Sabtu, 07 Maret 2026

CTF - Chapter 263

Consort of A Thousand Faces

Chapter 263 : Ramuan Obat Berhasil Dikumpulkan


Ning An Lian berusaha mengangkat kedua tangan untuk melawan sekuat tenaga, tetapi tangannya ditahan di balik punggungnya oleh Yun Ruo Feng. Tidak sanggup melepaskan diri, ia hanya bisa berusaha menggelengkan kepalanya dan menyebabkan sebagian obatnya menetes dari dagunya ke gaunnya yang indah.

Yun Ruo Feng membiarkan Ning An Lian pergi setelah tetesan obat yang terakhirnya habis. Ning An Lian mundur beberapa langkah, menyangga dirinya dengan satu tangan di sudut meja selagi ia mulai batuk-batuk dengan kerasnya.

Yun Ruo Feng menurunkan mangkuk dan menginstruksikan dayang istana yang ada di samping. "Jaga Putri Pertama baik-baik." Setelah itu, ia berbalik dan mulai berjalan keluar dari istana peristirahatan.

"Pangeran Yun, apakah kau berencana untuk pergi begitu saja? Bukankah wanita di depanmu ini adalah seseorang yang pernah kau cintai? Apakah kau tidak akan tetap tinggal dan menemaninya?" Ning Lian Chen sengaja menekankan kata-kata 'pernah mencintai'.

"Yang Mulia, daripada menangani urusan mahkamah dengan benar, kau sedang membuat dugaan tentang urusan pribadi Pangeran ini?" Yun Ruo Feng menghentikan langkah kakinya dan menatapnya dengan ekspresi yang serius. Kemudian, ia melambaikan tangannya. "Pangeran ini telah memberikanmu tiga kementrerian untuk diatur. Jika kau membiarkan masa mudamu mengambil alih dan gagal untuk mengurusi ketiga kementerian ini dengan benar, Pangeran ini akan mengambil mereka kembali dalam tiga bulan."

Ketiga kepala menterinya merupakan bawahan Yun Ruo Feng. Meski jika aku berkinerja baik, mereka tetap akan mengatakan hal-hal yang menentangku dan mencoba mengembalikan kekuasaan pada Yun Ruo Feng.

Ning Lian Chen tertawa. "Kaisar ini tidak akan mengecewakanmu, Pangeran Yun."

"Kau sedang mengecewakan Pangeran ini sekarang. Pergi ke Ruang Baca Kekaisaran untuk memahami tanggung jawab dari Kementerian Ritus, Kementeriaan Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pendapatan. Sebaiknya kau bertemu dengan para kepala menteri juga. Jangan tinggal di istana peristirahatan Putri Pertama Kekaisaran dan menebak-nebak sesuatu yang tidak seharusnya kau tebak." Nada bicara Yun Ruo Feng serius. Ia pergi segera setelah ia selesai bicara.

Ning Lian Chen membalas dengan lantang secara sengaja. "Pangeran Yun, semestinya kau tahu apakah Kaisar ini hanya sedang menebak-nebak atau tidak. Kaisar ini juga harus belajar untuk memanfaatkan sesuatu yang berharga, dan membuangnya saat benda itu tidak berguna lagi."

Walaupun langkah kaki Yun Ruo Feng tidak terhenti, tatapan di matanya berubah, dan langkah kakinya jadi sedikit lebih cepat.

Di dalam istana peristirahatan, Ning An Lian terus batuk-batuk. Ia sudah menumburkan kepalanya ke pilar kemarin dan tidak bisa mengingat banyak. Obat yang dipaksakan untuk diminumnya pun berpengaruh dengan cepat, segera menenangkan dirinya.

Dayang istana itu menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut. "Putri Pertama, apa Anda merasa lebih baik?"

Ning An Lian mendongakkan kepalanya dan memandanginya dengan tatapan yang bingung dan polos. "Putri Pertama? Kau bicara pada siapa? Aku?"

Dayang istana itu panik. "Putri Pertama, ada masalah apa? Tidakkah Anda ingat siapa diri Anda?"

