Rabu, 18 Maret 2026

CTF - Chapter 300

Consort of A Thousand Faces

Chapter 300 : Memaksakan Seseorang Masuk


Dayang Senior Liu merenungi kata-kata Su Xi-er sebentar sebelum menyadarinya beberapa saat kemudian. Hanya saja, Ibu Suri sudah menyukai Pangeran Hao selama bertahun-tahun. Tentunya ia pasti merasa frustrasi sekarang karena ia dipaksa untuk membawa masuk Pei An Ru ke istana kekaisaran?

Namun, sulit bagi seorang dayang tua seperti dirinya untuk membuat suatu penilaian.

"Dayang Senior Liu, kau harus kembali lebih dulu. Terlepas dari apa pun yang terjadi malam ini, itu tidak akan berdampak pada Istana Samping." Mata Su Xi-er melengkung jadi bulan sabit.

Dayang Senior Liu mengangguk dan keluar dari kamar, meninggalkan Su Xi-er di dalam kamar sementara ia memandangi sinar bulan di halaman.

***

Sementara sangat hening di Istana Samping, sungguh berkebalikan dengan di Taman Kekaisaran. Tidak seperti Nan Zhao, tidak ada kekurangan di Taman Kekaisaran Bei Min, juga tidak dilingkupi dengan tembok batu. Akan ada pula dayang-dayang yang datang setiap bulannya untuk merawat taman tersebut.

Lentera-lentera merah besar tergantung di tiap pohon; ditambah dengan sekelompok dayang istana yang memegangi lentera di tangan mereka. Dipadukan dengan bulan yang terang, atmosfernya tampak sangat meriah.

Semua pejabat mahkamah memasang senyum di wajah mereka. Bahkan, sang Kaisar, Situ Lin, matanya membentuk bulan sabit sewaktu ia menampilkan senyuman lebar. Tetapi, ketika secara kebetulan ia melihat Paman Kekaisarannya yang duduk di sebelah kanan, mau tak mau, ia merinding.

Xie Yun, yang duduk di sebelah kiri Situ Lin, menyadari reaksinya dan tidak bisa menahan tawanya. "Apakah Yang Mulia merasa kedinginan?"

Situ Lin segera menggelengkan kepalanya. "Kaisar ini tidak dingin. Jangan khawatir, Commandery Prince Xie."

Pei Ya Ran melirik Pei Qian Hao, menyadari bahwa ia tampak tidak tertarik dalam seluruh peristiwa ini. Kemudian, ia mengamati orang lain yang sedang duduk di seberangnya. Xie Yun tampak tenang dan acuh tak acuh; Consort Dowager Guo tenggelam dalam aroma dari wewangian dupa; dan Situ Li tampak dingin dan memisahkan diri.

Saat itu, Pei An Ru mendadak mengulurkan satu tangan untuk menarik lengan jubah Pei Ya Ran dan memanggilnya.

Panggilan pelan Pei An Ru menarik perhatian Pei Qian Hao. Ketika tatapannya tertuju padanya, jantung Pei An Ru serasa tenggelam sewaktu ia menerima tatapan dingin di mata pria itu. Jadi, orang di depanku ini adalah Pangeran Hao. Sebelum aku masuk istana, semua orang memberitahukan padaku bahwa misiku adalah memangkas jarak di antara aku dan Pangeran Hao. Ibu bahkan menggenggam tanganku dan mengatakan bahwa hidup Ayah berada di tanganku.

Itu adalah sebuah beban yang berat, begitu beratnya hingga Pei An Ru merasa seolah ia tercekik. Dengan hati-hati ia melirik Pei Qian Hao dan mengepalkan tangan kecilnya. Jika aku tidak menjilatnya, Ayah akan mati! Ayah menyayangiku semenjak aku masih kecil; aku tidak ingin ia mati!

Tergerak oleh pemikiran itu, Pei An Ru menarik lengan jubah Pei Ya Ran lagi.

Alis Pei Ya Ran mengerut selagi Pei Zheng memberi sinyal padanya dengan matanya.

