Consort of A Thousand Faces
Chapter 291 : Keributan Besar
"Kau tidak terlalu berisi, dan daging
domba dapat menutrisi tubuhmu." Pei Qian Hao mengiriskan beberapa potong daging domba lagi untuknya.
Biasanya, pelayan yang melayani sang majikan, tetapi ini sepenuhnya
terbalik saat ini. Meski begini, si pelayan tidak menerima kebaikan majikannya,
menyebabkan ekspresi Pei Qian Hao menggelap.
Su Xi-er mengetahui bahwa ia merasa
tidak senang dan bangkit berdiri untuk membantu menuangkan secangkir anggur
untuknya. "Pangeran Hao, hamba akan melayani Anda sementara Anda
makan."
"Pangeran ini memerintahkanmu supaya makan daging dombanya."
Pei Qian Hao tidak melihatnya, dan hanya terus makan. Namun, nada bicaranya,
membuatnya jelas bahwa tidak ada ruang untuk penolakan.
Su Xi-er melirik ke daging domba di mangkuk tersebut sebelum
mengambilnya dengan sumpitnya. Rasanya memang lumayan enak, tetapi cara
menyiapkannya terlalu kejam. Ada banyak cara untuk memasak domba,
tetapi memanggangnya secara utuh adalah satu-satunya cara yang membuat domba
kecil itu mengalami kematian secara perlahan.
"Pangeran Hao, hamba akan mengambilkan beberapa sayuran untuk
Anda." Su Xi-er mengambil sumpitnya dan mulai menumpuk sayuran di mangkuk
Pei Qian Hao hingga itu penuh.
Orang itu tidak memperlihatkan respons apa
pun selain melanjutkan makannya. Percakapan di antara
keduanya sepertinya terhenti, dan Su Xi-er tak lagi makan sementara ia
mengambilkan makanan untuk Pei Qian Hao.
Sekitar dua jam kemudian, Pangeran itu menyeka mulutnya dengan
saputangan dari Su Xi-er sebelum berdiri dan berjalan keluar.
Bahkan ketika mereka membayarkan tagihan, Pei Qian Hao masih tidak
mengatakan apa
pun padanya. Menyadari atmosfer canggung di antara
mereka, pengurus itu menatap Su Xi-er dengan aneh. Apa yang terjadi?
Setelah Pei Qian Hao sudah berjalan keluar dari Paviliun Angin Cyan, Su
Xi-er tersenyum pada si pengurus. "Hidangan Paviliun Angin Cyan tidak
buruk. Hanya saja, ruang pribadinya hanya memiliki satu macam tata ruang.
Kalian dapat mempertimbangkan untuk mendekorasi mereka dengan berbagai macam
gaya sesuai dengan adat yang berbeda-beda." Lalu, Su Xi-er berbalik,
meninggalkan restoran, meninggalkan si pengurus yang mengakar di tempat.
Nona memberitahukan kata-kata ini agar aku dapat menyampaikan mereka
pada Tuan.
Segera setelah ia berjalan keluar, Su Xi-er melihat ke kiri dan
kanan. Kemana menghilangnya Pei Qian Hao? Baru beberapa saat yang lalu
ia berjalan keluar.
Su Xi-er terus mencarinya, tetapi masih tidak menangkap sosok Pei Qian
Hao. Sebaliknya, ia melihat Feng Chang Qing berjalan ke arah Paviliun Angin
Cyan.
Mengingat kalau mereka ada di muka umum, Feng Chang Qing teringat agar
bersikap sopan. "Nona Su Xi-er, mengapa kau di sini, bukannya berada di
rumah pos?"
Su Xi-er menjawab dengan sopan, "Kita akan meninggalkan Nan Zhao
besok. Aku hanya sedang menemani Pangeran Hao berjalan-jalan. Kau mau pergi
kemana?"
"Aku mampir ke Paviliun Angin Cyan untuk makan makanan kecil. Aku
akan mengemasi barang-barangku lagi dan mengikuti Pangeran Hao ke Bei Min
besok."
