Consort of A Thousand Faces
Chapter 262 : Dipaksa
"Hadiah,
adalah untuk kaisar Nan Zhao di perjamuan kerajaan. Mengapa aku akan
mengirimkan hadiah pada Prince Regent Nan Zhao? Pangeran Yun,
gurauanmu sedikit kelewatan." Pei Qian Hao menyanggahnya
dengan mudah, tatapannya menghina Yun Ruo Feng.
Ia
bukannya menghina tentang bakatnya, tetapi menghina Yun Ruo Feng atas sikapnya
yang bertele-tele. Sudah jelas kalau kau ingin menjadi Kaisar. Apabila
kau memiliki kemampuan untuk melakukannya, maka tidak akan ada orang yang
berani untuk mengatakan apa-apa meski jika kau membuat ambisimu diketahui. Kenapa kau harus mencoba berpura-pura dengan
tidak hormatnya, menjadi seorang malaikat dengan aura yang sopan? Munafik
sekali.
Yun
Ruo Feng tertawa. "Pangeran Hao, Pangeran ini hanya sedang bercanda, jadi
jangan menganggapnya terlalu serius. Bahkan, tanpa mengatakannya pun, Pangeran
ini bisa mengerti kalau Nona Xi-er sangat penting bagimu."
Sebagai
seorang pria dengan pengaruh yang besar, kau tidak boleh punya kelemahan; kalau
tidak, kau akan membuka peluang bagi orang lain untuk menyerang.
Su
Xi-er sudah menjadi titik kelemahan Pei Qian Hao. Yun Ruo Feng
menggelengkan kepalanya. Pei Qian Hao terlahir di keluarga rendahan.
Darah dan keringat yang diggunakannya untuk meratakan jalannya pasti telah
menyangkut banyak kematian orang lain. Ada banyak musuh yang ingin melawannya,
dan setelah mereka mengetahui kelemahannya, ia akan tamat.
"Pangeran
Yun, jika kau tahu kalau gadis itu penting bagi Pangeran ini, mengapa kau turun
tangan pada dayangku?" Pei Qian Hao bertanya secara blak-blakan.
"Bagaimana
aku menjawab ini? Kapankah Pangeran ini mengirimkan bawahanku untuk turun
tangan?" Wajah Yun Ruo Feng terkejut sejenak sebelum kembali normal.
"Banyak hal yang terjadi selama perjamuan kerajaan Nan Zhao. Bawahan
paling berbakat Pangeran ini, Wei Mo Hai, juga meninggal tanpa alasan dan
sebab. Jasadnya ditemukan di jalan dekat Asosiasi Sastra, sehingga Pangeran ini
hanya menutup jalanan di sekitar wilayah ini untuk investigasi."
Saat
ini, senyuman Yun Ruo Feng lenyap. "Pangeran Hao, kau mengetahui bahwa jalan di sekitar Asosiasi Sastra harus
diinvestigasi dengan ketat, tetapi kau masih datang kemari. Ini mengingatkanku,
dayangmu tiba-tiba saja terluka di malam yang sama Wei Mo Hai meninggal; apakah
kedua masalah ini berkaitan?"
Karena
Pei Qian Hao suka berterus-terang, maka aku
akan jadi lebih blak-blakan juga.
"Orang
mati tidak bisa bercerita, tetapi orang hidup bisa. Kita akan mengetahui
kenyataannya saat dayang Pangeran ini mendingan."
Yun
Ruo Feng memutar-mutar cincin jempol di jarinya. "Benar, semuanya akan
jelas saat Nona Xi-er kembali sehat. Pangeran ini akan mengirimkan pengawal
untuk melindungi Nona Xi-er, jaga-jaga terjadi sesuatu."
"Pangeran
ini bisa melindunginya sendiri. Aku tidak akan merepotkan Pangeran
Yun." Aku akan menolak kebaikan palsunya. Perlindungan yang
disebutnya ini hanya untuk menahan Su Xi-er.
"Mana
boleh begitu, Pangeran Hao? Nona Xi-er sangat penting bagimu, jika Pangeran ini
tidak mengirimkan bawahan untuk melindunginya, Nan Zhao akan terkena dampaknya
kalau ia terluka. Apabila itu terjadi, kau juga tidak akan merasa senang."
