Kamis, 12 Maret 2026

CTF - Chapter 284

Consort of A Thousand Faces

Chapter 284 : Memilih Penanam Bunga


Salah satu dari pengawal kekaisaran di rumah pos itu melihat Ning Lian Chen berbicara pada Su Xi-er dan segera merasakan detak jantungnya meningkat; ia bergegas berjalan ke sana sebelum mengingatkan, "Yang Mulia, silakan ikuti bawahan ini. Pangeran Hao sedang menunggu Anda di paviliun batu di halaman belakang rumah pos."

Ning Lian Chen mengangguk. "Kaisar ini akan pergi sekarang." Lalu, ia menatap Su Xi-er. "Nona Xi-er, kapan Pangeran Hao mengatakan ia akan kembali ke Bei Min?"

"Kami akan kembali sekitar tengah hari besok." Ia tahu bahwa Ning Lian Chen tidak rela melihat mereka pergi.

"Kembali ke Bei Min secepat ini." Nada bicara Ning Lian Chen mengandung sejejak keengganan, tetapi dengan cepat ia menenangkan dirinya. Ia tersenyum pada Su Xi-er. "Nona Xi-er, jika Nan Zhao tidak menyambutmu dengan baik kali ini, tolong jangan dimasukkan ke dalam hati."

Su Xi-er mengangguk. "Tentu saja tidak. Aku dapat menikmati kunjungan ke Paviliun Angin Cyan, dan teh juga makanan penutup mereka sama sekali tidak kalah dari Rumah Aprikot Keberuntungan."

Ning Lian Chen memahami pesan dalam kata-katanya. Kakak Perempuan sedang memberitahukan padaku kalau aku bisa memercayai Paviliun Angin Cyan. Itu adalah wilayahnya.

"Nona Xi-er, Kaisar ini malu karena kau bisa mengunjunginya sebelum diriku." Ning Lian Chen tersenyum dan berujar dengan sopan.

Pengawal dari Kediaman Pangeran Hao mendesaknya lagi. "Yang Mulia, Pangeran Hao sedang menunggu Anda di paviliun batu di halaman belakang rumah pos. Mohon ikuti bawahan ini."

Ning Lian Chen mengetahui kalau ia tidak bisa terus bercakap-cakap dengan Kakak Perempuannya, sehingga ia pun mengangguk dan tersenyum pada Su Xi-er sebelum mengikuti si pengawal.

Su Xi-er memerhatikan punggung Ning Lian Chen selagi ia berangsur menghilang. Lian Chen, Kakak Perempuanmu akan kembali ke Bei Min besok. Aku tidak akan berada di Nan Zhao, tetapi aku akan membantu untuk menjagamu di Bei Min. Bagaimanapun juga, Yun Ruo Feng masih belum menyerah. Meskipun ia terus kehilangan kekuasaannya, akan dibutuhkan lebih dari sehari semalam untuk menyingkirkannya. Sekalinya ia pulih, ia pasti akan bangkit lagi.

"Su Xi-er." Suara seorang wanita menarik pikiran Su Xi-er kembali. Ia menolehkan kepalanya dan melihat si juru masak wanita dari rumah pos. Ia berjalan dan memanggil, "Bibi."

Juru masak wanita itu menyerahkan satu buntalan di tangannya kepada Su Xi-er. "Ini berasal dari pohon jujube di sebelah rumahku. Aku dengar kalau kau akan berangkat besok, dan barangkali, kita tidak akan bertemu satu sama lain lagi di masa yang akan datang. Kurma masih belum matang, dan aku tidak punya waktu untuk membuat mereka menjadi manisan kurma; namun, aku pastikan untuk memilihkan yang terbesar dan paling manis."

Wajah si juru masak wanita itu dipenuhi senyuman sewaktu ia menyerahkan buntalan itu pada Su Xi-er. Sama halnya, Su Xi-er pun tersenyum selagi ia menerimanya. "Terima kasih banyak, Bibi."

"Kau bisa memakan jujubenya dalam perjalanan kembali besok jika kau merasa lapar atau haus." Si juru masak wanita itu tersenyum tulus, wajahnya dipenuhi keengganan untuk membiarkan Su Xi-er pergi.

