Consort of A Thousand Faces
Chapter 298 : Di Siang Bolong
Setelah
Ruo Yuan dan Hong Li pergi, Pei Qian Hao dan Su Xi-er berduaan saja di halaman
belakang yang luas tersebut. Mata mereka bertemu, dan Su Xi-er memanggil
lembut, "Pangeran Hao."
Pei
Qian Hao duduk di atas satu bangku batu bundar selagi ia berbicara, suara
dalamnya dibawa oleh angin ke telinga Su Xi-er. "Kemari dan pijat kaki
Pangeran ini."
Ia
baru saja masuk halaman belakang, dan hal pertama yang ia lakukan adalah
memintaku untuk memijat kakinya. Su Xi-er berdiri di samping.
Sebelum ia bisa berjalan, ia mendengar suara pria itu lagi.
"Kau
bisa kembali ke Istana Samping malam ini. Jika kau tidak menggunakan sedikit
waktu terakhir ini untuk melayani Pangeran ini sekarang, kau mungkin tidak akan
pernah punya kesempatan itu lagi di masa yang akan datang." Nada bicaranya
enteng, emosinya tidak terdeteksi dari suaranya.
Su
Xi-er berjalan maju dan berjongkok, mulai memijat kaki Pei Qian Hao. Namun, tak
peduli seberapa keras ia berusaha, itu tetap terasa seperti rintik hujan bagi
Pei Qian Hao.
Ia
melihat ke bawah dan melihat rambut hitam halus Su Xi-er yang membingkai wajah
gadis itu. Mengangkat satu tangan, ia mengulurkannya untuk menyisirkan
rambutnya ke belakang telinganya dan menyentuh wajah Su Xi-er dengan lembut.
Su
Xi-er merasa gatal dan menolehkan kepalanya pelan untuk melepaskan diri dari
tangan besarnya. "Pangeran Hao, hamba akan menumbuk-numbuk lutut Anda
sebentar."
Setelah
itu, ia mengangkat kedua tangan dan mulai memukul-mukul lutut Pei Qian Hao
dengan berbagai kecepatan. Mudah bagi mereka yang memimpin pasukan dan
berperang untuk mendapatkan luka di lutut. Jika mereka tidak berhati-hati,
mereka akan merasakan banyak kesakitan di hari hujan.
Pei
Qian Hao melihat tangan Su Xi-er yang terluka dan segera menghentikan
pergerakannya. Dengan lembut, ia memeluk pinggang gadis itu dan mendudukkannya
di pangkuannya.
Mataharinya
cerah, dan halaman belakang tidak memiliki tembok di sekelilingnya. Hanya
dengan beberapa batang pohon yang menghadang jalan, siapa saja yang lewat bisa
melihat posisi intim mereka.
Sebelum
Su Xi-er mulai meronta, satu kecupan mendarat di pipinya. Suara yang parau
terdengar di sebelah telinganya. "Tanganmu terluka, jadi kau tidak perlu
memijat kaki Pangeran ini hari ini."
Ia
memeluk gadis itu bahkan lebih erat lagi sebelum Su Xi-er bisa menjawab.
Punggungnya menempel di dada pria itu, dan ia bahkan dapat merasakan kehangatan
tubuhnya melalui baju mereka. Kelembutan dan wangi anggun seorang wanita
bercampur dengan ketangguhan dan wangi menawan seorang pria.
Pei
Qian Hao terus mengecup wajahnya, hingga ia akhirnya sampai di leher Su
Xi-er dan dengan lembut menarik bagian atas gaunnya hingga terbuka.
Embusan
angin bertiup, dan Su Xi-er merasakan dingin di bahunya. Ia nyaris tidak memerhatikan
ciuman penuh gairah itu, dan tatapannya melihat ke depan dengan gelisah. Seseorang
bisa lewat kapan saja! Tetapi, ia sungguh melakukan hal seperti ini sekarang
ini ....
Su
Xi-er mencoba untuk berdiri dan mendorongnya, tetapi Pei Qian Hao menangkap
kedua tangannya dengan satu tangannya. Ia tidak senang karena Su Xi-er
teralihkan, sehingga ia menggunakan tangannya yang lain untuk memutarnya dan
menghadapnya. Kemudian, ia menempelkan dahinya di dahi Su Xi-er, napasnya yang
hangat menyentuh wajah Su Xi-er.
Pei
Qian Hao terkekeh, tawanya kedengaran dalam dan jahat. "Kau malu, atau
ketakutan? Takut kalau orang lain akan melihatnya?"
"Siapa
saja bisa berjalan melewati halaman belakang. Pangeran Hao, Anda terlalu
bernyali!"
Sudut
mulut Pei Qian Hao terangkat, tatapannya terlihat malas dan berbahaya.
"Aku bisa melakukan sesuatu yang bahkan lebih berani lagi." Setelah
itu, ia mengangkat dagunya dan menangkap bibirnya sebelum melingkarkan satu
tangan di pinggang gadis itu.
Su
Xi-er belum pernah diperlakukan seperti ini di siang bolong, dan ia meresponsnya
dengan menggigit
bibir Pei Qian Hao. Itu bukanlah gigitan yang keras, dan itu tidak membuatnya
berdarah, tetapi alisnya sedikit mengerut.
Akhirnya,
Pei Qian Hao melepaskannya. Su Xi-er cepat-cepat turun dari kakinya dan segera
berpindah ke samping sebelum membenarkan gaunnya.
