Sabtu, 07 Maret 2026

CTF - Chapter 270

Consort of A Thousand Faces

Chapter 270 : Melawan Setiap Gerakan


Pei Qian Hao tidak menunggu balasan Su Xi-er, dan menariknya ke pangkuannya. Tangan kirinya memegangi tangan Su Xi-er yang terluka, sementara tangan kanannya membelai rambutnya secara perlahan. Napasnya yang hangat mengenai telinga Su Xi-er sewaktu pria itu bertanya, "Bagaimana kau berencana untuk menangani Yun Ruo Feng?"

Suaranya lembut dan lambat, tetapi nada bicaranya tegas. Itu membuatnya tampak seakan ia serius, dan akan menghukum Yun Ruo Feng sesuai keinginan Su Xi-er.

Su Xi-er berpikir sejenak. Kalau aku menggunakan Pei Qian Hao untuk menangani Yun Ruo Feng, itu hanya akan bergantung padanya dan mengakui bahwa aku tidak dapat melakukan apa-apa seorang diri. Di samping itu, ia tidak punya alasan untuk jadi terlibat dengan urusan Nan Zhao sebagai Prince Regent Bei Min. Apabila ada seseorang yang akan menghukum Yun Ruo Feng, maka itu semestinya adalah Lian Chen.

Karenanya, Su Xi-er menggelengkan kepalanya. "Pangeran Hao, Anda tidak boleh terlibat secara langsung. Jika masalah ini bocor pada siapa pun, maka itu akan terlihat seolah Anda sedang mencoba untuk mengatur Nan Zhao. Di titik itu, tak akan lagi menjadi hal sesederhana masalah pribadi, tetapi malah jadi masalah di antara kedua kerajaan."

"Haruskah Pangeran ini memarahimu karena memiliki mulut kecil yang cerdas, atau karena kebanyakan berpikir? Pangeran ini merasa sangat tidak senang karena ia menyinggungmu, makanya, ia harus dihukum dengan keras. Mengambil setengah dari kekuasaan militernya hanyalah sebuah peringatan kecil; pada akhirnya, itu akan tergantung pada Kaisar Nan Zhao untuk menghukumnya."

Setengah kekuasaan militernya diambil! Dengan betapa penting militer baginya, ini adalah tamparan di wajah Yun Ruo Feng!

"Pangeran Hao, apakah Anda berbicara secara pribadi dengan Kaisar Nan Zhao?" Su Xi-er menatapnya dengan saksama, tubuhnya bersandar di dada Pei Qian Hao.

"Matamu mulai berbinar segera setelah aku menyebut Kaisar Nan Zhao. Kau tidak diizinkan untuk memikirkannya sama sekali." Ia mencubit pinggang Su Xi-er, seakan ia sedang menghukum gadis itu.

"Hamba penasaran, apa yang Anda diskusikan dengan Kaisar Nan Zhao?" Su Xi-er terus bertanya, fokus pada Pei Qian Hao dengan kilat di matanya.

Semakin ia ingin mengetahuinya, semakin Pei Qian Hao tidak ingin memberitahukan padanya. "Tubuhmu masih belum pulih sepenuhnya, dan kau harus menghabiskan lebih banyak waktu dengan beristirahat. Setelah itu, kita akan meninggalkan Nan Zhao dan kembali ke Bei Min."

"Mmm, hamba akan pergi istirahat." Tiba-tiba saja Su Xi-er mencoba untuk bangun dan berlalu.

Pei Qian Hao tidak senang. Aku hanya ingin ia berhenti begitu penasaran, itulah kenapa aku menyuruhnya untuk istirahat dengan benar. Siapa yang menyangka, ia akan segera pergi? Ia mengulurkan satu tangan untuk menarik Su Xi-er kembali. "Apa kau jadi mengantuk kapan pun kau melihat Pangeran ini?"

"Pangeran Hao, hamba sedang mengikuti perintah Anda untuk pergi beristirahat."

