahkan, "Ke rumah
pos."
Pengawal
kekaisaran itu kebingungan. Mengapa Pangeran Yun pergi ke rumah pos
lagi? Jadi semakin sulit saja bagi kami, para bawahan, untuk menebak apa yang
sedang dipikirkan oleh Pangeran Yun.
(T/N
: ga usah ditebak, nanti ikutan sinting =_=)
Tanpa
keraguan lebih lanjut, pengawal kekaisaran itu mengangkat cemeti dan
mengendarai kereta dengan cepat menuju ke rumah pos.
***
Di
luar rumah pos, pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao tidak berani
menurunkan kewaspadaan mereka. Seorang pembunuh masuk ke rumah pos dan
melukai Su Xi-er. Pangeran Hao sudah merasa cukup tidak senang tanpa kami yang
mengacau lagi. Bahkan, pengawal yang bertugas sebelumnya sudah secara sukarela
menerima hukuman mereka dan hanya bisa menahannya secara diam-diam setelah
dicambuk beberapa lusin kali.
Oleh
karena itu, ketika Pangeran Yun sampai, pengawal kekaisaran itu tidak berani
membiarkannya masuk. "Pangeran Yun, mohon tunggu di sini. Bawahan ini
harus melaporkan pada Pangeran Hao lebih dulu."
Yun
Ruo Feng mengangguk. "Pangeran ini akan menunggu di sini."
Satu
jam berlalu, dan Yun Ruo Feng terus berdiri di luar rumah pos tanpa berpindah
selangkah pun.
Akhirnya,
pengawal itu kembali dengan perintah Pangeran Hao. "Pangeran Yun, Anda
boleh masuk sekarang. Pangeran Hao sedang menunggu Anda di aula utama."
Yun
Ruo Feng mengangguk dan melangkah masuk ke dalam.
Ketika
ia masuk ke aula utama, ia menemukan bahwa Pei Qian Hao sedang
berdiri tepat di tengah-tengah aula, bukannya sedang duduk.
"Pangeran
Yun, aneh, dengan seberapa seringnya kau datang ke rumah pos. Kau tidak merasa
cukup sehat untuk pergi ke pertemuan mahkamah pagi, tetapi kau punya banyak
sekali tenaga untuk datang kemari." Pei Qian Hao menatapnya secara
langsung dengan ekspresi yang dingin.
Ia
selalu sedingin es pada semua orang, apalagi pada seseorang yang dibencinya.
Yun
Ruo Feng berkata tegas, "Pangeran Hao, kau suka berterus-terang,
jadi Pangeran ini akan mengikutinya. Sebagai Prince Regent Bei
Min, tidak seharusnya kau terlibat dalam urusan kerajaan Nan Zhao."
"Kalau
kau tidak duluan bergerak dan menyinggung Pangeran ini, Pangeran ini tidak akan
memedulikan tentang apa yang terjadi di Nan Zhao." Jawaban Pei Qian Hao
singkat dan dingin.
"Semua
orang menyukai wanita cantik, dan Pangeran ini hanya ingin menjadi lebih dekat dengan Su Xi-er. Pangeran Hao, apakah pantas bagimu untuk
terlibat dalam urusan kerajaan Nan Zhao hanya karena kau merasa tidak
senang?" Suara Yun Ruo Feng lembut dan perlahan, tetapi ekspresinya
serius. Masalah ini berhubungan dengan kekuasaan militernya, jadi ia tidak bisa
menunjukkan senyum lembutnya yang biasa.
Kekuasaan
militer mewakili tentara, dan itu juga mewakili pertempuran. Aku tidak bisa
membiarkan siapa pun menghancurkannya!
"Jadi,
ternyata, kau menyukai wanita cantik juga, Pangeran Yun. Tetapi kalau memang
demikian, Pangeran ini bingung, mengapa kau membunuh Ning Ru Lan. Ia adalah seorang
wanita cantik yang dikenal dimana-mana, namanya
membentang bahkan melampaui empat kerajaan besar." Suara Pei Qian Hao
rendah, tetapi tiap kata yang diucapkannya jelas.
Tatapan
Yun Ruo Feng sedikit berubah. Pei Qian Hao tidak mengetahui bahwa Su Xi-er adalah Ning Ru Lan. Sebagai
dua pria dalam posisi yang mirip, tidak mungkin aku bisa memberitahukannya ini.
Ketika orang-orang seperti kami menyadari bahwa sesuatu milik kami diambil oleh
orang lain, biarpun itu setidak penting seperti seekor semut, kami tidak akan
melepaskannya.
Ini
bukan hanya tentang memiliki sesuatu, ini adalah pertarungan antar lelaki.
Ini berhubungan dengan martabat dan posisi kami.
Yun
Ruo Feng yakin kalau ia tidak akan melepaskan Su Xi-er. Aku yakin bahwa
ia adalah reinkarnasi Ning Ru Lan, karena itulah, ia adalah milikku! Abunya
sudah disebar di dasar danau di Kediaman Pangeran Yun, sehingga ia tidak akan
pernah bisa meninggalkanku! Semuanya dan setiap bagian dari dirinya adalah
milikku! Walaupun aku tidak menginginkannya lagi, aku tidak akan mengizinkannya
untuk lari ke pelukan pria lain!
(T/N
: asadfadagjdkjaflkauaaa kezel bener sama kehaluan Yunyun, uda saingan sama
halunya An Lian =____=)

0 comments:
Posting Komentar