Rabu, 18 Maret 2026

CTF - Chapter 295

Consort of A Thousand Faces

Chapter 295 : Kembali


Siapa yang dapat mengetahui bahwa Istana Kecantikan hanyalah sebuah tampilan depan yang akan jarang diperhatikan oleh Pei Qian Hao? Aku tidak memahami Pei Qian Hao waktu itu, pria itu juga tidak pernah memberikanku kesempatan untuk memahaminya. Mempertimbangkan bahwa ia tidak pernah mengunjungi Istana Kecantikan, mengapa ia membangunnya dengan pawai yang riuh waktu itu? Apa yang sebenarnya ada di dalam otak Pangeran Hao? Tan Ge tidak mengerti, ia pun tidak akan punya kesempatan untuk melakukannya.

Aku menunggu di sana, hari demi hari, bulan demi bulan, menunggu hingga dua tahun berlalu. Kemudian, tiba-tiba saja, Istana Kecantikan dibubarkan. Ia tertegun sejenak, tetapi kemudian menyadari bahwa ia tidak bisa menjalani kehidupannya sepanjang waktunya di sana, menyesali bahwa ia telah kehilangan pandangan akan siapakah dirinya.

Delapan tahun kehidupanku didedikasikan untuk Pangeran Hao, tetapi pria dingin dan penyendiri itu bahkan tidak mengetahui kalau aku ada. Namun, rumor yang beredar memberikan kesan bahwa ia sebenarnya tidak sedingin itu. Hanya saja, semua kehangatan di dalam hatinya sudah tersimpan untuk wanita lain.

Kebanyakan wanita dari Istana Kecantikan menyimpan kebencian di dalam hati mereka, terutama He Xiang Yu. Tan Ge ingat waktu itu, ketika ia nyaris mulai menyumpahi Komandan Wu secara terbuka. Begitu banyak wanita jadi gila karena Pangeran Hao, tetapi setidaknya, aku tetap rasional.

Tan Ge mengangkat kepalanya, menatap langit yang biru dan merasa beban selama bertahun-tahun terangkat dari pundaknya.

"Nona." Si pelayan menarik lengan bajunya dengan tampang kebingungan. Mengapa Nona tampak begitu rileks setelah diusir?

"Aku hanya bahagia, dapat menjalani kehidupanku sendiri mulai dari sekarang. Siapa pun yang disukai Pangeran Hao dan apa pun yang ingin dilakukannya adalah urusannya sendiri." Tan Ge tersenyum dan mulai berjalan pergi.

Sebuah kereta kuda yang lebar dan mewah, dengan dua kuda merah tua yang memimpinnya sedang diam di sudut jalan, jumbai cyannya berayun pelan di tengah angin sementara pemiliknya kebetulan mendengarkan kata-kata Tan Ge.

"Commandery Prince, Pangeran Hao sudah kembali ke istana kekaisaran. Apakah Anda akan masuk ke istana untuk perjamuan istana malam ini?" si pengawal bertanya dengan hormat.

Suara jernih dari seorang pria dapat terdengar dari dalam kereta kuda tak lama setelahnya. "Pangeran ini sudah beberapa hari tidak muncul, jadi aku pasti akan ada di sana malam ini."

Xie Yun segera mengangkat tirai kereta kuda dan menunjuk Tan Ge, yang sedang berjalan di depan. "Suruh seseorang diam-diam mengikutinya dan laporkan pada Kediaman Tan apabila terjadi sesuatu yang berbahaya."

Si pengawal itu tidak mengerti. Commandery Prince Xie dingin terhadap semua orang; mengapa ia tiba-tiba saja memerintahkan seseorang untuk mengikuti Nona Tan?

"Kembali ke Kediaman Commandery Prince."

Suara jernih Xie Yun memecah keterguncangan si pengawal, mendorongnya agar segera membungkuk sebelum melecut cemeti dan mengendari kereta ke arah Kediaman Commandery Prince. Sebelum ia pergi, si pengawal melihat ke arah Tan Ge sekali lagi, dan melihatnya sedang masuk ke rumah jahit.