"Bibi, segala hal yang baik akan berakhir, dan waktunya untuk berpamitan akan selalu tiba," Su Xi-er menghiburnya.

Juru masak wanita itu mengangguk. "Iya, kau benar, orang-orang datang dan pergi."

Tiba-tiba saja, banyak orang mulai masuk melalui pintu utama rumah pos. Ada pria dan wanita, tua dan muda.

Saat juru masak wanita itu melihat mereka, ia menerangkan, "Orang-orang ini adalah penanam bunga dari Provinsi Bulan. Pangeran Hao ingin meningkatkan pemeliharaan bunga di Bei Min, dan telah meminta untuk mencarikan penanam bunga yang berpengalaman agar dapat ia bawa bersamanya."

Su Xi-er melihat ke kerumunan, tetapi tidak melihat Feng Chang Qing.

"Semuanya, menuju ke halaman depan. Pangeran Hao akan mengajukan beberapa pertanyaan dan setelahnya memilih satu orang untuk mengikutinya kembali ke Bei Min. Bukan hanya orang itu akan menerima banyak sekali perak setiap bulannya, seluruh keluarga mereka juga bisa menemani ke Bei Min."

Mata semua penanam bunganya berbinar. Seluruh keluarga kami bisa pindah tanpa syarat ke Bei Min, dan kami akan mendapatkan gaji yang besar setiap bulan. Keuntungan yang menarik sekali! Meskipun Nan Zhao hebat, Bei Min masih lebih baik dalam setiap aspeknya. Bei Min merupakan bangsa yang terkuat, dan Pangeran Hao tinggal di ibu kota. Itu akan berkembang!

Semua penanam bunga segera berdiri di depan halaman depan. Pengawal dari Kediaman Pangeran Hao melihat Su Xi-er di antara mereka dan segera berlari dengan senyum di wajahnya. "Su Xi-er, Pangeran Hao akan memilih seorang penanam bunga hari ini dan membawa mereka ke Bei Min. Kau harus kembali ke kamarmu untuk berkemas dan bersiap-siap untuk perjalanan besok."

Su Xi-er tidak melihat Feng Chang Qing, sehingga ia memilih untuk menjawab, "Masih ada banyak waktu untuk berkemas; aku akan melakukannya nanti." Mana bisa aku pergi di saat genting begini, saat ia akan memilih penanam bunga?

Pengawal itu bertanya-tanya. Ia mau tetap tinggal dan menonton pemilihan penanam bunga?

"Pangeran Hao berada di halaman belakang, sedang mendiskusikan urusan penting bersama Kaisar Nan Zhao. Ada banyak sekali penanam bunga di sini, dan kita tidak bisa membiarkan Pangeran Hao membuang-buang waktunya untuk memeriksa mereka semua, kan? Bagaimana kalau aku yang memilihkan lima orang untuk dipilih oleh Pangeran Hao?"

Pengawal itu langsung menolak ide itu setelah mendengarnya. "Masalah ini paling penting, dan membutuhkan perhatian pribadi Pangeran Hao. Su Xi-er, kau harus pergi dan mempersiapkan barang-barangmu."

Su Xi-er memasang senyuman di wajahnya, tetapi tatapannya mengandung jejak otoritas. "Bagaimana bisa Pangeran Hao punya begitu banyak waktu? Pergi dan laporkan pada Pangeran Hao; aku akan memilihkan jika ia mengizinkannya. Kalau tidak, aku akan kembali ke kamarku untuk berkemas."

Pengawal itu merasa ide itu masuk akal setelah merenunginya, sehingga ia segera pergi ke halaman belakang.

Kerumunan penanam bunga menatap Su Xi-er. Beberapa dari mereka sudah mendengar tentang dirinya beberapa saat yang lalu. Dayang Pangeran Hao itu cerdas dan berparas tiada duanya.

Sekarang, karena mereka melihatnya secara langsung, mereka merasa bahwa rumor itu benar. Bahkan para pengawal begitu menghormatinya, sampai-sampai melapor pada Pangeran Hao hanya dengan dirinya mengucapkan sebuah kalimat.