Tiba-tiba saja, Su Xi-er merasakan sepasang mata tertuju padanya.
Berbalik, tatapannya bertemu dengan mata Pei Qian Hao, yang sudah menunggunya
agak jauh.
Karenanya, Su Xi-er menunjuk ke depan. "Pangeran Hao ada di depan,
jadi aku akan ke sana."
Sementara ia melewati Feng Chang Qing, ia mendengar suara rendah.
"Yun Ruo Feng dijadikan tahanan rumah, dan Qin Ling telah diutus keluar
ibu kota. Sementara itu, Tabib Kekaisaran Fang telah menjadi kaki tangan Yang
Mulia, dan sekarang ini adalah seorang mata-mata di pihak Yun Ruo Feng."
Satu kalimat membawa sejumlah besar informasi. Su Xi-er melihat bahwa Pei Qian Hao
telah menyadari pertukaran mereka, mendorongnya secara sengaja melambatkan
langkah kakinya. "Pangeran Hao sangat menghargai keterampilan menumbuhkan
bunga, terutama ketika itu tentang Ling Rui. Ingatlah untuk memainkan bagianmu
untuk Bei Min saat kau tiba di sana."
Feng Chang Qing memasang ekspresi hormat. "Itu sudah pasti."
Su Xi-er mengangguk dan berjalan ke depan, dengan Feng Chang Qing yang
menuju ke arah berlawanan.
Tepat ketika ia baru saja akan sampai di tempat Pei Qian Hao, orang itu
mulai mengambil langkah maju yang besar, tanpa menunggunya. Karena langkah
kakinya tidak sepanjang itu, Su Xi-er dipaksa untuk mempercepat langkah kakinya
guna menyusulnya.
Tiba-tiba saja, Pei Qian Hao berhenti di jalurnya. Kali ini, Su Xi-er
bereaksi dengan cepat dan tidak menabraknya.
Tatapan Pei Qian Hao tampak lembut, tetapi suaranya sangat dingin.
"Apa yang kau bicarkan dengan si penanam bunga itu?"
"Pangeran Hao, karena Anda telah memilihnya, hamba tentu saja
mengingatkannya agar melakukan pekerjaan dengan baik."
Pei Qian Hao meneliti Su Xi-er dengan cermat sebentar lagi sebelum
meneruskan jalannya kembali ke rumah pos. "Ikuti." Kata samar itu
mengalir ke dalam telinga Su Xi-er.
Sepertinya, hari ini Pei Qian Hao sangat plin-plan dengan tindakannya.
***
Ketika mereka berdua kembali ke rumah pos, Pei Qian Hao masuk ke aula
dan duduk di bangku utama tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia memerhatikan
sewaktu Su Xi-er mengambil tempatnya di samping sebelum akhirnya memecah
keheningan. "Pergi ke kamar Pangeran ini. Kau akan tidur di sana malam
ini."
Ia jarang bicara, tetapi saat ia bicara, kata-katanya cukup untuk
mengejutkan semua orang.
Beberapa pengawal kekaisaran yang berdiri di aula tertegun ketika mereka
mendengarkan kata-kata Pangeran Hao. Ia benar-benar menerima Su Xi-er!
Akan ada satu tambahan baru di Istana Kecantikan. Apa yang tidak
mereka ketahui adalah bahwa Istana Kecantikan sudah dibubarkan.
Su Xi-er harus memberi muka pada Pei Qian Hao di depan orang lain,
sehingga ia tidak bisa apa-apa selain membungkuk dan pergi. Namun, ia kembali
ke kamarnya sendiri daripada ke kamar Pei Qian Hao.
Setelah ia pergi, Pei Qian Hao bertanya pada para pengawal, "Apakah
surat Wu Ling masih belum sampai?"
Salah satu dari pengawal itu menggelengkan kepalanya. "Belum."