***

Kabar bahwa Pangeran Hao telah kembali ke Bei Min sudah menyebar di seluruh mahkamah, mendorong banyak pejabat untuk menungguinya di pintu masuk istana kekaisaran.

Kaisar kecil Bei Min, Situ Lin, mengenakan jubah naga kuning keemasan di bagian paling depan. Karena itu sudah akhir musim gugur, ada jejak sedingin es di dalam anginnya yang membuat tubuhnya menggigil. Paman Kekaisaran telah mengajariku bahwa seorang kaisar harus menjaga sikap mereka, terlepas dari apa pun kesulitan yang dilaluinya; tak peduli seberapa besar angin bertiup, atau seberapa derasnya hujan turun, aku harus berdiri tegak.

Memikirkan ini, Situ Lin mengabaikan angin dingin itu dan menegakkan tubuh kecilnya, melihat ke depan dengan ekspresi khidmat.

Selain dari para pejabat mahkamah, Pei Ya Ran juga ada di sana. Ia berdiri di sebelah Situ Lin dan menatap ke depan ke kejauhan. Mari kita lihat, bagaimana ia akan turun dari keretanya bersama Su Xi-er di hadapan semua pejabat mahkamah! Sesuai dengan adat istiadat Bei Min, siapa pun yang menghadiri perjamuan kerajaan dari kerajaan lain, pertama-tama harus melapor ke istana kekaisaran setelah mereka kembali. Ini agar mereka dapat melaporkan pada pejabat mahkamah, untuk membuat perbandingan dengan kerajaan lain, dan memutuskan apakah ada yang perlu ditingkatkan di Bei Min.

Namun, kereta kuda Pangeran Hao masih belum menampakkan dirinya bahkan setelah satu jam berlalu. Situ Lin mengeratkan kepalan tangannya sementara kakinya sudah kebas. Kapan Paman Kekaisaran akan tiba?

Alis Pei Ya Ran agak mengerut sebelum kembali normal. Aku harus menjaga sikap seorang ibu suri di hadapan semua orang. Tak peduli seberapa besar aku merasa gelisah, aku tetap harus terlihat seolah aku sedang menunggu dengan sabar.

Baru setelah lima belas menit berikutnya berlalu, seorang pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Hao pun tiba.

Pengawal itu turun dari kuda dan membungkuk ke arah kerumunan yang berkumpul untuk memberikan hormatnya sebelum mendekati kaisar muda itu dan membungkuk lagi. "Melaporkan pada Yang Mulia, ada urusan mendesak yang harus ditangani Pangeran Hao, jadi ia sudah kembali ke kediamannya lebih dulu. Ia akan masuk istana kekaisaran malam ini untuk perjamuan istana."

Dengan Situ Lin yang masih terlalu muda untuk terlalu memedulikan tentang peraturan, ia hanya melambaikan tangannya setelah mendengarkan laporan tersebut. "Tidak masalah, Kaisar ini mengerti bahwa Paman Kekaisaran lelah dan ingin kembali ke kediamannya dan istirahat. Semua baik-baik saja selama Paman Kekaisaran bisa menghadiri perjamuan malam ini."

"Terima kasih banyak, Yang Mulia." Pengawal itu menjawab dengan hormat sebelum naik lagi ke kudanya dan berderap menuju ke kediaman Pangeran Hao.

Situ Lin tersenyum dan berkata pada semua pejabat mahkamah. "Kaisar ini akan kembali ke istana; kalian semua harus kembali ke kediaman kalian." Setelah itu, ia memutar tumitnya dan mengabaikan ekspresi di wajah para pejabat.

Kakinya mati rasa setelah berdiri untuk waktu yang begitu lama, dan ia hanya bisa berjalan kembali secara perlahan-lahan.

