Sabtu, 07 Maret 2026

CTF - Chapter 262

Consort of A Thousand Faces

Chapter 262 : Dipaksa


"Hadiah, adalah untuk kaisar Nan Zhao di perjamuan kerajaan. Mengapa aku akan mengirimkan hadiah pada Prince Regent Nan Zhao? Pangeran Yun, gurauanmu sedikit kelewatan." Pei Qian Hao menyanggahnya dengan mudah, tatapannya menghina Yun Ruo Feng.

Ia bukannya menghina tentang bakatnya, tetapi menghina Yun Ruo Feng atas sikapnya yang bertele-tele. Sudah jelas kalau kau ingin menjadi Kaisar. Apabila kau memiliki kemampuan untuk melakukannya, maka tidak akan ada orang yang berani untuk mengatakan apa-apa meski jika kau membuat ambisimu diketahui. Kenapa kau harus mencoba berpura-pura dengan tidak hormatnya, menjadi seorang malaikat dengan aura yang sopan? Munafik sekali.

Yun Ruo Feng tertawa. "Pangeran Hao, Pangeran ini hanya sedang bercanda, jadi jangan menganggapnya terlalu serius. Bahkan, tanpa mengatakannya pun, Pangeran ini bisa mengerti kalau Nona Xi-er sangat penting bagimu."

Sebagai seorang pria dengan pengaruh yang besar, kau tidak boleh punya kelemahan; kalau tidak, kau akan membuka peluang bagi orang lain untuk menyerang.

Su Xi-er sudah menjadi titik kelemahan Pei Qian Hao. Yun Ruo Feng menggelengkan kepalanya. Pei Qian Hao terlahir di keluarga rendahan. Darah dan keringat yang diggunakannya untuk meratakan jalannya pasti telah menyangkut banyak kematian orang lain. Ada banyak musuh yang ingin melawannya, dan setelah mereka mengetahui kelemahannya, ia akan tamat.

"Pangeran Yun, jika kau tahu kalau gadis itu penting bagi Pangeran ini, mengapa kau turun tangan pada dayangku?" Pei Qian Hao bertanya secara blak-blakan.

"Bagaimana aku menjawab ini? Kapankah Pangeran ini mengirimkan bawahanku untuk turun tangan?" Wajah Yun Ruo Feng terkejut sejenak sebelum kembali normal. "Banyak hal yang terjadi selama perjamuan kerajaan Nan Zhao. Bawahan paling berbakat Pangeran ini, Wei Mo Hai, juga meninggal tanpa alasan dan sebab. Jasadnya ditemukan di jalan dekat Asosiasi Sastra, sehingga Pangeran ini hanya menutup jalanan di sekitar wilayah ini untuk investigasi."

Saat ini, senyuman Yun Ruo Feng lenyap. "Pangeran Hao, kau mengetahui bahwa jalan di sekitar Asosiasi Sastra harus diinvestigasi dengan ketat, tetapi kau masih datang kemari. Ini mengingatkanku, dayangmu tiba-tiba saja terluka di malam yang sama Wei Mo Hai meninggal; apakah kedua masalah ini berkaitan?"

Karena Pei Qian Hao suka berterus-terang, maka aku akan jadi lebih blak-blakan juga.

"Orang mati tidak bisa bercerita, tetapi orang hidup bisa. Kita akan mengetahui kenyataannya saat dayang Pangeran ini mendingan."

Yun Ruo Feng memutar-mutar cincin jempol di jarinya. "Benar, semuanya akan jelas saat Nona Xi-er kembali sehat. Pangeran ini akan mengirimkan pengawal untuk melindungi Nona Xi-er, jaga-jaga terjadi sesuatu."

"Pangeran ini bisa melindunginya sendiri. Aku tidak akan merepotkan Pangeran Yun." Aku akan menolak kebaikan palsunya. Perlindungan yang disebutnya ini hanya untuk menahan Su Xi-er.

"Mana boleh begitu, Pangeran Hao? Nona Xi-er sangat penting bagimu, jika Pangeran ini tidak mengirimkan bawahan untuk melindunginya, Nan Zhao akan terkena dampaknya kalau ia terluka. Apabila itu terjadi, kau juga tidak akan merasa senang."

