Kamis, 19 Maret 2026

CTF - Chapter 305

Consort of A Thousand Faces

Chapter 305 : Merayu?


Ini tampaknya menjadi situasi yang familier. Aku pernah memperlakukannya seperti ini sebelumnya, memintanya untuk bersembunyi sementara aku keluar.

Namun, sebelum ia dapat membukakan pintu, Pei Qian Hao menariknya dan melakukannya sendiri.

Pei An Ru, yang sedang berdiri di luar kamar, tidak menyangka akan bertemu dengan Pei Qian Hao lagi malam ini! Aku di sini untuk mencari Su Xi-er, tetapi Pangeran Hao adalah orang yang membukakan pintunya! Bagi seorang pria dan wanita, sendirian saja di dalam kamar berduaan, selarut ini, apa lagi yang mungkin mereka perbuat?

Tiba-tiba saja, kata-kata Pei Ya Ran jadi masuk akal baginya. Pangeran Hao mengabaikanku karena ia terburu-buru untuk datang menemui Su Xi-er. Pangeran Hao tidak menganggap nyawa Ayah karena ia hanya memikirkan wanita cantik!

Saat Pei An Ru melihat jubah istana berwarna abu-abu kekuningan yang terbuat dari baju kasar, ia merasa lebih tidak nyaman dalam hatinya. Bahkan aku saja, tidak berani menggenggam harapan untuk merayu Pangeran Hao, tetapi wanita ini, yang statusnya jauh lebih rendah daripada diriku, sungguh berhasil melakukannya! Rambutnya bahkan terlepas; jikalau aku datang beberapa saat lebih lama, mungkin bahkan bajunya saja sudah menghilang.

Pei An Ru mengabaikan kehadiran Pei Qian Hao dan menatap Su Xi-er. "Kau terlalu tidak tahu malu! Bukan hanya kau merayu Pangeran Hao, kau juga ingin membunuh Ayahku. Sebagai seorang dayang istana yang kemungkinan orang tuanya sudah mati, mana mungkin kau memahami perasaanku?!"

Pei An Ru memaki Su Xi-er sementara air mata mengancam untuk berjatuhan dari matanya.

Su Xi-er memandangnya dengan ekspresi yang kebingungan. Aku bisa memahami apabila ia berpikir kalau aku merayu Pei Qian Hao, tetapi apa maksudnya ketika ia mengatakan bahwa aku sedang mencoba untuk membunuh ayahnya? Sejak awal, siapa pula ayahnya?

"Kau menyebut pelayan ini tidak tahu malu, tetapi apakah kau lebih baik? Menilai dari busanamu, kau semestinya adalah seorang nona dari suatu keluarga bangsawan. Meski begitu, saat ini kau berada di Istana Samping selarut ini, bahkan bertingkah begitu kasar dan vulgar. Pelayan ini gagal melihat adanya tanda-tanda dari seorang nona bangsawan darimu. Terlebih lagi, apa hubungannya orang tua pelayan ini denganmu?" Kata-kata Su X-er diucapkan dengan lembut sembari tersenyum, tetapi gigitan berbisanya lebih parah daripada jika ia meneriakkan komentar-komentar yang menghina.

Pei An Ru menatapnya sementara ia maju selangkah, tetapi dihadang oleh satu tangan di depannya. "Ayahmu telah melakukan kejahatan yang berat, dan pantas mendapatkan hukuman. Entah apakah ia merupakan bagian dari Keluarga Pei atau tidak, tidak ada hubungannya dengan keputusan ini."

Mata Pei An Ru terbelalak sementara ia menatap tangan yang menghadangnya. Ia berusaha keras melindungi Su Xi-er, meskipun aku tidak akan bisa menyakitinya jika aku mendekat. Berpikir bahwa ia akan seprotektif itu terhadapnya, sampai-sampai menggunakan kata-kata yang kasar.

Apakah aku benar-benar tidak akan bisa menyelamatkan Ayah? Pei An Ru mulai berpikir bahwa ia tidak punya pilihan selain menyaksikan Ayahnya mati ....

