Selasa, 10 Maret 2026

CTF - Chapter 274

Consort of A Thousand Faces

Chapter 274 : Paviliun Angin Cyan


Pertama, Su Xi-er pergi ke rumah pegadaian, dimana pemiliknya tersenyum setelah mengenalinya. "Nona, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak semenjak kau meninggalkan perhiasanmu di sini bersamaku. Yang lainnya mungkin berpikir kalau ini hanyalah benda tua, tetapi, bertahun-tahun pengalamanku menjalankan rumah pegadaian, membuatku bisa membedakan bahwa perhiasan ini adalah sesuatu yang berharga luar biasa. Sudah jelas bukanlah sesuatu yang akan digadaikan. Memilikinya, hanya membuatku gelisah." Ia membungkuk dan mengeluarkan sebuah kotak kecil.

"Aku menggunakan kunci terbaik untuk mengamankannya. Ini dia." Ia mengeluarkan sebuah kunci untuk membuka kotak kecil tersebut, dengan hati-hati menyerahkan hiasan rambut beruntai itu kepada Su Xi-er.

Su Xi-er mengambilnya dan mengungkapkan rasa terima kasihnya. "Sudah dijaga dengan baik. Terima kasih banyak."

"Aku menerima perakmu, jadi tidak perlu berterima kasih padaku. Datanglah lagi jika kau luang, dan hati-hati di jalan," si pemilik toko membalas dengan nada yang sopan sebelum melirik ke arah pengawal yang berdiri di samping. Nona ini barangkali adalah putri dari keluarga terpandang.

Si pemilik toko cukup berpengalaman untuk mengetahui bahwa hiasan rambut beruntai itu mahal, tetapi apa yang tidak diketahuinya adalah bahwa hiasan rambut itu merupakan perhiasan kesukaan mendiang Permaisuri dan Putri Pertama Kekasiaran yang terdahulu.

Su Xi-er berterima kasih pada si pemilik toko lagi dan dengan hati-hati memakai hiasan rambut beruntai tersebut. Hiasan itu kecil, dengan warna yang agak kusam, dan hanya akan terlihat seperti hiasan murahan bagi mereka yang tak tahu apa-apa. Dengan begitu, tidak ada seorang pun yang memerhatikannya selagi ia berjalan di jalanan Nan Zhao.

Dengan rumah gadai yang tak begitu jauh dari Paviliun Angin Cyan, Su Xi-er bisa sampai di restoran itu dalam waktu lima belas menit. Mengenali Su Xi-er dan menyadari dua pengawal tegap di belakangnya, si pengurus itu tidak berani bersikap ceroboh. "Nona, toko kami baru saja dibuka kemarin. Apa yang mau kau makan?"

Dibandingkan dengan Rumah Aprikot Keberuntungan yang dulu, Paviliun Angin Cyan yang sekarang ini bernasib sedikit lebih buruk dengan bisnis mereka. Masih ada banyak orang, tetapi itu tidak seramai dulu.

Su Xi-er menjawab dengan sopan, "Cukup bawakan saja kudapan untuk kedua pengawal di belakangku. Aku akan duduk di ruang pribadi di lantai dua dan mengamati pemandangan di jalan."

Pengurus itu kaget. Ia tidak memesan untuk dirinya sendiri, tetapi malah untuk bawahannya ... Mungkinkah, Tuan akan bertemu dengannya hari ini? Setelah memikirkan ini, pengurus itu bahkan lebih hati-hati dalam tindakannya sewaktu ia buru-buru merespons, "Nona, aku akan pergi dan menata beberapa kudapan kualitas terbaik Nan Zhao. Aku jamin kalau mereka akan terasa lezat!"

Dua pengawal itu baru saja akan mengikuti Su Xi-er ke lantai dua, tetapi dihentikan olehnya. "Aku hanya akan duduk di lantai dua, dan akan segera turun sebentar lagi. Kalian berdua hanya perlu duduk di sini dan makan; aku akan berteriak jika terjadi sesuatu."

"Ini ... Su Xi-er, tolong jangan mempersulit kami; Pangeran—Tuan menginstruksikan kami agar tidak meninggalkan sisimu." Salah satu pengawal kekaisaran hampir mengucapkan 'Pangeran Hao', tetapi mempertimbangkan banyaknya orang di sekitar, ia memutuskan kalau akan lebih baik untuk menyembunyikan identitas mereka.

Su Xi-er tertawa renyah. "Jangan cemas, tidak akan terjadi apa-apa padaku. Aku akan berada di lantai dua. Selain itu, tidak boleh kan, seorang wanita menemani dua pria besar makan di bawah?"

Pengawal itu merasa, apa yang dikatakannya masuk akal. Jika Pangeran Hao mengetahui kalau Su Xi-er menemani kami makan, bahkan duduk di meja yang sama, sudah tentu ia akan merasa tidak senang. Oleh sebab itu, mereka melirik Su Xi-er dan mengalah. "Kami akan menunggumu di bawah. Tolong teriak sekencangnya jika terjadi sesuatu. Kami akan segera ke sana!"

Su Xi-er mengangguk. "Tenang saja." Kemudian, ia berbalik menuju ke ruang pribadi di lantai dua.

Ruangan itu adalah ruangan yang sama yang dimasukinya pertama kali ia datang ke Paviliun Angin Cyan. Itu sudah menjadi ruang pribadinya sendiri, pelanggan lain tidak diizinkan untuk masuk, tak peduli seberapa ramainya itu.