"Pangeran Yun, kalau kau sudah mengetahui ini sebelumnya, maka mungkin, Komandan Wei tidak akan mati." Suara Pei Qian Hao rendah dan dalam, setiap katanya menusuk hati Yun Ruo Feng.

Hati Yun Ruo Feng berdetak lebih cepat untuk sesaat. Pei Qian Hao memprediksikan kalau aku akan mengirimkan Wei Mo Hai untuk mengejar Su Xi-er. Namun, malah ia yang mati.

Seorang wanita biasa, membuatku kehilangan bawahanku yang paling cakap.

Udara di antara mereka segera membeku. Keduanya tidak berbicara, tetapi tatapan yang mereka bagikan sudah cukup untuk mengekspresikan segala hal yang ingin mereka utarakan.

Tiba-tiba saja, Qin Ling bergegas masuk. Ia menyadari atmosfer aneh itu, tetapi tidak sempat lagi terlalu memedulikannya, karena kabar mendesaknya. Ia membungkuk dan memberi hormatnya sebelum menginformasikan. "Melapor pada Pangeran Yun, Putri Pertama Kekaisaran sudah siuman. Namun, ia jadi gila dan tidak tampak baik. Pangeran Yun, Anda harus segera kembali ke istana kekaisaran. Yang Mulia dan Tabib Kekaisaran Fang, keduanya sudah ada di sana."

Yun Ruo Feng menyipitkan matanya sedikit dan mengangguk. "Pangeran ini akan segera menuju ke sana." Setelah itu, ia menatap Pangeran Hao. "Walaupun kau menolaknya, Pangeran ini tetap akan mengirimkan pengawal kemari. Karena kau sekarang ini berada di Nan Zhao, segala hal yang terjadi padamu akan menjadi kesalahan Pangeran ini. Aku harap kau mengerti, Pangeran Hao."

Setelah itu, Yun Ruo Feng memutar tumitnya dan meninggalkan Asosiasi Sastra.

Pei Qian Hao mengulurkan satu tangan dan menangkap daun yang layu sewaktu daun itu terbang tertiup angin. Tak peduli seberapa berkuasanya seseorang, pada akhirnya, mereka akan terguling bila mereka menolak untuk mengakui apa yang terjadi di sekitar mereka dan beradaptasi pada keadaan sekitar yang berubah. Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang terdahulu seperti ini, dan itulah mengapa ia meninggal. Dari apa yang kulihat, Yun Ruo Feng pun melakukan hal yang sama.

***

Di luar Asosiasi Sastra, Yun Ruo Feng menatap Qin Ling. Nada bicaranya mendadak jadi serius. "Komandan Wei mendidikmu dari awal sebagai bawahan kepercayaannya. Karena sayangnya Komandan Wei sudah meninggal, kau akan mengambil alih posisinya, dan menjadi Komandan Pasukan Tentara Kekaisaran Nan Zhao mulai dari hari ini dan seterusnya."

Qin Ling merasa kalau beban di pundaknya jadi semakin berat. "Bawahan ini akan mematuhi perintah dan tidak akan mengecewakan Anda, Pangeran Yun. Aku tidak akan mengecewakan Komandan Wei juga."

"Jaga tempat ini dengan hati-hati. Su Xi-er berada di dalam Asosiasi Sastra. Jangan biarkan ada ramuan obat yang keluar masuk, dan pastikan ia mati."

Qin Ling terkejut setelah mendengar ini. Su Xi-er adalah dayang Pangeran Hao. Mengapa Pangeran Yun ingin membunuh seorang wanita lemah?

(T/N : si lemah itu sih yang bunuh junjungan situ :P)

"Jangan terlalu banyak bicara dan cukup ikuti saja perintahku." Yun Ruo Feng meliriknya, kemudian naik ke kudanya dan pergi ke istana kekaisaran.

