Sabtu, 07 Maret 2026

CTF - Chapter 267

Consort of A Thousand Faces

Chapter 267 : Sulit Untuk Dipercaya


Su Xi-er keluar dari dapur dan berjalan kembali ke kamarnya. Ia duduk di atas sebuah bangku menghadap ke meja rias daripada berbaring di ranjang. Memerhatikan pantulan dirinya di cermin, ia teringat akan hiasan rambut beruntai yang ditinggalkannya di rumah pegadaian untuk disimpan. Akhirnya aku bisa pergi dan mengambilnya hari ini.

Ia bangkit berdiri dan berjalan ke arah pintu kamar. Tepat ketika ia mencoba untuk keluar, pintunya didorong oleh seseorang dari luar sana.

Su Xi-er mendengar bunyi derak pintu selagi satu sosok berbaju putih memasuki pandangannya. Ia tidak menyangka kalau pria itu akan muncul di sini. Mengenakan jubah putih, orang itu diselimuti dengan aura kelembutan, matanya yang jernih dan cerah ditemani dengan senyuman samar.

"Apa? Kau tidak menyambut Pangeran ini, Nona Xi-er?" Yun Ruo Feng melafalkan kata-katanya sewaktu ia masuk, menutup pintu dan mengaitkan baut pintu di belakangnya.

"Pangeran Yun, mana mungkin aku menyambut Anda ketika Anda mendadak muncul di kamarku? Tidakkah Anda pikir, Anda bersikap tidak sopan?" Suara Su Xi-er serius sewaktu ia memandanginya.

Yun Ruo Feng tersenyum dan berjalan ke arahnya. "Apa kau benar-benar tidak menyambutku? Nona Xi-er, kau handal dalam mengutarakan kata-kata yang bertentangan dengan keinginanmu." Ia mengabaikan rasa permusuhan Su Xi-er dan berjalan ke arahnya selangkah demi selangkah.

Su Xi-er menghindar ke sisi lain kamar. Ia dapat dengan jelas merasakan aura agresif yang memancar keluar dari langkah kaki Yun Ruo Feng.

Yun Ruo Feng menghentikan langkahnya ketika ia berjarak semeter jauhnya dari Su Xi-er dan menatapnya lembut sambil tersenyum. "Su Xi-er, memang sulit bagi Pangeran ini untuk menemuimu. Pangeran ini harus memilih waktu saat Pangeran Hao tidak ada. Mengapa kau tidak memahami kesulitan yang telah Pangeran ini lalui demi dirimu?"

"Aku tidak perlu memahami apa pun selain fakta bahwa kau datang kemari jauh-jauh untuk menemuiku. Pangeran Yun, jika ada sesuatu yang ingin kau katakan, maka kau cukup mengatakannya saja." Su Xi-er tidak lagi mempertahankan formalitas basa-basi dan langsung bicara blak-blakan, kilat tajam melintas di matanya.

"Su Xi-er, kau hanyalah seorang dayang biasa, tetapi kau begitu galak. Tak terbayangkan anehnya, karena Pangeran Hao telah mempertahankanmu di sisinya hingga kini. Pangeran ini datang menemuimu hari ini untuk membuat perhitungan atas beberapa utang lama." Yun Ruo Feng menyipitkan matanya dan mulai berjalan ke arah Su Xi-er lagi.

Tepat ketika Su Xi-er ingin mengelak ke samping lagi, dengan cepat Yun Ruo Feng mengulurkan satu tangan dan meraihnya. "Walaupun kau baik-baik saja sekarang, tubuhmu masih lemah. Seseorang secerdas dirimu seharusnya tidak bertarung secara langsung dengan Pangeran ini."

Kemudian, Yun Ruo Feng mengeratkan genggamannya di pergelangan tangan Su Xi-er; ia hanya perlu menambahkan sedikit tekanan lagi untuk mematahkannya.

Su Xi-er tetap diam selagi ia bertemu pandang dengannya. Ketika ia melihat cahaya redup di mata pria itu, ia pun mendengus. "Yun Ruo Feng."

Su Xi-er tidak memanggilnya Pangeran Yun, tetapi menggunakan nama lengkapnya. Bukan hanya itu, suaranya dipenuhi dengan sikap yang dingin dan perkasa yang sepenuhnya tidak sesuai untuk seorang dayang. Mempertimbangkan bagaimana ia datang kemari hari ini dan mengucapkan beberapa hal aneh, tampaknya ia sudah mengetahui siapa aku.

