Consort of A Thousand Faces
Chapter 317 : Bertemu Xie Yun
Tepat saat percakapan di antara Su Xi-er dan Hong Li terhenti, Lian Qiao
bisa terlihat berbelok sembari membawa sebuah baskom kayu. Ia tertegun ketika melihat Su
Xi-er, tetapi sebelum ia dapat lepas dari keadaan bengongnya dan melanjutkan,
dayang istana lain sudah tertawa dan memanggilnya. "Lian Qiao, kenapa kau
tidak kemari dan menyapa Su Xi-er? Dulunya kau menyapu jalur istana sementara
ia mencuci pispot, tetapi sekarang, posisi kalian telah tertukar."
Dayang istana itu tertawa lagi setelah ia selesai bicara, nada bicaranya
dipenuhi dengan niatan mencela. Sikapnya merupakan norma bagi dayang istana;
menginjak-injak mereka yang lebih lemah sementara membungkuk pada mereka yang
lebih kuat. Jika mereka melihat kalau kau sudah jatuh dari posisimu, mereka
akan menertawakan kemalanganmu dan melemparkan kekerasan secara verbal padamu,
melakukan segala yang mereka bisa untuk mendorongmu jatuh bahkan lebih dalam
sembari mendorong orang lain untuk melakukannya juga.
Tubuh Lian Qiao kaku. Ekspresinya sangat canggung selagi ia melirik Su
Xi-er dan memanggil, "Su Xi-er."
Mengabaikan yang lainnya, Su Xi-er berjalan ke arah Lian Qiao dan
menepuk pundaknya sebelum tersenyum. "Tenanglah, jangan pikirkan apa yang
dikatakan orang lain. Seharusnya kau tahu bahwa, dengan banyaknya dayang istana
yang keluar masuk Istana Samping, kau tidak akan mencuci pispot untuk waktu
yang sangat lama."
Ketika Su Xi-er cukup dekat, ia menyadari kalau tangan Lian Qiao
dipenuhi lecet. Beberapa lecetnya bahkan berdarah sekarang ini.
"Pergi dan melaporlah pada Dayang Senior Liu, mohon padanya untuk
memberikanmu sejumlah obat." Su Xi-er menganjurkan selagi ia melihat ke
arah tangan Lian Qiao.
Namun, Lian Qiao segera menyembunyikan tangannya di bawah baskom kayu
itu, ekspresinya penuh kegelisahan. Walaupun Su Xi-er perhatian padaku,
aku tidak suka mendengar kata-kata itu. Rasanya seolah ia tengah mencemooh
diriku dengan mengatakan kalau aku harus mengetahui tempatku, dan bersiap untuk
yang terburuk. Sekalinya musim dingin tiba, lecet di tanganku hanya akan jadi
makin parah, sehingga aku harus meminta salep pada Dayang Senior Liu sekarang.
Su Xi-er tidak mengatakan yang lainnya, tersenyum lagi sebelum memutar
tumitnya. Namun, ia tiba-tiba saja merasakan tangan Lian Qiao menarik lengan
bajunya. "Su Xi-er, sebelumnya kau memintaku untuk membuatkan bubuk
gatal-gatal; sekarang sudah selesai."
"Jika kau bisa membuat bubuk gatal, kau boleh mengkutiku." Aku
ingat kalau Su Xi-er pernah memberitahukanku itu.
Su Xi-er membantu Lian Qiao barusan ini, karena ia dapat melihat kalau
orang itu tengah mengalami masa sulit. Akan tetapi, membiarkan gadis itu
mengikutinya, adalah sesuatu yang masih harus direnungkannya.
Ketika Lian Qiao melihat kalau Su Xi-er tidak menjawab untuk waktu yang
lama, ia mencengkeram baskom kayu itu dengan benar lagi. "Terima kasih
karena membantuku barusan ini. Walaupun itu tidak menenangkan perasaan dalam
hatiku, aku masih harus berterima kasih padamu." Lian Qiao berkata dengan
jujur sebelum berjalan pergi.
