Kamis, 12 Maret 2026

CTF - Chapter 281

Consort of A Thousand Faces

Chapter 281 : Benar-Benar Putus Asa dan Tanpa Harapan


Pengawal dari Kediaman Commandery Prince segera memelankan suaranya selagi ia melaporkan, "Commandery Prince, kereta kuda Ibu Suri menghadang jalan."

Tidak ada pergerakan dari kereta kuda hingga suara Pei Ya Ran dapat terdengar dari balik tirai. "Commandery Prince Xie, kau sudah mengurung diri di kediamanmu untuk waktu yang sangat lama, tanpa memedulikan dunia ini. Mungkinkah itu karena kau ingin mengabaikan urusan mahkamah dan mundur ke pegunungan untuk pergi menjalani kehidupan dalam pengasingan?"

Balasannya datang dengan suara yang pelan dan terukur, tidak terdesak. "Bukankah itu tepatnya apa yang diinginkan oleh Keluarga Pei? Bukankah semestinya kau malah merasa senang, Ibu Suri?"

"Bagaimana bisa kau mengetahui apakah Ibu Suri ini senang atau tidak jika kau bahkan tidak mengunjungi istana kekaisaran? Ibu Suri ini berpikir bahwa kau harus segera kembali ke mahkamah dan mulai memedulikan urusan mahkamah, Commandery Prince Xie." Pei Ya Ran tertawa kecil sebelum mengalihkan perhatiannya kembali pada pengawal yang sedang mengendarai kereta kuda. "Kembali ke istana."

"Bawahan ini mematuhi perintah."

Segera setelah Pei Ya Ran pergi, kereta kuda Commandery Prince Xie pun mulai meneruskan menuju ke Kediaman Commandery Prince. Di dalam kereta, mata cerah Xie Yun berbinar penuh hiburan selagi ia memainkan sebutir mutiara giok.

Pei Ya Ran sudah gelisah menantikanku untuk melibatkan diriku dalam urusan mahkamah agar aku dapat menekan Pei Qian Hao. Namun, Kediaman Pei akan berada dalam masalah meskipun jika aku duduk diam dan tak melakukan apa-apa; pepatah 'masalah pecah di dalam rumah' cocok sekali dengan situasi di Kediaman Pei. Dan ternyata, ini semua, entah bagaimana, terjadi karena seorang wanita.

Tatapan Xie Yun tenang selagi jari-jarinya membiarkan mutiara giok itu terdiam di tangannya. Su Xi-er. Aku benar-benar ingin mengetahui, wanita macam apakah dirinya saat ia kembali ke Bei Min bersama Pei Qian Hao.

Atmosfer Bei Min sekarang ini sangat mirip dengan Nan Zhao, dimana kabar tersebut sudah menyebabkan kehebohan. Semua orang sangat penasaran tentang wanita yang telah menarik perhatian Pangeran Hao dan Pangeran Yun. Pangeran Hao pasti akan membawa si wanita misterius itu kembali. Entah bagaimana, kami harus bisa melihatnya sekelebat, meski jika kami harus berdesak-desakan dengan orang lain untuk melakukannya!

***

Sementara ini semua sedang terjadi, Yun Ruo Feng mengisolasi diri di dalam kamarnya. Tidak ada satu pun dari pengawalnya yang berani mengganggunya, dan semua pejabat yang masih mendukungnya, dibiarkan linglung dan kebingungan. Bagaimana Pangeran Yun akan menanggapi Yang Mulia yang terus-terusan merebut kekuasaannya? Beberapa pejabat mahkamah, termasuk Menteri Ritus, Menteri Pekerjaan Umum, dan Menteri Pendapatan, semuanya mulai memihak Yang Mulia. Mereka yang masih berada di pagarnya, termasuk Menteri Perang, apabila ia memutuskan untuk memihak pada Yang Mulia, kami sisanya, harus mulai memikirkan tentang masa depan kami juga. Haruskah kami masih mengikuti Pangeran Yun?

