Consort of A Thousand Faces
Chapter 284 : Memilih Penanam Bunga
Salah
satu dari pengawal kekaisaran di rumah pos itu melihat Ning Lian Chen berbicara
pada Su Xi-er dan segera merasakan detak jantungnya meningkat; ia bergegas
berjalan ke sana sebelum mengingatkan, "Yang Mulia, silakan ikuti bawahan
ini. Pangeran Hao sedang menunggu Anda di paviliun batu di halaman belakang
rumah pos."
Ning
Lian Chen mengangguk. "Kaisar ini akan pergi sekarang." Lalu, ia
menatap Su Xi-er. "Nona Xi-er, kapan Pangeran Hao mengatakan ia akan
kembali ke Bei Min?"
"Kami
akan kembali sekitar tengah hari besok." Ia tahu bahwa Ning Lian Chen
tidak rela melihat mereka pergi.
"Kembali
ke Bei Min secepat ini." Nada bicara Ning Lian Chen mengandung sejejak
keengganan, tetapi dengan cepat ia menenangkan dirinya. Ia tersenyum pada Su
Xi-er. "Nona Xi-er, jika Nan Zhao tidak menyambutmu dengan baik kali ini,
tolong jangan dimasukkan ke dalam hati."
Su
Xi-er mengangguk. "Tentu saja tidak. Aku dapat menikmati kunjungan ke
Paviliun Angin Cyan, dan teh juga makanan penutup mereka sama sekali tidak
kalah dari Rumah Aprikot Keberuntungan."
Ning
Lian Chen memahami pesan dalam kata-katanya. Kakak Perempuan sedang
memberitahukan padaku kalau aku bisa memercayai Paviliun Angin Cyan. Itu adalah
wilayahnya.
"Nona
Xi-er, Kaisar ini malu karena kau bisa mengunjunginya sebelum diriku."
Ning Lian Chen tersenyum dan berujar dengan sopan.
Pengawal
dari Kediaman Pangeran Hao mendesaknya lagi. "Yang Mulia, Pangeran Hao
sedang menunggu Anda di paviliun batu di halaman belakang rumah pos. Mohon
ikuti bawahan ini."
Ning
Lian Chen mengetahui kalau ia tidak bisa terus bercakap-cakap dengan Kakak
Perempuannya, sehingga ia pun mengangguk dan tersenyum pada Su Xi-er sebelum
mengikuti si pengawal.
Su
Xi-er memerhatikan punggung Ning Lian Chen selagi ia berangsur
menghilang. Lian Chen, Kakak Perempuanmu akan kembali ke Bei Min besok.
Aku tidak akan berada di Nan Zhao, tetapi aku akan membantu untuk menjagamu di
Bei Min. Bagaimanapun juga, Yun Ruo Feng masih belum menyerah. Meskipun ia
terus kehilangan kekuasaannya, akan dibutuhkan lebih dari sehari semalam untuk menyingkirkannya.
Sekalinya ia pulih, ia pasti akan bangkit lagi.
"Su
Xi-er." Suara seorang wanita menarik pikiran Su Xi-er kembali. Ia
menolehkan kepalanya dan melihat si juru masak wanita dari rumah pos. Ia
berjalan dan memanggil, "Bibi."
Juru
masak wanita itu menyerahkan satu buntalan di tangannya kepada Su Xi-er.
"Ini berasal dari pohon jujube di sebelah rumahku. Aku dengar kalau kau
akan berangkat besok, dan barangkali, kita tidak akan bertemu satu sama lain
lagi di masa yang akan datang. Kurma masih belum matang, dan aku tidak punya
waktu untuk membuat mereka menjadi manisan kurma; namun, aku pastikan untuk
memilihkan yang terbesar dan paling manis."
Wajah
si juru masak wanita itu dipenuhi senyuman sewaktu ia menyerahkan buntalan itu
pada Su Xi-er. Sama halnya, Su Xi-er pun tersenyum selagi ia menerimanya.
"Terima kasih banyak, Bibi."
"Kau
bisa memakan jujubenya dalam perjalanan kembali besok jika kau merasa lapar
atau haus." Si juru masak wanita itu tersenyum tulus, wajahnya dipenuhi
keengganan untuk membiarkan Su Xi-er pergi.