Benar, beberapa hal harus diakhiri. Aku tidak perlu lagi bicara berbelit-belit dengannya.

"Su Xi-er ...." Yun Ruo Feng menjeda sebelum ia berbicara lagi. "Ning Ru Lan, Pangeran ini tidak percaya akan kebangkitan setelah kematian. Bahkan sekarang, Pangeran ini sulit sekali memercayainya. Bereinkarnasi dan berjalan di antara orang-orang yang masih hidup sekali lagi; betapa anehnya itu."

Su Xi-er menemukan waktu terbaik dan mengangkat lututnya, menghantamkannya ke perutnya sebelum memerhatikannya mundur kembali.

"Bukan hanya kau menampilkan Tarian Jing Hong dan Tarian Menekuk Ranting, kau bahkan memperlihatkan metode membunuh yang sama ketika kau membunuh Wei Mo Hai. Ning Ru Lan, kau sudah mengacau dan membuat perjamuan kerajaan Nan Zhao sangat hidup tahun ini. Tidak beristirahat dalam damai setelah kematianmu, tetapi merasuki tubuh orang lain, kau sungguh mempunyai dendam kesumat terhadap Pangeran ini."

"Kau menyebabkan Lü Liu menderita kematian yang mengerikan, jasadku tidak dapat ditemukan dimana pun, dan kau mengkhianati cintaku demi merebut kekuasaan Rumah Tangga Keluarga Kekaisaran Ning. Mana mungkin aku tidak punya dendam kesumat terhadapmu? Mata Langit terbuka lebar, atau barangkali, kau yang sudah terlalu banyak berdosa, mengizinkanku untuk mendapatkan kehidupan yang baru." Su Xi-er melafalkan setiap katanya dengan jelas, melemparkan semua kejahatan yang diperbuat Yun Ruo Feng tepat di wajahnya.

"Terlalu berdosa?" Yun Ruo Feng terkekeh selagi dengan gesit ia melangkah ke depan, mengulurkan satu tangan, berupaya untuk menahan Su Xi-er, tetapi dengan cekatan, ia menghindari tangan pria itu.

"Ning Ru Lan, kalau saja kau tidak begitu keras kepala, dan mengakui Pangeran ini sedikit, bahkan hanya sedikit saja, barangkali Pangeran ini tidak akan membunuhmu." Yun Ruo Feng menghentikan langkahnya, tatapannya terpaku pada Su Xi-er.

"Pangeran ini tidak pernah berpikir bahwa orang yang mati bisa dihidupkan kembali dengan menggunakan cara seekstrim ini. Tidakkah kau tahu bahwa, hanya arwah jahat yang mengambil tubuh orang lain? Apa kau tidak takut kalau suatu hari nanti, arwahmu akan dipaksa keluar dari tubuh inangmu dan hancur tak bersisa?” Yun Ruo Feng memfokuskan tatapannya pada gadis itu dengan intens, aura lembutnya sudah lama lenyap.

"Karena Langit mengizinkanku untuk bereinkarnasi melalui tubuh ini, tidak ada alasan bagiku untuk hancur tak bersisa. Yun Ruo Feng, Pei Qian Hao sudah pergi ke istana kekaisaran. Apa kau tidak takut kalau sesuatu yang tak terduga mungkin terjadi jika kau tidak pergi ke sana sekarang?" balas Su Xi-er. Aku tidak boleh bertarung secara langsung dengannya; aku hanya bisa menghancurkannya dari dalam keluar.

"Memangnya kenapa jika terjadi sesuatu? Paling banter, hanya separuh kekuasaanku yang akan direbut. Namun, kau adalah faktor paling tidak terduga dalam ini. Ning Ru Lan, kau sombong terhadapku, tetapi berpura-pura malu dan genit di depan Pei Qian Hao." Ada sejejak nuansa lain selain dari cemoohan dalam nada bicaranya.

Su Xi-er membalas dingin, "Aku malu dan genit di depannya karena ia jauh lebih berkuasa daripada diriku. Kau tidak semenjanjikan dirinya; kau hanya bergantung pada orang lain untuk merebut kekuasaan. Kematian Wei Mo Hai merupakan pukulan yang sangat berat bagimu. Ada banyak hal yang tidak bisa kau lakukan tanpa dirinya, atau setidaknya, kau tidak dapat melakukannya secepat itu."