Alhasil, para penanam bunga pun sangat hormat terhadap dirinya. Ketika mereka melihat ia berjalan mendekat, mereka bersiap-siap untuk membungkuk guna memperlihatkan rasa hormat mereka.

Su Xi-er melambaikan tangannya untuk menghentikan mereka. "Aku bukanlah seorang majikan, jadi kalian tidak perlu memberikan hormat kalian. Katakan padaku, apa hal yang paling menarik dari bunga Ling Rui?"

Beberapa penanam bunga tertegun akan pertanyaan ini, sementara yang lainnya cepat menjawab. "Kelopaknya. Jika mereka tidak tumbuh dengan baik, warna bunganya akan kusam, dan bentuknya akan berbeda."

Yang lain yang berada di sekitar orang itu membeo dan menyetujuinya. Hanya ada delapan orang yang menjawab berbeda, "Hal yang paling menarik adalah bagian tengah bunganya; berbentuk seperti bintang, dan warnanya sedikit lebih pucat daripada kelopaknya."

Su Xi-er mengangguk. Benar, bagian tengah bunganya jauh lebih penting ketimbang kelopaknya, sekaligus lebih menarik.

Di saat ini, seorang pria berbaju kasar dan mengenakan cadar berbahan kasar di wajahnya, masuk melalui pintu utama. Suara pria itu rendah dan serak sewaktu ia berbicara. "Batang Ling Rui jauh lebih penting. Jika terlalu pendek, ia tidak akan bisa menopang bunganya. Satu batang menopang sepuluh bunga Ling Rui, dapat dianggap indah; kurang dari itu, dianggap gagal."

Orang yang masuk itu adalah Feng Chang Qing. Ia sudah sampai di halaman depan di saat ia selesai berbicara.

Para penanam bunga memandanginya. Kami tidak mengenalinya. Apa ia berasal dari Provinsi Bulan?

Tepat saat inilah, si pengawal kembali bersama perintah Pangeran Hao. "Su Xi-er, pilih lima penanam bunga untuk dipilih Pangeran Hao."

Su Xi-er mengangguk dan setelahnya memilih sembilan penanam bunga. "Beberapa dari kalian, kalian semua berkualifikasi untuk babak berikutnya."

Para penanam bunga yang tidak terpilih pun kecewa, sudah tereleminasi hanya setelah satu pertanyaan.

"Ambil beberapa camilan dan berikan mereka pada orang-orang yang tidak terpilih. Antarkan mereka kembali dengan kereta kuda." Su Xi-er menginstruksikan pengawal di sebelahnya.

Pengawal itu kebingungan. Mengantarkan mereka semestinya sudah cukup, tetapi kita masih harus memberikan mereka camilan juga?

Ketika para penanam bunga mendengar apa yang dikatakan Su Xi-er, setengah dari kekecewaan di ekspresi mereka menghilang. Setidaknya, masih ada camilan untuk dimakan. Dayang Pangeran Hao sungguh perhatian.

Pengawal itu langsung paham saat ia melihat ekspresi para penanam bunga. Dengan demikian, ia segera pergi untuk mempersiapkan camilan.

"Kalian, ikuti aku ke pergola yang ada di halaman belakang." Su Xi-er berjalan menuju ke halaman belakang.

Dengan cepat, Feng Chang Qing mengikuti. Su Xi-er akan memastikan bahwa aku akan sampai di babak terakhir. Meyakinkan Pangeran Hao agar memilihku sebagai pilihan final akan tergantung padaku.

Jalur menuju ke pergola melewati paviliun batu di halaman belakang. Ketika Su Xi-er lewat, ia melihat Pei Qian Hao dan Ning Lian Chen, yang sedang duduk di bangku batu.

Tentunya, Pei Qian Hao juga melihatnya. Sejejak rasa main-main datang dari kedalaman matanya sewaktu ia berhenti memainkan cangkir teh di tangannya, matanya mengikuti Su Xi-er sepanjang jalan.

Ning Lian Chen mendadak berkomentar, "Pangeran Hao, sepertinya, kau sangat menyayangi Nona Xi-er. Itu sangat tidak biasa bagi seorang majikan dan dayangnya."

0 comments:

Posting Komentar