Semua ini tidak lolos dari mata Xie Yun. Dengan tatapan acuh tak acuh, mendadak ia bertanya, "Ibu Suri, wanita yang berdiri di belakangmu, agak mirip denganmu."

Mengambil umpannya, Pei Ya Ran menjawab, "Ia adalah keponakan perempuan Ibu Suri ini, Pei An Ru. Kemari, maju selangkah ke depan dan biarkan semua orang melihatmu baik-baik."

Pei An Ru mematuhi ucapan Pei Ya Ran selagi ia maju selangkah ke depan dan menyapa semua orang dengan hormat. "Putri pejabat ini, Pei An Ru, memberi salam kepada semuanya."

Situ Lin hanyalah anak kecil, dan terusik oleh rasa ingin tahu ketika ia melihat Pei An Ru. "Kau tampak hanya beberapa tahun lebih tua dari Kaisar ini. Mereka mengatakan bahwa wanita-wanita dari rumah tangga para pejabat dapat menyanyi dan menari dengan baik. Karena kau adalah keponakan perempuan Ibu Suri, bagaimana kalau kau menampilkan sebuah tarian untuk kami?"

Ucapan sembrono Situ Lin persis sempurna dengan harapan Pei Zheng, membuatnya segera menyetujui. "Yang Mulia benar sekali. An Ru, tampilkan sebuah tarian untuk kami."

Pei An Ru mengangguk dan melemparkan senyuman manis pada semua orang. Tepat ketika ia baru saja akan memulai tariannya, suara yang dingin pun terdengar. "Pangeran ini sudah melihat sebuah tarian yang indah di Nan Zhao. Kecuali kau memiliki keberanian untuk mengatakan bahwa kau sanggup menandingi keterampilan seperti itu, tidak ada artinya dari tarianmu."

Pei An Ru meratakan ujung kakinya yang sebelumnya berjinjit sebelum bertanya, "Pangeran Hao, apakah Anda begitu yakin bahwa tarian putri pejabat ini tidak sehebat yang Anda saksikan di Nan Zhao?"

"Penampilan dari Tarian Jing Hong dan Tarian Menekuk Ranting sanggup menandingi tarian Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang terdahulu. Meski jika orang yang hadir belum pernah melihat tariannya sebelumnya, kalian semua pasti pernah mendengarnya." Suara Pei Qian Hao rendah tetapi bergema.

Salah satu menteri dari keenam kementerian menggelengkan kepalanya. "Aku dengar bahwa tarian seperti itu hanya dapat dilihat di langit, dan hanya beberapa kali saja di bumi."

Pei An Ru mengatupkan bibirnya dan menatap Pei Qian Hao dengan mata besarnya. Mereka semua mengatakan bahwa Pangeran Hao adalah sebutir kacang yang keras untuk dipecahkan, dan apa yang kulihat hari ini baru saja memastikan itu. Tetapi, aku tidak boleh mundur. Semakin keras Pangeran Hao, semakin aku harus menekannya!

Karena itu, Pei An Ru tersenyum. "Karena putri pejabat ini tidak dapat bersaing dengan tariannya, bagaimana kalau aku menyanyikan sebuah lagu pendek saja?"

Situ Lin langsung bertepuk tangan setuju. "Lagu pendek!"

Namun, setelahnya, Situ Lin menerima tatapan dingin menusuk Pei Qian Hao dan mundur ketakutan. Apakah Paman Kekaisaran marah lagi?

Pei Qian Hao menatap Situ Lin dan pelan-pelan menegurnya, "Yang Mulia, Anda harus selalu mengendalikan ekspresi Anda dan tidak boleh menampilkan emosi Anda. Pangeran ini baru pergi sebentar, tetapi Anda sudah melupakannya?"

"Kau benar, Paman Kekaisaran; Kaisar ini pasti akan mengingat itu." Situ Lin mengangguk dan mengalihkan tatapannya pada Pei An Ru. Aku rasa, aku tidak akan bisa mendengarkan lagu pendeknya sekarang.