Yun Ruo Feng menatap Su Xi-er, orang itu tampak tenang dan kalem. Ia benar-benar tenang saat berdiri di depanku, tidak memperlihatkan tanda-tanda kelemahan seorang wanita. Entah apakah ia adalah Ning Ru Lan atau Su Xi-er, tidak ada yang berubah!

Sekarang ini, ia adalah seorang dayang rendahan, dan aku adalah Prince Regent Nan Zhao. Ada jarak hirarki yang besar di antara kami, tetap ia masih bersikeras berlagak di depanku!

Gelombang keengganan yang mendalam melonjak dari dasar hati Yun Ruo Feng. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, sebaliknya, mendekati Su Xi-er. Menggunakan keuntungannya sebagai seorang pria dengan tubuh yang lebih kuat, ia menangkap Su Xi-er dan melemparkannya ke atas ranjang sebelum menindihnya.

Yun Ruo Feng mencondong mendekat dan mengamatinya dengan saksama. Penampilannya sudah berubah, tetapi ia bisa melihat bayangan jelas dari Ning Ru Lan di dalam matanya.

Tiba-tiba saja ia tersenyum lembut. "Apa kau menyukai bagaimana Pangeran ini memperlakukanmu sekarang?"

Su Xi-er menyipitkan matanya. "Tidak." Ia segera mengangkat kakinya dan menendangnya.

"Ning Ru Lan, dulu, kau sangat menyukai Pangeran ini. Setiap kali Pangeran ini tersenyum seperti ini, suasana hatimu akan sangat baik." Lalu, Yun Ruo Feng menekan bahu Su Xi-er. "Aku membunuhmu, tetapi kau muncul lagi dan membuat Pangeran ini tidak tenang, mengacaukan semua rencanaku. Tetapi, aku sudah gagal membunuhmu kali ini. Bagaimana kalau aku menjadikanmu sebagai milikku? Tanpa kesucianmu, apakah Pangeran Hao masih menginginkanmu?"

Su Xi-er tertawa sarkas. "Kau tidak berhasil membunuhku karena kau tidak mampu. Yun Ruo Feng, aku tidak menyangka kau bahkan akan sebegitu rendahnya hingga mengancam seseorang dengan kesucian mereka. Sementara untuk Pei Qian Hao, tidak ada cara kau bisa seyakin itu."

Kilat jahat melintas di mata Yun Ruo Feng selagi ia menatap gadis itu dan menyatakan dengan tegas, "Pangeran ini tidak peduli dalam tubuh siapa dirimu sekarang ini. Selama jiwamu adalah arwah Ning Ru Lan, maka kau selamanya milik Pangeran ini. Kau sudah hidup sebagai wanita Pangeran ini, dan bahkan dalam kematian, kau akan mati sebagai hantunya Pangeran ini!"

(T/N : Pengen banget mengumpat, Ya Tuhan. Gila kali lah Yun Ruo Feng ini. Eh, ini uda termasuk mengumpat, ya? -___-)

"Tidak masuk akal! Yun Ruo Feng, kau tidak tahu malu!"

Yun Ruo Feng mencibir. "Tidak tahu malu? Bukankah kau menyukainya saat Pangeran ini menciummu terakhir kali? Kau melawan, tetapi sebenarnya kau menikmatinya dalam hatimu. Apa kau pikir kalau Pangeran ini tidak mengetahuinya? Namun, kau terus memandang rendah semua orang dan menolak menyerahkan dirimu pada Pangeran ini sebegitu lamanya."

Su Xi-er langsung menangkap poin utama dalam pernyataannya. "Jadi, kau tidak sanggup menekan nafsumu dan mencari Ning An Lian?"

"Memang, tetapi alasan Pangeran ini pergi ke Ning An Lian bukan hanya karena ini. Ia adalah adik perempuanmu, dan mampu menghancurkan sikap acuh tak acuh dan sombongmu itu! Ning Ru Lan, kaulah alasan makanya Pangeran ini membunuhmu; kau tidak bisa menyalahkan Pangeran ini untuk itu." Yun Ruo Feng mengucapkan tiap katanya dengan jelas, seperti seorang pria yang merasa bahwa dirinya tidak bersalah.

(T/N : asdfghjjkl *mengumpat dalam bahasa ketikan laptop*)

0 comments:

Posting Komentar