Pei An Ru mengepalkan tangannya erat-erat sewaktu ia menengadah menatap Pei Qian Hao, air mata terbentuk di sudut matanya. Pria lain mungkin akan terserang simpati jika mereka melihat sesuatu seperti ini, tatapi tatapan Pei Qian Hao hanya menggelap.

"Keluar." Suara membekukan Pei Qian Hao terdengar jauh.

Pei An Ru dapat melihat ketidakpedulian di dalam mata Pei Qian Hao. Ia pun berlutut dengan bunyi gedebuk dan memohon dengan sangat, "Apabila aku kehilangan ayahku, ibuku dan aku tidak punya siapa-siapa untuk bergantung. Aku tidak punya kakak lelaki, dan kami akan dicemooh oleh semua orang. Kami mungkin bahkan akan ditendang keluar dari Kediaman Pei. Pangeran Hao, aku mohon padamu, aku tidak bisa kehilangan ayahku."

Pei An Ru meratap selagi ia berulang kali menyembah, menumburkan kepalanya ke tanah hingga satu bekas merah muncul.

Su Xi-er maju ke depan. "Pangeran Hao, ia hanya akan menjadi lebih gelisah lagi apabila ini berlanjut. Bagaimana kalau ia terus berlutut di sini hingga Anda menyetujui permintaannya?"

Pei Qian Hao menurunkan tangannya dan menjawab dingin, "Karena ia suka berlutut, ia bisa lanjut melakukannya." Kemudian, ia menatap Pei An Ru. "Teruslah berlutut di luar kamar."

Pei An Ru gemetaran. Pangeran Hao benar-benar sangat kejam! Apa ia tidak takut kalau aku akan berlutut di sini hingga pagi hari dan ditemukan oleh dayang istana? Kecurigaan mereka pasti akan terpicu, dan aku bisa menyebarkan kabar bahwa Pangeran Hao bermain-main di Istana Samping setelah dirayu oleh Su Xi-er. Kalau itu terjadi, Su X-er tidak akan bisa lagi tinggal di sini!

Su Xi-er mengetahui apa yang ada dalam benak Pei An Ru, tetapi ia tidak mau membuat gunung dari segunduk kecil tanah. Memangnya kenapa kalau rumornya menyebar? Ketika aku ditempatkan di Biro Layanan Binatu, semua dayang istana di sana mengetahui bahwa Pei Qian Hao pernah ada di kamarku.

"Pangeran Hao, kejahatan apa yang diperbuat oleh ayah orang ini?" Mata Su Xi-er terpaku pada Pei An Ru, tetapi kata-katanya diarahkan pada Pei Qian Hao.

Pei An Ru kaget karena Su Xi-er sungguh berbicara pada Pangeran Hao dengan nada seperti itu! Apakah ia bahkan punya rasa hormat untuk Pangeran Hao?!

Tetapi, wajah Pei Qian Hao tidak menunjukkan adanya tanda-tanda merasa tidak senang, dan ia bahkan menjawab acuh tak acuh, "Penyuapan, melecehkan wanita lain secara paksa, dan kejahatan lain yang tak terhitung jumlahnya."

"Kalau itu kasusnya, tampaknya ia sungguh tidak bisa diampuni. Ia mungkin tidak melukaimu karena ia adalah ayahmu, tetapi ia telah melukai dan menghancurkan banyak keluarga. Itu akan jadi ketidakadilan bagi semua orang lainnya apabila Pangeran Hao membiarkan ayahmu bebas. Mungkin kau tidak mengetahuinya, tetapi setidaknya kau harus memahami, karena ayahmu melakukan kejahatan semacam itu, ia harus bersiap untuk membayar harganya dengan nyawanya." Su Xi-er berjongkok pelan-pelan sehingga matanya sejajar dengan mata Pei An Ru. Kilau di mata Su Xi-er tiba-tiba saja memberikan teror bagi Pei An Ru.