"Pangeran
Yun, kalau kau sudah mengetahui ini sebelumnya, maka mungkin, Komandan Wei
tidak akan mati." Suara Pei Qian Hao rendah dan dalam, setiap katanya
menusuk hati Yun Ruo Feng.
Hati
Yun Ruo Feng berdetak lebih cepat untuk sesaat. Pei Qian Hao
memprediksikan kalau aku akan mengirimkan Wei Mo Hai untuk mengejar Su Xi-er.
Namun, malah ia yang mati.
Seorang
wanita biasa, membuatku kehilangan bawahanku yang paling cakap.
Udara
di antara mereka segera membeku. Keduanya tidak berbicara, tetapi tatapan yang
mereka bagikan sudah cukup untuk mengekspresikan segala hal yang ingin mereka
utarakan.
Tiba-tiba
saja, Qin Ling bergegas masuk. Ia menyadari atmosfer aneh itu, tetapi tidak
sempat lagi terlalu memedulikannya, karena kabar mendesaknya. Ia membungkuk dan
memberi hormatnya sebelum menginformasikan. "Melapor pada Pangeran Yun,
Putri Pertama Kekaisaran sudah siuman. Namun, ia jadi
gila dan tidak tampak baik. Pangeran Yun, Anda harus segera kembali ke istana
kekaisaran. Yang Mulia dan Tabib Kekaisaran Fang, keduanya sudah ada di
sana."
Yun
Ruo Feng menyipitkan matanya sedikit dan mengangguk.
"Pangeran ini akan segera menuju ke sana." Setelah itu, ia menatap
Pangeran Hao. "Walaupun kau menolaknya, Pangeran ini tetap akan
mengirimkan pengawal kemari. Karena kau sekarang ini berada di Nan Zhao, segala
hal yang terjadi padamu akan menjadi kesalahan Pangeran ini. Aku harap kau
mengerti, Pangeran Hao."
Setelah
itu, Yun Ruo Feng memutar tumitnya dan meninggalkan Asosiasi Sastra.
Pei
Qian Hao mengulurkan satu tangan dan menangkap daun yang layu sewaktu daun itu
terbang tertiup angin. Tak peduli seberapa berkuasanya seseorang, pada
akhirnya, mereka akan terguling bila mereka menolak untuk mengakui apa yang
terjadi di sekitar mereka dan beradaptasi pada keadaan sekitar yang berubah.
Putri Pertama Kekaisaran Nan Zhao yang terdahulu seperti ini, dan itulah
mengapa ia meninggal. Dari apa yang kulihat, Yun Ruo Feng pun melakukan hal yang sama.
***
Di
luar Asosiasi Sastra, Yun Ruo Feng menatap Qin Ling. Nada bicaranya mendadak
jadi serius. "Komandan Wei mendidikmu dari awal sebagai bawahan
kepercayaannya. Karena sayangnya Komandan Wei sudah meninggal, kau akan mengambil alih posisinya, dan
menjadi Komandan Pasukan Tentara Kekaisaran Nan Zhao mulai dari hari ini dan
seterusnya."
Qin
Ling merasa kalau beban di pundaknya jadi semakin berat. "Bawahan ini akan
mematuhi perintah dan tidak akan mengecewakan Anda, Pangeran Yun. Aku tidak
akan mengecewakan Komandan Wei juga."
"Jaga
tempat ini dengan hati-hati. Su Xi-er berada di dalam Asosiasi Sastra. Jangan
biarkan ada ramuan obat yang keluar masuk, dan pastikan ia mati."
Qin
Ling terkejut setelah mendengar ini. Su Xi-er adalah dayang Pangeran
Hao. Mengapa Pangeran Yun ingin membunuh seorang wanita lemah?
(T/N
: si lemah itu sih yang bunuh junjungan situ :P)
"Jangan
terlalu banyak bicara dan cukup ikuti saja perintahku." Yun Ruo Feng
meliriknya, kemudian naik ke kudanya dan pergi ke istana kekaisaran.