Memerhatikan sosok menjauh Lian Qiao, satu pemikiran pun mendatangi Su
Xi-er. Ia memahami obat-obatan, dan Yu Xiao mengkhususkan diri dalam
membuat obat-obatan yang aneh. Jika aku bisa memanfaatkan Lian Qiao ....
Tepat saat ia mulai tersesat dalam pemikirannya, dayang istana yang lain
berteriak serentak, "Pelayan ini memberi hormat pada Commandery
Prince Xie."
Hanya setelah Su Xi-er mendengar kata-kata 'Commandery Prince Xie'
barulah ia berbalik. Tidak sampai Hong Li menarik lengan bajunya, barulah Su
Xi-er sedikit merendahkan tubuhnya dan membungkuk. "Hamba memberi hormat
pada Commandery Prince Xie."
Xie Yun melambaikan tangannya dan memberi sinyal agar para dayang
bangun. "Walaupun kalian semua adalah dayang istana dari Istana Samping,
dan dianggap berstatus rendah di dalam istana, tanpa kalian semua, seluruh
istana akan berantakan. Pangeran ini akan berterima kasih pada kalian, mewakili
Yang Mulia. Aku sudah secara khusus mengirimkan seseorang untuk membawakan
sejumlah buah-buahan kemari; kalian boleh berhenti bekerja dan pergi ke dapur
untuk memakannya."
Semua orang jadi gembira ketika mereka mendengar ini, tetapi tidak
berani bergerak sampai suara Commandery Prince Xie terdengar
lagi. "Pangeran ini sudah berbicara pada Dayang Senior Liu. Ia tidak akan
menghukum kalian."
Setelah itu, pengawal dari kediaman Commandery Prince Xie
mengulurkan tangannya dan membimbing sekelompok dayang istana itu pergi.
Walaupun baru saja menjelek-jelekkan Xie Yun, Hong Li penuh senyum
sewaktu ia menyeret Su Xi-er ke arah dapur.
Akan tetapi, sebelum mereka bisa pergi jauh, ia dihentikan oleh Xie Yun.
"Su Xi-er tetap tinggal."
Kata-katanya sederhana dan jelas, membingungkan semua dayang istana yang
tersisa. Apakah Commandery Prince Xie datang ke Istana Samping demi Su
Xi-er? Bukankah ia diurusi oleh Pangeran Hao? Kenapa ia terkait dengan
Commandery Prince Xie juga?
Pada pemikiran ini, sekelompok dayang istana itu menunjukkan penghinaan
di mata mereka. Ia tidak puas hanya berhubungan dengan Pangeran Hao,
bahkan sedang mencoba memalangi Commandery Prince Xie. Seorang wanita cantik
benar-benar tidak tahu malu!
Hong Li melepaskan tangan Su Xi-er dan melirik gugup ke arah Commandery
Prince Xie. Tidak akan ada yang salah, kan?
Su Xi-er tersenyum pada Hong Li, guna menenangkannya; barulah kemudian,
Hong Li berhenti merasa cemas dan pergi.
Tak lama setelahnya, hanya Su Xi-er dan Xie Yun yang tersisa di jalur
istana tersebut.
Su Xi-er membungkuk ke arah Xie Yun untuk memberikan hormatnya sebelum
bertanya, "Commandery Prince Xie, apakah Anda meminta pelayan
ini untuk tetap tinggal karena ada sesuatu yang ingin Anda beritahukan
padaku?"
Xie Yun maju selangkah dan menilainya. "Pangeran ini hanya ingin
melihat seberapa cantiknya orang yang disukai oleh Pangeran Hao."
"Kalau itu kasusnya, karena Anda sudah melihat hamba, aku akan
undur diri sekarang." Su Xi-er membungkuk lagi dan berbalik pergi.
Satu tangan panjang menghadang jalannya. "Pangeran ini kemari bukan
hanya untuk melihatmu."
Suaranya menggema, tetapi pemikirannya tersembunyi di balik senyum samar
di wajahnya.
Su Xi-er menengadahkan kepala dan menatapnya. "Ada urusan lain apa
yang Anda miliki, Commandery Prince Xie?"