Pei An Ru tidak mengerti kenapa ia begitu ketakutan saat nada bicara dan tatapan Su Xi-er, dua-duanya tampak lembut. Mungkin itu adalah fakta bahwa ia tidak memahami banyak rahasia yang tersembunyi di dalam mata itu, yang menanamkan ketakutan sedalam itu pada dirinya. Ia hanya tidak tahu bagaimana cara untuk menjawab mata cerah Su Xi-er.

Su Xi-er tersenyum. "Menilai dari penampilanmu, kau pasti masih belum dewasa. Bagi Keluarga Pei, mengirimkan gadis sebelia dirimu ke dalam istana ... apa kau yakin bahwa tujuan mereka adalah demi menyelamatkan ayahmu? Bagiku, kedengarannya seolah mereka hanya sedang memanfaatkanmu untuk merayu Pangeran Hao."

Mata Pei An Ru melebar untuk sepersekian detik sebelum ia buru-buru melihat ke arah Pei Qian Hao. "Pangeran Hao, putri pejabat ini tidak ingin merayu Anda; mohon jangan salah paham. Putri pejabat ini hanya mendengar bahwa Anda menyukai wanita cantik, membuatku melakukan hal buruk pada Anda di jalur istana barusan ini."

Su Xi-er mengangkat satu alis dan menatap Pei Qian Hao. Melakukan hal buruk?

Atmosfer di dalam kamar itu berubah canggung sewaktu wajah Pei Qian Hao berubah lebih suram tiap detiknya. Ia mengalihkan pandangannya pada Su Xi-er, menyadari bahwa ia sedang menatapnya sambil tersenyum mengoloknya, seolah ia sedang menantikan drama untuk terungkap.

Pada akhirnya, mata Pei Qian Hao tertuju pada Su Xi-er sewaktu ia menyatakan, "Pangeran ini memang menyukai wanita cantik."

Tiba-tiba saja, Pei An Ru bingung apa yang harus dikatakan. Aku tidak peduli hal buruk apa yang Ayah perbuat. Aku hanya tahu bahwa akulah satu-satunya yang berupaya keras untuk menyelamatkannya.

Sikap pilih kasih Pei Qian Hao kepada Su Xi-er sejelas siang hari. Mungkin Pei An Ru telah memandang rendah orang itu karena menjadi seorang dayang rendahan dari Istana Samping sebelumnya, tetapi sekarang ...Aku tidak punya pilihan lain. Satu-satunya kesempatanku adalah mengucapkan sepatah dua patah kata yang baik pada Su Xi-er!

Oleh sebab itu, ia segera memohon pada Su Xi-er, "Aku mohon padamu, tolong bujuk Pangeran Hao."

Su Xi-er bangkit berdiri. "Pangeran Hao benar, ayahmu pantas mendapatkan hukumannya. Apabila ia membiarkan ayahmu lepas, itu sama saja dengan memegangi lilin untuk si iblis dan membantu ayahmu untuk melukai orang."

Tatapan Pei Qian Hao menjadi tak terbaca sewaktu ia duduk di samping. Tiba-tiba saja, ia berjalan ke pintu masuk kamar dan membuat satu gestur. Seorang pengawal yang sepenuhnya berpakaian serba hitam muncul entah darimana, menerima perintah Pangeran Hao dan terus membuat Pei An Ru tidak sadarkan diri sebelum membawanya pergi.

Su Xi-er menatap Pei Qian Hao dan bertanya, "Pangeran Hao, kapan Anda menyelidiki hamba, apakah Anda juga mengetahui apa yang terjadi pada orang tuaku?"

Ia tidak tahu apa yang telah dialami oleh Su Xi-er yang asli, maupun mengetahui kebenaran dari ucapan terakhir He Xiang Yu. Ia tidak punya jalan lain untuk menginvestigasi, dan hanya bisa menanyai Pei Qian Hao dengan harapan agar mendapatkan pengetahuan.

Pei Qian Hao menutup pintu kamar itu, membawa Su Xi-er ke dalam pelukannya sewaktu ia menyelimutinya erat-erat dengan bahu lebarnya. "Mengapa mengungkit hal yang sudah berlalu?"

0 comments:

Posting Komentar