Selasa, 31 Maret 2026

CTF - Chapter 320

Consort of A Thousand Faces

Chapter 320 : Dipanggil Oleh Guru Agung Kong


Sementara Lian Qiao sibuk dengan kecemasannya sendiri, ia tidak menyadari bahwa ia telah menjadi objek pengirian di antara para dayang istana di Istana Samping. Kaisar masih bertahun-tahun lagi lamanya untuk dewasa, dan selain dari Ibu Suri dan Consort Dowager Guo, tidak ada selir lain di dalam Istana Kekaisaran. Dengan demikian, kekuasaan Consort Dowager Guo tidak sebanding dengan Ibu Suri, karenanya, orang itu merupakan figur paling berpengaruh di dalam Harem Kekaisaran.

Membuat Ibu Suri nyaman, berarti bahwa Lian Qiao kemungkinan punya kesempatan untuk mengambil jabatan He Ying sebelumnya.

Semua ini berarti bahwa Istana Samping ramai akan perbincangan. Faktanya, rumor yang membandingkan Lian Qiao dan dirinya sendiri, semua dapat Su Xi-er dengarkan di titik ini.

"Su Xi-er dipindahkan ke Istana Kecantikan, tetapi kini kembali ke Istana Samping. Jika Pangeran Hao sungguh menyukainya, mengapa ia kembali kemari?"

"Ia pasti sudah tidak disukai oleh Pangeran Hao. Ingat He Xiang Yu? Aku dengar kalau ia meninggal setelah Istana Kecantikan dibubarkan; mereka bilang itu adalah bunuh diri."

Mendengar potongan kabar ini, banyak dayang istana yang nyaris menghentakkan kaki mereka. "Ia sungguh mati?! Aku ingat ia mengunjungi Istana Samping setelah ia memasuki Istana Kecantikan, menganugerahkan begitu banyak hadiah kepada kita dan mondar-mandir untuk memamerkan kejayaannya. Sulit dipercaya, ia sungguh sudah mati!"

"Tepat sekali, keberuntungan terletak di tepian timur selama tiga puluh tahun, tetapi kini datang ke barat; kehidupan penuh dengan lika-liku, kau tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Terlebih lagi, bahkan belum sampai tiga puluh tahun, tetapi hanya beberapa bulan saja. Itulah mengapa, aku mengatakan bahwa Su Xi-er pasti sudah tidak disukai. Sulit untuk mempertahankan ketertarikan Pangeran Hao. Di antara semua pria, pemikirannya terkubur paling dalam!" Dayang istana itu meratap tetapi entah kenapa merasa senang dalam hati.

Mereka yang pernah dikagumi oleh semuanya, sekarang telah jatuh ke dasar. Mereka pastinya jauh lebih menyedihkan daripada siapa pun juga! Daripada begitu, biar bagaimanapun juga, lebih baik tinggal di Istana Samping, dan mempertahankan posisi kita!

Saat itu juga, seorang dayang istana akhirnya menyadari bahwa Su Xi-er lewat. "Berhenti bicara, Su Xi-er baru saja lewat dan mendengarkan semuanya."

Seolah menanggapi, Su Xi-er tiba-tiba saja berbalik dan tersenyum. "Kalian semua benar. Keberuntungan terletak di pinggiran timur selama tiga puluh tahun, tetapi sekarang telah datang ke barat. Siapa yang tahu, apa yang akan terjadi di masa yang akan datang?"

Walaupun Su Xi-er jelas-jelas tersenyum, ekspresinya membuat semua orang merinding. Semua obrolan itu hampir langsung mereda sewaktu semua orang mengerjakan tugas mereka.

Su Xi-er tertawa kecil selagi ia terus berjalan di jalur istana, baru beberapa langkah sebelum ia mendengar suara seorang kasim dari belakangnya.

"Dimana Dayang Senior Liu?"

Semua orang melihat kepada kasim itu dan melihat kalau bajunya sepertinya terbuat dari bahan yang bagus.

"Di kamarnya; hamba akan memanggilkannya." Seorang dayang istana menghentikan pekerjaannya dan berlari untuk memanggil Dayang Senior Liu.