"Aku Ning An Lian, siapa kau?" Seakan-akan Ning An Lian telah mundur ke masa kecilnya. Ia menatap Ning Lian Chen, tatapan serius di wajah orang itu membuatnya gemetaran.

Ning Lian Chen memandanginya. Ia sudah kehilangan ingatan dan jadi dungu. Orang yang menyakiti Kakak Perempuanku sudah menerima karmanya dan jadi seperti ini. Bahkan, pria yang dikiranya paling mencintainya juga, sekarang telah meninggalkannya untuk membusuk dalam kegilaannya.

Ning Lian Chen mengubah pikirannya. Kalau ia jadi seperti ini, maka ia harus tetap berada di istana kekaisaran. Sudah pasti Yun Ruo Feng tidak ingin menemui Ning An Lian; tetapi, semakin ia ingin menghindarinya, aku akan semakin mendorong Ning An Lian padanya!

Setelah Yun Ruo Feng meninggalkan istana kekaisaran, ia tetap berada di dalam ruang baca Kediaman Pangeran Yun. Tidak ada yang tahu apa yang sedang diperbuatnya.

***

Sekelompok pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Yun diutus ke Asosiasi Sastra untuk menjaganya dengan ketat. Semua orang mengetahui kalau mereka ada di sana untuk mencegah siapa pun keluar masuk Asosiasi Sastra, tetapi tidak ada yang tahu mengapa.

Para warga berpikir, sesuatu yang besar telah terjadi dan semuanya terlalu takut untuk pergi keluar. Mereka bahkan tidak berani untuk membuka jendela mereka untuk mengintip.

Situasinya bertahan sampai malam hari, ketika seorang pemuda dengan kendi anggur di pinggangnya dengan hati-hati bersembunyi di dalam kegelapan sembari mengamati blokade di jalan.

Bagaimana aku akan kembali ke dalam Asosiasi Sastra saat ada begitu banyak pengawal kekaisaran dari Kediaman Pangeran Yun? Yu Xiao mengatupkan bibirnya dengan erat, tetapi mendadak merasakan sakit dari tangan dan kakinya. Ia sudah berusaha bersembunyi di semak berduri ketika menghindari bawahan Yun Ruo Feng sambil memetik tanaman obat. Ketika akhirnya ia merangkak keluar, ia sudah berselimut luka.

Pengawal yang sedang berpatroli di wilayah dekat sana menyadari adanya pergerakan dan menuju ke arah Yu Xiao. Setelah ia cukup dekat, Yu Xiao mengangkat tangannya dan menutup mulut dan hidung si pengawal sebelum membuatnya pingsan.

Di luar Asosiasi Sastra, Qin Ling mendengar dengusan pelan dan segera berjalan ke arah gang. Kemampuannya dalam observasi cukup pantas baginya untuk dengan mudah menyadari adanya bayangan samar di tanah.

Qin Ling meletakkan satu tangan di atas pedang di pinggangnya, bersiap-siap untuk menariknya saat menyadarinya.

Yu Xiao pun sama saja, mempersiapkan dirinya sambil bersembunyi dalam kegelapan. Dengan gerakan yang kabur, kedua pria itu saling berhadapan; yang satu menggenggam pedang, sementara yang lainnya menggunakan tinjunya.

Qin Ling melirik cepat ke arah sosok yang diterangi cahaya bulan, menyadari kalau itu adalah seorang pemuda dengan banyak sekali sobekan di bajunya dan goresan. Melihat orang itu dalam keadaan yang menyedihkan, Qin Ling merasa kasihan dan segera merilekskan genggaman di pedangnya.

Yu Xiao mengenali Qin Ling dan mendengus dingin. "Kau adalah anak buah Pangeran Yun, tetapi kau menarik pedangmu. Tampaknya, kau masih punya sedikit hati nurani pada dirimu."

"Aku tidak membunuh orang yang tidak berdosa. Kau boleh pergi." Qin Ling menyatakan pelan sambil menyelipkan lagi pedang ke dalam sarungnya.

"Aku hanya kembali ke Asosiasi Sastra setelah bermain-main di luar sana. Bahkan, pulang ke rumah saja jadi begitu sulit." Yu Xiao menggerutu dan memutar-mutarkan kepalanya ke samping, menunjukkan sikap yang tidak disiplin.