"Bibi,
segala hal yang baik akan berakhir, dan waktunya untuk berpamitan
akan selalu tiba," Su Xi-er menghiburnya.
Juru
masak wanita itu mengangguk. "Iya, kau benar, orang-orang datang dan
pergi."
Tiba-tiba
saja, banyak orang mulai masuk melalui pintu utama rumah pos. Ada pria dan
wanita, tua dan muda.
Saat
juru masak wanita itu melihat mereka, ia menerangkan, "Orang-orang ini
adalah penanam bunga dari Provinsi Bulan. Pangeran Hao ingin meningkatkan
pemeliharaan bunga di Bei Min, dan telah meminta untuk mencarikan penanam bunga
yang berpengalaman agar dapat ia bawa bersamanya."
Su
Xi-er melihat ke kerumunan, tetapi tidak melihat Feng Chang Qing.
"Semuanya,
menuju ke halaman depan. Pangeran Hao akan mengajukan beberapa pertanyaan dan
setelahnya memilih satu orang untuk mengikutinya kembali ke Bei Min. Bukan
hanya orang itu akan menerima banyak sekali perak setiap bulannya, seluruh
keluarga mereka juga bisa menemani ke Bei Min."
Mata
semua penanam bunganya berbinar. Seluruh keluarga kami bisa pindah
tanpa syarat ke Bei Min, dan kami akan mendapatkan gaji yang besar setiap
bulan. Keuntungan yang menarik sekali! Meskipun Nan Zhao hebat, Bei Min masih
lebih baik dalam setiap aspeknya. Bei Min merupakan bangsa yang terkuat, dan
Pangeran Hao tinggal di ibu kota. Itu akan
berkembang!
Semua
penanam bunga segera berdiri di depan halaman depan. Pengawal dari Kediaman Pangeran
Hao melihat Su Xi-er di antara mereka dan segera berlari dengan senyum di
wajahnya. "Su Xi-er, Pangeran Hao akan memilih seorang penanam bunga hari
ini dan membawa mereka ke Bei Min. Kau harus kembali ke kamarmu untuk berkemas
dan bersiap-siap untuk perjalanan besok."
Su
Xi-er tidak melihat Feng Chang Qing, sehingga ia memilih untuk menjawab,
"Masih ada banyak waktu untuk berkemas; aku akan melakukannya
nanti." Mana bisa aku pergi di saat genting begini, saat ia akan
memilih penanam bunga?
Pengawal
itu bertanya-tanya. Ia mau tetap tinggal dan menonton pemilihan penanam
bunga?
"Pangeran
Hao berada di halaman belakang, sedang mendiskusikan urusan penting bersama
Kaisar Nan Zhao. Ada banyak sekali penanam bunga di sini, dan kita tidak bisa
membiarkan Pangeran Hao membuang-buang waktunya untuk memeriksa mereka semua,
kan? Bagaimana kalau aku yang memilihkan lima orang untuk dipilih oleh Pangeran
Hao?"
Pengawal
itu langsung menolak ide itu setelah mendengarnya. "Masalah ini paling
penting, dan membutuhkan perhatian pribadi Pangeran Hao. Su Xi-er, kau harus
pergi dan mempersiapkan barang-barangmu."
Su
Xi-er memasang senyuman di wajahnya, tetapi tatapannya mengandung jejak
otoritas. "Bagaimana bisa Pangeran Hao punya begitu banyak waktu? Pergi
dan laporkan pada Pangeran Hao; aku akan memilihkan jika ia mengizinkannya.
Kalau tidak, aku akan kembali ke kamarku untuk berkemas."
Pengawal
itu merasa ide itu masuk akal setelah merenunginya, sehingga ia segera pergi ke
halaman belakang.
Kerumunan
penanam bunga menatap Su Xi-er. Beberapa dari mereka sudah mendengar tentang
dirinya beberapa saat yang lalu. Dayang Pangeran Hao itu cerdas dan
berparas tiada duanya.
Sekarang,
karena mereka melihatnya secara langsung, mereka merasa bahwa rumor itu
benar. Bahkan para pengawal begitu menghormatinya, sampai-sampai
melapor pada Pangeran Hao hanya dengan dirinya mengucapkan sebuah kalimat.