Tepat setelah ia menyelesaikan kalimatnya, seorang pengawal dari Kediaman Pangeran Hao berjalan maju membawa sepucuk surat di tangannya. "Pangeran Hao, seorang pengawal dari Kediaman Pei mengirimkan sepucuk surat dari Tuan Pei. Ia baru saja tiba setelah bergegas ke Nan Zhao."

Pei Qian Hao mengambil surat itu dan membacanya sekilas, matanya jadi semakin gelap seiring dengan tiap baris kalimat yang dibacanya. Akhirnya, ia menyerahkan surat itu pada si pengawal. "Bakar dan beritahukan pengawal dari Kediaman Pei untuk mengantarkan pesan kembali. Pangeran ini akan kembali ke Bei Min dalam waktu tiga hari; sementara untuk ...."

Di titik ini, Pei Qian Hao melihat Su Xi-er dan terdiam. "Bukankah kau mengantuk? Kau boleh mundur dan istirahat."

Su Xi-er paham bahwa Pei Qian Hao bermaksud agar ia pergi. Aku tidak diizinkan untuk mendengar yang selanjutnya. Oleh karenanya, ia membungkuk dan berbalik untuk pergi.

Namun, ia hanya berbelok sebelum bersembunyi di balik tembok tepat di sebelah aula utama.

"Su Xi-er, Pangeran Hao sudah memerintahkanmu agar istirahat di kamarmu." Pengawal itu mendesak, tidak berani memerintahkannya secara langsung karena sekarang ini Su Xi-er sedang disukai oleh Pangeran Hao.

Su Xi-er menggesturkan padanya agar diam. "Aku akan segera kembali ke kamarku; jangan berisik."

Pengawal itu mematuhinya, bergerak agak jauh ke samping dan sembunyi diam-diam.

Di aula utama, Pei Qian Hao lanjut menginstruksikan, "Tidak masalah seberapa besar Tuan Pei ingin menyelamatkan Pei Yong. Orang itu sudah melakukan terlalu banyak kejahatan penuh dosa, dan akan dihukum. Beritahukan Wu Ling agar secepatnya menangkap Pei Yong dan melemparkannya ke dalam penjara. Pangeran ini akan secara pribadi memberikan perintah agar ia dihukum mati di hadapan semua orang setelah aku kembali."

"Bawahan ini mengerti." Setelah itu, pengawal tersebut pun bersiap untuk pergi.

Tepat saat pengawal itu mulai berjalan ke arah pintu, Pei Qian Hao mendadak menghentikannya dan menyerahkannya sepucuk surat. "Cepat dan kembali ke Bei Min, pastikan untuk memberikan surat ini pada Wu Ling. Ia akan mengetahui apa yang harus dilakukan setelah itu."

Pengawal itu mengambil suratnya. "Bawahan ini akan kembali ke Bei Min secepat kilat." Ia meyakinkan Pei Qian Hao sebelum keluar dari aula utama.

Su Xi-er menunggu hingga pengawal itu pergi sebelum keluar dari persembunyiannya, segera lanjut ke kamarnya. Aku bisa tahu dari marganya, kalau Pei Yong berhubungan dengan keluarga Pei, tetapi Pei Qian Hao bertekad untuk mengeksekusinya. Meski jika kejahatannya berat, apakah Pei Qian Hao sungguh akan bertindak tanpa menganggap Kediaman Pei? Apakah ia berencana untuk melepaskan diri dari mereka?

Tentu saja, Su Xi-er tidak tahu bahwa Pei Qian Hao sedang menyelidiki Pei Yong sepenuhnya demi dirinya. Alasan mengapa ia bersikeras agar Su Xi-er pergi adalah karena Pei Qian Hao tidak ingin ia mendengar nama Pei Yong. Ia cemas kalau gadis itu akan teringat kenangan yang memalukan.

Namun, bukan hanya Su Xi-er tidak tahu bahwa Pei Yong pernah menyinggung pemilik asli tubuhnya bertahun-tahun yang lalu, ia bahkan tidak tahu siapakah pria itu.