"Kau tidak terlihat seperti seorang pelajar."

Berhadapan dengan interogasi Qin Ling, Yu Xiao menjawab. "Aku adalah yatim piatu. Guan Xiang membesarkanku sebagai anak, dan aku tumbuh besar di Asosiasi Sastra. Apakah Pangeran Yun bahkan menurunkan perintah untuk mencegah orang pulang ke rumah sekarang?"

"Kalau itu adalah rumahmu, lalu kenapa kau bersembunyi dalam kegelapan? Seharusnya kau bisa pulang ke rumah secara terbuka."

Yu Xiao mencibir. "Kau pikir aku bodoh? Jika aku melakukan itu, aku hanya akan berakhir ditusuk oleh para pengawal. Apa kau pikir, setiap pengawal itu baik sepertimu? Lihat saja yang terkapar di tanah. Barusan ini ia ingin membunuhku."

"Kau punya kemampuan." Qin Ling mengerutkan alisnya dan berjongkok untuk memeriksa anak buahnya. Setelah menyadari kalau orang itu hanya pingsan, ia pun tenang.

"Cukup trik tipuan saja, aku hanya membuatnya pingsan. Kau seperti komandan pengawalnya. Bagaimana kalau kau mengantarkanku pulang?" Yu Xiao terkekeh dan memperlihatkan ekspresi yang tidak berbahaya.

Qin Ling memikirkan tentang itu. Asosiasi Sastra adalah rumah pemuda ini, dan yang diinginkannya hanyalah pulang. Oleh karenanya, ia mengangguk dan melunak. "Ikuti aku."

Yu Xiao segera mengangguk dan berpikir sendiri. Wei Mo Hai sudah mati, dan orang ini sepertinya memegang status yang cukup signifikan dengan pengawal kekaisaran. Hanya saja ... ia agak naif.

Dengan Qin Ling di sisinya, tak ada pengawal yang menghentikan Yu Xiao masuk ke dalam Asosiasi Sastra.

Qin Ling berdiri di luar Asosiasi Sastra seorang diri. Aku sengaja berjalan mendekat pada pemuda itu saat aku membawanya kembali, jadi mudah untuk menangkap bau tanaman obat. Mereka pasti dikumpulkan untuk menyelamatkan Su Xi-er. Namun, aku tidak mengeksposnya ... karena aku tidak berpikir kalau Pangeran Yun harus membunuh Su Xi-er.

(T/N : memang dari awal feeling uda bagus sama Qin Ling, masih ada bibit baiknya kamu, Nak, terharu cece ini :")

Yu Xiao masuk ke dalam Asosiasi Sastra dan segera berjalan menuju ke halaman bagian dalam. Setelah sampai di tujuannya, ia menemukan Guan Xiang yang menunggu dengan gelisah. Orang itu segera menghampiri setelah melihat Yu Xiao dan langsung bertanya, "Apa kau mendapatkan tanaman obatnya?"

"Mmm." Yu Xiao mengeluarkan tanaman obat-obatan itu dari lengan jubahnya. "Serahkan mereka pada tabib senior. Ini adalah Rumput Jiwa; ia akan mengenalinya. Aku akan pergi dan memeriksa Nona." Ia segera menuju ke kamar Su Xi-er setelah ia selesai bicara.

Sewaktu ia melakukannya, Guan Xiang menyadari bahwa ia penuh luka goresan. Tetapi sekarang ini, hal yang paling penting adalah untuk merebuskan obat untuk menyelamatkan Nona.

Dan jadilah, ia segera bergegas menuju ke tempat si tabib senior untuk mengantarkan Rumput Jiwa itu.

Saat si tabib senior melihat tanaman obat itu, ia terkejut. Ini adalah Rumput Jiwa! Namun, Rumput Jiwa ini ... Si tabib senior mengatupkan bibirnya dengan erat dan tidak mengatakan apa-apa. Oh, ya sudahlah, mari kita rebuskan obatnya dulu.

0 comments:

Posting Komentar