"Mundurlah." Pei Qian Hao melambaikan tangannya, memberi
sinyal pada para pengawal untuk berdiri di luar aula.
Wu Ling belum mengirimkan surat, jadi tampaknya itu berjalan dengan
lancar. Tetap saja, kami akan mempercepat ketika kami pergi besok agar dapat
sampai di ibu kota Bei Min dalam dua hari.
Kami sudah meninggalkan Bei Min sekian lama; tak diragukan lagi, akan
ada banyak urusan kenegaraan untuk ditangani setelah aku kembali.
***
Sementara itu, Ning Lian Chen melihat Kasim Fu menungguinya dengan
gelisah ketika ia kembali ke istana kekaisaran.
Melihat Kaisar, Kasim Fu segera maju ke depan. "Yang Mulia, Nona
Yin Yin membuat keributan di istana setelah mengetahui bahwa Guru Agung Liu
sudah meninggal."
Ning Lian Chen belum bertemu Liu Yin Yin semenjak ia membawanya ke dalam
istana. Aku adalah Kaisar, dan ia membenci Kaisar. Selama ini ia sudah
mengira bahwa aku hanyalah seorang bawahan.
Dengan jubah naga yang kukenakan sekarang, semakin tidak pantas bagiku
untuk bertemu dengannya.
Karena itu, ia melambaikan tangannya. "Instruksikan para dayang
istana agar menjaganya dengan benar."
Segera setelah kata-kata itu meninggalkan mulutnya, seorang dayang
istana datang berlari dengan paniknya, "Yang Mulia, Nona Yin Yin berlari
menuju ke arah Taman Kekaisaran!"
Dengan cepat Ning Lian Chen pergi ke taman tanpa kata lainnya,
meninggalkan Kasim Fu yang memerhatikan sosoknya yang menjauh. Akulah
orang yang secara sengaja mengirimkan seseorang untuk membiarkan Liu Yin Yin
mengetahui tentang kematian Guru Agung Liu. Dengan begini, itu bisa mengalihkan
perhatian Yang Mulia.
Sementara untuk Pangeran Yun, Kasim Fu sudah mengetahui bahwa Tabib
Kekaisaran Fang sepertinya tinggal di Kediaman Pangeran Yun untuk
sekarang. Tidak ada yang tahu bagaimana tepatnya keadaan Pangeran Yun
saat ini.
Ning Lian Chen bergegas menuju ke Taman Kekaisaran, jubah naganya
mengekspos jati dirinya. Liu Yin Yin sedang berjalan di sebuah jalur kecil
dalam kepanikan setelah tersesat. Aku tidak mau tinggal di sini. Aku
mau kembali ke Kediaman Liu!
"Yin Yin." Ning Lian Chen memanggilnya.
Ketika Liu Yin Yin mendengar suara yang akrab itu, ia merasa
gembira. Kakak Lelaki ada di sini untuk mengantarkanku kembali ke
Kediaman Liu! Namun, ia menegang selagi ia berbalik dan melihat Ning
Lian Chen yang mengenakan jubah naga yang berkilauan. Tak peduli seberapa muda
dan tak tahu apa-apa dirinya, Yin Yin masih punya pengetahuan umum tentang bagaimanakah rupa jubah naga. Orang yang memakai
jubah naga hanya boleh sang Kaisar!
Kakak Lelakiku sebenarnya adalah sang Kaisar! Aku membenci Kaisar karena
merebut Ayahku, tetapi kini aku diberitahukan bahwa Ayah dan Ibu sudah
meninggal, membuat Kediaman Liu dihancurkan!
Liu Yin Yin membeku terperanjat, mata jernihnya tidak pernah lepas dari Ning Lian Chen barang sekejap
pun.
Ning Lian Chen berjalan ke arahnya. "Yin Yin, jangan takut. Meski
jika Ayahmu tidak ada, kau masih punya aku. Aku akan menjagamu sampai kau
tumbuh dewasa."

0 comments:
Posting Komentar