Dayang Senior Liu mengira bahwa ada tokoh penting yang mengutus pelayannya, tetapi mengenali baju kasim itu sebagai seragam dari Perpustakaan Kekaisaran.

Perpustakaan Kekaisaran dan Istana Samping tidak pernah berhubungan. Mengapa seorang pelayan dari Perpustakaan Kekaisaran mendadak muncul di sini?

Dayang Senior Liu tidak menurunkan kewaspadaannya dan bertanya pada si kasim, "Mengapa Guru Agung Kong tiba-tiba saja tertarik di Istana Samping hari ini?"

Kasim itu membungkuk. "Dayang Senior Liu, hamba di sini atas perintah Guru Agung Kong untuk mengundang Su Xi-er ke Perpustakaan Kekaisaran."

Segera setelah kata-katanya terucap, semua orang tiba-tiba saja iri lagi pada Su Xi-er. Benar-benar diminta ke Perpustakaan Kekaisaran ... apakah ia akan ditawarkan sebuah jabatan di sana?! Ini adalah masalah besar. Lian Qiao dipindahkan ke Istana Kedamaian Penuh Kasih, tetapi pada akhirnya, posisinya masihlah seorang pelayan!

Akan tetapi, Perpustakaan Kekaisaran berbeda! Setiap dayang istana di Perpustakaan Kekaisaran memiliki gaji yang lebih tinggi, tetapi yang lebih penting, mereka memegang sebuah peringkat sebagai seorang court lady!

Dayang Senior Liu mengangguk dan menggesturkan agar Su Xi-er kemari.

Su Xi-er, yang sudah mendengar tentang ini dari Kasim Zhang, tidak terkejut. Tetapi, dengan adanya campur tangan Commandery Prince Xie, memasuki Perpustakaan Kekaisaran tidak akan jadi perjalanan yang mulus.

"Karena Guru Agung Kong sudah memintamu, kau harus ke sana."

Su Xi-er menggangguk. "Hamba mematuhi perintah."

"Su Xi-er, silakan ikuti pelayan ini." Kasim itu menggesturkan agar Su Xi-er mengikuti.

Oleh sebab itu, di bawah tatapan iri dari dayang istana lainnya, Su Xi-er berjalan keluar dari Istana Samping.

Melihat kalau semua dayang istana membeku dan menatap ke arah pintu keluar Istana Samping, Dayang Senior Liu pun mau tak mau mengingatkan, "Lakukan pekerjaan kalian dengan rajin, dan siapa yang tahu, mungkin akan ada suatu hari dimana kalian dapat meninggalkan Istana Samping juga."

Satu kalimat dari Dayang Senior Liu menarik pemikiran semua orang kembali sementara mereka langsung meneruskan pekerjaan mereka. Beberapa bulan terakhir ini, benar-benar merupakan perjalanan tanpa akhir bagi Su Xi-er; bangkit dan jatuh, sebelum kini bangkit lagi!

***

Dalam perjalanan menuju ke Perpustakaan Kekaisaran, Su Xi-er melihat wanita yang bergaun merah muda lagi. Ia dibimbing oleh seorang pelayan dari Departemen Rumah Tangga Kekaisaran.

Secara kebetulan, mereka berdua menuju ke arah Perpustakaan Kekaisaran.

Su Xi-er bisa menebak tujuan mereka dari petunjuk-petunjuk yang diberikan. Jadi, ia adalah orang yang dikirimkan Commandery Prince Xie ke Perpustakaan Kekaisaran. Ia bukanlah seseorang yang berasal dalam istana, dan malah dibawa dari luar.

Tan Ge melihat Su Xi-er, keraguan mulai terbentuk di kepalanya. Siapa ini? Commandery Prince Xie jelas-jelas memberitahukan padaku bahwa aku akan jadi satu-satunya yang masuk ke Perpustakaan Kekaisaran, jadi kenapa ada wanita lain? Bukan hanya itu, ia bahkan memiliki sosok yang langsing dan ramping, bahkan jauh lebih cantik dariku.

Satu-satunya hal yang tidak sesuai dengan kecantikannya adalah seragam kasar dari Istana Sampingnya.

Sementara Tan Ge sibuk bertanya-tanya, Su Xi-er memberinya senyum singkat. Ia membalas etiket yang diterimanya sebelumnya, sesuatu yang segera Tan Ge pahami. Kemudian, ia pun dengan ramah, balas tersenyum karena sopan santun.