Namun, bagaimanapun juga, Pei Ya Ran yang membawa Pei An Ru masuk. Pangeran Hao tidak memberi muka pada Pei An Ru, sama seperti tamparan di wajah Pei Ya Ran.

Oleh sebab itu, Pei Ya Ran menggesturkan Pei An Ru untuk menyanyikan lagu pendek tersebut. "An Ru memiliki suara yang manis dan segar; bagaimana kalau kita mendengarkannya menyanyi?"

Xie Yun menggoyang-goyangkan anggur di cangkirnya dan menatap Pei Qian Hao. "Pangeran Hao, bagaimana kalau kita dengarkan satu lagu? Siapa tahu itu mungkin akan mengejutkan kita?" Kemudian, ia menyesap anggur di cangkirnya secara perlahan-lahan.

Pei Qian Hao tetap diam, mengindiskasikan persetujuannya dengan diamnya dirinya.

Dengan demikian, Pei An Ru merasa lega, beban yang sudah memberatkan hatinya berkurang dan mulai menyanyikan lagu pendek terbaiknya—'Shui Diao Ge Tou.'

Suara segar dan jelasnya menggema di taman itu. Melodinya diisi dengan nada-nada yang kadang kala tinggi, dan rendah, memang manis dan terdengar menenangkan di telinga.

Situ Lin sangat menikmatinya, dengan kedua matanya terpejam selagi ia mendengarkan. Kepolosan muda dan seperti anak-anaknya tidak menunjukkan sikap seorang penguasa.

Di akhir lagu pendeknya, Pei An Ru membungkuk pada semua orang.

Situ Lin adalah yang pertama bertepuk tangan. "Tidak buruk, suaramu jauh lebih menenangkan daripada seekor burung oriole."

Consort Dowager Guo melirik sepintas pada Pei An Ru sebelum mengalihkan tatapannya.

"Pangeran Hao, bagaimanakah lagu pendek putri pejabat ini?" Mata Pei An Ru bersinar dengan cerahnya sementara ia menatap Pei Qian Hao.

Pei Ya Ran menyadari ekspresi gelap Pei Qian Hao dan segera merespons menggantikannya. "Pangeran Hao pasti akan merasa bahwa An Ru memiliki suara yang bagus."

Tepat saat kata-kata itu meninggalkan bibirnya, Pei Qian Hao menjawab dingin, "Karena ia adalah keponakan perempuan Ibu Suri, dan juga merupakan seorang anggota dari Keluarga Pei, tak diragukan lagi, Pangeran ini merasa nyanyiannya bagus. Tidakkah kau setuju, Tuan Pei?"

Pei Zheng, yang dipanggil, segera bangkit berdiri dari kursi yang lebih rendah. "Pejabat tua ini berterima kasih kepada Pangeran Hao atas pujianmu, menggantikan An Ru. An Ru memiliki kepribadian yang murni dan polos, sesuai dengan kesukaan Ibu Suri, mendorongnya agar membiarkan An Ru berada di dalam istana sebagai pendampingnya. Pangeran Hao, karena sering pergi ke Istana Kedamaian Penuh Kasih, mewakili pejabat tua ini, setelah menyelesaikan urusan negara, aku ingin mengajak bersulang untuk mengungkapkan rasa terima kasihku."

Kemudian, Pei Zheng menangkupkan tangannya sebelum mengangkat cangkir anggurnya, meneguk isinya dan kembali duduk.

Kilat dingin melintas di mata Pei Ya Ran. Aku bahkan tidak menyetujui agar membiarkan Pei An Ru tinggal di istana, tetapi Ayah sudah mengambil kesempatan untuk membuat keputusan itu! Jika aku menolaknya di depan semua orang, aku akan membuat malu keluarga Pei, dan juga diriku sendiri sebagai Ibu Suri! Aku akan ingat ini!


Silakan lanjut ke Chapter 301 di sini.

Atau cek ke TOC.

0 comments:

Posting Komentar