Yun Ruo Feng menetap di dalam ruang baca selama delapan jam penuh. Ketika akhirnya ia keluar, cahaya dari matahari terbenam sudah menyinari wajah semua orang.

Di saat ini, Menteri Perang tiba di Kediaman Pangeran Yun secara diam-diam dan meminta untuk bertemu Pangeran Yun. Pengawal segera pergi melapor, tetapi kembali untuk mengatakan bahwa Pangeran Yun tidak menerima pengunjung.

Menteri Perang sangat gelisah. Mungkinkah Pangeran Yun sungguh meragukan diriku? Aku hanya berpihak dengan yang lainnya di Ruang Baca Kekaisaran karena aku memikirkan tentang gambaran besarnya.

"Pergi dan tanyakan lagi pada Pangeran Yun. Pejabat rendahan ini kemari untuk mendiskusikan masalah penting dengan Pangeran Yun."

Pengawal itu tidak bisa melakukan yang lainnya lagi. "Pangeran Yun tidak mau bertemu dengan Anda. Silakan kembali ke kediaman Anda untuk memikirkannya. Meski jika Anda tidak mengikutinya, ia tidak akan menyalahkan Anda untuk itu."

Kalimat itu adalah tikaman di hati Menteri Perang. Pangeran Yun sangat serius saat menangani masalah-masalah penting. Konsekuensi dari menyinggung dirinya, tidak bisa diperkirakan; kau hanya perlu melihat apa yang terjadi pada tentara elit yang mengikuti Putri Pertama Kekaisaran yang terdahulu untuk melihat ini. Mereka semua, entah apakah terbunuh atau menghilang. Bahkan, contoh yang paling baru adalah kasus Guru Agung Liu yang meninggal secara tragis. Menteri Perang takut kalau satu-satunya hal yang menantinya adalah kematian apabila ia mengkhianati Pangeran Yun.

"Aku benar-benar tidak akan bisa menemui Pangeran Yun?"

"Coba datang lagi besok. Pangeran Yun tidak akan menemui siapa pun hari ini."

Kalimat itu menenangkan keresahan dalam hati Menteri Perang, dan akhirnya ia setuju untuk kembali ke kediamannya.

Di saat ini, Yun Ruo Feng sudah berjalan ke gudang anggur kediamannya. Setelah mengambil satu guci arak yang besar dari rak, ia menuju langsung ke danau di belakang taman.

Semua pengawal diminta untuk mundur, meninggalkan Yun Ruo Feng sendirian sementara ia memandangi permukaan danau yang tenang. Abu Ning Ru Lan sudah ditaburkan di sini, dan jadilah ... ini merupakan tempat jasadnya beristirahat.

Yun Ruo Feng mengangkat kain merah yang menutupi bagian atas guci anggur tersebut dan membawa guci itu ke bibirnya. Ia menengadahkan kepalanya dan minum, anggur itu meluap sementara mengalir menuruni sudut mulutnya dan menuruni lehernya. Jakunnya terus naik-turun sementara ia terus minum, dan ketika akhirnya ia menurunkan gucinya, guci itu sudah setengah kosong.

Wajahnya masih ditempeli senyuman, tetapi itu tidak sama dengan sebelumnya. Malahan, seringaian samarnya mengandung perasaan kesepian selagi ia menatap permukaan danau itu. "Pangeran ini sudah mundur dan setuju untuk memberikan setengah dari kekuasaanku pada Yang Mulia, jadi kenapa kau tidak mau kembali ke sisi Pangeran ini? Kau sungguh berpikir bahwa Pangeran Hao itu begitu baik? Ia juga haus kekuasaan! Tunggu sampai Kaisar kecil Bei Min dewasa; Pangeran Hao tidak akan memberikan sedikit pun kekuasaannya!"

Di titik ini, Yun Ruo Feng mengangkat kepalanya dan tertawa. "Ning Ru Lan, kau benar. Pangeran ini sungguh tidak bisa dibandingkan dengan Pei Qian Hao. Ia memerintah seluruh Bei Min, yang mana jauh lebih kuat daripada Nan Zhao sejak awal. Mana mungkin aku sebanding dengannya? Namun, kau adalah wanita Pangeran ini. Bagaimana bisa kau pergi bersamanya?! Bagaimana bisa?!"