Qin
Ling memerhatikan selagi Yun Ruo Feng pergi. Alisnya tertaut dengan
eratnya. Su Xi-er adalah dayang Pangeran Hao yang penting. Jika kita
bergerak padanya, maka itu sama saja dengan sepenuhnya tidak menganggap
Pangeran Hao. Apakah Pangeran Yun sudah memikirkan ini dengan cermat?
Tetapi,
Pangeran Yun sudah pasti akan kecewa jika aku tidak mengikuti
perintahnya. Sekali
lagi, Qin Ling bingung apa yang harus diperbuatnya.
***
Yun
Ruo Feng melakukan perjalanan dengan ngebut naik kuda dan segera memasuki
istana peristirahatan Putri Pertama Kekaisaran.
Bunyi
hiruk-pikuk dari benda-benda yang dilemparkan ke tembok bisa terdengar secara
berkala, sementara Ning Lian Chen bisa terlihat sedang menyaksikan
dingin selagi Ning An Lian melakukan kegilaannya.
"Yang
Mulia, inikah bagaimana caramu menangani masalah? Hanya menonton tanpa
perasaan, tanpa campur tangan?" Yun Ruo Feng berjalan masuk dengan nada
bicara yang tidak setuju.
"Pangeran
Yun, sulit bagi Kaisar ini untuk terlibat di sini. Tabib Kekaisaran Fang sudah
mempersiapkan obat untuk Putri Pertama agar menenangkan diri. Namun, setelah ia
meminumnya, kesempatannya untuk hamil akan mendekati nol. Tegakah kau melakukan
itu, Pangeran Yun?" Ning Lian Chen mengamatinya dengan saksama.
Walaupun
Ning An Lian sudah gila, tiba-tiba saja ia jadi diam setelah mendengar kata
'hamil' dan mulai menyentuh perutnya. "Aku punya bayi di sini sebelumnya.
Tiga bayi," ia bergumam. Ia bisa mengingat kalau ia pernah mengandung
sebelumnya, tetapi karena kegilaannya, tidak mampu mengingat siapakah mereka.
Di
saat ini, Tabib Kekaisaran Fang masuk ke dalam istana membawa semangkuk obat.
Ia memandangi Pangeran Yun dan Kaisar. "Yang Mulia, Pangeran Yun, mohon
segera diskusikan apakah Putri Pertama meminumnya atau tidak. Apabila kalian
menunggu terlalu lama, itu tidak akan baik untuk tubuh Putri Pertama
Kekaisaran."
Ekspresi
Yun Ruo Feng tenang, tetapi alisnya mengerut sebelum jadi rileks lagi.
"Minum."
Ning
Lian Chen terkekeh mendengar jawaban acuh tak acuh Yun Ruo Feng. "Pangeran
Yun, kau sungguh tak berperasaan, bahkan tidak
peduli tentang mempunyai anak-anak. Namun, masuk akal juga. Dengan posisimu,
tidak sulit bagimu untuk mendapatkan wanita mana pun yang kau
inginkan."
Yun
Ruo Feng tidak menghiraukan cemoohan dalam kata-kata Ning Lian Chen dan
memerintahkan dayang istana yang ada di samping. "Berikan obatnya pada
Putri Pertama Kekaisaran."
Dayang
istana itu baru, dan belum pernah sedekat itu dengan Pangeran Yun sebelumnya.
Ia gemetaran setelah menerima perintah sebelum membungkuk. "Pelayan ini
mematuhi perintah."
Setelah
itu, ia mengambil mangkuk obat dari Tabib Kekaisaran Fang dan berjalan ke arah
Ning An Lian.
Ning
An Lian tidak bekerja sama dan berjalan mundur ke belakang, menolak dengan keras,
"Aku tidak akan meminumnya, kalian semua mau membunuhku!"
Dayang
istana itu tidak dapat melakukan apa-apa. Aku tidak bisa memaksanya
meminumnya. Tiba-tiba saja, satu tangan panjang terulur dan mengambil
mangkuk obat itu dari tangannya. Itu adalah Pangeran Yun, yang telah mengambil
mangkuk obatnya. Dayang istana itu menyaksikan selagi Pangeran
Yun memaksa Putri Pertama Kekaisaran meminumnya meski di tengah protesnya.

0 comments:
Posting Komentar