Pei Qian Hao sendirian saja di dalam aula utama. Setelah sesaat, ia berjalan keluar aula utama dan melirik ke kamar Su Xi-er sebelum menuju ke arah yang berlawanan. Aku harus melakukan sesuatu tentang desas-desus palsu yang disebarkan Yun Ruo Feng.

Pei Qian Hao bertindak cepat; tak lama sebelum desas-desus lain sampai di telinga para warga.

'Pangeran Yun salah mengira orang lain sebagai dayang Pangeran Hao dan mengira kalau ia merayunya.' Kabar ini segera menyebar di jalan-jalan Nan Zhao, dengan cepat menyalakan babak gosip lainnya.

"Jadi, Pangeran Yun yang membuat kekeliruan. Aku bilang padamu bahwa itu bodoh untuk memikirkan kalau dayang Pangeran Hao akan mengkhianatinya demi merayu Pangeran Yun!"

"Hari ini sudah gila, penuh dengan lika-liku, tetapi hanya Pangeran Yun yang akan mengetahui kenyataannya. Kita tidak semestinya membuat spekulasi kita sendiri yang tidak masuk akal ketika itu berhubungan dengan tokoh-tokoh besar ini."

Di saat ini, si penjaja tepung yang pernah dibantu Su Xi-er pun tidak tahan untuk menyela. "Dayang Pangeran Hao begitu cerdas, dan kepribadiannya luar biasa. Aku tidak percaya kalau ia mencoba untuk merayu Pangeran Yun. Pasti Pangeran Yun sudah membuat kekeliruan, dan seseorang pasti sengaja menyebarkan desas-desus tersebut."

Tiba-tiba saja, seorang pria kekar tertawa dan membuat dugaan yang berani. "Mungkin, Pangeran Yun menyukai si dayang cantik itu dan menginginkan gadis itu untuk dirinya sendiri, tetapi Pangeran Hao tidak menyetujuinya. Kemudian, Pangeran Yun mencoba memaksakan dirinya pada gadis itu, tetapi tidak berhasil! Demi mempertahankan reputasinya, ia menyebarkan rumor bahwa si dayang cantik itu yang telah merayunya. Haha."

(T/N : gosipers sejati yang tebakannya mantul sekali hahaha.)

Seorang wanita muda meludah. "Pangeran Yun terbuka dan tulus, ia tidak akan melakukan itu. Jangan berpikir kalau Pangeran Yun semesum kalian semua para lelaki!"

Si pria kekar tidak merasa yakin. "Kau barusan bilang kalau pria punya pemikiran mesum. Selama mereka adalah seorang pria, siapa yang tidak akan menginginkan semua gadis cantik di dunia? Bahkan, pahlawan saja memiliki kelemahan untuk wanita cantik. Pangeran Yun juga pasti sama."

"Dasar. Tidak ada hal baik yang bisa keluar dari mulut baumu itu."

Pengawal kekaisaran yang sedang berpatroli di jalan mengernyitkan alis mereka dengan kuat setelah mendengar ini. Mereka cepat-cepat menyampaikan pesan tersebut pada Qin Ling. Komandan Wei sudah mati, jadi Qin Ling adalah bos baru kami.

Setelah Qin Ling mendengar pesan ini, ia melambaikan tangannya. "Aku akan pergi dan melaporkannya pada Pangeran Yun; kalian semua, berjaga di sini."

Kemudian, Qin Ling segera menuju ke arah Kediaman Pangeran Yun, menyadari Kasim Fu tengah berdiri di dekat pintu saat ia tiba.

Kasim Fu adalah seorang kasim senior di istana kekaisaran dan sangat berpengalaman, melayani mendiang Kaisar. Qin Ling tidak berani lengah dan membungkuk untuk memberi hormatnya. "Kasim Fu, apakah terjadi sesuatu di istana kekaisaran?"

Kasim Fu mengangguk. "Sesuatu yang besar terjadi. Pelayan tua ini sangat gelisah karena Pangeran Yun masih belum muncul. Yang Mulia telah memerintahkan pelayan tua ini untuk datang ke Kediaman Pangeran Yun dan mengundangnya ke istana."

0 comments:

Posting Komentar