Pei Ya Ran mencibir pada diri sendiri, jejak dingin ada di matanya. Tuan Pei, yang sedang berdiri di sebelahnya, ekspresinya juga menggelap. Melapor ke istana kekaisaran seharusnya adalah prioritasnya setelah kembali ke Nan Zhao, terlepas dari masalah lain yang harus ditanganinya. Malah kembali ke Kediaman Pangeran Hao begitu saja .... Apakah ia mengatakan bahwa ia tidak perlu memedulikannya karena ia begitu berkuasa, atau apakah ia hanya terlalu terbiasa tidak terkekang?!

Situ Lin melihat bahwa Ibu Suri masih membeku, tetapi tidak memedulikannya selagi ia berlalu.

Tak lama setelahnya, Pei Ya Ran berbalik dan berjalan menuju ke Istana Kedamaian Penuh Kasih. Kepalan tangannya mengetat di bawah lengan jubahnya. Apakah Pei Qian Hao mendadak pergi ke Kediaman Pangeran Hao demi Su Xi-er? Apakah ia membubarkan Istana Kecantikan karena ia akan membawa Su Xi-er ke Kediaman Pangeran Hao? Kalau itu benar, maka ini adalah masalah yang serius!

Semua pejabat mahkamah, kecuali Pei Zheng, kembali ke kediaman mereka; ia malah mengikuti di belakang Pei Ya Ran sewaktu wanita itu kembali ke Istana Kedamaian Penuh Kasih.

Pei Ya Ran mengerti dan menginstruksikan para dayang istana dan kasim untuk mundur sampai hanya Pei Zheng dan dirinya sendiri yang tersisa di aula utama.

"Ayah, Pangeran Hao sangat berkuasa saat ini. Tak peduli apa yang kau katakan pada putrimu, tidak ada yang bisa kulakukan." Pei Ya Ran duduk di tempat duduk teratas tanpa ekspresi di wajahnya, tetapi nada suaranya membuat jelas bahwa ia mengharapkan pria itu untuk pergi.

Pei Zheng tidak seperti istrinya yang sering mengunjungi Istana Kedaiamaian Penuh Kasih. Alasan aku di sini hari ini adalah untuk memperjelasnya, bahwa putriku berasal dari keluaraga Pei, dan harus menjaga keluarga Pei.

Oleh sebab itu, ia memperlihatkan ekspresi yang serius yang akan digunakan seorang ayah terhadap putrinya. "Aku tidak tahu apakah rumornya benar atau tidak, tetapi wanita di sisi Pei Qian Hao harus berasal dari keluarga Pei."

Pei Ya Ran mendengus dingin dan menurunkan teko teh dengan keras. "Ayah, wanita manakah dari keluarga Pei yang ingin kau tempatkan di dekat Pei Qian Hao? Pei An Ru? Apakah kau bahkan berpikir, apa Pei Qian Hao akan menerimanya setelah ayahnya, Pei Yong, ditangkap?"

Pei Zheng dapat mendengar rasa kecut di dalam kata-kata putrinya, sehingga ia cepat-cepat memotongnya. "Terlepas siapa pun itu, itu bukanlah dirimu. Setelah mengamankan posisi Ibu Suri, kau harus tetap mempertahankan statusmu. Pei Yong mengecewakan, tetapi An Ru penurut dan bijaksana, dan terlihat pantas. Aku akan membawanya ke perjamuan malam ini, dan kau harus mendudukkannya dekat dengan Pei Qian Hao."

"Ayah, bagaimana jika aku tidak menyetujuinya?"

Alis Pei Zheng tertaut. "Pei Qian Hao semakin tidak memikirkan keluarga Pei sekarang. Sia-sia saja membesarkannya selama bertahun-tahun. Apa kau sungguh ingin melihat keluarga Pei runtuh? Apa untungnya bagimu apabila keluarga kita jatuh?"

0 comments:

Posting Komentar