"Pangeran
ini akan mengantarkanmu kembali ke Istana Samping hari ini. Aku akan
memberikanmu waktu untuk berpikir, tetapi Pangeran ini tidak sabaran, jadi kau
harus memutuskannya dengan cepat. Mutiara giok putih dan korset Cina merahmu
sudah dikemas bersama dengan beberapa bubuk bunga Ling Rui."
Ketika
Su Xi-er mendengar ini, ia segera menjawab, "Terima kasih banyak Pangeran
Hao."
"Bubuk
bunga Ling Rui dapat digunakan untuk membuat tubuh harum. Kau juga tidak perlu
menggosok pispot ketika kau kembali ke Istana Samping. Pangeran ini tidak mau
memeluk orang yang bau." Pei Qian Hao bangkit dari bangku batu tersebut.
Su
Xi-er tidak mengatakan apa-apa, tetapi ia mengingat dengan jelas ketika pria
itu muncul di Istana Samping setelah ia membawa sekumpulan pispot ke
sumur. Ia bahkan memerintahkanku untuk menciumnya sampai ia puas waktu
itu.
Kenapa
dulu ia tidak bilang kalau aku bau?
"Saat
waktunya tiba, Wu Ling akan mengantarkanmu kembali ke Istana Samping."
Dengan itu, Pei Qian Hao meninggalkan halaman belakang tanpa kata lainnya dan
tanpa melihatnya lagi. Aku akan memberikannya waktu untuk
memikirkannya, tetapi apabila ia mencapai garis batas bawahku, aku akan
menculiknya kemari entah ia bersedia atau tidak.
Setelah
Pei Qian Hao pergi, Su Xi-er tetap di halaman belakang selama satu jam sebelum
Ruo Yuan dan Hong Li kembali. Mereka menyeretnya ke dapur untuk menikmati
makanan enak terakhir sebelum meninggalkan Kediaman Pangeran Hao.
Juru
masak meletakkan beberapa masakan dan semangkuk nasi di atas meja sebelum
berjalan keluar dari ruangan tersebut.
Ruo
Yuan benar-benar gembira. Ketika Hong Li melihat ekspresinya, ia bercanda,
"Siapakah orang yang mengatakan kalau mereka akan mengurangi makan dan
lebih banyak olah raga untuk mencoba menguruskan diri?"
Tangan
kecil Ruo Yuan yang gempal menggebrak bagian atas meja. "Ini adalah yang
terakhir kalinya; aku akan mengurangi makan setelah ini."
Saat
ini, suara seorang pria dapat terdengar. Itu adalah Wu Ling. "Tidak
masalah apakah seorang wanita gemuk atau kurus, selama mereka sehat. Faktanya,
kau harus makan lebih banyak karena kau tidak akan bisa mendapatkan makanan
seenak ini setelah kau kembali ke Istana Samping."
Telinga
Ruo Yuan jadi memerah lagi. Ia tidak berani menatap Wu Ling, hanya merasa
seolah jantungnya berdetak dengan kencang di dadanya.
Wu
Ling menyadari bahwa Ruo Yuan malu, tetapi ia tidak mengerti kenapa. Ia
hanya terus memandangi Ruo Yuan dengan bingung sembari mencoba menebak-nebak,
menyebabkan Ruo Yuan jadi lebih gugup lagi.
Su
Xi-er menyela. "Komandan Wu, terima kasih banyak atas kebaikanmu. Akan
tetapi, Ruo Yuan ingin mencari cara untuk menguruskan diri karena ia ingin jadi
lebih cantik setelah kembali ke Istana Samping."
Komandan
Wu mengangguk dan berhenti menatap Ruo Yuan. "Kita akan berangkat ke
Istana Samping pukul lima sore ini. Barang-barang kalian sudah dikemasi di
kamar kalian, jadi pastikan untuk membawa semuanya bersama kalian nanti. Kita
akan bertemu di bagian belakang kediaman, dan masuk Istana Samping melalui
gerbang samping. Dayang Senior Liu akan menunggu kalian di sana."
Ruo
Yuan baru berani mengangkat kepalanya untuk menatap punggung Wu Ling setelah ia
meninggalkan ruangan tersebut.
Hong
Li menggelengkan kepalanya. "Kau tidak berani menatapnya saat ia ada, dan
sudah terlambat
di saat kau melakukannya. Setelah kita kembali ke Istana Samping, kesempatannya
semakin kecil untukmu agar dapat bertemu dengan Komandan Wu."
Ruo
Yuan merasa agak sedih ketika ia mendengar ini, tetapi dengan cepat kembali
normal. "Kau tidak perlu mencemaskan tentang diriku; aku puas hanya dengan
bisa melihatnya. Aku tidak mengharapkan yang lainnya. Su Xi-er, Hong Li, mari
kita cepat makan sampai kenyang agar kita bisa berangkat."
(T/N
: kata bahasa Inggrisnya, hit the road. Yang bisa berarti berangkat, melakukan
perjalanan, pergi. Tetapi dalam konteks bahasa Mandarinnya, hit the road itu
bisa juga berarti 'mati'.)
Setelah
itu, Ruo Yuan mulai makan, tidak menyadari makna ganda di balik kata-katanya.
Hong
Li menggelengkan kepalanya dan setelahnya mengambil sumpit sebelum mulai makan
juga.
Mereka
berjalan-jalan di halaman belakang setelah menghabiskan makanan mereka; setelah
jam lima tiba, orang-orang Wu Ling datang menjemput mereka.
Namun,
Su Xi-er tidak menyangka akan melihat orang lain yang berdiri di gerbang
belakang Kediaman Pangeran Hao.

0 comments:
Posting Komentar