Alhasil,
para penanam bunga pun sangat hormat terhadap dirinya. Ketika mereka melihat ia
berjalan mendekat, mereka bersiap-siap untuk membungkuk guna memperlihatkan
rasa hormat mereka.
Su
Xi-er melambaikan tangannya untuk menghentikan mereka. "Aku bukanlah
seorang majikan, jadi kalian tidak perlu memberikan hormat kalian.
Katakan padaku, apa hal yang paling menarik dari bunga Ling Rui?"
Beberapa
penanam bunga tertegun akan pertanyaan ini, sementara yang lainnya cepat
menjawab. "Kelopaknya. Jika mereka tidak tumbuh dengan baik, warna
bunganya akan kusam, dan bentuknya akan berbeda."
Yang
lain yang berada di sekitar orang itu membeo dan menyetujuinya. Hanya ada
delapan orang yang menjawab berbeda, "Hal yang paling menarik adalah
bagian tengah bunganya; berbentuk seperti bintang, dan warnanya sedikit lebih
pucat daripada kelopaknya."
Su
Xi-er mengangguk. Benar, bagian tengah bunganya jauh lebih penting
ketimbang kelopaknya, sekaligus lebih menarik.
Di
saat ini, seorang pria berbaju kasar dan mengenakan cadar berbahan kasar di
wajahnya, masuk melalui pintu utama. Suara pria itu rendah dan serak sewaktu ia
berbicara. "Batang Ling Rui jauh lebih penting. Jika terlalu pendek, ia
tidak akan bisa menopang bunganya. Satu batang menopang sepuluh bunga Ling Rui,
dapat dianggap indah; kurang dari itu, dianggap gagal."
Orang
yang masuk itu adalah Feng Chang Qing. Ia sudah sampai di halaman depan di saat
ia selesai berbicara.
Para
penanam bunga memandanginya. Kami tidak mengenalinya. Apa ia berasal
dari Provinsi Bulan?
Tepat
saat inilah, si pengawal kembali bersama perintah Pangeran Hao. "Su Xi-er,
pilih lima penanam bunga untuk dipilih Pangeran Hao."
Su
Xi-er mengangguk dan setelahnya memilih sembilan penanam bunga. "Beberapa
dari kalian, kalian semua berkualifikasi untuk babak berikutnya."
Para
penanam bunga yang tidak terpilih pun kecewa, sudah tereleminasi hanya setelah
satu pertanyaan.
"Ambil
beberapa camilan dan berikan mereka pada orang-orang yang tidak terpilih.
Antarkan mereka kembali dengan kereta kuda." Su Xi-er menginstruksikan
pengawal di sebelahnya.
Pengawal
itu kebingungan. Mengantarkan mereka semestinya sudah cukup, tetapi
kita masih harus memberikan mereka camilan juga?
Ketika
para penanam bunga mendengar apa yang dikatakan Su Xi-er, setengah dari
kekecewaan di ekspresi mereka menghilang. Setidaknya, masih ada camilan
untuk dimakan. Dayang Pangeran Hao sungguh perhatian.
Pengawal
itu langsung paham saat ia melihat ekspresi para penanam bunga. Dengan
demikian, ia segera pergi untuk mempersiapkan camilan.
"Kalian,
ikuti aku ke pergola yang ada di halaman belakang." Su Xi-er berjalan
menuju ke halaman belakang.
Dengan
cepat, Feng Chang Qing mengikuti. Su Xi-er akan memastikan bahwa aku
akan sampai di babak terakhir. Meyakinkan Pangeran Hao agar memilihku sebagai
pilihan final akan tergantung padaku.
Jalur
menuju ke pergola melewati paviliun batu di halaman belakang. Ketika Su Xi-er
lewat, ia melihat Pei Qian Hao dan Ning Lian Chen, yang sedang duduk di bangku
batu.
Tentunya,
Pei Qian Hao juga melihatnya. Sejejak rasa main-main datang dari kedalaman
matanya sewaktu ia berhenti memainkan cangkir teh di tangannya, matanya
mengikuti Su Xi-er sepanjang jalan.
Ning
Lian Chen mendadak berkomentar, "Pangeran Hao, sepertinya, kau sangat
menyayangi Nona Xi-er. Itu sangat tidak biasa bagi seorang majikan dan
dayangnya."

0 comments:
Posting Komentar