Selasa, 31 Maret 2026

CTF - Chapter 317

Consort of A Thousand Faces

Chapter 317 : Bertemu Xie Yun


Tepat saat percakapan di antara Su Xi-er dan Hong Li terhenti, Lian Qiao bisa terlihat berbelok sembari membawa sebuah baskom kayu. Ia tertegun ketika melihat Su Xi-er, tetapi sebelum ia dapat lepas dari keadaan bengongnya dan melanjutkan, dayang istana lain sudah tertawa dan memanggilnya. "Lian Qiao, kenapa kau tidak kemari dan menyapa Su Xi-er? Dulunya kau menyapu jalur istana sementara ia mencuci pispot, tetapi sekarang, posisi kalian telah tertukar."

Dayang istana itu tertawa lagi setelah ia selesai bicara, nada bicaranya dipenuhi dengan niatan mencela. Sikapnya merupakan norma bagi dayang istana; menginjak-injak mereka yang lebih lemah sementara membungkuk pada mereka yang lebih kuat. Jika mereka melihat kalau kau sudah jatuh dari posisimu, mereka akan menertawakan kemalanganmu dan melemparkan kekerasan secara verbal padamu, melakukan segala yang mereka bisa untuk mendorongmu jatuh bahkan lebih dalam sembari mendorong orang lain untuk melakukannya juga.

Tubuh Lian Qiao kaku. Ekspresinya sangat canggung selagi ia melirik Su Xi-er dan memanggil, "Su Xi-er."

Mengabaikan yang lainnya, Su Xi-er berjalan ke arah Lian Qiao dan menepuk pundaknya sebelum tersenyum. "Tenanglah, jangan pikirkan apa yang dikatakan orang lain. Seharusnya kau tahu bahwa, dengan banyaknya dayang istana yang keluar masuk Istana Samping, kau tidak akan mencuci pispot untuk waktu yang sangat lama."

Ketika Su Xi-er cukup dekat, ia menyadari kalau tangan Lian Qiao dipenuhi lecet. Beberapa lecetnya bahkan berdarah sekarang ini.

"Pergi dan melaporlah pada Dayang Senior Liu, mohon padanya untuk memberikanmu sejumlah obat." Su Xi-er menganjurkan selagi ia melihat ke arah tangan Lian Qiao.

Namun, Lian Qiao segera menyembunyikan tangannya di bawah baskom kayu itu, ekspresinya penuh kegelisahan. Walaupun Su Xi-er perhatian padaku, aku tidak suka mendengar kata-kata itu. Rasanya seolah ia tengah mencemooh diriku dengan mengatakan kalau aku harus mengetahui tempatku, dan bersiap untuk yang terburuk. Sekalinya musim dingin tiba, lecet di tanganku hanya akan jadi makin parah, sehingga aku harus meminta salep pada Dayang Senior Liu sekarang.

Su Xi-er tidak mengatakan yang lainnya, tersenyum lagi sebelum memutar tumitnya. Namun, ia tiba-tiba saja merasakan tangan Lian Qiao menarik lengan bajunya. "Su Xi-er, sebelumnya kau memintaku untuk membuatkan bubuk gatal-gatal; sekarang sudah selesai."

"Jika kau bisa membuat bubuk gatal, kau boleh mengkutiku." Aku ingat kalau Su Xi-er pernah memberitahukanku itu.

Su Xi-er membantu Lian Qiao barusan ini, karena ia dapat melihat kalau orang itu tengah mengalami masa sulit. Akan tetapi, membiarkan gadis itu mengikutinya, adalah sesuatu yang masih harus direnungkannya.

Ketika Lian Qiao melihat kalau Su Xi-er tidak menjawab untuk waktu yang lama, ia mencengkeram baskom kayu itu dengan benar lagi. "Terima kasih karena membantuku barusan ini. Walaupun itu tidak menenangkan perasaan dalam hatiku, aku masih harus berterima kasih padamu." Lian Qiao berkata dengan jujur sebelum berjalan pergi.