Mereka berdua tidak mengetahui bahwa kasim dari Perpustakaan Kekaisaran telah mengamati pertukaran di antara mereka. Ini merupakan salah satu bagian kecil dari ujian Guru Agung Kong.

Perpustakaan Kekaisaran hanya punya satu lowongan untuk court lady, tetapi baik Pangeran Hao dan Commandery Prince Xie telah merekomendasikan seseorang untuk jabatan itu. Ini bukanlah masalah yang mudah untuk ditangani, dan Guru Agung Kong baru terpikirkan ide untuk menguji mereka setelah memeras otaknya selama berjam-jam.

Beberapa saat setelahnya, kelompok empat orang itu masuk ke dalam aula utama Perpustakaan Kekaisaran. Tidak ada meja, dan hanya ada satu kursi kayu hitam besar, terletak di tempat dimana semestinya kursi utama berada. Di atasnya, adalah sebuah lukisan dari seorang guru yang sedang mengajari murid-muridnya.

Kepulan asap dari kayu cendana yang terbakar memenuhi aula utama, membuat pikiran dan jiwa seseorang jadi tenang.

Di saat ini, Guru Agung Kong memasuki aula utama.

Su Xi-er dan Tan Ge membungkuk, tetapi sebelum mereka dapat menyampaikan sapaan mereka, Guru Agung Kong telah menggesturkan pada mereka supaya berhenti.

Guru Agung Kong mengenakan jubah pejabat berwarna biru tua, memasang ekspresi yang tegas di wajahnya, yang juga tumbuh janggut abu-abu pendek di dagunya.

Saat itu, kasim yang membimbing Su Xi-er ke Perpustakaan Kekaisaran mendekati Guru Agung Kong dan membisikkan beberapa patah kata padanya.

Guru Agung Kong mengangguk, tatapannya jatuh pada Su Xi-er sebelum beralih pada Tan Ge.

Mereka berdua adalah wanita cantik dengan latar belakang yang tidak boleh diremehkan. Apabila aku menerima salah satunya tanpa ujian, itu akan membawa masalah, terlepas dari keputusanku.

Membelai janggut abu-abu pendeknya, Guru Agung Kong pun menguji, "Semua orang yang masuk Perpustakaan Kekaisaran memiliki sesuatu yang unik tentang mereka. Beritahu aku, apa yang unik tentang kalian?"

Tan Ge sama sekali tidak memahami pertanyaan tersebut. Apanya yang unik tentang diriku?

Tepat selagi Tan Ge menemui jalan buntu, Su Xi-er tersenyum dan berbicara. "Siapa namamu?"

Pertanyaannya langsung memicu inspirasi di dalam diri Tan Ge, dengan mengingatkannya bahwa namanya unik. Karenanya, Tan Ge pun berbagi, "Nama gadis biasa ini, Tan Ge, adalah spesial. Kata 'Tan' dari namaku adalah huruf untuk 'cendana' bahan yang digunakan untuk membuat sebuah kecapi. Sementara untuk kata 'Ge', hurufnya sama dengan 'lagu' dengan tujuan, agar aku dapat berjumpa dengan teman-teman melalui seni sastra dan menyenangkan orang lain dengan lagu-lagu."

Guru Agung Kong mengangguk dan memujinya. Setelah itu, matanya tertuju pada Su Xi-er. Wanita ini mengingatkanku akan Tan Ge, tetapi sekarang sudah membuat dirinya dalam posisi yang pasif. Aku ingin mengetahui, bagaimana ia akan menjawab.

Yang mengejutkan Guru Agung Kong, Su Xi-er tidak tampak panik sama sekali. Faktanya, ia memasang senyuman yang rileks seraya menjawab. "Nama hamba adalah Su Xi-er. Itu adalah nama biasa, tanpa ada maknanya, dan diberikan oleh orang tuaku. Setiap bagian dariku, dimulai dari rambut hingga kulitku, diterima dari orang tuaku, dan aku tidak punya cara untuk mengubahnya. Justru karena inilah, hamba ini murni rata-rata saja."

0 comments:

Posting Komentar