Interiornya didekorasi sederhana, dengan semua perabotannya terbuat dari mahogani. Seteko teh favoritnya, Tai Ping Hou Kui, bahkan diletakkan di atas meja.

Semua ini telah diatur oleh Feng Chang Qing. Ia berasal dari latar belakang yang miskin dan berwajah feminin, dan ia bahkan lebih teliti ketimbang kebanyakan wanita. Tetapi sekarang ini, wajah itu sudah dihancurkan.

Tatapan Su Xi-er menggelap. Aku ingin mencari sebuah cara untuk menghilangkan bekas luka di wajah Feng Chang Qing.

Ketukan di pintu membangunkan Su Xi-er dari pikirannya, dan suara Feng Chang Qing terdengar. Ia masuk segera setelah Su Xi-er menjawab.

Setelah menutup pintunya, Feng Chang Qing membungkuk. "Bawahan ini mendengar bahwa Wei Mo Hai sudah mati. Apa ia menyakiti Anda?"

Su Xi-er menggelengkan kepalanya. "Aku mendapatkan luka di tanganku, tetapi sekarang baik-baik saja. Tidak perlu cemas."

"Wei Mo Hai adalah orang yang hati-hati dan teliti. Setiap kali ia menerima sebuah perintah, ia akan dengan keras kepalanya mengerjakannya tanpa kegagalan. Tidak mungkin Anda hanya ...."

"Ia melumuri racun di pedangnya, tetapi racunnya sudah didetoksifikasi. Yang tersisa hanyalah sayatan biasa, dan aku akan baik-baik saja setelah minum obat. Aku datang kemari untuk memberitahukan padamu bahwa Pangeran Hao akan segera mencari seorang penanam bunga untuk membudidayakan Ling Rui. Dulu, kau tinggal di Provinsi Bulan, jadi kau pasti punya sedikit pemahaman soal menanam Ling Rui."

Ekspresi di mata Feng Chang Qing berkedip sejenak. "Sebelum bawahan ini bergabung dalam tentara, aku memohon untuk bekerja di Provinsi Bulan. Aku berakhir sebagai seorang asisten anak penjual bunga."

Tanpa sadar, ia terdiam. Di Provinsi Bulan, hanya gadis-gadis kecil yang akan menjadi asisten anak penjual bunga, tetapi aku adalah asisten sebagai seorang anak lelaki. Waktu itu, banyak bangsawan dan pejabat yang akan terkikik melihat wajahku, dan bahkan ada pula beberapa pria yang akan maju dan menyentuh wajahku.

Itu merupakan hari-hari penuh penghinaan, kenangan yang berusaha keras Feng Chang Qing lupakan.

Su Xi-er bisa menebak emosinya saat ini. "Bila kau tergantung pada masa lalu, seharusnya kau membunuh semua orang itu, yang menganiaya dirimu."

"Bawahan ini ...." Feng Chang Qing menundukkan kepalanya dan meminta maaf, "Bawahan ini semestinya sudah lama melupakan tentang semua kejadian itu."

"Kau bisa pergi dan menjadi penanam bunga Pangeran Hao, tetapi kau harus mengubah bajumu menjadi baju yang kasar. Kau juga harus mengganti cadarmu jadi kain kasar."

Feng Chang Qing memahami tujuan Su Xi-er. Dengan begini, kami tidak perlu bertemu secara diam-diam, dan komunikasi pun akan jadi lebih mudah. Kebetulan sekali, karena menjadi seorang asisten anak bunga memungkinkanku untuk mempelajari bagaimana caranya merawat Ling Rui. Namun, itu tidak berarti akan mudah bagiku untuk mentransplantasikan Ling Rui di Bei Min.

"Pangeran Hao bertindak cepat, dan akan segera mengirimkan orang ke Provinsi Bulan. Kau harus secara tanpa sengaja, berpapasan dengan para pengawal. Aku akan ada di sana ketika penanam bunga diseleksi, jadi pada akhirnya, Pangeran Hao pasti akan memilihmu." Su Xi-er berujar lambat, melafalkan tiap katanya.

Feng Chang Qing segera menjawab, "Bawahan ini mengerti."

"Aku akan kembali ke Bei Min bersama Pangeran Hao dalam tiga hari. Sudahkah kau membereskan semuanya di sini, di Nan Zhao?"

Feng Chang Qing mengangguk. "Bawahan ini sudah selesai dengan segala pengaturannya. Segera setelah sesuatu terjadi di Nan Zhao, Anda akan segera diberitahukan."

"Kita tidak akan sanggup menjatuhkan Yun Ruo Feng sepenuhnya dalam waktu singkat. Nafsunya akan kekuasaan terlampau kuat, dan kita harus menantikan konflik yang lebih jauh. Namun, situasi sekarang ini menjanjikan. Hatinya akan segera mendapatkan pukulan yang menghancurkan. Aku akan menuliskan selembar surat untuk kau kirimkan secara diam-diam ke istana kekaisaran; pastikan surat ini sampai pada Lian Chen."

Feng Chang Qing mengerti dan dengan cepat membawakan sebuah kuas serta tinta dan kertas kemari.

Dalam lima belas menit, Su Xi-er sudah selesai menuliskan suratnya. Singkat, dengan tiap katanya mengandung informasi yang vital.

Su Xi-er melipat surat itu dan menyerahkannya pada Feng Chang Qing. Selagi ia melakukannya, pengurus mengetuk pintu ruangan tersebut. "Tuan, Yun Ruo Feng sudah datang ke Paviliun Angin Cyan." 

0 comments:

Posting Komentar