Memerhatikan sosok menjauh Lian Qiao, satu pemikiran pun mendatangi Su Xi-er. Ia memahami obat-obatan, dan Yu Xiao mengkhususkan diri dalam membuat obat-obatan yang aneh. Jika aku bisa memanfaatkan Lian Qiao ....

Tepat saat ia mulai tersesat dalam pemikirannya, dayang istana yang lain berteriak serentak, "Pelayan ini memberi hormat pada Commandery Prince Xie."

Hanya setelah Su Xi-er mendengar kata-kata 'Commandery Prince Xie' barulah ia berbalik. Tidak sampai Hong Li menarik lengan bajunya, barulah Su Xi-er sedikit merendahkan tubuhnya dan membungkuk. "Hamba memberi hormat pada Commandery Prince Xie."

Xie Yun melambaikan tangannya dan memberi sinyal agar para dayang bangun. "Walaupun kalian semua adalah dayang istana dari Istana Samping, dan dianggap berstatus rendah di dalam istana, tanpa kalian semua, seluruh istana akan berantakan. Pangeran ini akan berterima kasih pada kalian, mewakili Yang Mulia. Aku sudah secara khusus mengirimkan seseorang untuk membawakan sejumlah buah-buahan kemari; kalian boleh berhenti bekerja dan pergi ke dapur untuk memakannya."

Semua orang jadi gembira ketika mereka mendengar ini, tetapi tidak berani bergerak sampai suara Commandery Prince Xie terdengar lagi. "Pangeran ini sudah berbicara pada Dayang Senior Liu. Ia tidak akan menghukum kalian."

Setelah itu, pengawal dari kediaman Commandery Prince Xie mengulurkan tangannya dan membimbing sekelompok dayang istana itu pergi.

Walaupun baru saja menjelek-jelekkan Xie Yun, Hong Li penuh senyum sewaktu ia menyeret Su Xi-er ke arah dapur.

Akan tetapi, sebelum mereka bisa pergi jauh, ia dihentikan oleh Xie Yun. "Su Xi-er tetap tinggal."

Kata-katanya sederhana dan jelas, membingungkan semua dayang istana yang tersisa. Apakah Commandery Prince Xie datang ke Istana Samping demi Su Xi-er? Bukankah ia diurusi oleh Pangeran Hao? Kenapa ia terkait dengan Commandery Prince Xie juga?

Pada pemikiran ini, sekelompok dayang istana itu menunjukkan penghinaan di mata mereka. Ia tidak puas hanya berhubungan dengan Pangeran Hao, bahkan sedang mencoba memalangi Commandery Prince Xie. Seorang wanita cantik benar-benar tidak tahu malu!

Hong Li melepaskan tangan Su Xi-er dan melirik gugup ke arah Commandery Prince Xie. Tidak akan ada yang salah, kan?

Su Xi-er tersenyum pada Hong Li, guna menenangkannya; barulah kemudian, Hong Li berhenti merasa cemas dan pergi.

Tak lama setelahnya, hanya Su Xi-er dan Xie Yun yang tersisa di jalur istana tersebut.

Su Xi-er membungkuk ke arah Xie Yun untuk memberikan hormatnya sebelum bertanya, "Commandery Prince Xie, apakah Anda meminta pelayan ini untuk tetap tinggal karena ada sesuatu yang ingin Anda beritahukan padaku?"

Xie Yun maju selangkah dan menilainya. "Pangeran ini hanya ingin melihat seberapa cantiknya orang yang disukai oleh Pangeran Hao."

"Kalau itu kasusnya, karena Anda sudah melihat hamba, aku akan undur diri sekarang." Su Xi-er membungkuk lagi dan berbalik pergi.

Satu tangan panjang menghadang jalannya. "Pangeran ini kemari bukan hanya untuk melihatmu."

Suaranya menggema, tetapi pemikirannya tersembunyi di balik senyum samar di wajahnya.

Su Xi-er menengadahkan kepala dan menatapnya. "Ada urusan lain apa yang Anda miliki, Commandery Prince Xie?"