Qin Ling memerhatikan selagi Yun Ruo Feng pergi. Alisnya tertaut dengan eratnya. Su Xi-er adalah dayang Pangeran Hao yang penting. Jika kita bergerak padanya, maka itu sama saja dengan sepenuhnya tidak menganggap Pangeran Hao. Apakah Pangeran Yun sudah memikirkan ini dengan cermat?

Tetapi, Pangeran Yun sudah pasti akan kecewa jika aku tidak mengikuti perintahnya. Sekali lagi, Qin Ling bingung apa yang harus diperbuatnya.

***

Yun Ruo Feng melakukan perjalanan dengan ngebut naik kuda dan segera memasuki istana peristirahatan Putri Pertama Kekaisaran.

Bunyi hiruk-pikuk dari benda-benda yang dilemparkan ke tembok bisa terdengar secara berkala, sementara Ning Lian Chen bisa terlihat sedang menyaksikan dingin selagi Ning An Lian melakukan kegilaannya.

"Yang Mulia, inikah bagaimana caramu menangani masalah? Hanya menonton tanpa perasaan, tanpa campur tangan?" Yun Ruo Feng berjalan masuk dengan nada bicara yang tidak setuju.

"Pangeran Yun, sulit bagi Kaisar ini untuk terlibat di sini. Tabib Kekaisaran Fang sudah mempersiapkan obat untuk Putri Pertama agar menenangkan diri. Namun, setelah ia meminumnya, kesempatannya untuk hamil akan mendekati nol. Tegakah kau melakukan itu, Pangeran Yun?" Ning Lian Chen mengamatinya dengan saksama.

Walaupun Ning An Lian sudah gila, tiba-tiba saja ia jadi diam setelah mendengar kata 'hamil' dan mulai menyentuh perutnya. "Aku punya bayi di sini sebelumnya. Tiga bayi," ia bergumam. Ia bisa mengingat kalau ia pernah mengandung sebelumnya, tetapi karena kegilaannya, tidak mampu mengingat siapakah mereka.

Di saat ini, Tabib Kekaisaran Fang masuk ke dalam istana membawa semangkuk obat. Ia memandangi Pangeran Yun dan Kaisar. "Yang Mulia, Pangeran Yun, mohon segera diskusikan apakah Putri Pertama meminumnya atau tidak. Apabila kalian menunggu terlalu lama, itu tidak akan baik untuk tubuh Putri Pertama Kekaisaran."

Ekspresi Yun Ruo Feng tenang, tetapi alisnya mengerut sebelum jadi rileks lagi. "Minum."

Ning Lian Chen terkekeh mendengar jawaban acuh tak acuh Yun Ruo Feng. "Pangeran Yun, kau sungguh tak berperasaan, bahkan tidak peduli tentang mempunyai anak-anak. Namun, masuk akal juga. Dengan posisimu, tidak sulit bagimu untuk mendapatkan wanita mana pun yang kau inginkan."

Yun Ruo Feng tidak menghiraukan cemoohan dalam kata-kata Ning Lian Chen dan memerintahkan dayang istana yang ada di samping. "Berikan obatnya pada Putri Pertama Kekaisaran."

Dayang istana itu baru, dan belum pernah sedekat itu dengan Pangeran Yun sebelumnya. Ia gemetaran setelah menerima perintah sebelum membungkuk. "Pelayan ini mematuhi perintah."

Setelah itu, ia mengambil mangkuk obat dari Tabib Kekaisaran Fang dan berjalan ke arah Ning An Lian.

Ning An Lian tidak bekerja sama dan berjalan mundur ke belakang, menolak dengan keras, "Aku tidak akan meminumnya, kalian semua mau membunuhku!"

Dayang istana itu tidak dapat melakukan apa-apa. Aku tidak bisa memaksanya meminumnya. Tiba-tiba saja, satu tangan panjang terulur dan mengambil mangkuk obat itu dari tangannya. Itu adalah Pangeran Yun, yang telah mengambil mangkuk obatnya. Dayang istana itu menyaksikan selagi Pangeran Yun memaksa Putri Pertama Kekaisaran meminumnya meski di tengah protesnya.

0 comments:

Posting Komentar