"Sebelumnya, ada seorang dayang istana dari Istana Samping yang
menghancurkan bandul giok Pangeran ini, yang dikenakan di pinggangku. Pangeran
ini ingin menghukumnya, tetapi dayang istana lain menanggung kesalahan itu
untuknya." Xie Yun terdiam dan terkekeh. "Menanggung kesalahan untuk
orang lain, melanggar peraturan istana. Beritahukan padaku, apa yang harus kita
lakukan tentang itu?"
"Insiden itu terjadi sudah lama sekali, dan dayang istana yang
menghancurkan bandul giok Anda sudah meninggal dunia. Sebagai seorang Commandery
Prince Xie yang agung dan mulia, kenapa Anda perlu meributkan tentang
seorang wanita yang sudah meninggal?" Su Xi-er sengaja mendistorsi
maknanya dan menempatkan Xie Yun dalam tumpuannya.
Sejejak kekaguman muncul di mata Xie Yun. "Tidak mengherankan
apabila kau telah mempertahankan perhatian Pangeran Hao untuk waktu yang sangat
lama, sampai-sampai ia bahkan bersedia untuk membubarkan Istana Kecantikan.
Siapa yang tidak akan menyukai seorang wanita yang cantik dan berotak?"
Tiba-tiba saja, Xie Yun maju selangkah mendekati Su Xi-er.
Xie Yun cukup cepat, dimana Su Xi-er tidak mampu berpindah sebelum ia
sudah cukup dekat untuk mencium aroma rerumputan pada pria itu.
Secara naluriah, Su Xi-er mundur selangkah, tetapi tidak menyadari kalau
Xie Yun akan mengulurkan tangannya ke belakangnya, guna menjaganya tetap di
tempat.
Mata Xie Yun dipenuhi senyuman. "Pangeran ini bukan meributkan
tentang orang yang sudah mati, dan hanya sedang menyelidiki dayang istana yang
menanggung kesalahan itu untuknya. Beritahukan pada Pangeran ini, siapakah
itu?"
Disposisi Xie Yun saat ini, secara tak menyenangkan, mengingatkan Su
Xi-er akan Yun Ruo Feng ketika pria itu mencoba untuk menyenangkan dirinya.
Alis tipis Su Xi-er agak mengerut. Pada akhirnya ia menginjak kaki pria
itu kuat-kuat, kemudian menurunkan tubuhnya, melewati lengannya, mundur ke satu
sisi.
"Kau wanita yang kurang ajar." Kata-kata Xie Yun terdengar
seolah ia tengah mencemooh Su Xi-er, tetapi senyumannya hanya jadi makin lebar.
Su Xi-er menjawab hormat, "Commandery Prince Xie,
karena Anda ingin mengejar masalah ini, maka tidak ada lagi yang dapat hamba
katakan. Apakah aku akan dipukuli, atau dicambuk? Atau apakah aku harus bekerja
lebih?"
"Kau tidak akan dipukul, dicambuk, atau disuruh untuk melakukan
lebih banyak kerjaan. Karena kau berutang pada Pangeran ini, kau harus pergi ke
Kediaman Commandery Prince Xie dan menyapu jalur kecil di sana
selama tujuh hari. Setelah itu, kau boleh kembali ke Istana Samping." Xie
Yun berkata pelan-pelan, masih sambil tersenyum.
Su Xi-er langsung menolaknya. "Aku tidak bisa."
"Kenapa tidak?" tanya Xie Yun.
"Commandery Prince Xie, Anda harus pergi dan menanyai
Pangeran Hao. Hanya jika Pangeran Hao menyetujuinya, baru hamba bisa
pergi." Su Xi-er memutuskan untuk melemparkan masalah rumit ini pada Pei
Qian Hao.
Ketika Xie Yun mendengarnya membicarakan soal Pangeran Hao, ia tertawa.
"Ini di antara kau dan Pangeran ini; mengapa kita harus mengganggu
Pangeran Hao?"
Silakan lanjut ke Chapter 318 di sini.
Atau ke TOC.

0 comments:
Posting Komentar