"Sebelumnya, ada seorang dayang istana dari Istana Samping yang menghancurkan bandul giok Pangeran ini, yang dikenakan di pinggangku. Pangeran ini ingin menghukumnya, tetapi dayang istana lain menanggung kesalahan itu untuknya." Xie Yun terdiam dan terkekeh. "Menanggung kesalahan untuk orang lain, melanggar peraturan istana. Beritahukan padaku, apa yang harus kita lakukan tentang itu?"

"Insiden itu terjadi sudah lama sekali, dan dayang istana yang menghancurkan bandul giok Anda sudah meninggal dunia. Sebagai seorang Commandery Prince Xie yang agung dan mulia, kenapa Anda perlu meributkan tentang seorang wanita yang sudah meninggal?" Su Xi-er sengaja mendistorsi maknanya dan menempatkan Xie Yun dalam tumpuannya.

Sejejak kekaguman muncul di mata Xie Yun. "Tidak mengherankan apabila kau telah mempertahankan perhatian Pangeran Hao untuk waktu yang sangat lama, sampai-sampai ia bahkan bersedia untuk membubarkan Istana Kecantikan. Siapa yang tidak akan menyukai seorang wanita yang cantik dan berotak?" Tiba-tiba saja, Xie Yun maju selangkah mendekati Su Xi-er.

Xie Yun cukup cepat, dimana Su Xi-er tidak mampu berpindah sebelum ia sudah cukup dekat untuk mencium aroma rerumputan pada pria itu.

Secara naluriah, Su Xi-er mundur selangkah, tetapi tidak menyadari kalau Xie Yun akan mengulurkan tangannya ke belakangnya, guna menjaganya tetap di tempat.

Mata Xie Yun dipenuhi senyuman. "Pangeran ini bukan meributkan tentang orang yang sudah mati, dan hanya sedang menyelidiki dayang istana yang menanggung kesalahan itu untuknya. Beritahukan pada Pangeran ini, siapakah itu?"

Disposisi Xie Yun saat ini, secara tak menyenangkan, mengingatkan Su Xi-er akan Yun Ruo Feng ketika pria itu mencoba untuk menyenangkan dirinya.

Alis tipis Su Xi-er agak mengerut. Pada akhirnya ia menginjak kaki pria itu kuat-kuat, kemudian menurunkan tubuhnya, melewati lengannya, mundur ke satu sisi.

"Kau wanita yang kurang ajar." Kata-kata Xie Yun terdengar seolah ia tengah mencemooh Su Xi-er, tetapi senyumannya hanya jadi makin lebar.

Su Xi-er menjawab hormat, "Commandery Prince Xie, karena Anda ingin mengejar masalah ini, maka tidak ada lagi yang dapat hamba katakan. Apakah aku akan dipukuli, atau dicambuk? Atau apakah aku harus bekerja lebih?"

"Kau tidak akan dipukul, dicambuk, atau disuruh untuk melakukan lebih banyak kerjaan. Karena kau berutang pada Pangeran ini, kau harus pergi ke Kediaman Commandery Prince Xie dan menyapu jalur kecil di sana selama tujuh hari. Setelah itu, kau boleh kembali ke Istana Samping." Xie Yun berkata pelan-pelan, masih sambil tersenyum.

Su Xi-er langsung menolaknya. "Aku tidak bisa."

"Kenapa tidak?" tanya Xie Yun.

"Commandery Prince Xie, Anda harus pergi dan menanyai Pangeran Hao. Hanya jika Pangeran Hao menyetujuinya, baru hamba bisa pergi." Su Xi-er memutuskan untuk melemparkan masalah rumit ini pada Pei Qian Hao.

Ketika Xie Yun mendengarnya membicarakan soal Pangeran Hao, ia tertawa. "Ini di antara kau dan Pangeran ini; mengapa kita harus mengganggu Pangeran Hao?"


Silakan lanjut ke Chapter 318 di sini.

Atau ke TOC.

0 comments:

Posting Komentar