Ia mulai minum tepat setelah ia selesai berteriak, alkohol membakar di dalam tenggorokannya. Hatinya sepenuhnya hampa, dan benaknya dipenuhi bayangan Su Xi-er bersama-sama dengan Pei Qian Hao.

"Kemarilah." Pei Qian Hao hanya perlu memanggilnya dengan lembut agar ia berjalan lurus melewatiku, membiarkan pria itu merangkul pinggangnya.

Memang benar bahwa orang melontarkan kata-kata jujur setelah minum alkohol. Yun Ruo Feng sekarang sungguh memahami perasaannya sendiri. Baru sekaranglah aku menyadari kalau aku mencintai Ning Ru Lan dengan sebegitu dalamnya. Tidak ada siapa pun yang dapat menggantikan dirinya, tetapi sudah mustahil baginya untuk memaafkanku, tak peduli apa pun yang kuperbuat.

Biarpun aku menyerahkan seluruh kekuasaanku pada Ning Lian Chen, ia bahkan tidak akan melirikku sedikit pun. Aku tahu dengan jelas bagaimana ia memperlakukan pengkhianat; pernah ada seorang tentara yang membocorkan intel pada musuh ketika kami sedang berperang. Saat ia mengetahui tentang itu, ia memutus urat di tangan dan kakinya dan meninggalkannya sendirian.

Ia begitu kejam, dan sekarang adalah giliranku. Yun Ruo Feng tertawa sengsara. "Lan-er, kembali pada Pangeran ini, ya? Mari kita hidup bersama, dengan kau mendidik anak-anak dan aku yang pulang ke rumah untuk menemuimu setiap harinya. Aku hanya akan bersama dirimu seumur hidup ini. Mengapa kau tidak menyetujui kehidupan yang indah ini?"

Mengapa ia menolakku dan mengikuti Pei Qian Hao? Dapatkah ia sungguh mengatakan kalau hidupnya akan jadi lebih baik? Dengan statusnya seperti itu? Ia bukan lagi Ning Ru Lan, tetapi seorang dayang rendahan bernama Su Xi-er!

Terlepas dari seberapa besar kekuasaan yang dimiliki Pei Qian Hao, ia masih harus memikirkan tentang Keluarga Pei dan para menteri di mahkamah. Belum lagi, masih ada pria-pria berkuasa lainnya di Bei Min, seperti Xie Yun dan Situ Li!

Semakin Yun Ruo Feng memikirkan tentang itu, semakin depresi ia jadinya.

Saat tetesan terakhir anggur akhirnya melewati bibirnya, matahari sudah benar-benar tenggelam di bawah garis cakrawala. Embusan angin bertiup, dan hujan mulai turun.

Yun Ruo Feng hanya terus berdiri tak bergerak di sebelah danau, membiarkan guci anggur terlepas dari jari-jarinya, dan hancur di tanah dengan suara yang keras.

Yun Ruo Feng mendadak merasa agak mabuk selagi ia menatap pecahan-pecahan guci anggur di tanah. "Pecah. Bahkan meski jika direkatkan, akan tetap ada bekas retakannya. Lan-er, apakah kita benar-benar tidak bisa bersama?" Setelah itu, ia membungkuk untuk memungut pecahan-pecahannya.

Namun, setengah jalan dalam gerakan itu, kakinya tergelincir, dan ia terhuyung, jatuh ke dalam danau. Air yang sedingin es menyembur ke mulut dan hidungnya, tetapi meskipun Yun Ruo Feng tahu bagaimana caranya berenang, ia tidak mencoba naik ke permukaan. Dengan air danau yang bercampur dengan abu Ning Ru Lan, ia merasa seolah ia tengah dipeluk oleh Ning Ru Lan di dalam air danau tersebut.

Walaupun sedingin es, ia masih merasa bahwa itu hangat. 

0 comments:

Posting Komentar